TRUMP : TIBA SAATNYA QATAR BERHENTI DANAI TERORIS

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump hari Jumat kemarin (9/6) meminta Qatar untuk menghentikan mendanai  terorisme.

“Bersama dengan sekretaris negara Rex Tillerson, para jenderal dan petinggi militer  kita telah memutuskan bahwa saatnya tiba untuk meminta Qatar untuk mengakhiri pendanaannya keteroris, mereka harus mengakhiri pendanaan dan ideologi ekstremisnya,” kata Trump.

“Sangat disayangkan , Bangsa Qatar secara historis merupakan penyandang dana terorisme sampai level (pimpinan) yang sangat tinggi,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

“Kami harus memutuskan sesuatu, apakah kita mengambil jalan yang mudah atau apakah kita akhirnya mengambil tindakan yang sulit tapi Kami harus menghentikan pendanaan ke terorisme itu. Saya memutuskan … tiba saatnya meminta  Qatar untuk mengakhiri Pendanaan itu. ” Lanjut Trump.

 Sangat disayangkan beberapa Negara Arab teluk telah puluhan tahun memang bersekutu dengan musuh Islam (zionis AS), dengan mengabaikan larangan Quran .  Mereka tidak sadar bahwa hanya menunggu waktu bagi mereka untuk dikhianati oleh zionis. Peristiwa buka2an aib pendana teroris  itu sudah pernah dilakukan mantan Wapres AS Joe Beiden dalam pidatonya diUniversitas Harvard akhir 2014, yang mengungkap keterlibatan Arab Saudi, Qatar, UEA dan Turki dalam mendanai ISIS.  Setelah itu rumah Joe beiden diberondong peluru oleh orang tak dikenal dan tidak pernah terungkap pelakunya.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatic  dengan Qatar pada hari Senin (5/6) karena tuduhan lama bahwa Doha (Qatar) terus  mendekati  Iran yang memicu ketidakstabilan di wilayah tersebut.

Pada hari jumat Negara2 Sekutu Teluk memperkuat tuduhan mereka ke Qatar dengan memasukkan  lusinan  tokoh  (Qatar) dalam daftar hitam yang memiliki kaitan erat dengan Teroris.

Sementara itu Turki telah menawarkan  mengirim pasukan militer untuk membantu sekutu Qatar-nya. Beberapa pengamat menilai tindakan Turki yang juga sekutu dekat negara2  Arab ini adalah upaya mengambil keuntungan dari kemelut ini, tapi  belum ada kecaman dari Saudi atas upaya Turki ini.

 

Mengambil posisi yang tampaknya berbeda dari garis keras Trump, Menlu AS Rex Tillerson menjelaskan pada hari Jumat bahwa dia mengharap semua pihak akan mengakhiri krisis.

“Kami menyerukan kerajaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir untuk melongggarkan blokade ekonomi terhadap Qatar,” katanya di Washington.

Tillerson mengatakan kepada wartawan bahwa krisis itu telah menghambat  hubungan transportasi dan perdagangan dan  mulai menyulitkan orang-orang biasa di Qatar, merusak perdagang dan menyulitkan pertempuran AS melawan ISIS.

Qatar adalah basis militer A.S. yang vital. Dia menuntut agar Qatar dan juga negara-negara (Arab) lain  mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dukungan terhadap terorisme.

Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya menuduh Doha mendukung kelompok ekstremis, namun Tillerson menyarankan agar semua pihak berbuat lebih dari itu.

“Emir Qatar telah membuat kemajuan dalam menghentikan dukungan finansial dan mengusir unsur-unsur teroris dari negaranya, tapi dia harus berbuat lebih banyak dan dia harus melakukannya lebih cepat,” kata Tillerson. “Negara lain juga harus terus menghentikan dukungan untuk organisasi kekerasan di dalam wilayah masing2.”

Deal was completed by Qatar's Minister of Defence Khalid Al Attiyah and his US counterpart [FILE: Reuters] Update lanjutan dari perseteruan Qatar – Arab saudi ini bisa anda simak disisni.

Sementara itu Iran telah mengirim setidaknya empat pesawat kargo bermuatan bahan makanan dan akan terus mengirim lebih banyak ke Qatar setelah pemasok terbesarnya memutuskan hubungan dengan negara yang bergantung pada impor itu, Itu dikatakan  juru bicara Iran Air Shahrokh Noushabadi.

Turki juga mengatakan akan menyumbangkan makanan ke Qatar di tengah kekhawatiran kekurangan pangan setelah Arab Saudi menutup perbatasan darat dengan Qatar, dimana selama ini Qatra mengimpor sebagian besar bahan makanannya.

Qatar dituduh oleh Arab Saudi telah ikut mendanai terorisme, padahal seperti kita beritakan beberapa minggu lalu Arab Saudi seperti halnya Qatar telah membayar para pensiunan jendral AS untuk melobi Kongress agar membatalkan RUU penyelidkan serangan WTC. Qatar juga membayar $2,5 juta kepada mantan Jendral AS John Ashcroft yang bertugas sebagai Jaksa Agung AS selama serangan WTC.

 

 

This entry was posted in Info Lain and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + 2 =