API YANG KELUAR DARI YAMAN

Men carrying a shrine jump over a bonfire for good luck at a traditional Chinese lunar new year celebration in Jieyang, Guangdong province. [China Daily/Reuters]

 

Alhamdulillah kita telah menyelesaikan hampir seluruh dari 10 tanda akhirzaman, terutama adalah topik-topik yang paling sulit  yaitu tentang Ya’juj Ma’juj, Dajjal dan Nabi Isa, Dhukhan, Binatang yang bisa bicara, Matahari terbit dari barat , dan Matahari terbit dari barat.

Dengan selesainya kajian “Api yang keluar dari Yaman” ini, maka berarti tinggal 1 lagi tanda akhirzaman yang tersisa, yaitu ‘tiga gempa dibarat, ditimur dan diJazirah Arab’

Ini mungkin adalah kajian kita yang paling pendek diantara kajian tanda-tanda akhirzaman yang lain, karena makna dari ‘Api yang keluar dari Yaman’ ini kini  telah makin terang benderang dengan fakta dinamika geopolitik di Timur tengah satu dasawarsa terakhir, khususnya di Yaman dan Suriah Utara.

 

 

Metode Kajian

Meski tanda ini saat ini telah jauh lebih mudah dicerna daripada beberapa tahun lalu, tapi beberapa kaidah kunci untuk memahami Ayat/Hadits akhirzaman tetap harus dipegang, seperti harus dihubungkan dengan sebanyak mungkin hadits lain dan dinamika geoplitik Timur tengah.

JIka kita mengkaji topik ini sepuluh tahun lalu, maka kita sendiripun juga akan kesulitan mencernanya, karena kalimat ‘Api yang keluar dari Yaman’ adalah kalimat yang mengandung makna simbolik. Tapi dengan terus mengamati geopolitik timur tengah dalam satu dasawarsa terakhir ini, maka Alhamdulillah menjadi lebih gampang mencernanya.

Kunci penting lain adalah, kita harus membersihkan hati terlebih dulu. Jika kita pernah kemakan fitnah-fitnah yang disebar oleh para penyeru dipintu neraka dimedsos atau Youtube yang mangajak mencari kejelekan Mazhab Islam lain, maka kita harus melupakan dulu “ajakan yang seakan kesurga tapi sebenarnya keneraka” itu.

Semangat persatuan umat itu menjadi sangat penting, karena topik ini berhubungan erat dengan kemunculan Imam Mahdi. Dimana pada kajian kita “Pasukan Imam Madi akan mempersatukan umat”, kita tahu pasukan inti Al Mahdi itu adalah berasal dari area yang mayoritas bermazhab yang selama ini dicari-cari kejelekan dan ditebar kebenciannya itu.

Sebuah Hadits dari riwayat Ibnu Majah 4072 menceritakan tentang segolongan Muslim yang tanpa sebab dibenci, tapi disayang oleh Nabi karena mereka adalah Ahlul bait. 

 

 

Kajian Klasik Yang Gagal Faham

Mungkin selama ini kita semua telah banyak membaca kajian-kajian klasik tentang topik ini, tapi sayangnya belum ada yang bisa membuat kesimpulan yang mencerahkan, dan bahkan seringa hanya menyisakan kebingungan

Kita melihat paling tidak ada 2 faktor penyebabnya :

  1. Dibayangkan peristiwanya akan terjadi pada saat hari pembalasan.
  2. Memaknai kata ‘Api’ secara harfiah.

 

 

Dibayangkan Akan Terjadi Pada Saat Hari Pembalasan

” Rosulullah SAW datang kepada kami dengan tiba-tiba saat kami (sedang berdiskusi). Beliau  berkata: Apa yang sedang kamu diskusikan? Mereka (para sahabat) berkata. Kami sedang mendiskusikan tentang hari akhir. Kemudian Beliau  berkata: Itu (Kiamat) tidak akan datang sampai Kalian  melihat sepuluh tanda sebelumnya, dan beliau  menyebutkan asap, Dajjal, binatang buas, terbitnya matahari dari barat, turunannya Isa Maryam, Ya’juj Ma’juj , dan tanah amblas  di tiga tempat, satu di timur, satu di barat dan satu diJazirah Arab , dan  Api  membakar yang akan  keluar dari Yaman yang akan menggiring orang-orang ke tempat berkumpulnya. ” (HR. Muslim 2901)

Banyak orang yang mencoba mengkaji topik ini, dan menghubungkannya dengan ‘hari pembalasan’ (pengadilan akhirat), itu hanya karena adanya kalimat berbunyi “yang akan menggiring orang-orang ke tempat berkumpulnya”.

Padahal pada kalimat sebelumnya, Nabi menyebut :  “Kiamat tidak akan datang sampai Anda melihat sepuluh tanda”. Artinya peristiwa munculnya Api dari Yaman itu akan terjadi sebelum kiamat, atau istilah yang tepat, akan tejadi di diakhirzaman, kita ini sedang hidup diakhirzaman. 

Jika masih ada yang bingung antara istilah ‘akhir zaman’ dan ‘Hari kiamat’ , silahkan baca dulu ‘Time line akhir zaman’.

Akan lebih jelas lagi jika kita simak Hadits lain yang mendukung pendapat bahwa peristiwanya akan terjadi diakhir zaman (sebelum kiamat) :

“Akan keluar api dari Hadramaut atau dari laut Hadramaut sebelum hari kiamat, (api itu) akan menggiring manusia.” (HR. Ahmad 5502).

 

 

Karena Memaknai kata ‘Api’ itu secara Harfiah

Tentu saja kata ‘Api’ disini bermakna simbolik. Api adalah benda mati yang tidak memiliki kehendak, sampai hari kiamat, tidak akan ada api yang punya kehendak untuk menggiring manusia.

Dalam beberapa ayat, Allah sudah berjanji untuk tidak akan pernah merubah sunatullah (Hukum Allah yang diterapkan dialam), seperti   QS. Al-Fath (48) : 23 QS, Fatir (35) : 43, dan  QS. Al-‘Ahzab (33) : 62.

Untuk lebih memastikan bahwa kata ‘Api’ adalah bermakna simbolik, kita simak hadits yang serupa dengan sahih Muslim 2901 diatas, tapi dengan perawi yang lain :

“ Nabi utusan Allah SWT melihat keluar dari sebuah ruangan, ketika kami berbicara tentang Hari Kiamat. Dia berkata: ‘Hari kiamat tidak akan dimulai sampai sepuluh tanda muncul: Terbitnya matahari dari barat (tempat terbenamnya; Dajjal; asap; buruk rupa;  Ya’juj dan Ma’juj; kemunculan Isa  binti Maryam , bumi runtuh tiga kali  satu di timur, satu di barat dan satu di Semenanjung Arab, dan Api yang akan muncul dari dataran Aden Abyan dan akan menggiring orang-orang ke tempat Berkumpul, mereka berhenti bersama mereka ketika di malam hari, dan ketika mereka berhenti untuk beristirahat di tengah hari. ” (HR. Sunan Ibnu Majah)

 

Pada kalimat terakhir Hadits itu tertulis :

“….Api yang akan muncul dari dataran Aden Abyan dan akan menggiring orang-orang ke tempat Berkumpul, mereka berhenti bersama mereka ketika di malam hari, dan ketika mereka berhenti untuk beristirahat di tengah hari. “

Kalimat pada hadits diatas jelas mengisyaratkan, bahwa yang dimaksud Api itu adalah sebuah ‘gerakan mahkluk hidup’. Tidak ada api yang yang bisa ‘merasa kecapekan’ dan ‘perlu istrirahat’  di siang atau malam hari.

 

 

Api Itu Adalah Sebuah Kekuatan Militer

Dengan menggabungkan dengan beberapa Hadits lain, maka kita akan mencapai pemahaman, bahwa yang dimaksud Api yang keluar dari Yaman itu adalah sebuah kekuatan militer.

“Akan muncul dari Aden Abyan (Yaman), 12.000 orang yang menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah sebaik-baik orang di antaraku dan mereka.” (HR Ahmad No : 2918, 2079  dan Ath-Thabrani dalam Al-Kabir: 11029 (11/56).

“Hampir-hampir bangsa Yaman mengalahkan kalian. Mereka bak segumpal awan. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi.” (HR. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Al-Baihaqi)

 

 

Api Dari Yaman Itu Adalah Pasukan Imam Mahdi

Dengan metode yang sama, maka kita akan mencapai kesimpulan bahwa, yang diamaksud Api yang keluar dari Yaman itu adalah ‘Pasukan Imam Mahdi yang bergerak dari arah Timur’ yang akan berperang melawanan Kerajaan Saudi yang saat ini beribukota di Riyadh, untuk kemudian menyerahkan kekuasaan itu kepada Imam Mahdi.  Kita simak beberapa  Hadits yang berkaitan dengan hal ini :

 

“…Lalu muncullah seorang laki-laki dari bangsa Qurais, paman-pamannya dari suku Kalb, ia lalu mengirimkan sepasukan untuk memerangi mereka  namun mereka (pasukan Al mahdi) dapat mengalahkan mereka….”  (HR. Abu Dawud 3737)

“Kelak tiga orang akan berperang didekat perbendaharaan kalian ini (yaitu Ka’bah), dan kesemuanya adalah anak khalifah. Dan tidak ada yang menang melainkan satu orang, lalu muncullah bendera-bendera hitam dari wilayah timur, mereka lantas memerangi kalian dengan peperangan sengit yang sama sekali belum pernah dilakukan kaum manapun. Jika kalian melihatnya, maka berbaiatlah kepadanya walaupun sambil merangkak di atas salju, karena sesungguhnya dia adalah khalifah Allah Al Mahdi.”  (HR. Sunan Ibnu Majah 4074)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sekelompok manusia datang dari arah timur lalu menyerahkan kekuasaannya kepada Al Mahdi.”  (HR. Sunan Ibnu Majah 4078)

“Dan sungguh, sepeninggalku nanti ahli baitku akan menemui musibah, bencana dan pengusiran, sehingga suatu kaum dari timur datang dengan membawa bendera-bendera hitam, mereka meminta (diterapkannya) kebaikan namun ditolak. Kemudian mereka berperang dan mendapatkan kemenangan, akhirnya mereka diberi apa yang mereka minta, lalu kaum tersebut tidak mau menerima sehingga mereka menyerahkan urusan tersebut kepada seorang laki-laki dari ahli baitku, lantas dia memenuhinya dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) bumi dipenuhi dengan kejatahan. Barang siapa dari kalian mendapatinya, maka berbaiatlah walau dalam keadaan merangkak di atas salju.” (HR.Ibnu Majah 4072)

 

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaan kalian. Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi, tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka memerangi kamu  dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelum kalian. Maka jika kamu melihatnya, berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.” (HR. Tsauban.)

 

 

Analisa Geopolitik

Memahami geopolitik timur tengah dan memadukannya dengan panduan agama, akan sangat membantu kita untuk membuka tabir demi tabir proses kemunculan Imam Mahdi.

Sering kali kita dikritik pembaca kita yang menanyakan kenapa kita mencari-cari kejelekan Arab Saudi dan Turki.

Kita tidak pernah mencari-cari kejelekan fihak manapun, kita hanya mengungkap fakta geopolitik apa adanya guna mencari pemahaman akhirzaman yang benar. Jika hati kita tidak partisan, fair dan bersih tanpa memihak siapapun dan hanya bertujuan mencari pemahaman yang benar, maka kita akan secara terang melihat ‘siapa yang berbuat zalim’ dan ‘siapa yang dizalimi’, kita tidak akan tertipu oleh kamuflase dan fitnah Dajjal.

Fitnah Dajjal telah membutakan mata dan hati, sampai sampai kita sulit untuk bisa membedakan mana ‘info yang mengungkap fakta’ apa adanya dan mana ‘dongeng pelintiran’ yang bertujuan mengelabuhi dan membuat kesimpulan menjadi bias.

Dibawah ini adalah beberapa poin pemikiran yang berangkat dari analisa geopolitik akhirzaman.

Kita harapkan bisa menjadi bahan renungan yang akan bisa membantu menghilangkan kebingungan dalam memahami fenomena akhirzaman menjelang munculnya Imam Mahdi :

 

  1. Kenapa Pasukan Imam Mahdi harus menyerang Kerajaan Arab Saudi dan Kota Konstantinopel ? Bukankah saat ini sudah dikuasai penguasa yang mengaku muslim?
  2. Kenapa Arab Saudi beberapa tahun terakhir sangat agresifi untuk menyerang Yaman?
  3. Kenapa Turki beberapa tahun terakhir menunjukkan agresifitasnya untuk menguasai Suriah utara?
  4. Kenapa AS dan Israel membiarkan Kazaliman yang dilakukan Arab Saudi di Yaman dan Turki di Suriah, sementara Penguasa Suriah yang tidak menyerang manapun justru difinah dan diserang secara militer tanpa henti dengan berbagai cara?
  5. Kenapa Israel begitu bencinya kepada Iran dan selalu dianggap musuh terbesarnya? Padahal Iran belum pernah menyerang Israel.

 

Jawaban pertanyaan ke 1,  Jika anda sudah membaca Kajian kita “Menelaah Surat AlMaidah 51-52” dan Artikel kita  “Perseteruan Arab Saudi Vs Iran dalam visi Akhirzaman” maka tentu masih ingat, bahwa diakhirzaman ini, ada beberapa penguasa Timteng yang cari aman dengan bersekutu dengan musuh Islam Israel dan AS.

Mereka juga melakukan ‘kezaliman’ bersama sekutunya itu. Jika ada yang tidak melihat fakta kezaliman Arab Saudi di Suriah dan Yaman, serta kezaliman Turki di Suriah dan Libya satu dasawarsa ini, berarti mata dan hati kita sudah dibekukan oleh para penebar fitnah anak buah Dajjal.

Jawaban pertanyaan ke 2,  Jawabannya sudah ada didalam Hadits riwayat Abu Dawud 3737 (teksnya ada dibagian referensi) yang menyebut akan ada pasukan Al Mahdi yang akan menaklukkan Kerajaan Saudi. Para penguasa Saudi tentu juga sangat tahu soal Hadits itu, bahwa akan ada pasukan dari Yaman yang akan menghancurkan Kerajaannya dan menyerahkan kekuasaan kepada Imam Mahdi.

Jawaban pertanyaan ke 3,  jawabannya mirip dengan pertanyaan ke 2, sebagai seorang muslim Presiden Erdogan pasti juga sudah tahu, bahwa Hadits menyebut akan ada pasukan Imam Mahdi yang akan bergerak dari Madinah menuju Suriah, dan kemudian menuju utara untuk membebaskan  Konstantinopel. Menjadi gampang dimengerti, kenapa dia berusaha mati-matian tanpa rasa malu mengagresi wilayah Suriah utara dengan puluhan ribu pasukan teroris yang dia pelihara di Idlib.

Jawaban pertanyaan ke 4, Jika anda rajin mengikuti dinamika geopolitik Timteng, pasti sudah tahu, bahwa kezaliman apapun yang dilakukan oleh Saudi dan Turki tidak akan mendapat sanksi apapun dari AS dan Israel, justru akan dibantu secara militer. Itu karena mereka adalah saling bersekutu.

Jawaban untuk partanyaan ke 5, adalah karena Israel juga pasti tahu bahwa akan ada pasukan berbendera hitam yang akan bergerak dari Khurasan (Nama Provinsi di Iran) yang tidak akan ada yang bisa menghentikan sampai mereka menaklukkan Yerusalem. Sama halnya ketika Israel sukses mengadu-domba Suni vs Shiah, itu karena Israel sangat tahu bahwa inilah kelemahan umat muslim yang tidak pernah disadari.

 

Yang terakhir, sebagai seorang analis akhirzaman yang memadukan panduan agama dan visi geopolitik, kita akan mengutarakan pendapat pribadi kita. Tentu saja pendapat ini bisa salah, tapi bisa jadi juga benar, atau bisa jadi pendapat ini perlu direvisi seiring perubahan geopolitik.

  1. Bahwa munculnya Imam Mahdi hanya mungkin setelah didahului pergerakan pasukan Al Mahdi dari Yaman.
  2. Bahwa pertempuran antara pasukan darai Yaman dengan pasukan Saudi akan berlangsung dengan sengit dengan melibatkan persenjata canggih.

 

Alasan untuk pendapat pertama adalah, fakta bahwa tidak ada seorangpun pengkritik atau pemberontak di Arab Saudi yang tidak berakhir dengan hukum pancung, jadi jika ada pembaiatan Imam Mahdi di Makkah tanpa ada dukungan kekuatan militer yang sangat kuat, maka kita melihat itu adalah sesuatu yang mustahil, pasti akan segera digagalkan dalam beberapa saat oleh pasukan Saudi.

Sejarah mencatat, pada tahun 1979, ketika Muhammad bin Abdullah Al-Qahthani dan pengikutnya mengklaim dirinya sebagai Imam mahdi di Masjidil Haram, yang hanya berbekal beberapa puluh pucuk senjata yang akhirnya tewas ditangan pasukan Arab Saudi.

Pendapat kita bahwa pertempuran dengan antara pasukan dari Yaman itu dengan pasukan Saudi akan terjadi dengan sengit dan melibatkan persenjataan canggih adalah berdasar isyarat hadits berikut :

“Kelak tiga orang akan berperang didekat perbendaharaan kalian ini (yaitu Ka’bah), dan kesemuanya adalah anak khalifah. Dan tidak ada yang menang melainkan satu orang, lalu muncullah bendera-bendera hitam dari wilayah timur, mereka lantas memerangi kalian dengan peperangan sengit yang sama sekali belum pernah dilakukan kaum manapun. Jika kalian melihatnya, maka berbaiatlah kepadanya walaupun sambil merangkak di atas salju, karena sesungguhnya dia adalah khalifah Allah Al Mahdi.”  (HR. Sunan Ibnu Majah 4074)

 

WaAllahualam, mudah-mudahan bermanfaat

 

REFERENSI

 

Sepuluh tanda akhir zaman :

حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ – وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ – قَالَ إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا وَقَالَ الآخَرَانِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ فُرَاتٍ، الْقَزَّازِ عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ، عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ، قَالَ اطَّلَعَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ ‏”‏ مَا تَذَاكَرُونَ ‏”‏ ‏.‏ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ ‏.‏ قَالَ ‏”‏ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ ‏”‏ ‏.‏ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صلى الله عليه وسلم وَيَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلاَثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ ‏.‏

 

Rosulullah SAW datang kepada kami dengan tiba-tiba saat kami (sedang berdiskusi). Beliau  berkata: Apa yang sedang kamu diskusikan? Mereka (para sahabat) berkata. Kami sedang mendiskusikan tentang hari akhir. Kemudian Beliau  berkata: Itu (Kiamat) tidak akan datang sampai Anda melihat sepuluh tanda sebelumnya dan beliau  menyebutkan asap, Dajjal, binatang buas, terbitnya matahari dari barat, turunannya Isa Maryam, Ya’juj Ma’juj , dan tanah amblas  di tiga tempat, satu di timur, satu di barat dan satu diJazirah Arab , dan  api  membakar yang akan  keluar dari Yaman yang akan menggiring orang-orang ke tempat berkumpulnya. (HR. Muslim 2901)

 

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ فُرَاتٍ الْقَزَّازِ، عَنْ عَامِرِ بْنِ وَاثِلَةَ أَبِي الطُّفَيْلِ الْكِنَانِيِّ، عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ أَبِي سَرِيحَةَ، قَالَ اطَّلَعَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ مِنْ غُرْفَةٍ وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ السَّاعَةَ فَقَالَ ‏ “‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكُونَ عَشْرُ آيَاتٍ طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَالدَّجَّالُ وَالدُّخَانُ وَالدَّابَّةُ وَيَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَخُرُوجُ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَثَلاَثُ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرِ عَدَنِ أَبْيَنَ تَسُوقُ النَّاسَ إِلَى الْمَحْشَرِ تَبِيتُ مَعَهُمْ إِذَا بَاتُوا وَتَقِيلُ مَعَهُمْ إِذَا قَالُوا ‏”‏ ‏.

 

Nabi utusan Allah SWT melihat keluar dari sebuah ruangan, ketika kami berbicara tentang Hari Kiamat. Dia berkata: ‘Hari kiamat tidak akan dimulai sampai sepuluh tanda muncul: Terbitnya matahari dari barat (tempat terbenamnya; Dajjal; asap; binatang buas;  Ya’juj dan Ma’juj; kemunculan Isa  binti Maryam , bumi runtuh tiga kali  satu di timur, satu di barat dan satu di Semenanjung Arab; dan Api yang akan muncul dari dataran Aden Abyan dan akan menggiring orang-orang ke tempat Berkumpul, mereka berhenti bersama mereka ketika di malam hari, dan ketika mereka berhenti untuk beristirahat di tengah hari. ” (HR. Sunan Ibn Majah)

 

 

Api yang keluar dari Yaman :

تُبْعَثُ نَارٌ عَلَـى أَهْلِ الْمَشْرِقِ فَتَحْشُرُهُمْ إِلَى الْمَغْرِبِ تَبِيْتُ مَعَهُمْ حَيْثُ بَـاتُوا وَتَقِيْلُ مَعَهُمْ حَيْثُ قَالُوا وَيَكُوْنُ لَهَا مَـا سَقَطَ مِنْهُمْ وَتَخْلِفُ تَسُوْقُهُمْ سَوْقَ الْجَمَلِ الْكَسِيْرِ.

“Akan dikeluarkan api pada penduduk yang ada di timur, lalu api tersebut menggiring mereka ke barat, dia akan selalu bersama mereka saat mereka bermalam, saat mereka beristirahat, apa saja yang jatuh dan tertinggal dari mereka menjadi miliknya, dia berada di belakang dan menggiring mereka bagaikan digiringnya unta yang patah kakinya.” (HR. At Thabrani)

 

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجَ نَارٌ مِنْ أَرْضِ الحِجَازِ تُضِيءُ أَعْنَاقَ الإِبِلِ بِبُصْرَى

“Kiamat tidak akan terjadi sampai keluar api di tanah Hijaz, yang akan menerangi leher onta daerah Bushra.“ (HR. Bukhari 7118 & Muslim 2902)

 

Tahapan Keluarnya Imam Mahdi :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ صَالِحٍ أَبِي الْخَلِيلِ عَنْ صَاحِبٍ لَهُ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَكُونُ اخْتِلَافٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيُخْرِجُونَهُ وَهُوَ كَارِهٌ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ فَيُخْسَفُ بِهِمْ بِالْبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ فَإِذَا رَأَى النَّاسُ ذَلِكَ أَتَاهُ أَبْدَالُ الشَّامِ وَعَصَائِبُ أَهْلِ الْعِرَاقِ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ ثُمَّ يَنْشَأُ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ أَخْوَالُهُ كَلْبٌ فَيَبْعَثُ إِلَيْهِمْ بَعْثًا فَيَظْهَرُونَ عَلَيْهِمْ وَذَلِكَ بَعْثُ كَلْبٍ وَالْخَيْبَةُ لِمَنْ لَمْ يَشْهَدْ غَنِيمَةَ كَلْبٍ فَيَقْسِمُ الْمَالَ وَيَعْمَلُ فِي النَّاسِ بِسُنَّةِ نَبِيِّهِمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيُلْقِي الْإِسْلَامُ بِجِرَانِهِ فِي الْأَرْضِ فَيَلْبَثُ سَبْعَ سِنِينَ ثُمَّ يُتَوَفَّى وَيُصَلِّي عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ قَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ بَعْضُهُمْ عَنْ هِشَامٍ تِسْعَ سِنِينَ و قَالَ بَعْضُهُمْ سَبْعَ سِنِينَ حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ قَتَادَةَ بِهَذَا الْحَدِيثِ وَقَالَ تِسْعَ سِنِينَ قَالَ أَبُو دَاوُد و قَالَ غَيْرُ مُعَاذٍ عَنْ هِشَامٍ تِسْعَ سِنِينَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْعَوَّامِ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي الْخَلِيلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْحَدِيثِ وَحَدِيثُ مُعَاذٍ أَتَمُّ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnul Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam berkata, telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Qatadah dari Shalih Abu Al Khalil dari Sahabatnya dari Ummu Salamah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

“Akan terjadi perselisihan saat matinya khalifah, lalu seorang laki-laki (Al Mahdi) akan keluar dari Madinah pergi menuju Makkah. Lantas beberapa orang dari penduduk Makkah mendatanginya, mereka memaksanya keluar meskipun ia tidak menginginkannya. Orang-orang itu kemudian membaiatnya pada suatu tempat antara Rukun (Hajar Asawad) dan Maqam (Ibrahim). Lalu dikirimlah sepasukan dari penduduk Syam untuk memeranginya, tetapi pasukan itu justru ditenggelamkan oleh (Allah) di Al Baida, tempat antara Makkah dan Madinah.

Maka ketika manusia melihat hal itu, orang-orang shalih dari Syam dan orang-orang terbaik dari penduduk Irak membaiatnya antara rukun dan Maqam.

Lalu muncullah seorang laki-laki dari bangsa Qurais, paman-pamannya dari suku Kalb, ia lalu mengirimkan sepasukan untuk memerangi mereka  namun mereka (pasukan Al mahdi) dapat mengalahkan mereka.

Alangkah ruginya orang yang tidak ikut serta dalam pembagian ghanimah perang melawan suku Kalb. Dia (Al Mahdi) lalu membagi ghanimah, dan membina manusia dengan sunnah Nabi mereka shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyampaikan Islam ke semua penduduk bumi. Dia berkuasa selama tujuh tahun, kemudian wafat dan dishalati oleh kaum muslimin.” Abu Dawud berkata, “Sebagian mereka menyebutkan dari Hisyam, ” selama sembilan tahun.” Dan sebagian yang lain menyebutkan, “Selama tujuh tahun.”

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Abdu Ash Shamad dari Hammam dari Qatadah dengan hadits yang sama. Beliau mengatakan, “sembilan tahun.” Abu Dawud berkata, “Selain Mu’adz menyebutkan dari Hisyam, “selama sembilan tahun.”

Telah menceritakan kepada kami Ibnul Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Amru bin Ashim berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Al Awwam berkata, telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Abu Al Khalil dari Abdullah bin Al Harits dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits ini, namun hadits Mu’adz lebih lengkap.” (HR. Abu Dawud 3737)

 

 

Pasukan dari Yaman :

يَخْرُجُ مِنْ عَدَنِ أَبْيَنَ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا , يَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ هُمْ خَيْرُ مَنْ بَيْنِى وَبَيْنَهُمْ

“Akan muncul dari Aden Abyan (Yaman), 12.000 orang yang menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah sebaik-baik orang di antaraku dan mereka.” (HR Ahmad No : 2918, 2079  dan Ath-Thabrani dalam Al-Kabir: 11029 (11/56).

سنن ابن ماجه ٤٠٧٤: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وَأَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْتَتِلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ابْنُ خَلِيفَةٍ ثُمَّ لَا يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ فَيَقْتُلُونَكُمْ قَتْلًا لَمْ يُقْتَلْهُ قَوْمٌ ثُمَّ ذَكَرَ شَيْئًا لَا أَحْفَظُهُ فَقَالَ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ

 

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya dan Ahmad bin Yusuf keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq dari Sufyan At Tsauri dari Khalid bin Al Khadza dari Abu Qilabah dari Abu Asma Ar Rahabi dari Tsauban dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 “Kelak tiga orang akan berperang didekat perbendaharaan kalian ini (yaitu Ka’bah), dan kesemuanya adalah anak khalifah. Dan tidak ada yang menang melainkan satu orang, lalu muncullah bendera-bendera hitam dari wilayah timur, mereka lantas memerangi kalian dengan peperangan sengit yang sama sekali belum pernah dilakukan kaum manapun. Jika kalian melihatnya, maka berbaiatlah kepadanya walaupun sambil merangkak di atas salju, karena sesungguhnya dia adalah khalifah Allah Al Mahdi.”  (HR. Sunan Ibnu Majah 4074)

يُقْتَلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ هذَا ثَلاَثَةٌ كُلُّهُمُ ابْنُ خَلِيفَةٍ ثُمَّ لاَ يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ المَشْرِقِ فَيَقْتُلُونَكُمْ قَتْلاً لَمْ يُقْتَلْهُ قَوْمٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْواً عَلَى الثّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ الله المَهْدِيُّ

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaan kalian. Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi, tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka memerangi kamu (orang Arab) dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelum kalian. Maka jika kamu melihatnya, berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.” (HR. Tsauban.)

سنن ابن ماجه ٤٠٧٨: حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى الْمِصْرِيُّ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعِيدٍ الْجَوْهَرِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ عَبْدُ الْغَفَّارِ بْنُ دَاوُدَ الْحَرَّانِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَمْرِو بْنِ جَابِرٍ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنَ جَزْءٍ الزَّبِيدِيِّ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ نَاسٌ مِنْ الْمَشْرِقِ فَيُوَطِّئُونَ لِلْمَهْدِيِّ يَعْنِي سُلْطَانَهُ

Telah menceritakan kepada kami Harmalah bin Yahya Al Mishri dan Ibrahim bin Sa’id Al Jauhari keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Shalih Abdul Ghafar bin Daud Al Harrani telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah dari Abu Zur’ah Amru bin Jabir Al Hadlrami dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`I Az Zabidi dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Sekelompok manusia datang dari arah timur lalu menyerahkan kekuasaannya kepada Al Mahdi. (HR. Sunan Ibnu Majah 4078)

 

سَتَخْرُجُنَارٌمِنْحَضْرَمَوْتَأَوْمِنْبَحْرِحَضْرَمَوْتَقَبْلَيَوْمِالْقِيَامَةِتَحْشُرُالنَّاسَ

“Akan keluar api dari Hadramaut atau dari laut Hadramaut sebelum hari kiamat, (api itu) akan menggiring manusia.” (HR. Ahmad 5502).

  

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ صَالِحٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَقْبَلَ فِتْيَةٌ مِنْ بَنِي هَاشِمٍ فَلَمَّا رَآهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْرَوْرَقَتْ عَيْنَاهُ وَتَغَيَّرَ لَوْنُهُ قَالَ فَقُلْتُ مَا نَزَالُ نَرَى فِي وَجْهِكَ شَيْئًا نَكْرَهُهُ فَقَالَ إِنَّا أَهْلُ بَيْتٍ اخْتَارَ اللَّهُ لَنَا الْآخِرَةَ عَلَى الدُّنْيَا وَإِنَّ أَهْلَ بَيْتِي سَيَلْقَوْنَ بَعْدِي بَلَاءً وَتَشْرِيدًا وَتَطْرِيدًا حَتَّى يَأْتِيَ قَوْمٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَعَهُمْ رَايَاتٌ سُودٌ فَيَسْأَلُونَ الْخَيْرَ فَلَا يُعْطَوْنَهُ فَيُقَاتِلُونَ فَيُنْصَرُونَ فَيُعْطَوْنَ مَا سَأَلُوا فَلَا يَقْبَلُونَهُ حَتَّى يَدْفَعُوهَا إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا كَمَا مَلَئُوهَا جَوْرًا فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَأْتِهِمْ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Hisyam telah menceritakan kepada kami Ali bin Shalih dari Yazid bin Abu Ziyad dari Ibrahim dari ‘Alqamah dari Abdullah dia berkata,

Ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba seorang pemuda dari Bani Hasyim datang, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat mereka, maka kedua mata beliau terlihat berbinar-binar dan berubah wajahnya.” Abdullah berkata, “Lalu saya bertanya, “Kenapa kami masih melihat di wajah anda ada sesuatu yang kami benci?” beliau menjawab: “Sesungguhnya kami adalah ahli bait yang Allah memilihkan akhirat buat kami atas dunia. Dan sungguh, sepeninggalku nanti ahli baitku akan menemui musibah, bencana dan pengusiran, sehingga suatu kaum dari timur datang dengan membawa bendera-bendera hitam, mereka meminta (diterapkannya) kebaikan namun ditolak. Kemudian mereka berperang dan mendapatkan kemenangan, akhirnya mereka diberi apa yang mereka minta, lalu kaum tersebut tidak mau menerima sehingga mereka menyerahkan urusan tersebut kepada seorang laki-laki dari ahli baitku, lantas dia memenuhinya dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) bumi dipenuhi dengan kejatahan. Barang siapa dari kalian mendapatinya, maka berbaiatlah walau dalam keadaan merangkak di atas salju.” (HR.Ibnu Majah 4072) –Ver.

 

سيصير الأمر إلى أن تكونوا جنودا مجندة جند بالشام و جند باليمن و جند بالعراق عليك بالشام فإنها خيرة الله من أرضه يجتبي إليها خيرته من عباده فإن أبيتم فعليكم يمنكم و اسقوا من غدركم فإن الله قد توكل لي بالشام و أهله

“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Hendaklah kalian memilih Syam. Karena dia adalah negeri pilihan Allah. Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya. Jika tak bisa,  hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya). Karena Allah menjamin untukku negeri Syam serta penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan Ibnu Hibban.)

 

Hadits Kemuliaan Muslim Yaman :

يُوشِكُ أَنْ يَطْلُعَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ ، كَأَنَّهَا قِطَعُ السَّحَابِ ، أَوْ قِطْعَةُ سَحَابٍ ، هُمْ خِيَارُ مَنْ فِي الأَرْض

“Hampir-hampir bangsa Yaman mengalahkan kalian. Mereka bak segumpal awan. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi.” (HR. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Al-Baihaqi)

 

أَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ هُمْ أَرَقُّ أَفْئِدَةً وَأَلْيَنُ قُلُوبًا ، الْإِيمَانُ يَمَانٍ وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ

“Telah datang kepada kalian penduduki Yaman, mereka ini paling lembut hati dan perasaannya, keimanan itu Yaman dan kebijaksanaan itu ada pada (penduduk)Yaman”. (HR Bukhari : 4388, Muslim : 52).

أتاكم أهل اليمن, هم أرقّ قلوبا, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية.

Telah datang kepada kalian penduduki Yaman. Mereka adalah orang yang paling lembut hatinya. Iman itu ada pada yaman, Fiqih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada Yaman.” (HR. Imam Ahmad)

الله أكبر الله أكبر جاء نصر الله و الفتح, و جاء أهل اليمن : قوم نقية قلوبهم ليّنة طباعهم, الإيمان يمان و الفقه يمان و الحكمة يمانية.

“Allahu Akbar…. Allahu Akbar (Maha besar Allah), telah datang pertolongan Allah dan telah datang penduduk yaman. Kaum yang bersih hatinya, lembut tabiat mereka. Iman itu ada pada yaman,  fiqih itu ada pada yaman dan hikmah itu ada pada yaman.” (HR. Ibnu Hibban,

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا قَالَ قَالُوا وَفِي نَجْدِنَا قَالَ قَالَ هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

 

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Husain bin Al Hasan berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar berkata, “Beliau (Nabi) berdoa: “Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami.” Ibnu ‘Umar berkata, “Para sahabat berkata, “Juga untuk negeri Najd kami.” Beliau kembali berdoa: “Ya Allah, berkatilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami.” Para sahabat berkata lagi, “Juga untuk negeri Najd kami.” Ibnu ‘Umar berkata, “Beliau lalu berdoa: “Disanalah akan terjadi bencana dan fitnah, dan di sana akan muncul tanduk setan.” (HR. Bukhari – 979)

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ إِسْمَاعِيلَ قَالَ حَدَّثَنِي قَيْسٌ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو أَبِي مَسْعُودٍ قَالَ

أَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ نَحْوَ الْيَمَنِ فَقَالَ الْإِيمَانُ يَمَانٍ هَا هُنَا أَلَا إِنَّ الْقَسْوَةَ وَغِلَظَ الْقُلُوبِ فِي الْفَدَّادِينَ عِنْدَ أُصُولِ أَذْنَابِ الْإِبِلِ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنَا الشَّيْطَانِ فِي رَبِيعَةَ وَمُضَرَ

Telah bercerita kepada kami Musaddad telah bercerita kepada kami Yahya dari Isma’il berkata telah bercerita kepadaku Qais dari ‘Uqbah bin ‘Amru Abu Mas’ud berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menunjuk dengan tangan Beliau ke arah Al Yaman sambil berkata: “Keimanan itu ada pada orang Yaman di arah sana, dan kekerasan  dan kerasnya hati terdapat pada diri orang-orang yang mengembala dan pemilik unta, sebagai dasar tabi’at orang yang suka mengikuti di belakang ekor unta, yaitu ditempat dua tanduk setan muncul, pada kabilah Rabi’ah dan Mudlar”.(HR. Bukhari – 3057)

This entry was posted in Extend, recent post, Islamic View and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to API YANG KELUAR DARI YAMAN

  1. Ramadhan1441 says:

    bangsa Qurais, paman-pamannya dari suku Kalb.
    Suku kalb siapa min?
    Kalo zaman sekarang?

  2. Ramadhan1441 says:

    Kalau “Angin Lembut” Dari Yaman apa min ???

    • The admin says:

      Setelah selesainya 2 khilafah Kembar yaitu Khilafah Imam Mahdi dan Khilafah Nabi Isa as, maka semua umat Muslim dan mukmin sekecil apapun imannya akan diwafatkan dengan angin lembut. Artinya semua muslim dan mukmin tidak akan melihat proses kiamat. Karena ketidaktahuan ini, jadinya mengherankan kalau ada umat muslim yg takut dengan kiamat.

      Sementara Itu ada Hadits sahih Muslim yang menyebut angin itu akan berasal dari Syam , tapi ada Hadits sahih lain yang menyebut dari arah Yaman.

      “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah kelak akan menghembuskan angin yang sangat lembut, selembut sutera dari arah Yaman, ia tidak akan melewatkan seorang pun yang di dalam hatinya terdapat -Abu Alqamah berkata- seberat biji-bijian, -sedangkan Abdul Aziz berkata; seberat biji sawi sekali pun- dari keimanan kecuali Allah akan mewafatkannya.” (HR. Muslim No. 168)

      Rasulullah bersabda: “Kemudian Allah melepaskan angin dingin yang berhembus dari Syam. Maka tidak seorangpun dari manusia yang beriman kecuali dicabut nyawanya… sehingga yang tersisa hanya manusia jahat yang tidak memiliki keimanan. Mereka tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk hingga syetan muncul dan berkata: ”Mengapa kalian tidak memenuhi seruanku saja?” Mereka menjawab: ”Apa yang kalian perintahkan pada kami?” Syetan memerintahkan kepada mereka untuk menyembah berhala. Maka merekapun mengikuti saran tersebut. Sedangkan mereka berada dalam kehidupan yang serba berkecukupan, kemudian ditiuplah sangkakala (hari kiamat).” (HR Muslim 14/175)

      • Herusyahputra says:

        Kesimpulan akan ada dua khalifah itu dr mana ya mjn?

        • The admin says:

          Baiknya baca dulu Artikel “Khilafah Islam terakhir”, “Dua kHilafah kembar Part 1 dan Part 2 “. Juga baca semua komentar dan jawaban. biar kita tidak terus menjawab pertanyaan yg sama.

  3. Dadan Danial Sibel says:

    Assalamualaikum, semoga pa admin sehat selalu. Setelah membaca analisis ini, Alhamdulillah, kita tinggal memantau perkembangan perang antara yaman dengan Saudi aja. Insyaalloh pertolongan Alloh SWT bersama yaman, sebabnya dulu nabi Muhammad udah berdoa untuk Yaman dan syam

    • The admin says:

      Alhamdulillah kajian ini bisa mencerahkan.
      Untuk kajian terakhir dari 10 tanda akhirzaman yaitu “Tiga gempa diBarat, timur dan jazirah Arab”, sepertinya akan butuh waktu, karena sampai saat ini kita belum mendapat clue untuk bisa mencerna ini. Kita perlu dukungan do’a dari pembaca sekalian agar Allah memberi hidayah dan kemudahan untuk mencernanya.

      • zan says:

        hmm ini pendapat pribadi ya.. jangan ditelan mentah2 ya min.. butuh diskusi lebih lanjut.. semoga bisa jadi pemicu awal dulu…

        menurut ane gempa dibarat, di timur, dan jazirah arab sepertinya ada hubungan dengan pandemi akhir zaman Covid-19 ini..
        dimana salah satunya menyebabkan guncangan ekonomi yang masif di seluruh dunia (negara2 superpower barat, negara2 superpower timur, dan jazirah arab)…

        wallahualam

        • The admin says:

          Thanks masukannya, Jika ada pembaca yang lain yang punya petunjuk kita tunggu ya. Soalnya sdh beberapa hari sholat malam tapi belum juga muncul clue dikepala nih.

          • zan says:

            makasih min atas dukungannya… semoga allah SWT memberi petunjuk lebih sama admin buat mengungkap tanda terakhir ini.. karena tak akan lama lagi bakal perang nuklir setelah pandemi ini..

            sama menurut ane mungkin saja barat, timur, dan jazirah arab ini adalah kejadian guncangan yang beruntun atau sama waktu seperti kasus pandemi covid – 19 ini…

            mungkin yang harus ditelisik adalah “guncangan” yang sifatnya beruntun dan mendunia dalam satu waktu (barat, timur, tengah (jazirah arab))… seperti covid-19 yang dampaknya dari krisis kesehatan -> ekonomi -> mental (kemelaratan)

            semoga aja allah SWT bisa mencerahkan lebih lewat petunjuk hadits / ayat quran lagi tentang ini…

  4. Rianz says:

    Tentang kabar ini bagaimana menurut admin??
    Bahkan videonya pun ada dengan judul yg sama dengan yg tertulis di kabar itu.

    https://www.google.com/amp/s/international.sindonews.com/beritaamp/1440713/42/simulasi-horor-perang-nuklir-as-rusia-34-juta-orang-tewas-sekejap

    • The admin says:

      Biasa aja, khan sejak bertahun lalu dah banyak yg bikin video simulai WW3. Soal gmn perang itu akan terjadi hanya Allah yg tahu. Kalau mereka bisa menyebut angka korban itu sdh berlebihan.

    • The admin says:

      Diartikel itu khan ditulis sumbernya dari MEMO dan dlm artikelnya menyebut dari TASS, tolong coba dicari dulu ada gak artikel itu di Tass.com

  5. Herusyahputra says:

    Yg dimaksud bukan api revolusi 1990 ya min?

    • The admin says:

      Bukan berarti kesimpulan ini pasti benar, tapi untuk saat ini inilah yg bisa kita simpulkan dengan metode kita.

  6. Arief Anto says:

    Selamat Hari Raya Idul Fitri. Taqoballallahu Minna wa Minkum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *