GENERASI TERAKHIR ITU KINI TELAH BERSAMA DAJJAL

 

Kita bersyukur semakin hari semakin mudah kita mencerna petunjuk-petunjuk agama tentang akhir zaman, karena semakin banyak peristiwa yang diisyaratkan Qur’an dan hadits itu berlalu didepan mata.

Sebuah fenomena yang aneh bagi dunia Islam,  dimana dua negara Arab UEA dan Bahrain kini secar terbuka menormalisasi hubungan dengan musuh Islam Israel. Even  ini mungkin “tidak berarti apapun” bagi sebagian kita, dan bisa jadi hanya sebagai info yang akan berlalu begitu saja, padahal telah diisyaratkan dalam bebrapa hadits Nabi.

Kita yakin, dalam waktu dekat nanti akan menyusul negara Arab lain yang secara terbuka juga akan mendeklarasikan peresmian hubungannya dengan musuh Islam Israel.

Bagi anda yang sudah membaca artikel dan kajian kita yang lain, tentu sudah tahu bahwa entitas Yahudi dalam hal ini zionis Israel  semakin serius bersiap menyambut kemunculan Al-Masih Dajjal yang mereka yakini akan membawa mereka ke kejayaan seperti era Khilafah Nabi Dawud as.    

Gejala keseriusan yang lain  adalah AS telah mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibukota baru Israel, dan terus menggiring semua negara agar memindahkan Kedubesanya ke Yerusalaem.

Apakah yang dimaksud Hadits sebagai orang yang pembaca Qur’an (muslim) tapi sebenarnya menjadi pengikut Dajjal itu adalah orang yang membuntuti kemanapun Dajjal pergi? Tentu maknanya tidak sesederhana itu. Kajian pendek ini  akan membahas “fenomena akhirzaman yang luar biasa memalukan” ini.

 

Tidak Bermakna Bagi Mata Hati Yang Buta

Peristiwa-peristiwa seperti ini bisa jadi hanya menjadi informasi tanpa makna bagi sebagian kita umat Islam yang lalai, tapi bagi yang selalu waspada dengan bahaya Dajjal, maka akan melihatnya sebagai sebuah peristiwa sangat ‘aneh dan misterius’.

Betapa tidak, para pemimpin Negara muslim diJazirah Arab satu demi satu mulai secara “blak-blakan tanpa rasa malu” menyatakan kepada dunia bahwa mereka lebih suka bersekutu dengan musuh Islam daripada bersekutu dengan Negara muslim yang lain. Lebih parahnya lagi bersama dengan Israel mereka menganggap negara muslim yang menentang Israel adalah musuh bersama.

Ironisnya, mereka sama sekali “tidak sadar sedang dimanfaatkan oleh Israel”  bahwa wilayahnya akan digunakan sebagai pijakan Israel untuk menyerang Negara muslim yang menentang Israel, yaitu Iran.  

Mereka juga tidak tahu jika “sedang diadu-domba dengan negera muslim yang lain”, mata hati mereka gelap oleh bujukan Israel yang berdalih akan memberi jaminan keamanan, sebuah jaminan keselamatan dunia yang palsu yang tidak pernah disadari.

Mata para penguasa negara Jazirah Arab yang kaya raya itu sudah gelap, telinga mereka tuli oleh “gemerlap kemewahan dunia” yang mereka nikmati, mereka mengira “jaminan keamanan” dari  Israel akan membuat kenikmatan duniawi mereka akan abadi.

 

Pengikut Dajjal Dari Dua Jalur Umat

Ketika kita sudah menggunakan panduan ayat dengan benar, maka membaca Hadits akhirzaman manapun akan tetap mendapatkan pemahaman yang komprehensif dan tidak sepotong sepotong.

Dalam memahami Hadits-hadits  tentang pengikut Dajjal misalnya, jika kita sudah kalah lebih dulu oleh ujian “the chosen ummah”, maka nafsu arogansi kita hanya akan melihat hadits yang menyebut bahwa “pengikut Dajjal hanyalah dari umat Yahudi”. Seperti Hadits ini :

“Dajjal diikuti Yahudi Ashbahan sebanyak tujuhpuluh ribu, mereka mengenakan jubah hijau.” (HR. Muslim No.5237).

Padahal beberapa hadits lain juga menyebut bahwa “sebagian dari umat Muhammad juga akan  menjadi  pengikut Dajjal” :

“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi terakhir mereka akan bersama dajjal “ (HR. imam Thabrani)

 

70.000 Pengikut Dajjal dari Isfahan

Biar tidak menimbulkan kebingungan, lebih dulu kita akan menjelaskan hadits yang menyebut Dajjal akan diikuti 70.000 Yahudi dari Isfahan.

Isfahan adalah sebuah provinsi di Iran, dimana menjelang revolusi Iran 1979 populasi Yahudi diIran pernah mencapai 80.000, meski sumber lain menyebut lebih 100.000 orang. Tapi setelah revolusi Iran, sekitar 70.000 diantaranya telah meninggalkan Iran pindah ke Israel, AS dan Eropa.

Dan saat ini di Iran hanya tinggal sekitar 12.000-15000 orang Yahudi yang menentang zionis, dimana meski Pemerintah Israel menjanjikan perumahan dan uang saku 5.000 Pound/ orang dan30.000 pound/ keluarga, tapi mereka menolak untuk pindah ke Israel.  Dengan demikian, isyarat hadits itu sudah terjadi pada tahun awal revolusi Iran 1979.

 

 

Analisa geopolitik

Tidak terlalu sulit membaca kemana arah kerja keras tanpa henti dari Israel dan sekutunya AS yang terus menerus membujuk para penguasa negara Arab terutama yang diarea selat Hormuz  seperti UEA, Qatar, Bahrain, Oman, Kuwait dan tentu saja juga Arab Saudi.

Semua upaya gigih musuh Islam  Israel dan AS itu adalah sebagai upaya untuk memantabkan posisi strategis mereka untuk tujuan besar menyerang Negara muslim penentang Israel, yaitu Iran.  

Iran adalah Negara muslim terakhir yang akan diserang sebelum dimulainya Malhamah tahap 2, yaitu menghancurkan semua kekuatan Negara Super power dengan saling  mengadu kekuatan nuklir mereka.

Meski untuk menyerbu Iran secara kekuatan militer Israel dan AS tidak perlu dukungan militer dari Negara Arab teluk, dan meski sebenarnya secara diam-diam Negara-negara Arab teluk itu selama puluhan tahun ini sudah bersekutu dengan musuh Islam itu, tapi “deklarasi terbuka” perlu dilakukan.

Tujuannya adalah, bahwa jika saat penyerangan itu sudah tiba, maka penyerbuan oleh Israel dan AS itu diharapkan akan “mendapat dukungan dari dunia”, agar  kezaliman musuh Islam itu tercitrakan seakan sebuah “kebenaran” , karena musuh Islam itu didukung oleh Negara-negara Arab.

 

 

Sebagai Sebuah Fenomena Akhir zaman

Banyak yang salah memaknai, bahwa bahaya Dajjal Dajjal adalah berupa ancaman fisik. Salah besar, bahaya Dajjal adalah lebih sulit dihadapi dari sekedar ancaman fisik. Karena secara terselubung, tersamar dan tidak kita sadari,  Dajjal terus berupa  menjerumuskan  kita ke Neraka, dikampung manapun kita tinggal.  

Ciri penting fitnah atau seruan Dajjal adalah selalu “terselubung” atau “tersamar”, Jalan yang benar dicitrakan seakan jalan yang sesat dan sebaliknya, Hadits lain mengibaratkan yang terlihat Air sebenarnya Api dan sebaliknya,  itu metode paling penting Dajjal yang sering kita lupa :

“… bahwa bersamanya (Dajjal) ada surga dan neraka, namun pada hakekatnya nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Barangsiapa mendapatkan cobaan dengan nerakanya, Barangsiapa mendapatkan cobaan dengan nerakanya, hendaklah dia berlindung kepada Allah dan hendaklah ia membaca ayat di awal-awal surat Al Kahfi….”(HR. Ibnu Majjah 4067)

 Para penguasa Negara di Jazirah Arab itu sedang digiring oleh Dajjal untuk menjadi pengikutnya, jadi jika kita mendukung mereka, maka kita juga akan menjadi pengikut Dajjal.

Hadits-haditsnya sangat terang benderang dan tidak perlu mengernyitkan dahi untuk mencernanya, tapi tanpa keteguhan untuk selalu ingat akan bahaya Dajjal, maka sama dengan peristiwa “aneh dan misterius” yang sedang kita saksikan melanda para penguasa Arab itu, Hadits-hadits itupun juga tidak akan berarti apapun bagi yang lalai.

 

 

CIRI CIRI MEREKA

Ada beberapa Hadits yang mengisyaratkan fenomena aneh akhirzaman ini , yang secara detail mengungkap ciri-ciri mereka  :

  1. Mereka Berasal dari Arah Timur 

يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ اْلمَشْرِقِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْانَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ كُلَّمَا قَطَعَ قَرْنٌ نَشَأَ قَرْنٌ حَتَّى يَكُوْنَ آخِرُهُمْ مَعَ اْلمَسِيْخِ الدَّجَّالِ

“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi terakhir mereka akan bersama dajjal “ (HR. imam Thabrani).

 

“Sekelompok manusia dari arah timur”,  wilayah manakah yang disebut Nabi dari timur itu?  Jika pada saat Hadits itu diucapkan, Nabi sedang berada dikota Makkah atau Madinah, maka dari Peta bisa tunjuk, area itu adalah Kota Riyadh ibukota Arab Saudi, dan ketimur lagi ada UEA, Bahrain, Qatar, Oman dan bisa jadi negeri mungil Kuwait juga akan bergabung.

Mereka “membaca Qur’an tapi hanya sampai melewati tenggorokan”,  artinya mereka terlihat seperti muslim pada umunya,  mereka pandai membaca Qur’an tapi tidak sampai masuk kedalam hati. Apa yang ada di Quran tidak dipakai sebagai panduan.

Dalam kajian kita surat Al-Maidah 51-52 Allah sudah melarang tegas bersekutu dengan Yahudi dan Nasrani yang saling bersekutu, yaitu entitas negara Yahudi dan negara Nastani barat pendukungnya. Dalam surat itu Allah menganggap mereka telah keluar dari Islam, dengan bahasa Allah : “Orang itu sesungguhnya termasuk golongan mereka” 

Lalu apa makna kata  “generasi terakhir”?  

Untuk Kerajaan Arab Saudi kita semua sudah tahu, bahwa kerajaan mereka akan berakhir setelah diserang oleh pasukan Imam Mahdi. Tapi nasib  negara-negara Arab kecil disekitar selat Hormuz itu tidak diisyaratkan dalam Hadits, maka kemungkinan makna dari kata “generasi terakhir” itu adalah :

Bahwa setelah ikut memerangi Iran, maka nasib Kerajaan mereka akan berakhir. Artinya, para penguasa yang saat ini bertahta adalah ‘generasi terakhir’ dari Kerajaan mereka.

Ada dua kemungkinan nasib Kerajaan mereka setelah ikut dalam perang melawan Iran, yaitu Kerajaan mereka akan hancur dan digantikan dengan sistem Tata-negara yang berbeda, atau bisa jadi akan terbengkalai menjadi negara gagal seperti nasib Libya sekarang.  

 

2. Bersekutu Dengan Orang Kafir & Memusuhi Orang Islam 

إنَّ مِن بعْدِي مِنْ أُمَّتِي قَوْمًا يَقْرَؤُنَ اْلقُرآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَلاَقِمَهُمْ يَقْتُلُوْنَ أَهْلَ اْلإسْلاَمِ وَيَدَعُوْنَ أَهْلَ اْلأَوْثَانِ، يَمْرُقُوْنَ مِنَ اْلإسْلاَمِ كمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مَنَ الرَّمِيَّةِ، لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ

“Sesungguhnya setelah wafatku kelak akan ada kaum yang pandai membaca al-Quran tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala, mereka lepas dari Islam seperti panah yang lepas dari busurnya seandainya (usiaku panjang dan) menjumpai mereka, maka aku akan memerangi mereka seperti (Nabi Hud) memerangi kaum ‘Aad“.(HR. Abu Daud 4738)

Ciri Kedua adalah, mereka lebih memilih bersekutu dengan Musuh Islam /orang kafir (digambarkan penyembah berhala), dan malah menjadikan Umat Islam lain sebagai musuh.

Dalam beberapa tahun ini kita akan melihat mereka akan bersama-sama menyerang Iran yang bersikap menjadi musuh Israel.

 

3. Ucapannya Halus & Bercukur Gundul

سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى اخْتِلاَفٌ وَفُرْقَةٌ قَوْمٌ يُحْسِنُونَ الْقِيلَ وَيُسِيئُونَ الْفِعْلَ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَرْجِعُونَ حَتَّى يَرْتَدَّ عَلَى فُوقِهِ هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ طُوبَى لِمَنْ قَتَلَهُمْ وَقَتَلُوهُ يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ : التَّحْلِيقُ

“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya, mereka tidak akan kembali (pada Islam) hingga panah itu kembali pada busurnya. Mereka seburuk-buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa ciri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “. (Sunan Abu Daud : 4765)

 

Ciri ketiga adalah Ucapannya Halus Tapi , tapi mereka dianggap oleh Nabi sebagai “seburuk-buruk mahkluk”, artinya derajadnya masih lebih rendah dari Binatang.

Bahkan siapa yang ‘membunuh mereka‘, atau bahkan ‘terbunuh oleh mereka’  akan termasuk orang-orang yang beruntung.  Kapankan peristiwa “membunuh mereka atau terbunuh” oleh mereka” itu akan terjadi? Tidak sulit untuk memaknai , bahwa  itu akan terjadi dalam peperangan nanti saat mereka menyerbu Iran.

“Bercukur gundul” bisa dimaknai secara harfiah sebagai :  mereka tidak lagi memegang tradisinya untuk memelihara jenggot. Sebuah tradisi bangsa Arab untuk membedakan Perempuan dan laki-laki, karena pakaian diantara  keduanya cenderung sangat mirip.

Secara lebih luas bisa dimaknai, bahwa mereka telah “meninggalkan akar budayanya”. Jika satu atau dekade lalu tidak akan ditemukan Bioskop atau tempat hiburan malam,  maka kini sudah ada semuanya,  budaya luar dibiarkan berkembang sangat pesat, mengalahkan tradisi mereka.

Ambil contoh , pagelaran musik asing seperti Group K-pop BTS dari Korea , Bioskop-bioskop mewah mulai bermunculan, demikian juga dengan Night Club mewah yang diberi label “Halal”, seperti Night Club Halal di Qatar, atau Night Club halal Arab Saudi

Secara keseluruhan ciri-ciri zaman yang diisyaratkan Hadits itu sudah terpenuhi, jadi kita sedang menyaksikan apa yang disebut Hadits sebagai :

Para pembaca Qur’an yang lebih suka bersekutu dengan musuh Islam Israel, musuh Islam yang sedang menyiapkan kemunculan Al Masih Dajjal, mereka sedang bersiap membantu  musuh Islam yang akan menyerang muslim lain (iran).” 

Bukan kita yang menyebutm, tapi Allah dan Nabinya menyebut mereka sebagai “telah keluar dari Islam secepat anak panah”, dan mereka adalah “seburuk-buruk mahkluk”.   

 

WaAllahualam, mudah-mudahan bermanfaat.

 

REFERENSI

يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ اْلمَشْرِقِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْانَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ كُلَّمَا قَطَعَ قَرْنٌ نَشَأَ قَرْنٌ حَتَّى يَكُوْنَ آخِرُهُمْ مَعَ اْلمَسِيْخِ الدَّجَّالِ

“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi terakhir mereka akan bersama dajjal “ (HR. imam Thabrani)

 

إنَّ مِن بعْدِي مِنْ أُمَّتِي قَوْمًا يَقْرَؤُنَ اْلقُرآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَلاَقِمَهُمْ يَقْتُلُوْنَ أَهْلَ اْلإسْلاَمِ وَيَدَعُوْنَ أَهْلَ اْلأَوْثَانِ، يَمْرُقُوْنَ مِنَ اْلإسْلاَمِ كمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مَنَ الرَّمِيَّةِ، لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ

“Sesungguhnya setelah wafatku kelak akan ada kaum yang pandai membaca al-Quran tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala, mereka lepas dari Islam seperti panah yang lepas dari busurnya seandainya (usiaku panjang dan) menjumpai mereka, maka aku akan memerangi mereka seperti (Nabi Hud) memerangi kaum ‘Aad“.(HR. Abu Daud 4738)

 

سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى اخْتِلاَفٌ وَفُرْقَةٌ قَوْمٌ يُحْسِنُونَ الْقِيلَ وَيُسِيئُونَ الْفِعْلَ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَرْجِعُونَ حَتَّى يَرْتَدَّ عَلَى فُوقِهِ هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ طُوبَى لِمَنْ قَتَلَهُمْ وَقَتَلُوهُ يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ : التَّحْلِيقُ

“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya, mereka tidak akan kembali (pada Islam) hingga panah itu kembali pada busurnya. Mereka seburuk-buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa ciri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “. (Sunan Abu Daud : 4765)

سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمانِ قَومٌ أَحْدَاثُ اْلأَسْنَانِ سُفَهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ قَوْلَ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنَ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، فَإذَا لَقِيْتُمُوْهُمْ فَاقْتُلُوْهُمْ ، فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْراً لِمَنْ قَتَلَهُمْ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَة

“ Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sebaik-baik manusia, (mereka) membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “. (HR. Imam Bukhari 3342)

 

لَا يَخْرُجُ الدَّجَّالُ حَتَّى يَذْهَلَ النَّاسُ عَنْ ذِكْرِهِ وَحَتَّى تَتْرُكَ الْأَئِمَّةُ ذِكْرَهُ عَلَى الْمَنَابِرِ

“Dajjal tidak akan muncul sehingga sekalian manusia telah lupa untuk mengingatnya dan sehingga para Imam tidak lagi menyebut-nyebutnya di atas mimbar-mimbar.” (HR. Ahmad 16073)

 

 

ISRAEL DAN BAHRAIN SETUJU UNTUK MENORMALISASI HUBUNGAN

Langkah Bahrain itu dilakukan kurang dari sebulan setelah Israel dan Uni Emirat Arab menandatangani perjanjian damai dan menjalin hubungan yang normal dengan Israel, dimana UEA menjadi negara Arab ketiga di Timur Tengah yang melakukannya setelah Mesir dan Yordania.

Hari ini Jum’at 11/9, Presiden Donald Trump telah mengeluarkan pernyataan bersama antar AS, Israel dan Bahrain yang mengumumkan niat Tel Aviv dan Manama (ibuukota UEA) untuk menjalin hubungan diplomatik penuh.

“Terobosan SEJARAH yang lain telah terjadi hari ini! Dua teman BESAR kita Israel dan Kerajaan Bahrain menyetujui Kesepakatan Perdamaian, yang menjadi negara Arab kedua yang berdamai dengan Israel dalam 30 hari!”  TulisTrump dalam tweetnya.

Sesuai pernyataan tersebut, Israel dan Bahrain sepakat untuk menormalisasi hubungan setelah percakapan telepon antara PM Israel Benjamin Netanyahu, Raja Bahrain Hamad bin Isa bin Salman al-Khalifa dan Donald Trump.

“Raja Hamad dan PM Netanyahu mengungkapkan penghargaan mereka yang dalam kepada Presiden Trump atas dedikasinya untuk perdamaian di kawasan Timteng, yang befokusnya pada tantangan bersama, dan pendekatan pragmatis dan unik yang telah diambiln untuk menyatukan negara mereka,” tambah pernyataan itu.

Delegasi Bahrain diperkirakan akan bertemu dengan pejabat Israel dan UEA di Washington, DC pada hari Selasa nanti untuk penandatanganan resmi perjanjian normalisasi antara Tel Aviv dan Abu Dhabi, dan Tel Aviv dan Manama.

 

ARAB SAUDI DAN BAHRAIN IZINKAN WILYAH UDARANYA DILALUI PENERBANGAN DARI DAN KE ISRAEL

Penasehat senior Gedung Putih Jared Kushner, dalam briefing via telepon kepada pers pada Rabu 9/9 kemarin, menyatakan bahwa: “Arab Saudi dan Bahrain akan mengizinkan semua penerbangan Israel melewati wilayah mereka, dan ini tidak hanya mencakup penerbangan dari dan ke UEA.”

“Ini akan menjadi jalan pintas yang signifikan untuk penerbangan yang menuju arah timur”. Kata Kushner.

Bahrain mengatakan semua penerbangan ke dan dari Uni Emirat Arab dapat melintasi wilayah udaranya, sebuah langkah yang akan memungkinkan layanan udara antara Israel dan UEA boleh terbang di atas langit UEA.

Keputusan Bahrain ini menurut otoritas penerbangan UEA dikeluarkan atas permintaan UEA, menyusul kesepakatan dengan Israel bulan lalu yang menjadikan UEA sebagai negara Arab ketiga yang mencapai kesepakatan damai dengan Israel.

Perjanjian yang ditengahi AS yang mengakhiri kontak rahasia yang sudah terjadi bertahun-tahun antara UEA-Israel dikecam oleh Palestina sebagai pengkhianatan.

“Bahrain akan mengizinkan semua penerbangan dari dan ke Uni Emirat Arab ke semua negara untuk melintasi wilayah udaranya,” lapor Kantor Berita resmi Bahrain, mengutip Kementerian Transportasi dan Telekomunikasi Bahrain.

Bahrain, yang ditempati Armada Kelima Angkatan Laut AS dan pangkalan angkatan laut Inggris, memiliki sejarah komunitas Yahudi yang panjang.

Bahrain perlahan-lahan mulai mendorong hubungan terbuka dengan Israel, dimana pada 2017 dua Rabi (Ulama Yahudi) yang berbasis di AS mengatakan bahwa Raja Hamad bin Isa Al Khalifa sendiri yang mempromosikan gagasan untuk mengakhiri boikot ke Israel oleh negara-negara Arab.

Bulan lalu, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa Bahrain dan Oman kemungkinan akan menjadi negara Teluk berikutnya yang mengikuti UEA dalam meresmikan hubungan dengan Israel.

Tetapi minggu lalu, media pemerintah Bahrain melaporkan bahwa Raja Hamad telah memberi tahu Menlu AS Mike Pompeo yang sedang berada di Manama dalam tur Timur Tengahnya, bahwa Negara Teluk itu tetap berkomitmen bagi pembentukan negara Palestina.

Awal pekan ini, Jared Kushner, menantu dan penasihat senior Presiden AS Donald Trump, terbang bersama delegasi tingkat tinggi Israel ke UEA dengan  penerbangan komersial langsung pertama antara kedua negara.

Meskipun belum ada negara Arab lain yang menunjukkan kesediaan untuk mengikuti UEA, Arab Saudi telah mengizinkan penerbangan charter maskapai  Israel El Al yang membawa Kushner itu untuk menggunakan wilayah udaranya.

 

This entry was posted in Extend, recent post, Islamic View and tagged , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to GENERASI TERAKHIR ITU KINI TELAH BERSAMA DAJJAL

  1. sayyed Fesal says:

    bener sekali min, sangat2 jelas sudah tanda2nya, tapi hampir seluruh muslim didunia tidak sadar apa yang di lakukan negara2 arab seaakan di pihak yang benar, dan liatlah di tanah air kita ini, kekejaman demi kekejaman saudi di yaman, tenggelam tanpa berita apapun, seakan2 tidak terjadi apa disana…

    dan apa yang di lakukan iran selama ini dianggap penebar perang, dan mmg akan trus di citrakan iran adalah negara biang kerok dalam tujuan besar mereka.

    semoga, imam zaman cepet datang….

    • The admin says:

      Musuh Islam dijadikan sekutu, umat Islam lain dijadikan musuh. Itu fakta yang tidak bisa dipungkiri. Sayangnya sebagian besar dari kita tidak juga sadar dan malah terbawa oleh adu domba Dajjal itu.

  2. Arief Anto says:

    “Bercukur gundul”, maksudnya apa ya ?

    • The admin says:

      Pakaian orang dijazirah arab dari ujung rambut sampai ujung kaki adalah hampir sama antara pria dan wanita, mak untuk membedakannya laki-laki mememelihara jenggot panjang. Tapi tradisi itu sudah hampir hilang dikalangan para bangsawan Arab sehingga mereka hanya memelihara jenggotnya tipis saja atau gundul sama sekali. Itu yang bisa kita amati.

  3. Menuju says:

    Maaf, bisakah admin menunjukkan atau membuktikan bahwa para penguasa negara2 Arab bercukur gundul?

    • Tofa says:

      Baca tanggapan d atasnya.

    • The admin says:

      Pemaparan sdh kita tambahkan diartikel termasuk visi secara lebih luas, pengertian bercukur gundul itu bisa saja bener2 gundul atau hanya tipis, yg tidak seperti tradisi bangsa arab yg berjenggot panjang. Tapi makna lebih luasnya mereka telah kehilangan tradisinya.

      Jika diartika secara harfiah membuktikannya sangat gampang karena mayoritas spt itu, yang sulit justru menemukan yang berjenggot panjang
      Contoh yang gundul, dari Saudi : Pangeran Faisal bin Farhan, Pangeran Adel Al juber, Pangeran Khalid bin Bandar dsb. Yang berjenggot tipis misalnya Raja Salman dan MBS, MBZ dari UEA, Sultan Oman, Emir Qatar Kahalid bin Khalifa, Emir Kuwait, Bahrain dsb.
      Tapi itu pemaknaan kita yg bisa saja salah, jd jika anda berpendapat beda silahkan ungkap saja, gak usah malu2. .

    • Wowtowow says:

      Kalau menurut saya, saya juga kurang tahu. Bercukur Gundul itu adalah ciri khas mereka yaitu hanya mengutamakan penampilan, terlihat soleh, terlihat beriman, dari gaya, penampilan, pakaian dan lain sebagainya. Namun semua hanya sebatas dikerongkongan, tidak sampai kehati, mengutamakan penampilan luar ekternal namun kosong ilmu internalnya. Ciri Khas Bercukur Gundul menurut saya adalah orang-orang yang hanya mengutamakan agama dari penampilan luar saja.

  4. rianz says:

    peristiwa yg sedang terjadi ini, sama ngga sih min sama ayat ini. Dimana negara arab sedang mencari aman :

    Maka kamu akan melihat orang-orang yang
    hati nya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau suatu keputusan dari sisi-Nya, sehingga mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. ( QS. Al-Maidah: 52)

    • The admin says:

      Ya betul, kita dilarang keras bersekutu dengan zionis, yg sebenarnya adalah gabungan kekuatan negara Yahudi dan negara Kristen Barat. Diayat itu Allah mengungkap alasan sebenarnya dalam hati mereka, bahwa jika tidak bersekutu dengan zionis mereka takut nasibnya akan seperti Sadam husein, Qadafi atau Basahar Assad. Mereka takut kehilangan kemewahan duniawinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *