Perseteruan IRAN – ARAB SAUDI Dalam Visi Akhir Zaman

Left: Saudi King Salman bin Abd al-Aziz Al Saud; right: Supreme Leader of Iran Ali Khamene'i

Banyak orang mengira perseteruan Arab Saudi Vs Iran yang meningkat pada belasan tahun terakhir adalah sekedar  perseteruan klasik Shiah – Suni , padahal sebenarnya akar masalahnya adalah jauh lebih rumit dari itu, dan kita hanya hanya bisa memahaminya dari perspektif fenomena akhir zaman.

Kita akui gesekan klasik Shiah Suni  itu memang sudah terjadi sejak lama, tapi hal itu masih bisa diredam oleh kedua sekte Islam terbesar itu. Terbukti Iran sejak berdirinya kerajaan Arab Saudi sampai sekarang secara resmi masih diundang untuk mengirim jemaaah Hajinya , juga  Arab Saudi dan Iran sampai sekarang masih bersama sama berlomba dalam  MTQ internasional.

 

Akar Gesekan Arab Saudi – Iran dalam visi akhir zaman

Iran nampaknya tahu betul bahwa penghancuran negara2 arab teluk dan  afrika utara oleh Koalisi AS yang dimulai tahun 2003 adalah fenomena akhir zaman yang telah diisyaratkan Hadist Nabi. Konsekuensinya adalah bahwa mereka percaya betul bahwa kemunculan Imam Mahdi sudah sangat dekat waktunya, bahkan saking dekatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Khamenei mengibaratkan waktu penantian itu sudah hampir habis.

Iran juga tahu betul bahwa penguasa Arab Saudi sangat alergi terhadap hadist hadist yang menerangkan kemunculan Imam Mahdi dan yang paling membuat mereka gerah adalah hadist yang menyebut akan ditaklukkannya Kerajaan Saudi oleh Imam Mahdi. Sementara dari ungkapan para penguasa Saudi  tersirat bahwa mereka jelas menafikkan hadist tentang kemunculan Imam Mahdi. Gejala itu juga terlihat bahwa  dalam kumpulan Hadist yang disponsori kerajaan Saudi sangat minim ada Hadist tentang Imam Mahdi atau bahkan hanya ditemukan satu atau dua Hadist padahal ada ratusan Hadist tentang Imam Mahdi. Mereka juga alergi terhadap Hadist yang mengisyaratkan kemunculan panji panji hitam dari timur yang menyertai kemunculan Al Mahdi.

Iran nampaknya juga tahu bahwa keterlibatan Arab Saudi bersama sekutu dalam dalam penghancuran Iraq, Suriah dan Yaman adalah dalam rangka membendung upaya Iran dalam menyiapkan situasi politik dan militer yang kondusif dikawasan teluk guna menyambut kedatangan Imam Mahdi, karena Hadist menyebut pasukan pertama yang akan menyerbu pasukan Mahdi adalah dari kerajaan Saudi.  Arab Saudi kemudian mempropagandakannya bahwa Iran akan menyerang Makah dan madinah.

Untuk tujuan itu Arab Saudi merangkul beberapa Negara Arab teluk dan juga Mesir dan mengundang seluruh Negara mayoritas Suni untuk bergabung dalam  Koalisi pimpinannya, dan Iran nampaknya tidak mau  diam begitu saja, mereka merasa berkewajiban untuk  menciptakan situasi yang kondusif dinegara2 sekitar Arab Saudi seperti Iraq, Yaman dan Suriah, karena Hadist menyebut Al Mahdi akan muncul dari Madinah.

Dari peta politik yang sarat dengan nuansa akhir zaman ini, bisa dikatakan tidak mungkin ada solusi apapun yang bisa  mendamaikan keduanya. Disatu sisi Arab Saudi tidak ingin riwayat Kerajaan kaya rayanya dengan segala kemewahannya akan tamat begitu saja oleh kemunculan  Imam Mahdi, sementara dikubu lain Iran dengan keyakinan dan pemahaman akhir zamannya berjuang menyiapkan situasi politik dan militer sekitar teluk Arab yang kondusif bagi Al Mahdi.

Nah saya kira sudah jelas sekarang, akar masalah perseteruan Arab Saudi Vs Iran yang terjadi beberapa tahun belakangan ini  adalah sarat dengan masalah  yang menyangkut fenomena akhir zaman, bukan sekedar gesekan klasik Shiah- Suni.

 

 

Hubungan dengan Umat Yahudi menyambut “AlMasih”

Sudah menjadi taqdir Allah yang disiyaratkan dalam Hadist bahwa kemunculan Al Mahdi Hampir berbarengan dengan kemunculan Dajjal, tidak heran jika situasi saat ini  bersamaan waktunya dengan proyek umat Yahudi dalam menyiapkan kedatangan “AlMasih” mereka. Umat Yahudi percaya betul saat kemunculan “Al Masih” mereka sudah dekat. Bahkan mereka sudah mempersiapkan kedatangannya sejak lebih dari satu abad lalu dengan didirikannya gerakan Zionist pada sekitar tahun 1897 dengan berbagai agendanya yang telah kita kupas dalam artikel “agenda NWO tentang perang nuklir”.

Dan salah satu proyek penting dalam menyambut “Almasih” mereka itu adalah penghancuran Negara Muslim sekitar Israel yang meliputi teluk Arab dan Afrika utara, karena menurut mereka sudah tertulis dalam kitab Taurah mereka bahwa sebelum kedatangan “AlMasih” mereka itu maka wilayah Israel harus meluas dari Sungai Nil di Mesir sampai dengan Sungai Eufrat yang melewati Suriah dan Iraq. Jadi akan mencakup sebagian Mesir, sebagian Arab Saudi, sebagian Suriah dan sebagian Iraq.

Kesamaan kepentingan dua fihak dimana disatu fihak NATO mempunyai proyek penghancuran negara2 penentang Israel dan difihak lain Arab Saudi membendung proyek Iran dalam persiapan menyambut Al Mahdi ini akhirnya menyulut dibentuknya koalisi Arab-NATO.    

 

Koalisi Arab-NATO Vs Rusia-Iran

Seperti gayung bersambut , Kedekatan negara2 Muslim  seperti  Arab Saudi, Mesir, UEA, Qatar, Kuwait , Turki dengan AS yang nota bene adalah tangan kanan zionis Israel semakin memperumit situasi. Negara Negara teluk itu dengan senang hati mau dirangkul oleh AS untuk ikut dalam proyek Israel dalam  penghancuran negara2 muslim penentang Israel seperti  Iraq, Yaman, Suriah  dan juga Suriah yang didukung Iran .

Jadilah koalisi AS dan Koalisi bentukan Arab Saudi memliki musuh bersama yaitu Iran ,dan saat ini mereka sedang bersiap untuk mengganti presiden Suriah Basah al Assad dengan serangan militer langsung, karena cara pembentukan kelompok pemberontak dan teroris yang sukses  mereka lakukan di Libiya nampaknya gagal total karena adanya dukungan Rusia terhadap pemerintah Suriah. Dan proyek selanjutnya adalah menyerang Iran seperti yang sering diungkapkan oleh menteri pertahanan Arab Saudi Muhammad bin Salman Al Saud.

Dalam persiapan menyerang Suriah dan Iran  Arab Saudi pada bulan mei kemarin telah mengundang puluhan negara2 mayoritas Islam untuk bergabung dalam koalisi militer yang dibentuknya. Persiapan lainnya adalah pembentukan persekutuan militer antara Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi dengan Koalisi NATO pimpinan AS yang disebut sebagai “Koalisi ARAB-NATO”. Persiapan lain yang tidak kalah spektakuler adalah pembelian senjata besar2an oleh penguasa Arab Saudi ke Inggris dan AS yang mencapai ratusan milyar dolar yang menurut para pengamat nilainya lebih dari 4 kali anggaran militer Rusia.

Sementara itu Koalisi NATO tidak kalah sibuk dalam persiapan serangannya ke pemerintah Suriah. Paling tidak NATO sudah membangung 8 basis militer illegal didalam wilayah Suriah, AS JUGA telah mulai menempatkan rudal rudalnya diarea yang mereka bebaskan dari ISIS di Suriah.

persenjataan dan pesawat2 Jerman sudah dipindahkan ke Yordania, itulah kenapa  beberapa hari ini AS meminta diberlakukannya zona deeskalasi dan gencatan senjata disekitar perbatasan Yordania.

Sementara itu Rusia yang enam tahun ni membantu pemerintah Suriah dan memliki basis militer baik laut maupun udara diSuriah sejak tahun 70an, sangat tahu rencana Koalisi Arab – Nato ini. Menteri pertahanan Rusia tegas menyatakan akan bereaksi terhadap setiap upaya serangan kepemerintah Suriah.

Keberadaan pasukan Iran bersama pasukan Rusia di Suriah  yang selama ini membantu pemerintah Suriah membuat situasi mendatang makin dramatis karena Iran adalah sasaran berikutnya koalisi Arab-NATO setelah Suriah.

Nah saya kira bisa kita prediksi betapa sengitnya pertarungan antar koalisi Arab-NATO  melawan Koalisi Rusia-Suriah-Iran disisi lain. Dan dari fakta2 itu  dan  seperti yang diisyaratkan Hadist Nabi bahwa perang nuklir itu akan berawal dari sekitar sungai Eufrat nampaknya sudah mulai terlihat tanda tandanya.

Pada tahap awal kami kira beberapa hari , minggu atau bulan lagi Serangan Koalisi Arab-NATO ke Suriah  ini akan dilaksanakan mengingat Israel sebagai dalangnya lewat seorang menteri seniornya sudah berteriak bahwa “sudah tiba saatnya untuk menghabisi Assad”.

Wallhualam. Yk-18jul17

 

This entry was posted in Analisa Geopolitik. Bookmark the permalink.

4 Responses to Perseteruan IRAN – ARAB SAUDI Dalam Visi Akhir Zaman

  1. auhah says:

    yang perlu diketahui imam mahdi versi iran (syiah) dan versi ahlussunnah wal jamaah berbeda..

    • The admin says:

      Wah baru denger nih ada 2 versi Imam Mahdi,
      bisa kita dikasih referensi yang valid atas pendapat itu?

      Sangat absurd menganggap wahabi adalah aswaja, lenyapnya hadist2 Al Mahdi dalam kamus mereka sangat jauh dari anggapan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

70 + = 71