MENLU RUSIA : AS INGIN MEMBENTUK NEGARA KUASI DITIMUR SUNGAI EUFRAT

A U.S.-backed Syrian Democratic Forces (SDF) fighter talks on the radio at a check point near Omar oil field base, eastern Syria

Amerika serikat sedang berupaya untuk memisahkan wilayah  di tepi timur Sungai Eufrat secara illegal dari Suriah, dan membuat negara kuasi ilegal di sana, kata Menlu Rusia Sergei Lavrov saat berbicara di ‘Paris Peace Forum’ pada hari Selasa.

 

“Di tepi timur Sungai Eufrat itu,  AS sedang melakukan segala kemungkinan untuk menciptakan struktur negara kuasi, dan meminta Negara-negara Arab Teluk untuk melakukan investasi besar dalam rangka menciptakan pemerintahan lokal yang berbasis Pasukan Demokrat Suriah SDF, Kurdi , Unit Perlindungan Rakyat YPG dan lainnya, dengan niat yang jelas untuk melepaskan wilayah ini dari Suriah, dan menguasai  ladang minyak yang ada di sana, “kata Lavrov.

 

Pada saat yang sama, Lavrov menuduh AS melarang para negara sekutunya untuk berinvestasi dalam rekonstruksi kembali infrastruktur Suriah (yang hancur akibat perang).

 

“Soal rekonstruksi Suriah, kami bersama dengan pemerintah Suriah mendukung untuk mengundang semua negara (untuk berpartisipasi), dalam membangun dan memodernisasi infrastruktur dan kembalinya para pengungsi, agar Suriah dapat kembali ke kehidupan normal. Tapi AS dengan tegas menolak pentingnya hal ini, dan melarang sekutunya di NATO, Uni Eropa, dan negara-negara di kawasan (teluk) untuk berinvestasi dalam proyek apa pun di wilayah yang dikuasai pemerintah Suriah, ” kata menlu Rusia.

 

Tahun lalu, otoritas Suriah memperkirakan bahwa dalam satu dekade kedepan memerlukan investasi sekitar $200M – $400M  untuk membangun kembali infrastruktur Suriah paska perang. AS dan sekutu-sekutunya di Eropa telah menolak berkomitmen untuk mendanai upaya-upaya rekonstruksi, meskipun banyak negara Eropa menghadapi ketegangan sosial yang besar, karena masuknya pengungsi Suriah ke Eropa.

 

Inkonsistensi Kurdi       

Dalam sambutannya pada hari Selasa itu, Lavrov mendesak Kurdi Suriah untuk ikut ambil bagian dalam dialog politik tentang situasi di negara itu, tetapi meminta perwakilan Kurdi untuk konsisten dalam posisi mereka.

“Jika sejak awal konflik, mereka memutuskan bahwa mereka dapat bertindak dengan dukungan AS, yaitu saat mereka mengumumkan pembentukan Federasi Rojava, dan AS akan mendukung Kurdi dalam gerakan separatismenya, ini adalah keputusan mereka,” kata Lavrov.  Dan “kami berusaha menjelaskan kepada mereka dan pemerintah Suriah tentang pentingnya untuk memulai dialog antara Damaskus dan Kurdi. Tapi Kurdi tidak menunjukkan minat dalam hal ini. Mereka yakin bahwa AS akan selalu mendukung mereka,” kata Lavrov menambahkan.

Lavrov menyesalkan bahwa meskipun otoritas Kurdi meminta bantuan Moskow untuk memulai dialog dengan pemerintah Suriah, ketika AS mengumumkan penarikan sebagian dari Suriah timur pada Oktober, tapi kini mereka tampaknya tidak berminat lagi untuk berdialog dengan Suriah, setelah AS mengatakan bahwa mereka akan kembali keSuriah untuk menguasai ladang minyak Suriah.

“Dalam benak saya , saya tidak ragu  bahwa solusi untuk Suriah dapat dicapai, hanya jika kepentingan Kurdi, dan semua kelompok etnis Suriah, diperhitungkan,” tegas Lavrov.

Sehubungan dengan Kurdi Suriah, pemerintah Damaskus telah berulang kali berbicara menentang penciptaan otonomi khusus untuk Kurdi negara itu, mengutip sifat multi-etnis dan multi-konfesional  dari Suriah.

 

Trump: ‘Saya Suka Minyak’

Dalam beberapa minggu terakhir Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengatakan bahwa AS akan “menjaga” minyak Suriah, dan Pentagon mengklarifikasi bahwa misi militer AS di Suriah sekarang adalah termasuk mencegah ladang minyak Suriah agar tidak jatuh ke tangan teroris atau ke pemerintahan Asad.

Komentar Trump itu mendapat  kecaman luas, termasuk di antara para sekutu politiknya di AS, dimana mereka memperingatkan bahwa menjarah sumber daya alam negara lain adalah melanggar hukum internasional.

Mengomentari komentar Presiden Trump mengenai minyak Suriah, Presiden Suriah Bashar al Assad mengatakan bahwa kebijakan presiden AS itu bukanlah hal yang baru dalam pemerintah AS, CIA dan lainnya yang terlibat dalam penyelundupan dan penjarahan minyak Suriah yang telah dimulai sejak 2014.

This entry was posted in Info Lain and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to MENLU RUSIA : AS INGIN MEMBENTUK NEGARA KUASI DITIMUR SUNGAI EUFRAT

  1. abu fadl abbas says:

    sepertinya di bawah 100 thn, seperti yang banyak di percayai oleh2 orang syiah

  2. toni budiana says:

    apakah perang besar sebentar lagi ????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *