Sandiwara Turki Disuriah Belum Berakhir

Apakah kalau suatu pemerintahan yang dipimpin seorang yang “mengaku muslim” selalu bertindak benar? salah besar, diakhir zaman ini banyak pemimpin negara Timteng yang menggunakan topeng tebal untuk menutupi peran mereka yang sebenarnya.

Turki, Arab Saudi, Qatar , UEA dan lainnya adalah negara- negara yang sejak awal perang Suriah  bekerjasama dengan musuh Islam terutama koalisi AS dan Israel dalam mendanai dan mempersenjati  teroris diSuriah. Semuanya adalah demi kepentingan agenda Israel dalam melemahkan negara-negara penentangnya.

Paling tidak masih ada dua negara penentang Israel lagi yang  ditarget  akan dihancurkan , yaitu Lebanon dan Iran. Tampaknya Israel tidak lama lagi  akan menyerang Lebanon, dan tangan kanannya AS dibantu sekutu teluknya Saudi, Qatar , UEA   Yordania dan lainnya  akan menyerang Iran.

Anda tentu masih ingat pengakuan mantan Perdana Menteri Qatar pada tahun 2017 lalu yang akhirnya membocorkan  negara-negara teluk mana saja yang membantu teroris diSuriah. Pengakuan itu dikeluarkan setelah Qatar disisihkan dari  kelompok GCC (negara kerjasama teluk) karena ada konflik internal.

Meski mereka tidak terang terangan berhubungan dekat dengan Israel, sebenarnya sangat mudah untuk mengidentifikasi pemimpin negara-negara Timteng yang salah jalan itu , cirinya adalah  mereka membantu AS dalam misi misi militernya di Timur tengah.

Misi palsu AS yang disebut memberantas teroris diSuriah itu toh akhirnya terbongkar juga, tidak ada yang dihasilkan koalisi AS itu kecuali hanya kehancuran Suriah.

Mereka juga tidak sadar jika sebentar lagi akan diadu-domba dengan negara muslim lain yaitu  Iran, mereka dibodohi dengan janji AS yang akan menjamin keamanan mereka. Mereka tidak belajar dari pengalaman, dimanapun ada tentara AS maka disitu pasti terjadi kehancuran, bukan perdamaian.

Pengikut Israel adalah pengikut Dajjal, karena tujuan besar Israel adalah menyambut “AlMasih” yang kita tahu adalah Almasih Dajjal. Kita sedang menyaksikan isyarat Hadist yang menyebut akan munculnya “orang-orang yang  membaca Quran tapi tidak sampai kerongkongan, dan generasi terakhirnya akan bersama Dajjal.” 

Qur’an melarang keras bersekutu dengan musuh Islam itu, tapi mereka memang hanya mementingkan keselamatan dunia yang sementara itu. Sebenarnya mereka hanya menunggu waktu untuk dikhianati oleh sekutu mereka yang musuh Islam itu.

 

Suriah Tuduh Turki Bersembunyi dibalik Isu Kemanusiaan Untuk Melindungi Teroris Di Suriah

Perwakilan Tetap Suriah untuk PBB di Jenewa, Hussam Eddin Ala mengatakan bahwa (kebijakn2 Turki) seperti intervensi atas pendudukan wilayah negara lain, menargetkan pemerintah yang sah, dan mendukung terorisme  tidak akan berkontribusi pada penyelesaian krisis kemanusiaan dengan tepat dan benar.

Eddin Ala menyampaikan pidatonya itu  pada debat umum pada sesiKemanusiaan Dewan Ekonomi dan Sosial yang  diadakan di Jenewa, dia menyebut  bahwa  bersembunyi di balik topeng solidaritas manusia yang palsu tidak akan membantu menyembunyikan wajah buruk praktik rezim Turki dari kejahatannya di Suriah.

Dia  mengatakan bahwa langkah  (Turki) mengadakan konferensi kemanusiaan dan klaim Turki tentang solidaritas dan diplomasi kemanusiaan tidak ada gunanya karena rezim Turki sebenarnya hanya mengeksploitasi urusan kemanusiaan untuk menjadikannya sebagai alat untuk mempraktekkan pemerasan dan menutupi dukungannya terhadap terorisme dan agresinya  ke wilayah Suriah.

Apa yang disebut “Kebijakan pintu terbuka” Turki, pada kenyataannya hanya menyebabkan perdagangan manusia dan penderitaan rakyat Suriah,  dan mengeksploitasi mereka untuk memeras dan mendapatkan dukungan politik dan keuangan baru dari Eropa, dan ini berkontribusi untuk membawa bentuk-bentuk terorisme terburuk, yang dibiayai dan dipersenjatai oleh Turki  ke wilayah Suriah, 

 

This entry was posted in Analisa Geopolitik and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Sandiwara Turki Disuriah Belum Berakhir

  1. Diki says:

    min..berarti erdogan mengacaukan penglihatan kita?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 1 =