RUMAH SAKIT PERANCIS HARUS SIAP UNTUK “MAJOR ENGAGEMENT 2026”


 

Kemenkes Perancis dalam sebuah surat kepada otoritas kesehatan tertanggal 18 Juli 2025, menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk bersiap menghadapi apa yang disebut “Major Engagement” (keterlibatan besar), pada Maret 2026.

Menkes Perancis menekankan, bahwa langkah tersebut bersifat pencegahan, dimana Eropa harus bersiap menghadapi potensi “konflik dengan skala belum pernah terjadi”, oleh kekhawatiran meningkatnya ketegangan antara Rusia dan negara-negara NATO.

Seluruh Rumah sakit Perancis diinstruksikan untuk bersiap menghadapi kemungkinan “pertempuran besar“, & mengantisipasi skenario di mana mereka harus mampu merawat tentara dari seluruh Eropa antara 10-180 hari.

Perancis dilaporkan juga mempertimbangkan untuk mendirikan pusat medis didekat stasiun bus dan kereta api, bandara, dan pelabuhan, untuk “memungkinkan pengalihan rute tentara asing yang terluka ke negara asal mereka,” kata surat itu.

Menteri Kesehatan Perancis, Catherine Vautrin mengatakan, “Wajar bagi negara untuk mengantisipasi krisis dan konsekuensinya. Ini bagian dari antisipasi, seperti halnya penimbunan cadangan strategis.

 

Panduan Bertahan Hidup

Upaya kesiap-siagaan perang Perancis itu dirilis menyusul “panduan bertahan hidup” yang telah dirilis tahun 2020.

Manual setebal 20 halaman itu berisi 63 langkah untuk melindungi warga negara dalam konflik bersenjata, bencana alam, dan keadaan darurat lainnya.

Panduan ini mencantumkan persediaan penting, termasuk air, makanan kaleng, baterai, dan kotak P3K.

Sekretariat Jenderal Pertahanan dan Keamanan Nasional  Perancis (SGDSN), telah menyusun sebuah manual untuk membantu warga negara bersiap menghadapi berbagai krisis, memberikan panduan tentang penanganan serangan nuklir, dan bergabung dengan pasukan pertahanan lokal.

 

Jerman Desak Warga Bersiap Hadapi Perang

Pada April 2025 lalu, seorang pejabat pemerintah Jerman telah mengeluarkan pernyataan yang mengkhawatirkan kepada para guru sekolah, di tengah meningkatnya ancaman perang dunia ketiga.

Anak-anak di Jerman didesak untuk mempersiapkan diri dengan baik menghadapi potensi perang.

Jerman dikhawatirkan sangat kurang tangguh’ dalam struktur kesiap-siagaan krisis, yang diangap ‘terbelakang’ dibandingkan dengan Denmark, Swedia, dan Finlandia, yang telah mempersiapkan warganya untuk kemungkinan perang dengan Rusia sejak beberapa tahun.

Pemerintah Jerman juga mendesak warganya untuk mengikuti pedoman yang ditetapkan oleh Uni Eropa, yang juga menyarankan untuk menyiapkan perlengkapan bertahan hidup yang mencakup air minum kemasan, makanan yang tidak mudah busuk, pembuka kaleng, obat-obatan, senter, dokumen penting, uang tunai, pengisi daya ponsel, dan peta, dan lainnya.

 

Peringatkan Dari Pemerintah Inggris

Pada Juni 2025 lalu, Pemerintah Inggris telah memperingatkan bahwa Inggris harus “secara aktif mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan ancaman langsung, berpotensi dalam skenario perang”.

Dalam strategi keamanan nasionalnya, pemerintah menyatakan bahwa negara tersebut “berada di era di mana kita menghadapi konfrontasi dengan pihak-pihak yang mengancam keamanan”, dan menunjuk perang Rusia melawan Ukraina sebagai “contoh paling nyata dan mendesak“.

 

Peringatan Dari Komisi Eropa

Pada 26 Maret lalu, Komisi dan Perwakilan Tinggi Komisi Eropa, meluncurkan “Strategi Kesiap-siagaan” untuk mendukung negara-negara anggota dan meningkatkan kemampuan Eropa dalam mencegah dan merespons ancaman yang muncul.

Secara konkret, Strategi ini mencakup “30 aksi kunci”, dan Rencana Aksi yang terperinci untuk memajukan tujuan Uni Kesiap-siagaan, serta mengembangkan ‘budaya kesiapsiagaan sejak awal’ di seluruh Uni Eropa.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen mengatakan: “Realitas baru menuntut tingkat kesiapsiagaan yang baru di Eropa. Warga negara kita, negara anggota kita, dan pelaku bisnis kita membutuhkan perangkat yang tepat untuk bertindak, baik dalam mencegah krisis maupun bereaksi cepat ketika bencana melanda.”

This entry was posted in Info Lain and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to RUMAH SAKIT PERANCIS HARUS SIAP UNTUK “MAJOR ENGAGEMENT 2026”

  1. Siti Sumarni says:

    24 jam pemimpin eropa bicaranya banyak ngelanturnya kebanyakan makan kokain, tidak heran , pagi bilang sorenya udah Z, Rajanya mencla-mencle.

  2. Zn says:

    Di 2030 hanya ada 2 pilihan yang bisa diambil untuk mereset dunia:
    – Teknokrasi dajjatal, mulai dari digital ID, surveillance, hingga chip BCI yang membuat manusia tidak bisa free to will.
    Dan jangan lupa, elit selalu menang. Manusia jadi budak

    – perang dunia 3 nuklir .namun jaminan imam mahdi dan nabi isa akan muncul yang akan mereset umat manusia kembali ke era kenabian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.