INVASI TURKI KE SURIAH, ERDOGAN MERESPON KECAMAN ARAB SAUDI  

Sudah menjadi rahasia umum bahwa diamanapun ada kepentingan AS terutama diTimteng yang menimbulkan kekacauan, bisa dipastikan disitu ada dukungan dari negara-negara Arab teluk, terutama dari Arab Saudi dan UEA dan Turki.

Demikian juga dengan dukungan dari AS kepada  Kelompok Kurdi di Suriah utara dan Iraq, Arab Saudi dan UEA juga ikut bekerjasama dalam penciptaan kekacauan diSuriah Utara ini dengan mendukung kelompok Kurdi.  

Pada November 2018 lalu , Arab Saudi dan UEA telah mengirim pasukan militer ke daerah-daerah yang dikuasai kelompok YPG Kurdi di Suriah timur laut.

Pasukan itu ditempatkan bersama dengan pasukan koalisi yang dipimpin AS guna mendukung  pembentukan pasukan Kurdi yang kuat dan besar lengkap dengan senjata berat dan ringan. Pasukan dari kedua negara Teluk Arab itu ditempatkan di daerah kontak antara Kurdi PKK / YPG dan ISIS di pedesaan Deir Ez-Zor.

Itulah sebabnya Arab Saudi menentang serangan Turki ke milisi Kurdi diSuriah utara yang sedang gencar dilakukan Turki saat ini.

Kecaman dari Arab Saudi terhadap operasi militer Turki ini dijawab oleh presiden Turki  dengan : 

“Penguasa Arab Saudi harusnya bercermin, siapa yang membuat Yaman dalam situasi seperti sekarang ini? lihat apa yang dilakukan Arab Saudi di Yaman, puluhan ribu orang mati diYaman.

Saudi Arabia, harusnya anda membicarakan ini dulu (sebelum membicarakan orang lain), saat ini di Yaman dalam situasi yang sangat buruk…dan andalah  yang memporak porandakan Yaman. Anda  tidak pantas menentang operasi militer kami melawan teroris ini … anda tidak pantas membicarakan ini” , kata Erdogan dalam pidatonya didepan anggota parlemen Turki kamis 10/10/19 lalu.

Erdogan juga mengkritisi kecaman dari Uni Eropa atas operasi militernya, dan dia membalas dengan membanggakan bahwa Turki selama ini telah menampung 2,6 juta pengungsi Suriah.  Dan dia bilang bisa saja Turki melepas mereka untuk kemudian masuk wilayah Eropa.

 

Sikap Pemerintah Suriah

Sudah sejak bertahun lalu pemerintah Suriah menawarkan suku Kurdi Suriah untuk rekonsiliasi, dan yang terakhir Suriah menawarkan kembali beberapa hari lalu, tapi karena Kurdi Suriah merasa dilindungi oleh AS, maka mereka tidak pernah menerima tawaran-tawaran Suriah itu.

Juga, sudah beberapa kali sebenarnya Kurdi Suriah dikhianati AS, yang sering kali membiarkan Turki menyerang posisi mereka. Nampaknya sekarang mereka harus menerima resiko atas sikap keras kepala mereka itu, karena AS memutuskan meninggalkan Suriah, artinya AS membiarkan Turki membantai mereka.

Bersekutu dengan AS kaki-tangan Israel hanyalah menunggu waktu untuk dikhianati. 

Kita memprediksi belum tentu Pasuka AS itu akan ditarik sepenuhnya dari Suriah, karena grand design nya adalah bukan sekedar menurunkan Assad, tapi Israel meyakini bahwa wilayah mereka ditakdirkan membentang dari Sungai nil di Mesir Sampai dengan Sungai Eufrat di Irak. Jadi konflik disepanjang perbatasan utara Suriah-Turki ini sepertinya tidak akan berhenti begitu saja. 

 

Arab Saudi – Turki , Bak Pinang Dibelah Dua

Dalam pidatonya itu, Erdogan rupanya lupa menyebut bahwa dia telah menerima  keuntungan besar dari pengungsi Suriah yang ada di Turki, karena dia mendapat bantuan dana luar biasa besar dari Uni Eropa sebesaru 6M euro, hanya dengan mengancam akan membiarkan para pegungsi itu masuk keEropa.

Ada lagi fakta yang yang diputar balikkan oleh Erdogan, dia menyebut Turki adalah satu-satunya negara yang yang keberadaannya diSuriah punya legitimasi. 

Selain Turki, sejak perang Suriah 2011 ada beberapa negara Arab teluk lain yang membantu AS mendatangkan ratusan ribu militan dari seluruh dunia, antara lain UEA dan Qatar.

Kelakuan Koalisi Arab juga sama saja, proxi mereka  memasuki Suriah secara Ilegal dan tanpa ijin resmi dari  pemerintah Suriah, bukahkah Qur’an melarang memasuki rumah/negara orang semaunya tanpa izin ??? Aturan Islam manakah yang dipakai para pemimpin negara muslim itu ?

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat”. (QS. An Nur 27)

Tidakkah mereka malu dengan Presiden Putin yang bukan pemimpin negara Islam saja tahu, bahwa ada adab untuk memasuki rumah orang lain. Putin telah beberapa kali mengingatkan tentang hal itu, tapi inilah akhir zaman, semua bisa terkena pengaruh tipu daya Dajjal, Islam hanya dijadikan topeng untuk mengejar kepentingan dunianya. 

 

 Maling Teriak Maling

Sangat menggelikan memang melihat saling kecam antara Turki dan Arab Saudi ini. Arab Saudi dan Turki sejak 2011 telah bekerjasama dengan koalisi pimpinan AS dalam mendukung agenda Israel menurunkan Assad, tapi anehnya mereka berseberangan dalam soal kepentingan mereka, seperti soal suku Kurdi di Suriah dan juga di Libya.

Arab saudi dan Turki juga saling berhadapan atas kepentingannya diLibya, dimana Turki mendukung kelompok GNA, sementara Arab Saudi mendukung kelompok LNA.

Erdogan membongkar kelakuan zalim Arab Saudi diYaman, tapi apakah dia lupa bagaimana peran dia saat Turki membantu koalisi AS dalam upaya untuk menurunkan Qadafi pada tahun 2011.

Apakah Erdogan tidak melihat, bahwa akibat dari perannya dalam membantu NATO di Libya itu telah membuat Libya menjadi negara porak poranda dan menjadi negara gagal sampai saat ini.

Erdogan rupanya juga sudah lupa bagimana Turki sejak mulainya perang Suriah 2011 mengijinkan negaranya menjadi pintu masuk bagi puluhan ribu miltan asing yang akan berperang menurunkan Assad.

Erdogan juga lupa, bahwa Turki, Arab saudi , Qatar dan koalisi pimpinan AS sejak 2011 telah bekerja sama dalam sebuah operasi CIA yang disebut operasi Timber Sycamore” , dengan mendanai dan mempersenjatai puluhan kelompok teroris diSuriah dalam upaya untuk menurunkan Assad. 

Kita lihat saja bagaimana akhir dari sandiwara dan kemunafikan  yang dimainkan oleh para pemimpin negara teluk seperti Turki, Arab saudi dan UEA ini, mereka kadang menyuguhkan peran berseberangan  tapi sebenarnya mereka sebenarnya berada dalam satu gerbong dengan musuh Islam yaitu AS yang bekerja untuk kepentingan Israel ini.

Selamat datang diera akhirzaman dimana fitnah , pemutar-balikan fakta dan kemunafikan jatuh dengan deras bak air hujan.

 

This entry was posted in Analisa Geopolitik and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *