
Konsep “Simson Option”, adalah sebuah doktrin perang Israel yang diyakini membawa referensi kitabiah, dimana pada dasarnya, jika Israel akan hancur sebagai sebuah negara, maka musuh-musuhnya juga harus ikut hancur.
Ada nama lain untuk “Simson Option”, yaitu “Mutually Assured Destruction” atau jika diartikan ‘jaminan untuk hancur bersama’.
Nama “Samson atau Simson” berasal dari kata Ibrani ‘Semes’ yang berarti “matahari”, dimana Simson dianggap menyandang nama Tuhan yang disebut “matahari dan perisai”, itu disebut dalam dalam Mazmur 84: 11;[10]. Sementara dalam Talmud Traktat Sotah [10a], tradisi Yahudi memahami kekuatan Samson berasal langsung dari Tuhan.
Pada periode Talmud, sebagian orang Yahudi meyangkal bahwa Simson adalah tokoh sejarah, dan menganggapnya sebagai tokoh mitologi semata. Hal ini dipandang sesat oleh para rabi Talmud, dan mereka berusaha membantahnya.
Ketika istilah “Samson Option” digunakan dalam Israel modern, umumnya mengacu pada perang nuklir. Idenya adalah sama seperti legenda Simson yang merobohkan “kuil Filistin” tempat dia dipenjara, agar bisa mati bersama mereka.
Sebenarnya hal ini tidak sejalan dengan cerita Simson di dalam Alkitab, seperti dalam Kitab Hakim-Hakim 3:31, dimana diceritakan Samson hanya membunuh beberapa ratus orang Filistin, dan peperangan-pun terjadi beberapa dekade setelah masanya.
Israel diyakini memiliki antara 80 hingga 250 hulu ledak nuklir, yang dapat dikirimkan melalui pesawat terbang, rudal, dan kapal selam. Kepemilikan senjata nuklir, tentulah sebagai alat pencegah, atau akan digunakan jika diperlukan.
Pilihan lainnya adalah perang biologis. Israel memiliki penelitian yang sebagian besar mengenai agen pertahanan, namun mungkin juga menimbun kuman dan virus sebgai senjata. Namun mengirimkan senjata biologis sangatlah sulit, karena sifat organisme hidup yang rapuh. Sangat sedikit negara yang memiliki kemampuan mengirimkan muatan biologis melalui rudal.
Premis atau gagasan tentang opsi Sampson, sebenarya mirip atau sama dengan kebijakan MAD AS (Mutually Assured Destruction).
MAD adalah doktrin nuklir AS yang menyatakan bahwa perang nuklir skala penuh antara negara-negara adidaya akan mengakibatkan pemusnahan total, baik penyerang maupun pihak yang bertahan.
Perbedaan utamanya adalah bahwa ancaman nyata terhadap AS adalah persenjataan nuklir Rusia & China, Tapi bagi Israel adalah potensi kepimilikan nuklir Iran, dan serangan konvensional para musuhnya.
Dalam perhitungan strategis berbasis rasionalitas apapun, “Opsi Samson” tidak mengacu pada tindakan balas dendam nasional sebagai upaya terakhir, namun pada batasan persuasif terhadap ancaman eksistensial.
Namun Israel memiliki doktrin nuklir yang sengaja dibuat “ambigu”, sebuah doktrin usang yang biasa disebut sebagai “ambiguitas nuklir yang disengaja”, dimana kepemilikan & doktrin nuklir Israel “yang sengaja dibuat tidak jelas & rahasi”.
Kesimpulan
Menariknya, meskipun Simson diyakini memiliki kekuatan dari Tuhan, namun akhir hidupnya adalah tragedi. Dia mati bersama musuhnya dalam kehancuran.
Jika Israel menjadikan Simson sebagai “doktrin pertahanan”, mereka sebenarnya sedang mengadopsi model “keputus-asaan”, bukan model keberlangsungan yang damai. Simson dalam Alkitab sering dilihat sebagai sosok yang gagal mengendalikan nafsu dan amarahnya, yang akhirnya membawanya pada kebutaan dan kematian.


















