
Aktifitas manusia diseluruh dunia setelah perang nuklir bisa diperkirakan akan lumpuh total selama beberapa tahun dan negara2 yang terlibat menjadi kawasan yang tidak layak huni bagi mahkluk hidup untuk beberapa tahun. Jaringan internet dan satelit2 kemungkinan akan lumpuh sementara, karena langit dipenuhi asap radioaktif yang akan menghambat gelombang radio dan karena banyaknya stasiun bumi pengendali satelit yang hancur dinegara2 peserta perang nuklir.
Manusia harus berbulan-bulan bertahun-tahun tinggal dirumah untuk mengurangi dampak radiasi nuklir. Sementara populasi manusia berkurang drastis terutama dinegara2 yang terlibat seperti AS, Rusia, Jerman, Perancis , Inggris, China , Korea utara ,Pakistan, Iran dan India.
Seluruh dunia akan dipenuhi asap yang mengandung radiasi yang akan menjadi sumber berbagai penyakit bagi penduduk negara2 yang tidak terlibat nuklir sekalipun.
فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍيَغْشَى النَّاسَ ۖ هَٰذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ
Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut/asap yang nyata, yang meliputi seluruh manusia. Inilah azab yang pedih. (Q.S Duhan 10-11 ).
Pembinasaan negeri2 durhaka yang kita sebut diatas sudah disisyaratkan Juga dalam Quran Surat Al_Isra 58 :
وَإِنْ مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا
Tidak satu negeripun yang durhaka kecuali kami akan mebinasakannya sebelum hari kiamat atau kami akan menyiksanya dengan azab yang Keras. Hal Itu telah tercantum dalam kitab (Lauhful Mahfudz).(Q.S Al Isra 58).
Keterangan :
“ Tidak satu negeripun yg durhaka kecuali kami akan mebinasakannya”, Kalimat ini mengisyaratkan bahwa Allah akan membinasakan negara2 durhaka, yaitu negara2 kafir dan negara2 atheis secara total.
“Kalimat sebelum hari kiamat”, artinya peristiwanya akan terjadi di akhir zaman. Sekali lagi bukan berarti bebeberapa waktu menjelang kiamat, karena Hadist shahih menyatakan setelah munculnya kekhalifahan terakhir yang dipimpin Imam Mahdi dan Nabi Isa sampai dengan terjadinya kiamat, tidak ada lagi peperangan.
“Hal Itu telah tercantum dalam kitab (Lauhful Mahfudz)”, artinya peristiwa itu pasti bakal terjadi karena skenarionya sudah tertulis dalam kitab ghaib Allah (Lauhful Mahfudz)
Peristiwa2 Setelah Perang Nuklir Menurut Judaisme :
Dari sisi kepercayaan Judaisme setelah perang nuklir mereka percaya akan menyambut kedatangan “Al-masih” (Messiah) yang akan akan membawa Israel ke Kejayaan seperti zaman Nabi Sulaiman dan Nabi dawud (King Solomon, King David) yang akan menjadi pemimpin tunggal dunia. Jadi Itulah sebenarnya tujuan besar dari gerakan zionisme dengan NWOnya yang mereka biasa sebut sebagai Messianic agenda.
Mereka harus menyelenggarakan perang Nuklir karena tidak mungkin Israel yang kecil akan menjadi penguasa dunia jika para superpower dunia masih perkasa, mereka harus diadu agar saling menghancurkan.
Sejak beberapa tahun lalu pemerintah Israel membuat galian2 disekitar Masjidil Aqsa untuk menemukan sisa2 kerajaan Nabi Sulaiman karena Istana “Almasih” itu harus tepat dilokasi Kerajaan Nabi Sulaiman (King Solomon) dan Nabi Dawud ( King David).
Menurut kepercayaan umat Yahudi, Isa Al masih yang mereka coba bunuh 2000 tahun lalu adalah Al-Masih palsu karena mereka ternyata bisa menyalib dan membunuhnya. Alasan lain adalah mereka menganggap Isa as adalah anak haram yang lahir tanpa ayah.
Peristiwa2 Setelah Perang Nuklir Menurut Islam
Umat Yahudi punya rencana tapi rencana Allah yang lebih baik. Menurut Islam Al-Masih yang akan memimpin Israel nanti adalah Al-Masih Palsu (Dajjal/ AntiChrist). Jadi nanti Dajjal akan mengklaim sebagai pemimpin dunia dari Israel dan mengaku (memalsukan diri) sebagai Al-Masih. Penjelasan ini menjawab kebingungan sebagian besar umat Islam kenapa dalam Hadist2 Dajjal juga bergelar AlMasih.
Hadist berikut menguatkan pendapat ini :
“Di awal kemunculannya, Dajjal berkata, Aku adalah nabi, padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata, Aku adalah Rabb kalian, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati (HR.Ibnu Majah)
Puluhan Hadist sahih telah menjelaskan peristiwa2 besar akhir zaman setelah Al_Malhamah (perang besar/ perang Nuklir), secara umum bisa kita rangkum sbb :
- Pembebasan Konstantinopel.
- Munculnya Al Masih Dajjal
- Turunnya kembali Nabi Isa dan munculnya Imam Mahdi
- Penaklukan Arab Saudi Oleh Imam Mahdi, Perang melawan Rum, Dajjal,
- umat Yahudi dan penghancuran Ya’juj Ma’juj.
- Munculnya Kekhalifahan Islam terakhir dipimpin oleh Imam Mahdi dan Nabi Isa .
.
-
Pembebasan Konstantinopel
ٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « عُمْرَانُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ خَرَابُ يَثْرِبَ، وَخَرَابُ يَثْرِبَ خُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ، وَخُرُوجُ الْمَلْحَمَة فَتْحُ قُسْطَنْطِينِيَّةَ، وَفَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ خُرُوجُ الدَّجَّالِ .
Berkata Rosulullah saw “Pemakmuran Baitul Maqdis merupakan tanda keruntuhan Yathrib, keruntuhan Yathrib merupakan tanda permulaan al-malhamah, dimulainya al-malhamah merupakan tanda pembebasan Kostantinopel, pembebasan Kostantinopel merupakan tanda kemunculan Dajjal“. (HR. Abu Dawud dan lain-lain).
Penjelasan : Hadist ini menjelaskan rentetan peristiwa secara berurutan, Yatsrib ialah Madinah al-Munawwarah kota ini telah lama redup sebagai pusat pemerintahan Islam (zaman Khulafaur Rasyidin), Baitul Maqdis adalah Masjidil Aqsa, ini adalah identifikasi negeri Jerusalem/Israel dan sudah lama Berjaya.
Peristiwa berikutnya adalah Al-Malhamah (perang besar/ Perang nuklir), dan disusul Pembebasan Konstantinopel, dan berikutnya adalah munculnya Dajjal.
Hadist lain berikut menguatkan Hadist diatas :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: « بَيْنَ الْمَلْحَمَةِ وَفَتْحِ الْمَدِينَةِ سِتُّ سِنِينَ وَيَخْرُجُ الْمَسِيحُ الدَّجَّالُ فِى السَّابِعَةِ ». أخرجه أبو داود
Dari Abdullah bin Busr r.a : Rasulullah saw bersabda: “Antara peperangan dan pembebasan kota Konstantinopel jaraknya enam tahun, lalu Al Masih Ad Dajjal keluar pada awal tahun ke tujuh.” (H.R Abu dawud)
Apa artinya pembebasan Konstantinopel ?
Yang disebut hadist diatas tentang penaklukan Konstantinopel adalah bukan yang dilakukan Sultan Al Fatih lebih 500 tahun lalu. Jelas penaklukan Konstantinipel (Istambul) itu diisyaratkan akan terjadi setelah Al Malhamah. Dalam kajian tentang Khilafah Islam terakhir kita sudah menyimpulkan, bahwa kekhalifahan Ustmani yang diklaim sebagai Khilafah Islam ternyata tidak digolongkan Khilafah Islam oleh Hadist Nabi.
Kenapa Konstantinopel (Turki) perlu ditaklukkan? bukankah saat ini sudah dikuasai pemimpin2 yang Bergama Islam ?
Ciri setiap lokasi yang akan dibebaskan oleh pasukan Mahdi adalah disana teah terjadi kezaliman yang luar biasa.
Kezaliman besar pertama adalah direbutnya tempat Ibadah umat Kristen Orthodox pada lebih 500 tahu lalu, dan sampai kini belum juga dikembalikan.
Kedua, sejak hampir 70 tahun lalu Turki adalah anggota NATO, menjai sekutu musuh Islam, dan seperti kita tahu NATO adalah kakitangan Zionis. Faktanya NATO dan Turki bahu membahu dalam penghancuran Iraq , Libya, Suriah.
Bahwa bersekutu dengan musuh Islam adalah dilarang keras oleh Islam sudah kita paparkan dalam ayat-ayat yang melarangnya dikajian lain yaitu : menelaah Surat Al-Maidah 51-53.
- Munculnya Al Masih Dajjal
Umat Yahudi menunggu Al-Masih mereka dan sementara itu Islam mengenal adanya 2 orang yang bergelar Al-Masih yaitu Dajjal dan Nabi Isa. Yang satu adalah Al-Masih Palsu (Dajjal) dan satunya lagi Al Masih Asli (Nabi Isa). Dengan gampang kita bisa menyimpulkan bahwa setelah perang nuklir Dajjal akan berdiri di Israel dan mengumumkan dia adalah AlMasih yang akan memimpin dunia.
Sukseskah dia menjadi Pemimpin dunia dengan pemerintahan tunggal dunia (NWO) itu ? Saya kira sudah jelas gagal karena dia hanya punya waktu 37 hari sebelum dibunuh oleh Al_Masih asli Nabi Isa as.
Hadist tentang pelaut Nasrani bernama Tamim Ad-Dari telah menceritakan bahwa sebenarnya sejak Zaman nabi Muhammad pun sebenarnya Dajjal sudah hampir dilepas , lalu dimanakah Dajjal sekarang ? Pertanyaan ini sebenarnya bisa dijawab jika kita telaah hadist berikut :
Dari An Nawwas bin Sam’an Al Kilabi r.a, ia berkata : “Rasulullah saw menyebutkan tentang Dajjal, Beliau bersabda: “Jika saat Dajjal keluar aku masih bersama kalian maka akulah yang akan melindungi kalian darinya. Namun jika ia keluar dan aku tidak lagi bersama kalian, maka setiap orang harus melindungi dirinya sendiri. Allah adalah pelindung bagiku dan setiap muslim. Barangsiapa dari kalian berjumpa dengannya, hendaklah ia bacakan awal surat Al-Kahfi, sebab itu akan melindungi kalian dari fitnahnya.” Kami lalu bertanya, “Berapa lama ia akan tinggal di bumi?” Beliau menjawab:“Empat puluh hari. Satu hari seakan setahun, dan sehari seakan sebulan, dan sehari seakan seminggu dan hari-harinya dia sama sebagaimana hari-hari kalian.” Kami bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, pada hari yang seakan satu tahun, apakah solat kami akan mencukupi untuk waktu sehari semalam?” Beliau menjawab, “Tidak, namun sesuaikanlah (setiap waktu solat). Kemudian Isa putera Maryam (a.s) akan turun di sisimenara putih, sebelah timur kota Damaskus (Syria). Lalu ia menemukan Dajjal di pintu Lud (sebuah tempat di dekat Baitul Maqdis), lantas ia pun membunuhnya.” (H.R Abu Dawud-3764)
Penjelasan : Hadist ini menjelaskan lamanya Dajjal diBumi, tapi Hadist ini sarat dengan kata2 simbolik yang tidak langsung bisa difahami begitu saja kita harus padukan dengan hadist lain dan Ayat Quran. Dajjal akan dibumi selama 40 hari, hari pertama seperti setahun, hari kedua seperti sebulan dan hari ketiga seperti seminggu, sedang sisanya ( 37) harinya sama dengan hari2 kita .
Surat Al-Hajj-47, Surat As-Sajdah-5 menjelaskan perbedaan perhitungan waktu karena perbedaan dimensi ruang dan waktu. Contohnya adalah kita berada didimensi yang berbeda dengan Jin , sehingga Jin bisa berumur ribuan tahun menurut hitungan manusia.
Kita kutip Surat Al-Hajj-47:
“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj 47)
Bisa disimpulkan, 3 hari pertama Dajjal dibumi adalah berada dalam dimensi yang lain yang tidak terlihat oleh mata manusia (alam gaib). Tiga hari pertama di alam gaib itu bisa bermakna ribuan tahun untuk hitungan manusia. Jadi Dari alam gaib Dajjal sudah mempengaruhi manusia sejak ribuan tahun. kita hanya bisa melihat Dajjal selama 37 hari.
Hadist lain yang menguatkan pendapat bahwa saat ini Dajjal berada dialam Ghaib adalah Hadist tentang pelaut Kristen Tamim Ad-Dari yang bertemu mahkluk penuh bulu yang bisa berbicara sebelum bertemu Dajjal yang masih dirantai. Mahkluk yang penuh bulu yang bisa berbicara ini mengisyaratkan bahwa Tamim Ad-Dari bertemu bangsa jin. Peristiwa yang terjadi dalam masa Nabi ini memastikan bahwa tidak lama lagi bahwa Dajjal akan segera dilepas (Dajjal sudah dilepas sejak zaman Nabi tapi tidak langsung kealam nyata atau berada dialam lain).
Karena sangat panjangnya Hadist tentang pelaut Nasrani Tamim Ad Dari yang bertemu Mahkluk berbulu yang bisa bicara dan bertemu dajjal maka tidak bisa kita kutip pada kali ini.
Kapan waktunya Dajjal muncul dan bisa dilihat manusia ? dijelaskan dalam hadist berikut adalah tujuh tahun setelah Al Malhamah Qubra (perang Nuklir):
عن عبد الله بن بسر أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : بَيْنَ الملحمة وفتح المدينة ستّ سنين ويخرج الدجال في السابعة . روه الإِمام أحمد
Dari Abdullah bin Bisri, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : Rentang waktu antara Al Malhamah Al Kubra dan penaklukan Konstantinopel adalah enam tahun dan pada tahun ke tujuh, Dajjal akan keluar.(HR Imam Ahmad)
لَا يَخْرُجُ الدَّجَّالُ حَتَّى يَذْهَلَ النَّاسُ عَنْ ذِكْرِهِ وَحَتَّى تَتْرُكَ الْأَئِمَّةُ ذِكْرَهُ عَلَى الْمَنَابِرِ
“Dajjal tidak akan muncul sehingga sekalian manusia telah lupa untuk mengingatnya dan sehingga para Imam tidak lagi menyebut-nyebutnya di atas mimbar-mimbar.”(HR. Ahmad 16073)
Lebih detail tentang Dajjal bisa dilihat alam kajian Dajjal sang Al Masih Palsu.
-
Turunnya Nabi Isa dan Munculnya Imam Mahdi.
Setelah perang nuklir , selain kabar buruk akan munculnya Dajjal adalah khabar gembira akan munculnya dua tokoh akhir zaman yang yang ditunggu2 yaitu Imam Mahdi dan Nabi Isa. Persitiwa selanjutnya adalah akan dibunuhnya Dajjal oleh Nabi Isa di gerbang Lud (Jerusalem) dan puncak kegembiraan umat Islam adalah dibentuknya kekhalifahan Islam terakhir yang akan dipimpin oleh Imam Mahdi dan Nabi Isa yang akan membawa kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.
Siapakah Imam Mahdi, dia adalah Seorang arab yang masih keturunan Nabi Mihammad SAW.
لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رجل مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِييَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْ
“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.”(HR abu Dawud 9435)
Tanda kemunculan Imam Mahdi akan didahului dengn perselisihan yang terjadi dalam perebutan kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi setelah wafatnya Raja mereka. Dan Imam Mahdi akan keluar dari Madinah :
يَكُونُ اخْتِلَافٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيهِنَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيُخْرِجُونَهُ وَهُوَ كَارِهٌ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ
وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ فَيُخْسَفُ بِهِمْ بِالْبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ
“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737)
فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ
“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074)
Sementara itu Nabi Isa akan turun diMasjid Menara putih dikota Damaskus timur di Suriah :
فبينما هو كذلك إذ بعث الله المسيح ابن مريم فينزل عند المنارة البيضاء شرقي دمشق بين مهرودتين واضعا كفيه على أجنحة ملكين إذا طأطأ رأسه قطر وإذا رفعه تحدر منه جمان كاللؤلؤ فلا يحل لكافر يجد ريح نفسه إلا مات ونفسه ينتهي حيث ينتهي طرفه فيطلبه حتى يدركه بباب لد فيقتله
“…Ketika dia (Dajjal) dalam keadaan demikian, lantas Allah menurunkan Al Masih Ibnu Maryam. Dia akan turun di menara putih di bagian timur kota Damaskus mengenakan pakaian berwarna kuning kunyit dan meletakkan kedua telapak tangannya pada sayap kedua malaikat (yang membawanya turun). Jika dia menundukkan kepalanya maka air akan menetes dari kepalanya, dan jika dia menengadahkannya maka akan jatuh dari kepalanya butiran-butiran laksana mutiara. Tidaklah ada seorang kafir yang mencium aroma nafasnya melainkan pasti akan mati; dan aroma nafasnya tersebar sejauh pandangan matanya. Nabi Isa akan memburu Dajjal sampai beliau menemukannya di daerah Babu Ludd (Gerbang Ludd Palestina), lalu beliau membunuhnya…” (Petikan HR Muslim No 2937)
Dalam Surat Ay Zukhruf 61, disebutkan bahwa tugas Lain nabi Isa nanti adalah menjelaskan proses proses kiamat yang akan terjadi setelah berakhirnya kekhalifahan akhir zaman.
“ Dan sesungguhnya ’ Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. . . . . ” (Qs AY-Zukhruf:61).
Hadist lain riwayat Imam Ahmad juga menjelaskan hal serupa
يوشك المسيح عيسى بن مريم أن ينزل حكما قسطا وإماما عدلا فيقتل الخنزير ويكسر الصليب وتكون الدعوة واحدة فأقرئوه أو أقرئه السلام من رسول الله صلى الله عليه و سلم وأحدثه فيصدقني فلما حضرته الوفاة قال أقرئوه مني السلام
“Hampir dekat masanya Al Masih Isa bin Maryam akan turun dengan membawa hukum dan keadilan, serta menjadi pemimpin yang adil. Dia akan membunuh babi dan mematahkan salib sehingga dakwah hanya akan menjadi satu. Sampaikanlah kepadanya salam dari Rasulullah Saw dan ceritakanlah (Islam) kepadanya, niscaya dia akan membenarkanku.” Ketika Rasulullah hampir meninggal, beliau kembali berkata: “Sampaikan salamku kepadanya.” (HR Ahmad 9110).
Penjelasan : “Isa bin Maryam akan turun dengan membawa hukum dan keadilan”, artinya akan terjadi kekhalifahan Islam terakhir yang adil makmur.
“Dia akan membunuh babi”, artinya tidak ada lagi orang yang makan makanan yang haram. “Mematahkan Salib” artinya Nabi Isa akan menjelaskan kepada Umat Nasrani bahwa dia tidak disalib danbukan anak Tuhan, melainkan seorang Nabi .
“Dakwahnya satu” dan “ceritakanlah (Islam) kepadanya, niscaya dia akan membenarkanku”. Artinya Nabi Isa akan menyampaikan dakwah dari Tuhan yang sama dengan yang dibawa Nabi Muhammad, dan membenarkan agama yang dibawa Muhammad.
.
4. Penaklukan Arab Saudi, Perang Melawan Bangsa Rum, Umat Yahudi , Dajjal dan Penghancuran Ya’juj Ma’juj.
Setelah perang nuklir masih ada peperangan umat Islam yang dipimpin Imam Mahdi, yaitu pembebasan makah dan Madinah, karena tidak mungkin penguasa Saudi akan menerima adanya penguasa baru diwilahyahnya.
Kemudia ada perang melawan Bangsa Rum dan Perang melawan Umat Yahudi. Dalam kedua peperangan terakhir ini diisyaratkan Hadist umat Islam akan memperoleh kemenangan.
Munculnya Imam Mahdi sendiri bisa diperkirakan sekitar 3 , 4 atau 5 tahun setelah perang nuklir (Malhamah) karena hadist menyebut pada tahun ke 6 Pasukan Mahdi sudah membebaskan Konstantinopel. Tapi itu hanya prediksi, bisa saja sebelum malhamah.
Persistiwa lain yang akan terjadi sebelum menculnya Khilafah Islam terakhir adalah penghancuran Ya’juj Ma’juj oleh Allah.
Perang pertama Imam mahdi adalah melawan Penguasa Saudi yang tidak mengakuinya. Penaklukan Arab Saudi Oleh Imam Mahdi, peperangan Bangsa Rum, Dajjal, umat Yahudi dan penghancuran Ya’juj Ma’juj ini sudah kita kaji tersendiri dalam artikel Peperangan setelah perang nuklir.
5. Munculnya Kekhalifahan Islam terakhir.
Kehalifahan Islam Terakhir ini akan dipimpin Oleh Imam Mahdi dan Nabi Isa . Pada saat itu umat Muslim akan mengalami zaman emas dimana tidak ada lagi orang yang kekurangan.dan tidak ada lagi peperangan. Setelah itu tidak ada lagi proses sejarah yang bisa dijelaskan, artinya paska kekhalifahan terakhir itu, dunia akan memasuki proses proses kiamat yang nantinya akan dijelaskan oleh Nabi Isa.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَيُوْشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيْكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا فَيَكْسِرُ الصَّلِيْبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيْرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيَفِيْضُ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh pasti akan turun pada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil lalu dia menghancurkan salib, membunuh babi dan membebaskan pajak serta harta begitu melimpah sehingga tak ada seorangpun yang mau menerimanya”.(HR.Muslim No2222)
Keterangan : Nabi Isa akan membunuh babi, ini adalah isyarat tidak akan ada lagi orang yang makan makanan haram. Mematahkan Salib artinya Nabi Isa as akan menjelaskan kepada umat Nasrani akidah yang benar, termasuk bahwa beiiau tidak disalib, dan bukan Tuhan maupun anak Tuhan, melainkan Nabi Allah.
“Membebaskan pajak serta harta melimpah” artinya dalam masa kekhalifahan terakhir yang diprakarsai Imam Mahdi dan Nabi Isa tidak akan ada pajak dan tidak ada lagi orang yang kekurangan.
أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ
وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا
“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)
Berapa lama Usia Kekhalifahan akhir zaman ?
Sejak turunnya nabi Isa itu umur manusia dibumi bisa diperkirakan tinggal 7 tahun. Dan setelah itu tidak ada lagi penjelasan tentang kiprah manusia dibumi, artinya dunia akan memasuki proses-kiamat.
يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِي أُمَّتِي فَيَمْكُثُ أَرْبَعِينَ لَا أَدْرِي أَرْبَعِينَ يَوْمًا أَوْ أَرْبَعِينَ شَهْرًا أَوْ أَرْبَعِينَ عَامًا فَيَبْعَثُ اللَّهُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ ثُمَّ يَمْكُثُ النَّاسُ سَبْعَ سِنِينَ لَيْسَ بَيْنَ اثْنَيْنِ عَدَاوَةٌ
“Dajjal akan keluar di tengah umatku dan tinggal selama empat puluh hari. Kemudian Allah mengutus ‘Isa bin Maryam yang mirip dengan ‘Urwah bin Mas’ud, lalu ia mencarinya (Dajjal) dan membunuhnya. Kemudian manusia hidup selama tujuh tahun tanpa permusuhan satu dengan yang lainnya…” (HR. Muslim dan Ahmad).
Sedangkan Nabi Isa akan tinggal dibumi selama empat puluh tahun, itu adalah total usia beliau termasuk sebelum disalib dan diangkat kisisi Allah. Menurut catatan sejarah terjadi sat beliau berusia 33 tahun, yang jika ditambah 7 masa pemerintahannya akan menjadi 40 tahun:
“Dajjal akan keluar di tengah Yahudi Asfahan hingga mencapai Madinah, ia singgah di perbatasannya, saat itu Madinah memiliki 7 pintu pada tiap pintu dijaga oleh 2 malaikat, maka penduduk Madinah yang jahat bergabung dengan Dajjal, hingga bila mereka mencapai pintu Ludd, Isa as turun lalu membunuhnya, dan sesudah itu Isa as hidup di dunia 40 tahun sebagai pemimpin yang adil dan hakim yang bijak.” (HR. Imam Ahmad)
WaAllahualam. mudah mudahan bermanfaat.
REFERENSI
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبِيُّ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ رَافِعٍ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ السَّيْبَانِيِّ يَحْيَى بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ أَكْثَرُ خُطْبَتِهِ حَدِيثًا حَدَّثَنَاهُ عَنْ الدَّجَّالِ وَحَذَّرَنَاهُ فَكَانَ مِنْ قَوْلِهِ أَنْ قَالَ إِنَّهُ لَمْ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ مُنْذُ ذَرَأَ اللَّهُ ذُرِّيَّةَ آدَمَ أَعْظَمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَبْعَثْ نَبِيًّا إِلَّا حَذَّرَ أُمَّتَهُ الدَّجَّالَ وَأَنَا آخِرُ الْأَنْبِيَاءِ وَأَنْتُمْ آخِرُ الْأُمَمِ وَهُوَ خَارِجٌ فِيكُمْ لَا مَحَالَةَ وَإِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا بَيْنَ ظَهْرَانَيْكُمْ فَأَنَا حَجِيجٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ وَإِنْ يَخْرُجْ مِنْ بَعْدِي فَكُلُّ امْرِئٍ حَجِيجُ نَفْسِهِ وَاللَّهُ خَلِيفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَإِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ خَلَّةٍ بَيْنَ الشَّامِ وَالْعِرَاقِ فَيَعِيثُ يَمِينًا وَيَعِيثُ شِمَالًا يَا عِبَادَ اللَّهِ فَاثْبُتُوا فَإِنِّي سَأَصِفُهُ لَكُمْ صِفَةً لَمْ يَصِفْهَا إِيَّاهُ نَبِيٌّ قَبْلِي إِنَّهُ يَبْدَأُ فَيَقُولُ أَنَا نَبِيٌّ وَلَا نَبِيَّ بَعْدِي ثُمَّ يُثَنِّي فَيَقُولُ أَنَا رَبُّكُمْ وَلَا تَرَوْنَ رَبَّكُمْ حَتَّى تَمُوتُوا وَإِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ وَإِنَّهُ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِنٍ كَاتِبٍ أَوْ غَيْرِ كَاتِبٍ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنَّ مَعَهُ جَنَّةً وَنَارًا فَنَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ فَمَنْ ابْتُلِيَ بِنَارِهِ فَلْيَسْتَغِثْ بِاللَّهِ وَلْيَقْرَأْ فَوَاتِحَ الْكَهْفِ فَتَكُونَ عَلَيْهِ بَرْدًا وَسَلَامًا كَمَا كَانَتْ النَّارُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَقُولَ لِأَعْرَابِيٍّ أَرَأَيْتَ إِنْ بَعَثْتُ لَكَ أَبَاكَ وَأُمَّكَ أَتَشْهَدُ أَنِّي رَبُّكَ فَيَقُولُ نَعَمْ فَيَتَمَثَّلُ لَهُ شَيْطَانَانِ فِي صُورَةِ أَبِيهِ وَأُمِّهِ فَيَقُولَانِ يَا بُنَيَّ اتَّبِعْهُ فَإِنَّهُ رَبُّكَ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يُسَلَّطَ عَلَى نَفْسٍ وَاحِدَةٍ فَيَقْتُلَهَا وَيَنْشُرَهَا بِالْمِنْشَارِ حَتَّى يُلْقَى شِقَّتَيْنِ ثُمَّ يَقُولَ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي هَذَا فَإِنِّي أَبْعَثُهُ الْآنَ ثُمَّ يَزْعُمُ أَنَّ لَهُ رَبًّا غَيْرِي فَيَبْعَثُهُ اللَّهُ وَيَقُولُ لَهُ الْخَبِيثُ مَنْ رَبُّكَ فَيَقُولُ رَبِّيَ اللَّهُ وَأَنْتَ عَدُوُّ اللَّهِ أَنْتَ الدَّجَّالُ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ بَعْدُ أَشَدَّ بَصِيرَةً بِكَ مِنِّي الْيَوْمَ قَالَ أَبُو الْحَسَنِ الطَّنَافِسِيُّ فَحَدَّثَنَا الْمُحَارِبِيُّ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ الْوَصَّافِيُّ عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ الرَّجُلُ أَرْفَعُ أُمَّتِي دَرَجَةً فِي الْجَنَّةِ قَالَ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ وَاللَّهِ مَا كُنَّا نُرَى ذَلِكَ الرَّجُلَ إِلَّا عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ حَتَّى مَضَى لِسَبِيلِهِ قَالَ الْمُحَارِبِيُّ ثُمَّ رَجَعْنَا إِلَى حَدِيثِ أَبِي رَافِعٍ قَالَ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَأْمُرَ السَّمَاءَ أَنْ تُمْطِرَ فَتُمْطِرَ وَيَأْمُرَ الْأَرْضَ أَنْ تُنْبِتَ فَتُنْبِتَ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَمُرَّ بِالْحَيِّ فَيُكَذِّبُونَهُ فَلَا تَبْقَى لَهُمْ سَائِمَةٌ إِلَّا هَلَكَتْ وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنْ يَمُرَّ بِالْحَيِّ فَيُصَدِّقُونَهُ فَيَأْمُرَ السَّمَاءَ أَنْ تُمْطِرَ فَتُمْطِرَ وَيَأْمُرَ الْأَرْضَ أَنْ تُنْبِتَ فَتُنْبِتَ حَتَّى تَرُوحَ مَوَاشِيهِمْ مِنْ يَوْمِهِمْ ذَلِكَ أَسْمَنَ مَا كَانَتْ وَأَعْظَمَهُ وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ وَأَدَرَّهُ ضُرُوعًا وَإِنَّهُ لَا يَبْقَى شَيْءٌ مِنْ الْأَرْضِ إِلَّا وَطِئَهُ وَظَهَرَ عَلَيْهِ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَا يَأْتِيهِمَا مِنْ نَقْبٍ مِنْ نِقَابِهِمَا إِلَّا لَقِيَتْهُ الْمَلَائِكَةُ بِالسُّيُوفِ صَلْتَةً حَتَّى يَنْزِلَ عِنْدَ الظُّرَيْبِ الْأَحْمَرِ عِنْدَ مُنْقَطَعِ السَّبَخَةِ فَتَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلَاثَ رَجَفَاتٍ فَلَا يَبْقَى مُنَافِقٌ وَلَا مُنَافِقَةٌ إِلَّا خَرَجَ إِلَيْهِ فَتَنْفِي الْخَبَثَ مِنْهَا كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَيُدْعَى ذَلِكَ الْيَوْمُ يَوْمَ الْخَلَاصِ فَقَالَتْ أُمُّ شَرِيكٍ بِنْتُ أَبِي الْعَكَرِ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَيْنَ الْعَرَبُ يَوْمَئِذٍ قَالَ هُمْ يَوْمَئِذٍ قَلِيلٌ وَجُلُّهُمْ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ وَإِمَامُهُمْ رَجُلٌ صَالِحٌ فَبَيْنَمَا إِمَامُهُمْ قَدْ تَقَدَّمَ يُصَلِّي بِهِمْ الصُّبْحَ إِذْ نَزَلَ عَلَيْهِمْ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ الصُّبْحَ فَرَجَعَ ذَلِكَ الْإِمَامُ يَنْكُصُ يَمْشِي الْقَهْقَرَى لِيَتَقَدَّمَ عِيسَى يُصَلِّي بِالنَّاسِ فَيَضَعُ عِيسَى يَدَهُ بَيْنَ كَتِفَيْهِ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ تَقَدَّمْ فَصَلِّ فَإِنَّهَا لَكَ أُقِيمَتْ فَيُصَلِّي بِهِمْ إِمَامُهُمْ فَإِذَا انْصَرَفَ قَالَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَام افْتَحُوا الْبَابَ فَيُفْتَحُ وَوَرَاءَهُ الدَّجَّالُ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ يَهُودِيٍّ كُلُّهُمْ ذُو سَيْفٍ مُحَلًّى وَسَاجٍ فَإِذَا نَظَرَ إِلَيْهِ الدَّجَّالُ ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ وَيَنْطَلِقُ هَارِبًا وَيَقُولُ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَام إِنَّ لِي فِيكَ ضَرْبَةً لَنْ تَسْبِقَنِي بِهَا فَيُدْرِكُهُ عِنْدَ بَابِ اللُّدِّ الشَّرْقِيِّ فَيَقْتُلُهُ فَيَهْزِمُ اللَّهُ الْيَهُودَ فَلَا يَبْقَى شَيْءٌ مِمَّا خَلَقَ اللَّهُ يَتَوَارَى بِهِ يَهُودِيٌّ إِلَّا أَنْطَقَ اللَّهُ ذَلِكَ الشَّيْءَ لَا حَجَرَ وَلَا شَجَرَ وَلَا حَائِطَ وَلَا دَابَّةَ إِلَّا الْغَرْقَدَةَ فَإِنَّهَا مِنْ شَجَرِهِمْ لَا تَنْطِقُ إِلَّا قَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ الْمُسْلِمَ هَذَا يَهُودِيٌّ فَتَعَالَ اقْتُلْهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنَّ أَيَّامَهُ أَرْبَعُونَ سَنَةً السَّنَةُ كَنِصْفِ السَّنَةِ وَالسَّنَةُ كَالشَّهْرِ وَالشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَآخِرُ أَيَّامِهِ كَالشَّرَرَةِ يُصْبِحُ أَحَدُكُمْ عَلَى بَابِ الْمَدِينَةِ فَلَا يَبْلُغُ بَابَهَا الْآخَرَ حَتَّى يُمْسِيَ فَقِيلَ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ نُصَلِّي فِي تِلْكَ الْأَيَّامِ الْقِصَارِ قَالَ تَقْدُرُونَ فِيهَا الصَّلَاةَ كَمَا تَقْدُرُونَهَا فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ الطِّوَالِ ثُمَّ صَلُّوا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَكُونُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلَام فِي أُمَّتِي حَكَمًا عَدْلًا وَإِمَامًا مُقْسِطًا يَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَذْبَحُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيَتْرُكُ الصَّدَقَةَ فَلَا يُسْعَى عَلَى شَاةٍ وَلَا بَعِيرٍ وَتُرْفَعُ الشَّحْنَاءُ وَالتَّبَاغُضُ وَتُنْزَعُ حُمَةُ كُلِّ ذَاتِ حُمَةٍ حَتَّى يُدْخِلَ الْوَلِيدُ يَدَهُ فِي فِي الْحَيَّةِ فَلَا تَضُرَّهُ وَتُفِرَّ الْوَلِيدَةُ الْأَسَدَ فَلَا يَضُرُّهَا وَيَكُونَ الذِّئْبُ فِي الْغَنَمِ كَأَنَّهُ كَلْبُهَا وَتُمْلَأُ الْأَرْضُ مِنْ السِّلْمِ كَمَا يُمْلَأُ الْإِنَاءُ مِنْ الْمَاءِ وَتَكُونُ الْكَلِمَةُ وَاحِدَةً فَلَا يُعْبَدُ إِلَّا اللَّهُ وَتَضَعُ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا وَتُسْلَبُ قُرَيْشٌ مُلْكَهَا وَتَكُونُ الْأَرْضُ كَفَاثُورِ الْفِضَّةِ تُنْبِتُ نَبَاتَهَا بِعَهْدِ آدَمَ حَتَّى يَجْتَمِعَ النَّفَرُ عَلَى الْقِطْفِ مِنْ الْعِنَبِ فَيُشْبِعَهُمْ وَيَجْتَمِعَ النَّفَرُ عَلَى الرُّمَّانَةِ فَتُشْبِعَهُمْ وَيَكُونَ الثَّوْرُ بِكَذَا وَكَذَا مِنْ الْمَالِ وَتَكُونَ الْفَرَسُ بِالدُّرَيْهِمَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا يُرْخِصُ الْفَرَسَ قَالَ لَا تُرْكَبُ لِحَرْبٍ أَبَدًا قِيلَ لَهُ فَمَا يُغْلِي الثَّوْرَ قَالَ تُحْرَثُ الْأَرْضُ كُلُّهَا وَإِنَّ قَبْلَ خُرُوجِ الدَّجَّالِ ثَلَاثَ سَنَوَاتٍ شِدَادٍ يُصِيبُ النَّاسَ فِيهَا جُوعٌ شَدِيدٌ يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الْأُولَى أَنْ تَحْبِسَ ثُلُثَ مَطَرِهَا وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَ نَبَاتِهَا ثُمَّ يَأْمُرُ السَّمَاءَ فِي الثَّانِيَةِ فَتَحْبِسُ ثُلُثَيْ مَطَرِهَا وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبِسُ ثُلُثَيْ نَبَاتِهَا ثُمَّ يَأْمُرُ اللَّهُ السَّمَاءَ فِي السَّنَةِ الثَّالِثَةِ فَتَحْبِسُ مَطَرَهَا كُلَّهُ فَلَا تُقْطِرُ قَطْرَةً وَيَأْمُرُ الْأَرْضَ فَتَحْبِسُ نَبَاتَهَا كُلَّهُ فَلَا تُنْبِتُ خَضْرَاءَ فَلَا تَبْقَى ذَاتُ ظِلْفٍ إِلَّا هَلَكَتْ إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ قِيلَ فَمَا يُعِيشُ النَّاسُ فِي ذَلِكَ الزَّمَانِ قَالَ التَّهْلِيلُ وَالتَّكْبِيرُ وَالتَّسْبِيحُ وَالتَّحْمِيدُ وَيُجْرَى ذَلِكَ عَلَيْهِمْ مُجْرَى الطَّعَامِ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ سَمِعْت أَبَا الْحَسَنِ الطَّنَافِسِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ الْمُحَارِبِيَّ يَقُولُ يَنْبَغِي أَنْ يُدْفَعَ هَذَا الْحَدِيثُ إِلَى الْمُؤَدِّبِ حَتَّى يُعَلِّمَهُ الصِّبْيَانَ فِي الْكُتَّابِ
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Abdurrahman Al Muharibi dari Isma’il bin Rafi’ Abu Rafi’ dari Abu Zur’ah As Saibani -yaitu Yahya bin Abu ‘Amru- dari ‘Amru bin Abdullah dari Abu Umamah Al Bahili dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkhutbah di hadapan kami, dan kebanyakan isi khutbah beliau selalu menceritakan kepada kami tentang Dajjal supaya kami berhati-hati. dan di antara isi khutbah beliau adalah: “Sungguh, semenjak Allah menciptakan anak cucu Adam, tidak ada fitnah yang lebih besar dari Dajjal, dan tidak ada satu Nabi pun yang diutus oleh Allah melainkan ia akan memperingatkan kepada umatnya mengenai fitnah Dajjal. Sedangkan Aku adalah Nabi yang paling terakhir dan kamu juga ummat yang paling terakhir, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Dajjal akan keluar di tengah-tengah kalian. Sekiranya ia keluar, sedang aku masih berada di tengah-tengah kalian, maka Aku adalah pembela setiap orang muslim. Namun jika ia keluar setelah (kematian) ku, maka tiap-tiap kalian adalah penyelamat bagi dirinya sendiri, dan Allah sebagai penggantiku dalam menyelamatkan setiap muslim. Sesungguhnya ia akan keluar dari suatu celah yang terletak antara Syam dan Irak. Lalu ia akan berbuat kerusakan di sebelah kirinya dan kanannya. Wahai hamba Allah, wahai para manusia, teguhkanlah diri kalian, karena aku akan menerangkan sifat-sifatnya yang belum pernah diterangkan oleh seorang Nabi pun sebelumku. Pertama kali ia akan mendakwakan dirinya dengan mengatakan, ‘Aku adalah seorang Nabi.’ Padahal tidak ada Nabi setelahku, kemudian ia juga akan mendakwakan dirinya dengan mengatakan, ‘Aku adalah Rabb kalian.’ Sedangkan kalian tidak akan bisa melihat Allah kecuali setelah kalian meninggal. Dan ia hanya memiliki satu mata, padahal Allah tidaklah bermata sebelah. Dan diantara kedua matanya tertulis kata ‘kafir’ yang hanya dapat dibaca oleh setiap muslim baik yang dapat menulis maupun yang tidak dapat menulis. Diantara fitnah-fitnahnya adalah, bahwa bersamanya ada surga dan neraka, namun pada hakekatnya nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Barangsiapa mendapatkan cobaan dengan nerakanya, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan hendaklah ia membaca ayat di awal-awal surat Al Kahfi.
Dan diantara fitnahnya juga adalah, ia akan berkata kepada seorang Arab, ‘Pikirkanlah olehmu, sekiranya aku dapat membangkitkan ayah dan ibumu yang telah mati, apakah kamu akan bersaksi bahwa aku adalah Rabbmu? ‘ Laki-laki arab tersebut menjawab, ‘Ya.’ Kemudian muncullah setan yang menjelma di hadapannya dalam bentuk ayah dan ibunya, maka keduanya berkata, ‘Wahai anakku, ikutilah ia, sesungguhnya dia adalah Rabbmu.’ Dan di antara firnah-fitnahnya adalah ia akan memaksa manusia lalu membunuhnya dan memotongnya dengan gergaji. Maka terbelahlah orang tersebut menjadi dua bagian. Kemudian Dajjal berkata, ‘Lihatlah oleh kalian kepada hamabku ini, sesungguhnya aku akan membangkitkannya, lalu dia akan mendakwakan bahwa Rabbnya adalah selain aku.’ Maka Allah pun membangkitkan orang yang terbelah tersebut. Lalu Dajjal berkata kepadanya, ‘Siapakah Rabbmu? ‘ ia menjawab, ‘Rabbku adalah Allah, dan kamu adalah musuh Allah. Kamu adalah Dajjal. Demi Allah, mulai hari ini, tidak ada hal yang lebih aku yakini selain dari (kedustaan) mu’.” Abu Hasan Ath Thanafisi berkata; telah menceritakan kepada kami Al Muharibi telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Al Walid Al Washafi dari ‘Athiyah dari Abu Sa’id dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Laki-laki itu adalah dari ummatku yang mendapatkan derajat yang paling tinggi di surga.” Perawi berkata; Abu Sa’id berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Allah, kami tidak melihat laki-laki tersebut melainkan Umar bin Khattab sehingga dia menyelesaikan segala urusannya.” Al Muharibi berkata, “Kemudian kembali ke hadits riwayat Abu Rafi’, dia berkata, “Dan termasuk dari fitnahnya (Dajjal) adalah memerintahkan langit supaya menurunkan air hujan, maka turunkah hujan, dan memerintahkan bumi supaya menumbuhkan tumbuhannya, maka bumi pun menumbuhkan tumbuhannya.
Termasuk dari fitnahnya adalah ia melintasi suatu negeri, namun penduduknya mendustakannya, maka tidak satu binatang ternak pun yang tersisa melainkan akan binasa. Dan diantara fitnah-fitnahnya adalah bahwa ia akan melintasi suatu negeri, kemudian penduduknya membenarkannya, maka ia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka turunkah hujan dan memerintahkan bumi supaya menumbuhkan tumbuhannya, maka tumbuhlah tumbuhannya. Sehingga binatang pada saat itu menjadi lebih besar dan lebih gemuk dibanding dengan masa-masa yang telah lalu, paling besar lambungnya dan paling banyak air susunya. Sungguh, tidak ada satu negeri pun di muka bumi ini yang tidak dimasuki dan dikuasai oleh Dajjal kecuali Makkah dan Madinah, dan dia tidak akan mampu memasukinya dari setiap celah-celah itu melainkan ia akan bertemu dengan menjaga tempat tersebut dengan pedang yang terhunus, sehingga ia akan singgah di suatu tempat yang kosong dan belum pernah diolah. Maka kota Madinah bergetar dengan tiga kali guncangan, sehingga tidak akan tersisa dalam kota tersebut seorang munafik baik laki-laki maupun perempuan kecuali keluar menemui Dajjal, kota Madinah pun terbebas dari orang-orang keji sebagaimana alat pompa besi menghilangkan karat pada besi, dan hari itu disebut dengan hari pembersihan.” Ummu Syuraik binti Abu Al ‘Akr berkata, “Wahai Rasulullah, dimanakah orang-orang Arab saat itu?” beliau menjawab: “Pada saat itu jumlah mereka sangatlah sedikit dan mereka berada di Baitul Maqdis sedangkan imam mereka adalah seorang laki-laki yang shalih. Ketika pemimpin mereka hendak maju ke hadapan untuk mengimami dalam shalat subuh, tiba-tiba turunlah Isa bin Maryam, maka mundurlah imam merka ke belakang supaya Isa maju untuk mengimami shalat. Isa lalu meletakkan tangannya di antara dua bahunya (pemimpin mereka) sambil berkata, ‘Majulah kamu dan pimpinlah shalat, karena sesungguhnya ia ditegakkan untuk kamu.’ Akhirnya pemimpin mereka pun mengimami mereka shalat, dan ketika shalat telah usai, Isa berkata, ‘Bukalah pintu.’ Mereka pun membukakan pintu, ternyata di belakangnya Dajjal telah menunggu bersama dengan 70 ribu orang Yahudi, masing-masig dari mereka memiliki pedang terhunus yang terbuat dari emas dan berjubah besar berwarna hijau. Ketika dia (Isa) memandang Dajjal, Dajjal pun meleleh sebagaimana garam yang meleleh di dalam air. Kemudian dia lari dan dihadang oleh Isa di pintu timur kota Lud, kemudian Isa membunuhnya.
Maka Allah menjadikan kekalahan terhadap orang-orang Yahudi, dimana tidak ada satu makhlukpun yang diciptakan Allah yang dijadikan perlindungan oleh mereka melainkan Allah akan menjadikannya berbicara, mulai dari batu, pohon, dinding dan binatang ternak kecuali pohon Gharqadah. Sebab ia termasuk dari pohonnya mereka yang tidak mau bicara. Lalu makhluk Allah yang lain angkat bicara, “Wahai hamba Allah yang Muslim, di sini ada orang Yahudi, kemarilah dan bunuhlah dia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya hari-harinya (Dajjal hidup) adalah selama 40 tahun, setahun bagaikan setengah tahun, dan setahun berikutnya seperti sebulan, dan sebulan seperti sepekan dan sisa hari-hari tersebut seperti percikan api (yang cepat terbangnya), salah seorang berada di pintu Madinah di pagi hari, maka belum sampai pintu yang lain ia telah berada di sore hari.” Lalu dikatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, bagaimana kami shalat di hari-hari yang sangat pendek tersebut?” beliau menjawab: “Perkirakanlah hari-hari kalian untuk melaksanakan shalat sebagaimana kalian memperkirakan pada hari-hari yang panjang ini, kemudian tunaikanlah shalat.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda lagi: “Kemudian Isa bin Maryam akan menjadi seorang hakim yang adil dikalangan ummatku dan seorang pemimpin yang bijaksana, dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus pajak dan membiarkan sedekah (sedekah dihapus), maka dia tidak akan mencari seekor kambing atau seekor unta zakatpun, kedengkian dan permusuhan dihapus, bisa (racun) dari setiap makhluk yang berbisa diangkat sehingga apabila ada seorang bayi perempuan memasukkan tangannya ke dalam mulut ular, maka ular tersebut tidak akan membahayakannya, dan bayi perempuan itu juga dapat menyakiti seekor singa, sedangkan singa tersebut tidak akan membahayakan bayi itu. Dan serigala akan berada di tengah gerombolan kambing seakan-akan ia adalah anjingnya. Dunia akan dipenuhi oleh kedamaian sebagaimana bejana yang bersisi air (karena sangat ratanya), agama akan menjadi satu, maka tidak ada yang disembah selain Allah, terhapusnya seluruh hal yang menyebabkan peperangan, suku Quraiys kembali mengambil kekuasaannya, dan bumi seakan-akan seperti bentangan perak, dan tumbuh-tumbuhannya akan tumbuh seperti zamannya Nabi Adam, sehingga apabila ada sekelompok orang berkumpul untuk makan setangkai anggur, maka hal itu akan membuatnya senang, dan apabila sekelompok orang tersebut berkumpul untuk memakan sebuah delima, maka hal itu juga akan membuat mereka senang. Seekor sapi pada saat itu harganya sangatlah murah dan seekor kuda hanya seharga beberapa dirham.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa kuda menjadi murah?” beliau bersabda: “Ia tidak digunakan untuk berperang selamanya.” Dikatakan kepada beliau, “Kenapa sapi jantan harganya mahal?” Beliau bersabda: “Sebab ia digunakan untuk membajak bumi semuanya.
Sesungguhnya tiga tahun sebelum munculnya Dajjal, adalah waktu yang sangat sulit, dimana manusia akan ditimpa oleh kelaparan yang sangat, Allah akan memerintahkan kepada langit pada tahun pertama untuk menahan sepertiga dari hujannya, dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan sepertiga dari tanaman-tanamannya. Dan pada tahun kedua Allah akan memerintahkan kepada langit untuk menahan dua pertiga dari hujannya dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan duapertiga dari tumbuh-tumbuhannya. Kemudian di tahun yang ketiga, Allah memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya, maka ia tidak meneteskan setetes air pun dan Allah memerintahkan kepada bumi untuk menahan semua tanaman-tanamannya, maka setelah itu tidak dijumpai satu tanaman hijau yang tumbuh dan semua binatang yang berkuku akan mati, kecuali yang tidak dikehendaki oleh Allah.” kemudian para sahabat bertanya, “Dengan apakah manusia akan hidup pada saat itu?” Beliau menjawab: “Tahlil, takbir dan tahmid akan sama artinya bagi mereka dengan makanan.” Abu Abdullah berkata; saya mendengar Abu Al Hasan Ath Thanafisi berkata; saya mendengar Abdurrahman Al Muharibi berkata, “Selayaknya hadits ini diajarkan kepada para pengajar sehingga ia dapat mengajari anak-anak didiknya dalam beberapa kitab.” (HR. Ibnu Majjah 4067)