
Maket rencana The 3rd Temple di Yerusalem
لَا يَخْرُجُ الدَّجَّالُ حَتَّى يَذْهَلَ النَّاسُ عَنْ ذِكْرِهِ وَحَتَّى تَتْرُكَ الْأَئِمَّةُ ذِكْرَهُ عَلَى الْمَنَابِرِ
“Sesungguhnya saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Dajjal tidak akan keluar sampai manusia lupa menyebutnya dan sampai para pemimpin (Dai) lupa menyebutkannya di atas mimbar.” (HR. Ahmad)
Menganalisa Dajjal ternyata tidak gampang dan sama sulitnya dengan menganalia Yajuj Majuj. Tidak heran banyak jika bertebaran buku dan hasil telaah Dajjal yang sama sekali tidak menghasilkan kesimpulan yang mencerahkan tapi malah semakin membingungkan dan makin bias, gagal analisa dan banyak dibumbui cerita-cerita tanpa dasar adalah penyebabnya.[/su_note]
Tidak seperti Yajuj Majuj yang disebut dua kali dalam Quran dan Banyak Hadist, kata Dajjal tidak pernah disebut dalam Quran. Semua petunjuk tentang Dajjal hanya ada dalam Hadist, dan didalam Qur’an tidak dijelaskan secara eksplisit.
Dajjal Dan Yajuj Majuj
Sebagaimana penciptaan Yajuj dan majuj penciptaan Dajjal adalah sebagai Ujian terbesar bagi Umat Islam. Dajjal dan Yajuj Majuj sebenarnya mempunyai hubungan yang sangat erat karena semua langkah politik dan militer yang diambil oleh Yajuj Majuj sejak abad 19 (sejak berdiri zionisme) adalah dalam komando Dajjal dalam rangka menyiapkan Dajjal memalsukan diri sebagai Isa Al-Masih yang akan memimpin dunia dari Israel. Jadi Silahkahkan baca juga kajian tentang Yajuj Majuj.
Misi Dajjal DiBumi
Untuk memahami misi Al-Masih palsu Dajjal maka kita harus tahu misi al-Masih asli, yaitu Nabi Isa as.
Kita Kilas balik dulu sekitar abad 6SM ketika Kerajaan Israel diserang dan dihancurkan tentara Babilonia dan kemudian diusir keluar dari Yerusalem dan kemudian Bani Israel diperbudak di Babilonia. kemudian mereka dijanjikan bahwa mereka akan :
- Pulang kembali dari Yerusalem.
- Mengklaim kembali Yerusalem sebagai tanah mereka ,
- Mendirikan kembali Negara Israel.
- Menurunkan Al-masih yang akan membawa Umat Yahudi ke zaman emas dan Israel menjadi pusat pemerintahan dunia.
Setelah keempat janji Allah itu ditepati 2000 tahun lalu, ternyata Bani Israel malah menolak Nabi Isa dan dianggap sebagai Al Masih Palsu bahkan diupayakan dibunuh. Alasan lain yang mereka buat adalah Isa dianggap anak yang lahir tanpa ayah (anak haram).
Maka Allah mendatangkan tentara Romawi untuk memporak porandakan Kerajaan Israel untuk yang kedua kali dan mengusir Bani Israel keluar dari Yerusalem. Mereka kemudian menyebar keseluruh pejuru dunia dan paling banyak ke benua Eropa.
Karena misi utama Al-Masih Dajjal adalah memalsukan diri sebagai Isa Al Masih, maka bisa dikatakan semua semua misi Dajjal haruslah mirip dengan peristiwa ketika pertama kali Bani Israel diusir Allah dari Babilonia.
- Mengembalikan Umat Yahudi ke Yerusalem, Sudah terjadi sejak 1917.
- Mengklaim kembali Yerusalem sebagai tanah mereka, Sudah terjadi lewat deklarasi Balfour 1917.
- Mendirikan Negara Israel, sudah terjadi pada 1948.
- Turunnya al-Masih palsu Dajjal, yang menurut Umat Yahudi akan membuat Israel kembali kezaman emas yang akan memimpin dunia. (Dajjal akan muncul 7 tahun setelah perang nuklir)
Nah sekarang kita tahu, sedang dizaman apa kita hidup (poin 4), yaitu suatu era dimana Umat Yahudi sedang gencar menyiapkan kemunculan Al-Masih Dajjal yang akan memimpin dunia dari Israel. Semua persiapan ini disebut sebagai agenda pemerintahan global atau para pemimpin AS menyebutnya New World Order (NWO, yaitu munculnya pemerintahan tunggal dunia yang akan dipimpin Israel.
Aspek Aspek Penting Tentang Al Masih Dajjal
Berdasar beberapa Hadist2 Shahih Kita bisa mengidentifikasi aspek2 penting tentang Dajjal yaitu :
- Dajjal sudah dilepas hanya beberapa tahun setelah Nabi meninggal, tapi belum muncul sebagai manusia.
- Dajjal hidup didunia dalam dua fase kehidupan.
- Dajjal akan mencul sbagai manusia tujuh tahun setelah malhamah.
- Dajjal akan muncul kedunia nyata dan mengaku sebagai Al-Masih.
1. Dajjal Dilepas Beberapa Tahun Setelah Nabi Meninggal.
Ada beberapa Hadist panjang yang diriwayatkan oleh Muslim dan ada yang dari Imam Ahmad tentang pelaut Palestina Tamim Ad-Dari yang bertemu Dajjal telah memandu kita untuk menyimpulkan bahwa Dajjal telah dilepas hanya beberapa tahun setelah Nabi meninggal
Kita ambil yang riwayat Ahmad :
“Suatu hari Rasulullah saw datang dengan tergesa-gesa seraya naik mimbar, maka diserukanlah, “Hendaklah solat berjamaah”, orang-orang pun berkumpul, kemudian beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku tidak menyeru kalian untuk menakut-nakuti dan mengejutkan kalian, akan tetapi Tamim Ad-Dari telah menceritakan kepadaku bahwa sekelompok manusia dari penduduk Palestina telah mengarungi lautan, lalu mereka diterpa angin (badai) sampai terdampar di sebuah pulau dari beberapa pulau di lautan. Tiba-tiba mereka bertemu dengan makhluk yang berambut panjang (berbulu lebat) sehingga tidak diketahui apakah dia laki-laki atau perempuan kerana rambutnya sangat lebat. Mereka bertanya, ‘Siapa kamu? Makhluk itu menjawab, ‘Aku adalah Jassasah’ (matamata). Mereka bertanya, ‘Mahukah kamu bercerita kepada kami? ‘ Makhluk itu menjawab, ‘Aku bukanlah orang yang bercerita dan bukan pula yang meminta cerita kepada kalian, akan tetapi pergilah ke tempat peribadatan (biara) ini, di sana ada seorang laki-laki yang memerlukan cerita-cerita dari kalian dan dia akan bercerita untuk kalian.’ Kemudian mereka memasuki biara, tiba-tiba mereka bertemu dengan seorang laki-laki yang buta sebelah matanya dan terbelenggu rantai. Dia bertanya, ‘Siapa kalian?’ Mereka menjawab, ‘Kami adalah orang-orang Arab.’ Dia bertanya lagi, ‘Apakah sudah ada seorang Nabi yang diutus untuk kalian?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Apakah orang-orang arab mengikutinya? ‘ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Dia lalu berkata, ‘Itu lebih baik bagi mereka.’ Lantas dia bertanya, ‘Apa yang diperbuat oleh (orang-orang) Persia? Apakah dia (Nabi saw) dapat menguasainya (atau mengalahkannya)? Mereka menjawab, ‘Tidak.’ Dia lalu berkata, ‘Sesungguhnya mereka akan dapat menguasainya.’ Kemudian dia bertanya lagi, ‘Apa yang terjadi dengan mata air Zughar?’ Mereka menjawab, ‘Dia mengeluarkan air dengan banyak.’ Kemudian dia bertanya lagi, ‘Apa yang terjadi dengan pohon kurma yang ada di Baisan, apakah ia memberikan kecukupan makan? ‘ Mereka menjawab, ‘Ya, untuk penduduknya.’ Kemudian dia berdiri dengan cepat, sehingga kami mengira bahwa dia akan lepas, maka kami berkata, ‘Siapa kamu? ‘ Dia menjawab, ‘Aku adalah Dajjal, aku akan menginjakkan kakiku ke semua penjuru bumi, kecuali Makkah dan Taibah (Madinah).” Maka Rasulullah saw bersabda: “Aku khabarkan berita gembira ini wahai orang-orang Muslim, (Kota Madinah) ini adalah Taibah yang tidak akan dimasuki oleh Dajjal.” (HR. Ahmad)
Penjelasan :
Kebanyakan Ulama dan Islam tidak sadar bahwa Hadist ini berisi Syarat syarat dilepasnya Dajjal , ada empat Syarat dilepasnya Dajjal :
- Sudah muncul Nabi Muhammad (syarat terpenuhi)
- Penaklukan Persia oleh Islam (syarat terpenuhi).
- Kurma Baisan Sudah berbuah lebat (Syarat terpenuhi)
- Mata air Zughar sudah mengeluarkan banyak air (Syarat terpenuhi)
Penaklukan Persia terjadi pada 644M pada masa Khalifah Umar bin Khatab. Hanya dua belas tahun setelah Nabi Muhammad meninggal pada 632M.
Jadi sangat jelas sekarang, bahwa Dajjal sudah dilepas sekitar 12 tahun setelah Nabi Meninggal.
Kesimpulan lain yang sangat penting dari hadist ini adalah bahwa Dajjal masih berada dialam Ghaib ketika bertemu Tamim Ad-Dari terindikasi dari Tamim Ad-Dari yang bertemu Mahkluk berbulu lebat yang bisa bicara (Mahkhluk Jin) .
Dalam Hadist selanjutnya kita akan lihat hal yang lebih menguatkan kesimpulan bahwa Dajjal berada dialam ghaib ketika bertemu Tamim Ad-Dari itu.
Kesimpulan terakhir adalah bahwa kota Mekah dan Madinah adalah kota yang tidak bisa dimasuki Dajjal.
2.Dajjal Hidup Didunia Dalam Dua Fase Kehidupan.
Dajjal hidup dalam 2 fase yaitu fase kehidupan dialam ghaib dan fase kehidupan didunia nyata.
Kita akan tela’ah hadist dibawah untuk memahami hal itu :
Dari An Nawwas bin Sam’an Al Kilabi r.a, ia berkata : “Rasulullah saw menyebutkan tentang Dajjal, Beliau bersabda: “Jika saat Dajjal keluar aku masih bersama kalian maka akulah yang akan melindungi kalian darinya. Namun jika ia keluar dan aku tidak lagi bersama kalian, maka setiap orang harus melindungi dirinya sendiri. Allah adalah pelindung bagiku dan setiap muslim. Barangsiapa dari kalian berjumpa dengannya, hendaklah ia bacakan awal surat Al-Kahfi, sebab itu akan melindungi kalian dari fitnahnya.” Kami lalu bertanya, “Berapa lama ia akan tinggal di bumi?” Beliau menjawab: “Empat puluh hari. Satu hari seakan setahun, dan sehari seakan sebulan, dan sehari seakan seminggu dan hari-harinya dia sama sebagaimana hari-hari kalian.” Kami bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, pada hari yang seakan satu tahun, apakah solat kami akan mencukupi untuk waktu sehari semalam?” Beliau menjawab, “Tidak, namun sesuaikanlah (setiap waktu solat). Kemudian Isa putera Maryam (a.s) akan turun di sisimenara putih, sebelah timur kota Damaskus (Syria). Lalu ia menemukan Dajjal di pintu Lud (sebuah tempat di dekat Baitul Maqdis), lantas ia pun membunuhnya.” (H.R Abu Dawud)
Penjelasan :
Hadist ini mengisyaratkan bahwa dilepasnya Dajjal Dajjal sudah sangat dekat, Nabi mengisyaratkannya mungkin ketika Beliau masih bersama kalian (sahabat) atau setelah beliau tidak bersama kalian (sahabat).
Dajjal akan tinggal dibumi selama empat puluh hari :
- Hari pertama sama dengan setahun.
- Hari kedua sama dengan sebulan
- Hari ketiga sama dengan seminggu
- Sisa 37 harinya sama dengan hari hari kita.
Hadist ini menjelaskan perbedaan relatifitas waktu karena perbedaan dimensi .
Contoh pertama : Dalam Surat Al-Hajj 47 perhitungan waktu dalam dimensi Allah dengan waktu dalam dimensi kita adalah 1 berbanding seribu.
وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47)
Contoh kedua : Dalam Surat Al Kahfi tentang beberapa pemuda yang ditidurkan dalam gua oleh Allah selama 309 tahun tapi setelah bangun mereka merasa baru setengah hari atau sehari. Itu karena ketika tidur Roh kita berada dalam dimensi lain.
…Mereka berkata, “Kami berada (di sini) sehari atau setengah hari….” (QS Al-Kahf 19).
Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (QS. Al Kahfi 25)
Nah dengan Isyarat perbedaan waktu karena perbedaan dimensi itu sekarang kita lebih gampang menyimpulkan Hadist diatas, bahwa pada 3 hari pertama Dajjal adalah berada didimensi lain dengan dimensi manusia yaitu berada dialam ghaib. Akan lebih mudah memahami jika misalnya kita anggap saja dia berada dialam Jin.
Didalam alam ghaib itu Dajjal melewati 3 periode waktu yang berbeda yang perbandingannya adalah periode pertama sehari= setahun, dilanjut periode kedua sehari = sebulan dan periode ketiga sehari = seminggu , itu dalam perhitungan alam ghaib.
Berapa lamakah Dajjal dialam Ghaib menurut hitungan hari kita? Sulit dijelaskan berapa pastinya, karena alam ghaib itu bertingkat dalam tujuh dimensi dan tidak ada penjelasan dialam ghaib mana Dajjal saat ini dan berapa perbedaan waktunya.
Jagad raya yang terdiri atas beberapa dimensi yang berbeda ini sudah diisyaratkan dalam Quran yang menyebutnya sebagai 7 langit yang beda. Dimensi paling bawah (dimensi manusia) tidak bisa melihat dimensi diatasnya . tapi dimensi diatas manusia (Misal dimensi Jin) akan bisa melihat dimensi manusia. Dan Allah yang berada didimensi teratas bisa melihat semua dimensi dibawahnya.
” Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-nya tujuh langit. dan dia maha mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah:29)
Periode keempat yaitu 37 hari dajjal akan dibumi sama dengan hari hari2 kamu, artinya dia akan berada dalam dimensi manusia, jelasnya Dajjal kan terlihat manusia hanya selama 37 hari.
Kesimpulan Hadist diatas :
- Hadist ini menguatkan analisa Hadist pada poin 1 bahwa Dajjal sudah lama dilepas tapi berada dialam ghaib.
- Fase pertama Dajjal dialam ghaib dibagi 3 periode.
- Fase kedua Dajjal akan muncul dan bisa dilihat manusia hanya selama 37 hari.
- Bisa diperkirakan sudah sekitar 1400 tahun Dajjal mempengaruhi manusia dari alam ghaib karena sudah dilepas 12 tahun setelah nabi Meninggal.
3.Dajjal Akan Terlihat Manusia Tujuh Tahun Setelah Al-malhamah
Hadist Hadist berikut menjelaskan bahwa Dajjal akan keluar setelah Al Malhamah (perang nuklir) tepatnya 7 tahun setelah perang nuklir. Kenapa kita yakin Malhamah itu perang nuklir? baca Isyarat Islam tentang perang nuklir.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « عُمْرَانُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ خَرَابُ يَثْرِبَ، وَخَرَابُ يَثْرِبَ خُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ، وَخُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ فَتْحُ قُسْطَنْطِينِيَّةَ، وَفَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ خُرُوجُ الدَّجَّالِ .
Berkata Rosulullah saw “Pemakmuran Baitul Maqdis merupakan tanda keruntuhan Yathrib, keruntuhan Yathrib merupakan tanda permulaan al-malhamah, dimulainya al-malhamah merupakan tanda pembebasan Kostantinopel, pembebasan Kostantinopel merupakan tanda kemunculan Dajjal“. (HR. Abu Dawud dan lain-lain).
Dari Abdullah bin Busr r.a : Rasulullah saw bersabda: “Antara peperangan dan pembukaan kota Konstantinopel jaraknya enam tahun, lalu Al Masih Ad Dajjal keluar pada awal tahun ke tujuh.” (H.R Abu dawud)
4. Dajjal Akan Mengaku Sebagai Nabi dan Diakui Umat Yahudi Sebagai Al Masih
Banyak hadist yang menyebut Dajjal dengan gelar Al Masih didepannya, padahal kita tahu gelar Al Masih adalah gelar untuk nabi Isa. Hal ini bermakna bahwa saat muncul dialam kita nanti Dajjal akan mengaku sebagai Al-Masih.
Dua Hadist berikut adalah sebagian yang menyebut Dajjal dengan gelar Al-Masih :
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ عَلَى مَنْ نَاوَأَهُمْ حَتَّى يُقَاتِلَ آخِرُهُمُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ
“Dari Imran bin Al-Hushain Ra, berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang membela kebenaran dengan mendapatkan pertolongan Alah dalam menghadapi orang-orang yang memusuhi mereka, hingga orang terakhir dari mereka memerangi Al Masih Dajjal.” (HR Ahmad)
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ . اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah Almasih Dajjal. Aku berlindung kepadaMu dari fitnah kehidupan dan sesudah mati. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari perbuatan dosa dan hutang.” (HR. Bukhari-Muslim)
Kenapa umat Yahudi akan mengakui Dajjal sebagai Al Masih ?
Diawal sudah sijelaskan bahwa Umat Yahudi tidak mengakui Isa as sebagai Al Masih asli sehingga mereka berusaha membunuh dan menyalib Isa as. Mereka sampai saat ini sedang menunggu kedatangan Al Masih yang dijanjikan itu. Dalam rangka menyambut Al Masih Dajjal itulah mereka saat ini sedang sibuk menyiapkan Istana ketiga (the third Temple) Israel sebagai penguasa dunia.
Kalau kita lihat Israel sekarang sedang menggali tanah disekitar Masjidil Aqsa maka sebenarnya mereka sedang mencari lokasi istana peninggalan Nabi Sulaiman dan nabi Dawud karena mereka percaya Istana buat Al Masih mereka itu harus dibangun tepat diatas lokasi Istana itu.
Bagaimana umat Yahudi bisa mengenali dan percaya Dajjal sebagai Al Masih?
Sebagaimana Nabi2 yang diberi kemampuan luar biasa (mu’jizat), maka untuk menipu umat Yahudi Allah juga memberi Dajjal beberapa kemampuan lebih dibanding manusia biasa, diantaranya adalah bisa membunuh seseorang kemudian menghidupkan kembali. Dengan kemampuan luar biasa Dajjal ini, umat Yahudi akan yakin bahwa dia adalah Al-Masih.
Hadist Shahih Bukhari Muslim ini menjelaskan hal itu :
يَأْتِي الدَّجَّالُ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ بَعْضَ السِّبَاخِ الَّتِي بِالْمَدِينَةِ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ هُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خَيْرِ النَّاسِ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا عَنْكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثَهُ فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ هَلْ تَشُكُّونَ فِي الْأَمْرِ فَيَقُولُونَ لَا فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ فَيَقُولُ حِينَ يُحْيِيهِ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ قَطُّ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّي الْيَوْمَ فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَقْتُلُهُ فَلَا أُسَلَّطُ عَلَيْهِ
“Dajjal akan datang pada suatu tanah yang tandus di Madinah (berusaha memasuki Madinah) padahal dia diharamkan untuk memasuki pintu-pintu gerbang Madinah. Maka pada hari itu keluarlah seorang laki-laki yang merupakan manusia terbaik atau salah seorang dari manusia terbaik menghadangnya seraya berkata; Aku bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang pernah diceritakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Dajjal berkata; Bagaimana sikap kalian jika aku membunuh orang ini lalu aku menghidupkannya kembali, apakah kalian masih meragukan kemampuanku?. Mereka menjawab: “Tidak”. Maka Dajjal membunuh laki-laki terbaik itu lalu menghidupkannya kembali. Laki-laki itu berkata, ketika Dajjal menghidupkannya kembali; “Demi Allah, hari ini aku tidak akan lebih waspada kecuali terhadap diriku sendiri. Maka Dajjal berkata; “Aku akan membunuhnya lagi”. Maka Dajjal tidak sanggup untuk menguasainya.” (HR. Al-Bukhari no. 1749 dan Muslim no. 5229)
Bukankah Umat Yahudi juga tahu kalau Islam mengisyarat Bahwa Dajjal Buta sebelah mata? Bukankah mereka kemudian akan menolaknya sebagai al-Masih mereka?
Kita juga yakin umat Yahudi juga tahu bahwa Islam mengisyaratkan Dajjal bermata satu, Jadi ada kemungkinan Dajjal nanti akan muncul dengan mata lengkap, Karena bisa jadi Isyarat Hadist Dajjal sebagai bermata satu adalah bahasa simbolik. bahwa Dajjal buta mata kanannya bermakna tidak bisa melihat kebaikan dan melek mata kirinya bermakna hanya bisa melihat kebatilan.
إن الله لايخفى عليكم إن الله ليس بأعور ألا وإن المسيح الدجال أعور العين كأن عينه عنبة طافية
Sesungguhnya Allah ta’ala tidak Buta. Ketahuilah bahwa al-Masih ad Dajjal buta sebelah kanannya, seakan-akan sebuah anggur yang busuk. (HR. Bukhari)
Lalu bagaimana Umat Islam bisa mengenali Dajjal ?
Allah telah memberi kemudahan bagi umat Muslim untuk mengenali Dajjal, setiap muslim baik yang buta huruf maupun yang melek huruf arab akan bisa melihat 3 huruf Kaf, Fa dan Ra dijidadnya.
وَإِنَّ الدَّجَّالَ مَمْسُوحُ الْعَيْنِ عَلَيْهَا ظَفَرَةٌ غَلِيظَةٌ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ وَغَيْرِ كَاتِبٍ
“Sesungguhnya Ad-Dajjal buta (sebelah) matanya, di atas matanya ada kulit tebal, diantara kedua matanya tertulis Kaf Fa Ra (Kafir) yang bisa dilihat oleh setiap mu`min baik yang bisa baca tulis atau pun tidak.” (HR. Riwayat Muslim No. 5223)
Kesimpulan
- Dajjal hidup dalam 2 fase, yaitu fase alam Ghaib dan fase kehidupan nyata manusia.
- Dajjal sudah dilepas hanya beberapa tahun sejak Nabi Muhammad meninggal dan mempengaruhi manusia dari alam Ghaib sampai sekarang.
- Dajjal akan muncul dan terlihat manusia hanya 37 hari dan akan diakui oleh umat Yahudi sebagai Al_masih mereka.
- Bahaya terbesar Dajjal adalah pada saat Dajjal berada diAlam Ghaib karena dia mempunyai waktu yang panjang (sudah hampir 1400 tahun). Pada saat munculnya
- Pada saat muncul dialam nyata nanti justru Dajjal tidak sebahaya ketika dialam Ghaib, karena setiap orang muslim tahu cirinya (tanda kafir diJidad), dan itupun hanya 37 hari.
Karena Hadist jelas menerangkan bahwa Dajjal sudah dilepas hanya beberapa tahun setelah Nabi meninggal, maka kita perlu tahu apa saja misi Dajjal selama dialam ghaib dan apa saja pengaruh yang mereka sebarkan sebagai ujian bagi umat Islam. baca kajiannya dalam artikel “Bisa jadi anda adalah pengikut Dajjal“
Lokasi kemunculan Dajjal Bukan di Khurasan
Ada beberapa Hadits yang menyebut bahwa nantinya Dajjal akan muncul dari Khurasan, sebuah wilayah yang meliputi: sebagian besar Iran timur laut, Afghanistan utara dan barat, serta sebagian kecil Turkmenistan dan Uzbekistan.
اَلدَّجَّالُ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالْمَشْرِقِ؛ يُقَالُ لَهَا: خُرَاسَانُ.
‘Dajjal akan keluar dari bumi di arah timur yang dinamakan Khurasan.’” (HR Tirmidzi)
Namun nampaknya hadits-hadits yang menyebut Khurasan menjadi terbantahkan jika kita melihat beberapa hadits Sahih riwayat Muslim dan Ibnu Majjah. Dimana hadits-hadits itu menyebut kemunculan Dajjal akan disebuah gerbang sempit diperbatasan Iraq- Suriah.
Hadits-haditsnya sangat panjang, jadi kita kutipkan dibagian Referensi, dibagian bawah dari kajian ini.
Beberapa aspek Penting lain tentang Dajjal
- Setiap muslim harus berjuang melawan bujukan Dajjal
- Dia akan muncul digerbang antara Suriah dan Irak dan akan membuat kerusakan di kiri dan ke kanannya.
- Dia akan tinggal dibumi selama 40 hari (bahasa simbolik)
- Dia akan bepergian dengan pesawat (bergerak seperti awan yang didorong oleh angin).
- Dia akan memancing manusia untuk menjadi pengikutnya dengan pancingan harta (hujan), dan menyengsarakan dengan sanksi ekonomi (kemarau)
- Diberi kelebihan bak seorang Nabi, bisa membunuh dan menghidupkan kembali.
- Hanya bisa dibunuh oleh Nabi Isa.
- Akan muncul diperbatasan antara Iraq-Suriah, bukan diwilayah Khurasan
REFERENSI
Masa 3 tahun paling berat menjelang munculnya Dajjal
عن أبي أمامة أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال “إن قبل خروج الدجال ثلاث سنوات شداد، يصيب الناس فيها جوع شديد، يأمر الله السماء في السنة الأولى أن تحبس ثلث مطرها، ويأمر الأرض أن تحبس ثلث نباتها، ثم يأمر السماء في السنة الثانية فتحبس ثلثي مطرها، ويأمر الأرض فتحبس ثلثي نباتها، ثم يأمر السماء في السنة الثالثة فتحبس مطرها كله، فلا تقطر قطرة، ويأمر الأرض فتحبس نباتها كله، فلا تنبت خضراء، فلا يبقى ذات ظلف إلا هلكت؛ إلا ما شاء الله ، قيل: فما يعيش الناس في ذلك الزمان؟ قال: التهليل والتكبير، والتحميد، ويجزئ ذلك عليهم مجزأة الطعام” وصححه الألباني في صحيح الجامع.
“Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal ada masa tiga tahun yang sangat sulit, dimana pada waktu itu manusia akan ditimpa kelaparan yang sangat. Allah memerintahkan kepada langit pada tahun pertama darinya untuk menahan 1/3 dari hujan dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 dari tanaman. Kemudian Allah memerintahkan kepada langit pada tahun kedua darinya agar menahan 2/3 dari hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan 2/3 dari tanamannya. Kemudian pada tahun ketiga darinya Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya, lalu ia tidak meneteskan setitik air pun dan memerintahkan kepada bumi agar menahan seluruh tanamannya, maka setelah itu tidak tumbuh satu tanaman hijau pun dan semua binatang berkuku akan mati kecuali yang dikehendaki Allah. Para sahabat bertanya dengan apa manusia akan hidup pada hari itu? “beliau menjawab, “tahlil, takbir, tasbih dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan.” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim, Shahih. Lihat Ash-Shahihah no.2457)
حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ،
بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ جَابِرٍ الطَّائِيُّ، قَاضِي حِمْصَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ،
جُبَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ، جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ الْحَضْرَمِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ النَّوَّاسَ بْنَ سَمْعَانَ الْكِلاَبِيَّ، ح
وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الرَّازِيُّ، – وَاللَّفْظُ لَهُ – حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا
عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ جَابِرٍ الطَّائِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ،
نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ، جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ، قَالَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه
وسلم الدَّجَّالَ ذَاتَ غَدَاةٍ فَخَفَّضَ فِيهِ وَرَفَّعَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ فَلَمَّا رُحْنَا إِلَيْهِ
عَرَفَ ذَلِكَ فِينَا فَقَالَ ” مَا شَأْنُكُمْ ” . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَكَرْتَ الدَّجَّالَ غَدَاةً فَخَفَّضْتَ
فِيهِ وَرَفَّعْتَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ . فَقَالَ ” غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ إِنْ يَخْرُجْ
وَأَنَا فِيكُمْ فَأَنَا حَجِيجُهُ دُونَكُمْ وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيجُ نَفْسِهِ وَاللَّهُ خَلِيفَتِي
عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ فَمَنْ أَدْرَكَهُ
مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّأْمِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا
وَعَاثَ شِمَالاً يَا عِبَادَ اللَّهِ فَاثْبُتُوا ” . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا لَبْثُهُ فِي الأَرْضِ قَالَ ”
أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ ” . قُلْنَا يَا رَسُولَ
اللَّهِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَسَنَةٍ أَتَكْفِينَا فِيهِ صَلاَةُ يَوْمٍ قَالَ ” لاَ اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ ” . قُلْنَا يَا
رَسُولَ اللَّهِ وَمَا إِسْرَاعُهُ فِي الأَرْضِ قَالَ ” كَالْغَيْثِ اسْتَدْبَرَتْهُ الرِّيحُ فَيَأْتِي عَلَى الْقَوْمِ
فَيَدْعُوهُمْ فَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَجِيبُونَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَالأَرْضَ فَتُنْبِتُ فَتَرُوحُ عَلَيْهِمْ
سَارِحَتُهُمْ أَطْوَلَ مَا كَانَتْ ذُرًا وَأَسْبَغَهُ ضُرُوعًا وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ ثُمَّ يَأْتِي الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ
فَيَرُدُّونَ عَلَيْهِ قَوْلَهُ فَيَنْصَرِفُ عَنْهُمْ فَيُصْبِحُونَ مُمْحِلِينَ لَيْسَ بِأَيْدِيهِمْ شَىْءٌ مِنْ أَمْوَالِهِمْ
وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُولُ لَهَا أَخْرِجِي كُنُوزَكِ . فَتَتْبَعُهُ كُنُوزُهَا كَيَعَاسِيبِ النَّحْلِ ثُمَّ يَدْعُو رَجُلاً
مُمْتَلِئًا شَبَابًا فَيَضْرِبُهُ بِالسَّيْفِ فَيَقْطَعُهُ جَزْلَتَيْنِ رَمْيَةَ الْغَرَضِ ثُمَّ يَدْعُوهُ فَيُقْبِلُ وَيَتَهَلَّلُ
وَجْهُهُ يَضْحَكُ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ
شَرْقِيَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأَسَهُ قَطَرَ وَإِذَا
رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِي حَيْثُ
يَنْتَهِي طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِي عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمُ
اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أَوْحَى
اللَّهُ إِلَى عِيسَى إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي لاَ يَدَانِ لأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ
. وَيَبْعَثُ اللَّهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ طَبَرِيَّةَ
فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا وَيَمُرُّ آخِرُهُمْ فَيَقُولُونَ لَقَدْ كَانَ بِهَذِهِ مَرَّةً مَاءٌ . وَيُحْصَرُ نَبِيُّ اللَّهُ عِيسَى
وَأَصْحَابُهُ حَتَّى يَكُونَ رَأْسُ الثَّوْرِ لأَحَدِهِمْ خَيْرًا مِنْ مِائَةِ دِينَارٍ لأَحَدِكُمُ الْيَوْمَ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ
اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ فَيُرْسِلُ اللَّهُ عَلَيْهُمُ النَّغَفَ فِي رِقَابِهِمْ فَيُصْبِحُونَ فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ ثُمَّ يَهْبِطُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى الأَرْضِ فَلاَ يَجِدُونَ فِي الأَرْضِ مَوْضِعَ شِبْرٍ
إِلاَّ مَلأَهُ زَهَمُهُمْ وَنَتْنُهُمْ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى اللَّهِ فَيُرْسِلُ اللَّهُ طَيْرًا كَأَعْنَاقِ
الْبُخْتِ فَتَحْمِلُهُمْ فَتَطْرَحُهُمْ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ مَطَرًا لاَ يَكُنُّ مِنْهُ بَيْتُ مَدَرٍ وَلاَ وَبَرٍ
فَيَغْسِلُ الأَرْضَ حَتَّى يَتْرُكَهَا كَالزَّلَفَةِ ثُمَّ يُقَالُ لِلأَرْضِ أَنْبِتِي ثَمَرَتَكِ وَرُدِّي بَرَكَتَكِ . فَيَوْمَئِذٍ
تَأْكُلُ الْعِصَابَةُ مِنَ الرُّمَّانَةِ وَيَسْتَظِلُّونَ بِقِحْفِهَا وَيُبَارَكُ فِي الرِّسْلِ حَتَّى أَنَّ اللِّقْحَةَ مِنَ الإِبِلِ
لَتَكْفِي الْفِئَامَ مِنَ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنَ الْبَقَرِ لَتَكْفِي الْقَبِيلَةَ مِنَ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنَ الْغَنَمِ لَتَكْفِي
الْفَخِذَ مِنَ النَّاسِ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ رِيحًا طَيِّبَةً فَتَأْخُذُهُمْ تَحْتَ آبَاطِهِمْ فَتَقْبِضُ
رُوحَ كُلِّ مُؤْمِنٍ وَكُلِّ مُسْلِمٍ وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ
السَّاعَةُ ” .
Nawwas bin Sam’an mengatakan, bahwa Rasulullah ﷺ menyebutkan Dajjal disuatu di pagi hari. Dia kadang-kadang menggambarkannya sebagai orang yang tidak penting dan kadang-kadang menggambarkan sebagai sesuatu yang sangat penting dan kami rasakan seolah-olah dia berada di rumpun pohon kurma. Ketika kami menemui (Nabi) di malam harinya dan Beliau membaca (tanda-tanda ketakutan) di wajah kami, dia berkata: Ada apa denganmu? Kami berkata: Rasulullah, Anda menyebutkan Dajjal di pagi hari (terkadang menggambarkannya) sebagi tidak penting dan terkadang sangat penting, sampai kami mulai berpikir seolah-olah dia hadir di(dekat) kelompok pohon kurma. Setelah itu dia (Nabi) berkata: Aku menyimpan kekhawatiran terhadapmu dalam banyak hal selain Dajjal. Jika dia muncul saat saya masih ada diantara kalian, saya yang akan melawan dia atas nama Anda, tetapi jika dia muncul saat saya (Nabi) tidak berada di antara kamu, maka seseorang harus berjuang atas namanya sendiri dan Allah akan menjaga setiap Muslim atas nama saya. (dan melindungi dari kejahatannya). Dia (Dajjal) adalah seorang pria muda dengan rambut kusut, dikelabang, dan mata buta. Saya membandingkannya dengan ‘Abd-ul-‘Uzza b. Qatan. Dia yang di antara Anda akan bertahan untuk melihatnya harus membacakan untuknya ayat-ayat pertama Sura Kahfi . Dia akan muncul di jalan antara Suriah dan Irak dan akan membuat kerusakan di kiri dan ke kanannya. Wahai hamba Allah! tetaplah taat, Kami berkata: Rasulullah, berapa lama dia tinggal di bumi? Dia berkata .. Selama empat puluh hari, satu hari seperti setahun dan satu hari seperti sebulan dan satu hari seperti seminggu dan sisa hari akan seperti hari-harimu. Kami berkata: Rasulullah, apakah sholat satu hari cukup untuk sholat sehari sama dengan satu tahun? Setelah itu dia berkata: Tidak, tetapi kamu harus membuat perkiraan waktu itu. Kami berkata: Utusan Allah, seberapa cepat dia berjalan di atas bumi? Setelah itu dia berkata: Seperti awan yang didorong oleh angin. Dia akan datang kepada orang-orang dan mengundang mereka dan mereka akan menegaskan iman mereka padanya dan menanggapi dia. Dia kemudian akan memberi perintah kepada langit dan akan ada curah hujan di atas bumi dan itu akan menumbuhkan tanaman. Kemudian di malam hari, hewan-hewan yang berpostur akan mendatangi mereka dengan punuknya sangat tinggi dan ambingnya penuh susu dan panggulnya terentang. Dia kemudian akan datang ke orang lain dan mengundang mereka. Tetapi mereka akan menolaknya dan dia akan pergi dari mereka dan akan terjadi kekeringan bagi mereka dan tidak ada yang tersisa dari mereka dalam bentuk kekayaan. Dia kemudian akan berjalan melalui sampah, tanah dan berkata kepadanya: Bawalah hartamu, dan harta itu akan keluar dan mengumpulkan (sendiri) di hadapannya seperti kawanan lebah. Dia kemudian akan memanggil seseorang yang masih muda dan menyerangnya dengan pedang dan memotongnya menjadi dua bagian dan (menaruh potongan-potongan itu dengan jarak) antara pemanah dan targetnya. Dia kemudian akan memanggil (pemuda itu) dan dia akan maju ke depan sambil tertawa dengan wajahnya yang bersinar (dengan kebahagiaan) dan pada saat inilah Allah akan mengirim Isa, putra Maryam, dan dia akan turun di menara putih di sisi timur Damaskus mengenakan dua pakaian yang diwarnai dengan Zafron (kuning) dan meletakkan tangannya di atas sayap dua Malaikat. Ketika dia menurunkan kepalanya, butiran-butiran keringat akan jatuh dari kepalanya, dan ketika dia mengangkatnya, butiran-butiran seperti mutiara akan berhamburan darinya. Setiap orang kafir yang mencium bau badannya akan mati dan nafasnya akan mencapai sejauh yang dia bisa lihat. Dia kemudian akan mencarinya (Dajjal) sampai dia akan menangkapnya di gerbang Ludd dan akan membunuhnya. Kemudian orang-orang yang telah dilindungi Allah akan datang kepada Isa, putra Maryam, dan dia akan menyeka wajah mereka dan akan memberi tahu mereka tentang tempat mereka di surga dan akan dalam kondisi seperti itu, Allah akan mengatakan kepada Isa kata-kata ini : Aku telah mengeluarkan dari antara hamba-Ku orang-orang yang tidak akan bisa dilawan oleh siapa pun (Ya’juj Ma’juj); Kamu ( Isa) kemudian membawa orang-orang ini dengan selamat kebukit Tur, dan kemudian Allah akan mengirim Ya juj dan Ma juj dan mereka akan turun dari setiap ketinggian. Yang pertama dari mereka akan melewati danau Tiberias dan meminumnya. Dan ketika yang terakhir dari mereka akan lewat, dia akan berkata: Dulu ada air di sana. Isa dan teman-temannya kemudian akan terkepung di sini (di Tur, dan mereka akan sangat tertekan) sehingga kepala lembu akan lebih berharga bagi mereka daripada seratus dinaar dan Rasul Allah, Isa dan pengikutnya akan memohon kepada Allah, Kemudian (Allah) akan mengirimkan serangga kepada mereka (yang akan menyerang leher mereka) dan di pagi hari mereka akan binasa secara bersamaan. Rasul Allah, Isa dan para pengikutnya kemudian mendatangi dan mereka tidak akan menemukan di bumi sejengkal tempatpun yang tidak diisi dengan bangkai dan bau busuk mereka. Rasul Allah, Isa dan para pengikutnya kemudian kembali memohon kepada Allah, Yang akan mengirim burung yang lehernya seperti unta baktrin dan mereka akan membawanya dan melemparkannya ke tempat yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah akan mengirimkan hujan yang tidak dapat ditampung oleh rumah dari tanah liat atau (tenda) bulu unta dan akan membasuh bumi sampai tampak seperti cermin. Kemudian bumi akan diberitahu untuk menghasilkan buahnya dan memulihkan berkahnya dan, sebagai hasilnya, akan tumbuh buah delima (sedemikian besar) sehingga sekelompok orang dapat memakannya, dan mencari perlindungan di bawah kulitnya dan susu sapi akan memberikan begitu banyak susu sehingga seluruh kelompok dapat meminumnya. Dan unta perah akan memberikan (sejumlah besar) susu sehingga seluruh suku dapat minum dari situ dan domba perah akan memberikan begitu banyak susu sehingga seluruh keluarga dapat meminum dari itu dan pada saat itu. Allah kemudian akan mengirimkan angin yang menyejukkan yang akan menenangkan (orang-orang) di bawah ketiak mereka, dan akan mengambil nyawa setiap Muslim dan hanya orang fasik yang akan tertinggal, yang melakukan perzinahan seperti keledai dan Kiamat akan datang kepada mereka. (HR. Muslim 2937)
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّهُ، سَمِعَ النَّوَّاسَ بْنَ سَمْعَانَ الْكِلاَبِيَّ، يَقُولُ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ الدَّجَّالَ الْغَدَاةَ فَخَفَضَ فِيهِ وَرَفَعَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ فَلَمَّا رُحْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ عَرَفَ ذَلِكَ فِينَا فَقَالَ ” مَا شَأْنُكُمْ ” . فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَكَرْتَ الدَّجَّالَ الْغَدَاةَ فَخَفَضْتَ فِيهِ ثُمَّ رَفَعْتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ . قَالَ ” غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيكُمْ فَأَنَا حَجِيجُهُ دُونَكُمْ وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيجُ نَفْسِهِ وَاللَّهُ خَلِيفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ قَائِمَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ فَمَنْ رَآهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ إِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ خَلَّةٍ بَيْنَ الشَّامِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالاً يَا عِبَادَ اللَّهِ اثْبُتُوا ” . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا لُبْثُهُ فِي الأَرْضِ قَالَ ” أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ ” . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَسَنَةٍ تَكْفِينَا فِيهِ صَلاَةُ يَوْمٍ قَالَ ” فَاقْدُرُوا لَهُ قَدْرًا ” . قَالَ قُلْنَا فَمَا إِسْرَاعُهُ فِي الأَرْضِ قَالَ ” كَالْغَيْثِ اشْتَدَّ بِهِ الرِّيحُ ” . قَالَ ” فَيَأْتِي الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ فَيَسْتَجِيبُونَ لَهُ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ أَنْ تُمْطِرَ فَتُمْطِرَ وَيَأْمُرُ الأَرْضَ أَنْ تُنْبِتَ فَتُنْبِتَ وَتَرُوحُ عَلَيْهِمْ سَارِحَتُهُمْ أَطْوَلَ مَا كَانَتْ ذُرًى وَأَسْبَغَهُ ضُرُوعًا وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ ثُمَّ يَأْتِي الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ فَيَرُدُّونَ عَلَيْهِ قَوْلَهُ فَيَنْصَرِفُ عَنْهُمْ فَيُصْبِحُونَ مُمْحِلِينَ مَا بِأَيْدِيهِمْ شَىْءٌ ثُمَّ يَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُولُ لَهَا أَخْرِجِي كُنُوزَكِ فَيَنْطَلِقُ فَتَتْبَعُهُ كُنُوزُهَا كَيَعَاسِيبِ النَّحْلِ ثُمَّ يَدْعُو رَجُلاً مُمْتَلِئًا شَبَابًا فَيَضْرِبُهُ بِالسَّيْفِ ضَرْبَةً فَيَقْطَعُهُ جِزْلَتَيْنِ رَمْيَةَ الْغَرَضِ ثُمَّ يَدْعُوهُ فَيُقْبِلُ يَتَهَلَّلُ وَجْهُهُ يَضْحَكُ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأْسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ يَنْحَدِرُ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ وَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ أَنْ يَجِدَ رِيِحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِي حَيْثُ يَنْتَهِي طَرْفُهُ فَيَنْطَلِقُ حَتَّى يُدْرِكَهُ عِنْدَ بَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِي نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى قَوْمًا قَدْ عَصَمَهُمُ اللَّهُ فَيَمْسَحُ وُجُوهَهُمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ أَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ يَا عِيسَى إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي لاَ يَدَانِ لأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ وَأَحْرِزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ . وَيَبْعَثُ اللَّهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَهُمْ كَمَا قَالَ اللَّهُ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ الطَّبَرِيَّةِ فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا ثُمَّ يَمُرُّ آخِرُهُمْ فَيَقُولُونَ لَقَدْ كَانَ فِي هَذَا مَاءٌ مَرَّةً وَيَحْضُرُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ حَتَّى يَكُونَ رَأْسُ الثَّوْرِ لأَحَدِهِمْ خَيْرًا مِنْ مِائَةِ دِينَارٍ لأَحَدِكُمُ الْيَوْمَ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى اللَّهِ فَيُرْسِلُ اللَّهُ عَلَيْهِمُ النَّغَفَ فِي رِقَابِهِمْ فَيُصْبِحُونَ فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ . وَيَهْبِطُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ فَلاَ يَجِدُونَ مَوْضِعَ شِبْرٍ إِلاَّ قَدْ مَلأَهُ زَهَمُهُمْ وَنَتْنُهُمْ وَدِمَاؤُهُمْ فَيَرْغَبُونَ إِلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ فَيُرْسِلُ عَلَيْهِمْ طَيْرًا كَأَعْنَاقِ الْبُخْتِ فَتَحْمِلُهُمْ فَتَطْرَحُهُمْ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَطَرًا لاَ يُكِنُّ مِنْهُ بَيْتُ مَدَرٍ وَلاَ وَبَرٍ فَيَغْسِلُهُ حَتَّى يَتْرُكَهُ كَالزَّلَقَةِ ثُمَّ يُقَالُ لِلأَرْضِ أَنْبِتِي ثَمَرَتَكِ وَرُدِّي بَرَكَتَكِ فَيَوْمَئِذٍ تَأْكُلُ الْعِصَابَةُ مِنَ الرُّمَّانَةِ فَتُشْبِعُهُمْ وَيَسْتَظِلُّونَ بِقِحْفِهَا وَيُبَارِكُ اللَّهُ فِي الرِّسْلِ حَتَّى إِنَّ اللِّقْحَةَ مِنَ الإِبِلِ تَكْفِي الْفِئَامَ مِنَ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنَ الْبَقَرِ تَكْفِي الْقَبِيلَةَ وَاللِّقْحَةَ مِنَ الْغَنَمِ تَكْفِي الْفَخِذَ . فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ رِيحًا طَيِّبَةً فَتَأْخُذُ تَحْتَ آبَاطِهِمْ فَتَقْبِضُ رُوحَ كُلِّ مُسْلِمٍ وَيَبْقَى سَائِرُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ كَمَا تَتَهَارَجُ الْحُمُرُ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ ” .
Nawas bin Sam’an Al-Kilabi berkata: “Rasulullah ﷺ menyebut Dajjal, suatu pagi, sebagai sesuatu yang dibenci tetapi juga mengkhawatirkan, sampai kami mengira bahwa dia ada dibatang pohon kurma. Ketika kami datang menemui Rasulullah ﷺ di malam hari, dia melihat bahwa (ketakutan) dalam diri kita, dan berkata: ‘Ada apa denganmu?’ Kami berkata: ‘Ya Rasulullah, kamu menyebut Dajjal pagi ini, dan kamu berbicara tentang dia sebagai sesuatu yang dihina tetapi juga mengkhawatirkan, sampai kami mengira bahwa dia berada dibatang pohon kurma.’ Dia berkata: ‘Ada hal-hal yang lebih aku takuti untukmu daripada Dajjal. Jika dia muncul saat aku di antara kamu, aku akan bersaing dengannya atas namamu, dan jika dia muncul ketika aku tidak di antara kamu, maka setiap orang harus menjaga dirinya sendiri, dan Allah akan menjaga setiap Muslim atas nama saya.Dia (Dajjal) akan menjadi seorang pria muda dengan rambut keriting dan mata yang menonjol; Saya menyamakannya dengan ‘Abdul-‘Uzza bin Qatan. Siapapun di antara Anda melihatnya , maka dia sebaiknya melafalkan Ayat pertama Surat Al-Kahf. Dia akan muncul dari celah antara Syam dan Irak, dan akan mendatangkan malapetaka kanan dan kiri. Wahai hamba Allah, tetaplah teguh. ” Kami berkata: ‘Ya Rasulullah, berapa lama dia akan tinggal di bumi?’ Dia berkata: ‘Empat puluh hari, satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti seminggu, dan sisa hari-harinya seperti hari-harimu.’ Kami berkata: ‘Ya Rasulullah, pada hari yang seperti setahun, apakah sholat satu hari cukup untuk kita?’ Dia berkata: ‘Buat perkiraan waktu (dan kemudian amati doa).’ Kami berkata: ‘Seberapa cepat dia akan bergerak di bumi?’ Dia berkata: ‘Seperti awan hujan yang ditiup angin.’ Dia berkata: ‘Dia akan datang kepada beberapa orang dan memanggil mereka, dan mereka akan menanggapi dan percaya kepadanya. Kemudian dia akan memerintahkan langit untuk hujan dan hujan akan turun, dan dia akan memerintahkan bumi untuk menghasilkan tumbuh-tumbuhan dan itu akan melakukannya, dan kawanan mereka akan kembali pada malam hari dengan punuk mereka lebih tinggi, kantung/karung mereka lebih penuh dan panggul mereka lebih gemuk dari sebelumnya. Kemudian dia akan mendatangi beberapa orang (lain) dan memanggil mereka, dan mereka akan menolaknya, jadi dia akan berpaling dari mereka dan mereka akan menderita kekeringan dan tidak ada yang tersisa. Kemudian dia akan melewati gurun dan akan berkata: “Bawalah hartamu,” lalu pergi, dan hartanya akan mengikuti dia seperti segerombolan lebah. Kemudian dia akan memanggil seorang pria yang penuh dengan masa muda dan akan menyerangnya dengan pedang dan membelahnya menjadi dua. Dia akan meletakkan kedua bagian itu sejauh jarak antara pemanah dan targetnya. Kemudian dia akan memanggilnya dan dia akan datang dengan wajah berseri-seri sambil tertawa. Ketika mereka seperti itu, Allah akan mengirimkan Isa binti Maryam, yang akan turun diMasjid menara putih di timur Damaskus, mengenakan dua Mahrud (pakaian diwarnai Saffron), meletakkan tangannya di atas sayap dua malaikat. Saat dia menundukkan kepalanya, butiran keringat akan jatuh darinya. Setiap orang kafir yang mencium aroma nafasnya akan mati, dan nafasnya akan mencapai sejauh mata memandang. Kemudian dia akan berangkat dan menyusulnya (Dajjal) di gerbang Ludd, dan akan membunuhnya. Kemudian Nabi Allah Isa akan mendatangi beberapa orang yang telah dilindungi Allah, dan dia akan menyeka wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang status mereka di surga. Sementara mereka seperti itu, Allah akan mengungkapkan kepadanya: “Hai Isa, Aku telah melepaskan beberapa hamba-Ku yang tidak akan bisa dibunuh siapa pun (Ya’juj Ma’juj), jadi bawalah umat-Ku ke Bukit Tur dengan aman.” Kemudian Ya juj dan Ma juj akan muncul dan mereka akan, seperti yang dijelaskan Allah, “turun dari setiap ketinggian.” [21:96] Yang pertama dari mereka akan melewati danau Tiberias dan minum darinya, kemudian yang terakhir akan melewatinya dan akan berkata: “Dulu ada air di sini.” Nabi Allah, ‘Eisa dan teman-temannya akan dikepung di sana sampai kepala seekor lembu akan disayangi oleh salah satu dari mereka lebih dari seratus Dinar bagi salah satu dari Anda hari ini. Kemudian, Nabi Allah, Isa dan sahabatnya akan memohon kepada Allah. Kemudian Allah akan mengirimkan ulat di leher mereka dan keesokan paginya mereka semua akan mati sebagai satu (bersamaan). Nabi Allah Isa dan para sahabatnya akan turun dan mereka bahkan tidak akan menemukan jarak jengkal tangan yang bebas dari bau, bau dan darah mereka. Mereka kemudin berdoa kepada Allah, dan Dia (Allah) akan mengirim burung dengan leher seperti leher unta Baktria, yang akan mengambilnya dan membuangnya kemanapun Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mengirimkan hujan yang tidak akan meninggalkan rumah dari tanah liat atau rambut, dan akan membasuh bumi sampai meninggalkannya seperti cermin (atau batu halus). Kemudian akan dikatakan kepada bumi: “Bawalah buahmu dan bawa kembali berkatmu.” Pada hari itu sekelompok orang akan makan dari (satu) buah delima dan itu akan mencukupi mereka, dan mereka akan mencari perlindungan di bawah kulitnya. Allah akan memberkati seekor unta perah sehingga cukup untuk sejumlah besar orang, dan seekor sapi perah akan cukup untuk seluruh suku dan seekor domba betina akan cukup untuk satu suku. Sementara mereka seperti itu, Allah akan mengirimkan angin yang menyjukkan yang akan menyentuh dibawah ketiak mereka dan akan mengambil jiwa setiap Muslim, meninggalkan orang-orang lain yang melakukan perzinahan seperti keledai, dan atas mereka akan datang kiamat. ‘”(HR. Ibnu Majjah 4075)
Ketika Dajjal akan memasuki Madinah
وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، وَابْنُ، حُجْرٍ جَمِيعًا عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ، أَخْبَرَنِي الْعَلاَءُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ
يَأْتِي الْمَسِيحُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ هِمَّتُهُ الْمَدِينَةُ حَتَّى يَنْزِلَ دُبُرَ أُحُدٍ ثُمَّ تَصْرِفُ الْمَلاَئِكَةُ وَجْهَهُ قِبَلَ الشَّامِ وَهُنَالِكَ يَهْلِكُ ” .
Dajjal akan datang dari sisi timur dengan maksud menyerang Madinah hingga dia akan datang dibelakang (gunung) Uhud. Kemudian para malaikat akan memalingkan wajahnya ke arah Syria dan di sana dia akan binasa. (HR. Muslim).
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، حَدَّثَنَا أَبُو عَمْرٍو، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ، حَدَّثَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ “ لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلاَّ سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ، إِلاَّ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ، لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلاَّ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ صَافِّينَ، يَحْرُسُونَهَا، ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلاَثَ رَجَفَاتٍ، فَيُخْرِجُ اللَّهُ كُلَّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ ”.
Nabi SAW berkata, “Tidak akan ada kota yang tidak akan dimasuki Dajjal, kecuali Mekah dan Madinah, dan tidak akan ada pintu masuk (baginya ke Mekah dan Madinah), para malaikat akan berdiri dalam barisan untuk menahannya, dan kemudian Madinah dan penduknya akan berguncang tiga kali, dan Allah akan mengusir semua orang kafir dan orang munafik darinya (dari kedua kota itu).” (HR . Bukhari)
-وعن أنس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “ليس من بلد إلى سيطؤه الدجال، إلا مكة والمدينة، وليس نقب من أنقابها إلا عليه الملائكة صافين تحرسهما، فينزل بالسبخة، فترجف المدينة ثلاث رجفات، يخرج الله منها كل كافر ومنافق”.
Rasulullah SAW berkata, “Tidak akan ada tanah yang tidak akan diinjak oleh Dajjal (Antikristus) kecuali Makkah dan Al-Madinah; dan tidak akan ada jalan menuju ke sana yang tidak akan dijaga oleh para malaikat disusun dalam barisan. Dajjal akan datang di tempat tandus yang berdekatan dengan Al-Madinah dan kota itu akan diguncang tiga kali. Allah akan mengusir darinya setiap orang kafir dan munafik.” (HR. Muslim)
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ، أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمًا حَدِيثًا طَوِيلاً عَنِ الدَّجَّالِ، فَكَانَ فِيمَا يُحَدِّثُنَا بِهِ أَنَّهُ قَالَ
“ يَأْتِي الدَّجَّالُ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ، فَيَنْزِلُ بَعْضَ السِّبَاخِ الَّتِي تَلِي الْمَدِينَةَ، فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ وَهْوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ، فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَدِيثَهُ، فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ، هَلْ تَشُكُّونَ فِي الأَمْرِ فَيَقُولُونَ لاَ. فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ فَيَقُولُ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ فِيكَ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّي الْيَوْمَ. فَيُرِيدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلاَ يُسَلَّطُ عَلَيْهِ ”.
Suatu hari Rasulullah SAW meriwayatkan kepada kami narasi panjang tentang Ad-Dajjal dan di antara hal-hal yang dia ceritakan kepada kami, adalah: “Dajjal akan datang, dan dia akan dilarang memasuki jalur pegunungan Madinah. Dia akan berkemah di salah satu daerah garam tetangga Madinah, dan akan muncul kepadanya seorang pria yang akan menjadi yang terbaik atau salah satu dari orang-orang terbaik. Dia akan mengatakan ‘Saya bersaksi bahwa Anda adalah Dajjal yang kisahnya telah dibertahukan Rasulullah SAW kepada kami.’ Ad-Dajjal akan berkata, ‘Lihat, jika aku membunuh orang ini dan kemudian menghidupkannya, apakah kamu akan meragukan klaimku?’ Mereka akan menjawab, ‘Tidak,’ Kemudian Dajjal membunuh orang itu dan kemudian menghidupkannya. Orang itu kemudian akan berkata, ‘Demi Allah, sekarang aku mengenalimu lebih dari sebelumnya!’, Dajjal kemudian akan mencoba membunuhnya (lagi), tapi dia tidak akan diberi kekuatan untuk melakukannya.” (HR. Bukhari).
وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، وَابْنُ، حُجْرٍ جَمِيعًا عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ، أَخْبَرَنِي الْعَلاَءُ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ
يَأْتِي الْمَسِيحُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ هِمَّتُهُ الْمَدِينَةُ حَتَّى يَنْزِلَ دُبُرَ أُحُدٍ ثُمَّ تَصْرِفُ الْمَلاَئِكَةُ وَجْهَهُ قِبَلَ الشَّامِ وَهُنَالِكَ يَهْلِكُ ” .
Dajjal akan datang dari sisi timur dengan maksud menyerang Madinah hingga ia akan turun di belakang Uhud. Kemudian para malaikat akan memalingkan wajahnya ke arah Syria dan di sana dia akan binasa. (HR. Muslim).
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبِيُّ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ رَافِعٍ أَبِي رَافِعٍ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ السَّيْبَانِيِّ، يَحْيَى بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ، قَالَ خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ فَكَانَ أَكْثَرُ خُطْبَتِهِ حَدِيثًا حَدَّثَنَاهُ عَنِ الدَّجَّالِ وَحَذَّرَنَاهُ فَكَانَ مِنْ قَوْلِهِ أَنْ قَالَ ” إِنَّهُ لَمْ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ مُنْذُ ذَرَأَ اللَّهُ ذُرِّيَّةَ آدَمَ أَعْظَمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَبْعَثْ نَبِيًّا إِلاَّ حَذَّرَ أُمَّتَهُ الدَّجَّالَ وَأَنَا آخِرُ الأَنْبِيَاءِ وَأَنْتُمْ آخِرُ الأُمَمِ وَهُوَ خَارِجٌ فِيكُمْ لاَ مَحَالَةَ وَإِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا بَيْنَ ظَهْرَانَيْكُمْ فَأَنَا حَجِيجٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ وَإِنْ يَخْرُجْ مِنْ بَعْدِي فَكُلُّ امْرِئٍ حَجِيجُ نَفْسِهِ وَاللَّهُ خَلِيفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَإِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ خَلَّةٍ بَيْنَ الشَّامِ وَالْعِرَاقِ فَيَعِيثُ يَمِينًا وَيَعِيثُ شِمَالاً . يَا عِبَادَ اللَّهِ أَيُّهَا النَّاسُ فَاثْبُتُوا فَإِنِّي سَأَصِفُهُ لَكُمْ صِفَةً لَمْ يَصِفْهَا إِيَّاهُ نَبِيٌّ قَبْلِي إِنَّهُ يَبْدَأُ فَيَقُولُ أَنَا نَبِيٌّ وَلاَ نَبِيَّ بَعْدِي ثُمَّ يُثَنِّي فَيَقُولُ أَنَا رَبُّكُمْ . وَلاَ تَرَوْنَ رَبَّكُمْ حَتَّى تَمُوتُوا وَإِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَإِنَّهُ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ أَوْ غَيْرِ كَاتِبٍ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنَّ مَعَهُ جَنَّةً وَنَارًا فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ فَمَنِ ابْتُلِيَ بِنَارِهِ فَلْيَسْتَغِثْ بِاللَّهِ وَلْيَقْرَأْ فَوَاتِحَ الْكَهْفِ فَتَكُونَ عَلَيْهِ بَرْدًا وَسَلاَمًا كَمَا كَانَتِ النَّارُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَقُولَ لأَعْرَابِيٍّ أَرَأَيْتَ إِنْ بَعَثْتُ لَكَ أَبَاكَ وَأُمَّكَ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَبُّكَ فَيَقُولُ نَعَمْ . فَيَتَمَثَّلُ لَهُ شَيْطَانَانِ فِي صُورَةِ أَبِيهِ وَأُمِّهِ فَيَقُولاَنِ يَا بُنَىَّ اتَّبِعْهُ فَإِنَّهُ رَبُّكَ . وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يُسَلَّطَ عَلَى نَفْسٍ وَاحِدَةٍ فَيَقْتُلَهَا وَيَنْشُرَهَا بِالْمِنْشَارِ حَتَّى يُلْقَى شِقَّتَيْنِ ثُمَّ يَقُولُ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي هَذَا فَإِنِّي أَبْعَثُهُ الآنَ ثُمَّ يَزْعُمُ أَنَّ لَهُ رَبًّا غَيْرِي . فَيَبْعَثُهُ اللَّهُ وَيَقُولُ لَهُ الْخَبِيثُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّيَ اللَّهُ وَأَنْتَ عَدُوُّ اللَّهِ أَنْتَ الدَّجَّالُ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ بَعْدُ أَشَدَّ بَصِيرَةً بِكَ مِنِّي الْيَوْمَ ” . قَالَ أَبُو الْحَسَنِ الطَّنَافِسِيُّ فَحَدَّثَنَا الْمُحَارِبِيُّ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ الْوَصَّافِيُّ عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ” ذَلِكَ الرَّجُلُ أَرْفَعُ أُمَّتِي دَرَجَةً فِي الْجَنَّةِ ” . قَالَ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ وَاللَّهِ مَا كُنَّا نُرَى ذَلِكَ الرَّجُلَ إِلاَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ حَتَّى مَضَى لِسَبِيلِهِ . قَالَ الْمُحَارِبِيُّ ثُمَّ رَجَعْنَا إِلَى حَدِيثِ أَبِي رَافِعٍ قَالَ ” وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَأْمُرَ السَّمَاءَ أَنْ تُمْطِرَ فَتُمْطِرَ وَيَأْمُرَ الأَرْضَ أَنْ تُنْبِتَ فَتُنْبِتَ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَمُرَّ بِالْحَىِّ فَيُكَذِّبُونَهُ فَلاَ تَبْقَى لَهُمْ سَائِمَةٌ إِلاَّ هَلَكَتْ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَمُرَّ بِالْحَىِّ فَيُصَدِّقُونَهُ فَيَأْمُرَ السَّمَاءَ أَنْ تُمْطِرَ فَتُمْطِرَ وَيَأْمُرَ الأَرْضَ أَنْ تُنْبِتَ فَتُنْبِتَ حَتَّى تَرُوحَ مَوَاشِيهِمْ مِنْ يَوْمِهِمْ ذَلِكَ أَسْمَنَ مَا كَانَتْ وَأَعْظَمَهُ وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ وَأَدَرَّهُ ضُرُوعًا وَإِنَّهُ لاَ يَبْقَى شَىْءٌ مِنَ الأَرْضِ إِلاَّ وَطِئَهُ وَظَهَرَ عَلَيْهِ إِلاَّ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لاَ يَأْتِيهِمَا مِنْ نَقْبٍ مِنْ نِقَابِهِمَا إِلاَّ لَقِيَتْهُ الْمَلاَئِكَةُ بِالسُّيُوفِ صَلْتَةً حَتَّى يَنْزِلَ عِنْدَ الظُّرَيْبِ الأَحْمَرِ عِنْدَ مُنْقَطَعِ السَّبَخَةِ فَتَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلاَثَ رَجَفَاتٍ فَلاَ يَبْقَى مُنَافِقٌ وَلاَ مُنَافِقَةٌ إِلاَّ خَرَجَ إِلَيْهِ فَتَنْفِي الْخَبَثَ مِنْهَا كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَيُدْعَى ذَلِكَ الْيَوْمُ يَوْمَ الْخَلاَصِ ” . فَقَالَتْ أُمُّ شَرِيكٍ بِنْتُ أَبِي الْعُكَرِ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَيْنَ الْعَرَبُ يَوْمَئِذٍ قَالَ ” هُمْ يَوْمَئِذٍ قَلِيلٌ وَجُلُّهُمْ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ وَإِمَامُهُمْ رَجُلٌ صَالِحٌ فَبَيْنَمَا إِمَامُهُمْ قَدْ تَقَدَّمَ يُصَلِّي بِهِمُ الصُّبْحَ إِذْ نَزَلَ عَلَيْهِمْ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ الصُّبْحَ فَرَجَعَ ذَلِكَ الإِمَامُ يَنْكُصُ يَمْشِي الْقَهْقَرَى لِيَتَقَدَّمَ عِيسَى يُصَلِّي بِالنَّاسِ فَيَضَعُ عِيسَى يَدَهُ بَيْنَ كَتِفَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ تَقَدَّمْ فَصَلِّ فَإِنَّهَا لَكَ أُقِيمَتْ . فَيُصَلِّي بِهِمْ إِمَامُهُمْ فَإِذَا انْصَرَفَ قَالَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ افْتَحُوا الْبَابَ . فَيُفْتَحُ وَوَرَاءَهُ الدَّجَّالُ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفِ يَهُودِيٍّ كُلُّهُمْ ذُو سَيْفٍ مُحَلًّى وَسَاجٍ فَإِذَا نَظَرَ إِلَيْهِ الدَّجَّالُ ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ وَيَنْطَلِقُ هَارِبًا وَيَقُولُ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ إِنَّ لِي فِيكَ ضَرْبَةً لَنْ تَسْبِقَنِي بِهَا . فَيُدْرِكُهُ عِنْدَ بَابِ اللُّدِّ الشَّرْقِيِّ فَيَقْتُلُهُ فَيَهْزِمُ اللَّهُ الْيَهُودَ فَلاَ يَبْقَى شَىْءٌ مِمَّا خَلَقَ اللَّهُ يَتَوَارَى بِهِ يَهُودِيٌّ إِلاَّ أَنْطَقَ اللَّهُ ذَلِكَ الشَّىْءَ لاَ حَجَرَ وَلاَ شَجَرَ وَلاَ حَائِطَ وَلاَ دَابَّةَ – إِلاَّ الْغَرْقَدَةَ فَإِنَّهَا مِنْ شَجَرِهِمْ لاَ تَنْطِقُ – إِلاَّ قَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ الْمُسْلِمَ هَذَا يَهُودِيٌّ فَتَعَالَ اقْتُلْهُ ” . قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ” وَإِنَّ أَيَّامَهُ أَرْبَعُونَ سَنَةً السَّنَةُ كَنِصْفِ السَّنَةِ وَالسَّنَةُ كَالشَّهْرِ وَالشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَآخِرُ أَيَّامِهِ كَالشَّرَرَةِ يُصْبِحُ أَحَدُكُمْ عَلَى بَابِ الْمَدِينَةِ فَلاَ يَبْلُغُ بَابَهَا الآخَرَ حَتَّى يُمْسِيَ ” . فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ نُصَلِّي فِي تِلْكَ الأَيَّامِ الْقِصَارِ قَالَ ” تَقْدُرُونَ فِيهَا الصَّلاَةَ كَمَا تَقْدُرُونَهَا فِي هَذِهِ الأَيَّامِ الطِّوَالِ ثُمَّ صَلُّوا ” . قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ” فَيَكُونُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فِي أُمَّتِي حَكَمًا عَدْلاً وَإِمَامًا مُقْسِطًا يَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَذْبَحُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيَتْرُكُ الصَّدَقَةَ فَلاَ يُسْعَى عَلَى شَاةٍ وَلاَ بَعِيرٍ وَتُرْفَعُ الشَّحْنَاءُ وَالتَّبَاغُضُ وَتُنْزَعُ حُمَةُ كُلِّ ذَاتِ حُمَةٍ حَتَّى يُدْخِلَ الْوَلِيدُ يَدَهُ فِي فِي الْحَيَّةِ فَلاَ تَضُرَّهُ وَتُفِرُّ الْوَلِيدَةُ الأَسَدَ فَلاَ يَضُرُّهَا وَيَكُونُ الذِّئْبُ فِي الْغَنَمِ كَأَنَّهُ كَلْبُهَا وَتُمْلأُ الأَرْضُ مِنَ السِّلْمِ كَمَا يُمْلأُ الإِنَاءُ مِنَ الْمَاءِ وَتَكُونُ الْكَلِمَةُ وَاحِدَةً فَلاَ يُعْبَدُ إِلاَّ اللَّهُ وَتَضَعُ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا وَتُسْلَبُ قُرَيْشٌ مُلْكَهَا وَتَكُونُ الأَرْضُ كَفَاثُورِ الْفِضَّةِ تُنْبِتُ نَبَاتَهَا بِعَهْدِ آدَمَ حَتَّى يَجْتَمِعَ النَّفَرُ عَلَى الْقِطْفِ مِنَ الْعِنَبِ فَيُشْبِعَهُمْ وَيَجْتَمِعَ النَّفَرُ عَلَى الرُّمَّانَةِ فَتُشْبِعَهُمْ وَيَكُونَ الثَّوْرُ بِكَذَا وَكَذَا مِنَ الْمَالِ وَتَكُونَ الْفَرَسُ بِالدُّرَيْهِمَاتِ ” . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا يُرْخِصُ الْفَرَسَ قَالَ ” لاَ تُرْكَبُ لِحَرْبٍ أَبَدًا ” . قِيلَ لَهُ فَمَا يُغْلِي الثَّوْرَ قَالَ ” تُحْرَثُ الأَرْضُ كُلُّهَا وَإِنَّ قَبْلَ خُرُوجِ الدَّجَّالِ ثَلاَثَ سَنَوَاتٍ شِدَادٍ يُصِيبُ النَّاسَ فِيهَا جُوعٌ شَدِيدٌ يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الأُولَى أَنْ تَحْبِسَ ثُلُثَ مَطَرِهَا وَيَأْمُرُ الأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا ثُمَّ يَأْمُرُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الثَّانِيَةِ فَتَحْبِسُ ثُلُثَىْ مَطَرِهَا وَيَأْمُرُ الأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَىْ نَبَاتِهَا ثُمَّ يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ فَتَحْبِسُ مَطَرَهَا كُلَّهُ فَلاَ تَقْطُرُ قَطْرَةٌ وَيَأْمُرُ الأَرْضَ فَتَحْبِسُ نَبَاتَهَا كُلَّهُ فَلاَ تُنْبِتُ خَضْرَاءَ فَلاَ تَبْقَى ذَاتُ ظِلْفٍ إِلاَّ هَلَكَتْ إِلاَّ مَا شَاءَ اللَّهُ ” . قِيلَ فَمَا يُعِيشُ النَّاسَ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ قَالَ ” التَّهْلِيلُ وَالتَّكْبِيرُ وَالتَّسْبِيحُ وَالتَّحْمِيدُ وَيُجْرَى ذَلِكَ عَلَيْهِمْ مَجْرَى الطَّعَامِ ” . قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ سَمِعْتُ أَبَا الْحَسَنِ الطَّنَافِسِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبِيَّ يَقُولُ يَنْبَغِي أَنْ يُدْفَعَ هَذَا الْحَدِيثُ إِلَى الْمُؤَدِّبِ حَتَّى يُعَلِّمَهُ الصِّبْيَانَ فِي الْكُتَّابِ .
“Rasulullah (ﷺ) berbicara kepada kami, dan sebagian besar pidatonya berkaitan dengan memberi tahu kami tentang Dajjal. Dia memperingatkan tentang dia, dan di antara hal-hal yang dia katakan adalah: ‘Tidak akan ada kesusahan di bumi, sejak waktu Allah menciptakan keturunan Adam, itu akan lebih besar dari siksaan Dajjal. Allah tidak mengutus seorang Nabi melainkan dia memperingatkan umatnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi terakhir, dan kamu adalah bangsa terakhir. Dia pasti akan muncul di antara kamu. Jika dia muncul saat aku berada di antara kamu, aku akan bertarung dengannya atas nama setiap Muslim, dan jika dia muncul saat aku tidak berada di antara kamu, maka setiap orang harus menjaga dirinya sendiri dan Allah akan menjaganya. setiap Muslim atas nama saya. Dia akan muncul dari Al-Khallah, antara Syam dan Irak, dan akan mendatangkan malapetaka kanan dan kiri. Wahai hamba Allah, tetap teguh. Saya akan menjelaskan dia kepada Anda dengan cara yang tidak ada dari para Nabi telah menggambarkan dia sebelum saya.
Dia akan mulai dengan mengatakan “Saya seorang Nabi,” dan tidak ada Nabi setelah saya. Kemudian untuk kedua kalinya dia akan berkata: “Aku adalah Tuhanmu.” Tetapi kamu tidak akan melihat Tuhanmu sampai kamu mati. Dia bermata satu, dan Tuhanmu tidak bermata satu, dan tertulis di antara kedua matanya adalah Kafir. Setiap mukmin akan bisa membacanya, baik dia terpelajar maupun buta huruf. Bagian dari Fitnahnya adalah bahwa dia akan memiliki Surga dan Neraka bersamanya, tetapi Nerakanya adalah Surga dan Surganya adalah Neraka. Barangsiapa diuji dengan apinya (neraka), maka hendaklah dia memohon pertolongan Allah dan membacakan ayat pertama Al-Kahfi, maka ia akan merasa sejuk dan aman, sebagaimana api itu untuk Ibrahim.
Bagian dari Fitnahnya adalah bahwa dia akan berkata kepada seorang Badui: “Bagaimana menurutmu, jika aku membangkitkan ayah dan ibumu untukmu, apakah kamu akan bersaksi bahwa aku adalah Tuhanmu?” Dia akan berkata: “Ya.” Kemudian dua setan akan menampakkan diri kepadanya dalam bentuk ayah dan ibunya dan akan berkata: “Wahai anakku, ikutilah dia, karena dia adalah Tuhanmu.” Dan sebagian fitnahnya adalah dia akan mengalahkan satu jiwa dan membunuhnya, kemudian dia akan memotongnya dengan gergaji sampai dia menjadi dua bagian. Kemudian dia akan berkata: “Lihatlah budakku ini; aku akan membangkitkannya sekarang, kemudian dia akan mengakui bahwa dia memiliki Tuhan selain aku (Dajjal).” Kemudian Allah akan membangkitkannya dan si jahat itu (Dajjal) akan berkata kepadanya: “Siapakah Tuhanmu?” dan dia akan berkata: “Allah adalah Tuhanku, dan kamu adalah musuh Allah, kamu adalah Dajjal. Demi Allah, aku tidak pernah memiliki wawasan yang lebih tentang kamu daripada yang aku miliki hari ini.”
(Tambahan) Abul-Hasan Tanafisi mengatakan: “Muharibi mengatakan kepada kami: ‘Ubaidullah bin al-Walid Al-Wassafi mengatakan kepada kami, dari ‘Atiyyah, bahwa Abu Sa’eed berkata:” Rasulullah SAW mengatakan: ‘Orang Itu akan menjadi yang tertinggi statusnya di antara bangsaku di Surga'” . Dia berkata: “Abu Sa’eed berkata: ‘Demi Allah, kami tidak berpikir bahwa manusia itu akan menjadi orang lain selain ‘Umar bin Khattab, sampai dia meninggal. Muharibi berkata: “Kemudian kami kembali ke riwayat Abu Rafi’.” Dia berkata: – ‘Bagian dari fitnahnya adalah bahwa dia akan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, dan akan menurunkan hujan, dan dia akan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan akan melakukannya. Dan sebagian dari Fitnahnya adalah dia akan melewati sebuah kaum dan mereka akan mengkafirkannya, sehingga semua ternak mereka akan musnah dan tidak ada yang tersisa. Dan sebagian fitnahnya adalah dia akan melewati kaum yang (mau) beriman kepadanya, maka dia akan memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, dan hujan akan turun, dan dia akan memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan itu akan terjadi, sampai kawanan mereka kembali pada petang hari itu, lebih besar dan lebih gemuk daripada sebelumnya, dengan panggul terentang dan ambing penuh susu. Tidak ada bagian bumi yang tersisa yang tidak dia masuki dan kuasai, kecuali Mekkah dan Al-Madinah, karena dia tidak akan mendekati mereka di salah satu jalur gunung mereka tetapi dia akan bertemu dengan malaikat dengan pedang terhunus, sampai dia akan berhenti di bukit merah di ujung rawa. Kemudian Al-Madinah akan diguncang dengan penduduknya tiga kali, dan tidak ada orang munafik, laki-laki atau perempuan, yang tersisa, semua akan keluar kepadanya. Dengan demikian (kota) itu akan dibersihkan dari kenajisan seperti penghembus membersihkan besi dari sampah. Dan hari itu akan disebut Hari Pembebasan.’ “Umm Sharik bint Abi ‘akar berkata: ‘Wahai Rasulullah, di manakah orang-orang Arab hari itu?’ Dia berkata: ‘Pada hari itu mereka akan sedikit, dan kebanyakan dari mereka akan berada di Baitul-Maqdis (Jerusalem), dan pemimpin mereka adalah orang yang saleh.
Ketika pemimpin mereka telah melangkah maju untuk memimpin mereka dalam sholat subuh, Isa bin Maryam akan turun ke mereka. Pemimpin mereka (Al Mahdi) akan mundur agar Isa bisa maju dan memimpin orang-orang Sholat, tapi Isa akan menaruh tangannya di antara bahunya dan berkata kepadanya: “Maju dan (pimpinlah) Sholat, karena Iqamah diberikan untukmu.” Kemudian pemimpin mereka (al Mahdi) akan memimpin sholat.
Ketika dia telah selesai (sholat), Isa (as) akan berkata: “Buka gerbangnya.” Maka mereka akan membukanya dan di belakangnya akan ada Dajjal dengan tujuh puluh ribu orang Yahudi, masing-masing dari mereka membawa pedang berhias dan mengenakan jubah kehijauan. Ketika Dajjal melihatnya, dia akan mulai meleleh seperti garam yang meleleh di air. Dia akan lari, dan Isa (as), akan berkata: “Aku punya hanya satu pukulan untukmu, yang mana kamu tidak akan bisa melarikan diri!”. Dia akan mengejarnya sampai di gerbang timur Ludd, dan akan membunuhnya. Kemudian Allah akan mengalahkan orang-orang Yahudi, dan tidak ada yang tersisa dari ciptaan Allah yang dapat disembunyikan oleh orang-orang Yahudi, kecuali bahwa Allah akan membuatnya berbicara, tidak ada batu, tidak ada pohon, tidak ada tembok, tidak ada binatangpun kecuali (pohon) Gharqad, karena itu adalah salah satu pohon mereka, dan tidak akan berbicara (batu dan pohon itu) kecuali bahwa ia akan berkata: “Hai muslim hamba Allah, ini ada orang Yahudi, datang dan bunuhlah dia!”.
“Rasulullah SAW berkata: ‘Hari-harinya (Dajjal) berjumlah empat puluh tahun: setahun seperti setengah tahun, setahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, dan sisa hari-harinya seperti percikan api (akan berlalu dengan cepat). Salah seorang dari kalian akan memasuki gerbang Al-Madinah di pagi hari dan tidak mencapai gerbang lainnya sampai malam tiba.’ Dikatakan: ‘Wahai Rasulullah, bagaimana kita harus sholat pada hari-hari pendek itu?’ Dia berkata: ‘Perkirakan (waktu) shalat, seperti yang Anda lakukan pada hari-hari yang panjang ini, lalu shalat.’
Rasulullah SAW bersabda: “Isa bin Maryam (as), akan menjadi hakim yang adil dan penguasa yang adil di antara bangsaku. Dia akan mematahkan salib, menyembelih babi, menghapus Jizyah dan amal akan ditinggalkan. Tidak seseorang akan ditunjuk untuk (mengumpulkan zakat) domba dan unta. Dendam dan kebencian timbal balik akan hilang, dan racun dari setiap makhluk berbisa akan dihilangkan, sehingga bayi laki-laki yang memegang ular ditanganya tidak akan mencelakainya, dan bayi perempuan akan membuat singa melarikan diri, dan (singa) itu tidak akan mencelakainya, dan serigala akan berada di antara domba-domba seperti anjing gembala mereka.
Bumi akan dipenuhi dengan kedamaian seperti kapal yang diisi dengan air. Orang-orang akan bersatu dan tidak ada yang disembah kecuali Allah. Perang akan berhenti (tidak ada lagi) dan suku Quraisy tidak akan lagi berkuasa.
Bumi akan menjadi seperti pinggan perak, dengan tumbuh-tumbuhan tumbuh seperti pada zaman Adam, sampai sekelompok orang yang memetik satu ikat anggur dan itu akan mencukupi, dan satu kelompok yang memetik satu delima itu akan cukup bagi mereka. Seekor lembu akan dijual dengan uang sekian dan sekian, dan seekor kuda akan dijual dengan beberapa Dirham.’ Mereka berkata: ‘Wahai Rasulullah, mengapa kuda (kendaraan) begitu murah?’ Dia berkata: ‘Mereka tidak akan pernah dinaiki lagi dalam perang lagi.’ Dikatakan kepadanya: ‘Mengapa lembu begitu mahal?’ Dia berkata: ‘Karena semua tanah akan digarap.
Sebelum Dajjal muncul, akan ada tiga tahun yang sulit di mana orang-orang akan mengalami kelaparan yang parah. Pada tahun pertama, Allah akan memerintahkan langit untuk menahan sepertiga dari hujannya dan bumi untuk menahan sepertiga dari hasilnya. Pada tahun kedua, Dia akan memerintahkan langit untuk menahan dua pertiga dari hujannya dan bumi untuk menahan dua pertiga dari hasil bumi. Pada tahun ketiga, dia akan memerintahkan langit untuk menahan semua hujannya, dan tidak ada setetes pun yang jatuh, dan bumi menahan semua hasilnya, dan tidak ada yang tumbuh. Semua hewan berkuku belah akan mati, kecuali yang dikehendaki Allah.’ Dikatakan: ‘Dengan apa orang-orang akan hidup pada saat itu?’ Dia berkata: ‘Tahlil, Takbir, Tasbih dan Tahmid. Itu akan menggantikan makanan bagi mereka.'” Abu ‘Abdullah (Ibn Majah) berkata: “Saya mendengar Abul-Hasan Tanafisi berkata: ‘Saya mendengar ‘Abdur-Rahman Al-Muharibi berkata:” Hadits ini harus dikirim ke setiap guru sehingga mereka dapat mengajarkannya kepada anak-anak di sekolah.” (HR. Ibnu Majah)
Tiga Hadits sahih lokasi kemunculan Dajjal
حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ،
بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ جَابِرٍ الطَّائِيُّ، قَاضِي حِمْصَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ،
جُبَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ، جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ الْحَضْرَمِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ النَّوَّاسَ بْنَ سَمْعَانَ الْكِلاَبِيَّ، ح
وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الرَّازِيُّ، – وَاللَّفْظُ لَهُ – حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا
عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ جَابِرٍ الطَّائِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ،
نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ، جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنِ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ، قَالَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه
وسلم الدَّجَّالَ ذَاتَ غَدَاةٍ فَخَفَّضَ فِيهِ وَرَفَّعَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ فَلَمَّا رُحْنَا إِلَيْهِ
عَرَفَ ذَلِكَ فِينَا فَقَالَ ” مَا شَأْنُكُمْ ” . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَكَرْتَ الدَّجَّالَ غَدَاةً فَخَفَّضْتَ
فِيهِ وَرَفَّعْتَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ . فَقَالَ ” غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ إِنْ يَخْرُجْ
وَأَنَا فِيكُمْ فَأَنَا حَجِيجُهُ دُونَكُمْ وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيجُ نَفْسِهِ وَاللَّهُ خَلِيفَتِي
عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ فَمَنْ أَدْرَكَهُ
مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّأْمِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا
وَعَاثَ شِمَالاً يَا عِبَادَ اللَّهِ فَاثْبُتُوا ” . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا لَبْثُهُ فِي الأَرْضِ قَالَ ”
أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ ” . قُلْنَا يَا رَسُولَ
اللَّهِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَسَنَةٍ أَتَكْفِينَا فِيهِ صَلاَةُ يَوْمٍ قَالَ ” لاَ اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ ” . قُلْنَا يَا
رَسُولَ اللَّهِ وَمَا إِسْرَاعُهُ فِي الأَرْضِ قَالَ ” كَالْغَيْثِ اسْتَدْبَرَتْهُ الرِّيحُ فَيَأْتِي عَلَى الْقَوْمِ
فَيَدْعُوهُمْ فَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَجِيبُونَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَالأَرْضَ فَتُنْبِتُ فَتَرُوحُ عَلَيْهِمْ
سَارِحَتُهُمْ أَطْوَلَ مَا كَانَتْ ذُرًا وَأَسْبَغَهُ ضُرُوعًا وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ ثُمَّ يَأْتِي الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ
فَيَرُدُّونَ عَلَيْهِ قَوْلَهُ فَيَنْصَرِفُ عَنْهُمْ فَيُصْبِحُونَ مُمْحِلِينَ لَيْسَ بِأَيْدِيهِمْ شَىْءٌ مِنْ أَمْوَالِهِمْ
وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُولُ لَهَا أَخْرِجِي كُنُوزَكِ . فَتَتْبَعُهُ كُنُوزُهَا كَيَعَاسِيبِ النَّحْلِ ثُمَّ يَدْعُو رَجُلاً
مُمْتَلِئًا شَبَابًا فَيَضْرِبُهُ بِالسَّيْفِ فَيَقْطَعُهُ جَزْلَتَيْنِ رَمْيَةَ الْغَرَضِ ثُمَّ يَدْعُوهُ فَيُقْبِلُ وَيَتَهَلَّلُ
وَجْهُهُ يَضْحَكُ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ
شَرْقِيَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأَسَهُ قَطَرَ وَإِذَا
رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِي حَيْثُ
يَنْتَهِي طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِي عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمُ
اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أَوْحَى
اللَّهُ إِلَى عِيسَى إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي لاَ يَدَانِ لأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ
. وَيَبْعَثُ اللَّهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ طَبَرِيَّةَ
فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا وَيَمُرُّ آخِرُهُمْ فَيَقُولُونَ لَقَدْ كَانَ بِهَذِهِ مَرَّةً مَاءٌ . وَيُحْصَرُ نَبِيُّ اللَّهُ عِيسَى
وَأَصْحَابُهُ حَتَّى يَكُونَ رَأْسُ الثَّوْرِ لأَحَدِهِمْ خَيْرًا مِنْ مِائَةِ دِينَارٍ لأَحَدِكُمُ الْيَوْمَ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ
اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ فَيُرْسِلُ اللَّهُ عَلَيْهُمُ النَّغَفَ فِي رِقَابِهِمْ فَيُصْبِحُونَ فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ
وَاحِدَةٍ ثُمَّ يَهْبِطُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى الأَرْضِ فَلاَ يَجِدُونَ فِي الأَرْضِ مَوْضِعَ شِبْرٍ
إِلاَّ مَلأَهُ زَهَمُهُمْ وَنَتْنُهُمْ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى اللَّهِ فَيُرْسِلُ اللَّهُ طَيْرًا كَأَعْنَاقِ
الْبُخْتِ فَتَحْمِلُهُمْ فَتَطْرَحُهُمْ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ مَطَرًا لاَ يَكُنُّ مِنْهُ بَيْتُ مَدَرٍ وَلاَ وَبَرٍ
فَيَغْسِلُ الأَرْضَ حَتَّى يَتْرُكَهَا كَالزَّلَفَةِ ثُمَّ يُقَالُ لِلأَرْضِ أَنْبِتِي ثَمَرَتَكِ وَرُدِّي بَرَكَتَكِ . فَيَوْمَئِذٍ
تَأْكُلُ الْعِصَابَةُ مِنَ الرُّمَّانَةِ وَيَسْتَظِلُّونَ بِقِحْفِهَا وَيُبَارَكُ فِي الرِّسْلِ حَتَّى أَنَّ اللِّقْحَةَ مِنَ الإِبِلِ
لَتَكْفِي الْفِئَامَ مِنَ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنَ الْبَقَرِ لَتَكْفِي الْقَبِيلَةَ مِنَ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنَ الْغَنَمِ لَتَكْفِي
الْفَخِذَ مِنَ النَّاسِ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ رِيحًا طَيِّبَةً فَتَأْخُذُهُمْ تَحْتَ آبَاطِهِمْ فَتَقْبِضُ
رُوحَ كُلِّ مُؤْمِنٍ وَكُلِّ مُسْلِمٍ وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ
السَّاعَةُ ” .
Nawwas bin Sam’an mengatakan, bahwa Rasulullah ﷺ menyebutkan Dajjal disuatu di pagi hari. Dia kadang-kadang menggambarkannya sebagai orang yang tidak penting dan kadang-kadang menggambarkan sebagai sesuatu yang sangat penting dan kami rasakan seolah-olah dia berada di rumpun pohon kurma. Ketika kami menemui (Nabi) di malam harinya dan Beliau membaca (tanda-tanda ketakutan) di wajah kami, dia berkata: Ada apa denganmu? Kami berkata: Rasulullah, Anda menyebutkan Dajjal di pagi hari (terkadang menggambarkannya) sebagi tidak penting dan terkadang sangat penting, sampai kami mulai berpikir seolah-olah dia hadir di(dekat) kelompok pohon kurma. Setelah itu dia (Nabi) berkata: Aku menyimpan kekhawatiran terhadapmu dalam banyak hal selain Dajjal. Jika dia muncul saat saya masih ada diantara kalian, saya yang akan melawan dia atas nama Anda, tetapi jika dia muncul saat saya (Nabi) tidak berada di antara kamu, maka seseorang harus berjuang atas namanya sendiri dan Allah akan menjaga setiap Muslim atas nama saya. (dan melindungi dari kejahatannya). Dia (Dajjal) adalah seorang pria muda dengan rambut kusut, dikelabang, dan mata buta. Saya membandingkannya dengan ‘Abd-ul-‘Uzza b. Qatan. Dia yang di antara Anda akan bertahan untuk melihatnya harus membacakan untuknya ayat-ayat pertama Sura Kahfi. Dia akan muncul di jalan antara Suriah dan Irak dan akan membuat kerusakan di kiri dan ke kanannya. Wahai hamba Allah! tetaplah taat, Kami berkata: Rasulullah, berapa lama dia tinggal di bumi? Dia berkata .. Selama empat puluh hari, satu hari seperti setahun dan satu hari seperti sebulan dan satu hari seperti seminggu dan sisa hari akan seperti hari-harimu. Kami berkata: Rasulullah, apakah sholat satu hari cukup untuk sholat sehari sama dengan satu tahun? Setelah itu dia berkata: Tidak, tetapi kamu harus membuat perkiraan waktu itu. Kami berkata: Utusan Allah, seberapa cepat dia berjalan di atas bumi? Setelah itu dia berkata: Seperti awan yang didorong oleh angin. Dia akan datang kepada orang-orang dan mengundang mereka dan mereka akan menegaskan iman mereka padanya dan menanggapi dia. Dia kemudian akan memberi perintah kepada langit dan akan ada curah hujan di atas bumi dan itu akan menumbuhkan tanaman. Kemudian di malam hari, hewan-hewan yang berpostur akan mendatangi mereka dengan punuknya sangat tinggi dan ambingnya penuh susu dan panggulnya terentang. Dia kemudian akan datang ke orang lain dan mengundang mereka. Tetapi mereka akan menolaknya dan dia akan pergi dari mereka dan akan terjadi kekeringan bagi mereka dan tidak ada yang tersisa dari mereka dalam bentuk kekayaan. Dia kemudian akan berjalan melalui sampah, tanah dan berkata kepadanya: Bawalah hartamu, dan harta itu akan keluar dan mengumpulkan (sendiri) di hadapannya seperti kawanan lebah. Dia kemudian akan memanggil seseorang yang masih muda dan menyerangnya dengan pedang dan memotongnya menjadi dua bagian dan (menaruh potongan-potongan itu dengan jarak) antara pemanah dan targetnya. Dia kemudian akan memanggil (pemuda itu) dan dia akan maju ke depan sambil tertawa dengan wajahnya yang bersinar (dengan kebahagiaan) dan pada saat inilah Allah akan mengirim Isa, putra Maryam, dan dia akan turun di menara putih di sisi timur Damaskus mengenakan dua pakaian yang diwarnai dengan Zafron (kuning) dan meletakkan tangannya di atas sayap dua Malaikat. Ketika dia menurunkan kepalanya, butiran-butiran keringat akan jatuh dari kepalanya, dan ketika dia mengangkatnya, butiran-butiran seperti mutiara akan berhamburan darinya. Setiap orang kafir yang mencium bau badannya akan mati dan nafasnya akan mencapai sejauh yang dia bisa lihat. Dia kemudian akan mencarinya (Dajjal) sampai dia akan menangkapnya di gerbang Ludd dan akan membunuhnya. Kemudian orang-orang yang telah dilindungi Allah akan datang kepada Isa, putra Maryam, dan dia akan menyeka wajah mereka dan akan memberi tahu mereka tentang tempat mereka di surga dan akan dalam kondisi seperti itu, Allah akan mengatakan kepada Isa kata-kata ini : Aku telah mengeluarkan dari antara hamba-Ku orang-orang yang tidak akan bisa dilawan oleh siapa pun (Ya’juj Ma’juj); Kamu ( Isa) kemudian membawa orang-orang ini dengan selamat kebukit Tur, dan kemudian Allah akan mengirim Ya juj dan Ma juj dan mereka akan turun dari setiap ketinggian. Yang pertama dari mereka akan melewati danau Tiberias dan meminumnya. Dan ketika yang terakhir dari mereka akan lewat, dia akan berkata: Dulu ada air di sana. Isa dan teman-temannya kemudian akan terkepung di sini (di Tur, dan mereka akan sangat tertekan) sehingga kepala lembu akan lebih berharga bagi mereka daripada seratus dinaar dan Rasul Allah, Isa dan pengikutnya akan memohon kepada Allah, Kemudian (Allah) akan mengirimkan serangga kepada mereka (yang akan menyerang leher mereka) dan di pagi hari mereka akan binasa secara bersamaan. Rasul Allah, Isa dan para pengikutnya kemudian mendatangi dan mereka tidak akan menemukan di bumi sejengkal tempatpun yang tidak diisi dengan bangkai dan bau busuk mereka. Rasul Allah, Isa dan para pengikutnya kemudian kembali memohon kepada Allah, Yang akan mengirim burung yang lehernya seperti unta baktrin dan mereka akan membawanya dan melemparkannya ke tempat yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah akan mengirimkan hujan yang tidak dapat ditampung oleh rumah dari tanah liat atau (tenda) bulu unta dan akan membasuh bumi sampai tampak seperti cermin. Kemudian bumi akan diberitahu untuk menghasilkan buahnya dan memulihkan berkahnya dan, sebagai hasilnya, akan tumbuh buah delima (sedemikian besar) sehingga sekelompok orang dapat memakannya, dan mencari perlindungan di bawah kulitnya dan susu sapi akan memberikan begitu banyak susu sehingga seluruh kelompok dapat meminumnya. Dan unta perah akan memberikan (sejumlah besar) susu sehingga seluruh suku dapat minum dari situ dan domba perah akan memberikan begitu banyak susu sehingga seluruh keluarga dapat meminum dari itu dan pada saat itu. Allah kemudian akan mengirimkan angin yang menyejukkan yang akan menenangkan (orang-orang) di bawah ketiak mereka, dan akan mengambil nyawa setiap Muslim dan hanya orang fasik yang akan tertinggal, yang melakukan perzinahan seperti keledai dan Kiamat akan datang kepada mereka. (HR. Muslim 2937)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبِيُّ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ رَافِعٍ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ السَّيْبَانِيِّ يَحْيَى بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ أَكْثَرُ خُطْبَتِهِ حَدِيثًا حَدَّثَنَاهُ عَنْ الدَّجَّالِ وَحَذَّرَنَاهُ فَكَانَ مِنْ قَوْلِهِ أَنْ قَالَ إِنَّهُ لَمْ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ مُنْذُ ذَرَأَ اللَّهُ ذُرِّيَّةَ آدَمَ أَعْظَمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَبْعَثْ نَبِيًّا إِلَّا حَذَّرَ أُمَّتَهُ الدَّجَّالَ وَأَنَا آخِرُ الْأَنْبِيَاءِ وَأَنْتُمْ آخِرُ الْأُمَمِ وَهُوَ خَارِجٌ فِيكُمْ لَا مَحَالَةَ وَإِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا بَيْنَ ظَهْرَانَيْكُمْ فَأَنَا حَجِيجٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ وَإِنْ يَخْرُجْ مِنْ بَعْدِي فَكُلُّ امْرِئٍ حَجِيجُ نَفْسِهِ وَاللَّهُ خَلِيفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَإِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ خَلَّةٍ بَيْنَ الشَّامِ وَالْعِرَاقِ فَيَعِيثُ يَمِينًا وَيَعِيثُ شِمَالًا يَا عِبَادَ اللَّهِ فَاثْبُتُوا فَإِنِّي سَأَصِفُهُ لَكُمْ صِفَةً لَمْ يَصِفْهَا إِيَّاهُ نَبِيٌّ قَبْلِي إِنَّهُ يَبْدَأُ فَيَقُولُ أَنَا نَبِيٌّ وَلَا نَبِيَّ بَعْدِي ثُمَّ يُثَنِّي فَيَقُولُ أَنَا رَبُّكُمْ وَلَا تَرَوْنَ رَبَّكُمْ حَتَّى تَمُوتُوا وَإِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَإِنَّهُ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ أَوْ غَيْرِ كَاتِبٍ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنَّ مَعَهُ جَنَّةً وَنَارًا فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ فَمَنْ ابْتُلِيَ بِنَارِهِ فَلْيَسْتَغِثْ بِاللَّهِ وَلْيَقْرَأْ فَوَاتِحَ الْكَهْفِ فَتَكُونَ عَلَيْهِ بَرْدًا وَسَلَامًا كَمَا كَانَتْ النَّارُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَقُولَ لِأَعْرَابِيٍّ أَرَأَيْتَ إِنْ بَعَثْتُ لَكَ أَبَاكَ وَأُمَّكَ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَبُّكَ فَيَقُولُ نَعَمْ فَيَتَمَثَّلُ لَهُ شَيْطَانَانِ فِي صُورَةِ أَبِيهِ وَأُمِّهِ فَيَقُولَانِ يَا بُنَيَّ اتَّبِعْهُ فَإِنَّهُ رَبُّكَ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يُسَلَّطَ عَلَى نَفْسٍ وَاحِدَةٍ فَيَقْتُلَهَا وَيَنْشُرَهَا بِالْمِنْشَارِ حَتَّى يُلْقَى شِقَّتَيْنِ ثُمَّ يَقُولَ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي هَذَا فَإِنِّي أَبْعَثُهُ الْآنَ ثُمَّ يَزْعُمُ أَنَّ لَهُ رَبًّا غَيْرِي فَيَبْعَثُهُ اللَّهُ وَيَقُولُ لَهُ الْخَبِيثُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّيَ اللَّهُ وَأَنْتَ عَدُوُّ اللَّهِ أَنْتَ الدَّجَّالُ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ بَعْدُ أَشَدَّ بَصِيرَةً بِكَ مِنِّي الْيَوْمَ قَالَ أَبُو الْحَسَنِ الطَّنَافِسِيُّ فَحَدَّثَنَا الْمُحَارِبِيُّ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ الْوَصَّافِيُّ عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ الرَّجُلُ أَرْفَعُ أُمَّتِي دَرَجَةً فِي الْجَنَّةِ قَالَ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ وَاللَّهِ مَا كُنَّا نُرَى ذَلِكَ الرَّجُلَ إِلَّا عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ حَتَّى مَضَى لِسَبِيلِهِ قَالَ الْمُحَارِبِيُّ ثُمَّ رَجَعْنَا إِلَى حَدِيثِ أَبِي رَافِعٍ قَالَ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَأْمُرَ السَّمَاءَ أَنْ تُمْطِرَ فَتُمْطِرَ وَيَأْمُرَ الْأَرْضَ أَنْ تُنْبِتَ فَتُنْبِتَ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَمُرَّ بِالْحَيِّ فَيُكَذِّبُونَهُ فَلَا تَبْقَى لَهُمْ سَائِمَةٌ إِلَّا هَلَكَتْ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَمُرَّ بِالْحَيِّ فَيُصَدِّقُونَهُ فَيَأْمُرَ السَّمَاءَ أَنْ تُمْطِرَ فَتُمْطِرَ وَيَأْمُرَ الْأَرْضَ أَنْ تُنْبِتَ فَتُنْبِتَ حَتَّى تَرُوحَ مَوَاشِيهِمْ مِنْ يَوْمِهِمْ ذَلِكَ أَسْمَنَ مَا كَانَتْ وَأَعْظَمَهُ وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ وَأَدَرَّهُ ضُرُوعًا وَإِنَّهُ لَا يَبْقَى شَيْءٌ مِنْ الْأَرْضِ إِلَّا وَطِئَهُ وَظَهَرَ عَلَيْهِ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَا يَأْتِيهِمَا مِنْ نَقْبٍ مِنْ نِقَابِهِمَا إِلَّا لَقِيَتْهُ الْمَلَائِكَةُ بِالسُّيُوفِ صَلْتَةً حَتَّى يَنْزِلَ عِنْدَ الظُّرَيْبِ الْأَحْمَرِ عِنْدَ مُنْقَطَعِ السَّبَخَةِ فَتَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلَاثَ رَجَفَاتٍ فَلَا يَبْقَى مُنَافِقٌ وَلَا مُنَافِقَةٌ إِلَّا خَرَجَ إِلَيْهِ فَتَنْفِي الْخَبَثَ مِنْهَا كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَيُدْعَى ذَلِكَ الْيَوْمُ يَوْمَ الْخَلَاصِ فَقَالَتْ أُمُّ شَرِيكٍ بِنْتُ أَبِي الْعَكَرِ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَيْنَ الْعَرَبُ يَوْمَئِذٍ قَالَ هُمْ يَوْمَئِذٍ قَلِيلٌ وَجُلُّهُمْ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ وَإِمَامُهُمْ رَجُلٌ صَالِحٌ فَبَيْنَمَا إِمَامُهُمْ قَدْ تَقَدَّمَ يُصَلِّي بِهِمْ الصُّبْحَ إِذْ نَزَلَ عَلَيْهِمْ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ الصُّبْحَ فَرَجَعَ ذَلِكَ الْإِمَامُ يَنْكُصُ يَمْشِي الْقَهْقَرَى لِيَتَقَدَّمَ عِيسَى يُصَلِّي بِالنَّاسِ فَيَضَعُ عِيسَى يَدَهُ بَيْنَ كَتِفَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ تَقَدَّمْ فَصَلِّ فَإِنَّهَا لَكَ أُقِيمَتْ فَيُصَلِّي بِهِمْ إِمَامُهُمْ فَإِذَا انْصَرَفَ قَالَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَام افْتَحُوا الْبَابَ فَيُفْتَحُ وَوَرَاءَهُ الدَّجَّالُ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ يَهُودِيٍّ كُلُّهُمْ ذُو سَيْفٍ مُحَلًّى وَسَاجٍ فَإِذَا نَظَرَ إِلَيْهِ الدَّجَّالُ ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ وَيَنْطَلِقُ هَارِبًا وَيَقُولُ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَام إِنَّ لِي فِيكَ ضَرْبَةً لَنْ تَسْبِقَنِي بِهَا فَيُدْرِكُهُ عِنْدَ بَابِ اللُّدِّ الشَّرْقِيِّ فَيَقْتُلُهُ فَيَهْزِمُ اللَّهُ الْيَهُودَ فَلَا يَبْقَى شَيْءٌ مِمَّا خَلَقَ اللَّهُ يَتَوَارَى بِهِ يَهُودِيٌّ إِلَّا أَنْطَقَ اللَّهُ ذَلِكَ الشَّيْءَ لَا حَجَرَ وَلَا شَجَرَ وَلَا حَائِطَ وَلَا دَابَّةَ إِلَّا الْغَرْقَدَةَ فَإِنَّهَا مِنْ شَجَرِهِمْ لَا تَنْطِقُ إِلَّا قَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ الْمُسْلِمَ هَذَا يَهُودِيٌّ فَتَعَالَ اقْتُلْهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنَّ أَيَّامَهُ أَرْبَعُونَ سَنَةً السَّنَةُ كَنِصْفِ السَّنَةِ وَالسَّنَةُ كَالشَّهْرِ وَالشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَآخِرُ أَيَّامِهِ كَالشَّرَرَةِ يُصْبِحُ أَحَدُكُمْ عَلَى بَابِ الْمَدِينَةِ فَلَا يَبْلُغُ بَابَهَا الْآخَرَ حَتَّى يُمْسِيَ فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ نُصَلِّي فِي تِلْكَ الْأَيَّامِ الْقِصَارِ قَالَ تَقْدُرُونَ فِيهَا الصَّلَاةَ كَمَا تَقْدُرُونَهَا فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ الطِّوَالِ ثُمَّ صَلُّوا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَكُونُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام فِي أُمَّتِي حَكَمًا عَدْلًا وَإِمَامًا مُقْسِطًا يَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَذْبَحُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيَتْرُكُ الصَّدَقَةَ فَلَا يُسْعَى عَلَى شَاةٍ وَلَا بَعِيرٍ وَتُرْفَعُ الشَّحْنَاءُ وَالتَّبَاغُضُ وَتُنْزَعُ حُمَةُ كُلِّ ذَاتِ حُمَةٍ حَتَّى يُدْخِلَ الْوَلِيدُ يَدَهُ فِي فِي الْحَيَّةِ فَلَا تَضُرَّهُ وَتُفِرَّ الْوَلِيدَةُ الْأَسَدَ فَلَا يَضُرُّهَا وَيَكُونَ الذِّئْبُ فِي الْغَنَمِ كَأَنَّهُ كَلْبُهَا وَتُمْلَأُ الْأَرْضُ مِنْ السِّلْمِ كَمَا يُمْلَأُ الْإِنَاءُ مِنْ الْمَاءِ وَتَكُونُ الْكَلِمَةُ وَاحِدَةً فَلَا يُعْبَدُ إِلَّا اللَّهُ وَتَضَعُ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا وَتُسْلَبُ قُرَيْشٌ مُلْكَهَا وَتَكُونُ الْأَرْضُ كَفَاثُورِ الْفِضَّةِ تُنْبِتُ نَبَاتَهَا بِعَهْدِ آدَمَ حَتَّى يَجْتَمِعَ النَّفَرُ عَلَى الْقِطْفِ مِنْ الْعِنَبِ فَيُشْبِعَهُمْ وَيَجْتَمِعَ النَّفَرُ عَلَى الرُّمَّانَةِ فَتُشْبِعَهُمْ وَيَكُونَ الثَّوْرُ بِكَذَا وَكَذَا مِنْ الْمَالِ وَتَكُونَ الْفَرَسُ بِالدُّرَيْهِمَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا يُرْخِصُ الْفَرَسَ قَالَ لَا تُرْكَبُ لِحَرْبٍ أَبَدًا قِيلَ لَهُ فَمَا يُغْلِي الثَّوْرَ قَالَ تُحْرَثُ الْأَرْضُ كُلُّهَا وَإِنَّ قَبْلَ خُرُوجِ الدَّجَّالِ ثَلَاثَ سَنَوَاتٍ شِدَادٍ يُصِيبُ النَّاسَ فِيهَا جُوعٌ شَدِيدٌ يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الْأُولَى أَنْ تَحْبِسَ ثُلُثَ مَطَرِهَا وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا ثُمَّ يَأْمُرُ السَّمَاءَ فِي الثَّانِيَةِ فَتَحْبِسُ ثُلُثَيْ مَطَرِهَا وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَيْ نَبَاتِهَا ثُمَّ يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ فَتَحْبِسُ مَطَرَهَا كُلَّهُ فَلَا تُقْطِرُ قَطْرَةً وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبِسُ نَبَاتَهَا كُلَّهُ فَلَا تُنْبِتُ خَضْرَاءَ فَلَا تَبْقَى ذَاتُ ظِلْفٍ إِلَّا هَلَكَتْ إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ قِيلَ فَمَا يُعِيشُ النَّاسُ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ قَالَ التَّهْلِيلُ وَالتَّكْبِيرُ وَالتَّسْبِيحُ وَالتَّحْمِيدُ وَيُجْرَى ذَلِكَ عَلَيْهِمْ مُجْرَى الطَّعَامِ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ سَمِعْت أَبَا الْحَسَنِ الطَّنَافِسِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبِيَّ يَقُولُ يَنْبَغِي أَنْ يُدْفَعَ هَذَا الْحَدِيثُ إِلَى الْمُؤَدِّبِ حَتَّى يُعَلِّمَهُ الصِّبْيَانَ فِي الْكُتَّابِ
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Al Muharibi dari Isma’il bin Rafi’ Abu Rafi’ dari Abu Zur’ah As Saibani -yaitu Yahya bin Abu ‘Amru- dari ‘Amru bin Abdullah dari Abu Umamah Al Bahili dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkhutbah di hadapan kami, dan kebanyakan isi khutbah beliau selalu menceritakan kepada kami tentang Dajjal supaya kami berhati-hati. dan di antara isi khutbah beliau adalah: “Sungguh, semenjak Allah menciptakan anak cucu Adam, tidak ada fitnah yang lebih besar dari Dajjal, dan tidak ada satu Nabi pun yang diutus oleh Allah melainkan ia akan memperingatkan kepada umatnya mengenai fitnah Dajjal. Sedangkan Aku adalah Nabi yang paling terakhir dan kamu juga ummat yang paling terakhir, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Dajjal akan keluar di tengah-tengah kalian. Sekiranya ia keluar, sedang aku masih berada di tengah-tengah kalian, maka Aku adalah pembela setiap orang muslim. Namun jika ia keluar setelah (kematian) ku, maka tiap-tiap kalian adalah penyelamat bagi dirinya sendiri, dan Allah sebagai penggantiku dalam menyelamatkan setiap muslim. Sesungguhnya dia akan keluar dari suatu celah yang terletak antara Syam dan Irak. Lalu ia akan berbuat kerusakan di sebelah kirinya dan kanannya. Wahai hamba Allah, wahai para manusia, teguhkanlah diri kalian, karena aku akan menerangkan sifat-sifatnya yang belum pernah diterangkan oleh seorang Nabi pun sebelumku. Pertama kali ia akan mendakwakan dirinya dengan mengatakan, ‘Aku adalah seorang Nabi.’ Padahal tidak ada Nabi setelahku, kemudian ia juga akan mendakwakan dirinya dengan mengatakan, ‘Aku adalah Rabb kalian.’ Sedangkan kalian tidak akan bisa melihat Allah kecuali setelah kalian meninggal. Dan dia hanya memiliki satu mata, padahal Allah tidaklah bermata sebelah. Dan diantara kedua matanya tertulis kata ‘kafir’ yang hanya dapat dibaca oleh setiap muslim baik yang dapat menulis maupun yang tidak dapat menulis. Diantara fitnah-fitnahnya adalah, bahwa bersamanya ada surga dan neraka, namun pada hakekatnya nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Barangsiapa mendapatkan cobaan dengan nerakanya, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan hendaklah dia membaca ayat di awal-awal surat Al Kahfi. Dan diantara fitnahnya juga adalah, ia akan berkata kepada seorang Arab, ‘Pikirkanlah olehmu, sekiranya aku dapat membangkitkan ayah dan ibumu yang telah mati, apakah kamu akan bersaksi bahwa aku adalah Rabbmu? ‘ Laki-laki arab tersebut menjawab, ‘Ya.’ Kemudian muncullah setan yang menjelma di hadapannya dalam bentuk ayah dan ibunya, maka keduanya berkata, ‘Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dia adalah Rabbmu.’ Dan di antara firnah-fitnahnya adalah ia akan memaksa manusia lalu membunuhnya dan memotongnya dengan gergaji. Maka terbelahlah orang tersebut menjadi dua bagian. Kemudian Dajjal berkata, ‘Lihatlah oleh kalian kepada hambaku ini, sesungguhnya aku akan membangkitkannya, lalu dia akan mendakwakan bahwa Rabbnya adalah selain aku.’ Maka Allah pun membangkitkan orang yang terbelah tersebut. Lalu Dajjal berkata kepadanya, ‘Siapakah Rabbmu? ‘ ia menjawab, ‘Rabbku adalah Allah, dan kamu adalah musuh Allah. Kamu adalah Dajjal. Demi Allah, mulai hari ini, tidak ada hal yang lebih aku yakini selain dari (kedustaan) mu’.” Abu Hasan Ath Thanafisi berkata; telah menceritakan kepada kami Al Muharibi telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Al Walid Al Washafi dari ‘Athiyah dari Abu Sa’id dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Laki-laki itu adalah dari ummatku yang mendapatkan derajat yang paling tinggi di surga.” Perawi berkata; Abu Sa’id berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Allah, kami tidak melihat laki-laki tersebut melainkan Umar bin Khattab sehingga dia menyelesaikan segala urusannya.” Al Muharibi berkata, “Kemudian kembali ke hadits riwayat Abu Rafi’, dia berkata, “Dan termasuk dari fitnahnya (Dajjal) adalah memerintahkan langit supaya menurunkan air hujan, maka turunkah hujan, dan memerintahkan bumi supaya menumbuhkan tumbuhannya, maka bumi pun menumbuhkan tumbuhannya. Termasuk dari fitnahnya adalah ia melintasi suatu negeri, namun penduduknya mendustakannya, maka tidak satu binatang ternak pun yang tersisa melainkan akan binasa. Dan diantara fitnah-fitnahnya adalah bahwa ia akan melintasi suatu negeri, kemudian penduduknya membenarkannya, maka ia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka turunkah hujan dan memerintahkan bumi supaya menumbuhkan tumbuhannya, maka tumbuhlah tumbuhannya. Sehingga binatang pada saat itu menjadi lebih besar dan lebih gemuk dibanding dengan masa-masa yang telah lalu, paling besar lambungnya dan paling banyak air susunya. Sungguh, tidak ada satu negeri pun di muka bumi ini yang tidak dimasuki dan dikuasai oleh Dajjal kecuali Makkah dan Madinah, dan dia tidak akan mampu memasukinya dari setiap celah-celah itu melainkan ia akan bertemu dengan menjaga tempat tersebut dengan pedang yang terhunus, sehingga ia akan singgah di suatu tempat yang kosong dan belum pernah diolah. Maka kota Madinah bergetar dengan tiga kali guncangan, sehingga tidak akan tersisa dalam kota tersebut seorang munafik baik laki-laki maupun perempuan kecuali keluar menemui Dajjal, kota Madinah pun terbebas dari orang-orang keji sebagaimana alat pompa besi menghilangkan karat pada besi, dan hari itu disebut dengan hari pembersihan.” Ummu Syuraik binti Abu Al ‘Akr berkata, “Wahai Rasulullah, dimanakah orang-orang Arab saat itu?” beliau menjawab: “Pada saat itu jumlah mereka sangatlah sedikit dan mereka berada di Baitul Maqdis sedangkan imam mereka adalah seorang laki-laki yang shalih. Ketika pemimpin mereka hendak maju ke hadapan untuk mengimami dalam shalat subuh, tiba-tiba turunlah Isa bin Maryam, maka mundurlah imam merka ke belakang supaya Isa maju untuk mengimami shalat. Isa lalu meletakkan tangannya di antara dua bahunya (pemimpin mereka) sambil berkata, ‘Majulah kamu dan pimpinlah shalat, karena sesungguhnya ia ditegakkan untuk kamu.’ Akhirnya pemimpin mereka pun mengimami mereka shalat, dan ketika shalat telah usai, Isa berkata, ‘Bukalah pintu.’ Mereka pun membukakan pintu, ternyata di belakangnya Dajjal telah menunggu bersama dengan tujuh puluh ribu orang Yahudi, masing-masig dari mereka memiliki pedang terhunus yang terbuat dari emas dan berjubah besar berwarna hijau. Ketika ia (Isa) memandang Dajjal, Dajjal pun meleleh (hancur) sebagaimana garam yang meleleh di dalam air. Kemudian dia lari dan dihadang oleh Isa di pintu timur kota Lud, kemudian Isa membunuhnya. Maka Allah menjadikan kekalahan terhadap orang-orang Yahudi, dimana tidak ada satu makhlukpun yang diciptakan Allah yang dijadikan perlindungan oleh mereka melainkan Allah akan menjadikannya berbicara, mulai dari batu, pohon, dinding dan binatang ternak kecuali pohon Gharqadah. Sebab ia termasuk dari pohonnya mereka yang tidak mau bicara. Lalu makhluk Allah yang lain angkat bicara, “Wahai hamba Allah yang Muslim, di sini ada orang Yahudi, kemarilah dan bunuhlah dia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya hari-harinya (Dajjal hidup) ialah selama empat puluh tahun, setahun bagaikan setengah tahun, dan setahun berikutnya seperti sebulan, dan sebulan seperti sepekan dan sisa hari-hari tersebut seperti percikan api (yang cepat terbangnya), salah seorang berada di pintu Madinah di pagi hari, maka belum sampai pintu yang lain ia telah berada di sore hari.” Lalu dikatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, bagaimana kami shalat di hari-hari yang sangat pendek tersebut?” beliau menjawab: “Perkirakanlah hari-hari kalian untuk melaksanakan shalat sebagaimana kalian memperkirakan pada hari-hari yang panjang ini, kemudian tunaikanlah shalat.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda lagi: “Kemudian Isa bin Maryam akan menjadi seorang hakim yang adil dikalangan ummatku dan seorang pemimpin yang bijaksana, ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus pajak dan membiarkan (tidak menerima) sedekah, maka dia tidak akan mencari seekor kambing atau seekor unta zakatpun, kedengkian dan permusuhan dihapus, bisa (racun) dari setiap makhluk yang berbisa diangkat sehingga apabila ada seorang bayi perempuan memasukkan tangannya ke dalam mulut ular, maka ular tersebut tidak akan membahayakannya, dan bayi perempuan itu juga dapat menyakiti seekor singa, sedangkan singa tersebut tidak akan membahayakan bayi itu. Dan serigala akan berada di tengah gerombolan kambing seakan-akan ia adalah anjingnya. Dunia akan dipenuhi oleh kedamaian sebagaimana bejana yang bersisi air (karena sangat ratanya), agama akan menjadi satu, maka tidak ada yang disembah selain Allah, terhapusnya seluruh hal yang menyebabkan peperangan, suku Quraiys kembali mengambil kekuasaannya, dan bumi seakan-akan seperti bintangan perak, dan tumbuh-tumbuhannya akan tumbuh seperti zamannya Nabi Adam, sehingga apabila ada sekelompok orang berkumpul untuk makan setangkai anggur, maka hal itu akan membuatnya senang, dan apabila sekelompok orang tersebut berkumpul untuk memakan sebuah delima, maka hal itu juga akan membuat mereka senang. Seekor sapi pada saat itu harganya sangatlah murah dan seekor kuda hanya seharga beberapa dirham.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa kuda menjadi murah?” beliau bersabda: “Ia tidak digunakan untuk berperang selamanya.” Dikatakan kepada beliau, “Kenapa sapi jantan harganya mahal?” Beliau bersabda: “Sebab ia digunakan untuk membajak bumi semuanya. Sesungguhnya tiga tahun sebelum munculnya Dajjal, adalah waktu yang sangat sulit, dimana manusia akan ditimpa oleh kelaparan yang sangat, Allah akan memerintahkan kepada langit pada tahun pertama untuk menahan sepertiga dari hujannya, dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan sepertiga dari tanaman-tanamannya. Dan pada tahun kedua Allah akan memerintahkan kepada langit untuk menahan dua pertiga dari hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan duapertiga dari tumbuh-tumbuhannya. Kemudian di tahun yang ketiga, Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya, maka ia tidak meneteskan setetes air pun dan Allah memerintahkan kepada bumi untuk menahan semua tanaman-tanamannya, maka setelah itu tidak dijumpai satu tanaman hijau yang tumbuh dan semua binatang yang berkuku akan mati, kecuali yang tidak dikehendaki oleh Allah.” kemudian para sahabat bertanya, “Dengan apakah manusia akan hidup pada saat itu?” Beliau menjawab: “Tahlil, takbir dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan.” Abu Abdullah berkata; saya mendengar Abu Al Hasan Ath Thanafisi berkata; saya mendengar Abdurrahman Al Muharibi berkata, “Selayaknya hadits ini diajarkan kepada para pengajar sehingga ia dapat mengajari anak-anak didiknya dalam beberapa kitab.” (HR. Ibnu Majjah 4067)
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّهُ، سَمِعَ النَّوَّاسَ بْنَ سَمْعَانَ الْكِلاَبِيَّ، يَقُولُ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ الدَّجَّالَ الْغَدَاةَ فَخَفَضَ فِيهِ وَرَفَعَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ فَلَمَّا رُحْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ عَرَفَ ذَلِكَ فِينَا فَقَالَ ” مَا شَأْنُكُمْ ” . فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَكَرْتَ الدَّجَّالَ الْغَدَاةَ فَخَفَضْتَ فِيهِ ثُمَّ رَفَعْتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ . قَالَ ” غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيكُمْ فَأَنَا حَجِيجُهُ دُونَكُمْ وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيجُ نَفْسِهِ وَاللَّهُ خَلِيفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ قَائِمَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ فَمَنْ رَآهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ إِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ خَلَّةٍ بَيْنَ الشَّامِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالاً يَا عِبَادَ اللَّهِ اثْبُتُوا ” . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا لُبْثُهُ فِي الأَرْضِ قَالَ ” أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ ” . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَسَنَةٍ تَكْفِينَا فِيهِ صَلاَةُ يَوْمٍ قَالَ ” فَاقْدُرُوا لَهُ قَدْرًا ” . قَالَ قُلْنَا فَمَا إِسْرَاعُهُ فِي الأَرْضِ قَالَ ” كَالْغَيْثِ اشْتَدَّ بِهِ الرِّيحُ ” . قَالَ ” فَيَأْتِي الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ فَيَسْتَجِيبُونَ لَهُ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ أَنْ تُمْطِرَ فَتُمْطِرَ وَيَأْمُرُ الأَرْضَ أَنْ تُنْبِتَ فَتُنْبِتَ وَتَرُوحُ عَلَيْهِمْ سَارِحَتُهُمْ أَطْوَلَ مَا كَانَتْ ذُرًى وَأَسْبَغَهُ ضُرُوعًا وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ ثُمَّ يَأْتِي الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ فَيَرُدُّونَ عَلَيْهِ قَوْلَهُ فَيَنْصَرِفُ عَنْهُمْ فَيُصْبِحُونَ مُمْحِلِينَ مَا بِأَيْدِيهِمْ شَىْءٌ ثُمَّ يَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُولُ لَهَا أَخْرِجِي كُنُوزَكِ فَيَنْطَلِقُ فَتَتْبَعُهُ كُنُوزُهَا كَيَعَاسِيبِ النَّحْلِ ثُمَّ يَدْعُو رَجُلاً مُمْتَلِئًا شَبَابًا فَيَضْرِبُهُ بِالسَّيْفِ ضَرْبَةً فَيَقْطَعُهُ جِزْلَتَيْنِ رَمْيَةَ الْغَرَضِ ثُمَّ يَدْعُوهُ فَيُقْبِلُ يَتَهَلَّلُ وَجْهُهُ يَضْحَكُ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأْسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ يَنْحَدِرُ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ وَلاَ يَحِلُّ لِكَافِرٍ أَنْ يَجِدَ رِيِحَ نَفَسِهِ إِلاَّ مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِي حَيْثُ يَنْتَهِي طَرْفُهُ فَيَنْطَلِقُ حَتَّى يُدْرِكَهُ عِنْدَ بَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِي نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى قَوْمًا قَدْ عَصَمَهُمُ اللَّهُ فَيَمْسَحُ وُجُوهَهُمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ أَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ يَا عِيسَى إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي لاَ يَدَانِ لأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ وَأَحْرِزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ . وَيَبْعَثُ اللَّهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَهُمْ كَمَا قَالَ اللَّهُ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ الطَّبَرِيَّةِ فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا ثُمَّ يَمُرُّ آخِرُهُمْ فَيَقُولُونَ لَقَدْ كَانَ فِي هَذَا مَاءٌ مَرَّةً وَيَحْضُرُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ حَتَّى يَكُونَ رَأْسُ الثَّوْرِ لأَحَدِهِمْ خَيْرًا مِنْ مِائَةِ دِينَارٍ لأَحَدِكُمُ الْيَوْمَ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى اللَّهِ فَيُرْسِلُ اللَّهُ عَلَيْهِمُ النَّغَفَ فِي رِقَابِهِمْ فَيُصْبِحُونَ فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ . وَيَهْبِطُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ فَلاَ يَجِدُونَ مَوْضِعَ شِبْرٍ إِلاَّ قَدْ مَلأَهُ زَهَمُهُمْ وَنَتْنُهُمْ وَدِمَاؤُهُمْ فَيَرْغَبُونَ إِلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ فَيُرْسِلُ عَلَيْهِمْ طَيْرًا كَأَعْنَاقِ الْبُخْتِ فَتَحْمِلُهُمْ فَتَطْرَحُهُمْ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مَطَرًا لاَ يُكِنُّ مِنْهُ بَيْتُ مَدَرٍ وَلاَ وَبَرٍ فَيَغْسِلُهُ حَتَّى يَتْرُكَهُ كَالزَّلَقَةِ ثُمَّ يُقَالُ لِلأَرْضِ أَنْبِتِي ثَمَرَتَكِ وَرُدِّي بَرَكَتَكِ فَيَوْمَئِذٍ تَأْكُلُ الْعِصَابَةُ مِنَ الرُّمَّانَةِ فَتُشْبِعُهُمْ وَيَسْتَظِلُّونَ بِقِحْفِهَا وَيُبَارِكُ اللَّهُ فِي الرِّسْلِ حَتَّى إِنَّ اللِّقْحَةَ مِنَ الإِبِلِ تَكْفِي الْفِئَامَ مِنَ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنَ الْبَقَرِ تَكْفِي الْقَبِيلَةَ وَاللِّقْحَةَ مِنَ الْغَنَمِ تَكْفِي الْفَخِذَ . فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ رِيحًا طَيِّبَةً فَتَأْخُذُ تَحْتَ آبَاطِهِمْ فَتَقْبِضُ رُوحَ كُلِّ مُسْلِمٍ وَيَبْقَى سَائِرُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ كَمَا تَتَهَارَجُ الْحُمُرُ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ ” .
Nawas bin Sam’an Al-Kilabi berkata: “Rasulullah ﷺ menyebut Dajjal, suatu pagi, sebagai sesuatu yang dibenci tetapi juga mengkhawatirkan, sampai kami mengira bahwa dia ada dibatang pohon kurma. Ketika kami datang menemui Rasulullah ﷺ di malam hari, dia melihat bahwa (ketakutan) dalam diri kita, dan berkata: ‘Ada apa denganmu?’ Kami berkata: ‘Ya Rasulullah, kamu menyebut Dajjal pagi ini, dan kamu berbicara tentang dia sebagai sesuatu yang dihina tetapi juga mengkhawatirkan, sampai kami mengira bahwa dia berada dibatang pohon kurma.’ Dia berkata: ‘Ada hal-hal yang lebih aku takuti untukmu daripada Dajjal. Jika dia muncul saat aku di antara kamu, aku akan bersaing dengannya atas namamu, dan jika dia muncul ketika aku tidak di antara kamu, maka setiap orang harus menjaga dirinya sendiri, dan Allah akan menjaga setiap Muslim atas nama saya.Dia (Dajjal) akan menjadi seorang pria muda dengan rambut keriting dan mata yang menonjol; Saya menyamakannya dengan ‘Abdul-‘Uzza bin Qatan. Siapapun di antara Anda melihatnya , maka dia sebaiknya melafalkan Ayat pertama Surat Al-Kahf. Dia akan muncul dari celah antara Syam dan Irak, dan akan mendatangkan malapetaka kanan dan kiri. Wahai hamba Allah, tetaplah teguh. ” Kami berkata: ‘Ya Rasulullah, berapa lama dia akan tinggal di bumi?’ Dia berkata: ‘Empat puluh hari, satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti seminggu, dan sisa hari-harinya seperti hari-harimu.’ Kami berkata: ‘Ya Rasulullah, pada hari yang seperti setahun, apakah sholat satu hari cukup untuk kita?’ Dia berkata: ‘Buat perkiraan waktu (dan kemudian amati doa).’ Kami berkata: ‘Seberapa cepat dia akan bergerak di bumi?’ Dia berkata: ‘Seperti awan hujan yang ditiup angin.’ Dia berkata: ‘Dia akan datang kepada beberapa orang dan memanggil mereka, dan mereka akan menanggapi dan percaya kepadanya. Kemudian dia akan memerintahkan langit untuk hujan dan hujan akan turun, dan dia akan memerintahkan bumi untuk menghasilkan tumbuh-tumbuhan dan itu akan melakukannya, dan kawanan mereka akan kembali pada malam hari dengan punuk mereka lebih tinggi, kantung/karung mereka lebih penuh dan panggul mereka lebih gemuk dari sebelumnya. Kemudian dia akan mendatangi beberapa orang (lain) dan memanggil mereka, dan mereka akan menolaknya, jadi dia akan berpaling dari mereka dan mereka akan menderita kekeringan dan tidak ada yang tersisa. Kemudian dia akan melewati gurun dan akan berkata: “Bawalah hartamu,” lalu pergi, dan hartanya akan mengikuti dia seperti segerombolan lebah. Kemudian dia akan memanggil seorang pria yang penuh dengan masa muda dan akan menyerangnya dengan pedang dan membelahnya menjadi dua. Dia akan meletakkan kedua bagian itu sejauh jarak antara pemanah dan targetnya. Kemudian dia akan memanggilnya dan dia akan datang dengan wajah berseri-seri sambil tertawa. Ketika mereka seperti itu, Allah akan mengirimkan Isa binti Maryam, yang akan turun diMasjid menara putih di timur Damaskus, mengenakan dua Mahrud (pakaian diwarnai Saffron), meletakkan tangannya di atas sayap dua malaikat. Saat dia menundukkan kepalanya, butiran keringat akan jatuh darinya. Setiap orang kafir yang mencium aroma nafasnya akan mati, dan nafasnya akan mencapai sejauh mata memandang. Kemudian dia akan berangkat dan menyusulnya (Dajjal) di gerbang Ludd, dan akan membunuhnya. Kemudian Nabi Allah Isa akan mendatangi beberapa orang yang telah dilindungi Allah, dan dia akan menyeka wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang status mereka di surga. Sementara mereka seperti itu, Allah akan mengungkapkan kepadanya: “Hai Isa, Aku telah melepaskan beberapa hamba-Ku yang tidak akan bisa dibunuh siapa pun (Ya’juj Ma’juj), jadi bawalah umat-Ku ke Bukit Tur dengan aman.” Kemudian Ya juj dan Ma juj akan muncul dan mereka akan, seperti yang dijelaskan Allah, “turun dari setiap ketinggian.” [21:96] Yang pertama dari mereka akan melewati danau Tiberias dan minum darinya, kemudian yang terakhir akan melewatinya dan akan berkata: “Dulu ada air di sini.” Nabi Allah, ‘Eisa dan teman-temannya akan dikepung di sana sampai kepala seekor lembu akan disayangi oleh salah satu dari mereka lebih dari seratus Dinar bagi salah satu dari Anda hari ini. Kemudian, Nabi Allah, Isa dan sahabatnya akan memohon kepada Allah. Kemudian Allah akan mengirimkan ulat di leher mereka dan keesokan paginya mereka semua akan mati sebagai satu (bersamaan). Nabi Allah Isa dan para sahabatnya akan turun dan mereka bahkan tidak akan menemukan jarak jengkal tangan yang bebas dari bau, bau dan darah mereka. Mereka kemudin berdoa kepada Allah, dan Dia (Allah) akan mengirim burung dengan leher seperti leher unta Baktria, yang akan mengambilnya dan membuangnya kemanapun Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mengirimkan hujan yang tidak akan meninggalkan rumah dari tanah liat atau rambut, dan akan membasuh bumi sampai meninggalkannya seperti cermin (atau batu halus). Kemudian akan dikatakan kepada bumi: “Bawalah buahmu dan bawa kembali berkatmu.” Pada hari itu sekelompok orang akan makan dari (satu) buah delima dan itu akan mencukupi mereka, dan mereka akan mencari perlindungan di bawah kulitnya. Allah akan memberkati seekor unta perah sehingga cukup untuk sejumlah besar orang, dan seekor sapi perah akan cukup untuk seluruh suku dan seekor domba betina akan cukup untuk satu suku. Sementara mereka seperti itu, Allah akan mengirimkan angin yang menyjukkan yang akan menyentuh dibawah ketiak mereka dan akan mengambil jiwa setiap Muslim, meninggalkan orang-orang lain yang melakukan perzinahan seperti keledai, dan atas mereka akan datang kiamat. ‘”(HR. Ibnu Majjah 4075)