BANGSA TURK – MEREKA YANG JUGA MEMERANGI UMAT MUSLIM

Ottoman Hejazi Regiment stationed in Makkah and Madinah consisted also local tribal during WW1.

Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal: “Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih”. (QS. al Fath: 16)

 

Hadits Nabi menyebut akan ada 3 kali serangan dari Bangsa Turk terhadap umat muslim. Dua kali serangan sebelumnya lebih mudah dijelaskan, karena sudah merupakan bagian dari sejarah Islam.

Pada perang yang ketiga yang merupakan perang akhirzaman, kita harus memetakan terlebih dahulu siapa bangsa “Turk” diakhirzaman, dan kita akan memulai dari identifikasi siapa mereka.

 

i. Mereka bukan Ya’juj & Ma’juj

Mereka bukanlah Ya’juj & Ma’juj, karena tidak sseperti Ya’juj & Ma’juj yang disebut tidak bisa dikalahkan selain oleh Allah, beberapa Hadits menyebut  saat menyerang jazirah arab mrk bisa dikalahkan dan diusir, tapi dalam dalam penilaian kita mereka dikendalikan oleh YM.

سنن ابي داوود ٣٧٥١: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُسَافِرٍ التِّنِّيسِيُّ حَدَّثَنَا خَلَّادُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ الْمُهَاجِرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ اَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَدِيثِ يُقَاتِلُكُمْ قَوْمٌ صِغَارُ الْاَعْيُنِ يَعْنِي التُّرْكَ قَالَ تَسُوقُونَهُمْ ثَلَاثَ مِرَارٍ حَتَّى تُلْحِقُوهُمْ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ فَاَمَّا فِي السِّيَاقَةِ الْاُولَى فَيَنْجُو مَنْ هَرَبَ مِنْهُمْ وَاَمَّا فِي الثَّانِيَةِ فَيَنْجُو بَعْضٌ وَيَهْلَكُ بَعْضٌ وَاَمَّا فِي الثَّالِثَةِ فَيُصْطَلَمُونَ اَوْ كَمَا قَالَ

“Akan memerangi kalian suatu kaum yang mata mereka sipit yakni bangsa Turk”. Beliau bersabda: “Kalian akan menguasai mereka sebanyak tiga kali, sehingga kalian dapat menyusul mereka hingga Jazirah Arab. Pada kemenangan pertama orang-orang yang lari dari mereka selamat, pada kemenangan kedua sebagian dari mereka selamat dan sebagian yang lain binasa, dan pada kemenangan ketiga mereka menyerah total.” Atau sebagaimana yang beliau sabdakan.(Sunan Abu Daud 3751)

 

ii. Identifikasi Bangsa “Turk”

Sama seperti saat kita mengkaji perang Iraq, Yaman dan Suriah, identifikasi ini perlu dilakukan dengan cermat, karena perang akhirzaman sangat berbeda dengan perang-perang umat Islam pada zaman Nabi dan setelahnya.

Ini karena para pelaku serangan ke umat muslim juga melibatkan mereka yang mengklaim sebagai muslim juga, hanya saja mereka berkerjasama atau ditunggangi kepentingan musuh Islam.

Ada 3 etnis yang kita yakini sebagai keturunan bangsa “Turk” yang secara faktual merupakan penyerang umat Islam dalam perang akhirzaman di Suriah, dan memiliki banyak kesamaan bahasa, meski mereka telah menyebar keberbagai belahan dunia.

  1. Etnis Turkmenistan.
  2. Etnis Uyghur.
  3. Bangsa Turki.

Dari identifikasi yang kita paparkan diatas, diakhirzaman ini bisa lebih jauh bisa kita identifikasi mereka sbb :

  1. Etnis Turkmenistan : Brigade Turkmenistan Suriah, Brigade Jabal al-Turkman, Brigade Sultan Selim
  2. Militan Uyghur dengan kelompoknya : Partai Islam Turkistan (TIP).
  3. Bangsa Turki modern: mereka yang membentuk negara kekaisaran Ottoman & Turki modern.

Tiga kelompok itu diidentifaksi sebagai bangsa “Turk” yang disebut Hadits berdasar hal-hal sebagai berikut :

  1. Ketiganya sama-sama ada unsur “Turk” dalam nama kelompok etnisnya.
  2. Adanya kesamaan sejarah asal mereka, yaitu dari Asia tengah.
  3. Adanya kesamaan atau kemiripan bahasa, bahkan meski posisi geografis Uyghur telah ribuan kilometer dari Turki.
  4. Ketiganya bekerjasama menyerang target yang sama, yaitu umat muslim Suriah.

 

 1- Etnis Turkmenistan

Orang Turkmenistan yang telah tinggal di wilayah Suriah, Irak dan Iran sejak abad ke-11,  adalah berasal dari etnis yang sama dengan orang Turki.

Yang bermukim di Suriah, populasi mereka terutama terkonsentrasi di utara, di daerah Pegunungan Turkmenistan diprovinsi Latakia-Suriah dekat ‘perbatasan Turki’, serta di Aleppo, Idlib, Homs, Tartus.

Populasi mereka diperkirakan berjumlah antara sekitar 500 ribu hingga 3,5 juta. Mereka terlibat dalam perang Suriah melawan pemerintahan Assad pada tahun 2011.

Mereka berbahasa Turki, dan sebelum perang pemerintah Suriah melarang mereka untuk menerbitkan buku dalam bahasa Turki.

Partai-partai Turkmenistan Suriah juga bersatu di bawah Majelis Turkmenistan Suriah, yang berafiliasi dengan kelompok oposisi Suriah yang didukung Barat dan negara Arab Teluk.

Turkmenistan telah membentuk banyak kelompok pemberontak yang dilatih oleh Turki, seperti Brigade Turkmenistan Suriah, yang pada tahun 2012 berkekuatan sekitar 2.000 – 10.000 orang.

Pasukan mereka  bernama Brigade Jabal al-Turkman, yang dibentuk pada tahun 2013 dan terdiri dari 12 unit bersenjata.

Divisi Pesisir Ke-2 kemudian dibentuk pada awal 2015 dan berafiliasi erat dengan pemeberontak Suriah yang menamakan diri Tentara Pembebasan Suriah (FSA), yang didukung Barat.

Laporan mengatakan brigade itu bekerja sama dengan kelompok militan lainnya di pedesaan Latakia utara, termasuk FSA, Front Nusra yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan Ahrar al-Sham.

Di daerah itu sering terjadi bentrokan antara brigade Turkmenistan di satu sisi, dan Pasukan Suriah, Pasukan Iran dan Hizbullah Lebanon di sisi lain, yang mendapat  dukungan udara Rusia.

Musuh utama mereka adalah tentara Suriah dan kelompok militan ISIS. Sebuah unit yang dibentuk kemudian adalah Brigade Sultan Selim, yang telah lama berpihak pada pasukan Kurdi Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dan bergabung dengan Pasukan Kurdi lain yang didukung AS, yang disebut Pasukan Demokrat Suriah (SDF).

 

2- Etnis Uyghur 

Keberadaan Suku Uighur di China barat adalah sebuah sejarah yang sangat panjang dan rumit, Imigrasi pertama mereka bahkan sudah tejadi sejak tahun 300SM.

Sebuah kelompok kecil nomaden yang disebut berasal dari pegunungan Althai disebelah barat wilayah Mongolia, disebelah timur Khazakstan dan disebelah selatan wilayah Rusia. Mereka menggunakan bahasa yang dipercaya sebagai cabang dari bahasa Turki.

Populasi suku Uyghur diChina adalah sekitar 11-15juta orang. Mereka menempati Porovinsi otonomi Xinjiang dibagian barat China.

 

Militan Uyghur Yang Ikut Menyerang Suriah

Militan Uyghur  adalah kelompok militan yang tadinya tidak dikenal di dunia, sampai muncul sebagai pemain dalam perang Suriah pada tahun 2013.

Militan lintas nasional Uyghur yang bertempur di Suriah telah menjadi tanbahan kekuatan bagi pemberontak Suriah dan kelompok-kelompok teroris yang mengeroyok pemerintah Suriah.

Pada awal 2001 dan 2002 pasukan AS di Afghanistan menyebut adanya beberapa lusin militan Uighur yang pada awalnya dititipkan bawah kepemimpinan Gerakan Islam Uzbekistan (IMU) di Afghanistan, yang berada dibawah kepemimpinan Taliban. Di Suriah, Militan Uighur memiliki kedekatan ideologis dengan al-Qaeda.

Militan Uyghur menjadi aset penting bagi AS, bukan hanya dalam perang Suriah tapi bahkan sejak perang di Afghanistan.  Itulah kenapa AS begitu gencar mengkritik China saat China melakukan upaya deradikalisasi diprovinsi XinJiang.

Sebuah sumber keamanan Suriah mengatakan,  ada sekitar 4.300 pejuang Uyghur di Suriah, dan duta besar Suriah di China China menyebut antara 4.000 dan 5.000 orang.

Peran Militan Uighur dalam agenda penurunan presiden Assad sangat penting bagi AS, karena mereka bisa bekerjasama  bersama  dengan cabang ISIS, al-Qaeda, Hayat Tahrir al-Shaam (HTS, sebelumnya Jabhat al Nusra).

Kehadiran orang Uighur di Idlib dimulai dengan kedatangan sekitar 700 keluarga. Populasi kemudian ini membentuk kelompok militan dengan nama Turkistan Islamic Party (TIP).

Di Suriah, militan Uyghur dikenal memainkan peran penting dalam pertempuran melawan pasukan Suriah, seperti dalam perebutan pangkalan udara Jisr al-Shughur dan Abu al-Duhur, pertempuran yang akhirnya membuat  pemberontak Suriah menguasai seluruh Provinsi Idlib pada tahun 2015, dan juga dalam pertempuran diprovinsi Homs.

TIP juga pernah ikut melawan Pasukan Suriah di beberapa front, terutama di Kobani di pedesaan timur laut Latakia dan pedesaan tenggara Aleppo.

 

3- Bangsa Turki Modern

Satu lagi fihak yang menyandang nama ‘Turk’ yang terlibat paling besar dalam perang Suriah adalah pemerintah Turki yang dibentuk sejak runtuhnya Otoman.

Dari sejarahnya, Orang Turki dan Turkestan berasal dari daerah yang sama, awalnya adalah orang-orang nomaden dari Asia Tengah, mendirikan beberapa kerajaan, termasuk Kekaisaran Seljuk dan kemudian Kekaisaran Ottoman, yang didirikan di Anatolia oleh penguasa Turki Osman pada tahun 1299.

Keterlibatan Turki diSuriah sudah banyak kita bahas dan ketahui dalam artikel lain, tapi paling tidak sampai tahun 2020, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pemantau perang yang berbasis di Inggris mengatakan, Turki mengerahkan 1.240 kendaraan militernya  ke Idlib, dengan sekitar 5.000 tentara.

  

iii. Ciri Fisik Bangsa Turk

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ التُّرْكَ، قَوْمًا وُجُوهُهُمْ كَالْمِجَانِّ الْمُطْرَقَةِ، يَلْبَسُونَ الشَّعَرَ وَيَمْشُونَ فِي الشَّعَرِ.

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kaum muslimin memerangi bangsa Turk, yaitu kaum di mana wajah-wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit, mereka memakai pakaian yang terbuat dari bulu, dan berjalan (dengan sepatu) yang terbuat dari bulu.” (HR. Muslim)

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ وَحَتَّى تُقَاتِلُوا التُّرْكَ صِغَارَ اْلأَعْيُنِ حُمْرَ الْوُجُوهِ ذُلْفَ اْلأُنُوفِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمِجَـانُّ الْمُطْرَقَةُ.

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kalian memerangi satu kaum yang sandal-sandal (sepatu) mereka terbuat dari bulu, dan kalian memerangi bangsa Turk yang bermata sipit, wajahnya merah, hidungnya pesek, wajah-wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit.” (HR. Bukhari)

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ صَالِحٍ، عَنِ الأَعْرَجِ، قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا التُّرْكَ صِغَارَ الأَعْيُنِ، حُمْرَ الْوُجُوهِ، ذُلْفَ الأُنُوفِ، كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطَرَّقَةُ، وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ ‏”‏‏.‏

Rasulullah Saw berkata, “Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai Anda berperang dengan orang Turk, mereka bermata kecil, wajah merah, dan hidung pesek. Wajah mereka terlihat seperti perisai yang dilapisi kulit. Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai kamu berperang dengan orang-orang yang sepatunya terbuat dari bulu.” (HR. Abu Hurairah)

 

Hal yang bisa kita simpulkan dari tiga hadits diatas :

  1. Bahwa bangsa Turk adalah musuh bagi kaum muslimin.
  2. Dari cirinya menggunakan sandal/sepatu berbulu, bisa dimaknai mereka menggunakan sepatu dari kulit hewan yang tidak dibuang bulunya, itu adalah identifikasi daerah asli mereka yang dari daerah dingin.
  3. Bermata sipit, muka merah dan lebar, dan hidung pesek (tidak seperti ras Arab). Ini juga bisa untuk identifikasi asal mereka, yang bisa mengerucut ke suku-suku di Asia tengah, seperti keturunan bangsa Mongolia atau wilayah barat dan barat laut sampai utara dari China.

Tambahan penjelasan untuk poin 3, bahwa ini bukan termasuk bangsa China, karena dalam sejarah Islam belum pernah terjadi bangsa China menyerang kaum muslimin di jazirah Arab, mengingat pada hadits lain disebut Turk akan menyerang 3 kali.

Dengan bantuan kata “Turk”, kesimpulan makin mengerucut pada etnis-etnis yang yang sampai saat ini masih suka memakai kata “Turk”, yang berasal dari Asia tengah yaitu : Bangsa Turki, Uyghur, dan Etnis Turkenistan yang sekarang tinggal dekat ‘perbatasan Turki’, serta diSuriah utara yaitu di Aleppo, Idlib, Homs, Tartus.

  

 iV. Aspek Penting Turk Menurut Hadits

Ada puluhan Hadits yang mengisyaratkan tentang serangan oleh bangsa Turk, yang bila kita rangkum menjelaskan hal-hal sebagai berikut :

  1. Bahwa Bangsa Turk adalah musuh Islam.
  2. Menjelaskan ciri-ciri fisik bangsa Turk.
  3. Kaum muslimin akan 3 kali diserang oleh bangsa Turk.
  4. Bahwa ada Hadits yang khusus menjelaskan serangan Bangsa Turk di akhirzaman, yang cirinya didahului kalimat seperti : “kiamat tidak akan terjadi

 

  V. Umat muslim akan 3 Kali Diserang bangsa Turk

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ مُهَاجِرٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ

كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أُمَّتِي يَسُوقُهَا قَوْمٌ عِرَاضُ الْأَوْجُهِ صِغَارُ الْأَعْيُنِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمْ الْحَجَفُ ثَلَاثَ مِرَارٍ حَتَّى يُلْحِقُوهُمْ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ أَمَّا السَّابِقَةُ الْأُولَى فَيَنْجُو مَنْ هَرَبَ مِنْهُمْ وَأَمَّا الثَّانِيَةُ فَيَهْلِكُ بَعْضٌ وَيَنْجُو بَعْضٌ وَأَمَّا الثَّالِثَةُ فَيُصْطَلُونَ كُلُّهُمْ مَنْ بَقِيَ مِنْهُمْ قَالُوا يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَنْ هُمْ قَالَ هُمْ التُّرْكُ قَالَ أَمَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيَرْبِطُنَّ خُيُولَهُمْ إِلَى سَوَارِي مَسَاجِدِ الْمُسْلِمِينَ

قَالَ وَكَانَ بُرَيْدَةُ لَا يُفَارِقُهُ بَعِيرَانِ أَوْ ثَلَاثَةٌ وَمَتَاعُ السَّفَرِ وَالْأَسْقِيَةُ بَعْدَ ذَلِكَ لِلْهَرَبِ مِمَّا سَمِعَ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْبَلَاءِ مِنْ أُمَرَاءِ التُّرْكِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Basyir bin Muhajir telah menceritakan kepadaku ‘Abdullah bin Buraidah dari ayahnya berkata:

Aku duduk di dekat Nabi Shallallahu’alaihiwasallam lalu aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: ” Ummatku akan digiring oleh suatu kaum bermuka lebar, bermata sipit, wajah-wajah mereka seperti perisai, beliau mengucapkannya tiga kali, hingga mereka mempertemukan ummatku ke jazirah arab. Golongan pertama dari mereka, yang lari meninggalkan mereka selamat, golongan kedua ada yang binasa dan ada yang selamat, sementara golongan ketiga semua diserang dan binasa.” Mereka bertanya: Wahai Nabi Allah! Siapa mereka? Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Mereka adalah orang-orang Turk.” Beliau bersabda: “Ingat, demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, mereka mengikat kuda-kuda mereka di halaman masjid-masjid kaum muslimin.” Perawi berkata: setelah itu Buraidah tidak pernah dia membiarkan dua atau tiga ekor untanya, bekal perjalanan dan airnya dari dirinya, yang demikian untuk persiapan melarikan diri setelah dia mendengar ujian yang akan ditimpakan oleh para penguasa Turk yang dia dengar dari Nabi Shallallahu’alaihiwasallam.(HR. Ahmad 21873)

 

سنن ابي داوود ٣٧٥١: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُسَافِرٍ التِّنِّيسِيُّ حَدَّثَنَا خَلَّادُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ الْمُهَاجِرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ اَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَدِيثِ يُقَاتِلُكُمْ قَوْمٌ صِغَارُ الْاَعْيُنِ يَعْنِي التُّرْكَ قَالَ تَسُوقُونَهُمْ ثَلَاثَ مِرَارٍ حَتَّى تُلْحِقُوهُمْ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ فَاَمَّا فِي السِّيَاقَةِ الْاُولَى فَيَنْجُو مَنْ هَرَبَ مِنْهُمْ وَاَمَّا فِي الثَّانِيَةِ فَيَنْجُو بَعْضٌ وَيَهْلَكُ بَعْضٌ وَاَمَّا فِي الثَّالِثَةِ فَيُصْطَلَمُونَ اَوْ كَمَا قَالَ

Telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Musafir At Tinnisi berkata: telah menceritakan kepada kami Khallad bin Yahya berkata: telah menceritakan kepada kami Basyir Ibnul Muhajir berkata: telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Buraidah dari Bapaknya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Berkenaan dengan hadits Nabi: “Akan memerangi kalian suatu kaum yang mata mereka sipit -yakni bangsa Turki-” Beliau bersabda: “Kalian akan menguasai mereka sebanyak tiga kali, sehingga kalian dapat menyusul mereka hingga Jazirah Arab. Pada kemenangan pertama orang-orang yang lari dari mereka selamat, pada kemenangan kedua sebagian dari mereka selamat dan sebagian yang lain binasa, dan pada kemenangan ketiga mereka menyerah total.” Atau sebagaimana yang beliau sabdakan. (Sunan Abu Daud 3751)

حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُسَافِرٍ التِّنِّيسِيُّ، حَدَّثَنَا خَلاَّدُ بْنُ يَحْيَى، حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ الْمُهَاجِرِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي حَدِيثِ ‏”‏ يُقَاتِلُكُمْ قَوْمٌ صِغَارُ الأَعْيُنِ ‏”‏ ‏.‏ يَعْنِي التُّرْكَ قَالَ ‏”‏ تَسُوقُونَهُمْ ثَلاَثَ مِرَارٍ حَتَّى تُلْحِقُوهُمْ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ فَأَمَّا فِي السِّيَاقَةِ الأُولَى فَيَنْجُو مَنْ هَرَبَ مِنْهُمْ وَأَمَّا فِي الثَّانِيَةِ فَيَنْجُو بَعْضٌ وَيَهْلِكُ بَعْضٌ وَأَمَّا فِي الثَّالِثَةِ فَيُصْطَلَمُونَ ‏”‏ ‏.‏ أَوْ كَمَا قَالَ ‏.‏

Dalam hadits mengatakan bahwa orang-orang bermata sipit, yaitu orang-orang Turk, akan memerangi kamu,

Nabi Saw berkata: Kamu akan mengusir mereka tiga kali sampai kamu menyusul mereka diJazirah Arab. Pada kesempatan pertama ketika kamu mengusir mereka, mereka yang melarikan diri akan selamat, pada kesempatan kedua beberapa akan selamat dan beberapa akan binasa, tetapi pada kesempatan ketiga mereka akan dimusnahkan (diusir), atau dia mengucapkan kata-kata seperti itu.(HR Abu Dawud 4305).

Poin penting dari 3 Hadits diatas adalah, bahwa :

  1. Bangsa Turk akan memerangi umat Islam sebanyak 3 kali.
  2. Pada serangan kedua, mereka mampu menguasai kota suci Makkah dan Madinah (era kekaisaran Ottoman).
  3. Bahwa pada perang yang ke-3, bangsa Turk akan dikalahkan.
  4. Para penguasa Bangsa Turk akan selalu menjadi ‘ujian bagi umat Islam’.

 

Vi. Serangan Turk Ke-1 dan Ke2

Karena kita sudah diujung akhirzmanan, maka bisa perkirakan bahwa 2 perang sebelumnya melawan serbuan bangsa Turk sudah terjadi. Dari sejarah, umat Islam telah 2 kali mengalami serangan oleh bangsa Turk :

  1. Serangan bangsa Mongol ke Iraq pada medio abad ke-13, tepatnya pada tahun 1258M, di bawah kepemimpinan Hulagu Khan, yang menyerang kota Baghdad yang menjadi Ibu kota Kesultanan Abbasiyah.
  2. Serangan dan penjajahan kekaisaran Ottoman keJazirah Arab pada sekitar tahun 1516 –1517 yang pada saat itu dikuasai oleh Kesultanan Mamluk yang berpusat di Mesir.

Serangan Ottoman itu membuat Kekaisaran Ottoman menguasai area tradisional Islam, seperti kota Mekah, Madinah, Kairo, Damaskus, dan Aleppo, dan juga bahkan tanah suci umat lain yaitu Yerusalem.


Syukurnya, pada era penjajahan Ottoman itu, sultan Ottoman di Hijaz juga membolehkan umat Muslim dari seluruh dunia untuk melakukan perjalanan haji ke Makkah. Fakta ini sesuai dengan kalimat pada hadits diatas yang menyebut : “hingga mereka mempertemukan ummatku ke jazirah arab”, atau pada hadits kedua pada kalimat : “kamu menyusul mereka di jazirah Arab’.

 

Vii. Serangan Ke-3 Oleh Bangsa Turk

Serangan ke-3 dari bangsa Turk ini lebih merujuk pada hadits tentang Turk yang didahului ‘Kiamat tidak akan terjadi’, artinya ini adalah bagian dari perang akhirzaman.

Dengan demikian, serangan ke-3 bangsa Turk ini bisa lebih mudah diidentifikasi sebagai serangan yang dilakukan oleh 3 fihak yang telah kita identifikasi itu, yaitu Turki, Etnis Turkmenistan, dan Etnis Uyghur dengan kelompok TIP-nya (Turkistan Islamic Party), yang sudah terjadi dalam Suriah sejak 2011.

Uighur Turks living in Turkey, waves Turkish and East Turkestan flags as they stage a protest against what they called ” China’s occupation in East Turkestan ” as Chinese Premier Wen Jiabao visits city’s historical center in Istanbul, Turkey, Saturday, Oct. 9, 2010. Jiabao is in Turkey for a two-day state visit. The banner with his picture reads: ” Prime Minister of the blood-land,” (AP Photo/Ibrahim Usta)


Setelah menjalin hubungan yang relatif bersahabat selama 10 tahun dengan Suriah dari tahun 2000 hingga 2010, Turki ikut arus barat mengutuk presiden Suriah Bashar al-Assad atas tindakan keras terhadap demo pada tahun 2011.

Sejak awal perang, Turki melatih para pembelot Tentara Suriah di wilayahnya di bawah pengawasan Organisasi Intelijen Nasional Turki (MİT). Kemudian muncul Tentara Pembebasan Suriah (FSA) pada Juli 2011, dan Turki mulai mempersenjatai dan melatih FSA dan memberi mereka basis operasi.

Selain itu Turki menyediakan diri menjadi gerbang masuk bagi pejuang ISIS yang akan bertempur ke Suriah.

Pada tanggal 24 Agustus 2016, militer Turki memulai intervensi langsung ke Suriah dengan mendeklarasikan “Operasi Perisai Eufrat”.

Turki kemudian menjadi pelindung bagi sisa-sisa pemberontak Suriah yang menyerah, dan kemudian dikumpulkan diprovinsi Idlib. Setiap upaya serangan ke Idlib oleh militer Suriah dan Rusia, akan mendapat perlawanan dari militer Turki.

Suriah barat laut, selain provinsi Idlib, Turki juga masih menguasai sebgaian wilayah Aleppo barat, serta sebagian kecil wilayah provinsi Latakia dan Hama, yang saat ini merupakan benteng terakhir bagi pemberontak Suriah, yang memiliki populasi lebih dari 4,5 juta orang.

Disuriah timur laut, Turki masih menguasai wilayah Suriah yang direbut dari militan kurdi YPG, sebagian besar diperbatasan sebelah timur Sungai Eufrat.

  

Viii. Yang Khas dari Serangan Turk Ke-2 dan ke-3

Sejak Serangan Turk yang ke-2, bangsa Turki yang menyerang jazirah Arab adalah mereka yang “mengaku sebagai muslim”, tentu saja hal ini menjadi tanda-tanya besar, karena tidak satupun panduan agama yang membenarkan menyerang bangsa lain, apalagi muslim lain tanpa alasan yang bisa dibenarkan, seperti diserang lebih dulu.

 

iX. Kesimpulan

Setelah perang akhirzaman Malhamah tahap-1 di Suriah, perbincangan bahwa bangsa Turk yang mengkaitkan Turk dengan bangsa China, adalah sebuah diskusi yang bodoh, karena belum pernah terjadi bangsa China menyerang sampai jazirah Arab, dan menguasai Masjid-masjid dikota suci Makkah dan Madinah.     

Malah pada serangan yang melibatkan bangsa Turk yang-ke3 (sejak perang Suriah 2011), China malah banyak mengirim bantuan kemanusiaan ke Suriah baik ketika ada perang maupun bencana, sementara negara Arab lain malah beraliansi dengan musuh Islam AS dan Israel dalam menyerang Suriah.

Allahualam, mudah-mudahan bermanfaat.

 

REFERENSI

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ التُّرْكَ، قَوْمًا وُجُوهُهُمْ كَالْمِجَانِّ الْمُطْرَقَةِ، يَلْبَسُونَ الشَّعَرَ وَيَمْشُونَ فِي الشَّعَرِ.

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kaum muslimin memerangi bangsa Turk, yaitu kaum di mana wajah-wajah mereka seperti tameng [2] yang dilapisi kulit [3], mereka memakai (pakaian) yang terbuat dari bulu dan berjalan (dengan sepatu) yang terbuat dari bulu.” (HR. Muslim)

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ وَحَتَّى تُقَاتِلُوا التُّرْكَ صِغَارَ اْلأَعْيُنِ حُمْرَ الْوُجُوهِ ذُلْفَ اْلأُنُوفِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمِجَـانُّ الْمُطْرَقَةُ.

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kalian memerangi satu kaum yang sandal-sandal (sepatu) mereka terbuat dari bulu, dan kalian memerangi bangsa Turk yang bermata sipit, wajahnya merah, hidungnya pesek, wajah-wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit.” (HR. Bukhari)

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ صَالِحٍ، عَنِ الأَعْرَجِ، قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا التُّرْكَ صِغَارَ الأَعْيُنِ، حُمْرَ الْوُجُوهِ، ذُلْفَ الأُنُوفِ، كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطَرَّقَةُ، وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ ‏”‏‏.‏

Rasulullah Saw berkata, “Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai Anda berperang dengan orang Turk, mereka bermata kecil, wajah merah, dan hidung pesek. Wajah mereka  terlihat seperti perisai yang dilapisi kulit. Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai kamu berkelahi dengan orang-orang yang sandal/ sepatunya terbuat dari bulu/rambut.” (HR. Abu Hurairah)

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا خُوزًا وَكَرْمَانَ مِنَ اْلأَعَاجِمِ حُمْرَ الْوُجُوهِ فُطْسَ اْلأُنُوفِ، صِغَارَ اْلأَعْيُنِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ، نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ.

“Tidak akan datang hari Kiamat hingga kalian memerangi bangsa Khuz dan bangsa Karman dari kalangan bangsa ‘Ajam, bermuka merah, berhidung hidung pesek, bermata sipit, wajah-wajah mereka bagaikan tameng yang dilapisi kulit dan terompah-terompah mereka terbuat dari bulu.” (HR. Abu Hurairah)

حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ مُحَمَّدٍ الرَّمْلِيُّ، حَدَّثَنَا ضَمْرَةُ، عَنِ السَّيْبَانِيِّ، عَنْ أَبِي سُكَيْنَةَ، – رَجُلٍ مِنَ الْمُحَرَّرِينَ – عَنْ رَجُلٍ، مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ ‏ “‏ دَعُوا الْحَبَشَةَ مَا وَدَعُوكُمْ وَاتْرُكُوا التُّرْكَ مَا تَرَكُوكُمْ ‏”‏ ‏.

‏”Nabi (ﷺ) berkata: Biarkan bangsa Abyssinian (Ethiopia) sendirian selama mereka membiarkanmu sendirian (tidak mengganggu kamu), dan biarkan Turki sendirian selama mereka meninggalkanmu sendirian (tidak mengganggu kamu).” (HR. Abu Dawud).

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ صَالِحٍ، عَنِ الأَعْرَجِ، قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا التُّرْكَ صِغَارَ الأَعْيُنِ، حُمْرَ الْوُجُوهِ، ذُلْفَ الأُنُوفِ، كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطَرَّقَةُ، وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ ‏”‏‏.‏

Utusan Allah (ﷺ) bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai kamu berperang dengan orang Turki; orang-orang dengan mata kecil, wajah merah, dan hidung pesek. Wajah mereka akan tampak seperti perisai yang dilapisi kulit. Kiamat tidak akan terjadi sampai Anda berperang dengan orang-orang yang sepatunya terbuat dari rambut.” (HR. Bukhari 2928).

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ التُّرْكَ قَوْمًا وُجُوهُهُمْ كَالْمَجَانِّ الْمُطَرَّقَةِ يَلْبَسُونَ الشَّعَرَ وَيَمْشُونَ فِي الشَّعَرِ ‏”‏ ‏.‏

“Kiamat tidak akan dimulai sampai umat Islam memerangi bangsa Turk, orang-orang dengan wajah seperti perisai tempaan, yang memakai pakaian dari bulu dan sepatu dari bulu.” (HR. An Nasa’I 3177).

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، – يَعْنِي الإِسْكَنْدَرَانِيَّ – عَنْ سُهَيْلٍ، – يَعْنِي ابْنَ أَبِي صَالِحٍ – عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ التُّرْكَ قَوْمًا وُجُوهُهُمْ كَالْمَجَانِّ الْمُطْرَقَةِ يَلْبَسُونَ الشَّعْرَ

Abu Hurairah mengabarkan, Nabi SAW mengatakan: “Hari akhir tidak akan datang sebelum umat Islam berperang dengan bangsa Turk, orang-orang yang wajahnya tampak seperti perisai yang ditutupi kulit, dan yang akan memakai sandal dari rambut.” (HR. Abu Dawud 4303)

Buraidah berkata: Dalam tradisi (hadis) menceritakan bahwa orang-orang dengan mata kecil, yaitu Turki, akan berperang melawanmu, Nabi (ﷺ) bersabda: Kamu akan (berperang) menghadapi mereka tiga kali sampai kamu menyusul mereka diwilayah Arab. Pada kesempatan pertama ketika kamu menghadapi mereka, mereka yang melarikan diri akan selamat, pada kesempatan kedua sebagian akan selamat dan sebagian akan binasa, tetapi pada kesempatan ketiga mereka akan binasa, dia mengucapkan kata-kata seperti itu. (HR. Abu Dawud 4305)

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ، وَحَتَّى تُقَاتِلُوا التُّرْكَ، صِغَارَ الأَعْيُنِ، حُمْرَ الْوُجُوهِ، ذُلْفَ الأُنُوفِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ ‏”‏‏.‏

“«وَتَجِدُونَ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ أَشَدَّهُمْ كَرَاهِيَةً لِهَذَا الأَمْرِ، حَتَّى يَقَعَ فِيهِ، وَالنَّاسُ مَعَادِنُ، خِيَارُهُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الإِسْلاَمِ.”

“وَلَيَأْتِيَنَّ عَلَى أَحَدِكُمْ زَمَانٌ لأَنْ يَرَانِي أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَهُ مِثْلُ أَهْلِهِ وَمَالِهِ.”

Diceritakan oleh Abu Hurairah, Nabi (ﷺ) berkata, “Kiamat tidak akan terjadi sampai kamu memerangi suatu bangsa yang memakai sepatu berbulu, dan sampai kamu memerangi orang-orang Turk, yang bermata kecil, berwajah merah, dan berhidung pesek; dan wajah mereka seperti perisai datar.

Dan kamu akan menemukan bahwa orang-orang terbaik adalah mereka yang paling membenci tanggung jawab memerintah sampai mereka terpilih menjadi penguasa. Dan orang-orang memiliki sifat yang berbeda. Yang terbaik di masa pra-Islam adalah yang terbaik di dalam Islam. Suatu saat akan tiba ketika salah satu dari kalian akan senang melihat saya daripada memiliki keluarga dan harta benda yang berlipat ganda.” (HR Bukhari 3587, 3588, 3589)

أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، قَالَ حَدَّثَنَا ضَمْرَةُ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ السَّيْبَانِيِّ، عَنْ أَبِي سُكَيْنَةَ، – رَجُلٌ مِنَ الْمُحَرَّرِينَ – عَنْ رَجُلٍ، مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لَمَّا أَمَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِحَفْرِ الْخَنْدَقِ عَرَضَتْ لَهُمْ صَخْرَةٌ حَالَتْ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْحَفْرِ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَخَذَ الْمِعْوَلَ وَوَضَعَ رِدَاءَهُ نَاحِيَةَ الْخَنْدَقِ وَقَالَ ‏”‏ ‏{‏ تَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلاً لاَ مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ‏}‏ ‏”‏ ‏.‏ فَنَدَرَ ثُلُثُ الْحَجَرِ وَسَلْمَانُ الْفَارِسِيُّ قَائِمٌ يَنْظُرُ فَبَرَقَ مَعَ ضَرْبَةِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بَرْقَةٌ ثُمَّ ضَرَبَ الثَّانِيَةَ وَقَالَ ‏”‏ ‏{‏ تَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلاً لاَ مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ‏}‏ ‏”‏ ‏.‏ فَنَدَرَ الثُّلُثُ الآخَرُ فَبَرَقَتْ بَرْقَةٌ فَرَآهَا سَلْمَانُ ثُمَّ ضَرَبَ الثَّالِثَةَ وَقَالَ ‏”‏ ‏{‏ تَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلاً لاَ مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ‏}‏ ‏”‏ ‏.‏ فَنَدَرَ الثُّلُثُ الْبَاقِي وَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَأَخَذَ رِدَاءَهُ وَجَلَسَ ‏.‏ قَالَ سَلْمَانُ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُكَ حِينَ ضَرَبْتَ مَا تَضْرِبُ ضَرْبَةً إِلاَّ كَانَتْ مَعَهَا بَرْقَةٌ ‏.‏ قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ يَا سَلْمَانُ رَأَيْتَ ذَلِكَ ‏”‏ ‏.‏ فَقَالَ إِي وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ يَا رَسُولَ اللَّهِ ‏.‏ قَالَ ‏”‏ فَإِنِّي حِينَ ضَرَبْتُ الضَّرْبَةَ الأُولَى رُفِعَتْ لِي مَدَائِنُ كِسْرَى وَمَا حَوْلَهَا وَمَدَائِنُ كَثِيرَةٌ حَتَّى رَأَيْتُهَا بِعَيْنَىَّ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ لَهُ مَنْ حَضَرَهُ مِنْ أَصْحَابِهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَفْتَحَهَا عَلَيْنَا وَيُغَنِّمَنَا دِيَارَهُمْ وَيُخَرِّبَ بِأَيْدِينَا بِلاَدَهُمْ ‏.‏ فَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِذَلِكَ ‏”‏ ثُمَّ ضَرَبْتُ الضَّرْبَةَ الثَّانِيَةَ فَرُفِعَتْ لِي مَدَائِنُ قَيْصَرَ وَمَا حَوْلَهَا حَتَّى رَأَيْتُهَا بِعَيْنَىَّ ‏”‏ ‏.‏ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَفْتَحَهَا عَلَيْنَا وَيُغَنِّمَنَا دِيَارَهُمْ وَيُخَرِّبَ بِأَيْدِينَا بِلاَدَهُمْ ‏.‏ فَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِذَلِكَ ‏”‏ ثُمَّ ضَرَبْتُ الثَّالِثَةَ فَرُفِعَتْ لِي مَدَائِنُ الْحَبَشَةِ ‏.‏ وَمَا حَوْلَهَا مِنَ الْقُرَى حَتَّى رَأَيْتُهَا بِعَيْنَىَّ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم عِنْدَ ذَلِكَ ‏”‏ دَعُوا الْحَبَشَةَ مَا وَدَعُوكُمْ وَاتْرُكُوا التُّرْكَ مَا تَرَكُوكُمْ ‏”‏ ‏.‏

“Ketika Nabi (ﷺ) memerintahkan mereka untuk menggali parit (Al-Khandaq), ada batu yang menghalangi mereka untuk menggali. Rasulullah (ﷺ) berdiri, mengambil beliung, meletakkan Rida’-nya ( pakaian atas) di tepi parit dan berkata: ‘Dan telah dipenuhi kalimat Tuhanmu dengan benar dan adil. Tidak ada yang bisa mengubah Kalimat-Nya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.’ [1] Sepertiga dari batu pecah ketika Salman Al-Farisi berdiri di sana menonton, dan ada kilatan cahaya ketika Rasulullah (ﷺ) memukul (batu), kemudian dia memukulnya lagi dan berkata: ‘Dan Kalimat Tuhanmu telah dipenuhi dengan benar dan adil. Tidak ada yang bisa mengubah Kalimat-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui’ Dan sepertiga batu lainnya pecah dan ada kilatan cahaya lagi , yang dilihat Salman. Kemudian dia memukul (batu) untuk ketiga kalinya dan berkata: ‘Dan telah terpenuhi kalimat Tuhanmu dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah Firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Segala -Pengetahuan.’ Sepertiga terakhir pecah, dan Rasulullah (ﷺ) keluar, mengambil Rida’nya dan duduk. Salman berkata: ‘Wahai Rasulullah, Setiap kali Anda memukul batu itu ada kilatan cahaya.’ Rasulullah (ﷺ) berkata kepadanya: ‘Wahai Salman, apakah kamu melihat itu?’ Dia berkata: ‘Ya, demi Dia yang mengutusmu dengan kebenaran, wahai Rasulullah.’ Dia berkata: ‘Ketika saya melakukan pukulan pertama, kota-kota Kisra dan sekitarnya diperlihatkan kepada saya, dan banyak kota lainnya, dan saya melihatnya dengan mata kepala sendiri.’ Para sahabatnya yang hadir berkata: ‘Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar memberi kami kemenangan dan memberi kami tanah mereka sebagai rampasan perang, dan untuk menghancurkan tanah mereka di tangan kami.’ Maka Rasulullah (ﷺ) berdoa untuk itu. (Kemudian dia berkata:) ‘Kemudian aku melakukan pukulan kedua dan kota-kota Kaisar dan sekitarnya diperlihatkan kepadaku, dan aku melihatnya dengan mataku sendiri.’ Mereka berkata: ‘Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar memberi kami kemenangan dan memberi kami tanah mereka sebagai rampasan perang, dan untuk menghancurkan tanah mereka di tangan kami.’ Maka Rasulullah (ﷺ) berdoa untuk itu. (Kemudian dia berkata:) ‘Kemudian aku melakukan pukulan ketiga dan kota-kota Ethiopia diperlihatkan kepadaku, dan desa-desa di sekitarnya, dan aku melihatnya dengan mataku sendiri. ‘ Tetapi Rasulullah (ﷺ) mengatakan pada saat itu: ‘Biarkan orang Etiopia sendirian selama mereka meninggalkanmu sendirian (tidak mengganggu kamu), dan biarkanlah orang Turk sendirian selama mereka meninggalkanmu sendirian (tidak mengganggu kamu).'” (HR. Sunan An Nasa’i)

This entry was posted in Islamic View and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to BANGSA TURK – MEREKA YANG JUGA MEMERANGI UMAT MUSLIM

  1. Hafidz Maulana says:

    Akhirnya dibahas juga terimakasih banyak admin dan sepertinya sudah saya curiga juga bahwa ada hubungannya dengan pembebasan konstantinopel sama teriakan(Khurujnya) dajjal karena Bangsa Turk adalah musuh Islam seperti YM tetapi memang YM lebih berbahaya baik secara fisik atau non fisik sedangkan Bangsa Turk itu hanya dijadikan alatnya saja

  2. MuhammadFauz says:

    Yang menjadi pertanyaannya Bukannya Kesultanan Mamluk dan Kesultanan Abbasiyah juga merupakan Zaman Raja Menggigit seperti Utsmaniyah min? Kenapa juga disebut juga menyerang islam padahal 2 Kesultanan tersebut seperti Utsmaniyah yaitu penindas menggigit?

  3. CP0(Take Control) says:

    Mending bahas pembunuhan di depan Ka’bah kan ada banyak tuh dari RI juga ada kan korbannya sama kejadian saat Sa’i (Haji) terus sangkutinnya tau kan kemana…

  4. renggo says:

    admin, berarti krn ottoman empire itu termasuk bangsa turk serangan ke-2 ke islam, walaupun dia islam tapi ga sesuai panduan islam karna alasannya islam ga membenarkan menyerang bangsa lain, berarti kalo gitu artinya keruntuhan ottoman empire ga bisa dihitung sbg patokan bagian dari hadits yg 100 tahun ada mujadid itu ya makanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *