RAJA SALMAN UNGKAPKAN KEKESALANNYA ATAS SIKAP UEA

King Salman of Saudi Arabia attends the first joint European Union and Arab League summit at the International Congress Center in the Egyptian Red Sea resort of Sharm el-Sheikh on February 24, 2019. (Photo by AFP)

Raja Arab Saudi Salman telah menyatakan “kekesalan yang besar” dengan sikap UEA baru-baru ini, terutama pada perkembangan situasi terakhir perang Yaman yang menunjukkan  tanda-tanda melebarnya perpecahan antara aliansi  Saudi – UEA.

Raja Salman telah membuat komentar yang tidak biasa tentang mitra terdekat Arab Saudi ini di istana Mekah pada 11 Agustus lalu dalam sebuah percakapan dengan mantan presiden  Yaman Abd-Rabbu Mansur Hadi.

Reuters melaporkan pada hari Rabu, mengutip tiga sumber termasuk dua warga Yaman mengatakan,  keretakan mulai muncul dalam aliansi Arab Saudi-UEA mulai terjadi bulan lalu, ketika Uni Emirat Arab mengumumkan penarikan sebagian besar pasukannya dari  Yaman yang yang sangat mengecewakan sekutunya Arab Saudi.

Menurut laporan, Arab Saudi sangat bergantung pada pasukan UEA dalam  perangnya di Yaman, dimana  UEA  bisa menjalin  hubungan kerjasama  antara Kelompok tentara bayaran dan milisi dari berbagai suku untuk berjuan bersama koalisi pimpinan Saudi.

Reuters berpendapat bahwa perpecahan tersebut tidak akan terbatas pada krisis Yaman atau hubungan bilateral; itu agaknya juga  bisa merusak tekanan maksimum  Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, merusak upaya perdamaian Israel-Palestina, dan bisa berpengaruh dalam kancah  konflik lainnya.”

Namun para pejabat UEA tampaknya sangat  serius dengan keputusan mereka itu, karena mereka mulai sadar bahwa perang Yaman adalah hal yang “tidak dapat dimenangkan”, dan bahwa mereka berusaha untuk meningkatkan citra internasional mereka dan ingin mencitrakan UEA sebagai “pembawa perdamaian,” kata laporan itu.

“UEA ingin dilihat sebagai negara kecil yang memfasilitasi perdamaian dan stabilitas daripada sekedar pendukung sikap ekspansionis Saudi,” kata  laporan itu mengutip sumber yang dekat pemerintahan UEA.

Dengan keluarnya pasukan UEA dari koalisi pimpinan Saudi, maka komando pasukan diYaman diambil alih oleh Arab Saudi. Orang-orang yang tahu dengan masalah ini mengatakan perwira Saudi telah mengambil alih tanggung jawab di dua pangkalan utama Emirat di Laut Merah, di Mokha dan Khokha.

Arab Saudi dan sekutu-sekutunya memulai perang terhadap negara Yaman pada Maret 2015 dengan tujuan untuk memesang  kembali mantan presiden Mansour Hadi, yang dijatuhkan dari kursi kepresidenan dan melarikan diri ke Riyadh pada Januari 2015 , karena  keresahan rakyat atas korupsi dan salah kelola ekonomi.

Pejuang Houthi Ansarullah kemudian mengambil alih urusan negara untuk mencegah  negara jatuh ke dalam kekacauan, tapi intervensi koalisi Arab saudi membuat situasi menjadi makin runyam.

 

This entry was posted in Analisa Geopolitik and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to RAJA SALMAN UNGKAPKAN KEKESALANNYA ATAS SIKAP UEA

  1. #oot
    Reutes bikin hoax tentang aparat di papua.
    Gimana tanggapannya min?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 6 =