SKENARIO PERANG RUDAL ISRAEL JIKA SUKSES JATUHKAN PEMERINTAHAN IRAN


 

Media Israel Yediot ahronoth, pada 19 Januari kemarin menulis, bahwa MInggu lalu, para pejabat Israel, telah menyampaikan pesan kepada para pejabat AS, bahwa penolakan Israel untuk aksi militer AS ke Iran, bukanlah berdasar kekhawatiran bahwa Israel akan kewalahan mencegat rudal Iran.

Para petinggi Israel yakin, pertahanan udaranya mampu menahan serangan sekitar 700 rudal balistik Iran, jika serangan Iran itu terjadi benar-nenar setelah kerusuhan & serangan AS sukses meruntuhkan kepemimpinan Iran.

Meskipun mengakui bahwa kerusakan dan biayanya akan sangat besar, para pejabat Israel menggambarkan skenario perang frontal itu sebagai “mahal tetapi dapat diterima”, demi mengejar tujuan strategis jangka panjang.

Otoritas Israel dan beberapa penilaian independen pada saat itu mengklaim, tingkat pencegatan Israel dalam kisaran 80-90% untuk rudal balistik, yang makin memperkuat keyakinan pertahanan negara tersebut.

 

Asal Usul Angka 700 Rudal

Angka sekitar 700 rudal telah beredar dalam beberapa bulan terakhir dalam kombinasi pemberitaan media, analisis lembaga pemikir pertahanan, dan komentar sumber terbuka yang terkait dengan pengarahan intelijen yang dibagikan Israel dengan AS dan sekutu lainnya.

Menurut penilaian tersebut, para perencana Israel telah bekerja dengan berbagai skenario serangan Iran yang melibatkan beberapa ratus hingga hampir 1.000 rudal balistik, yang diluncurkan dalam salvo terkoordinasi.

Para pejabat Israel mengatakan, perkiraan kisaran menengah sekitar 700 rudal muncul sebagai asumsi perencanaan yang umum dirujuk dalam konsultasi bilateral dengan AS.

Dalam diskusi tersebut, para pejabat Israel dan AS dilaporkan memeriksa apakah Israel mampu menyerap serangan semacam itu, bahkan dengan kerugian dan gangguan yang signifikan, yang pada dasarnya akan menggagalkan Israel mencapai tujuan militer atau politiknya.

 

Sistem Pertahanan Udara Israel

Perisai Pertahanan Rudal Berlapis Israel bertumpu pada sistem pertahanan rudal bertingkat yang dirancang untuk menangkal berbagai ancaman pada ketinggian dan jarak yang berbeda.

Di lapisan teratas terdapat sistem pertahanan rudal Arrow, termasuk pencegat Arrow-2 dan Arrow-3, yang dibangun untuk menghancurkan rudal balistik jarak jauh, termasuk ancaman di luar atmosfer.

Sistem ini dikembangkan bersama oleh Israel Aerospace Industries dan Badan Pertahanan Rudal AS. Lapisan tengah, David’s Sling, dimaksudkan untuk menangkal roket dan rudal jelajah jarak menengah hingga jauh yang berada di luar jangkauan Iron Dome.

Di lapisan bawah, Iron Dome melindungi pusat-pusat populasi dari serangan roket dan artileri jarak pendek.

Sistem ini telah menjadi komponen pertahanan Israel yang paling terlihat karena sering digunakan dalam konflik dengan kelompok-kelompok yang berbasis di Gaza dan Hizbullah.

Selama perang rudal dengan Iran pada Juni 2025, para pejabat Israel mengatakan bahwa sistem-sistem ini bekerja bersama-sama, didukung oleh sensor peringatan dini dan kerja sama intelijen AS, untuk meredam sebagian besar tembakan yang datang.

Namun, para analis memperingatkan bahwa keberhasilan intersepsi bervariasi tergantung pada jenis rudal, kepadatan salvo, penggunaan umpan, dan distribusi geografis target.

 

Percayaan Diri Tinggi Vs Biaya Tinggi

Para pejabat pertahanan dan analis menekankan bahwa “menahan” gempuran 700 rudal tidak mungkin lepas dari konsekuensi yang mendalam.

Ketersediaan rudal pencegat tetap menjadi kendala kritis. Meskipun rudal pencegat Tamir Iron Dome relatif murah, namun rudal pencegat David’s Sling dan Arrow jauh lebih mahal, dan serangan terus-menerus berisiko menghabiskan persediaan lebih cepat daripada yang dapat diisi ulang.

Sejak akhir tahun 2024, Israel telah mempercepat produksi dan pengadaan rudal pencegat, mengantisipasi permintaan tinggi yang berkepanjangan.

Bahkan dengan tingkat pencegatan yang tinggi, kerusakan infrastruktur dan gangguan ekonomi tidak dapat dihindari.

Rudal yang lolos dari pertahanan, serta puing-puing dan efek ledakan yang hampir mengenai sasaran, dapat menghantam jaringan listrik, pusat transportasi, dan fasilitas industri.

Para analis mencatat bahwa pertempuran rudal tahun 2025, meskipun dengan kinerja pertahanan yang kuat, masih menghasilkan kerusakan yang signifikan.

Para perencana Israel juga menekankan pentingnya kerja sama AS, termasuk data peringatan dini bersama, integrasi sensor, dan aset pertahanan rudal regional.

Operasi ofensif yang bertujuan untuk menurunkan kemampuan peluncuran sebelum rudal ditembakkan dipandang sebagai pelengkap utama bagi langkah-langkah pertahanan.

 

Peringatan Para Ahli

Analis independen memperingatkan agar tidak menganggap angka 700 rudal sebagai jaminan pasti bahwa Israel akan mampu bertahan.

Perkiraan inventaris rudal dan kapasitas peluncuran Iran sangat bervariasi, dan serangan yang menggabungkan rudal balistik, rudal jelajah, drone, dan amunisi jelajah dapat membebani bahkan pertahanan canggih sekalipun.

Para ahli menambahkan, perang rudal berkelanjutan akan menguras stok rudal pencegat Israel, mempersulit komando dan kendali, serta memperbesar tekanan kemanusiaan dan politik, terutama jika runtuhnya rezim Iran menyebabkan kekacauan internal atau eskalasi yang tidak terkendali yang melibatkan proksi regional.

Gagasan bahwa Israel dapat “menerima” konsekuensi dari pembalasan rudal besar-besaran sebagai imbalan atas jatuhnya kepemimpinan Iran memiliki bobot diplomatik yang signifikan.

Menurut laporan publik, para pejabat AS terus menyeimbangkan penilaian kelayakan militer dengan kekhawatiran bahwa skenario seperti itu dapat me destabilisasi Timur Tengah yang lebih luas, dan akan melibatkan banyak aktor negara dan non-negara.

 

This entry was posted in Info Lain and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *