UPDATE SAPI MERAH & POTENSI FALSE FLAG SERANGAN RUDAL KE MASJID AL AQSA

UPDATE SAPI MERAH BETINA

Diantara 5 sapi merah betina (red Heifer) yang didatangkan dari Texas tahun 2022, kini (Mei 2026) tinggal 1 yang dianggap paling sempurna, tanpa ada bulu warna lain, sementara 4 lainnya dianggap tidak memenuhi syarat, karena dalam rentang waktu pengamatan, tumbuh bulu warna lain di sebagian tubunya.

Saat ini sebuah batu sudut pertama (corner stone) untuk “The third Temple” sudah selesai, penyembelihan Sapi merah tinggal menunggu lampu hijau dari pemerintah Israel, sebagai tanda dimulainya pembangunan Kuil ke-3.

Sapi merah kemudian akan dibakar didekat bait suci, dan abunya akan dilautkan dalam air dalam jumlah besar, yag akan dibagikan keseluruh umat Yahudi  Israel, untuk tujuan “pensucian”.

 

PEMERINTAH ISRAEL MULAI BERI PERHATIAN SERIUS SOAL PEMBANGUNAN KUIL KE-3

Pemerintah Israel mulai memberikan perhatian serius pada rencana pembangunan kuil yang telah lama dibahas warga Yahudi Israel.

Setidaknya 3 petinggi Israel mulai menyuarakan pendirian Kuil ke-3, yaitu PM Nutanyahu, menteri Keamanan Ben Gvir, dan Menkeu Bezalel Smotrich.

Pergeseran ini menandai momen bersejarah, karena dukungan resmi kini sedang dipertimbangkan untuk proyek yang telah diimpikan oleh banyak orang dalam komunitas Yahudi selama beberapa generasi.

Dukungan pemerintah baru-baru ini telah memicu kegembiraan dan harapan baru dalam komunitas Yahudi untuk pembangunan kuil. Update soal Sapi merah betina bisa disimak disini.

 

“FALSE FLAG” SERANGAN RUDAL  BISA JADI PEMBENARAN PENGHANCURAN MASJID AL-AQSA

Prof. Jiang Xueqin, analis geoplitik China mengutip acara talk show diTV Israel beberapa waktu lalu, mengatakan bahwa serangan “false flag” rudal oleh Israel yang menarget masjid al-Aqsa, yang kemudian dituduhkan ke Iran, bisa jadi akan menjadi salah satu even pada serangan mendatang Israel ke Iran.

 

RABI YAHUDI AS SARANKAN PENGHANCURAN MASJID AL-AQSA DENGAN “FALSE FLAG” SERANGAN RUDAL

Rabbi Yehoshua Mizrachi adalah seorang  cendekiawan, penulis, dan  Rabi Yahudi Orthodoks dari Sinagoge B’nai Israel di Pensacola, Florida – AS., pada tahun 2024 menyatakan, bahwa salah satu strategi terbaik untuk menghancurkan Masjid al-Aqsa adalah, bahwa jika terjadi perang antara Israel-Iran, Israel bisa meluncurkan rudalnya kearah Masjid al-Aqsa, untuk kemudian menuduh Iran sebagai pelakunya.

This entry was posted in Update Dari Pusat Dunia and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to UPDATE SAPI MERAH & POTENSI FALSE FLAG SERANGAN RUDAL KE MASJID AL AQSA

  1. MM says:

    Bismillahirrahmanirrahim

    Jazakallah khairan katsiran untuk pembuat website Analisa Akhir Zaman yang selalu memberikan update terkait analisis geopolitik beriringan dengan eskatologi akhir zaman berdasarkan pandangan Islam.

    Saya menemukan perbedaan narasi antara Al-Quran dengan Bamidbar terkait sapi yang diperintahkan untuk disembelih

    = = = = = = = = = =

    Q.S. Al-Baqarah

    قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا لَوْنُهَاۗ قَالَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاۤءُ فَاقِعٌ لَّوْنُهَا تَسُرُّ النّٰظِرِيْنَ

    2.69 Qâlud‘u lanâ rabbaka yubayyil lanâ mâ launuhâ, qâla innahû yaqûlu innahâ baqaratun shafrâ’u fâqi‘ul launuhâ tasurrun-nâdhirîn

    2.69 Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.” Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman bahwa (sapi) itu adalah sapi yang warnanya kuning tua, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(-nya).”

    قَالَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا ذَلُوْلٌ تُثِيْرُ الْاَرْضَ وَلَا تَسْقِى الْحَرْثَۚ مُسَلَّمَةٌ لَّاشِيَةَ فِيْهَاۗ قَالُوا الْـٰٔنَ جِئْتَ بِالْحَقِّ فَذَبَحُوْهَا وَمَا كَادُوْا يَفْعَلُوْنَࣖ

    2.71 Qâla innahû yaqûlu innahâ baqaratul lâ dzalûlun tutsîrul-ardla wa lâ tasqil-ḫarts, musallamatul lâ syiyata fîhâ, qâlul-âna ji’ta bil-ḫaqqi fa dzabaḫûhâ wa mâ kâdû yaf‘alûn

    Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman bahwa (sapi) itu adalah sapi yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak (pula) untuk mengairi tanaman, sehat, dan tanpa belang.” Mereka berkata, “Sekarang barulah engkau menerangkan (hal) yang sebenarnya.” Lalu, mereka menyembelihnya, dan hampir saja mereka tidak melaksanakan (perintah) itu.

    Sedangkan pada Bamidbar disebutkan:

    Bamidbar (Bilangan) 19

    וַיְדַבֵּ֣ר יְהֹוָ֔ה אֶל־מֹשֶׁ֥ה וְאֶֽל־אַהֲרֹ֖ן לֵאמֹֽר׃

    19.1 Vaydabber Adonai el-mosheh ve’el-aharon lemor:
    19.1 TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun:

    זֹ֚את חֻקַּ֣ת הַתּוֹרָ֔ה אֲשֶׁר־צִוָּ֥ה יְהֹוָ֖ה לֵאמֹ֑ר דַּבֵּ֣ר ׀ אֶל־בְּנֵ֣י יִשְׂרָאֵ֗ל וְיִקְח֣וּ אֵלֶ֩יךָ֩ פָרָ֨ה אֲדֻמָּ֜ה תְּמִימָ֗ה אֲשֶׁ֤ר אֵֽין־בָּהּ֙ מ֔וּם אֲשֶׁ֛ר לֹא־עָלָ֥ה עָלֶ֖יהָ עֹֽל׃

    19.2 Zot chukkat hattorah asher-tzivvah adonai lemor dabber | el-benei yisra’el veyikchu eleicha farah adummah temimah asher ein-bah mum asher lo-alah aleiha ol:

    19:2 Inilah ketetapan Taurat yang diperintahkan Tuhan, firman-Nya: “Berbicaralah kepada anak-anak Israel dan suruh mereka mengambilkan bagimu seekor sapi betina merah yang sempurna dan tidak bercacat, yang tidak pernah dipasangi kuk.

    = = = = = = = = = =

    Dari keduanya terdapat perbedaan sudut pandang. Dalam Surat Al-Baqarah dijelaskan berdasarkan sudut pandang antara Nabi Musa dengan Bani Israil, sedangkan pada Bilangan dijelaskan berdasarkan sudut pandang antara Tuhan dengan Nabi Musa.

    Kemudian dari sisi warna sapi diterangkan dalam Al-Quran bahwa sapi yang diperintahkan untuk disembelih adalah sapi berwarna kuning tua (baqaratun shafrâ’u / بَقَرَةٌ صَفْرَاۤءُ), sedangkan dalam Bamidbar disebutkan bahwa sapi yang diperintahkan untuk disembelih adalah sapi berwarna sapi berwarna merah (farah adummah / פָרָ֨ה אֲדֻמָּ֜ה).

    Apakah Admin AAZ mengetahui penjelasan terikait perbedaan keduanya? Syukran

    • The admin says:

      Al Baqarah:66-71 sebenarnya mengungkapkan betapa ribetnya cara berfikir Bani Israel khususnya umat Nabi Musa, yang suka mengkomplain perintah Allah, dari yang awalnya sederhana hanya untuk menyembelih seekor sapi tanpa syarat yg rumit.

      Namun sikap banyak bertanya, membantah, dan berbelit-belit untuk menunda pelaksanaan perintah itu, akhirnya malah menyulitkan mereka sendiri. Sehingga untuk setiap tambahan pertanyaan, Allah menambah syarat baru untuk ciri sapinya. Disebutkan dalam ayat 71 mereka hampir saja tidak melaksanakan perintah itu (waktunya sdh hampir habis/ sulit mendapat sapi yg sesuai). Itulah pelajaran utama dari ayat-ayat itu, Allahuhualam.

      Jadi mengenai persiapan penyembelihan sapi merah (red heifer) di Israel, bukan soal persepsi warna yang menjadi poin penting, tapi peristiwa ini harusnya menjadi pelajaran besar bagi umat Islam.
      Bahwa umat Islam yang diberi petunjuk akhirzaman yang sangat lengkap, malah tertinggal dalam hal kesadaran akhir zaman, disaat umat yahudi sibuk mempersiapkan kedatangan “al Masih” mereka, kita kebanyakan lengah atau tidak sadar akhirzaman, meski tanda-tanda akhirzaman yang disyaratkan Nabi telah banyak terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *