Paska tewasnya beberapa Jendral dan beberapa pakar nuklir Iran oleh serangan Israel enam hari lalu, ancaman Netanyahu untuk membunuh Ali Khamenei, serta gertakan Trump yang akan bergabung dengan Israel untuk bersama menyerang Iran, para petinggi Israel & AS sepertinya mengira bahwa Iran telah dalam kondisi lemah. Bahkan meski presiden Trump menyatakan “kesabarannya telah habis” & menyerukan agar Iran “menyerah tanpa syarat”.
Namun pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei menjawabnya dengan merilis pidato televisi pada Rabu 19 Juni malam ini, yang meneguhkan dan konsistensi atas prinsip, serta keyakinan spiritualnya, yang tidak bisa digertak atau diancam begitu saja.
Berikut transkrip lengkap pidato pemimpin besar Iran:
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih maha Penyayang. Saya sampaikan salam saya kepada bangsa Iran yang besar. Kata-kata pertama saya adalah pujian atas perilaku bangsa kita yang tercinta dalam situasi yang baru-baru ini ditimbulkan oleh musuh-musuh terhadap negara ini.
Bangsa Iran telah menunjukkan bahwa mereka bermartabat, berani, dan mampu menilai situasi dengan benar. Gerakan besar yang ditunjukkan rakyat kepada dunia pada Hari Raya Ghadir adalah gerakan yang hebat.
Pertemuan rakyat, unjuk rasa dukungan yang diikuti rakyat selama hari-hari ini, kehadiran mereka dalam Shalat Jumat, dan unjuk rasa mereka setelah Shalat Jum’at, semua ini menunjukkan pertumbuhan dan kekuatan rasionalitas dan spiritualitas mereka, bersama dengan keberanian dan kemampuan bangsa kita yang terkasih untuk menilai situasi dengan benar.
Saya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kepada bangsa yang beriman ini kemampuan dan kemungkinan spiritual dan material yang demikian besar, segala puji bagi Allah.
Saya merasa perlu untuk merujuk kepada sikap yang indah dan penuh makna dari pembawa acara televisi wanita dalam menanggapi serangan musuh, teriakannya “Allahu Akbar“ menunjukkan tanda kekuatan bangsa Iran kepada seluruh dunia. Itu adalah peristiwa bersejarah. Itu sangat berharga.
Konflik Militer ini dimulai oleh Israel
Hal kedua adalah bahwa tindakan serangan bodoh dan jahat rezim Zionis terhadap negara kita, terjadi pada saat pejabat pemerintah kita terlibat dalam negosiasi secara tidak langsung dan melalui perantara dengan pihak AS.
Tidak ada indikasi dari pihak Iran yang mengisyaratkan adanya gerakan militer atau gerakan tiba-tiba dan kasar.
Tentu saja, sejak awal sudah diduga bahwa AS terlibat dalam gerakan jahat yang dilakukan oleh rezim Zionis. Namun mengingat pernyataan mereka baru-baru ini, kecurigaan ini semakin kuat dari hari ke hari.
Bangsa Iran akan berdiri teguh menentang perang yang dipaksakan, sebagaimana yang selalu mereka lakukan.
Bangsa Iran juga dengan tegas menentang perdamaian yang dipaksakan. Bangsa Iran tidak akan menyerah kepada siapa pun dalam menghadapi paksaan.
Saya berharap para intelektual, pembicara, dan penulis, khususnya mereka yang memiliki pengaruh terhadap opini publik global untuk mengungkapkan, menjelaskan, dan mengklarifikasi konsep-konsep ini kepada audiens mereka.
Mereka tidak boleh membiarkan musuh memutarbalikkan kebenaran dengan propaganda mereka yang menipu.
Musuh Zionis telah melakukan kesalahan besar, dan melakukan kejahatan serius. Mereka harus dihukum dan sudah dihukum. Mereka sedang dihukum sekarang.
Hukuman yang telah diberikan oleh bangsa Iran dan Angkatan Bersenjata kita, yang sedang dilaksanakan saat ini, dan telah direncanakan untuk masa depan bagi musuh jahat ini, adalah hukuman yang berat dan telah melemahkan mereka.
Fakta bahwa sekutu mereka Amerika telah ikut memasuki gelanggang, dan mengatakan hal-hal seperti itu merupakan tanda kelemahan dan ketidak-mampuan rezim (Zionis)itu.
Bangsa Iran pantang Menyerah
Masalah terakhir adalah bahwa Presiden AS baru-baru ini menggunakan ancaman. Dia telah mengancam kita. Dia tidak hanya melontarkan ancaman, tetapi juga menggunakan retorika yang tidak masuk akal, dan tidak dapat diterima secara terbuka, yang menuntut agar rakyat Iran menyerah kepadanya.
Ketika seseorang mendengar hal-hal seperti itu, ini sungguh mengejutkan. Pertama-tama, mereka harusnya melontarkan ancaman itu terhadap mereka yang takut diancam.
Bangsa Iran tidak takut dengan ancaman seperti itu. Mengutip Surah Ali Imran:139:
“Janganlah kamu menjadi lemah dan janganlah kamu bersedih hati; kamu akan menang, jika kamu orang-orang yang beriman” (Ali Imran 3:139).
Bangsa Iran meyakini hal ini, dan ancaman tidak memengaruhi perilaku atau pola pikir rakyat Iran.
Kedua, tidaklah bijaksana untuk memberi tahu bangsa Iran agar menyerah. Orang bijak yang mengenal Iran, rakyat Iran, dan sejarah Iran tidak akan pernah mengucapkan kata-kata seperti itu. Kepada siapa bangsa Iran harus menyerah?
Bangsa Iran bukanlah bangsa yang mudah menyerah. Kami tidak menyerang siapapun, dan kami jelas tidak akan mentoleransi siapapun yang menyerang kami, dan kami tidak akan pernah menyerah dalam menanggapi serangan dari siapapun.
AS akan alami kerugian besar jika masuk pusaran konflik
Itulah logika bangsa Iran. Itulah semangat bangsa Iran. Tentu saja, orang Amerika yang paham dengan kebijakan kawasan ini akan tahu, bahwa masuknya AS ke dalam konflik ini, 100% akan merugikan dirinya sendiri.
Kerugian yang akan dideritanya akan jauh lebih besar daripada kerugian yang mungkin dialami Iran. Kerugian yang akan diderita AS pasti tidak akan dapat diperbaiki jika mereka memasuki konflik ini secara militer.
Pesan Kepada Rakyat Iran
Saya ingin berpesan kepada bangsa kita tercinta untuk selalu mengingat ayat yang mulia itu (Ai Imran 3:139). Hidup harus berjalan seperti biasa, dan selalu mengagungkan Allah.
Jangan biarkan musuh merasa bahwa anda takut kepada mereka, atau bahwa anda merasa lemah di hadapan mereka. Jika musuh merasa bahwa anda takut kepada mereka, mereka tidak akan melepaskan anda.
Teruslah dengan kuat berperilaku yang sama seperti yang telah anda tunjukkan selama ini. Mereka yang dipercaya untuk memberikan pelayanan kepada orang lain, mereka yang berhubungan langsung dengan rakyat, dan mereka yang bertugas untuk menyebarkan dan menjelaskan harus menjalankan dan melanjutkan tugas mereka dengan kuat dan bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah, Yang Mahakuasa, Yang Maha Bijaksana” (QS. Ali Imran: 126).
Dan Allah Yang Maha kuasa pasti akan memberikan kemenangan kepada bangsa Iran, kepada kebenaran, dan kepada pihak yang benar, Insya Allah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


















min apa ada kemungkinan perang dunia ke 3 akan lebih cepat dari jadwal yg diperkirakan jika meilhat situasi skrg yg apalagi kemungkinan besar amerika akan join war membantu israel?
Bolehkah saya tahu kapan “jadwal yg diperkirakan” itu ?
Tidak ada yang tahu pasti kapan ww3 meletus, orang hanya bisa memprediksi. Hanya Allah yang tahu pasti, jadi harusnya tidak ada istilah dipercepat atau diperlambat.
min, saya ada baca komen dari umat lain, perkiraan hitung mundur dari sekarang sekitar 7th saat DJ muncul. Kesusahan dimulai dari sekarang.
Dan DJ muncul sebagaimana hadist 3 tahun setelah malhamah.
Memang hanya Allah yang tahu, kapan Yajuj Majuj punya rencana memulai peluncuran Nuclear.
Justru Hadits yang mengatakan Dajjal akan muncul 7 tahun setelah malhamah.
Sy lupa dgn hadist ini.
Tinggal kita asumsikan mulainya almalhamah itu kapan, apa sejak peluncuran nuklir atau mulai dari Israel serang Iran.
Pendapat saya, Israel vs Iran merupakan perang fase II yajuj majuj yang hendak menyerang penduduk langit. aka mereka yg punya nuke.
Gimana min?
Tujuh tahun benar mas Diki, tapi itu hitungan dalam dimensi alam materi atau alam manusia terhitung dari awal merebaknya covid corona 19 yg dimana hal itu direncanakan dalam rangka meruntuhkan dolar Amerika, dan kalau di alam transenden (alam satu hari seperti satu Minggu di mana alam itu adalah alam fase ketiga bayangan Dajjal) Rosulullah mengatakan kemarau panjang sebelum munculnya Dajjal 3 tahun ( saya teringat ketika ada seorag sahabat nabi bertanya apakah waktu itu cukup untuk sholat ya Rosulullah ,jawaban Rosululla adalah kamu bisa mengira – ngira , sedangkan di waktu – waktu sulit itu atau kemarau panjang makan orang mukmin adl dzikir tasbih, tahmid, takbir ) , kalimat kamu bisa mengira -ngira kata nabi saya kira merujuk pada situasi kondisi dunia .(kita di suruh memprediksi sendiri ketika huru- hara sudah terjadi di depan mata kita dan menyelimuti dunia ,kamu sendiri nantinya bisa memprediksi kapan waktu terjadinya perang besar (perang nuklir)dan bersiap untuk mengantisipasinya (siaga tinggi , berjaga – jaga untuk selalu waspada ) fase ketiga Dajjal hampir selesai ( pax judaika sudah dimulai dari awal runtuhnya gedung kembar WTC 9/11 / sebelas September, dan fase terakhir adalah fase penyempurnaan pax judaika yg akan di mulai saat perang nuklir ,saat perang nuklir pecah yg berimbas dukhon Dajjal memasuki alam materi kita (alam manusia)dan ini menjadi fase terakhir dan tersingkat hanya 37 hari , Setelah mengalami 7 masa kemarau panjang nanti kita juga akan mengalami 7 masa kemakmuran Mungkin karena imam Mahdi memimpin dunia hanya 7 tahun,setelah itu beliau meninggal dan di kubur dekat makam Rosulullah, coba perhatikan surat Yusuf yg menceritakan mimpi sang raja , yg bermimpi 7 kemarau panjang dan 7 masa kemakmuran,mungkin sejarah memang sedang berulang , cermati saja ayat – ayat Al Qur’an khususnya surat Yusuf ayat, 43 – 49 polanya sama tapi dalam konteks situasi yg berbeda (ini hanya sejarah pengulangan saja) saya rasa intuitif saya mengatakan seperti itu,
Min,.. dari berbagai berita terkait pembunuhan tokoh-tokoh kunci di jajaran militer Iran dan ilmuwan nuklirya ,…konon dilakukan oleh agen-sgrn Israel yang sudah berada di Wilayah Iran,… Apakah sudah ada upaya dari pemerintah Iran untuk melakukan pembersihan terhadap kelompok-kelompok dalam negeri yang dicurigai sudah bersekongkol dengan pihak Zionist?
Sdh kita infokan penangkapan orang-orang yang terkait spionase & serangan drone Israel dari dalam negeri Iran sejak bbrp hari lalu. Info sampai kemarin sdh ditangkap sktr 220 Orang. Sumber lain menyebut kebanyakan berkebangsaan India.
Bagaimana pendapat AAZ klo saya bilang perang Iran-Israel akan dimenangkan oleh Israel? Atau, kalaupun tidak ada yg kalah, perang itu hanya sebentar?
Dasar pemikirannya sederhana.
Pertama, ketentuan bahwa YM hanya dapat dikalahkan oleh Allah masih berlaku sampai munculnya Imam Mahdi.
Kedua, Israel akan menjadi penguasa dunia, setidaknya setelah usainya Malhamah. Berarti Israel bukannya kalah, malah menjadi penguasa atas semuanya termasuk atas Iran.
Ketiga, bangkitnya Khurasan baru terjadi kurang lebih enam tahun setelah Israel menjadi penguasa dunia. Artinya Iran tenggelam atau bahkan hancur pada saat Israel berjaya.
Mencermati setiap langkah Netanyahu yang tidak akan berhenti sebelum tujuannya tercapai, bisa kita perkirakan bahwa perang ini akan berlangsung lama mungkin bisa sampai 2 tahun atau lebih (sampai terjadi perang nuklir). Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gencatan senjata permanen, mungkin saja terjadi tapi hanya sementara.
Soal siapa yang menang pada akhirnya, jika disambungkan dengan petunjuk Nabi, dan melihat luas wilayah Israel yang hanya sktr 1% dari luas wilayah Iran (dianalogikan: jika untuk hancurkan Israel perlu 1 rudal nuklir, untuk hancurkan Iran perlu 99 rudal nuklir), maka logikanya harusnya Iran yang menang dan kemungkinan itu terjadi saat puncaknya nanti saat rudal nuklir digunakan.
Jika diumpamakan Israel pada akhirnya menang, dalam arti Iran & Yaman (sebagai lokasi munculnya pasukan inti Imam Mahdi) hancur, maka nubuwah nabi bergeraknya pasukan Imam Mahdi dari Khurasan dan Yaman ke Yerusalem jadi tidak mungkin terpenuhi.
Iran tidak akan menyerang dulu, tapi jika Israel bersiap menyerang, langsung dibalas kontan ( lunas) , biarkan saja mereka ( Israel) yg mengawali , Iran yg mengakhiri , dimensi portalnya sudah dekat ( Dajjal keluar dari alam ghaib dan mewujud ke alam materi, ) waktu dunia akan normal kembali seperti sehari serasa sehari , hati (jantung hati)kita akan merasakan waktu normal kembali karena sudah tidak ada yg sibuk berada di depan dabbatul Ard (ponsel pintar ). Masya Allah, takut, cemas, sedih , was-was pasti ada, tapi apa boleh buat, dah pasrah aja sama yang kuasa, tak bisa berbuat banyak, cuma jalur langit saja (doa) semoga selamat dan mampu melewati fase – fase terberat, dan semoga akan banyak manusia – manusia berhati malaikat yang ringan tangan , berjiwa welas asih , dan mau menolong dan membantu setiap kesulitan saudara -saudaranya yg di jumpai . AMIN