AS AKAN KELUAR DARI PERJANJIAN RUDAL NUKLIR JARAK SEDANG

German Left Party Criticizes US Nuclear Weapons’ Deployment

Setelah menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Iran yang dibuat pada era Obama, kini Pemerintahan Donald Trump bersiap keluar dari perjanjian pembatasan rudal nuklir darat-kedarat jarak sedang “Intermediate-Range Nuclear Forces”  (INF) yang telah disepakati  bersama dengan Uni Soviet pada tahun 1987.

Makna dari keputusan Trump atas bisikan penasehat keamanan John Bolton ini adalah, jelas bahwa AS bersiap untuk menyebarkan  rudal rudal nuklir jarak sedangnya kebasis-basis militer dinegara negara sekutunya. Karena artikel artikel dalam perjanjian itu tidak hanya membatasi pengembangan   dan jumlah rudal yang boleh dibuat tapi juga pembatasan penyebarannya.

Salah satu alasan Trump adalah karena kini beberapa negara terutama  China telah mengembangkan lebih jauh rudal jarak sedangnya , tapi alsan sebenarnya  adalah karena China kini  telah siap untuk diajak mengadu kekuatan nuklir. Agak menggelikan memang AS yang mensuplay teknologi nuklir keChina , juga  teknologi Roket dan Satelitnya  pada tahun 1999 , yaitu pada era Presiden Clinton, dan kini AS juga yang mengajak China untuk saling menghancurkan. Yah, semua memang by designed , bukan terjadi begitu saja, The deep state atau  Ya’juj Ma’juj yang mengatur semuanya.

[ads_dropcap]P[/ads_dropcap]emerintahan Trump dilaporkan sedang bersiap untuk keluar dari Perjanjian era perang dingin  yang disebut Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) minggu depan.

Perjanjian yang ditandatangani pada tahun 1987 oleh AS dan Uni Soviet itu adalah salah satu langkah awal penting dalam upaya de-eskalasi De-diera perang Dingin, namun Presiden AS Donald Trump berencana untuk memberitahu kepada  pemimpin Rusia bahwa AS berencana untuk mengakhiri perjanjian tersebut, New York Times melaporkan Jumat kemarin.

Menurut para pejabat AS dan para diplomat asing yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan, Trump memutuskan untuk keluar dari perjanjian tiga dekade itu dengan alasan  dugaan pelanggaran oleh Rusia dan karena perjanjian itu menghambat AS dari upaya mengerahkan senjata baru untuk melawan persenjataan jarak menengah yang sedang dikembangkan oleh  China, dimana disebut telah digunakan Beijing untuk memperluas pengaruhnya di Pasifik.

Gedung Putih mengatakan bahwa tidak ada keputusan resmi yang dikeluarkan untuk meninggalkan Perjanjian INF itu, tetapi sumber anonim mengatakan bahwa Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton akan memberi tahu Presiden Rusia Vladimir Putin dalam  perjalanan ke Moskow pekan depan bahwa Amerika Serikat akan meninggalkan perjanjian itu.

Jika AS meninggalkan Perjanjian INF itu, maka  itu akan menjadi perjanjian Pembatasan  senjata besar pertama yang diambrukkan oleh Trump.

AS telah menuduh Rusia melanggar Perjanjian INF selama empat tahun terakhir. Mantan Presiden AS Barack Obama memutuskan untuk tidak meninggalkan perjanjian itu, meskipun begitu ia mengkritik Rusia karena menyebarkan senjata nuklir taktis, yang dikatakan Rusia telah digunakan untuk mengintimidasi bekas pecahan negara-negara Soviet yang telah makin dekat dengan pemerintah Barat.

Penasehat keamanan Bolton merekomendasikan Trump menarik AS dari Perjanjian INF, Guardian melaporkan Jumat. The Guardian juga mengutip mantan pejabat AS anonim yang mengatakan bahwa Bolton juga  menghentikan perundingan  perpanjangan pembatasan senjata 2010 (Strategic Arms Reduction) 2010 antara AS dan Rusia, yang membatasi pengerahan hulu ledak nuklir strategis dan sistem pengirimannya.

“AS telah mulai mempersingkat kerjasama dan  kemungkinan penarikan diri (dari Perjanjian INF). Tetapi saya tidak percaya ada proses interagensi dalam level pemerintahan, ”kata Jon Wolfsthal, mantan direktur senior untuk non-proliferasi dan pengawasan senjata di Dewan Keamanan Nasional AS (NSC).

Hans Kristensen, direktur Proyek Informasi Nuklir di Federasi Ilmu Pengetahuan Amerika  mengatakan bahwa NSC telah memutuskan AS harus menarik diri dari perjanjian INF, tetapi dia menambahkan bahwa Trump belum membuat keputusan akhir mengenai masalah ini, Guardian melaporkan.

 

Update 23 oct 2018

JOHN BOLTON MENOLAK MENOLAK KEBERATAN RUSIA ATAS RENCANA AS KELUAR DARI PERJANJIAN NUKLIR INF 1987

Penasehat keamanan nasional AS John Bolton menolak keberatan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk tidak melanjutkan rencana Trump yang akan menarik diri dari perjanjian nuklir internasional (INF).

Akhir pekan lalu Presiden Donald Trump mengumumkan rencananya untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir INF 1987 , dengan tujuan Amerika Serikat dapat membangun persenjataannya.

Keputusan itu menjadi pokok pembicaraan selama kunjungan tiga hari Bolton ke Moskow, pekan ini, termasuk pembicaraan tingkat tinggi dengan Putin.
Perjanjian (Traktat) pembatasan senjata Nuklir Tingkat Menengah yang ditandatangani antara mantan Presiden Ronald Reagan dan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev pada tahun 1987, melarang semua rudal jelajah berbasis darat dengan jangkauan antara 310 dan 3.417 mil.

Trump mengatakan dia akan meninggalkan perjanjian itu setidaknya sebagian untuk melawan menigkatnya persenjataan China di Pasifik dan juga karena dia menuduh Rusia tidak mematuhi perjanjian itu.

Kremlin membantah telah melanggar bagian apa pun dari perjanjian itu dan mengatakan mundur dari perjanjian itu merupakan perkembangan “berbahaya” yang bisa memicu perlombaan senjata baru.

Putin menanggapi (pendirian Bolton itu) dengan humor yang mengejek keputusan Bolton itu, Putin mengatakan “Sejauh yang saya ingat, Lambang negara AS menggambarkan seekor burung elang di satu sisi memegang 13 anak panah, dan di sisi lain setangkai dahan pohom zaitun dengan 13 buah zaitun,” kata Putin. ” dan pertanyaannya : ‘Apakah elang Anda sudah memakan habis semua buah zaitun itu dan yang tersisa hanya panah ? ‘”, Bolton menjawab “Mudah-mudahan saya akan punya jawaban untuk Anda,” “Tapi aku tidak lagi membawa zaitun lagi.” .”Ya..Itu yang aku pikirkan,” kata Putin, dan Bolton tertawa.

Sebelum pertemuan dengan Bolton, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengakui bahwa ada beberapa titik lemah dalam perjanjian itu, tetapi penarikan “tanpa mengusulkan sesuatu yang baru jelas bukan yang kami harapkan.”

 

This entry was posted in Info Lain and tagged , . Bookmark the permalink.

6 Responses to AS AKAN KELUAR DARI PERJANJIAN RUDAL NUKLIR JARAK SEDANG

  1. debu says:

    terima kasih min, bnyak ilmu yg qt dapat dr laman ini. kenapa tdk dibuat forum min? atau grup WA/telegram dan sejenisnya? biar kita lebih update ikuti laman ini dan lbh mudah lg utk berdiskusi.

    • The admin says:

      Sudah ada rencana bikin forum, tapi maklum saja kita masih hrs berbagi waktu. Doain saja mdh2an Allah memberi lebih banyak kemudahan dan waktu.

  2. Niko says:

    Sepertinya tinggal nunggu detik2 menuju perang nuklir nih min…
    Kira2 nanti tanggapan org indo gimana ya kalo perang nuklir pecah ? Masih menganggap dunia ini normal dan aman2 aja kah ?

    • The admin says:

      Kita tidak tahu pasti berapa tahun lagi, tapi semua fakta jelas semakin dekat mengarah kesana.

    • debu says:

      Nah itulah yg saya miris sm negeri ini, di tataran personal sibuk mikirin cari makan sndiri2, di tataran publik saling beradu rakyat vs rakyat, saat sudah lelah mental, spiritual dan fisik, kita menikmati dukhan radioaktif nuklir malhamah yg bukan kita bagian dari pemainnya.

      • The admin says:

        Ya gimana lagi, Allah sudah mengingatkan bahwa umat akhirzaman akan diberi dua ujian besar yaitu Ya’juj Ma’juj dan Fitnah Dajjal. Allah juga sudah memberi tanda2 besar sejak ditemukannya jasad firaun yg hampir beersamaan dengan berdirinya zionis pd akhir abad 19 itu.
        Kita beruntung termasuk golongan yg waspada, jadi gak usah terlalu khawatir, nikmati saja sepak terjang orang2 lalai yg menganggap bahwa masa depan ada didunia itu , hehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 71 = 75