DARI SUNGAI NIL SAMPAI SUNGAI EUFRAT

Zionis Israel bermimpi bahwa setelah Malhamah (perang nuklir) , maka negara mereka  akan  menjadi satu-satunya super power dunia dan menjadi pusat pemerintahan dunia yang akan dipimpin oleh”Al Masih” mereka. Sementara wilayahnya mereka agendakan akan meluas jauh lebih besar dari wilayah Israel saat ini.

Kita akan mencoba mencari tahu dan menganalisa hubungan antara  perang di Suriah dan Iraq yang sudah berlangsung 8 tahun ini dengan agenda sebenarnya dari sang panitia Israel. Kita akan menghubungkan titik-titik antara situasi diSuriah utara saat ini dengan Master plan wilayah Israel yang disebut  sebagai  “The great Israel” atau Israel Raya.

Seperti kita ketahui bersama, Israel adalah satu-satunya negara didunia yang sampai kini belum menetapkan batas resmi negaranya, artinya mereka akan terus mengembangkan wilayahnya sampai mereka mencapai luas territorial yang mereka yakini sebagai ‘tanah yang dijanjikan” itu.

 

Dari Sungai Nil sampai Sungai Eufrat

 

Umat Yahudi percaya bahwa batas geografis wilayah  Israel harus membentang mulai dari Mesir sampai ke Irak.

Mereka meyakini, batas-batas tanah yang dijanjikan Allah kepadaBani Israel itu telah ditentukan dalam dalam Kitab perjanjian lama, seperti dalam Kitab Kejadian 15:18.

 

 

 

 

“Pada hari itu Tuhan membuat perjanjian dengan Abram dan berkata, ‘Untuk keturunanmu aku memberikan tanah ini, dari sungai Mesir sampai ke sungai besar , Eufrat. ‘(Kejadian 15:18).

Juga ada ayat lain Exodus (Keluaran)  23:31 yang mereka yakini akan menentukan batas-batas wilayah Israel Raya itu yang berbunyi :

“Aku akan menentukan batas daerahmu dari Laut Teberau sampai Laut Filistin dan dari padang gurun sampai sungai Efrat, w  sebab Aku akan menyerahkan penduduk negeri itu ke dalam tanganmu, sehingga engkau menghalau x  mereka dari depanmu.(Exodus  23:31) 

‘Sungai Mesir’ adalah merujuk pada sungai Nil atau salah satu anak sungai Nil. Kata dalam bahasa Ibrani ‘nahar’ menunjukkan sungai besar dan ini adalah bagaimana terjemahan bahasa Aram.

Sungai Eufrat sendiri dimulai dari wilayah Turki dan mengalir melalui wilayah Suriah dan Irak sebelum akhirnya  memasuki Teluk Persia.

Jika batas-batas ini diterapkan, maka luasnya akan ditentukan, maka luas   perbatasan Israel selatan dimulai dari Eilat di Israel sampai ke sungai Eufrat, jadi akan melewati sebagian Mesir, Lebanon, Suriah, Yordania, Palestina, Irak, dan bahkan sebagian Arab Saudi dan Kuwait..

Para pendiri Zionisme seperti Theodore Herzl, Vladimir Jabotinsky dan David Ben-Gurion juga kembali menegaskan bahwa wilayah Israel Raya harus meluas dari Sungai Nil di Mesir sampai sungai Eufrat , artinya harus meliputi sebagian wilayah-wilayah yang kita sebutkan diatas.

Mereka juga menganggap  pembentukan  Kerajaan Hashemite Transjordan (Kerajaan Yordania)  pada tahun 1922, sebagai pengkhianatan terhadap Mandat Inggris, karena hal itu dianggap menentang  hak Zionis untuk menguasai area di sana.

 

Kapan Ekspansi besar ‘Israel Raya’ akan dimulai ?

Secara langkah-langkah kecil sebenarnya sudah dimulai oleh Israel dalam ekspansi tanpa henti wilayahnya, seperti di Lembah Yordan dan Dataran tinggi Golan dan Jalur Gaza,  tapi itu masih jauh dari tujuan akhir.

Israel sangat tahu bahwa selama Rusia masih sebagai Super Power  dan masih menempatkan basis militernya diSuriah, maka tidaklah mungkin bagi Israel akan mewujudkan “Israel Raya” itu.

Paling tidak Israel pasti sadar, bahwa selama Rusia masih diSuriah, dan kita lihat  Rusia makin menancapkan  kekuatan militer  dan senjata-senjata canggihnya disana,  maka tidak mungkin Israel akan bisa mencaplok lebih banyak lagi wilayah Suriah.

Kemungkinan terbesarnya adalah,  bahwa Ekspansi besar untuk membentuk Israel Raya itu hanya bisa mereka mulai setelah perang nuklir, karena pastinya mereka percaya bahwa Rusia pasti  sudah lumpuh sebagai super power, dan Iran juga telah melemah sehingga  tidak bisa lagi melindungi Lebanon.

 

Kilas balik Perang Suriah

Kita kilas balik dulu mulai dari perang Suriah tahun 2011, ketika  AS (Israel) dan sekutu arabnya   mulai mengguncang Suriah dengan upaya untuk menurunkan Assad.  Sebuah upaya yang sebelumnya diprediksi dengan gampang dilakukan hanya dengan menciptakan unjuk rasa dan kelompok pemberontak itu ternyata tidak segampang ketika AS dan sekutunya menggulingkan Qadafi di Libya. 

Kegagalan itu kemudian diupayakan ditambal  dengan mencipakan ISIS pada tahun juni 2014,  dan mendatangkan ratusan ribu militan dari seluruh dunia dengan janji palsu  pendirian Khilafah. Meski kedua upaya itu AS (Israel) itu didukung oleh beberapa sekutu arabnya seperti Arab Saudi dan Qatar yang mendanai puluhan kelompok bersenjata, Turki dan Yordania  sebagai pintu masuk para militan dari seluruh dunia,

Sementara itu, jauh sebelum perang Suriah,  atas perintah AS  dengan senang hati Arab Saudi mau melaksanakan perintah untuk mendanai penyebaran aliran Wahabi radikal keseluruh dunia. Makanya tidak heran, begitu cepat  ratusan ribu militan ISIS didatangkan keSuriah. Bodohnya, Pangeran Arab Saudi MBS malah membocorkan sendiri agenda ini.

Saudi kemudian melaksanakannya  lewat berbagai macam kedok bantuan pembangunan Masjid,  atau kelompok pengajian eksklusif diseluruh dunia dengan melibatkan  para penyeru yang tidak faham geopolitik akhir zaman.  lewat ceramah offline dan online diYoutube, bahkan masih berlangsung hingga kini. Khusus untuk penghancuran Suriah, kita melihat lebih difokuskan  pada propaganda  anti Assad dan  anti shiah.  

Beberapa kegagagalan  AS dan sekutu arabnya itu kemudian ditindak lanjuti dengan upaya untuk mendanai suku Kurdi diSuriah utara agar bisa memisahkan diri dari negara Suriah dan mulai membentuk otoritas pemerintahan sendiri pada tahun 2017. 

Untuk tujuan itu, tidak tanggung-tanggung, saat itu seorang menteri Arab Saudi sendiri  Thamer al-Sabhan datang kewilayah Kurdi  diSuriah Utara untuk bertemu utusan AS dan Kurdi untuk mendukung upaya separatisme Kurdi untuk mendirikan negara sempalan  diSuriah utara.

Proyek diSuriah utara itu juga didukung  73 negara anggota koalisi AS dalam NATO, selain negara-negara Arab teluk dan Turki, total sekitar 80 negara yang menyerang Suriah, mirip yang disebutkan Hadist bahwa Rum (barat) akan menyerang dengan 80 bendera.

Seperti biasa, proyek militer AS dimanapaun  selalu dibungkus dengan dalih manis, maka pendirian Pemerintahan otoritas Kurdi itu, kemudian diprakarsai  AS dengan dalih menciptakan stabilitas, membendung teroris  dan pemulihan layanan publik bagi suku Kurdi diSuriah utara dan timur laut , wilayah yang telah direbut dari ISIS.

Turki, Turki yang licin yang sejak awal perang Suriah selalu bisa mengambil mengambil keuntungan dari membanjirnya pengungsi Suriah dengan dengan mendapat dana jutaan dolar dari neraga-negara Eropa , dan juga dari transaksi minyak jarahan ISIS, nampaknya kini mulai risih dengan jutaan pengungsi Suriah yang ada diwilayahnya. Turki kini mengatakan ingin melakukan dua langkah sekaligus, mengusir kelompok bersenjata Kurdi YPG dari perbatasannya dan sekaligus memulangkan pengungsi Suriah.

Sekarang kita melihat secara kasat mata adanya sandiwara dan main mata antara Turki dan AS. Pasukan AS berpura-pura ditarik keluar dari suriah dan ditempatkan diSuriah utara, tapi hanya beberapa hari kemudian mereka kembali keSuriah dan bahkan secara terang-terangan  menguasai dan menjarah ladang-ladang minyak Suriah.

Sementara itu, Turki yang telah sepakat dengan Rusia dengan zona aman selebar 30km dan YPG Kurdi sudah menarik diri dari perbatasan, tapi Turki juga sama saja dengan tuannya AS, dan mulai terlihat kemunafikannya, Kini Turki berniat tetap akan melanjutkan operasi militernya untuk menyerang YPG.

Ada apa sebenarnya dibalik sandiwara para musuh Islam dan para sekutunya itu? Apakah AS disana demi minyak? Tidak sama sekali, sejak penemuan Shale oil di AS, AS sebenarnya tidak lagi tergantung kepada supply minyak dari manapun. 

Kemelut yang terjadi disekitar sungai Eufrat tidak sedangkal yang kita lihat, ada agenda besar Israel disana.    

 

Kemungkinan Skenario yang akan terjadi

Jika AS nantinya menguasai Jalur  bebas militer (zona deskalasi)  selebar 30km yang membentang antara barat  laut Suriah sampai keIraq utara sepanjang sekitar 120km itu, dan kemudian menyerahkannya kepada Israel, maka nantinya (setelah perang nuklir) wilayah itu menjadi area yang sangat strategis bagi Israel untuk mengepung kekuatan Rusia yang ada diSuriah, 

Itulah kenapa AS kita predikisi tidak akan hengkang dari Suriah utara dan Iraq utara, meski sebenarnya telah kehilangan alasan awalnya untuk membasmi teroris, dan kini dengan alasan lain menguasai (menjarah) ladang minyak Suriah.

Dan Turki…, Turki yang ngotot dengan pembentukan zona deeskalasi  itu jelas sedang menyiapkan area itu untuk nantinya diserahkan kepada  pasukan AS,  dan AS akan secara total menduduki jalur deeskalasi itu dengan dalih menjaga stabilitas, atau mencegah dari penguasaan teroris, atau dalih lain.

Skenario kedua adalah, bahwa seluruh 73 anggota NATO dan Arab Saudi dan sekutunya akan  mengirimkan pasukannya (bukan proksi lagi) keSuriah utara untuk menyerang Suriah dengan tujuan Assad harus diturunkan dengan “dalih” sebagai diktator .

Skenario ini harus dilakukan karena, sudah jelas metode menjatuhkan Assad dengan mendatangkan militan dari seluruh dunia keSuriah tidak akan pernah berhasil, karena pasti akan dilibas oleh Tentara Suriah dibantu Rusia dan Iran.

Jika skenario kedua ini terjadi, bisa dipastikan dan hampir bisa dipastikan bahwa perang nuklir antar Super power itu akan dimulai, dan tentu saja juga akan melibatkan Iran, karena Iran juga punya pasukan diSuriah dan Iran adalah musuh terbesar Israel.

Rusia sudah pasti akan membela mati-matian serangan ke Suriah, karena sebagai negara mayoritas Kristen Orthodox, Rusia menganggap Suriah punya sejarah yang penting atas penyebaran agama Nasrani oleh Nabi Isa as. Dan diseluruh dunia, hanya di Suriah yang ada suatu lokasi yang masih menggunakan bahasa Aramic, bahasa yang digunakan oleh Nabi Isa as.   

Di perkampungan yang berpopulasi 5000 jiwa itu, umat Islam dan umat Nasrani, dua umat yang berbeda agama, berbeda kitab suci, tapi diturunkan dari satu Tuhan yang sama itu sudah hidup berdampingan selama ribuan tahun, meski Islam datang 600 tahun belakangan
.

 

Kesimpulan

Berangkat dari konsep Israel raya itu, maka sebenarnya  konflik terakhir diSuriah utara yang diciptakan NATO dan sekutunya  Saudi dan Turki dan Qatar  itu sudah mulai terlihat nyata  bergeser  mengarah keagenda sebenarnya dari Israel dalam perang Suriah.

Perang Suriah yang secara awam terlihat hanya sekedar upaya menurunkan Assad dan mengganti dengan pemimpin yang tunduk kepada Israel itu mulai terlihat sebagai  sebuah upaya nyata pembebasan wilayah Suriah utara dan Iraq utara untuk pada akhirnya nanti akan diserahkan kepada Israel.

Itulah sebabnya AS masih bercokol di Suriah utara dan Iraq utara. dengan alasan menjaga ladang minyak Suriah dari upaya penguasaan ISIS. Sebuah dalih bodoh yang dipaparkan  AS kepublik, bukankah  presiden AS Donald Trump  sendiri mengatakan ISIS telah dibasmi ?

Campur tangan langsung Israel kini mulai terlihat diSuriah utara, jika dulu mereka melakukannya secara diam-diam atau lewat kaki tangannya AS, kini secara terbuka Israel  menawarkan  bantuan dana dan persenjataan ke Kurdi Suriah dengan dalih palsu agar bisa menghadapi Turki.

Setelah Kurdi Suriah berkali-kali dikhianaiti AS, maka apa yang akan terjadi diSuriah utara kini kuncinya hanya tinggal pada konsistensi Kurdi , apakah mereka yakin mau bergabung kembali dalam pemerintahan Suriah, atau sekali lagi mau dibodohi oleh tipu daya AS dan Israel.  

Lalu, masih adakah diantara kita umat muslim yang mau dibodohi AS dan Israel  untuk masuk dalam jebakan agenda mereka dan tergiur dengan tipu daya mereka dengan janji  pendirian Khilafah Islam di Iraq dan Suriah?

Kebodohan adalah salah satu musuh kita, Quran sudah memandu bahwa musuh Islam adalah zionis, tapi banyak diantara kita yang tidak mau memakai panduan agama dan mau dibodohi oleh para penyeru di medsos dan Youtube yang membelokkan musuh Islam adalah bukan Israel, tapi sekte Islam yang lain, atau siapa yang ditunjuk AS sebagai musuh.

Hadist juga memandu kita untuk bagaimana menghadapi fitnah-fitnah akhir zaman, untuk tidak langsung bertindak, seperti  berangkat keSuriah membunuhi saudara-saudara muslim sendiri,  tapi cari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Jangan gampang tertipu oleh tipu daya AS (Israel).

WaAllahualam mudah-mudahan bermanfaat.

This entry was posted in Analisa Geopolitik, Extend, recent post and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to DARI SUNGAI NIL SAMPAI SUNGAI EUFRAT

  1. Muhammad Faisal Kemal says:

    Min, kayaknya ga mungkin deh setelah malhamah kubra Israel jadi negara super power, logikanya ga mungkin Dajjal muncul kalo masih ada negara bahkan individu yang masih merasakan kenyaman dunia alias cukup makan minum. Kan Nabi Muhammad sendiri bilang yang bikin kenyang saat Dajjal muncul hanya tasbih, tahmid, dan takbir. Jadi menurut saya malhamah kubra lalu kekeringan total yang berangsur-angsur dalam 3 tahun, dan Dajjal muncul.

    • The admin says:

      Lho Setelah Malhamah Qubra (perang nuklir) seluruh dunia akan mengalami kesengsaraan baik dari Dhuhan (asap radioaktif) sendiri maupun dari perubahan iklim drastis yg membuat tanaman (pangan) tidak hidup, bagaimana bisa cukup makan?

      Kalau Israel nantinya tidak mungkin jadi Super power memang benar, karena saat muncul didunia nyata Dajjal hanya punya waktu 37 hari. Setelah dibunuh oleh Nabi Isa as, umat Yahudi pengikut Dajjal akan runtuh nyalinya dan Hadits menyebut kita akan memburu Yahudi sampai mereka bersembunyi dibalik batu. Tapi tidak semua Bani Israel adalah pengikut Almasih palsu Dajjal (cirinya mrk pengikut zionis), yg tidak menjadi pengiku Dajjal akan menjadi pegikut AlMasih Asli Nabi isa as (baca An Nisa:159).

      Sering kita ingatkan, bahwa justru saat masih dialam Ghaib Dajjal paling berbahaya. “Kekeringan” juga bermakna ketakutan akan “kemiskinan” dan menghalalkan segala cara untuk mencari nafkah, maksiat, atau bersekutu dengan setan. Fitnah /godaan Dajjal Itu hanya bisa dilawan jika kita selalu “mengingat” Allah (Tasbih/tahmid = mengingat).

      Saat Dajjal muncul kealam nyata, sy kira hanya org yg bodoh yg mau jadi pengikutnya, karena setiap muslim akan bisa melihat tanda “KFR” di jidatnya, masa msh mau jd pengikutnya?

  2. Arif rahman says:

    Wah..wah…. berarti negara2 Arab spt Saudi, Qatar, Turki, Yordania yg ikut memdukung serangan ke Suriah itu tertipu oleh Israel ya min? Lalu bgmn juga dengan para militan yg ikut membantu menyerang Assad itu?

    • The admin says:

      Bukan ketipu sepertinya, kita yakin para pemimoin negara Arab teluk itu juga tahu agenda ekspansi Israel itu. Tapi nampaknya mereka lebih memilih bersekutu untuk “cari selamat dunia saja”. Sebenarnya kita semua sdh “dibisikin” oleh Allah alasan dalam hati mrk : “Kami takut mendapat bencana” (baca kajian kita “Menelaah surat-al-maidah-51”)
      Soal para militan ya itu sdh resiko mrk. Khan Nabi sudah mengingatkan “Jangan langsung merespon/bertindak jika terjadi fitnah besar”, Dan lebih detail lg Nabi sdh melarang untuk ikut memperebutkan gunung emas (minyak) disungai Eufrat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *