BINATANG YANG BISA BERBICARA

Artikel ini  membahas Isyarat hadist akan munculnya Binatang yang bisa berbicara.  Tapi jangan kaget ternyata beberapa hadist yang berkaitan  dengan masalah ini  juga  mengisyaratkan penggunaan Smartphone dan perilaku perempuan akhir zaman dengan Smartphonenya. Yaa  betul… Smartphone sudah diisyaratkan hadist.

Kita telah mengkaji beberapa dari 10 tanda besar akhirzaman  sperti  Yaitu Dajjal, Ya’juj Ma’juj, Dhuhan (asap) ,  kembalinya Isa AS. Yang belum kita kaji adalah Matahari terbit dari barat, Amblasnya bumi dibarat, Amblasnya bumi ditimur, dan Amblasnya bumi Jazirah Arab. Api dari Yaman, dan Binatang bumi yang bisa berbicara. 

Tidak ada hadist yang menyatakan  urutan peristiwa dari 10 tanda itu, tapi beberapa hadits dari  riwayat Abu dawud dan juga riwayat Muslim , menyebut bahwa tanda yang muncul pertama adalah terbitnya Matahari dari barat dan yang terakhir adalah keluarnya api dari Yaman. Silahkan simak hadistnya dibagian referensi.

Pada artikel artikel sebelumnya, kita telah kaji 2 tanda yang merupakan ujian terbesar umat manusia yang telah lama muncul yaitu Ya’juj Ma’juj dan Dajjal. Dan yang sudah kita bahas tepai  belum terjadi adalah Dhuhan (asap dari perang nuklir) , Turunnya Isa as, Amblasnya bumi di barat, timur dan Jazirah Arab dan Binatang bumi yang bisa berbicara.

Dan kali ini, kita akan mengkaji tanda Munculnya “binatang  bumi yang yang bisa berbicara”.

 

 

Pengertian akhir zaman

Untuk kesekian kalinya , terlebih dahulu  kita harus  menekankan  kembali bahwa jika ada Hadist/ Ayat yang diawali dengan “Tidak akan datang Kiamat hingga” atau “kiamat tidak akan terjadi” kemudian kita memaknainya peristiwa itu akan terjadi beberapa hari , minggu atau bulan menjelang kiamat,  maka kita akan gagal faham.

Karena sebenarnya yang dimaksud adalah bahwa peristiwa itu akan terjadi diakhir zaman, era akhir zaman adalah era sebelum kiamat.  Dan era akhir zaman menurut umat muslim adalah sejak diangkatnya Nabi Muhammad SAW sampai dengan didicabutnya nyawa seluruh muslim dan mukmin dengan  angin lembut  sebelum proses kiamat terjadi. Karena Nabi Muhammad adalah Nabi era akhir zaman.

Bisa membedakan antara akhir zaman dan Hari kiamat adalah syarat pertama untuk dapat mendekati dan menginterpretasi  Ayat/Hadist akhir zaman yang sarat dengan makna simbolik. 

 

 

 

BINATANG YANG BISA BERBICARA

Hadist 10 tanda kiamat ini sangat kuat, karena seperti halnya beberapa  diantara 10 tanda lain yang juga  telah disebutkan dalam Quran, maka munculnya Binatang bumi yang bisa berbicara itu juga sudah diisyaratkan dalam Surat An-Naml-82. Makna yang bisa diambil dari An-Naml-82 adalah bahwa jika manusia ingin menjadikan agama sebagai panduan hidup, maka harus membaca dan menginterpretasikan tanda tanda yang diberikan Allah, seperti halnya  makna simbolik dalam ungkapan “binatang  yang bisa berbicara”.

 

1.Mereka adalah Manusia Yang Berperilaku Binatang

Jika kita memaknai Hadist itu dengan membayangkan bahwa binatang itu sebagai  seekor Naga atau Dinosaurus yang menakutkan dan bisa berbicara , maka kami yakin anda akan gagal faham total.

Jika ada  binatang bisa berbicara dengan manusia maka artinya binatang itu “bisa berfikir” yang tentunya akan mempunyai pilihan hidup (lurus/sesat) , konsekuensinya binatang itu juga akan dimintai pertanggungjawaban di Yaumul akhir (hari kebangkitan).

 

“Tentu saja tidak akan mungkin ada binatang yang bisa berbicara didunia ini , karena Allah sudah berjanji tidak akan merubah sunatullah , silahkan baca surat Al Ahzab 33:62, Surat Fathir 35:43 dan juga Surat Al Fath 48:23”

 

Kita kutip salah satu dari tiga ayat itu  :

سُنَّةَ ٱللَّهِ فِى ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلُ ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ ٱللَّهِ تَبْدِيلًا

“Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(kamu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah”. (QS. Al Ahzab 33:62)

Dari  konsep pada ketiga ayat  diatas, maka  bisa disimpulkan bahwa  hadist  ini mengandung makna kiasan yang harus kita interpretasikan untuk bisa memahaminya. Dan interpretasi yang paling logis, binatang yang bisa berbicara adalah menunjuk kepada “manusia yang berperilaku seperti binatang”.

 

 

2. Mereka Adalah Manusia Yang Buas Dalam Bidang Ekonomi

Disisi lain, kita juga melihat adanya Hadist riwayat Ahmad yang menyebut bahwa Binatang tersebut mempunyai pengikut yang makin banyak dan bahkan mengatur/menguasai kegiatan ekonomi.

 

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ اَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَخْرُجُ الدَّابَّةُ فَتَسِمُ النَّاسَ عَلَى خَرَاطِيمِهِمْ ثُمَّ يَغْمُرُونَ فِيكُمْ حَتَّى يَشْتَرِيَ الرَّجُلُ الْبَعِيرَ فَيَقُولُ مِمَّنْ اشْتَرَيْتَهُ فَيَقُولُ اشْتَرَيْتُهُ مِنْ أَحَدِ الْمُخَطَّمِينَ  =رواه احمد

Dari Abu Umamah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Binatang bumi itu keluar maka ia memberi cap kepada manusia di wajah mereka. Kemudian jumlah mereka meningkat sehingga seseorang membeli onta dia ditanya, ‘Dari siapa kamu membeli onta itu?’ Dia menjawab, ‘Dari salah seorang yang dicap wajahnya. (HR. Ahmad )

 

Dari referensi kedua ini, kita bisa menyimpulkan bahwa munculnya “manusia bersifat Binatang” ini adalah ketika dunia masih dalam kondisi normal. Dan bukan terjadi pada hari hari menjelang kiamat. Terlihat dari ungkapan bahwa kegiatan Ekonomi (jual/beli) masih berlangsung normal. Kesimpulan ini juga didasarkan adanya Hadist yang menyebut setiap  Muslim dan Mukmin akan diwafatkan dengan angin lembut sebelum  kiamat, artinya tidak ada orang muslim dan mukmin yang menyaksikan kiamat. 

Kesimpulan lain dari hadist ini adalah, bahwa manusia  yang bersifat binatang ini bisa berwujud “manusia / negara  yang sangat  buas dalam bidang ekonomi” , sehingga digambarkan sebagai “binatang”. Mereka  hanya mau  bertransaksi dagang dengan para pengikutnya yang jumlahnya selalu bertambah banyak, dan “manusia binatang” ini  mengidentifikasi (memberi cap) kepada setiap pengikutnya itu. 

Untuk memberi gambaran Manusia yang buas seperti binatang dalam bidang ekonomi ini, silahkan  baca artkel kita  yang membahas Sistem ekonomi  global yang sudah berlaku lebih 7o tahun terakhir.

 

 

3.Smartphone & Perilaku Sex Liar

Sementara itu ada hadist lain yang mengkaitkan kemunculan “Binatang yang Bisa berbicara” itu dengan fenomena merebaknya perzinaan atau sex Liar : 

 

صَدَقَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُكَلِّمَ السِّبَاعُ الْإِنْسَ، وَيُكَلِّمَ الرَّجُلَ عَذَبَةُ سَوْطِهِ، وَشِرَاكُ نَعْلِهِ، وَيُخْبِرَهُ فَخِذُهُ بِمَا أَحْدَثَ أَهْلُهُ بَعْدَهُ

“Benar  apa yang dikatakan oleh si Yahudi ini. Demi Allah, Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kiamat tidak akan terjadi sampai muncul binatang buas yang  bisa berbicara dengan manusia,  dan ujung cambuk seseorang bisa bercerita kepada pemiliknya, demikian pula tali sandal seseorang, juga pahanya (bisa menceritakan) apa yang dilakukan istrinya setelah kepergiannya.” (HR.Ahmad)

 

إِنَّهَا أَمَارَةٌ مِنْ أَمَارَاتٍ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ، قَدْ أَوْشَكَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ فَلَا يَرْجِعَ حَتَّى تُحَدِّثَهُ نَعْلَاهُ وَسَوْطُهُ مَا أَحْدَثَ أَهْلُهُ بَعْدَهُ

Sesungguhnya di antara tanda terjadinya kiamat adalah sebentar lagi seorang itu akan keluar dari rumah dan tidaklah dia kembali ke rumahnya sampai kedua sandal dan cambuknya menceritakan apa yang dilakukan oleh istri setelah kepergiannya.’” (HR Ahmad 8049)

 

Dalam Hadist itu dikiaskan dimana Asesoris/Gadget yang dibawa seseorang yang disimbolkan dengan “cambuk” dan “tali sendal’” bisa menceritakan atau merekam “apa yang telah dilakukan seorang “istri”  ketika dia “keluar dari rumahnya”. Kata “pahanya” menegaskan bahwa perempuan itu keluar rumah untuk urusan syahwat.

Maknanya adalah , bahwa rekaman pembicaraan, Chat, Foto, Video dari  Smartphone seorang istri  bisa menceritakan apa yang telah dia lakukan ketika dia keluar dari rumah.

Jelas hadist ini mengisyaratkan akan munculnya manusia yang berperilaku seperti binatang , seperti sex bebas dan LGBT.  Isyarat akan adanya  asesoris yang bisa bercerita (smartphone) adalah benar benar menggambarkan bahwa kita sedang hidup dizaman yang disebutkan Hadist itu.

 

 

KESIMPULAN

Dari pemaparan diatas, kita telah tahu, bahwa yang dimaksud oleh Surat An Naml-82 dan Hadist hadist tentang Binatang yang bisa berbicara  itu adalah jelas bukan Binatang yang bisa berbicara dalam mankna harfiah, tapi adalah munculnya “Manusia Yang berperilaku mirip  Binatang” yang muncul diakhir zaman seperti sekarang ini.

Seperti apakah perilaku Manusia yang seperti Binatang buas ini,  secara umum hadist menyebut  mereka adalah yang “buas dalam bidang ekonomi” dan mereka yang “berperilaku sex seperti binatang”.

Kita sebut saja beberapa contoh besar yang merebak dalam  skala global , seperti :

Perilaku Sex Bebas, Perilaku LGBT, Pemberi pinjaman berbunga,  Negara negara yang berfaham Kolonialis dan Imperialis, dan orang orang dibalik sistem ekonomi kapitalis global (Penjajahan modern), yang sebenarnya bertindak atas nama kekuatan  zionisme yang disebut Hadist Ya’juj Ma’juj yang sudah bercokol di Israel itu.

Dalam bidang ekonomi , Negara negara pengikut “manusia binatang”  itu menggunakan  Sanksi ekonomi, embargo ekonomi  dan perdagangan , penjatuhan nilai mata uang sebagai senjata untuk melumpuhkan lawan yang tidak mau tunduk. Sebuah metode penindasan barbar yang dalam waktu singkat secara efektif akan menyengsarakan terutama kepada rakyat miskin yang tidak berdosa. 

Potret dalam  skala globalnya,  mereka menyebarkan faham Free sex dan LGBT, mereka juga yang secara ekonomi mengeruk kekayaan dari seluruh dunia lewat penjajahan klasik dan modern dalam ekonomi dan keuangan.

Dalam skala pribadi/umat , “orang yang berperilaku binatang” ini dapat identifikasi  dari perilaku ekonomi ribawinya, atau pemimpin yang menjadi budak kapitalis AS, dan perilaku sex bebas/ menyimpang yang mereka lakukan.

   

 

WaAllahualam, Mudah mudahan bermanfaat.

 

 

 

REFERENSI

 

وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang  dari bumi yang akan berbicara  kepada mereka, karena  manusia  tidak yakin atas  tanda tanda  Kami.” (An-Naml: 82)

“And when the time for the fulfilment of Our Word against them will come, We shall bring forth for them a beast from the earth who will speak to them because people did not believe in Our Signs.” (An-Naml: 82)

 

سُنَّةَ ٱللَّهِ فِى ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلُ ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ ٱللَّهِ تَبْدِيلًا

“Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(kamu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah”. (QS. Al Ahzab 33:62)

اسْتِكْبَارًا فِي الْأَرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِ وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ الْأَوَّلِينَ فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْدِيلًا وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْوِيلًا

Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu. (QS. Al Fathir 35:43)

 

سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلُ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا

Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu. (QS. Al-Fath 48:23)

 

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ وَهَنَّادٌ الْمَعْنَى قَالَ مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ حَدَّثَنَا فُرَاتٌ الْقَزَّازُ عَنْ عَامِرِ بْنِ وَاثِلَةَ وَقَالَ هَنَّادٌ عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ كُنَّا قُعُودًا نَتَحَدَّثُ فِي ظِلِّ غُرْفَةٍ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْنَا السَّاعَةَ فَارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنْ تَكُونَ أَوْ لَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ حَتَّى يَكُونَ قَبْلَهَا عَشْرُ آيَاتٍ طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَخُرُوجُ الدَّابَّةِ وَخُرُوجُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَالدَّجَّالُ وَعِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَالدُّخَانُ وَثَلَاثَةُ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ تَخْرُجُ نَارٌ مِنْ الْيَمَنِ مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ تَسُوقُ النَّاسَ إِلَى الْمَحْشَرِ

Tidak akan terjadi, atau tak akan datang hari kiamat hingga muncul sepuluh tanda; terbitnya matahari dari barat, munculnya binatang melata, keluarnya Ya’juj & Ma’juj, Dajjal, Isa putera Maryam, asap & tiga gempa bumi, longsor di barat, timur & di Jazirah Arab. Dan tanda terakhir adalah  keluarnya api dari Yaman, dari dasar tanah Adn (Yaman) yg akan menggiring manusia menuju mahsyar. (HR. Abu dawud No.3757).

حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ – وَاللَّفْظُ لِزُهَيْرٍ – قَالَ إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا وَقَالَ الآخَرَانِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ فُرَاتٍ، الْقَزَّازِ عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ، عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ، قَالَ اطَّلَعَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ ‏”‏ مَا تَذَاكَرُونَ ‏”‏ ‏.‏ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ ‏.‏ قَالَ ‏”‏ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ ‏”‏ ‏.‏ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صلى الله عليه وسلم وَيَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلاَثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ ‏.‏

 Utusan Allah (Muhammad saw) datang kepada kami dengan tiba-tiba saat kami (sedang berdiskusi). Beliau  berkata: Apa yang sedang kamu diskusikan? Mereka (para sahabat) berkata. Kami sedang mendiskusikan tentang hari akhir. Kemudian Beliau  berkata: Itu (Kiamat) tidak akan datang sampai Anda melihat sepuluh tanda sebelumnya dan beliau  menyebutkan asap, Dajjal, binatang buas, terbitnya matahari dari barat, Isa putra Maryam , Ya’juj Ma’juj , dan tanah amblas  di tiga tempat, satu di timur, satu di barat dan satu diArab , dan  api  membakar yang akan  keluar dari Yaman yang akan menggiring orang-orang ke tempat berkumpulnya. (HR Muslim 2901)

 

 فَيَبْعَثُ اللَّهُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ ثُمَّ يَمْكُثُ النَّاسُ سَبْعَ سِنِينَ لَيْسَ بَيْنَ اثْنَيْنِ عَدَاوَةٌ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّأْمِ فَلاَ يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ أَحَدٌ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيمَانٍ إِلاَّ قَبَضَتْهُ

“Lalu Allah mengutus Isa bin Maryam seperti Urwah bin Mas’ud, ia mencari Dajjal dan membunuhnya. Setelah itu selama tujuh tahun, manusia tinggal dan tidak ada permusuhan di antara dua orang pun. Kemudian Allah mengirim angin sejuk dari arah Syam lalu tidak tersisa seorang yang dihatinya ada kebaikan atau keimanan seberat biji sawi pun yang tersisa kecuali mencabut nyawanya” (HR. Muslim no. 2940)

 

صَدَقَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُكَلِّمَ السِّبَاعُ الْإِنْسَ، وَيُكَلِّمَ الرَّجُلَ عَذَبَةُ سَوْطِهِ، وَشِرَاكُ نَعْلِهِ، وَيُخْبِرَهُ فَخِذُهُ بِمَا أَحْدَثَ أَهْلُهُ بَعْدَهُ

“Benar  apa yang dikatakan oleh si Yahudi ini. Demi Allah, Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, kiamat tidak akan terjadi sampai binatang buas bisa berbicara dengan manusia dan ujung cambuk seseorang bisa bercerita kepada pemiliknya, demikian pula tali sandal seseorang, juga pahanya (bisa menceritakan) apa yang dilakukan istrinya setelah kepergiannya.” (HR.Ahmad)

 

 

إِنَّهَا أَمَارَةٌ مِنْ أَمَارَاتٍ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ، قَدْ أَوْشَكَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ فَلَا يَرْجِعَ حَتَّى تُحَدِّثَهُ نَعْلَاهُ وَسَوْطُهُ مَا أَحْدَثَ أَهْلُهُ بَعْدَهُ

Sesungguhnya di antara tanda terjadinya kiamat adalah sebentar lagi seorang itu akan keluar dari rumah dan tidaklah dia kembali ke rumahnya sampai kedua sandal dan cambuknya menceritakan apa yang dilakukan oleh istri setelah kepergiannya.’” (HR Ahmad 8049)

 

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ اَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَخْرُجُ الدَّابَّةُ فَتَسِمُ النَّاسَ عَلَى خَرَاطِيمِهِمْ ثُمَّ يَغْمُرُونَ فِيكُمْ حَتَّى يَشْتَرِيَ الرَّجُلُ الْبَعِيرَ فَيَقُولُ مِمَّنْ اشْتَرَيْتَهُ فَيَقُولُ اشْتَرَيْتُهُ مِنْ أَحَدِ الْمُخَطَّمِينَ  =رواه احمد

Dari Abu Umamah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Binatang bumi itu keluar maka ia memberi cap kepada manusia di wajah mereka. Kemudian jumlah mereka meningkat sehingga seseorang membeli onta dia ditanya, ‘Dari siapa kamu membeli onta itu?’ Dia menjawab, ‘Dari salah seorang yang dicap wajahnya. (HR. Ahmad )

 

حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ أَبِي حَيَّانَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ قَالَ جَاءَ نَفَرٌ إِلَى مَرْوَانَ بِالْمَدِينَةِ فَسَمِعُوهُ يُحَدِّثُ فِي الْآيَاتِ أَنَّ أَوَّلَهَا الدَّجَّالُ قَالَ فَانْصَرَفْتُ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو فَحَدَّثْتُهُ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ لَمْ يَقُلْ شَيْئًا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ الْآيَاتِ خُرُوجًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا أَوْ الدَّابَّةُ عَلَى النَّاسِ ضُحًى فَأَيَّتُهُمَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا فَالْأُخْرَى عَلَى أَثَرِهَا قَالَ عَبْدُ اللَّهِ وَكَانَ يَقْرَأُ الْكُتُبَ وَأَظُنُّ أَوَّلَهُمَا خُرُوجًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا

Telah menceritakan kepada kami Muammal bin Hisyam berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il dari Abu Hayyan At taimi dari Abu Zur’ah ia berkata, “Beberapa orang datang menemui Marwan di Madinah, mereka mendengar Marwan menceritakan tentang tanda-tanda datangnya hari kiamat. Bahwa pertama kali yang akan muncul adalah Dajjal.” Abu Zur’ah berkata, “Aku lantas menemui Abdullah bin Amru dan aku ceritakan hal itu kepadanya. Abdullah lalu berkata, “Perkataan Marwan tidak dianggap, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

Tanda hari kiamat pertama yg akan muncul adalah  terbitnya matahari dari arah barat, atau keluarnya binatang melata kepada manusia di waktu dhuha. Mana pun dari keduanya muncul pertama kali, maka yg lain akan segera menyusul. Abdullah berkata -sambil membaca buku-, Aku kira yg pertama kali akan muncul adalah  terbitnya matahari dari arah terbenamnya. (HR. Abu  dawud No.3756).

 

This entry was posted in Extend, recent post, Islamic View and tagged , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to BINATANG YANG BISA BERBICARA

  1. toni says:

    klo matahari dari barat,apakah pintu tobat sudah tertutup???,…mungkin pintu tobat untuk yahudi,….wallohualam gmn pendapat admin

    • The admin says:

      Ya ada hadist yg menyatakan bgt, tapi detailnya In sya Allah kita akan kaji tersendiri dalam artikel “Terbitnya matahari dari barat”.
      Tapi kita jawab begini, tertutupnya pintu tobat itu bkn untuk orang Yahudi saja, tp untuk orang orang kafir dari ras apapun yaitu yang tetap tidak mau menjadi muslim dan tidak mau menjadi mukmin (pengikut Isa as). Ayatnya begini :
      “Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya” (QS. Al-An’am : 158).

      Sebelum kiamat itu akan ada 2 Khilafah terakhir yaitu Khilafah Imam Mahdi (diMadinah) dan Khilafah Nabi Isa as ( diYerusalem) sebagai pembawa peringatan terakhir. Silahkan baca artikel itu.

    • Indra says:

      Matahari dari arah barat dan tertutupnya pintu taubat itu di tujukan kepada bangsa Yahudi . Peradaban barat modern sebagai tanda matahari terbit dari arah barat ditujukan kepada Yahudi sebagai batas akhir perbuatan zalim mereka, tidak ada lagi kesempatan dan taubat bagi mereka.

      • The admin says:

        Matahari terbit dari barat akan kita kaji dalam artikel tersendiri, mudah2an Allah memberi kemudahan. Pertanyaan ini sdh dijawab pd pertanyaan sdr,Toni diatas. Tapi kalo ini sanggahan, tolong diberikan dalil yg mendasarinya.

        • Indra says:

          Yang saya sampaikan perkataan Sheikh Imran Hosein dalam ceramah beliau dahulu, beliau telah jelaskan 10 hal tersebut. Termasuk gempa yg terjadi di timur, barat dan timur tengah. Dabbah atau hewan yg bisa berbicara pun beliau jelaskan sama persis seperti anda sampaikan di artikel di atas.

          • The admin says:

            Jika yg dimaksud ceramah ini, sepertinya SIH tidak pernah bilang “Matahari dari arah barat dan tertutupnya pintu taubat itu hanya di tujukan kepada bangsa Yahudi”?
            Perlu dicatat. meski kita memakai metode yg sama dng SIH, tp topik dan hasil kajian kita blm tentu sama persis. Kita jg mengkaji topik2 yg blm pernah dikaji SIH.

  2. Abu Abdillah says:

    Mas admin minta di jelaskan …

    telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Ali ibnu Zaid, dari Uwais ibnu Khalid, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Kelak akan muncul hewan melata bumi yang membawa tongkat Musa dan cincin Sulaiman a.s. Lalu ia mencocok hidung orang kafir dengan tongkat, dan mencerahkan wajah orang mukmin dengan cincinnya sehingga manusia berkumpul di suatu perjamuan, sedangkan orang mukmin dan orang kafir dapat dibedakan.

    • The admin says:

      Pertama, biasanya ayat/ hadist menggunakan istilah muslim untuk pengikut Muhammad SAW, dan mukmin bagi pengikut nabi selain Nabi Muhammad SAW (spt : Musa as,Sulaiman as, Dawud as dan Isa as).

      Kedua, Musa as dan Sulaiman as adalah Nabi yang khusus buat bani Israel.

      Maka intepretasi kita sementara ini atas hadist ini adalah : karena disebut “Binatang” ini membawa ‘Tongkat dan Cincin” Nabi2 umat Yahudi, maka mereka adalah “Manusia buas” yang mengklaim sebagai penerus tongkat/kpemimpinan kedua Nabi itu, yaitu Ya’juj ma’juj yg sedang berkuasa diIsrael yang menunggangi umat Yahudi dengan zionismenya itu. Pengikut mereka digambarkan sbg orang yg dicocok hidungnya (seperti sapi/kerbau yg dilubangi hidungnya dan diberi tongkat penuntun).

      Faktanya, Saat ini sudah sangat gampang koq dibedakan, mana bani Israel yg menjadi pengikut zionisme dan mana yang menentang zionisme dan tetap taat pada agamanya. Jadi hadist ini memberi penjelasan kepada kita bahwa diakhir zaman ini bani Israel akan gampang dibedakan dalam 2 golongan . Digambarkan meski mereka duduk dalam satu meja makan, tapi dengan gampang dpt dibedakan mana yg kafir dan mana yg mukmin.

  3. Kosong08 says:

    Mereka hanya mau bertransaksi dagang dengan para pengikutnya yang jumlahnya selalu bertambah banyak, dan “manusia binatang” ini mengidentifikasi (memberi cap) kepada setiap pengikutnya itu.

    Berarti, dipernyataan diatas, setiap negara yang bertransaksi dalam segala bidang, dengan Uang kertas (U$) bisa dikatakan : dicap sebagai pengikut yajuj majuj ( “Manusia buas”)
    Begitu, kah maksudnya min?

    • The admin says:

      Hampir betul tp bkn uang kertas yg tepat adalah US$.Tapi US$ itu hanya salah satu instrumen selain jg imf, WB sbg pengendali dengan hutang ribawi dan Super power AS sbg kekuatan pemaksa.
      Begini, sejak akhir perang dunia 2 itu Ya’juj ma’juj merubah metode penjajahan fisik menjadi penjajahan Ekonomi dan moneter. Pada era itulah mulai ditandai/dicap negara mana yg tunduk dan tidak pada aturan ekonomi dan moneter bentukan “binatang buas” itu.
      Negara yg tdk tunduk minimal bakal dapat sanksi ekonomi/dagang (skrg kena ke Iran, Korut, Rusia dsb), atau dijatuhkan kursnya dan yg paling tinggi penggantian paksa pemimpinnya seperti upaya yg sedang terjadi diSuriah dan diVenezuela skrg, tapi sebelumnya sudah puluhan negara yg mengalami penggantian paksa ini.

  4. Raisha Dwi Atmojo says:

    Sangat tercerahkan, ditunggu kajian selanjutnya ya Pak Admin.
    Syukron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 2 =