KUNJUNGAN ANEH , MENLU SAUDI KE IRAQ

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir telah melakukan kunjungan yang langka dan aneh ke Baghdad dalam upaya untuk memperbaiki hubungan yang tegang kerajaan Saudi dengan Irak.

Ini adalah lawatan aneh dan penuh kejutan dari seorang menlu Saudi pada hari  Sabtu kemarin. Yang merupakan kunjungan resmi pertama oleh seorang menteri luar negeri Arab sejak tahun 1990, dan kunjungan tingkat tinggi pertama sejak invasi AS 2003 ke Iraq.

Ada dua  fenomena aneh dari pemerintah Saudi beberapa minggu ini, sejak Donald Trump mengambil sikap bermusuhan terhadap Iran. Yaitu Saudi mengajukan penawaran ke Iran agar Iran kembali mau mengirim jemaah hajinya mulai musim haji 2017, dan kedua adalah kunjungan menlu Saudi  Adel al-Jubeir ke Iraq sabtu kemarin.  Ada  kemungkinan Saudi ketakutan dengan sikap Trump itu bisa mengobarkan perang frontal denganIran.

“Ini harapan Kerajaan Arab Saudi untuk membangun hubungan baik antara kedua negara persaudaraan,” kata Jubeir. “Ada juga banyak kepentingan bersama, dari memerangi ekstremisme dan terorisme juga peluang untuk investasi dan perdagangan antara kedua negara.”

Jubeir, yang bertemu rekan dari Irak Ibrahim al-Jaafari dan Perdana Menteri Haider al-Abadi, juga mengumumkan Saudi berencana untuk menunjuk duta besar baru ke Irak. Seorang pejabat kementerian luar negeri Irak mengatakan kerajaan mendukung dimulainya kembali penerbangan langsung antara kedua negara.

Sikap Saudi selama ini sangat membingungkan terhadap keberadaan teroris di Iraq dan Suriah , sikap ini mirip dan  sejalan dengan sikap AS yang selalu mendua antara mendukung Teroris dan kadang pura2 ikut memusuhi  teroris. Seperti misalnya bulan oktober 2016 lalu Saudi dan AS bekerjasama agar 9000 teroris diMosul dipindahkan keSuriah.

This entry was posted in Info Lain and tagged , . Bookmark the permalink.

8 Responses to KUNJUNGAN ANEH , MENLU SAUDI KE IRAQ

  1. ahaa says:

    adminnya nglindur ya???. saudi undang iran utk haji karena trump,??? analisa menggelikan, wkwkw

    • The admin says:

      Kalao pemahaman anda cuman segitu ya jangan salahin orang.
      Saya sederhanakan ya, gejala Trump akan menyerang Iran itu telah membuat negara2 teluk sekutu AS (Saudi, Qatar, UEA, Quwait) ketar ketir. Ketakutan itu memaksa penguasa Saudi mulai mendekati Iran.
      Kunjungan menlu Saudi ke Iraq (sebagai sekutu Iran) adalah salah satu upaya mendekati Iran. Upaya lain adalah menawarkan Iran kembali ikut haji 2017.

  2. ahaa says:

    kunjungan aneh??? Saudi itu lebih memusuhi saddam, makanya ketika saddam lengser, saudi buka dubes di irak. Jgn plintir2 berita dong

    • The admin says:

      hrs dituntun lg nih, Sekali lagi baca linknya yg tulisannya warna biru.
      Saudi Arabia’s foreign minister has made a rare visit to Baghdad in an attempt to mend the kingdom’s tense relations with Iraq., Rare = langka/aneh/jarang.

      Jubeir, who met his Iraqi counterpart Ibrahim al-Jaafari and Prime Minister Haider al-Abadi, also announced Saudi plans to appoint a new ambassador to Iraq.

      Berita mana yg kita pelintir ???

  3. Faisal says:

    mas, saya liat di youtube arab saudi di bawah kepemimpinan raja salman lebih bagus bener ga sih? Dan katanya raja salman juga tanda2 kemunculan imam mahdi dah deket banget, raja salman bakal dibunuh oleh 2 saudaranya dan muncul lah imam mahdi yang dibaiat. https://www.youtube.com/watch?v=gqtMDjhrM2I

    • The admin says:

      Hahaha, perut saya sampai mules ketawa lihat video itu…
      Sayangnya internet telah memudahkan kita mendapat fakta dan data yg sebenarnya. Darimana menyimpulkan Saudi sudah lebuh bagus , apa gak tahu yg terjadi diYaman,Iraq dan Suriah ? kita telah banyak ungkap fakta ttg Saudi tuh, salah satunya Pangeran Arab Terima penghargaan anti Teroris.

      Memang, benar ada Hadist Sakhih yang mengisyaratkan kemunculan Imam Mahdi setelah adanya perebutan kekuasaan 3 putra mahkota. Tapi gak ada hadist yg menyebut Raja Salman. Kemunculan Al Mahdi Silahkan baca2 peristiwa2 setelah perang nuklir.

      • Faisal says:

        maksud dari ustadz itu cuma analisa aja mas saya yang salah haha, menurut mas bagian mana yang yang tidak sesuai dengan fakta dan data yang sebenarnya ya? Tolong dijelaskan mas.G

        • The admin says:

          Kalau masih pake Metode klasik (metode lama) untuk menganalisa akhir zaman , akan sulit bisa mendekati kesimpulan yang akurat, karena propaganda dan kosmetik yang dipakai para pelakunya (pemimpin2 dunia) sangat tebal.
          Bacalah artikel2 kita, mudah2an mendapat sudut pandang yg berbeda dlm memahami situasi akhir zaman yg penuh2 dengan propaganda2 palsu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 49 = 51