Pres. Assad : Perang Suriah adalah “Antara Proxy War dan Perang Dunia”

Syrian conflict is ‘between Cold War & WWIII’ – Assad to UK mediaPresiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan kepada Sunday Times bahwa konflik Suriah dapat digambarkan sebagai antara  ” Perang Dingin (proxy war antar super power) dan Perang Dunia Ketiga”. “Rakyat Suriah sedang berjuang dengan dukungan internasional yang minim”.

“Kami menyebutnya perang dunia, yaitu perang dunia terhadap Suriah, yaitu antara  Puluhan negara melawan kami rakyat Suriah , Puluhan negara itu mengirim teroris, uang dan logistic keteroris , sedangkan difihak kita hanya  tentara dan kami rakyat Suriah, jadi  kami sedang berjuang,” katanya dalam wawancara yang dirilis pada hari Minggu.

Assad juga mencatat bahwa ia tidak melihat solusi dalam jangka pendek, karena musuh kami adalah persekutuan  yang kuat, dan mereka terus saja campur tangan dalam situasi di Suriah. “Jika Anda bertanya kepada saya tentang solusi politik, saya tidak tahu,” katanya. “Tidak ada yang mengusulkan apapun.”

 

“Kalau mau berbicara tentang solusi politik sementara disisi lain ada dalangnya yaitu  Arab Saudi, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Perancis  sungguh tidak realistis. Inti dari masalah adalah adanya  negara-negara yang terus saja ikut campur. Jika mereka berhenti, maka teroris akan lemah dan meninggalkan Suriah atau dikalahkan, dan kemudian kita bisa duduk sebagai orang Suriah dan berbicara tentang solusi “, Presiden Suriah menambahkan.

 

Melihat keadaan yang mengerikan ini, dukungan militer dari Rusia adalah sangat penting, kata Assad.

“Perbedaan besarnya  adalah masalah senjata. Mereka (teroris) memiliki senjata dan kita tidak memiliki, “katanya,

Sementara sekutu kami  di wilayah ini telah memberikan bantuan yang sudah lebih dari cukup. “Kami mendapat dukungan dari Hizbullah, tapi Lebanon adalah negara yang hanya berpenduduk empat juta, sehingga akan makin menjadi kecil. Ada juga  beberapa dukungan  dari Iran; tetapi mereka tidak mengirim pasukan, mereka hanya mengirim petugas untuk membantu. ”

“Pada akhirnya kami berjuang melawan  teroris yang mendapat dukungan tak terbatas (dari negara2 itu) , mereka datang ke Suriah dan kami berjuang untuk melawan mereka, untungnya persenjataan Rusia dan dukungan Iran telah banyak membantu,” jelasnya.

Selama beberapa dekade, Rusia telah terbukti menjadi sekutu setia dan dapat dipercaya untuk Suriah yang tidak memberikan tekanan kepada Kami, kata Assad. “Tentu saja kita membuat keputusan. Militer Rusia telah ada di Suriah selama enam dekade. Kebijakan mereka bertumpu pada dua hal  yaitu moral dan hukum internasional. Sudut pandang mereka adalah : “Ini adalah negara Anda, Anda yang lebih tahu.” Mereka tidak pernah mencoba untuk mengganggu kami karena mereka tidak ingin apa-apa dari kami. Mereka tidak meminta kami untuk menjadi presiden boneka. ”

“Mereka (Rusia) juga tahu bahwa jika Suriah kalah dalam  perang melawan terorisme, terorisme ini akan meluas ke Eropa, dan akan mempengaruhi juga Rusia dan semua orang di dunia,” pungkasnya.

 

This entry was posted in Info Lain and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 69 = 72