MEREBUT KEMBALI IDLIB, PERANG BESAR TERAKHIR DISURIAH

Turki, walaupun mereka  tahu bahwa bersekutu dengan musuh Islam AS hanya akan membuahkan keburukan dan pengkhianatan seperti halnya  upaya Kudeta dua tahun lalu yang dicurigai didukung AS dan  yang baru minggu kemarin dikenai sanksi dagang  terhadap produk baja dan aluminiumnya dan mata uangnya juga diserang  , tapi masih saja Turki berdiri di dua sisi. Dalam perang terbesar terakhir dari pemerintah Suriah untuk merebut kembali  Provinsi Idlib,  Turki masih mau bergabung dengan Koalisi negara negara musuh Islam yang terdiri dari AS dan negara negara Eropa barat.

Demikian juga dengan Arab Saudi dan koalisi Arabnya yang sekarang pastinya tidak ada lagi Qatar didalamnya . yang sudah tujuh tahun ini masih terus ikut bergabung dalam koalisi para musuh Islam itu dalam mendanai dan mempersenjatai Kelompok2  pemberontak  diSuriah.  Pada awal perang Suriah bahkan Arab Saudi memelihara lebih empat puluh kelompok bersenjata diSuriah. Salah satu kelompok terbesar binaan Saudi Ahrar Al Sham bahkan punya anggota 20.000 orang.

Kelompok kelompok bersenjata  dari provinsi lain yang tadinya telah menyerah dan oleh pemerintah Suriah dikumpulkan di Idlib , kini  sedang melakukan konsolidasi guna membentuk aliansi baru guna mempertahankan  Idlib dari serangan besar terakhir Pasukan Suriah dalam merebut kembali Idlib. Presiden Suriah telah bersumpah akan merebut kembali setiap jengkal tanah milik rakyat Suriah.

Perang suriah adalah perang yang sangat rumit, karena  selain diciptakan  puluhan kelompok pemberontak dan  ISIS , terlibat juga disana Pasukan Turki, Pasukan AS dan sekutu Eropanya dan sesekali serangan dari Israel yang sebenarnya siempunya agenda utama dalam pelemahan militer  Suriah.  Sementara itu kita juga melihat ada  Kurdi Suriah yang dalam posisi terjepit, disatu sisi mereka menerima bantuan pendanaan dan senjata dari AS , tapi disisi lain mereka juga berperang melawan  Turki dan ISIS. Dilema yang rumit nampaknya akan dihadapi oleh Kurdi Suriah.   

Duta besar Suriah diPBB menyebut ada 83 negara yang tergabung dalam kerjasama mendukung agenda Israel  dengan mendanai dan mempersenjatai kelompok  kelompok teroris di Suriah ini.  Ini mirip dengan yang disebutkan Hadist bahwa musuh Islam akan berdiri dalam 80 bendera.  Hadist jelas  melarang untuk bergabung dalam perang diSuriah utara yang kaya minyak ini,  Hadist melarang untuk ikut dalam perebutan emas (minyak) disekitar sungai Eufrat ini.

Suriah , bertahun tahun dikenai sanksi dagang  oleh AS, tujuh tahun dikeroyok oleh 83 negara secara proxi tidak menunjukkan negara itu melemah bahkan semakin kuat. Bandingkan dengan Turki yang baru sedikit digoncang mata saja sudah kebingungan harus berbuat apa. Terbuktilah Isyarat hadist bahwa Suriah adalah negeri yang diberkahi , malaikat mengembangkan sayapnya diatas langit Suriah.

Bergabung dalam perang Suriah tanpa dibekali pemahaman peta geopolotik dan khususnya juga pemahaman  agenda zionis hanya  akan menjerumuskan kedalam suatu tindakan konyol yang sebenarnya hanya membantu  agenda Israel. Apalagi kalau panduan agama tidak diindahkan.

 

 

The goals of the new unified command is to consolidate military control over Idlib, the western part of Aleppo and parts of Latakia [Ammar Abdullah/Reuters]

Pemberontak di Suriah utara akan membentuk Aliansi militer baru yang  bertujuan untuk mengkonsolidasikan penguasaan   atas provinsi Idlib, bagian barat provinsi Aleppo dan bagian dari provinsi Latakia, dikatakan  komandan Tentara Pembebasan Suriah (FSA).

Dua sumber dari FSA telah mengkonfirmasikan kepada Al Jazeera bahwa aliansi operasi militer baru  yang sedang dibahas akan didukung oleh “Friends of Syria”  yang merupakan  koalisi antara   AS, Turki, negara-negara Eropa Barat dan Negara Teluk Arab yang selama ini mendukung  operasi militer di Front Utara Suriah,  yang  dalam akronim Turkinya dikenal sebagai MOM.

Komandan FSA itu mengatakan bahwa pasukan pemberontak akan berperang melawan tentara rezim Suriah di Suriah utara. Dia membantah laporan media bahwa tujuan mereka adalah untuk menyerang Hay’et Tahrir al-Sham, aliansi Salafi yang didominasi oleh Jabhat Fatah al-Sham (JFS, sebelumnya dikenal sebagai Front al-Nusra) yang secara resmi melepaskan afiliasinya dari  al-Qaeda pada tahun 2016.

Komandan FSA itu menegaskan bahwa pendanaan dan dukungan logistik untuk faksi pemberontak di Suriah utara yang telah dibekukan oleh CIA pada bulan Februari telah dipulihkan sampai batas tertentu.

Sumber FSA lain mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Turki dan AS masih harus memutuskan seperti apa bentuk perintah pemberontak baru akan berasumsi dan menambahkan bahwa tekanan diberikan pada faksi pemberontak lain untuk bergabung.

Sumber FSA lain mengatakan bahwa pada bulan Januari CIA mengatakan kepada faksi-faksi FSA bahwa penndanaan dimaksudkan agar FSA  tidak bergabung dalam pembicaraan Astana yang disponsori Moskow di mana Turki berpartisipasi bersama dengan Rusia, Iran dan rezim Suriah, dimana Pejabat tingkat tinggi AS tidak ikut dalam  perundingan itu.

Di antara kelompok-kelompok yang bergabung dalam formasi baru itu adalah Failaq al-Sham serta Tikio Fastaqim yang berafiliasi dengan FSA, Jaish al-Mujahideen dan Jaish Idlib.  Sementara Fadlallah Haji dari Failaq al-Sham telah dipilih sebagai pemimpinnya.

Pada bulan Januari lalu, sejumlah kelompok ini termasuk Tajamo Fastaqim dan Jaish al-Mujahideen, bergabung dengan barisan gerakan Ahrar al-Sham Islamis yang berpengaruh guna mencari perlindungan dari serangan  JFS.

Sementara ِ Ahrar al-Sham belum mengklarifikasi posisinya pada komando terpadu yang baru terbentuk itu , menurut analis Suriah Ahmad Aba Zeid, faksi-faksi itu akan melanjutkan hubungan mereka dengan gerakan itu.

Analis Suriah Mohamed al-Abdullah mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Ahrar al-Sham mungkin menjadi faktor kunci dalam keberhasilan komando terpadu itu.

“Ahrar al-Sham akan menjadi faktor yang menentukan  keberjhasilan  atau kegagalan aliansi baru kelompok pemberontak ini. Jika Ahrar al-Sham menolak untuk bergabung, saya tidak berpikir  bahwa aliansi ini  akan berhasil. Sepanjang yang kita semua , Ahrar al-Sham adalah kelompok utama dalam  kekuatan militer di wilayah tersebut, “katanya.

Abdullah juga menjelaskan bahwa faksi-faksi pemberontak tidak memiliki banyak pilihan untuk bergabung dengan wadah operasi baru ini dan jika tidak melakukan hal itu akan berarti konfrontasi dengan AS.

Langkah untuk menyatukan faksi-faksi pemberontak di Suriah utara terjadi hanya beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengunjungi Turki. Awal pekan lalu,

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengumumkan berakhirnya operasi Perisai Eufrat Turki di Suriah, ini  menunjukkan mungkin akan ada operasi baru diwaktu mendatang dengan keterlibatan Turki di Suriah.

Menurut Aba Zeid, ada kemungkinan bahwa komando terpadu yang baru ini adalah bagian dari negosiasi antara AS dan Turki di mana partisipasi pasukan (pemberontak) Suriah yang didukung Turki dalam pertempuran diRaqqa juga dalam perundingan.

Ankara dan Washington tidakada kesepakatan tentang bagaimana kelanjutan operasi anti-ISIL di Suriah dan khususnya untuk merebut Raqqa. Turki telah memprotes dukungan AS untuk Pasukan Demokrat Suriah (SDF) dan kemungkinan aliansi mereka guna  pertempuran merebut Raqqa (dari ISIS). Ankara menganggap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang mendominasi SDF  adalah sebuah organisasi   “teroris” dan  bahwa dominasi Kurdi terhadap Raqqa akan menjadi masalah bagi mayoritas penduduk Arab di kota itu.

This entry was posted in Analisa Geopolitik and tagged , . Bookmark the permalink.

7 Responses to MEREBUT KEMBALI IDLIB, PERANG BESAR TERAKHIR DISURIAH

  1. dio says:

    hai admin, ada kabar tentang persiapan pasukan iran menghadapi AS & israel di perbatasan suriah tuh.

  2. abdullah0071 says:

    Sy banyak baca artikel saudara. anda hanya melihat ada 2 kubu. saya melihat ada 3 kubu, US dan kroni. rusia dan kroni dan islamis dan faksi.
    Pembagian cuma 2 kubu utama ini bisa menggiring opini yang kurang tepat dan membahayakan.

    Sejarah juga mencatat banyaknya penghianatan2 syiah. termasuk di bagdad. penggulingan Daulah abassiyah baca Ibnu Taimiyyah (Minhajus Sunnah An Nabawiyah).

    Btw berita yang dibawa dan analisa2 yang cukup membawa informasi terkini
    Semoga lebih baik…

    • The admin says:

      Kita menghargai pendapatnya. Tapi memang kebanyakan orang melihat perang Suriah secara sempit dimana fihak yg ingin mendirikan Khilafah dianggap pasti yg benar, padahal Hadist sudah memandu bahwa Khilafah Islam hanya akan terjadi dua kali dan dibentuk tanpa pertumpahan darah, dan kebanyakan orang tidak tahu siapa yang mendanai dan mempersenjatai 60ribu orang itu. Disana ada terlibat satu fihak yang berteriak Allhuakbar yang jelas2 membela negaranya, dekeroyok oleh beberapa fihak yg juga berteriak Allhuakbar tapi didukung 80 negara(AS dan sekutunya). Pengetahuan geopolitik didukung panduan agama baru akan bisa memahami siapa yang difihak Islam yang benar.

      Anda harus membaca paling tidak 3 artikel kita, dimulai dari memahami gambar besarnya yang telah kita tulis dalam Artikel agenda zionis tentang perang nuklir.
      Kemudian silahkan dilanjut membaca artikel Perang Iraq ,Yaman Suriah dalam Hadist AlMalhamah. artikel itu menjelaskan lebih detail tentang perang Tahap satu yg telah digambarkan pada artikel pertama , dimana perang diSuriah itu termasuk dalam diagendakan pada dekade 2000an ketika AS dan sekutunya merencanakan peenghancuran 7 negara musuh Israel dalam waktu 5 tahun.
      Artikel ketiga yg harus dibaca adalah Untuk memahami visi dari sudut pandang Islam , yang telah kita tulis dalam artikel Perang Iraq ,Yaman Suriah dalam Hadist AlMalhamah.
      Silahkan baca ketiga artikel berurutan itu biar faham secara komprehensif baik dari agenda zionis maupun dari panduan agama, Jika kita hanya melihat perang Suriah dari visi yang sempit , maka pasti akan gagal faham total.

      Tapi kenapa tiba2 belok ke Shiah ya? ok, Soal shiah sebaiknya anda baca artikel Adudomba shiah suni menurut sang panitia. Untuk artikel terakhir ini anda harus membacanya sampai habis dengan komen2nya.

      Mudah2an bisa membuka wawasan anda.

  3. Khotiburrahman says:

    Kayanya emg gada tempat lagi buat hidup damai selain untuk berperang. Sayangnya dikit banget orang yang sadar kalo saat2 ini adalah saat2 penting yang justru kurang disadari

  4. dio says:

    perang besar terakhir suriah? mungkinkah setelah perang ini berakhir dilanjut perang nuklir secara terbuka?

    • The admin says:

      Kedua kubu akan digiring untuk berhadapan secara perlahan, sebenarnya kita sedang menyaksikan proses2 penggiringan itu , baik terhadap di Korut, Iran, Rusia dan China, baik lewat sanksi ekonomi, perang dagang, perang mata uang dan bahkan provokasi militer.
      Disuriah sendiri khususnya diIdlib Secara proxy akan berhadapan RUsia, China dan Iran disatu kubu dan AS dan sekutu dikubu lain. Dimanakah pencetus perang nuklir ?
      Analisa kita sementara ini perang uklirnya bisa dimuali diIran (selat Hormuz), semenanjung Korea, bisa diUkraina atau bisa diperbatasan barat Rusia. WaAllahualam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

26 + = 30