PENELITIAN DI CHINA MERUBAH PEMAHAMAN TENTANG COVID-19

SARS-CoV-2 coronavirus

Pemahaman para ahli tentang Coronavirus Covid-19 telah berubah drastis hanya dalam tiga atau empat bulan terakhir.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Nankai di TianJin China menunjukkan, bahwa virus SARS-CoV-2  (nama penyakit : Covid-19) memiliki mutasi gen yang lebih mirip dengan yang ditemukan pada HIV dan Ebola.

Cara mutasi gen pada Covid-19 berbeda dengan virus Sars, Mers, Bat-CoVRaTG13, dan virus corona kelelawar yang tadinya dianggap sebagai sumber asli virus corona baru (Covid-19), meski punya kesamaan gen 96% dengan virus corona kelelawar.

Bahkan hanya beberapa hari setelah merebaknya Virus ini di Wuhan, sebenarnya telah membalikkan asumsi awal bahwa Virus ini tidak bisa ditularkan antar manusia, dan hanya ditularkan dari binatang terutama Kelelawar.

Ini adalah artikel yang ditulis oleh Stephen Chen pada situs South China Morning Post, yang diharapkan dapat memperluas wawasan kita tentang Coronavirus yang telah melumpuhkan dan menjungkirbalikkan seluruh aspek kehidupan manusia di seluruh planet bumi.

 

Menurut penelitian terbaru dari para ilmuwan di China dan Eropa,  Virus Corona yang baru (SARS-CoV-2)  memiliki mutasi seperti virus HIV yang berarti kemampuannya untuk mengikat sel manusia sampai1.000 kali lebih kuat dari virus Sars.

Penemuan ini dapat membantu menjelaskan bagaimana cara penyebaran infeksinya, dari mana asalnya dan bagaimana cara terbaik untuk melawannya.

Para ilmuwan itu menunjukkan bahwa Sars (severe acute respiratory syndrome/ Sindrom pernafasan akut fatal) memasuki tubuh manusia dengan mengikatkan diri dengan protein reseptor yang disebut ACE2 pada membran sel. Beberapa studi awal menunjukkan bahwa coronavirus yang baru, memiliki kemiripan struktur genetik sekitar 80% dengan struktur genetik Sars.

Tetapi protein ACE2 tidak terdapat dalam jumlah besar pada orang sehat, dan hal ini yang membantu membatasi skala wabah Sars pada tahun 2002-2003 lalu, yang telah menginfeksi sekitar 8.000 orang di seluruh dunia.

Virus lain seperti HIV dan Ebola, menargetkan enzim yang disebut Furin, yang berfungsi sebagai aktifator protein dalam tubuh manusia. Ketika diproduksi, banyak protein yang tidak aktif atau dominan, dan harus “dipotong” pada titik tertentu untuk mengaktifkan berbagai fungsinya.

Profesor Ruan Jishou dan timnya di Universitas Nankai di Tianjin, ketika melihat ‘rantai genom’ dari coronavirus yang baru, menemukan adanya bagian gen yang bermutasi yang tidak mirip dengan virus Sars, tetapi lebih mirip dengan yang ditemukan pada virus HIV dan Ebola.

“Temuan ini menunjukkan bahwa 2019-nCoV mungkin sangat berbeda dari Sars coronavirus dalam cara menginfeksinya,” kata para ilmuwan dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada bulan (maret 2020) ini di Chinaxiv.org,

Virus ini menggunakan ‘mekanisme packing’ yang dipakai virus lain seperti HIV.” Mutasinya dapat menghasilkan struktur yang dikenal sebagai  ‘cleavage site’ dalam lonjakan protein pada coronavirus baru ini.

Virus ini memanfaatkan lonjakan protein untuk menyambungkan diri ke sel inang, tetapi biasanya protein ini tidak aktif. Mekanisme pembelahan struktur itu dipakai untuk mengelabui protein furin pada manusia, sedemikian sehingga akan memotong dan mengaktifkan lonjakan protein dan menyebabkan “fusi langsung” dari virus dengan membran sel.

Menurut penelitian, dibandingkan dengan cara masuk (menginfeksi) virus Sars, metode pengikatan virus Covid-19  adalah 100 sampai 1.000 kali lebih efisien.

Dalam studi lanjutan, tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Li Hua dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong di Wuhan provinsi Hubei, mengkonfirmasi temuan tim Prof. Ruan Jishou itu.

Mutasi (seperti ini) tidak ditemukan pada virus-virus Sars, Mers atau Bat-CoVRaTG13, dan virus corona kelelawar yang dianggap sebagai sumber asli virus corona baru (Covid-19), meski punya kesamaan gen 96%, katanya.

Ini bisa menjadi “alasan mengapa SARS-CoV-2 (nama resmi Virus penyakit Covid-19) lebih menular daripada virus corona lainnya”, tulis Li Hua dalam sebuah makalah yang dirilis di Chinarxiv pada hari Minggu.

Sementara itu, sebuah studi oleh ilmuwan Prancis Etienne Decroly di Aix-Marseille University, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Antiviral Research pada 10 Februari lalu, juga menemukan “situs pembelahan mirip Furin” yang tidak sama dengan coronavirus lain yang serupa.

Seorang peneliti yang bekerja pada Institut Mikrobiologi Beijing, Akademi Ilmu Pengetahuan China di Beijing, mengatakan bahwa semua penelitian itu didasarkan pada pengurutan genetik.

“Apakah (virus) ini berperilaku seperti yang diperkirakan, akan membutuhkan bukti dan eksperimen lain,” kata peneliti yang meminta untuk tidak disebutkan namanya. ” Jawabannya akan memberi tahu kita, bagaimana virus itu membuat kita sakit,” katanya.

Pemahaman para ilmuwan tentang coronavirus baru ini telah berubah secara dramatis dalam beberapa bulan terakhir. Pada awalnya virus itu tidak dianggap sebagai ancaman besar, dimana Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (sebelumnya) mengatakan bahwa tidak ada bukti ada penularan dari manusia ke manusia.

Tetapi asumsi itu segera gugur, setelah pada hari Rabu (18/3), sudah ada lebih dari 81.000 infeksi yang dikonfirmasi di seluruh dunia.

Para peneliti China mengatakan, obat yang menargetkan enzim furin dapat berpotensi menghambat replikasi virus dalam tubuh manusia. Obat itu termasuk “serangkaian obat terapeutik HIV-1 seperti Indinavir, Tenofovir Alafenamide, Tenofovir Disoproxil dan Dolutegravir dan obat terapeutik hepatitis C termasuk Boceprevir dan Telaprevir”, menurut Prof. Li Hua.

Saran ini sejalan dengan laporan beberapa dokter China yang menggunakan sendiri obat HIV setelah dites positif terpapar virus corona baru ini, meski belum ada bukti klinis yang mendukung teori tersebut.

Ada juga harapan bahwa hubungan dengan enzim furin dapat menjelaskan sejarah evolusi virus sebelum menginfeksi ketubuh manusia. Mutasi yang digambarkan team Prof. Ruan Jishou sebagai “penyisipan tak terduga” itu, bisa berasal dari banyak sumber, seperti virus corona yang ditemukan pada tikus atau bahkan spesies flu burung.

 

This entry was posted in Info Lain and tagged , , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to PENELITIAN DI CHINA MERUBAH PEMAHAMAN TENTANG COVID-19

  1. Arief Anto says:

    https://minanews.net/yogi-prabowo-manusia-memiliki-sistem-kekebalan-tubuh-yang-bisa-lawan-virus/

    “Saya sebagai dokter harus percaya ilmu imunologi, bahwa manusia itu punya sistem kekebalan tubuh, artinya dalam kondisi daerah yang terjangkit, konsep yang paling penting menjaga kondisi fisik agar tidak dalam kondisi lemah,” ujarnya.

    “Misalnya jangan banyak begadang, jaga makan, jaga aktivitas, jangan mudah capek, sebab kita mengalami penurunan imunitas dalam kondisi yang seperti itu,” imbuhnya.

    (Jd jgn merokok dan jgn jd perokok pasif)

    Plus….ini…

    https://youtu.be/DgHofds-QOg

    Semoga Allah SWT melindungi kita. Aamiin

  2. abu fadl abbas says:

    bagaimana da sebagian kita bcara, gunaan garam di coel [pake jemali lalu di tenpel di lidah, di mut bersama liur terus di telat, itu bs menyembuhkan covid19….

  3. Salman says:

    China dan Iran menuduh ini sbg biological warfare AS, tapi AS sendiri khan jg kena ? kira2 gmn min?

  4. Tofa says:

    Min, apa benar israel jga kena corona, denger2 wilayah betlehem… Klo iya, apa maksud smua ini?

    • The admin says:

      Per hari ini 23/3, di Israel malah sudah ada 1238 kasus, tapi yang meninggal baru 1 orang, Yerusalem sdh lockdown sejak beberapa hari lalu. Menurut kita salah satu tujuannya untuk membiasakan masyarakat dunia dalam situasi genting dan serba dalam keterbatasan.

  5. Fadil says:

    Kelanjutan dari pandemik virus corona ini seperti apa, ya min?
    Apakah akan ada resesi global?
    Akankah ini akan menjadi pemicu perang global?
    Terima kasih.

    • The admin says:

      Resesi dunia khan sudah mulai terjadi, harga saham seluruh dunia rontok, aktifitas produksi dan perdagangan antar negara menurun drastis.
      WW3 sebenarnya tidak dipicu oleh fenomena apapun karena memang by designed, artinya tergantung panitianya kapan akan memulai dan tentu saja atas takdir Allah.
      Perang dagang, perang mata uang, resesi global, dan pandemik global adalah bagian dari upaya provokasi dan intimidasi untuk membuat para peserta WW3 hilang kesabaran. Seperti halnya Iran yg dikenai sanksi dagang super ketat, adalah bagian dari upaya membuat kesabaran Iran habis.

      • Fadil says:

        Kalau begitu, ini masalah waktu aja, ya min.
        Bagaimana dengan keadaan bangsa kita?
        Terima kasih.

        • The admin says:

          Kita menghindari untuk membicarakan ketahanan ekonomi nasional, kita sdng dizaman yg sensi khan?, tapi kalau lebih jeli lg sebenarnya secara implisit sudah berkali2 kita singgung dalam artikel2 kita yang bertopik ekonomi dan keuangan.

  6. Tofa says:

    Min mlihat video pnjelasan pakar virus indonesia sangat mncengangkan. Ktanya coroba gak bahaya, krna kalo kita sehat akn smbuh sndiri.n d lihat persntase kmatian sngat rndah. Itupun yg mninggal rata2 yg punya pnyakit yg lain. Gmana tanggapanya min? Klo gni jdi jelas tujuanya hanya untuk membuat kpanikan bupblick.

    • The admin says:

      Itu bukan membuat kepanikan tapi menjerumuskan orang. Apa dia tdk lihat di Italia sj 10% yg meninggal. Apa dia gak lihat berapa orang dokter2/perawat2 muda di China, Iran, Italia dan bahkan banyak dokter/perawat kita yg muda dan sehat banyak yg meninggal? Apa dia gak mikir negara2 maju di Eropa dan AS saja kewalahan menghentikan penyebarannya?

      • Tofa says:

        Mungkinkah hanya nuklir yg mampu menghilangkan corona dari muka bumi ini. Sya jdi kpikiran k situ.

        • The admin says:

          Tidak ada yg bisa memperkirakan kapan selesai dan bagaimana selesainya, karena meski china sukses bisa meredam, toh faktanya entah disengaja atau tidak negara2 maju diEropa dan AS sendiripun kewalahan. Kita lihat saja

  7. Prambudi Asih Wardhana says:

    Admin…bagaimana tanggapan nya dg surat al ahzab ayt 33 apa ada kaitannya dg virus ini..?yg disitu ada kata qorna (tinggal dirumah) sy dpt share dr group wa

    • The admin says:

      Surat Al Ahzab 33 itu tidak menjelaskan soal wabah, untuk memahaminya kita harus membaca ayat sebelumnya yaitu ayat 32. Intinya adalah Allah menyuruh para istri Nabi untuk menjunjung martabat Nabi dan menjaga martabatnya sendiri dengan melarang para istri Nabi berhias dan keluar rumah sembarangan seperti yg dilakukan orang2 jahiliyah.

      Soal seruan untuk tinggal dirumah selama ada wabah dan keutamaan (mati syahid) bagi muslim yg meninggal karena wabah dijelaskan oleh beberapa hadits, kita kutip salah satunya :

      Kemudian beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengabarkan kepadaku bahwa wabah thaun itu adzab yang Allah kirim kepada orang yang Dia kehendaki. Allah jadikan wabah sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seseorang yang di negerinya mewabah thaun lalu ia tetap berada di rumahnya dengan sabar dan berharap pahala, ia yakin bahwa tidak ada musibah yang menimpanya kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagi dirinya melainkan baginya pahala seperti pahala seorang syahid.” (HR. Al-Bukhari, al-Nasai, Ahmad).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *