SHIEKH IMRAN HOSEIN : MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK PERANG NUKLIR

 

Assalamu’alaikum wr.wb.

Dari ruang tamu di rumah saya di Trinidad, dikepulauan Karibia, sekali lagi kita akan membahas topik tentang Perang Besar (perang nuklir).

Banyak peristiwa sedang berlangsung dengan cepat, di Rusia dan di Ukraina, dan anda tentu menyadari hal ini. Sementara ada sebagian mereka yang mengatakan bahwa topik ini adalah omong kosong, itu karena mereka tidak punya dasar.

Banyak orang kini mulai memperingatkan, bahwa ada kemungkinan perang nuklir.

Presiden AS dan presiden Rusia telah memperingatkan tentang hal itu, dan Paus telah memperingatkan tentang hal itu, demikian juga SekJen PBB, dan begitu banyak orang yang lain telah memperingatkan.

Ya, kita berada di ambang perang besar, dan Nabi kita telah menubuatkan, yang beliau sebut sebagai Malhamah, di mana 99 persen dari mereka yang ikut berperang akan tewas.

Ya, jadi jika Nabi kita menubuatkan 99 persen tentara akan tewas dalam perang itu, pastilah itu bukan Perang konvensinal, pasti itu perang yang menggunakan senjata pemusnah masal.

Saya telah berbicara tentang masalah ini berulang kali, dan hari ini saya ingin membawanya ke dalam sebuah kapsul. 

Apa langkah pertama yang harus kita ambil untuk bersiap menghadapi perang nuklir?

Jawabannya, mereka (yang mengaku cendikiawan muslim) itu tidak akan memberi anda jawabannya, karena mereka tidak akan membicarakan soal  perang nuklir. Dan jika toh mereka bicara, mereka justru mendukung NATO.

Itulah hal yang bisa mereka lakukan, dan mereka menyebut diri mereka “cendekiawan Islam”. Saya mencela mereka agar anda akan tahu siapa mereka.

 

Langkah pertama : Hilangkan Perasaan Takut Mati

Hal pertama yang harus anda lakukan sebagai orang yang kepada Tuhan yang maha esa, bagi orang yanag mengimani Tuhan yang maha esa untuk mempersiapkan perang nuklir adalah membuang rasa takut akan kematian dari hati Anda.

Saya tidak dapat meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak saya lakukan sendiri, jadi saya katakan kepada anda dengan jujur, saya tidak memiliki ketakutan sedikitpun dihati saya tentang kematian, tidak ada.

Dan saya tidak pernah takut ketika anda memiliki “sirkus Covid”. Sebuah sirkus dimana Anda harus menjaga jarak 3 feet dan menggunakan masker. Saya tidak pernah punya rasa takut di hati saya sama sekali selama 2 tahun ini.

Jika Anda memiliki iman di dalam hati, maka Anda tidak akan memiliki rasa takut akan kematian di dalam hati Anda.

Jika Anda takut mati, dan anda mencari tempat untuk bisa bersembunyi ketika perang nuklir, maka anda tidak memiliki keimanan dihati Anda.

Jadi itulah saran pertama saya, hilangkan rasa takut akan kematian dari hatimu, adakah yang memberitahu anda soal itu?

 

Langkah ke-2 : Mengkhatamkan Qur’an Setiap Bulan

Langkah  kedua untuk mempersiapkan diri sebagai pengikut Nabi Muhammad AS, dimana umat kristen akan memberikan jawabannya sendiri, demikian juga dengan umat Hindu dengan Buddha, tapi saya akan  berbicara untuk mereka yang beragama Islam.

Langkah kedua dalam persiapan untuk Perang Besar adalah mencari cara berlindung dari Quran. Allah berfirman dalam Quran di dalam surat Isra’.  

Saya berharap saya bisa menampilkan Suratnya layar dalam bahasa Arab, karena saya tidak akan  menerjemahkan Al-Qur’an, tetapi saya akan memberi Anda penjelasannya.

Beliau mengutip Surat al Isra’ : 45 ;  “Dan apabila kamu membaca Al Quran, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup.”

Artinya harus dibaca sebagaimana Allah membacanya, bukan dengan cara membaca seperti yang diminta oleh ‘daarul ulum’, tidak. Jadi harus dengan cara Allah membacakan.

Ketika Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengulang bacaannya, Allah mengatakan :

Beliau mengutip Surat Qiyamah : 18; “Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.”

Jadi langkah kedua adalah untuk membaca Qur’an sebagaimana cara Allah membacakannya.

Beliau kembali mengutip Surat al Isra’ : 45 ;  “Dan apabila kamu membaca Al Quran, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup.”

Fihak yang mengobarkan perang ke Rusia, dunia Barat itu adalah dunia yang tak berTuhan, mereka adalah Dunia yang Tak bertuhan, mereka tidak percaya pada akhirat.

Dan Allah berfirman, jika kamu membaca Al-Qur’an, kami akan melindungimu, Kami akan menaruh dinding pemisah antara kamu dan mereka yang tidak percaya pada akhir, kami akan menempatkan “jilbab” yang akan menutupi kamu.

Apa lagi yang anda inginkan (didunia ini)?, kapan lagi Anda akan mulai membaca Al-Qur’an? Sudah berapa tahun saya telah meminta Anda untuk membaca Qur’an? Masya Allah.

Saya mendapatkan begitu banyak email dari berbagai belahan dunia, yang mengatakan : Saya membaca Quran seperti yang snda ajarkan pada buku : “Quran and the moon”.

Dan saya menyelesaikan seluruh Quran setiap bulan, dengan yang benar. Dan Syekh, hal itu telah mengubah kehidupan saya.

Saya selalu menerima email seperti itu , jadi kapan Anda akan mulai bangun? Ada orang-orang yang begitu dekat dengan saya,  dan saya mencintai mereka. Tapi Anda belum juga mau membaca Quran? Lalu apa lagi yang bisa saya lakukan?.

Ketika nanti Allah memanggil saya, saya peringatkan anda, jangan pernah mengatakan bahwa Anda adalah murid saya, tidak. Anda cukup mengubur saya, Anda mendo’akan saya, dan teruskanlah perjuangan.

Saya tidak ingin orang memuji saya, Anda akan menjadi murid saya hanya jika Anda mau membaca Al-Qur’an setiap hari, dan waktu terbaik adalah di pagi hari.

Dan Anda sebaiknya mengkhatamkan seluruh Quran setiap bulan, dan ini adalah cara kedua untuk mempersiapkan diri Anda untuk Perang Besar itu.

 

Langkah ke-3 : Cari Pembimbing Yang Berintegritas

Persiapan ketiga untuk Perang Besar adalah jika Anda akan lebih baik jika menemukan pemandu yang baik yang bisa membimbing Anda, ada banyak “Cendekiawan palsu” di luar sana, mereka palsu!.

Mereka yang menggunakan metode yang memberi anda versi Islam, bahwa Dunia Barat dirasa sama sekali bukanlah ancaman. Bagi mereka (santai) seperti makan siang dihari Minggu. Itulah Versi Islam yang berasal dari para Ulama semacam ini.

Tetapi jika Anda mengikuti versi Islam dari seseorang yang mengikuti Khidir as, seseorang yang mencermati isi Quran untuk membimbing dan mengajar orang-orang tentang realitas dunia saat ini, dan tentu dunia Barat akan membenci anda.

Jadi carilah Integritasnya, carilah seorang sarjana yang dapat menjelaskan dunia saat ini, carilah cendekiawan yang bisa memberi tahu ada bahwa Perang Besar akan datang, carilah cendekiawan yang dapat membantu anda mempersiapkan diri untuk Perang Besar itu.

jangan mencari orang-orang yang seperti “marshmallow” (manisan) yang hanya bisa bernyanyi untuk pengiring makan malam ini, dan mereka menutup pintu masjid kepada saya.

 

Langkah ke-4 : Persiapkan Stok Kebutuhan Hidup

Langkah yang keempat persiapan untuk Perang Besar, anda dapat membeli selimut dan pakaian hangat. pada makanan yang tidak mudah busuk seperti Makanan kaleng, persediaan air, menyimpan kayu bakar.

Saya menimbun kayu bakar, menyimpan pemantik api, terbang dari api.  Saya telah berbicara banyak tentang ini dan anda akan bisa mendapatkan lebih aman jika berada diPedesaan terpencil daripada di kota.

Dimana akan ada Anarki, tidak ada pasokan listrik, tidak ada pasokan air, tidak ada persediaan makanan, dikota orang-orang akan saling berkelahi (memperebutkan makanan).

Dan mereka akan mendobrak pintu rumah anda jika mereka mencurigai anda memiliki makanan, jadi tolong keluar dari Kota, dan pergi ke Pedesaan terpencil seperti yang saya lakukan sendiri.

Itulah sebabnya saya membangun rumah kecil yang hanya berjarak seratus yard dari pantai, dipedesaan Trinidad yang terpencil, dimana saya bisa mendapatkan ikan untuk dikonsumsi.

 

Penutup

Hal terakhir yang ingin saya lihat adalah memberikan perhatian meskipun tidak pada saat perang nuklir, siapakah yang paling rentan? dan jawabannya adalah: perempuan dan anak-anak.

Mereka yang tidak memiliki suami, tidak memiliki ayah, tidak ada orang yang melindungi disekitar mereka.

Seperti yang selalu saya nasehatkan, ketika ada acara dipertemuan besar dan terjadi peristiwa kepanikan, setiap pria lajang yang ada harus menjadi pelindung bagi setiap wanita, siapa lagi yang lebih baik dari itu?

Tidak boleh ada pria yang berusaha melarikan diri, tidak, jika kita harus matipun kita harus melindungi wanita dan anak-anak, kita yang ada disitu, itulah cara Islam.

Jadi jangan pakai cara orang yang tergesa kabur ke pintu dan menginjak-injak orang untuk melarikan diri jika terjadi kebakaran, jangan seperti itu.

Setiap orang di Pertemuan itu harus menjaga dan melindungi wanita dan anak-anak, itu adalah cara Islam, kita punyai cara yang berbeda,

Jadi dalam mempersiapkan Perang Besar, kita harus memikirkan saudara perempuan kita yang hidup sendiri, perempuan sendirian yang tidak memiliki suami.

Mereka tidak pernah menikah, atau mereka yang telah bercerai, beberapa dari wanita yang memiliki anak dan mereka hidup sendiri.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka? jika anda memiliki kekuatan untuk menikah mereka maka anda harus menawarkan diri untuk menikahinya.

Dan jika istri anda mengatakan, jika dia akan mengambil istri kedua saya akan meninggalkan anda, maka lepaskan saja dia pergi. Anda tidak pernah tahu akan memiliki istri seperti itu.

Sekarang Anda tahu itu bahwa ‘kebenaran’ harus diutamakan, bukan cinta anda pada istri Anda. 

Kesetiaan kepada Allah didahulukan bukan kesetiaan pada istrimu, bukan kesetiaan pada anak-anakmu, tapi kesetiaan pada kebenaran.

Dan yang diperlukan saat ini adalah, jika anda punya sarana untuk menikah maka menikahlah, jika Anda harus menikahi mereka maka ingatlah, anda harus memperlakukan mereka dengan adil dengan istri anda.

Dan Allah berfirman jika kamu takut tidak dapat menikahi mereka dan memperlakukan mereka secara setara dengan istrimu secara ekonomi, maka cukuplah menikah dengan satu istri.

Beliau mengutip Surat An-Nisa’ Ayat 3 :

“Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Tetapi jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim.”

Tetapi hari ini tidak ada Mufti  yang berbicara tentang “Milk al-Yamin”, itu karena mereka semua menganggap ini adalah tentang “perbudakan wanita”, sementara saat ini tidak ada budak.

Jadi itu merupakan akhir dari (pembahasan mereka) atas bab itu, kemudian mereka hanya melanjutkan ketopik berikutnya. Begitulah cara mereka mengabaikan sebuah subjek.

Tapi jika anda memiliki Milk al-Yamin, dan Anda merawatnya dan anda menyediakan makanan dan pakaian dan tempat tinggal dan perlindungan untuknya, Masha Allah, saya fikir pasti Allah akan membangun rumah untuk anda di Surga.

Tetapi jika Anda melakukan hubungan seksual dengannya, maka Anda telah mengambil risiko, dan mereka akan mengatakan anda telah melakukan zina. Jadi saya sarankan, jika Anda takut hal itu, maka anda harus menikahinya.

Jadi apa lagi yang bisa kita lakukan untuk saudara perempuan kita itu, ini adalah bagian terpentingnya.

jika Anda dapat menyatukan sejumlah wanita seperti itu dan mereka yang memiliki anak,  dan menempatkan mereka disebuah rumah besar atau di dalam kompleks.

Dimana mereka dapat hidup bersama dan saling mendukung, dan mereka mungkin bahkan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, dan jika anda mampu melakukannya, anda bisa menyediakannya untuk mereka, Jika Anda memiliki sarana.

Para istri Nabi nyaman tinggal didalam …?, jadi jika anda mampu melakukannya, dan anda mengumpulkan sejumlah wanita meski mereka bukan istri Anda, dan mereka bukan Milk al-yamin,

Tetapi Anda mampu menyatukan mereka, dan memberi mereka keamanan hidup bersama daripada hidup sendiri, dan memastikan mereka memiliki tempat untuk tidur, memastikan mereka mendapat makanan, dan yang terpenting perlindungan.

Ini adalah hal terakhir yang ingin saya bicarakan, bahwa wanita-wanita ini juga akan mengalami kekacauan saat terjadi Perang Besar.

Ingat apa yang terjadi di Suriah, terjadi perzinaan besar disana, perbudakan wanita diSuriah, dan mereka (pelakunya) menyebut dirinya “Islam salafi”.

Jadi wanita akan lebih rentan terhadap serangan seksual ketika Perang Besar terjadi.

Dan ingat apa yang terjadi ketika anda melakukan zina?, saya telah mengatakan berkali-kali bahwa Dajjal ingin mendorong zina.

Karena ketika Anda melakukan zina, yaitu perzinahan dan percabulan, hubungan seksual, artinya tanpa kerangka hukum pernikahan ataupun Milk al-Yamin.

Apa yang terjadi adalah, bahwa semua cahaya yang ada dihati anda akan hilang, dan yang tertinggal hanyalah Kegelapan.

Dan ketika Anda hanya memiliki kegelapan di dalam diri anda, anda tidak akan dapat memahami Dajjal.  Anda akan menari mengikuti setiap irama yang dimainkan Dajjal.

Seperti halnya ketika mereka menetapkan jarak tiga kaki saat melakukan Sholat, dan dengan masker wajah saat Sholat. Mereka menari dalam iraman yang dimainkan Dajjal, mereka bisu tuli dan buta.

Tetapi jika anda tidak memiliki nuur didalam hati Anda, anda tidak akan melakukan itu. Saya tidak pernah melakukan shalat di jamaat dimana orang-orangnya yang berdiri terpisah tiga kaki, tidak pernah melakukannya.

Dan saya tidak pernah melakukan salad dengan masker wajah, tidak pernah, saya lebih suka sholat di rumah daripada bergabung dengan sirkus itu.

Jadi jika Anda mampu menyatukan wanita-wanita ini, dan memberi mereka keamanan, dan memberi mereka sarana, dan makanan, dan pakaian,

dan mereka bisa hidup bersama untuk saling mengayomi, maka para wanita ini akan aman dari perbuatan zina diluar sana.

Fikirkan tentang saudara-saudara perempuan kita itu, pikirkan tentang pemangsa seksual yang akan menyerang mereka ketika Perang Besar terjadi, mereka rentan hal itu.

Fikirkan tentang kemampuan pribadi mereka, saudara-sudara perempuan kita itu, dan anak-anak mereka.

Dan bertindaklah mulai sekarang, sebelum perang besar terjadi, Mudah-mudahan Allah memberi Anda kemampuan untuk melindungi saudari-saudari kita itu.

Terima kasih, wassalamualaikum wr.wb.

 

This entry was posted in Info Lain and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to SHIEKH IMRAN HOSEIN : MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK PERANG NUKLIR

  1. enceng says:

    Saran SIH berat, ga boleh takut mati & khatam Quran tiap bulan. Jelas saja pada diem semua. wkkk.

    • diki says:

      juga menyingkir dari perkotaan, di mana populasi terbanyak ada diperkotaan. beruntunglah mereka yg masih punya keluarga di dusun.

    • Zn says:

      Kalau g takut mati itu gpp. Yang sulit adalah ditinggalkan orang yang dekat, figur atau teman hidupnya seperti orang tua atau suami/istri.

  2. uncle joeL says:

    Subhanallah walhamdulillah walaa ilaa haillallah wallahu akbar…..mks byk u/ admin Aaz atas artikelnya yg luar biasa…moga kita yg baca bisa mngikuti nasehat SIH sesuai kemampuannya masing2x …u/ SIH smoga sehat selalu …senantiasa dlm lindungan Allah Azza Wa Jalla….Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *