UEA – ISRAEL SEPAKATI PERJANJIAN DAMAI

 

Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) telah mencapai kesepakatan bersejarah yang akan mengarah pada normalisasi penuh hubungan diplomatik antara kedua negara.

Kesepakatan itu terjadi setelah terjadi pembicaraan segitiga via telepon antara Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), putra mahkota UEA.

Gedung Putih mengatakan, sebagai imbalan dari perjanjian damai itu, Israel akan menangguhkan rencananya untuk mencaplok wilayah Palestina di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Kesepakatan ini tentu akan mendorong negara teluk lainnya seperti Bahrain, Oman, Qatar, Kuwait dan Arab Saudi yang semuanya memiliki hubungan bisnis dan intelijen baik rahasia maupun terang-terangan dengan Israel, untuk mengikuti jejak UEA.

“Kushner Plan” pada dasarnya berisi rencana  agar terjadi perdamaian antara Israel dan Palestina, dimana Israel akan mencaplok sekitar 30%  wilayah Tepi Barat, ditambah tambal sulam di 70% wilayah lainnya dari dengan pertukaran beberapa wilayah denganIsrael. Sementara Palestina akan menjadi negara yang ‘didemiliterisasi’,

Benjamin Netanyahu and Sheikh Mohammed bin Zayed

Putra Mahkota UEA Muhammad bin Zayed dan Netnyahu

 

Iran Menyebut Kesepakatan itu Berbahaya

Kemenlu Iran mengatakan kesepakatan  menormalkan hubungan antara Israel dan UEA itu ‘berbahaya dan tidak sah’, menurut kantor berita negara IRNA.

“Tindakan memalukan Abu Dhabi dengan mencapai kesepakatan dengan rezim Zionis (Israel Palsu) itu adalah langkah berbahaya, dan UEA dan negara lain yang mendukungnya akan bertanggung jawab atas konsekuensinya,” tambah pernyataan itu,

“Ini adalah upaya menusuk dari belakang Palestina, dan ini hanya akan memperkuat persatuan regional untuk melawan rezim Zionis,” kata kementerian luar negeri Iran.

 

Mahmoud Abbas ‘menolak dan mengecam’ kesepakatan UEA-Israel

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam kesepakatan Israel dengan Uni Emirat Arab dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya. “Pimpinan Palestina menolak dan mencela trilateral UEA, Israel dan AS, ini pengumuman yang mengejutkan,” kata Nabil Abu Rudeineh, penasihat senior Abbas.

Kesepakatan itu adalah “pengkhianatan terhadap Yerusalem, Al-Aqsa dan perjuangan Palestina.” Dia mendesak Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam untuk berkumpul untuk “menolak” kesepakatan itu, danmenambahkan “baik UEA maupun pihak lain tidak memiliki hak untuk berbicara atas nama rakyat Palestina.”

 

AS Menyebut Perjanjian Ini mimpi buruk Bagi Iran

Brian Hook, pejabat utama Departemen Luar Negeri AS untuk Iran mengatakan perjanjian baru itu merupakan “mimpi buruk” bagi Iran dalam upayanya melawan Israel di wilayah tersebut.

“Apa yang kita lihat hari ini adalah Timur Tengah yang baru,” kata Hook di Gedung Putih. “Garis tren sangat berbeda hari ini. Dan kami melihat masa depan sangat jauh di Teluk dan dengan Israel, dan masa lalu adalah dengan rezim Iran.”

 

Yahudi pendukung Israel Kecewa

David Elhayani, kepala Dewan Pemukim Yesha Israel mengecam langkah Netanyahu ini, karena ini berarti menangguhkan rencananya untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat yang diduduki sebagai bagian dari perjanjian yang menormalisasi hubungan dengan UEA.

“Netanyahu telah berulang kali menjanjikan penerapan kedaulatan Israel di Yudea, Samaria, dan Lembah Jordan. Kami telah mengadakan pertemuan tatap muka. Dia meyakinkan kami bahwa dia sedang menyelesaikannya, ini adalah masalah politik utama yang dia jalankan.”kata Elhayani.

 

Kata Analis Timur tengah

Omar Baddar, seorang analis yang berbasis di AS, mengatakan “tidak ada yang bersejarah” atau “terobosan baru” tentang kesepakatan  antara UEA dan Israel ini. “Israel tidak akan ‘menghentikan’ aneksasi Tepi Barat (aneksasi itu sdudah merupakan fakta de facto di lapangan).

Israel hanya ‘menangguhkan’ pengumumannya atas fakta yang telah diberlakukan secara ilegal pada warga Palestina. Adalah salah jika mengatakan Israel menangguhkannya atas permintaan UEA, ” tulis Baddar di Twitternya.

This entry was posted in Info Lain and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to UEA – ISRAEL SEPAKATI PERJANJIAN DAMAI

  1. Roni87 says:

    Satu persatu bangkai yang disimpan serapih apapun pasti akan tercium juga. mungkin bisa selamat didunia tapi diakherat ???? Betul analisa admin, tinggal sedikit negara arab yang berani berjihad melawan Israel, kebanyakan hanya cari selamat.

  2. Ardicibinong says:

    Manusia boleh berencana tapi allah yang berhak menentukannya ^_^

  3. sayyed Fesal says:

    yang lucu, turki, maling teriak maling, hahahah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *