SELAMAT ATAS TERPILIHNYA JOE BIDEN, TAPI TIDAK KEPADA ASSAD

 

Setelah pengumuman pemenang Presiden Suriah Jum’at 26 Mei lalu, sampai hari Sabtu kemarin, belum ada satupun penguasa negara Arab yang mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Bashar Al Assad.

Padahal, Setelah pilpres AS November 2020 lalu, semua negara Arab seperti Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, negara muslim di Afrika seperti Mesir, Sudan  dan negara non Arab tetangganya Turki  mengirim ucapan selamat atas terpilihnya Joe Biden. Demikian juga negara muslim dikawasan lain seperti Pakistan, dan yang di Asia tenggara.

Sementara ini, Presiden Bashar al-Assad baru menerima kabel ucapan selamat, diantaranya  dari Presiden Lebanon Jenderal Michel Aoun, Presiden Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) Kim Jong-un, Presiden Abkhazia Aslan Bzhania, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Sebelumnya Assad juga telah mendapat ucapan selamat dari Presiden Rusia Putin, Presiden China Xi jin Ping, Presiden Iran Rouhani, dan Presiden Belarusia Lukashenko.

 

Apa arti dari fenomena ini?

Artinya, banyak penguasa negara yang secara diam-diam atau terang-terangan sebenarnya lebih memilih satu barisan dengan AS, negara yang selama ini mendukung dana dan persenjataan bagi Israel untuk menyerang warga Palestina dan Suriah. 

Fenomena ini memudahkan kita untuk mengelompokkan dibarisan manakah sebenarnya mereka berdiri :

  1. Terus terang berdiri dalam barisan pendukung Israel. (UEA, Bahrain, Sudan yang telah resmi menormalisasi hubungan).
  2. Diam-diam atau malu-malu untuk mengungkap persekutuannya dengan Israel.
  3. Tidak berfihak ke Israel tapi berfihak ke AS, karena takut akan diserang dengan sanksi ekonomi.

 

Kenapa Mayoritas Negara Muslim Memusuhi Assad

Presiden Suriah Bashar al Assad, adalah satu-satunya presiden di Jazirah Arab yang sampai saat ini menjadi ganjalan besar bagi Israel.

Sikap Assad yang tanpa kompromi soal Palestina dan soal wilayahnya sendiri yang masih dicaplok Israel di dataran tinggi Golan, menjadikannya batu besar bagi Israel yang harus disingkirkan dengan segala cara.

Jika toh Allah telah mentakdirkan agenda penurunan paksa Assad sejak 10 tahun lalu gagal total, maka Suriah harus tetap dihajar dengan berbagai macam sanksi ekonomi, dan negara manapun harus mendapat sanksi jika berhubungan baik atau membantu Suriah.

Jadi, faktor ketakutan akan mendapat ‘sanksi dari Binatang yang bisa bicara’, membuat para penguasa negara lain harus memilih mengambil jarak dengan Penguasa Suriah Saat ini.

Faktor lain adalah kedekatan Assad dengan Iran, ini menjadikannya semakin tidak disukai oleh Israel. Karena Iran adalah satu-satunya negara muslim didunia yang secara tegas dan terbuka punya agenda untuk melenyapkan Tel Aviv dan Haifa, dan secara agama berkeyakinan akan membebaskan Yerusalem dari cengkeraman zionis.

Kesamaan visi antara Presiden Assad dan para pemimpin Iran, menjadikan Assad sebagai sosok yang harus dilenyapkan oleh Israel.

 

Bagaimana Agama Menjelaskan Fenomena ini

Ada berbagai sisi dari peristiwa akhirzaman ini yang sebenarnya sudah dijelaskan detail oleh Agama, yang bisa kita kelompokkan menjadi :

  1. Fenomena “Binatang Yang bisa Bicara
  2. Fenomena bersekutunya beberapa penguasa negara muslim dengan Negara Yahudi (Israel) dan negara Nasrani (AS).
  3. Fenomena penguasa negara muslim pengikut Israel/AS (Dajjal), yang akan mendapat limpahan “bantuan ekonomi”, atau mendapat “sanksi ekonomi” jika menentangnya.
  4. Akan munculnya negara penentang Israel yang menjadi asal Pasukan inti Imam Mahdi yang akan menaklukkan Yerusalem.

Kita telah membuat semua Kajiannya, jadi tidak akan kita ulangi diartikel ini. Tapi inilah fakta akhirzaman yang sedang kita saksikan bersama, yang bisa jadi tidak pernah terbayangkan oleh analis politik atau analis militer pada umumnya. 

 

This entry was posted in Analisa Geopolitik. Bookmark the permalink.

14 Responses to SELAMAT ATAS TERPILIHNYA JOE BIDEN, TAPI TIDAK KEPADA ASSAD

  1. Sani says:

    Ada yang berpendapat bahwa soal penguasa negara Arab yg bersekutu dengan negara manapun termasuk dengan Israel adalah pilihan politik, jadi itu sah saja. Bagaimana menurut admin?

    • The admin says:

      Itu sangat khas akhirzaman, suatu hal yang haram dipelintir seolah menjadi halal dengan dalih yg di-cari”. Dalih yg umum dipakai seperti “Ini urusan politik, bukan urusan agama”, atau “manfaatnya lebih besar dari mudharatnya” dsb. Khas Dajjal-lah, api dibuat seakan air dan air dibuat seakan api, mknya kita sebut khas akhirzaman.

      Agama sudah mengatur setiap segi kehidupan, apakah anda Penguasa, Petani, Pedagang atau apapun. Bagi Penguasa muslim, Allah sudah jelas melarang untuk bersekutu denga zionis, yang tetap memaksakan berarti menganggap pendapatnya bisa mengalahkan ketetapan Allah. Tidak heran jk dalam Surat Al Maidah Allah menganggap mereka sdh keluar dari Islam.

  2. zan says:

    assalamualaikum admin aaz..

    karena banyak negara2 arab yang memiliki hubungan rahasia sama zionis israel, jadi penasaran apakah ‘kita’ juga ada ada hubungan rahasia sama mereka yang selama ini tidak diketahui. pas baca di gugel, banyak artikel atau berita yang mengatakan kita punya hubungan rahasia itu. gimana pendapat admin soal ini??

    salah satu hal yang cukup aneh gak ada ‘sanksi ekonomi’ ke kita, dimana sanksi ekonomi banyak diberikan ke negara penentang israel seperti cina, iran, dan rusia…

    • The admin says:

      Kita tidak bisa berkomentar spesifik yg berhubungan dengan negara ini, tapi yang pasti tidak ada satupun negara yg tidak dipengaruhi bahkan dikendalikan oleh mbah ma’juj, baik secara terang-terangan atau sembunyi, dengan skala kecil atau besar, menarget petinggi” diposisi strategis (Hadits mbah ma’juj akan turun dari setiap ketinggian/petinggi yg mereka pegang).

      Sanksi tidak banyak diterapkan kekita paling embargo suku cadang pesawat atau senjata atau larangan terbang maskapai kita dsb. Tapi sebagai negara muslim terbesar didunia, tanpa kita sadari terus ditekan habis”an sehingga sulit keluar dari status ‘negara berkembang’, bahkan unutk lepas dari lilitan hutang saja sulit.

      Mekanisme standardnya adalah pemiskinan dengan menurunkan nilai Rp, yg banyak orang menganggapnya hanya sebagai krisis moneter 10 tahunan. Bayangkan betapa makmurnya kita jika kurs dolar masih tetap sekitar 300Rp/dolar seperti tahun 70an, sebelum pada 1971 presiden AS Nixon menyatakan US$ tidak lagi dibackup emas.

      • zan says:

        hmm gitu ya..

        jadi penasaran, apakah setiap pemilihan presiden, apa selama ini mbah majuj ini mengendalikan siapa yang menang atau murni dari pilihan rakyat??

        tapi yang pasti, siapapun presiden nya, ya harus tunduk sama mbah majuj. atau gak mereka bakal makai senjata inkonvensional dengan permainan fitnah “divided et impera” untuk menggulingkan presiden yang menentang.

  3. Sani says:

    Sptnya indonesia jg mulai digelitikin, Pengamat Conie bakrie menyarankan Indonesia untuk bikin hubungan diplomatik dng Israel, malah dia memuji negera arab yg sdh melakukan.
    https://www.youtube.com/watch?v=ukUpZveHaIw&t=1104s&ab_channel=medcomid

    • zan says:

      ada isu bahan pokok bakal dipajaki, karena utang yang semakin menggila dengan bunga dan syarat yang mencekik…
      tidak menutup kemungkinan bakal ada normalisasi seperti yang terjadi di sudan atau maroko jika presiden masih tergiur sama ‘utang’ atau imannya lemah

      (semoga saja tidak terjadi. kalau terjadi udah pasti menghianati pembukaan UUD 45 dan seluruh masyarakat indo dalam memperjuangkan palestina)

    • Gadis Desa says:

      biasa lulusan dr sono, pengamat musiman !

  4. Kalinin says:

    Salah satu yang pastinya membuat ragu tentang Rusia & Putin adalah, kenapa responnya terhadap isis rahell lunak sekali. Padahal dulu pesawatnya pernah jatuh karena dijadikan tameng rudal oleh pesawat isis rahell dan banyak prajuritnya gugur karenanya, respon Rusia juga tidak se keras / se frontal yang diharapkan. Dan banyak hal lainnya. Saya jadi berpikiran Rusia & Putin berada di pihak mereka juga… Walaupun sekarang ini seolah Rusia & Putin berada di pihak yang benar. Sandiwara / Drama saja? Trojan horse? Mungkin admin AAZ bisa bantu ungkap kenapa seperti demikian?

    • The admin says:

      Yang bertempur memerangi Assad bisa dibedakan menjadi 2: Pemberontak Suriah dan Teroris. Pemberontak yg tertangkap ada yg sadar boleh bergabung kembali ke pasukan Suriah, tp yg menolak dikirim ke Idlib yg dikuasai teroris. Itu kebijakan Assad yg luar biasa meski mereka jd pemberontak.

      Setelah diIdlib, Rusia membuat perjanjian dng Turki untuk memisahkan pemberontak dan Teroris (HTS dan afiliasinya), agar Rusia dan Suriah bisa menyerang teroris. Tapi Turki tidak pernah melaksanakan nya, karena teroris merupakan aset penting bagi Erdogan yg kita tahu selain dimanfaatkan di Suriah juga dimanfaatkan seperti dikirim ke Libya, Karabakh dan Yaman.

      Ada 2 alasan Rusia dan Turki untuk tdk segera membebaskan Idlib :
      1. Turki sengaja mambaurkan Pemberontak Suriah dengan teroris di Idlib, agar Assad tdk menyerang teroris.
      2. Turki yg sekutu AS mati”an membela teroris, sehingga perang beresiko meluas antara Rusia Vs NATO.

      ISIS bukan ancaman lagi bagi Suriah, karena jumlah dan wilayah mereka sudah sangat sedikit itupun digurun. Yang jadi masalah besar Suriah skrg adalah :
      1. Posisi Turki menguasai sebagian wilayah Suriah dan memilih membela teroris demi kepentingannya dan sekutunya AS (Israel).
      2. Pasukan AS yg tidak mau hengkang dari Suriah.

      map

      • Kalinin says:

        Terima kasih banyak atas jawaban admin, yang juga turut menjelaskan / memetakan antara pemberontak dan teroris.

        Maaf, mungkin saya juga yang menjadikannya salah paham. yang saya maksud ‘isis rahell’ pada komentar saya adalah negara zi*nis itu sendiri, bukan cecunguk proxy mereka yang adalah isis.

        Jadi, yang jadi pertanyaan saya adalah hubungan antara Rusia dengan isr*el. Kenapa Rusia yang sudah banyak dirugikan isr*el, tidak membalasnya dengan sepadan. Ada apakah? Apakah Rusia menahan diri supaya WW3 tidak segera terjadi?

        • The admin says:

          Putin adalah pemimpin dunia yg sangat bijaksana, prinsip yg bisa kita baca dan sering diungkapkan kenegara” yg memusuhi Rusia adalah : “Meredam konflik bukan berarti penakut“. Salah satu contohya adalah ketika jet tempurnya dijatuhkan oleh Turki beberpa tahun lalu diSuriah utara, dan Dubesnya terbunuh diTurki.

          Sebuah prinsip “anti arogansi” yg luar biasa meski kekuatan militer Rusia tidak ada yg bisa menandingi. Kadang kita membayangkannya sebagai Zulkarnain dalam surat Al-Kafi, yg meski diberi Allah kekuatan militer luar biasa tapi dia hanya mengurung Ya’juj ma’juj. Meski, kita yakin, suatu saat pasti dimulai WW3, karena NATO terus melakukan provokasi dan intimidasi diberbagai bidang, terutama ekonomi dan militer.

          Fakta inilah yg sementara ini kita fahami bahwa : akan ada umat Kristen yg dekat dengan muslim dan tidak arogan yg disebut dalam Al-Maidah:82 adalah Rusia yg saat ini menjadi pusat Kristen Orthodox dunia.

          • Kalinin says:

            Semoga Putin & Rusia memang benar dekat dengan muslim dan berada di pihak yang sama. Mengenai beberapa caranya (tidak semua), yang agak lembek terhadap musuh (menurut saya), semoga hanyalah salah satu strategi untuk mengelabui musuh untuk memperoleh kemenangan yang sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *