Update Dari Pusat Dunia – Ritual Korban Guna Mengembalikan Perjanjian Allah

Sebisa mungkin kita akan mengupdate even demi even yang dilaksanakan oleh Umat Yahudi diYerusalem dalam rangka menyambut kedatangan “Al Masih” mereka, yang nantinya sebelumnya akan didahului dengan dengan pembangunan Istana/Kuil  ketiga (the 3rd Tmeple).

Tujuannya adalah agar kita umat Muslim memiliki kesadaran  sedang dizaman apa kita ini sedang hidup, memiliki wawasan yang lebih luas , dan tidak hanya tenggelam dalam kesibukan mengejar dunia, sementara umat dari agama lain memiliki kesadaran akhirzaman yang jauh didepan.

Umat Yahudi percaya, Yerusalem nantinya akan menjadi pusat dunia yang diikuti oleh 70 negara/bangsa,  update-update dari pusat dunia sebelumnya, bisa anda simak  dibagian ini.

Beberapa orang menganggap even-even umat Yahudi diYerusalem dalam persiapan membangun the 3rd Temple ini sebagai fiksi belaka. Yaah… karena mereka tidak tahu untuk apa seorang presiden dari sebuah negara Super power AS Donald Trump sampai mendeklarasikan Yerusalem sebagai Ibukota baru Israel,  mereka tidak tahu untuk apa seorang Menlu AS Mike Pompeo menandatangani perjanjian pembangunan The 3rd Temple bersama dengan PM Israel Netanyahu.

 

Organisasi yang menyelenggarakan Konferensi Organisasi 70 Negara mengadakan upacara pembakaran hewan Kurban  pada hari Kamis 26/9/19,  dimana pengorbanan hewan dipersembahkan di Bukit Zaitun di Yerusalem. Tujuannya adalah untuk memperbarui perjanjian yang dibuat antara Allah dan semua umat manusia.

“Kemudian Noach membangun mezbah (tempat pembakaran hewan Korban) untuk Hashem dan, dengan mengambil setiap binatang yang bersih dan setiap burung yang bersih, mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah.Kejadian 8:20

Pendiri  Breaking Israel News Eliyahu Berkowitz berada di lokasi ini sepanjang seluruh acara,  dan merekamnya dalam video.

Ritual Pengorbanan yang pertama kali , yang dikenal sebagai korban “olah” (korban hewan dengan dibakar), dilakukan pertama kali  oleh Nuh (Nabi Nuh as) ketika Beliau keluar dari Tabut/perahu  setelah banjir besar surut. 

Acara itu hampir saja dibatalkan. Hal Itu karena ketika tukang jagal hewan yang seharusnya menyembelih domba di acara itu membatalkan kedatangannya pada menit terakhir.

Seeseorang yang baik/saleh yang bukan dari agama Yudaisme yang bernama Maleakhi, yang kebetulan punya  pengalaman  empat tahun dalam menyembelih hewan, secara ajaib hadir. Setelah dipanggil maju, Maleakhi menangis tersedu-sedu sambil mengatakan bahwa ia “bermimpi tentang momen ini sepanjang minggu ini.” 

Setelah ritual penyembelihan itu dilaksanakan , asap dari api pembakaran hewan Korban itu membumbung menuju sorga. 

“Anda tidak bisa melewatkan momen ini dan hanya bersikap apatis. Semua orang yang telah mengikuti acara ini, ketika berjalan pulang  benar-benar telah berubah dan benar-benar berniat melayani Tuhan dengan segenap kemampuan mereka, ”  kata Berkowitz  (pendiri BreakingIsraeliNews) yang secara  emosional menyebutnya sebagai momen Ibrahim.

Maleakhi (jagal Hewan) itu menambahkan: “Saya telah tahu bahwa saya akan melakukan ini sebelum saya datang ke Israel. ‘Dia’ (Tuhan) memberiku kekuatan untuk melakukan hal ini hari ini. ”Setiap batu yang bersatu ini adalah unik. Sekarang dia membawa batunya itu untuk digunakan  membangun Kuil dan itu adalah milik kita. milik kita bersama. “

Saat dilakukan wawancara dengan Maleakhi dan Berkowitz, keduanya membacakan sebuah ayat  dalam Mazmur berikut :

“Batu yang dilemparkan  oleh para pembangun (tukang bangunan) telah menjadi batu penjuru.” Mazmur 118: 22

 

 

This entry was posted in Update Dari Pusat Dunia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *