CEO PFIZER KEMBALI MEREVISI NARASI TENTANG VAKSIN

 

 

Dalam sebuah wawancara dengan CNBC 10 Januari kemarin, CEO perusahaan farmasi Pfizer, Albert Bourla kembali memberikan pernyataan yang berbeda dan terkesan meragukan sendiri produk vaksin buatan Pfizer.

Albert Bourla mengatakan :

“Bahwa 2 kali suntikan vaksin hanya memberikan perlindungan yang terbatas, jika toh itu ada. Sedangkan 3 kali vaksinasi dengan booster hanya menawarkan perlindungan yang cukup terhadap rawat inap dan kematian, tetapi kurang melindungi terhadap infeksi.” 

“Saat ini kita sedang bekerja untuk membuat vaksin baru yang disebut versi 1.1 yang juga akan mampu menghadapi varian Omicron, dan sedang menunggu hasil akhirnya yang akan siap edar pada Maret nanti.” Kata Bourla.

Diwaktu lalu, Bourla pernah menyatakan bahwa dua dosis vaksin mRNA adalah 100 persen efektif dalam mencegah Covid-19. Namun kali ini, Bourla nampaknya berusaha untuk merevisi seluruh narasi soal vaksin COVID-19, sementara juga menimbulkan keraguan serius soal efektifitas produknya.

Selanjutnya Bourla menyebut, omicron merupakan target yang “lebih menantang” dibandingkan varian sebelumnya, Omicron memiliki ratusan mutasi, yang mampu menghindari perlindungan yang ditawarkan oleh dua kali suntikan vaksin Pfizer.

Mengingat tingkat fatalitas Omicron sangat kecil dibanding Delta, tapi punya kemampuan penularan yang jauh lebih besar, maka yang dia maksud dengan “lebih menantang” bisa dimaknai sebagai : akan semakin banyak orang yang divaksin.

 

Berikut adalah rangkuman pernyataan CEO Pfizer Biontech sepanjang 2021: 

  • Maret 2021 : CEO Pfizer Biontech mengklaim vaksinnya tidak hanya efektif untuk dewasa, tapi juga 100% efektif untuk anak usia 12-15 tahun.
  • Juni  2021 :  CEO Pfizer Albert Bourla, saat mulai dimunculkan varian delta, dia yakin bahwa kemampuan vaksin perusahaannya  mampu untuk melindungi dari varian delta.
  • Juni 2021 seminggu kemudian:  Pfizer mengatakan akan mengajukan izin ke otoritas AS untuk suntikan booster, setelah hasil uji coba awal menunjukkan dosis ke-3 berpotensi meningkatkan perlindungan.
  • Juli 2021 : : CEO Pfizer Biontech menyatakan efektifitas vaksin berkurang 84% setelah enam bulan.
  • Desember 20021 : CEO Biontech, Ugur Sahin mengatakan bahwa vaksin buatannya Vaksin COVID-19 tidak akan cukup untuk melawan varian Omicron.
  • 8 Desember 2021 : CEO Pfizer , Albert Bourla mengatakan, suntikan vaksin ke-4 harus lebih cepat diberikan,  setelah penelitian awal menunjukkan varian baru omicron  dapat merusak antibodi pelindung yang dihasilkan oleh vaksin yang dikembangkan perusahaan dengan Pfizer-BioNTech.

 

Vaksin Khusus Omicron 

Dalam wawancara dengan CNBC itu, Bourla menyatakan bahwa vaksin khusus untuk varian Omicron akan siap edar pada bulan Maret 2022.

“Saya tidak tahu apakah kita akan membutuhkannya. Saya tidak tahu apakah dan bagaimana itu akan digunakan. Sementara sistem dua suntikan vaksin dan booster yang ada telah memberikan perlindungan “wajar” terhadap Omicron, vaksin yang difokuskan langsung pada varian Omicron juga akan melindungi dari infeksi terobosan dari strain yang telah terbukti sangat menular itu, dan telah memicu banyak infeksi ringan atau kasus tanpa gejala”, kata Bourla.

 

Profit Besar Dari Pandemi 

Beberapa organisasi kesehatan global menganggap keuntungan besar yang diperoleh Pfizer, BioNTech, dan Moderna dari pandemi ini sebagai sangat tidak etis, dan kontras dengan kesulitan hidup akibat pandemi.

Dalam wawancara kemarin, Bourla sama sekali tidak menyinggung tentang keuntungan yang dihasilkan dari pandemi, dan hanya menyatakan bahwa :

“intinya adalah jutaan nyawa telah diselamatkan, dan justru mengklaim bahwa kami telah menyelamatkan ekonomi dunia triliunan dolar,

Pfizer diperkirakan menghasilkan keuntungan setidaknya $35 miliar dalam penjualan vaksin Covid pada tahun 2021, selain meningkatnya harga sahamnya.

Pfizer telah melaporkan peningkatan pendapatan sebesar 92% menjadi $19 miliar pada kuartal ke-2 tahun 2021, dibandingkan dengan $9,86 miliar pada kuartal kedua tahun lalu.

Kenaikan pendapatan operasional Pfizer mencapai 86% atau $8,5 miliar hanya untuk kuartal ke-2 yang berakhir pada 4 Juli 2021.

 

This entry was posted in Extend, recent post, Semua Tentang Pandemi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *