Musuh Islam Jadi Sekutu, Negara Muslim Lain Jadi Musuh Bersama

Kita akan membahas  salah satu fenomena aneh  akhirzaman, meski fenomena ini tidak masuk dalam daftar 10 tanda besar akhirzaman, tapi fenomena persekutuan militer yang dilakukan pemimpin beberapa  negara Muslim dengan musuh Islam zionis ini secara khusus justru dijelaskan dalam Quran dan Hadist.

Lebih parahnya , persekutuan antara pemimpin negara muslim dengan negar zionis itu malah menjadikan negara muslim lain menjadi musuh bersama. Fenomena akhirzaman seperti  ini sering luput dari perhatian kita. Karena memang peristiwa2  akhirzaman selalu dikemas dengan manis seakan adalah suatu hal yang normal.

Persekutuan klasik yang sebenarnya terjadi sejak pendirian Kerajaan Arab  teluk  itu dulunya selalu disembunyikan , tapi  mulai terkuak beberapa tahun terakhir  karena masing masing fihak secara aneh  malah  mulai mengungkapnya sendiri sendiri.

Hubungan mereka semakin terang terangan  sejak kerjasama mereka dalam  membantu proyek Israel untuk menghancurkan 7 negara Islam penentang Israel dalam 5 tahun. Dibeberapa negara peran mereka  mungkin masih bisa disamarkan seperti Iraq , Libya, Somalia dan Sudan . Tapi makin terang benderang saat  keterlibatan mereka dalam  serangan keSuriah mulai  2011 dan keYaman mulai 2015.

Persekutuan yang sangat tegas dilarang Quran itu makin dterlihat sebagai hal normal saja oleh kebanyakan orang karena Arab saudi juga berhasil menggaet UEA, Mesir, Yordania, Kuwait, dan sebelumnya juga Qatar. Dan kini Koalisi  itu nampaknya sedang bersiap untuk bergabung  bersama Israel dan AS untuk menyerang negara muslim lain Iran.

Kalau anda melihat beberapa tahun ini merebak kampanye hitam yang mendiskreditkan mazhab Shiah , maka itulah propaganda mereka untuk mencari pembenaran guna membantai umat Islam lain yang banyak dianut muslim diYaman dan Iran.

 

Untuk merespon adanya serangan dibeberapa kapal dagang dipelabuhan UEA dan serangan Drone pada fasilitas pompa disumur minyak Arab Saudi beberapa hari lalu , Raja arab Saudi telah resmi mengundang negara negara Arab teluk sekutunya ubtuk menghadiri  KTT pada para pemimpinnya pada 30 mei 2019 nanti guna membahas apa yang disebut “ancaman” Iran.

Meski sampai saat ini belum jelas siapa pelakunya dan Iran sendiri membantah keterlibatannya, tapi AS dan Arab Saudi sudah mengklaim bahwa serangan ini dilakukan dengan dukungan dari Iran. Yang paling masuk akal  ini adalah serangan “false flag” yang sengaja diciptakan oleh AS untuk mencari pembenaran bahwa Iran layak untuk diserang secara Militer.

Jika hasil KTT itu memutuskan bahwa Iran dianggap bersalah , maka bisa dipastikan serangan keIran memang sudah sangat dekat waktunya.

 

 

Gambar Besarnya

Dalam kasus Iran, ada tiga fihak  yang mengerucut kepada dua front yang saling berhadapan. fihak  pertama adalah Israel yang mencari didukung tangan kanannya AS , fihak kedua adalah Arab Saudi  dan koalisi arabnya yang juga sama mencari dukungan dari AS , dan kubu ketiga adalah Iran.

Ketiga fihak ini atas kepentingan masing masing akhirnya mengerucut pada dua kubu yang yang saling berhadapan, disatu sisi ada kubu Iran tapi disisi lain ada Israel , AS dan koalisi Arab pimpinan Saudi.

Kepentingan pertama adalah kepentingan Israel untuk menyambut “AlMasih” , yang kita tahu bersama pada desember 2018 lalu Umat Yahudi pendukung zionis  telah melakukan ritual mengorbankan anak sapi merah guna dimulainya pembangunan Istana buat “Almasih” mereka yaitu istana ketiga atau The 3rd Temple. Umat Yahudi pengikut zionis meyakini kedatangan “Almasih” mereka yang akan memimpin dunia dari Yerusalam itu sduah sangat dekat. Dan sebelumnya juga telah didahului langkah lain yaitu pengakuan Yerusalem oleh AS sebagai Ibukota Israel.

Difihak kedua , Ulama dan para pemimpin Iran juga sangat meyakini bahwa kemunculan Imam Mahdi juga sudah sangat dekat, jadi itulah kenapa Iran secara serius berusaha menjalin hubungan dengan sebanyak mungkin negara negara disekitar Arab Saudi seperti di Suriah, Lebanon, Yaman, karena Imam Mahdi akan muncul dari Madinah.

Difihak ketiga, adalah Arab Saudi dan koalisi teluknya yang merasa terancam dengan kebijakan luar negeri Iran disekitar negaranya itu, karena keyakinan Iran akan dekatnya kekemunculan Imam Mahdi (dari Madinah) itu membawa implikasi yang mengkhawatirkan bagi kelangsungan Kerajaan Arab Saudi. Kita semua tahu ada hadist sahih yang menyebut bahwa Fihak pertama yang akan diserang oleh pasukan AlMahdi adalah Keerajaan Arab Saudi.

Tentu saja Agenda besar Israel dalam penyambutan “AlMasih”  mereka yang akan membuat pemerintahan dunia (Khilafah) dari Yerusalem itu dianggap mendapat tantangan besar dari Iran dengan agenda penyambutan AlMahdi yang punya misi serupa yaitu membentuk Khilafah Islam terakhir, apakah dari akan berpusat Mekkah atau diMadinah kita belum mendapatkan Hadist yang menjelaskan itu.   

 

 

Arab Saudi Dalam Dilema Akhirzaman

Meski sudah berkali kali Iran menawarkan untuk menjalin hubungan baik dengan Arab Saudi, tetap saja Arab Saudi tidak mungkin akan mau, mereka sadar visi akhir zaman Iran yang sebenarnya kita semua tahu didukung referensi Hadist itu bermakna akan selesainya sejarah Kerajaan Arab Saudi.

Sangat menyedihkan memang , penguasa Saudi tampaknya lebih memilih Israel menjadi sekutunya dengan mengesampingkan larangan Allah untuk tidak bersekutu dengan musuh Islam. Maka jadilah tiga fihak itu mengerucut dalam menjadi dua front yang saling berhadapan. Yaitu disatu kubu ada Arab Saudi , Isarel dan AS sebagai kakitangannya, dan dikubu  lain ada Iran.

Anda sebaiknya  membaca kajian AlMaidah 51-52 dalam link diatas untuk memahami kenapa penguasa Arab Saudi lebih memilih bersekutu dengan musuh Islam daripada bersekutu dengan negara Islam lain, karena diartikel itu juga ada penjelasan Surat At-Taubah-19 yang memang sulit dicerna dan baru bisa dicerna setelah kita menyaksikan sendiri even even akhirzaman ini.

 

 

Iran Berdiri Tegak Melawan Musuh Islam

Berbeda dengan Penguasa Arab Saudi yang lebih memilih musuh Islam menjadi sekutunya, para pemimpin Iran tetap berdiri tegak menghadapi musuh Islam yang mempunyai kekuatan yang sebetulnya bukan tandingannya yaitu AS. Mungkin kalau hanya melawan  Israel , Iran masih mampu menandinginya, tapi Ya’juj ma’juj punya kekuatan militer luar biasa yaitu AS.

Para petinggi Iran menyatakan Iran tidak menginginkan perang tapi,tapi Iran tidak takut menghadapi musuh Islam. “Perbedaan antara kami dan mereka adalah bahwa mereka takut perang dan mereka tidak memiliki keinginan untuk itu,” kata komandan Garda revolusi Iran MayjenD Salami..

Ketegaran dan keteguhan sikap para pemimpin Iran itu harusnya bisa menjadi contoh bagaimana seharusnya para pemimpin negara muslim bersikap, meski harus mengorbankan nyawa atau sekedar takut kehilangan tahta dunia.

 

 

Serangan Ke Iran Hanya Soal Waktu

Rencana   Israel yang menggunakan kakitangannya AS untuk menyerang Iran itu sudah diagendakan puluhan tahun lalu  dan kita tahu tahun 2001 saja Jendral AS Wesley Clark sudah mendapat perintah untuk menghancurkan 7 negara Islam dalam waktu 5 tahun, dan target terakhir adalah Iran.

Jika hasil KTT para pemimpin negara  Arab teluk tanggal 30 mei 2019 nanti menghasilkan kesepakatan untuk menyerang Iran, maka bisa dipastikan  perang akhir zaman yang menurut Hadist akan terjadi dalam dua tahap itu, akan memasuki babak kedua yaitu konfrontasi antar negara super power, karena Iran adalah pemilik senjata nuklir yang juga punya sekutu super power Rusia dan China.

Dalam sebuah hadist  disebut AlMalhamah akan terjadi dua tahap, tahap pertama adalah penghancuran negara musuh Ya’juj Ma’juj (Israel) yang berkekuatan lemah , yang digambarkan hadist “penghancuran penduduk bumi”. Dan tahap kedua adalah “penghancuran penduduk langit” atau negara negara super power yang akan terjadi “pelepasan anak panah kelangit” , yang kita telah fahami sebagai perang yang menggunakan rudal rudal nuklir.

 

 

Musuh Islam Dijadikan Sekutu,  Negara Muslim Lain Dijadikan Musuh Bersama

Bagi anda yang peka dengan fenomena aneh ini pastilah bingung  , kenapa penguasa Arab Saudi  lebih memilih bersekutu dengan musuh Islam dari pada tawaran berteman dengan negara muslim lain seperti Iran. Tapi Allah memang yang lebih tahu skenarioNya.

Kenapa bisa begitu?  Bisa saja, karena Penguasa Saudi dan beberapa negara koalisinya itu adalah manusia biasa sama seperti kita, bisa berada dijalan yang benar dan bisa juga tergelincir.

Bukankah mereka penguasa Tanah suci Makkah dan Madinah ? Ya betul,  yang suci adalah kedua kota tersebut, bukan berarti penguasanya jadi ikut suci. Khan mereka merebut tanah hijaz dengan bantuan zionis Inggris baru sekitar tahun 1916. 

Bukankah selama ini mereka membangun fasilitas haji dan mengurus Masjidilharam ? Ya, tapi  tentu hal ini tidak boleh dijadikan alasan pembenaran untuk bersekutu dengan musuh Islam, apalagi bekerjasama dengan mereka membantai muslim lain.

Kita tidak perlu mencari jawaban kemana mana atas fenomena aneh akhir zaman ini,  Quran Surat AlMaidah51-52 Allah telah mengancam  dengan sangat keras penguasa negara muslim yang bersekutu dengan zionis,  ancamannya tidak tanggung tanggung “orang itu termasuk golongan mereka” (mereka bukan muslim lagi) , dan lebih sepesifik fenomena ini juga dijelaskan  pada Surat At-Taubah-19.

Juga Banyak Hadist juga mengisyaratkan akan munculnya sekelompok manusia dari arah timur yang membaca Quran tapi tidak sampai kehati, yang generasi terakhirnya akan bekerjasama dengan Dajjal (Israel).

“Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal “ (HR. imam Thabrani)

Kalau anda lihat peta, maka kearah timur dari kota Makkah atau Madinah itu anda akan menemukan kota Riyadh yang merupakan jantung dari area Najd.

Kita hanya bisa berdoa mudah mudahan hasil KTT negara negara Arab teluk 30 mei nanti  akan bisa merubah keputusan Arab Saudi untuk kemudian lebih memilih berdiri disisi Iran dan bersama-sama mempersiapankan kedatangan AlMahdi dan bersama sama  menghadapi musuh Islam Israel , dan bukan malah menjadikan Israel sebagai sekutu dan menjadikan Iran sebagai musuh bersamanya.  

 

 

 

 

 

REFERENSI 

 

Posisi Kota Riyadh , Makkah dan Madinah

 

 

يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ اْلمَشْرِقِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْانَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ كُلَّمَا قَطَعَ قَرْنٌ نَشَأَ قَرْنٌ حَتَّى يَكُوْنَ آخِرُهُمْ مَعَ اْلمَسِيْخِ الدَّجَّالِ

“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal “ (HR. imam Thabrani di dalam Al-Kabirnya, imam imam Abu Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)

سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمانِ قَومٌ أَحْدَاثُ اْلأَسْنَانِ سُفَهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ قَوْلَ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنَ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، فَإذَا لَقِيْتُمُوْهُمْ فَاقْتُلُوْهُمْ ، فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْراً لِمَنْ قَتَلَهُمْ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَة

“ Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sebaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “. (HR. Imam Bukhari 3342)

 

مِنْ هَا هُنَا جَاءَتِ اْلفِتَنُ ، نَحْوَ اْلمَشْرِقِ ، وَاْلجَفَاءُ وَغِلَظُ اْلقُلوْبِ فيِ اْلفَدَّادِينَ أَهْلُ اْلوَبَرِ ، عِنْدَ أُصُوْلِ أَذْنَابِ اْلإِبِلِ وَاْلَبقَرِ ،فِي رَبِيْعَةْ وَمُضَرً

“Dari sinilah fitnah-fitnah akan bermunculan, dari arah Timur, dan sifat kasar juga kerasnya hati pada orang-orang yang sibuk mengurus onta dan sapi, kaum Baduwi yaitu pada kaum Rabi’ah dan Mudhar “.(HR. Bukhari)

  حَدَّثَنَا عَيَّاشُ بْنُ الْوَلِيدِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعَمَلُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّمَ هُوَ قَالَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ وَقَالَ شُعَيْبٌ وَيُونُسُ وَاللَّيْثُ وَابْنُ أَخِي الزُّهْرِيِّ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami ‘Ayyasy bin Al Walid Telah mengabarkan kepada kami ‘Abdul A’la telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Sa’id dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (tentang tanda-tanda kiamat); Jaman (waktu) terasa cepat, amal shalih berkurang, kebakhilan merajalela, fitnah dinyatakan secara terang-terangan, dan banyak al haraj. Para sahabat bertanya; ‘Ya Rasulullah, apa maksud istilah al haraj? ‘ Nabi menjawab Pembunuhan-pembunuhan. Sedang Syu’aib, Yunus, dan Al Laits, serta anak Saudaraku, Az Zuhri, mengatakan dari Az Zuhri dari Humaid dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR Bukhari)

 

….”Diantara keturunan orang ini ada suatu kaum yang membaca al quran yang tidak melebihi tenggorokan mereka mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah keluar dari busurnya, mereka membantai pemeluk Islam dan membiarkan pemuja patung-patung, kalaulah aku temui mereka, niscaya aku bunuh mereka sebagaimana pembunuhan terhadap kaum ‘Ad.”    (Petikan HR . Bukhari  6880)

 

سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى اخْتِلاَفٌ وَفُرْقَةٌ قَوْمٌ يُحْسِنُونَ الْقِيلَ وَيُسِيئُونَ الْفِعْلَ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَرْجِعُونَ حَتَّى يَرْتَدَّ عَلَى فُوقِهِ هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ طُوبَى لِمَنْ قَتَلَهُمْ وَقَتَلُوهُ يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ : التَّحْلِيقُ

“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya, mereka tidak akan kembali (pada Islam) seperti panah itu kembali pada busurnya. Mereka seburuk-buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa ciri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “. (Sunan Abu Daud : 4765)

 

  حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ لَيُرْفَعَنَّ إِلَيَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لِأُنَاوِلَهُمْ اخْتُلِجُوا دُونِي فَأَقُولُ أَيْ رَبِّ أَصْحَابِي يَقُولُ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ

 Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Mughirah dari Abu Wa`il mengatakan ‘ Abdullah mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;“Aku adalah manusia pertama-tama diantara kalian yang menuju telaga, lantas diperlihatkan padaku beberapa orang diantara kalian, hingga jika aku ingin menggandeng mereka, tiba-tiba mereka ditangkap dan dijauhkan dariku, sehingga aku berteriak-teriak ‘Ya rabbi, itu sahabatku, ya rabbi, itu sahabatku! ‘ Allah menjawab; kamu tidak tahu apa yang diperbuat sepeninggalmu! ‘” (HR Bukhari)

 

 

 

 

 

  

 

 

 

This entry was posted in Islamic View and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + = 20