ADAKAH SOLUSI PERMANEN UNTUK PALESTINA?

 

Sebagian orang masih berfikir bahwa agenda “greater Israel” atau Israel yang makin meluas hanyalah teori konspirasi, atau cerita khayalan saja, meski sudah selama 76 tahun sejak gerakan zionisme mendirikan negara Israel, yang kita saksikan adalah makin meluasnya wilayah Israel, tahap demi tahap, waktu demi waktu.

Sementara dilain sisi, selama 76 tahun umat Islam masih terus bermimpi, bahwa suatu saat negara bernama Palestina itu pasti akan berdiri, dan berakhirlah konflik Palestina.

Namun, setelah berjalan 76 tahun, adakah terlihat gejala sedikitpun bahwa akan terjadi kesepakatan yang berdasar ide “solusi 2 negara?”. 

Pemikiran realistis atas sebuah kekuatan tak terkalahkan yang bercokol di Israel, dan dengan mencermati “doktrin dasar zionisme” menyimpulkan, bahwa pemikiran seperti itu adalah hal yang mustahil terjadi sampai kapanpun.

Ungkapan salah satu petinggi Israel dalam video diatas, mungkin bisa untuk memberikan gambaran atas “doktrin dasar zionisme” itu. Bahwa agenda ‘the great Israel’ bukanlah khayalan, dan bahwa ide pendirian negara Palestina akan tetap menjadi “mimpi”, selama Yajuj & Ma’juj belum dibasmi oleh Allah.

Artikel kita kali ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali penilaian dan pemahaman kita atas masalah Palestina berdasar panduan agama, dengan pijakan dasar ayat dan hadits yang menyebut, bahwa kepulangan umat Yahudi yang terakhir ke Palestina, ditunggangi sebuah kekuatan luar biasa yang hanya Allah yang bisa mengalahkan. 

Kita juga menawarkan solusi realistis agar gerakan perlawanan Palestina tidak lagi terus menjadi solusi konyol yang hanya makin banyak mengorbankan ribuan nyawa, penderitaan, dan kerugian material yang sia-sia. 

 

Doktrin Zionisme atas tanah yang dijanjikan


Bahwa keyakinan dasar gerakan zionisme atas tanah yang dijanjikan, yang mereka yakini pernah menjadi wilayah kekuasaan Raja Dawud dan Raja Sulaiman inilah akar masalah antara Israel dan Palestina saat ini.

Doktrin dasar zionisme meyakini, bahwa wilayah Israel itu harus mencakup: Seluruh wilayah Palestina, sebagian Yordania, sebagian Arab Saudi, sebagian Suriah, seluruh Lebanon, bahkan sampai sebagian Iraq.

Dengan demikian, jika melihat peta wilayah Palestina saat ini yang tepencar di Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem timur, maka sampai kapanpun Israel tidak akan mungkin menyetujui ide “solusi dua negara”, Itulah kenapa sudah 76 tahun konflik Palestina tidak akan bisa selesai. Dan berdasar doktrin dasar mereka itu, kita meyakini bahwa diwaktu mendatang Israel juga akan mencaplok Tepi barat, bahkan mungkin juga Yerusalem Timur.

Jika pemaparan doktrin dasar zionisme oleh Menteri keuangan Israel diatas dianggap masih belum kuat, kita tambahkan lagi video pemaparan seorang politisi Israel, Daniella Weiss.


 

 

Voting di Knesset Tolah pembentukan negara  Palestina

Voting di Parlemen Israel ‘Knesset’, Rabu 21/2/24 kemarin, menetapkan dukungan bagi ide PM Israel, Benjamin Netanyahu untuk menolak pengakuan “sepihak” atas negara Palestina.

Voting itu dilakukan seiring meningkatnya seruan internasional untuk menghidupkan kembali perundingan pembentukan Negara Palestina.

Keputusan parlemen Israel yang dikeluarkan disaat perang Israel di Gaza itu, juga mendapat dukungan dari anggota oposisi dengan 99 suara mendukung dan 21 orang anggota parlemen menolak.

“Hasil voting ini kembali menjelaskan kepada dunia, bahwa pembentukan Negara Palestina selama masih ada Ya’juj & Ma’juj adalah mustahil terjadi.”

“Pengalaman 4 kali perang digaza harusnya menjadi pelajaran besar, bahwa upaya apapun untuk pembebasan Palestina pasti akan dibalas dengan kekejaman luar biasa oleh Israel.”

“Pembebasan Palestina sudah ada petunjuknya dari Allah tentang siapa yang akan memimpin dan kapan waktunya. Jadi harus dilakukan berdasar strategi yang dipandu agama agar tidak justru menjadi “upaya bodoh” yang sia-sia, dan hanya mengorbankan puluhan ribu serta menyengsarakan jutaan warga Palestina.”

 

Siapakah yang berhak atas tanah Palestina?

Pertanyaan mendasar ini sering kali dilupakan, terutama pemikiran yang mengabaikan  sejarah dan apalagi panduan agama. Tapi melihat sejarah saja tidaklah cukup, karena setiap orang bisa berpendapat berbeda.

Ada yang berpendapat Palestina bukan lagi milik umat Yahudi sejak pengusiran kedua (terakhir) pada 2000 tahun lalu. Tapi realitasnya surat al Anbiya :95-96 sudah mengisayaratkan akan kepulangan mereka kembali.

Juga, Palestina bukanlah wilayah yang bisa diperlakukan sama seperti wilayah umumnya, karena disana ada kota suci Yerusalem. Artinya, pemahaman atas siapa yang berhak atas Palestina haruslah didukung dengan panduan agama.

Beberapa ayat dan hadits bisa dipakai untuk memahami siapa pemilik Palestina yang didalamya ada kota suci Yerusalem, diantaranya:

  • Ayat-ayat yang menjelaskan dua kali pengusiran umat Yahudi dari tanah suci Yerusalem (al Isra’: 4-8).
  • Penjelasan Qur’an tentang siapa pemilik tanah suci Yerusalem. Ada belasan ayat tentang ini, seperti: al Maidah 5:21-24,  al-A’raf 7:137, al-A’raf 7:152, al-a’raf 7:152, Al-A’raf 7:160, Al-a’raf 7:161, Bani Israel 17:4, Al-anbiya 21:105, an-Naml 27:82, al-anbiya 21:95-96, An-Naml 27:82, al-Baqarah: 2:124, al-Baqarah, 2:243-246, al-Hajj 22: 39-40, al-An’am : 6:21, al-Maidah, 5:21-24, ar-Ra’d 13:32-33.
  • Ayat-ayat tentang pemindahan kiblat bagi umat Muhammad, dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram (Al Baqarah :142-145).
  • Kepulangan terakhir umat Yahudi ke Palestina, dan Kaitannya dengan Ya’juj & Ma’juj, (al-Anbiya :95-96).
  • Ayat-ayat tentang sejarah Bani Israel, sejak mereka ditindas Firaun di Mesir, sampai masuk ke Yerusalem (Surat al-A’raf, al-Baqarah, al-Isra’ (bani Israel), dsb).
  • Hadits-hadits tentang turunnya kembali Nabi Isa as diakahir zaman, dan khilafah yang akan dibentuk beliau di Yerusalem.

Kita tidak akan membahas ayat-ayat tentang siapa pemilik sah Yerusalem, dengan pertimbangan akan banyak yang belum siap untuk mencerna ayat-ayat dan Hadits itu, mungkin diwaktu mendatang. Kita hanya akan memberikan sedikit klu sebagai pembuka fikiran denagn ayat-ayat pemindahan kiblat dari Masjid al Aqsa ke Masjidil Haram.

 

Pemindahan Kiblat sebagai pembuka fikiran

Bahwa, sulitnya sebagian umat Islam memahami status Palestina terutama kota suci Yerusalem itu, juga telah diisyaratkan Allah dalam surat al-Baqarah :142-145 (terutama ayat 144 dan 145).

Ayat-ayat ini sebenarnya tidak sekedar menjelaskan soal pemindahan kiblat, tapi lebih dari itu juga menjelaskan bahwa: ada umat lain yang diberi kiblat sendiri selain umat Islam juga diberi kiblatnya sendiri. Dalam arti, ada umat lain yang diberi tanah suci sendiri, dan ada umat Muhammad yang diberi tanah suci sendiri. 

سَيَقُوْلُ السُّفَهَاۤءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلّٰىهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِيْ كَانُوْا عَلَيْهَا ۗ قُلْ لِّلّٰهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُۗ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Orang-orang yang kurang akal di antara manusia akan berkata, “Apakah yang memalingkan mereka (kaum muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat) kepadanya?” Katakanlah ( Muhammad), “Milik Allahlah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk).” (Al Baqarah: 142)

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِيْ كُنْتَ عَلَيْهَآ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَّتَّبِعُ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَّنْقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِۗ وَاِنْ كَانَتْ لَكَبِيْرَةً اِلَّا عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُ ۗوَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيْمَانَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Demikian pula Kami telah menjadikan kamu umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menetapkan kiblat (Baitulmaqdis) yang (dahulu) kamu berkiblat kepadanya, kecuali agar Kami mengetahui (dalam kenyataan) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sesungguhnya (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (Al Baqarah: 143)

قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Sungguh, Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di manapun kamu berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang (juga) diberi kitab (Yahudi dan Nasrani) benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. (Al Baqarah: 144)

وَلَىِٕنْ اَتَيْتَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ بِكُلِّ اٰيَةٍ مَّا تَبِعُوْا قِبْلَتَكَ ۚ وَمَآ اَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ ۚ وَمَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍۗ وَلَىِٕنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَاۤءَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَاجَاۤءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ اِنَّكَ اِذًا لَّمِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۘ
Sungguh, jika engkau (Muhammad) mendatangkan ayat-ayat kepada orang-orang yang diberi kitab itu (Yahudi & Nasarani), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu. Engkau pun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Sungguh, jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang zalim. (Al Baqarah: 145)

 

Bisakah Mengalahkan Ya’juj dan Ma’juj?

Seringkali kita lupa dengan penjelasan Qur’an, bahwa kepulangan umat Yahudi terakhir ke Yerusalem tidak lepas dari peran Ya’juj & Ma’juj, dan hadits nabi mengatakan, basis terakhir Ya’juj & Ma’juj ada di Israel (bahasa haditsnya danau Tiberias).

Berpijak dari panduan agama itu, maka segala pemikiran dan tindakan haruslah harus berbasis kesadaran bahwa, yang sedang dihadapi adalah kekuatan Ya’juj & Ma’juj yang tidak bisa dikalahkan kecuali hanya Allah.

Melupakan panduan agama beresiko besar, resiko didunia yang terkahir saja kita menyaksikan lebih 26 ribu warga Palestina menjadi korban, dan hancurnya seluruh infrastruktur di Gaza. Bukan perbaikan tapi kerusakan yang didapat.

Dari 3 perang besar Israel sejak berdiri 1948, belum pernah ada peperangan yang tidak dimenangkan oleh Israel, meski dikeroyok oleh beberapa negara Arab. Bukankah fakta 76 tahun ini, dan panduan agama itu bisa menjadi pelajaran nyata?

 

Alasan pembebasan Palestina, bisakah dipakai?

Contoh besar pemaksaan logika yang mengabaikan panduan agama pernah kita saksikan ketika ISIS bermimpi akan membuat khilafah Islam di Suriah, meski Nabi sudah menegaskan bahwa khilafah akhir zaman hanya akan dibentuk oleh Imam Mahdi.

Apa yang terjadi kemudian? Tindakan bodoh itu ujungnya berakhir dengan tewasnya 1.5 juta warga muslim Suriah, dan meluluh-lantakkan seluruh negara indah yang diberkahi Allah itu.

Sama dengan panduan Nabi soal khilafah Islam akhir zaman, hadits-hadits yang ada menyebutkan, bahwa pembebasan Yerusalem hanya akan terjadi saat Imam Mahdi sudah muncul. Ketidak-sabaran, melalaikan panduan agama, dan kedangkalan berfikir itu akhirnya dimanfaatkan oleh musuh Islam untuk upaya nyata pelemahan kekuatan Islam.

 

Solusi bagi warga Palestina

Merujuk beberapa faktor yang kita paparkan diatas, adalah mustahil bahwa Israel akan melunakkan sikapnya, dan akan setuju atas pembentukan negara Palestina, didalam wilayah yang mereka yakini sebagai tanah mereka itu.

Pembentukan Negara Palestina adalah hal yang mustahil terjadi sampai kapanpun, jika toh diangggap ada kemungkinan, tentulah itu sudah bisa terjadi dalam kurun 76 tahun ini. Faktanya, sampai sekarang tidak ada tanda-tanda akan terjadi. Artinya, memerangi Israel untuk membebaskan Palestina hanya akan menjadi tindakan konyol.

Lalu apa yang bisa dilakukan atas nasib sekitar 5 juta warga Palestina yang kini bermukim di Jalur Gaza, Tepi barat Sungai Yordan, dan Yerusalem timur?

Berikut adalah solusi yang bisa dilakukan, yang intinya agar bisa menyelamatkan warga Palestina agar tidak menjadi korban kebrutalan Israel selanjutnya.

  1. Harus mulai disadari, bahwa sampai kapanpun Israel tidak mungkin akan menyetujui ‘solusi dua negara’. Dan bahwa upaya melawan Israel disaat Ya’juj & Ma’juj masih ada, hanya akan menjadi tindakan konyol.
  2. Langkah rasional pertama yang bisa dilakukan adalah: meminta negara-negara Arab untuk memutuskan persekutuan mereka baik yang sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan dengan Israel, dan membatalkan rencana bagi yang telah atau berencana menormalisasi hubungan dengan Israel. Itu yang akan menjadi posisi tawar yang sulit bagi agenda mesianik Israel. 
  3. Langkah terpenting berikutnya adalah, harus ada kesadaran para penguasa negara Arab disekitar Israel untuk mau menerima warga Palestina, karena melihat agenda mesianik mereka yang makin mendesak, bisa diprediksi tidak lama lagi Israel bukan hanya akan berusaha menguasai Gaza, tapi juga wilayah Palestina lain yang tersisa: Tepi barat, dan mungkin juga Yerusalem Timur.

WaAllahualam, mudah-mudahan bermanfaat.

This entry was posted in Islamic View and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

14 Responses to ADAKAH SOLUSI PERMANEN UNTUK PALESTINA?

  1. Hafidz Maulana says:

    Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ التُّرْكَ، قَوْمًا وُجُوهُهُمْ كَالْمِجَانِّ الْمُطْرَقَةِ، يَلْبَسُونَ الشَّعَرَ وَيَمْشُونَ فِي الشَّعَرِ.

    “Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kaum muslimin memerangi bangsa Turk, yaitu kaum di mana wajah-wajah mereka seperti tameng[2] yang dilapisi kulit, [3] mereka memakai (pakaian) yang terbuat dari bulu dan berjalan (dengan sandal) yang terbuat dari bulu.”[4]

    Dalam riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

    لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا قَوْمًا نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ وَحَتَّى تُقَاتِلُوا التُّرْكَ صِغَارَ اْلأَعْيُنِ حُمْرَ الْوُجُوهِ ذُلْفَ اْلأُنُوفِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمِجَـانُّ الْمُطْرَقَةُ.

    “Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kalian memerangi satu kaum yang sandal-sandal mereka terbuat dari bulu, dan kalian memerangi bangsa Turk yang bermata sipit, wajahnya merah, hidungnya pesek,[5] wajah-wajah mereka seperti tameng yang dilapisi kulit.”[6]

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا خُوزًا وَكَرْمَانَ مِنَ اْلأَعَاجِمِ حُمْرَ الْوُجُوهِ فُطْسَ اْلأُنُوفِ، صِغَارَ اْلأَعْيُنِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الْمَجَانُّ الْمُطْرَقَةُ، نِعَالُهُمُ الشَّعَرُ.

    “Tidak akan datang hari Kiamat hingga kalian memerangi bangsa Khuz[2] dan bangsa Karman[3] dari kalangan bangsa ‘Ajam, bermuka merah, berhidung hidung pesek, bermata sipit, wajah-wajah mereka bagaikan tameng yang dilapisi kulit dan terompah-terompah mereka terbuat dari bulu.”[4]

    Samurah bin Jundub Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    يُوشِكُ أَنْ يَمْلأَ اللهُ k أَيْدِيَكُمْ مِنَ الْعَجَمِ، ثُمَّ يَكُونُـوا أُسْدًا لاَ يَفِرُّونَ فَيَقْتُلُونَ مُقَاتِلَتَكُمْ وَيَأْكُلُونَ فَيْئَكُمْ.

    ‘Hampir saja Allah memenuhi tangan-tangan kalian dengan orang-orang ‘Ajam, kemudian mereka menjadi singa-singa yang tidak akan pernah lari, lalu mereka akan berperang dengan peperangan kalian, dan memakan harta rampasan (fai’) kalian.’”[6]

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    يُوشِكُ أَنْ يَكْثُرَ فِيْكُمْ مِنَ الْعَجَمِ أُسْدٌ لاَ يَفِرُّونَ، فَيَقْتُلُونَ مُقَاتِلَتَكُمْ، وَيَأْكُلُونَ فَيْئَكُمْ.

    ‘Hampir saja di kalangan kalian banyak orang ‘Azam sebagai singa-singa yang tidak pernah lari, lalu mereka berperang dengan peperangan kalian, dan memakan harta rampasan (fai’) kalian.”[7]

    Admin,untuk hadist tentang bangsa turk dan bangsa Ajam,apakah hadistnya ada hubungannya juga dengan Yajuj majuj atau tentang peperangan yang sudah lalu?

    Demikian terimakasih

    • The admin says:

      Hadits tentang Turk cukup banyak, diantara yang penting adalah hadits-hadits yang menyebut serangan bangsa Turk keJazirah arab akan terjadi 3 kali, dalam sejarah umat Muhammad. Ada beberapa thesis yang mencoba mendalami hadits-hadits tentang bangsa Turk, sebagian sdh ada yang mencoba mengkaitkan petunjuk itu dengan perang yang dialami umat Islam, namun nampaknya belum ada yang memuaskan bisa menjelaskan perang mana saja itu. Tapi silahkan saja dibaca semuanya untuk menambah wawasan.

      Ada 3 etnis yang kita yakini sebagai keturunan bangsa “Turk” yang secara fakta sejarah pernah penyerang umat Islam, mereka memiliki banyak kesamaan bahasa dan asal mereka (asia tengah), meski mereka telah menyebar keberbagai belahan dunia, yaitu : 1.Etnis Turkmenistan, 2.Etnis Uyghur, 3.Bangsa Turki.

      Beberapa tahun lalu kita sudah menulis kajian tentang Turk dan sudah hampir final, namun masih ragu untuk merilisnya, kebanyakan pembaca kita masih belum bisa menerima sudut pandang yang berbeda dari penjelasan yang pernah diterima. Itu karena mrk jg mengaku beragama Islam tapi suka menyerang umat Islam lain.

      • Hafidz Maulana says:

        Tetapi apakah bangsa turk itu ada hubungannya juga dengan yajuj majuj admin?, karena ciri-ciri yang mirip dengan yajuj majuj dan secara geografis area antara Eropa dan asia yang hampir berdekatan dengan daerah asal yajuj majuj

        • The admin says:

          Mereka bukan YM, karena saat menyerang jazirah arab bbrp kali mrk bisa dikalahkan dan diusir (ada bbrp hadits), tapi dalam dalam penilaian kita mereka dikendalikan oleh YM.

          سنن ابي داوود ٣٧٥١: حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ مُسَافِرٍ التِّنِّيسِيُّ حَدَّثَنَا خَلَّادُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ الْمُهَاجِرِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ اَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَدِيثِ يُقَاتِلُكُمْ قَوْمٌ صِغَارُ الْاَعْيُنِ يَعْنِي التُّرْكَ قَالَ تَسُوقُونَهُمْ ثَلَاثَ مِرَارٍ حَتَّى تُلْحِقُوهُمْ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ فَاَمَّا فِي السِّيَاقَةِ الْاُولَى فَيَنْجُو مَنْ هَرَبَ مِنْهُمْ وَاَمَّا فِي الثَّانِيَةِ فَيَنْجُو بَعْضٌ وَيَهْلَكُ بَعْضٌ وَاَمَّا فِي الثَّالِثَةِ فَيُصْطَلَمُونَ اَوْ كَمَا قَالَ

          “Akan memerangi kalian suatu kaum yang mata mereka sipit yakni bangsa Turk”. Beliau bersabda: “Kalian akan menguasai mereka sebanyak tiga kali, sehingga kalian dapat menyusul mereka hingga Jazirah Arab. Pada kemenangan pertama orang-orang yang lari dari mereka selamat, pada kemenangan kedua sebagian dari mereka selamat dan sebagian yang lain binasa, dan pada kemenangan ketiga mereka menyerah total.” Atau sebagaimana yang beliau sabdakan.(Sunan Abu Daud 3751)

          • zn says:

            hmm bener dugaanku selama ini tentang YM. emang YM benar2 keluar dari gua dari kaukasus dan mengendalikan bangsa khazar yang berada disana. apakah emang YM emang sifatnya mengendalikan bangsa lain demi nafsu kekuasaan dan berbuat kerusakan di muka bumi seperti dikatakan di quran?

            wallahu alam.

            • Muhammad Fauz says:

              Sepertinya bisa juga diartikan bahwa bangsa turk (modern) adalah Turki dan nubuah hadist tentang bangsa Turk akan menyerang muslim sebenarnya mungkin sudah terjadi lama ketika turki menginvasi suriah (baik secara proxy atau secara tidak proxy militer)

              Ini sih dari interpretasi dari saya

              Wallahu alam.

            • diki says:

              kok keluar dari gua?
              kalau kita balik ke alquran dan kisah zulkarnain, suatu kaum mengeluh ke zulkarnain bahwa YM adalah kaum yang suka bikin onar. Jadi yaa mereka tetanggaan kira2 ya dan YM juga manusia dan merupakan suatu masyarakat juga. Ga ada kata kata gua atau dikurung gua.

              • Zn says:

                Bukan dikurung gua, lebih tepatnya ditembok alias “dikurung” pegunungan kaukasus. Dan tepatnya pas era muhammad tembok itu mulai “runtuh”, dan berbaur sama bangsa khazar yang sudah menetap disitu .

                Dan pas baca2 dulu kalau bangsa khazar ada di kaukasus sekitar 5M (CMIIW) dimana itu pas era nabi isa. Dan bangsa khazar itu nomaden.
                Lalu apakah zulkarnain yg dimaksud quran itu kejadiannya sebelum nabi isa atau gimana. Jd itu baru pendapat yang aku maksud diatas

                Mungkin perlu diluruskan saja tentang bangsa khazar ini dan apa ia sudah ada sejak era zulkarnain dan sudah menetap disana.

          • Afaz says:

            Apakah mungkin turki adalah bangsa turk yang terakhir atau mayoritas terakhirnya min?,karena jika dihubungkan dengan pembebasan konstantinopel dari NATO maka ada hubungannya juga dengan hadist bahwa tidak adanya perperangan lagi dan hanya bertakbir “Allahu akbar”

        • zn says:

          YM itu lebih spesifik asal tempat dan tugasnyanya kalau baca panduan agama, dan dari tempat juga ada bagian dari DNA suku turk.
          sedangkan suku turk luas dan banyak banget, termasuk ottoman yang masih berasal dari bangsa turk.

          kalau mau tau tentang YM lebih lanjut bisa cek artikel 3 part ini: https://analisaakhirzaman.com/2016/10/09/analisa-dan-identifikasi-yajuj-majuj-part-1-2/ dan ini: https://analisaakhirzaman.com/2016/11/05/peristiwa2-setelah-perang-nuklir/

          • CP0 says:

            Pernah dengar atau mengetahui tentang peristiwa perang pada tahun 1100 sampai 1200? Sebagian hacker mempercayai bahwa pada rentang abad itu ada peristiwa pembantaian besar – besaran pada suku yang memiliki kalung besi pada lehernya.

  2. Farid says:

    Assalamualaikum.

  3. Engkus says:

    Arab saudi mau normalisasi hub kalo Israel akui kemerdekaan palestina, pertanyaan sy apakah mungkin terjadi kesepakatan?

    • CP0 says:

      Dengan bergabungnya Arab Saudi sebagai anggota BRICS menunjukan bahwa Arab Saudi intinya hanya memikirkan pembuatan “Jalur Baru” selain Terusan Suez terlepas kemerdekaan Palestina ada atau tidak ada namun yang dapat di pastikan bahwa kemungkinan besar “Jalur Baru” pada daerah tersebut akan menguntungkan Arab Saudi karena dominasinya dapat mereka kontrol atau setidaknya dominasi jalur perdagangan tersebut tidak di kontrol oleh Blok Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *