Anda Partisan? Bisa Gagal Faham Malhamah Tahap 1

 

Begitu rumitnya Malhamah tahap 1 terutama di negara segitiga akhir Iraq, Yaman dan Suriah itu , sehingga sangat sulit difahami karena selain musuh musuh Islam juga terlibat secara proxy beberapa negara mayoritas Islam.

Disatu sisi ada negara2 muslim timteng yang  membantu menghancurkan negara2 islam lain dengan puluhan kelompok bersenjata bentukan mereka , sementara dikubu lain zionis (NATO) berpura pura juga membantu menghancurkan teroris bentukan mereka sendiri untuk menutupi agenda mereka yang sebenarnya.

Malhamah tahap satu ini penuh dengan Sandiwara palsu yang pemainnya menggunakan topeng topeng tebal yang dilengkapi dengan hembusan fitnah2 bagai air hujan , pemutar balikan fakta  dan propaganda palsu sedemikian sehingga banyak orang yang salah memahami,  lebih parah lagi salah memilih kubu alias tersesat diakhir zaman.

Tidak mungkin kita memahami secara benar perstiwa akhir zaman khususnya malhamah tahap satu yang sedang berlangsung diTimur tengah saat kalau kita belum apa2 sudah partisan atau memihak salah satu kubu. Untuk mendapat pemahaman yang benar , seharusnya kita hanya partisan kepada  kebenaran.

Dari statistik pengunjung kita tahu bahwa kebanyakan kita adalah partisan buta. Banyak yang menghindari berita yang mengungkap keburukan/ kezaliman suatu fihak , walaupun berita itu adalah fakta.

Ketika fakta fakta diabaikan , maka sebenarnya kita  telah membutakan mata kita sendiri, mentulikan telinga kita sendiri dan membodohi fikiran kita sendiri.

 

 

Ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu memahami Malhamah tahap 1 dan memandu kita untuk mencapai  pemahaman  yang mendekati kebenaran. 

1.Berfikir Kritis.

Jangan langsung menelan dan mengamini  ucapan pemimpin dunia  yang sedang terlibat dalam Malhamahah tahap 1 sekarang ini, Karena  ucapan/ tindakan yang kelihatannya baik bisa jadi hanya untuk menutupi kezaliman mereka, walaupun mereka kita kenal negeri yang mayoritas muslim seperti Turki atau Arab saudi.

Kebanyakan Kesalahan pola fikir kita  adalah anggapan  bahwa seseorang Muslim yang memimpin negara mayoritas  muslim adalah  tidak akan mendapat ujian dari Allah sehingga  pasti selalu dijalan lurus.  

Aha…  yang pasti dijalan lurus itu hanya Nabi dan Malaikat, bukankah kita negara muslim terbesar tapi  berapa jumlah Pemimpin kita yang masuk penjara karena korupsi ? Berapa orang menteri agama kita yang ketangkap KPK ? Bahkan sampai pengadaan kitab suci AlQuran pun dikorupsi ? tidakkah kita melihat itu ?

Arab saudi adalah pusat Islam  tapi yang suci adalah kota Makkah dan kota Madinah, bukan berarti penguasa dan seluruh orang Saudi adalah suci,  mereka manusia biasa seperti kita yang bisa berada dijalan lurus dan bisa dijalan salah. Demikian juga dengan pemimpin Turki, Qatar, UEA dsb, mereka adalah manusia biasa.

 

2.Berfikiran  Terbuka dan Tidak Partisan

Ini memang agak sulit, karena penggiringan opini sangat gencar dilakukan terutama oleh negara2 pendukung zionis  dan para sekutu timur tengahnya.

Buang dulu sifat2 Kebencian terhadap satu fihak dan langsung menghakimi fihak ini adalah benar atau salah. Berfikirlah seakan kita belum faham apapun dan sedang mencari kebenaran. Sifat2 kebencian yang hanya berdasar isu sosial media adalah upaya setan untuk membekukan hati dan fikiran kita.

 

  1. Fahami dulu Siapa musuh Islam dari Panduan Agama.

Ini wajib dilakukan , kalau tidak maka akan menarik  kesimpulan yang fatal bahkan tergiring oleh fitnah besar  akhir zaman. Musuh Islam sudah sangat detail disebut dalam Quran surat Al Maidah 51-52, pakailah panduan itu.

Setelah itu kita akan tahu fihak mana yang bersekutu dengan musuh Islam dan mana yang tidak.

 

  1. Kumpulkan Informasi sebanyak Mungkin dan Padukan dengan Referensi agama

Kumpulkan fakta2 peristiwa dan informasi akurat sebanyak mungkin, untuk mendapat “gambar besarnya” atas apa yang sebenarnya sedang terjadi. Jika fakta2 dirasa cukup untuk menarik  kesimpulan carilah panduan agamanya. Jika Fakta2  dan Panduan agama memang klop dan sejalan maka itulah kesimpulan yang benar.

Jangan pernah membuat Kesimpulan tanpa didukung Referensi dalil Agama, karena ayat Quran dan terutama Hadist2 sudah begitu detail menjelaskan peristiwa2 akhir zaman khususnya peristiwa2 dalam Malhamah tahap 1.

 

  1. Abaikan Pendapat yang Tidak berdasar Referensi Agama.

Banyak  sekali propaganda/ penceramah partisan yang disponsori oleh salah satu fihak atau penceramah bebek  yang tergiring oleh opini yang dibangun penceramah partisan itu. Mereka yang partisan berceramah atas pesanan sponsor mereka yaitu negara2 yang terlibat Malhamah tahap 1 guna menutupi fakta yang sebenarnya terjadi.

Tanyakan kepada sang penceramah seperti itu adakah dukungan dalil agama yang kuat atas pendapatnya itu,  jika kita sudah tahu referensi agamanya tanyakan kenapa bertentangan dengan  panduan agama yang ada.

Banyak penceramah partisan yang menggunakan pendapat  ulama dunia yang nota bene  partisan  juga. Sebaiknya hanya menggunakan Quran dan Hadist sebagai referensi utama ,  karena keduanya telah memberikan pedoman yang detail atas peristiwa2 akhir zaman.

 

Mudah2an bermanfaat.

This entry was posted in Analisa Geopolitik and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 47 = 48