Update WW3 Feb 2020

TENTARA TURKI TEREKAM SEDANG MEMBANTU MILITAN IDLIB YANG MENYERANG TENTARA SURIAH

Militer Turki terekam sedang menyerang Tentara Arab Suriah (SAA) ketika tentara Suriah sedang menyerang militan di Idlib timur pada hari Kamis.

Sebuah drone pengintai Rusia itu merekam Tank T-155 milik Tentara Turki yang sedang memberikan perisai artileri kepada kelompok  Front Pembebasan Nasional (NLF) dan kelompok  Hayat at Tahrir Al-Sham (HTS) di dekat kota Nayrab.

Tidak lama setelah militan melancarkan serangan ke pasukan Suriah pada Kamis kemarin, Angkatan Udara Rusia kemudian melakukan serangkaian serangan udara sengit diatas Idlib timur, yang mengakibatkan penghancuran selusin kendaraan tempur, termasuk sebuah tank.

Tak lama setelah serangan Rusia itu, Kemenhan Turki menuduh pemerintah Suriah telah menewaskan dua prajurit mereka dalam serangan udara di provinsi Idlib.

Kemenhan Turki kemudian mengklaim bahwa mereka merespons dengan membunuh “50 tentara rezim Suriah”, sesuatu klaim yang dibantah sumber oleh Tentara Arab Suriah.

 

DALAM CUACA BURUK PASUKAN SURIAH TETAP INTENSIFKAN OPERASI DI LATAKIA BARAT LAUT 

Meski dalam kondisi cuaca buruk di pedesaan Latakia pada  tahun ini, Tentara Arab Suriah (SAA) tetap berupaya untuk mengendalikan situasi  di dekat garis depan militan.

Unit pengintai Angkatan Darat Suriah mulai mengintensifkan operasi mereka di sepanjang jalur kontak di pedesaan timur laut Latakia, yang membentang dari perbatasan Turki di utara, hingga perbatasan barat laut wilayah gurun Al-Ghaab, melewati daerah-daerah yang menghadap ke Bukit strategis Kabani yang berbatasan dengan kota Jisr al-Shughour, benteng pertahanan Partai Islam Turkestan (TIP).

Di wilayah vital ini, terdapat jalan Raya M4 yang menghubungkan Aleppo-Latakia, yang membentang beberapa kilometer melintasi Suriah barat laut.

Menurut koresponden Sputnik arabic, Angkatan Darat Suriah tetap mengintensifkan operasi pengintaian di timur laut Latakia, meskipun kondisi cuaca buruk. Koresponden Arab Sputnik mengatakan, Tentara Suriah secara khusus berkonsentrasi pada front Partai Islam Turkestan, yang dikuasai oleh beberapa kelompok militan asing.

 

RUSIA MINTA TURKI HENTIKAN DUKUNGANNYA KEPADA MILITAN DI IDLIB

Karena Turki telah mendukung serangan militan di Suriah, maka Turki telah melanggar perjanjian dengan Rusia untuk memisahkan pemberontak/oposisi bersenjata dengan teroris di Idlib, dan langkah ini dapat memicu eskalasi lebih lanjut di Idlib, jubir Kemenlu Rusia Maria Zakharova mengatakan Kamis 19/2.

“Kami menyatakan keprihatinan atas dukungan Turki kepada kelompok-kelompok militan seperti itu,” kata Zakharova.

Menurutnya, sikap itu dipandang sebagai “pelanggaran perjanjian Rusia-Turki tentang pemisahan antara kelompok oposisi bersenjata dari teroris, dan menciptakan daerah demiliterisasi, dan itu dapat memicu eskalasi lebih lanjut dalam konflik di bagian Suriah ini.

Menlu Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada awal Februari lalu bahwa Turki tidak melaksanakan beberapa kewajiban utamanya untuk menyelesaikan krisis Idlib, dan menuduhnya gagal memisahkan oposisi bersenjata dari teroris.

Sementara itu, Wakil Presiden Turki Fuat Oktay menyebut bahwa Turki telah memenuhi semua komitmennya di Idlib. sesuai perjanjian yang dicapai oleh Rusia, Iran, dan Turki pada Mei 2017. Dan menyebut empat zona de-eskalasi telah dibuat di Suriah.

Tiga wilayah itu telah dikuasai oleh pasukan Suriah sejak 2018, sementara zona de-eskalasi keempat, yang terletak di Idlib dan beberapa provinsi tetangga, Latakia, Hama, dan Aleppo, masih belum dalam penguasaan pemerintah Suriah.

Sebagian besar zona de-eskalasi kini masih dikuasai oleh kelompok teroris Hayat Tahrir al-Sham (Al Nusra).

Pada September 2018, Rusia dan Turki mencapai kesepakatan di Sochi untuk menciptakan zona demiliterisasi di Idlib, yang menjadi basis operasi bagi  lebih dari 10 kelompok militan.

 

MILITER SURIAH KINI AKAN BERJUANG MEREBUT JALAN RAYA M4 (ALEPPO-LATAKIA)

Tentara Suriah membuat rekaman drone diseputar Jalan raya M4 yang menghubungkan Provinsi Latakia dan Aleppo dan kota Ariha yang sebagian besar telah ditinggalkan penduduknya di provinsi Idlib pada hari Rabu lalu.

Bangunan2 kosong terlihat di kota yang akan menjadi target pasukan pemerintah Suriah berikutnya untuk direbut kembali, yang telah mengalami kerusakan yang luas selama perang.

Tentara Suriah dengan cepat mendapatkan kembali kendali atas beberapa kota provinsi di Idlib, selama perebutan melawan kelompok-kelompok militan oposisi, termasuk HTS.

Menurut Sekjend PBB Antonio Guterres Sekitar 900.000 orang telah meninggalkan wilayah itu sejak awal Desember setelah terjadi pertempuran sengit.

Pemerintah Suriah telah mendesak warga sipil untuk mengungsi melalui koridor kemanusiaan yang diselenggarakan di daerah tersebut.

Ankara meningkatkan kehadiran militernya di Idlib setelah Angkatan Darat Suriah mengumumkan telah merebut kembali kota-kota dan desa-desa di sekitar Aleppo setelah serangan ekstensif terhadap gerilyawan.

Pasukan pemerintah juga telah merebut kembali penguasaan penuh atas jalan raya M5 strategis yang menghubungkan Aleppo-Damaskus.

 

UPDATE UPAYA MILITAN DUKUNGAN TURKI  MEREBUT AREA  NAYRAB DI IDLIB TIMUR 

Militan dan sekutu mereka yang didukung pasukan Turki sekali lagi tidak berhasil dalam upaya mereka untuk merebut kota Nayrab di pedesaan timur Governorat Idlib.

Serangan, yang dipimpin oleh militan yang didukung Turki dan sekutu mereka kelompok HTS, dimaksudkan untuk menyusup ke pertahanan Tentara Arab Suriah diaksis Nayrab barat dan barat laut; Namun, mereka tidak dapat membuat kemajuan yang berarti.

Kelompok teroris HTS  dan militan yang didukung Turki diperkirakan akan melancarkan serangan baru terhadap Tentara Arab Suriah dalam beberapa jam mendatang, mereka berusaha untuk merebut Nayrab dan seluruh wilayah yang hilang dalam dua bulan terakhir.

Sebelumnya pada hari itu, pemberontak militan merilis rekaman dari peternakan unggas setelah mereka merebut beberapa daerah, tetapi sebuah sumber kemudian mengatakan kepada Al-Masdar bahwa para militan dipaksa untuk mundur setelah mengalami kekalahan  besar.

 

MILITAN DIDUKUNG PASUKAN TURKI BERUPAYA MEREBUT KOTA  NAYRAB DI IDLIB TIMUR

 

Militan yang didukung Turki melancarkan serangan baru di pedesaan timur dari provinsi Idlib pada hari Kamis, pasukan mereka berusaha untuk merebut kota Nayrab dekat kota Saraqib.

Menurut laporan terbaru dari front ini, Front Pembebasan Nasional (NLF) yang didukung Turki dan sekutu mereka dari kelompokteroris Hay’at Tahrir Al-Sham (HTS) melancarkan serangan besar-besaran terhadap posisi Angkatan Darat Arab Suriah (SAA) di peternakan yang berdekatan ke Nayrab.

Militan yang didukung Turki dan kelompok teroris HTS saat ini berusaha untuk menguasai area pertanian ini sebelum mencoba untuk merebut kembali Nayrab dari Pasukan Suriah dan sekutu mereka.

Sebelumnya, Tentara Arab Suriah merebut Nayrab selama operasi ke kota Saraqib; sejak itu area itu telah menjadi tempat bentrokan intens antara pasukan Suriah dan militan di Idlib timur.

Militan yang didukung Turki berusaha untuk merebut Nayrab untuk selanjutnya  memposisikan diri mereka untuk menyerang posisi Tentara Arab Suriah dikota Saraqib.

 

SALING SERANG ANTARA MILITAN+TURKI MELAWAN SURIAH+RUSIA SEPERTINYA SUDAH DIMULAI

Russian Sukhoi Su-24 fighter bomber takes off from Hemeimeem Air Base in the Latakia province, Syria.

Menurut Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah, militan pro-Turki , dengan dukungan artileri Turki  menerobos pertahanan tentara Suriah di wilayah Qminas dan Nayrab.

Pesawat Su-24 Rusia telah melakukan serangan udara terhadap teroris pro-Turki itu, yang memungkinkan pasukan Suriah untuk menghalau semua serangan dengan sukses.

“Pasukan Suriah menghancurkan satu tank, enam kendaraan tempur infanteri dan lima truk pickup yang berisi senjata kaliber besar”. Ditambahkan bahwa empat prajurit Suriah terluka oleh artileri Turki.

Selanjutnya mdikatakan bahwa Turki telah menghentikan serangan terhadap pasukan pemerintah Suriah segera setelah Rusia memberi tahu Ankara bahwa mereka telah mendeteksi adanya  tembakan artileri Turki.

“Ini bukan pertama kalinya angkatan bersenjata Turki mendukung militan. Untuk mencegah insiden, kami mendesak pihak Turki untuk berhenti mendukung aksi teroris dan berhenti memasok  senjata kepada mereka,” tegas pusat tersebut.

Sementara itu, Kemnhan Turki melaporkan bahwa dua prajurit Turki tewas, sementara lima lainnya terluka dalam serangan udara di Idlib Suriah.

Kemenhan Turki  menambahkan bahwa lebih dari 50 pasukan Suriah dihancurkan, termasuk lima tank, dua pengangkut personel lapis baja, dua pickup bersenjata dan Howitzer.

 

Turki Minta Bantuan AS Untuk memasok  Rudal Patriot

Bloomberg melaporkan mengutip seorang pejabat senior Turki yang tidak disebutkan namanya bahwa Ankara telah meminta dua baterai rudal Patriot dari AS untuk mengusir pasukan Suriah, yang didukung oleh pasukan udara Rusia, di Idlib.

Menurut Bloomberg, Turki telah meminta AS untuk menyebarkan baterai di perbatasan selatannya didekat Suriah, untuk “menghukum”  setiap serangan di masa depan oleh pasukan Suriah yang didukung oleh kekuatan udara Rusia.

 

PROPAGANDA NATO : NATO SEPERTINYA AKAN MENDUKUNG TURKI DI IDLIB

Hari ini Akun resmi NATO di Youtube merilis sebuah video berjudul “Turkey is NATO, we are NATO”, yang sepertinya sengaja  dibuat sebagai awal propaganda bahwa NATO akan berada dibelakang Turki jika Turki menyerang Idlib. Perlu diketahui Turki adalah anggota resmi NATO. 

 

MENLU AS KUNJUNGI ARAB SAUDI, BISIKAN MASIH SAMA : IRAN ADALAH MUSUHMU

 

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba pada hari Rabu di Riyadh untuk kunjungan tiga hari di mana ia akan membahas keamanan regional setelah AS membunuh seorang jenderal senior Iran bulan lalu yang mendorong wilayah penghasil minyak lebih dekat ke perang habis-habisan.

Pompeo diterima di Bandara Internasional King Khalid oleh Putri Reema Bint Bandar bin Sultan al-Saud, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, John Abizaid, Duta Besar AS untuk Arab Saudi dan Wakil Menteri  Negara untuk Urusan ProtokolArab Saudi  Azzam bin Abdul Karim Al-Qain.

Putri Rima Bint Bandar, ketika menerima Pompeo, menyatakan bahwa kerja sama Arab Saudi-AS sangat kuat dan Penting  bagi  stabilitas kawasan dan dalam menghadapi tantangan bersama.

Pompeo sebelumnya telah mengumumkan kesiapan Washington untuk mengadakan pembicaraan dengan Iran kapan saja, “tetapi Teheran harus secara fundamental mengubah perilakunya.

“Pompeo menambahkan, selama tur Afrikanya sebelum melakukan akhirnya mengunjungi Arab Saudi,  bahwa “penahanan Iran terhadap warga Eropa dan Amerika adalah ilegal dan tidak dapat diterima.”

Menlu AS itu mengatakan bahwa tekanan maksimum pada Iran akan terus berlanjut, “sebagaimana juga upaya isolasi melalui diplomasi.”

“Kami tidak terburu-buru, kampanye tekanan akan terus dilakukan. Ini bukan hanya kampanye tekanan ekonomi … tapi juga isolasi melalui diplomasi, “kata Pompeo sebelum penerbangannya ke Riyadh.

 “Di Riyadh kita akan menghabiskan banyak waktu berbicara tentang masalah keamanan – ancaman dari Republik Islam Iran pada khususnya, tetapi kita akan berbicara tentang berbagai hal.

AS MEYAKINI KONFLIK ANTARA SURIAH Vs TURKI DI IDLIB SUDAH SANGAT DEKAT

A soldier walks at a Turkish military outpost

Amerika Serikat percaya bahwa Konflik  yang lebih luasa antara Rusia dan Turki sudah “sangat dekat” di Idlib Suriah dan berharap mereka akan dapat menghindarinya, kata juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman kepada wartawan, Rabu.

 “Kami melihat Rusia dan Turki mendekati konflik yang lebih luas di wilayah itu. Kami berharap mereka akan menemukan solusi untuk menghindari itu,” kata Hoffman pada konferensi pers.

Dia meminta komunitas internasional untuk memberikan “tekanan ekstra pada pemerintah Suriah”  untuk membuat mereka menghentikan serangan mereka ke teroris di Idlib. Hoffman menolak untuk mengatakan apakah AS telah melakukan kontak dengan pihak-pihak yang terkait dengan kedua belah fihak.

Pada bulan Desember 2019 lalu, pasukan pemerintah Suriah melancarkan serangan untuk merebut kembali daerah-daerah di provinsi Idlib, benteng militan terakhir yang tersisa di negara itu.

Ketegangan di wilayah itu semakin meningkat setelah pasukan Suriah menembaki titik pengamatan Turki pada 3 Februari, yang menewaskan delapan orang dan memicu serangkaian serangan balasan.

Berbicara sebelumnya pada hari Rabu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan bahwa “sebentar lagi” Turki akan melancarkan operasi militer di Idlib pada.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, hampir 900.000 warga sipil terpaksa meninggalkan rumah mereka karena meningkatnya eskalasi militer di barat laut Suriah sejak 1 Desember 2019 lalu.

 

MENLU SAUDI : SIKAP ARAB SAUDI TERHADAP IRAN TIDAK AKAN BERUBAH

Menlu Arab Saudi memberikan komentar ketika konferensi pers bersama dengan Menlu Norwegia Ine Marie Eriksen Soreide, setelah mereka mengadakan pertemuan untuk membahas hubungan bilateral dan masalah-masalah regional, termasuk konflik Palestina-Israel, Libanon, Suriah, dan Irak.

“Soal Iran saya yakin kita telah jelaskan, Kami telah membicarakan program nuklir Iran , program rudalnya, dan dukungannya terhadap terorisme.”

“Saya sudah jelaskan kepada yang mulia (Menlu Norwegia), jadi soal posisi Saudi, saya sudah jelaskan tentang bahaya Iran di wilayah ini, bagaimana Iran mengirim dan mendukung terorisme, dan memasok rudal balistik kepada kekelompok-kelompok  teroris.”

“Dan semua isu ini menunjukkan betapa pentingnya untuk memberikan tekanan maksimum kepada Iran agar merubah tingkah lakunya.”

Pak Menlu, kenapa gak pernah dijelaskan berapa uang Saudi yang telah dihabiskan untuk mendanai lebih 40 kelompok bersenjata  sejak awal perang Suriah untuk melengserkan Bashar Al Assad?

 

KARENA MENYERANG TERORIS DI IDLIB  AS AKAN MENAMBAH SANKSI EKONOMI DAN DIPLOMATIK KE SURIAH

Image result for US ENVOY TO UN Kelly Craft PIC

Dalam beberapa hari mendatang Washington akan mengintensifkan tekanan ekonomi dan politik pada Presiden Suriah Bashar Assad untuk memberikan kelonggaran  kepada (teroris) di provinsi Idlib, kata Dubes AS untuk PBB Kelly Craft dalam pertemuan DK PBB  pada hari Rabu 18/2.

“Biarkan saya menutup (pernyataan  saya) dengan meluangkan waktu untuk berbicara soal  para pria, wanita dan anak-anak di provinsi Idlib”, kata Craft.

“Di hari-hari mendatang, Amerika Serikat tidak akan mengampuni upaya apa pun, termasuk akan bekerja dengan sekutu kami untuk mengisolasi rezim Assad secara diplomatis dan ekonomis guna memberikan bantuan, sumber daya dan, pada akhirnya mewujudkan  perdamaian yang terlalu lama tidak terwujud. “

 

RUSIA PERINGATKAN TURKI UNTUK TIDAK MENYERANG PASUKAN SURIAH 

Airstrikes in Idlib

Rusia memperingatkan Turki untuk tidak menyerang pasukan Suriah setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengancam akan melancarkan operasi di wilayah Idlib Suriah.

“Jika kita berbicara tentang operasi terhadap otoritas sah Republik Suriah dan angkatan bersenjata Republik Suriah, ini tentu saja akan menjadi skenario terburuk,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan pada Rabu 19 Februari.

Namun dia menambahkan bahwa Moskow tidak akan keberatan jika Turki bertindak untuk melawan “kelompok-kelompok teroris di Idlib” sesuai dengan perjanjian yang ada. “Kontak dengan Turki masih terus berlanjut,” tambah Peskov.

Sebelumnya  Erdogan mengancam akan melancarkan operasi di Idlib pada akhir bulan jika Damaskus tidak mau menarik pasukannya di belakang posisi militer Turki. “Operasi di Idlib sudah dekat,” katanya kepada anggota parlemen di parlemen.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Rusia dan Turki telah gagal mencapai kesepakatan mengenai Idlib selama pembicaraan di Moskow.

 

RUSIA MENYEBUT SERANGAN DARI MILITAN DI IDLIB KEPOSISI TENTARA SURIAH DAN RUSIA MASIH TERUS BERLANJUT

Turkish military convoy is seen near the town of Idlib, Syria, Wednesday, Feb. 12, 2020

Pasukan Rusia dan Suriah masih terus mendapat serangan dari Provinsi Idlib, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada hari ini Rabu 19/2.  Menlu Rusia menambahkan bahwa Rusia memberikan dukungannya kepada Tentara Arab Suriah, yang hanya menanggapi adanya provokasi.

“Zona demiliterisasi di seluruh zona Idlib belum pernah dibuat. Selain itu, kami melihat berlanjutnya serangan dari zona de-eskalasi terhadap  posisi Tentara Suriah, aset sipil serta upaya untuk menyerang pangkalan Rysia,  Hmeymim”, kata Lavrov .

Dia menambahkan bahwa teroris tidak dijamin aman di zona Idlib.

“Tidak ada yang memberi janji kepada teroris bahwa mereka akan aman di zona Idlib, cukup baca perjanjian antara presiden Rusia dan Turki dan semuanya akan sesuai jatuh pada tempatnya”, kata Lavrov.

Menlu Rusia  menggarisbawahi bahwa Rusia bersedia untuk terus bekerja dengan Ankara soal Idlib, termasuk di tingkat tertinggi. Pada saat yang sama, Lavrov mencatat bahwa belum ada informasi mengenai ususlan pertemuan antara Putin dan Erdogan.

Sementara itu, Kremlin mengatakan pada hari Rabu bahwa Rusia tidak puas dengan implementasi perjanjian Sochi dengan Turki untuk menciptakan zona demiliterisasi di Idlib.

Menurut juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Rusia akan terus bekerja sama dengan Turki untuk mencegah meningkatnya ketegangan di Idlib.

“Kami dulu puas dengan perjanjian yang dicapai di Sochi lebih dari setahun yang lalu dan kepuasan ini saling menguntungkan. Namun, kami benar-benar tidak puas sekarang karena gerilyawan dan teroris telah mulai bergerak maju dari Idlib dan menyerang pasukan Suriah dan instalasi militer Rusia”, Peskov dinyatakan.

 

ERDOGAN : SERANGAN TURKI KE IDLIB TELAH SIAP DILAKUKAN KAPAN SAJA

Turkish military op in Idlib only 'matter of time’, Erdogan warns Damascus

Serangan militer Turki yang baru ke provinsi Idlib Suriah telah direncanakan dan siap dimulai kapan saja, Presiden Recep Tayyip Erdogan  memperingatkan, .

“Seperti semua operasi kami (sebelumnya), kami kaatakan bahwa operasi ‘kami itu bisa dimulai secara tiba-tiba , bisa saja dalam satu malam.’ Dengan kata lain, operasi Turki ke Idlib hanyalah soal waktu,” kata Erdogan,  merujuk pada serangan Turki  ke Suriah yang pernah dilakukan pada 2016, 2018 dan pada 2019 lalu. .

Ankara tidak akan “membiarkan Idlib dikuasai kembali oleh pemerintahan Assad dan pendukungnya,” Erdogan bersumpah, merujuk pada pemerintah Suriah, dan tampaknya juga ke Rusia dan Iran.

Saat berbicara kepada anggota parlemen pada hari ini Rabu 19/2, Erdog an mengatakan bahwa kata-katanya ini adalah sebagai “peringatan terakhir.”

Presiden Turki itu juga mengatakan bahwa pembicaraan  dengan Rusia mengenai Idlib sejauh ini gagal memenuhi tuntutan Ankara, dan bahwa kedua pihak berada jarak bebeberapa mil jauhnya dari penyelesaian krisis yang sedang berlangsung.

Dia mengatakan dia bertekad untuk menjaga Idlib “tidak peduli berapa biayanya,” karena Turki akan menghadapi gelombang baru pengungsi. “Kami bertekad dengan segala cara untuk mengubah Idlib menjadi tempat yang aman bagi Turki dan orang-orang di kawasan itu,” katanya.

Provinsi Suriah barat laut yang berbatasan dengan Turki adalah benteng besar terakhir pasukan anti-pemerintah dalam perang saudara yang berkepanjangan.

Ankara mendukung beberapa kelompok bersenjata di daerah itu, tetapi ada juga keberadaan militan dalam jumah besar, yang tidak mau menerima tawaran penyelesaian konflik secara damai.

Di bawah kesepakatan dengan Rusia, Turki seharusnya menggunakan pengaruhnya di Idlib untuk mengekang kekerasan dan mencegah serangan terhadap daerah-daerah lain di Suriah.

 

PULUHAN RIBU ORANG MERAYAKAN PEMBEBASAN ALEPPO

Lapangan Saadallah Al-Jabri di Aleppo menjadi saksi pertemuan massal perayakan kemenangan Tentara Arab Suriah selama beberapa hari terakhir, termasuk perebutan kembali daerah-daerah terakhir yang dikuasai miltan  di bagian barat laut kota.

Ulama terkenal di distrik Al- Hamdaniyah Sheikh Ahmad Wais mengatakan kepada Sputnik Arabic, bahwa kemenangan Aleppo adalah awal dari kemenangan besar yang akan dicapai atas semua wilayah Suriah yang diduduki.

Puluhan ribu orang diperkirakan hadir dalam perayaan kemenangan Tentara Arab Suriah yang terjadi pada 16 Februar itu.

Pedesaan barat kota Aleppo adalah  basis yang digunakan organisasi militan untuk menargetkan kota dengan puluhan ribu roket selama sembilan tahun terakhir.

Perebutan kembali yang berlangsung selama seminggu terakhir dirayakan oleh rakyat, karena itu berarti akhir dari serangan tanpa henti terhadap kota ini.

 

MENHAN RUSIA : AS TANPA PUNYA MALU MENJARAH MINYAK DARI LADANG MILIK SURIAH

US ‘shamelessly & impudently’ PILLAGES Syrian oilfields but forbids supply of hydrocarbons to Damascus, says Russian defense chief

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengecam AS karena menduduki ladang minyak Suriah, dan menyebutnya sebagai hambatan utama bagi upaya rekonstruksi negara itu paska perang.

“Ladang minyak (Suriah) itu dikuasai oleh militer AS. Ada penjarahan harta dan kekayaan rakyat Suriah yang sedang dilakukan  tanpa malu-malu,  ” kata Shoigu saat berkunjung ke ibukota Italia, Roma.

Pada saat yang sama, Washington menjatuhkan sanksi terhadap Damaskus dengan melarang pasokan impor ke Suriah, yang menempatkan negara itu dalam posisi sulit.

“Sebagian besar rakyat saat ini menderita di Suriah, mereka membutuhkan gas untuk pemanas, air panas, dan listrik, yang  seperti yang kita pahami pans itu membutuhkan karbon (migas) yang dilarang AS untuk dipasok ke sana,” kata Menhan Rusia.

Washington telah menduduki ladang minyak di timur laut Suriah sejak Oktober 2019, setelah mundurnya teroris ISIS (dari kawasan itu). Mereka berdalih langkah itu diperlukan untuk mencegah para teroris menguasai kembali ke daerah-daerah itu.

Para pejabat AS telah mengakui bahwa minyak itu milik rakyat Suriah. Namun, Rusia mengatakan bahwa Amerika telah menyelundupkan hidrokarbon itu ke negara lain, dengan konvoi yang dilindungi oleh perusahaan Tentara bayaran swasta AS.

 

RUSIA TUDUH AS MEMASOK SENJATA KE MILISI DI TIMUR SUNGAI EUFRAT UNTUK MEMPROVOKASI SERANGAN KE PASUKAN TURKI

A U.S. soldier observes form the top of a fighting vehicle at a US military base at undisclosed location in Northeastern Syria

Pusat rekonsiliasi Suriah di Suriah mengatakan pasukan AS di bagian timur laut negara itu memasok senjata dan amunisi dalam jumlah besar kepada kelompok-kelompok militant lokal yang digunakan menyerang  warga sipil dan pasukan Turki.

“Komando AS di wilayah ini secara intensif memasok senjata dan amunisi ke wilayah timur sungai Efrat. Sejak awal tahun 2020, ada13 konvoi militer AS telah memasuki  Suriah dari Irak, yang mencakup lebih dari 80 kendaraan lapis baja dan lebih dari 300 truk penuh dengan berbagai jenis senjata, amunisi dan material, ” kata Laksamana Muda Oleg Zhuravlev dalam sebuah briefing harian.

Zhuravlev menekankan bahwa pasokan senjata itu digunakan baik selama bentrokan antar sejumlah kelompok gerilyawan di wilayah timur Sungai Efrat dan untuk menyerang  pasukan Turki di Suriah utara.

Menurut Zhuravlev, karena situasi kemanusiaan yang parah dan serangan terus-menerus oleh militan, warga sipil meninggalkan wilayah timur laut negara itu dan pindah ke wilayah yang dikuasai pemerintah Suriah.

Sebelumnya, penyiar radio Sham FM melaporkan bahwa lebih dari 50 kendaraan militer AS telah tiba di provinsi Hasakah (di timur laut Suriah) dari Irak.

Pasukan AS yang ditempatkan di Suriah juga dilaporkan memulai pembangunan pangkalan militer baru di provinsi al-Hasakah yang kaya minyak, dengan tujuan mencegah pasukan Rusia mencapai ladang minyak Rmelan.

 

VIDEO : REKAMAN KEMAJUAN PASUKAN SURIAH SAAT MENYERANG IDLIB DAN ALEPPO

Kantor Berita ANNA News (Rusia) merilis video berdurasi 48 menit pada hari Selasa 18/2, yang merekam seluruh operasi Tentara Arab Suriah (SAA) untuk merebut sisa-sisa area yang dikuasai militan di sepanjang Aleppo-Damascus Highway (M-5).

Dalam video tersebut, Divisi Pasukan elit Misi Khusus ke-25 militer Suriah terlihat bergerak maju di beberapa daerah setelah merebut kota strategis Ma’arat Al-Nu’man di Idlib timur bulan lalu.

Selain itu, rekaman video menunjukkan Tentara Arab Suriah merebut daerah-daerah baru dari militant dan juga saat militer Suriah dalam keadaan bertahan bisa menggagalkan semua serangan balasan dari militan di provinsi Aleppo dan Idlib selama beberapa minggu terakhir.

Dalam Video ini juga ada  cuplikan serangan pesawat tempur Rusia yang memburu pasukan militant di Idlib dan Aleppo, dalam sudut  pandang dari cockpit pilot Rusia.

 

PRESSIDEN ASSAD : PEMBEBASAN ALEPPO BUKAN BERARTI PERANG  TELAH USAI

 

Presiden Suriah Bashar Al-Assad pada hari Senin 17/2 kemarin menyatakan bahwa kemenangan Militer Suriah di kota Aleppo tidak berarti telah berakhirnya perang di Suriah dan tidak berarti telah runtuhnya agenda musuh, dia menegaskan bahwa itu berarti sebagai langkah awal dari kekalahan mereka.

Assad mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Senin kemarin: “Kami sepenuhnya menyadari bahwa pembebasan Aleppo ini bukan  berarti akhir dari perang, juga tidak berarti telah runtuhnya rencana musuh  atau runtuhnya terorisme, juga tidak berarti musuh telah menyerah… , tetapi itu tentu saja itu berarti (kita) telah “menggosokkan hidung” mereka ke tanah sebagai awal dari kekalahan total meraka, cepat atau lambat.

Presiden Suriah menambahkan: “Pertempuran untuk membebaskan pedesaan Aleppo dan Idlib masih berlanjut, meski ada suara-suara kosong yang datang dari utara (Turki),  pertempuran masih berlanjut untuk membebaskan semua wilayah Suriah, menghancurkan terorisme, dan mencapai stabilitas.”

 

RUSIA AKAN TERUS DUKUNG OPERASI MILITER SURIAH DI IDLIB 

Moskow berjanji untuk tetap melanjutkan perjuangannya bersama Damaskus untuk melawan terorisme di provinsi Idlib Suriah, meskipun ini tidak sejalan dengan keinginan Washington.

Baik Militer Rusia dan para penasihat negara itu akan tetap “mendukung militer Suriah Suriah dalam perang mereka melawan terorisme,” kata jubir Kremlin Dmitry Peskov dalam sebuah briefing pada 17 Februari.

Mengacu pada meningkatnya serangan teroris di provinsi Idlib, Suriah barat laut, dia mengatakan bahwa pemerintah Rusia “menyesalkan tindakan para teroris yang masih melakukan revitalisasi kekuatan di Idlib.”

Pernyataan itu dikeluarkan setelah Presiden AS Donald Trump menelpon Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, di mana Trump “menyatakan keprihatinannya atas situasi di Idlib.”

Trump juga memuji upaya Turki untuk mencegah “krisis kemanusiaan” di provinsi itu, dan berharap Rusia akan berhenti mendukung pemerintah Assad, kata Wakil Jubir Gedung Putih Judd Deere.

 

NATO TIDAK AKAN MENDUKUNG TURKI DALAM OPERASI MILITERNYA DI IDLUB

“Negara-negara NATO tidak akan mendukung permintaan article (Pasal) 5 atas terbunuhnya pasukan Turki di Idlib pada awal Februari lalu,” sumber diplomatik NATO mengatakan kepada TASS pada hari Senin 17/2.

Diplomat NATO itu mengatakan bahwa kematian pasukan Turki di Idlib adalah tragedi tetapi, hal itu  terjadi dalam operasi militer unilateral diwilayah negara lain, yang tidak tercakup dalam Pasal 5 dari perjanjian pendiri NATO.

Dia menambahkan bahwa fakta itu juga sudah juga jelas bagi Turki, karena itulah Ankara belum mencoba meminta konsultasi ke NATO mengenai masalah ini.

Adapun kemungkinan operasi militer Turki yang bertujuan menghentikan kemajuan pasukan pemerintah Suriah di Idlib dan membantu kelompok-kelompok bersenjata ilegal dalam mempertahankan penguasaan atas bagian-bagian tertentu dari provinsi tersebut, sumber tersebut mencatat bahwa sebagai anggota NATO, Turki mendapat dukungan politik dari negara-negara anggota lainnya tetapi tidak ada rencana untuk memberikan bantuan militer kepada Ankara.

Diplomat NATO itu menekankan bahwa tidak semua anggota NATO mempunyai visi yang sama di Turki di Suriah dan Libya, dan masalah pemberian dukungan militer ke Turki juga tidak diangkat pada pertemuan para Menan NATO pada 12-13 Februari lalu.

 

PASUKAN SURIAH MAJU MENDEKATI KOTA AFRIN  YANG DIKUASAI TURKI

Tentara Arab Suriah (SAA) terus mendekati bagian selatan wilayah kota Afrin setelah membuat kemajuan besar-besaran di pedesaan barat dari provinsi Aleppo. Menurut sumber lapangan di Kegubernuran Aleppo,

Militer Suriah telah merebut beberapa titik yang terletak di sebelah tenggara Jabal Semaan (Gunung Simeon), selain juga mendorong lebih jauh ke barat menuju kubu militan di Darret ‘Izza.

Sumber itu mengatakan, Tentara Suriah telah menembaki posisi militan di sekitar Jabal Semaan, tetapi masih belum jelas apakah mereka akan melakukan serangan darat ke wilayah selatan Afrin.

Wilayah Afrin direbut oleh militan yang didukung Turki pada Maret 2018 setelah operasi selama dua bulan melawan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

 

SURIAH KIRIM TAMBAHAN PASUKAN DALAM JUMLAH BESAR KE FRONT IDLIB

Sejumlah besar personel Tentara Arab Suriah (SAA)  pada hari ini Senin 17/2 terlihat dikirim menuju Provinsi Idlib, ini dilakukan bersamaan waktunya dengan peningkatan intensifitas serangan mereka di sebelah barat Jalan Raya Aleppo-Damascus (M-5).

Menurut laporan, Tentara Arab Suriah mengirim sejumlah besar tentaranya ke garis depan di wilayah timur Idlib, yang sebagian besar dikonsentrasikan di dekat kota Sarmin dan Ariha.

Pada hari ini Senin, Tentara Arab Suriah mencetak kemajuan baru di pedesaan barat provinsi Aleppo, sementara pasukan mereka terus merangsek maju kearah perbatasan Turki.

Kemajuan Tentara Suriah di Aleppo barat bersamaan waktunya dengan keberhasilan mereka merebut area di Dataran Anadan setelah pertempuran singkat dengan militan.

 

MILITER RUSIA DIGELAR DISEPANJANG JALAN RAYA ALEPPO DAMASKUS

Militer Rusia telah mulai digelar di sepanjang Jalan Raya Aleppo-Damascus (M-5) untuk pertama kalinya sejak mereka memulai intervensi mereka di Suriah.

Polisi militer Rusia dilaporkan mendirikan pos-pos pemeriksaan baru di daerah-daerah yang sebelumnya dikuasai militan, sehingga diharapkan akan mengamankan Jalan Raya Aleppo-Damaskus untuk rakyat sipil diwaktu mendatang.

Ini adalah perkembangan yang sangat penting, karena Turki sebelumnya mengancam akan melakukan serangan besar-besaran terhadap Tentara Suriah jika mereka tidak mundur dari daerah yang mereka kuasai di Idlib. Namun, dengan penempatan militer Rusia di Jalan Raya Aleppo-Damascus, maka  tidak mungkin bagi Tentara Turki akan menyerang posisi mereka di sepanjang jalan itu.

Pemerintah Suriah diperkirakan akan mengirim kru perbaikan ke jalur Idlib Jalan Raya Aleppo-Damaskus dalam beberapa hari mendatang, begitu Tentara Suriah menyelesaikan operasi pembersihan ranjau.

 

VIDEO :  MASIH SEPUTAR PENDUDUK ALEPPO YANG MERAYAKAN KEMENANGAN TENTARA SURIAH

 

PENDUDUK BERSUKA CITA ATAS DIREBUTNYA  ALEPPO RAYA OLEH PASUKAN DIKTATOR ASSAD  

Tentara Arab Suriah (SAA) telah secara resmi merebut  wilayah Aleppo Raya setelah militan yang tersisa melarikan diri ke barat lewat jalan terakhir yang masih terbuka.

Menurut sumber lapangan di Aleppo,  wilayah Dataran Anadan sepenuhnya telah lepas dari penguasaan militan, etelah mereka menguasai daerah ini selama lebih dari enam tahun.

Direbutnya  wilayah Dataran Anadan oleh imiliter Suriah terjadi tak lama setelah Tentara Arab Suriah mengumumkan penguasaan  penuh atas semua wilayah yang sebelumnya di bawah kendali militan di kota Aleppo.

Masihkah ada yang percaya dengan fitnah-fitnah bahwa Bashar Al Assad adalah diktator yang sangat dibenci rakyatnya ?

 

LEBIH DARI 50 KONVOI KENDARAAN MILITER AS DIPINDAHKAN DARI IRAQ KE SURIAH UTARA

Konvoi kendaraan militer AS telah dipindahkan dari Irak ke provinsi Al-Hasakah di Suriah timur laut, kata penyiar Sham FM.

Menurut postingnya di Facebook, setidaknya ada 55 kendaraan, termasuk tank dan peralatan teknik, memasuki provinsi itu dari Irak.

Tahun lalu, Washington mengumumkan jatuhnya apa yang disebut “kekhalifahan ISIS”, tetapi mereka akan tetap di Suriah dengan dalih untuk mencegah kebangkitan jaringan teroris.

Untuk membenarkan pasukannya tetap lama di Suriah, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ada kebutuhan untuk “menjaga minyak” dan mencegahnya diambil oleh para teroris.

Pada  Maret 2018 pekerja Suriah sedang memperbaiki pipa sumur minyak di ladang minyak yang dikuasai  oleh kelompok Kurdi yang dulunya  didukung AS, di Rmeilan, provinsi Hassakeh, Suriah.

Awal bulan ini, pasukan AS yang ditempatkan di Suriah dilaporkan memulai pembangunan sebuah pangkalan militer baru di provinsi Al-Hasakah yang kaya minyak.

Menurut kantor berita Turki Anadolu, peralatan dan material untuk pembangunan tiba dari Irak melalui penyeberangan perbatasan al-Waleed.

Disebutkan pangkalan baru AS itu dibangun untuk mencegah pasukan Rusia, yang dikerahkan secara sah di Suriah agar tidak mencapai ladang minyak Rmelan.

 

PASUKAN SURIAH BERADA PADA JARAK YANG DEKAT DENGAN PANGKALAN UDARA YANG DIKUASAI TURKI DAN MILITAN DI IDLIB

Sebuah video yang direkam pada hari Minggu menunjukkan tentara Tentara Arab Suriah (SAA) bergerak maju menuju Pangkalan udara yang dikuasai Turki, dimana kendaraan militer berbendera Turki terlihat di dekat Pangkalan Udara Taftanaz, provinsi Idlib.

Lima tentara Turki tewas dalam penembakan oleh SAA di pangkalan udara yang sama pada hari Senin.

“Ini adalah titik terdekat ke bandara di Taftanaz di mana rezim Turki berada, seperti yang Anda lihat kendaraan, perangkat pemantauan dan komunikasi, serta artileri yang mendukung para militan melawan kami selama dua hari terakhir,” kata salah seorang Perwira militer Suriah di salah satu pos pemeriksaan di kota Taoum, kurang dari 5 kilometer  dari pangkalan udara Taftanaz.

Perwira SAA lainnya mengatakan bahwa pasukan Turki belum lama ini menyerang mereka tanpa ada korban yang dilaporkan dari pihak SAA.

“Kami di sini di tanah air kami, untuk melawan serangan Turki atau orang lain , sampai kami membebaskanan setiap jengkal tanah dari Republik Arab Suriah,” tambahnya.

 

TURKI SERANG PASUKAN SURIAH DAN UNIT PERLINDUNGAN KURDI YPG DI ALEPPO UTARA

Militer Turki telah melakukan serangkaian serangan yang menargetkan posisi Tentara Arab Suriah (SAA) dan Unit Perlindungan Rakyat (YPG) di pedesaan utara provinsi Aleppo, malam ini.

Menurut sebuah sumber di kota Aleppo, militer Turki menargetkan posisi mereka di sekitar kota Tal Rifa’at, yang merupakan tempat tinggal bagi beberapa warga sipil yang kehilangan tempat tinggal di bagian utara provinsi Aleppo.

Sumber itu mengatakan, serangan  artileri Turki didaerah Tal Rifaat di Aleppo itu lebih intens dari biasanya.

Militer Turki telah beberapa kali melakukan serangan serupa sebelumnya, tetapi dengan meningkatnya ketegangan di Suriah utara atas kemajuan Angkatan Darat Suriah di Provinsi Idlib dan Aleppo, tampaknya intensitas dan frekuensi serangan ini akan makin meningkat.

Video menunjukkan ketika pasukan Turki dan militan bergabung untuk bersiap menyerang pasukan Suriah.

 

TURKI KEMBALI ANCAM SURIAH UNTUK TIDAK MENYERANG TERORIS DI IDLIB

In this frame grab from video taken on Sunday, Feb. 2, 2020, a Turkey Armed Forces convoy is seen at the northern town of Sarmada, in Idlib province, Syria

Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengatakan kepada Televisi NTV pada hari Sabtu 15/2 bahwa Ankara “telah memenuhi tanggung jawabnya” di provinsi Idlib, Suriah barat laut, sesuai dengan kesepakatan  zona de-eskalasi dengan Moskow dan Teheran.

“Beberapa pos pengamatan (militer) kami sekarang telah menjadi daerah-daerah yang dikusai oleh  pemerintah Suriah”, Oktay menyebut  pos-pos yang didirikan Turki di provinsi tersebut atas kesepakatan trilateral.

Dia juga memperingatkan bahwa Ankara akan menggunakan kekuatan militer untuk mengusir Tentara Suriah keluar dari Idlib kecuali jika pasukan Suriah menarik diri dari provinsi itu pada akhir Februari.

“Pemerintah (Bashar Assad) harus mengetahui hal ini,  jika serangan terhadap militer kita berlanjut, Turki tidak akan mengenal batas (dalam pembalasannya). Pesan ini telah jelas disampaikan ke Rusia, ”kata Oktay

Dia berbicara hal itu setelah Kemenhan Rusia menyalahkan Turki  bahwa,  eskalasi situasi di Idlib adalh karena kegagalan Turki untuk memenuhi kewajibannya diSuriah Suriah. “Alasan sebenarnya dari krisis di zona eskalasi Idlib adalah, skarena kegagalan Turki kami untuk mematuhi komitmen mereka untuk  memisahkan  pejuang oposisi moderat dari teroris Jabhat al-Nusra  dan Hurras ad-Din (kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda).

Ini menunjuk pada “provokasi di zona eskalasi Idlib oleh kelompok-kelompok teroris yang menggunakan ‘perisai hidup’ guna melawan pasukan pemerintah Suriah”.

Kemenhan Rusia  juga mengatakan bahwa situasi di Idlib “diperburuk oleh pasokan senjata dan amunisi (Turki) di zona de-eskalasi melalui perbatasan Suriah-Turki, serta pasokan kendaraan lapis baja dan pasukan Turki” di daerah tersebut.

Awal pekan ini, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengomentari situasi di Idlib dengan menekankan bahwa Damaskus memiliki hak untuk melakukan operasi anti-teroris di wilayahnya sendiri.

“Ini adalah masalah pemenuhan perjanjian Sochi (tentang zona de-eskalasi Idlib) dan kewajiban yang diasumsikan oleh para pihak sesuai dengan dokumen ini. Juga, mungkin yang pertama dan paling penting adalah, kita berbicara tentang perang melawan terorisme yang dilakukan Angkatan Bersenjata Suriah di wilayah negara mereka ”, kata Peskov.

 

VIDEO : SITUASI JALAN RAYA ALEPPO – DAMASKUS SETELAH DIREBUT TENTARA SURIAH

Pasukan Suriah kini menguasai  penuh atas jalan raya strategis yang menghubungkan kota Aleppo – Damaskus.

Video diatas direkam pada hari Jumat di dekat Aleppo menunjukkan sejumlah kendaraan yang melintasi koridor yang telah direbut kembali, serta tentara yang berpatroli di daerah tersebut.

“Kami maju dari tiga aksis untuk mencapai sektor Rashiddeen 4, di mana kami secara langsung berhasil mengambil kendali,” kata seorang tentara Suriah. “Apalagi, jumlah militan tidak banyak terima kasih kepada Tuhan,  Kami melancarkan serangan udara serta artileri terhadap mereka, ” jelasnya. 

 

VIDEO : KENDARAAN ACV-15 YANG DIPASOK TURKI UNTUK MILITAN  DIHANCURKAN PASUKAN SURIAH 

Sebuah video yang menunjukkan Kendaraan pengangkut personel buatan Turki ACV-15 yang dipasok ke militan Al Qaeda terlihat hancur oleh serangan militer Suriah di Aleppo barat.

 

PASUKAN  SURIAH INI MENDEKATI KOTA AL-MANSOURA DI ALEPPO BARAT

Tentara Arab Suriah (SAA) telah berhasil merebut sektor lain di pinggiran Aleppo barat setelah mendesak maju di dekat Distrik Aleppo Baru.

Menurut laporan, Divisi Pasukan Misi Khusus ke-25 Angkatan Darat Suriah (sebelumnya Pasukan Macan) berhasil merebut sektor Rashiddeen 1 di Aleppo barat, ini membuat  pasukan Suriah makin dekat ke kota Al-Mansoura.

Kemajuan oleh Tentara Suriah ini terjadi tak lama setelah pasukan mereka merebut Gedung Riset Ilmiah strategis, yang telah diperebutkan degngan militan selama hampir lima tahun.

Kini Tentara Suriah sedang berusaha untuk membersihkan sis-sisa daerah terakhir di Aleppo barat yang yang masih  berada di bawah penguasaan militan.  kedatangan bala bantuan militer Turki baru-baru ini keprovinsi Aleppo tidak banyak mengganggu operasi militer Suriah.

 

JET TEMPUR ARAB SAUDI DITEMBAK JATUH KELOMPOK HOUTHI

Kantor Berita Saudi mengutip juru bicara Koalisi Arab Turki Al-Malki mengatakan pada hari ini Sabtu bahwa salah satu jet tempur Tornado mereka ditembak jatuh di Yaman utara malam tadi .

“Pada pukul 23.45 M 14 Februari 2020, sebuah pesawat tempur Tornado dari Royal Saudi Air Force jatuh ketika sedang dalam misi dukungan udara didekat Unit Tentara Nasional,” kata Malki.

Pasukan Ansarallah (Houthi) mengumumkan pada Jumat malam bahwa pasukan pertahanan udara mereka menembak jatuh jet tempur itu di atas provinsi  Al-Jawf setelah melakukan serangan udara di beberapa lokasi di Yaman utara.

“Pertahanan udara kami menembak jatuh pesawat tempur koalisi Saudi dengan rudal permukaan-ke-udara canggih yang didukung oleh teknologi modern. Langit Yaman bukan untuk berjalan-jalan dan musuh harus menghitung seribu kali untuk melakukan itu, ” kata jubir Angkatan Darat Yaman yang berafiliasi dengan Ansarallah, BrigJend Yahya Sare’a. 

Koalisi dan pasukan militer yang setia kepada Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi berusaha memulihkan daerah-daerah yang belum lama ini lepas dari penguasaan mereka di Marib, Sanaa, dan Provinsi Al-Jawf, menyusul serangan besar-besaran kelompok Ansarallah.

 

SERANGAN BALIK MILITAN KE ALEPPO BARAT BERAKHIR BENCANA BAGI MILITAN

Image

Serangan balik militan kearea yang telah direbut pasukan Suriah di Aleppo barat pada hari Jumat 14/2 kemarin tampaknya malah berakhir dengan bencana bagi militan.

Foto dan video terbaru menunjukkan beberapa militan tewas dan kerusakan parah pada peralatan mereka.

Image

Reporter Anna News mengabadikan beberapa kendaraan militan yang dihancurkan oleh Tentara Arab Suriah (SAA), termasuk beberapa kenadaraan  ACV-15 yang dipasok oleh Turki.

Anna News juga merilis foto-foto beberapa militan yang tewas dalam bentrokan berat di dekat Pangkalan Resimen 46 di Aleppo barat.

 

Sementara di front Aleppo selatan, dilaporkan 3 kendaraan militer yang dipasok Turki juga dihancurkan oleh pasukan Suriah. Tiga kendaran perang buatan Turki itu dikendarai oleh miltan dari kelompok Al Nusra.

 

PASUKAN SURIAH CEGAH PATROLI PASUKAN AS YANG AKAN MELEWATI POS PEMERIKSAAN

Sang Komandan pasukan AS mengatakan kepada perwira Suriah : “kami di sini membawa misi yang sama dengan Rusia, untuk membawa perdamaian”, Perwira Suriah menjawab : “Kemana pun pasukan AS pergi, hanya membawa bencana dan kematian, Anda tidak diterima disini”

Sesorang tentara Suriah yang dibelakang berteriak : “Kamu pencaplok wilayah kami, enyahlah dari sini.”

Patroli pasukan AS itu akhirnya memutar balik.

 

NETANYAHU : SERANGAN UDARA KE DAMASKUS ITU MUNGKIN OLEH PESAWAT BELGIA

PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa dia tidak tahu menahu tentang serangan udara Kamis malam ke ibukota Suriah Damaskus.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi semalam,” kata PM israel itu saat  berbicara kepada Radio Haifa pada hari Jumat. “Mungkin itu dilakukan oleh Angkatan Udara Belgia,” dia mengelak dengan gurauan.

“Saya tidak mau mengomentari suatu operasi militer,” Netanyahu menambahkan.

Pada Kamis malam lalu pukul 11:45  waktu setempat, beberapa rudal yang diyakini oleh sumber militer Suriah diluncurkan dari sekitar Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel ditembakkan ke Damaskus,

Media Suriah mengatakan pasukan pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menjatuhkan sejumlah rudal sebelum mencapai target. 

 

MILITAN DUKUNGAN TURKI MENJATUHKAN HELI SURIAH DI ALEPPO

Sebuah helikopter militer Suriah ditembak jatuh oleh militan yang didukung Turki di Aleppo barat disaat militan menyerang  balik untuk merebut kembali daerah-daerah yang lepas ketangan Pasukan Suriah.

Menurut laporan dari lapangan, helikopter militer Suriah itu terbang di atas daerah yang baru saja direbut ketika dihantam oleh rudal yang ditembakkan oleh militan yang didukung Turki di pedesaan barat  provinsi Aleppo.

Sebuah video dirilis tak lama setelah insiden itu menunjukkan momen ketika rudal anti-pesawat militan mengenai helikopter militer Suriah itu.

Ini adalah untuk yang kedua kalinya dalam tiga hari terakhir Militer Suriah kehilangan helikopter di Suriah barat laut, setelah sebelumnya ditembak jatuh diIdlib oleh militer Turki.

Pada saat yang sama, para militan menyerbu posisi Tentara Arab Suriah di sekitar Talat Qurtuba dalam upaya untuk merebut kembali bukit-bukit penting  di pinggiran Aleppo barat.

Militan melaporkan teleah merebut  kembali Talat Qurtaba; Namun, hal itu belum dikonfirmasi oleh Tentara Arab Suriah.

 

TENTARA SURIAH TERUS MEMBUAT KEMAJUAN DI ALEPPO MESKI ADA SERANGAN DARI MILITER TURKI
I

Tentara Arab Suriah (SAA) berhasil membuat kemajuan baru di bagian barat daya Aleppo tadi malam, meskipun ada serangan artileri dari militer Turki yang berusaha untuk menahan gerakan mereka.

Dengan didukung oleh Liwaa Al-Quds (paramiliter Palestina) dan Pasukan Pertahanan Lokal (LDF), Tentara Arab Suriah berhasil menguasai beberapa wilayah di Aleppo barat daya, yang membuka jalan bagi pasukan mereka untuk memperluas penguasaan mereka diprovinsi Aleppo.

Menurut laporan dari lapangan, Angkatan Darat Suriah berhasil merebut daerah-daerah  Sheikh Rahilah, area Pertanian Monte Carlo, Kafr Joum Timur, Al-Mughayr, Asosiasi Pengacara Distrik, Talat Qurtabah, Area pembangkit Listrik, lingkungan Al-Rahal, Sekolah Polisi, dan Khan Touman Silos.

Kemajuan terakhir Tentara Suriah ini terjadi pada saat yang sama ketika mereka mendesak  untuk menguasai Pangkalan Resimen 46 yang strategis, yang selama ini berada di bawah kendali militan dan sekutu mereka.

Pada saat yang sama, laporan baru dari provinsi Aleppo mengklaim bahwa Tentara Suriah telah membuka front baru di Dataran Anadan. Menurut beberapa laporan dari front Anadan, pasukan Tentara Suriah melancarkan serangan terhadap pertahanan militan dari arah area yang dikuasai Unit Perlindungan Rakyat (YPG).

Jika benar, maka hal ini menandai untuk pertama kalinya selama perang Suriah bahwa Tentara Suriah telah melancarkan serangan dari daerah yang dikuasai YPG di Aleppo.

 

Update terbaru  

Menurut sumber lapangan di provinsi Aleppo, Tentara Arab Suriah, bersama Brigade Palestina Liwaa Al-Quds dan Pasukan Pertahanan Lokal (LDF), berhasil merebut Pangkalan Resimen ke-46 dan kota terdekat setelah militan mundur dari daerah tersebut.

Sumber itu mengatakan, Tentara Suriah dan sekutu mereka hampir tidak menghadapi perlawanan dari militan, yang mundur dari pangkalan itu setelah kehilangan beberapa titik di dekatnya.

Dia menambahkan bahwa Tentara Suriah sekarang mendesak maju ke arah kota strategis Al-Atareb, yang terletak di dekat perbatasan Turki.

Runtuhnya pertahanan militan di barat daya Aleppo dan Idlib timur menjadi kejutan besar bagi Tentara Suriah, karena meski ada  intervensi dari militer Turki, tapi  tidak banyak membantu para militan mempertahankan area yang  mereka kuasai.

 

UNTUK KEDUA KALI DALAM BULAN INI ISRAEL SERANG WILAYAH SURIAH 

Ledakan besar dilaporkan terjadi di Damaskus barat daya malam ini,  setelah diduga adanya serangan dari pesawat-pesawat tempur Israel yang menyerang Al-Kisweh di luar ibu kota Damaskus.

Menurut sebuah sumber di dekat tempat kejadian, pertahanan udara Suriah menghadapi rudal musuh, yang dikatakan telah ditembakkan dari pesawat di sepanjang perbatasan Suriah-Lebanon-Israel.

Sementara beberapa rudal berhasil dicegat, yang lain berhasil mengenai target di dalam wilayah  Al-Kisweh, sumber itu menambahkan.

Media pemerintah Suriah menuduh Israel yang melakukan serangan ini , karena yang terakhir kali Israel pernah menargetkan wilayah Al-Kisweh dan daerah-daerah sekitarnya pada waktu yang lalu.

Jika itu memang serangan udara dari Israel, maka ini adalah serangan Israel untuk kedua kalinya ke Suriah dalam bulan ini.

Video menunjukkan saat-saat pelucuran rudal anti serangan udara dari militer Suriah

 

IRAN AKAN MENANGGAPI LANGKAH BODOH ISRAEL DENGAN RESPON YANG MENGHANCURKAN

Juru bicara Kemenlu Iran Seyyed Abbas Mousavi telah menanggapi peringatan dari Menhan Israel Naftali Bennett yang mendesak Iran agar keluar dari Suriah.

Mousavi mengatakan kepada wartawan bahwa Iran akan terus mempertahankan kepentingannya baik di Suriah dan di seluruh Timur Tengah, dan memperingatkan Israel terhadap perilaku (bermusuhannya) yang makin meningkat.

“Republik Islam Iran akan menunjukkan respon yang menghancurkan dan akan disesali Israel, atas tindakan agresi atau tindakan bodoh dari rezim Zionis itu terhadap kepentingan negara kita di Suriah dan kawasan itu,” kata Mousavi, dalam sambutannya yang dipublikasikan di web Kemenlu Iran.
Mousavi mencatat bahwa Iran “hadir di Suriah atas undangan dan dengan persetujuan pemerintah negara itu dengan tujuan memerangi terorisme yang disponsori oleh AS dan Israel.”

Jubir Kemenli Iran itu memperingatkan bahwa Teheran “tidak akan ragu sejenakpun untuk menjaga keberadaannya di Suriah dan membela keamanan nasional dan kepentingan regionalnya.”

Sebelumnya Menhan Israel Naftali Bennett mengatakan :

Ketika tentakel Gurita menghantammu, jangan hanya bertarung melawan lengan-lengan itu, tetapi juga mencekik kepalanya. Karena itulah kita harus berurusan dengan Iran”, kata Menhan Israel itu  menggambarkan Iran sebagai Gurita.
Menurut Menhan Israel itu, Israel telah “memerangi lengan gurita Iran di Libanon, Suriah, dan Gaza” selama beberapa generasi.” “Sekarang kami akan mengubah konsep: kami terlibat dalam serangan berkelanjutan untuk melemahkan kepala gurita Iran itu sendiri, melalui tindakan ekonomi, kebijakan, intelijen dan militer, serta dimensi lainnya,”

Bennet menuduh Iran “berusaha membangun pangkalan-pangkalan teroris” di Suriah, Bennett memperingatkan bahwa Israel “hanya akan menambah kerusakan Anda.”

Dalam tanggapannya Mousavi mengklaim bahwa Negara Israel didirikan berdasarkan atas pencaplokan wilayah,  pembantaian, perampasan aset negara lain, serta teror dan agresi selama 70 tahun terakhir.“.

TURKI KEMBALI KLAIM TELAH MENEWASKAN 55  PASUKAN SURIAH 

Angkatan Bersenjata Turki mengklaim “menetralisir” sejumlah 55 prajurit Suriah lainnya di Idlib, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan hari ini Kamis 13/2. 

Pada hari Selasa, Kemenhan Turki menyatakan bahwa 51 unit peralatan militer milik milik Suriah, termasuk dua tank, instalasi anti-pesawat terbang dan depot amunisi, telah dihancurkan.

Pada hari Senin lalu , kemenhan Turki telah melaporkan bahwa ada lima tentara Turki telah tewas dan lima lainnya terluka dalam penembakan pos pengamatan Idlib oleh tentara Suriah. Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Turki menyerang115 sasaran milik tentara Suriah dan menetralisir 101 prajurit Suriah.

Ketegangan di Suriah Utara mulai meningkat pekan lalu setelah delapan warga Turki tewas dalam penembakan yang dilakukan oleh pasukan pemerintah Suriah di pos pengamatan Turki di Idlib.

VIDEO : TURKI TERUS MENGIRIM KENDARAAN PERANG KE SURIAH UTARA

Beberapa video yang diklaim sebagai rekaman konvoi tambahan kendaraan perang milter Turki yang sedang menuju Suriah utara beberapa jam lalu, yang beredar diMedsos Timteng.

 

 WARGA SIPIL SURIAH MULAI BERANI MELAWAN KEBERADAAN PASUKAN AS DI SURIAH

Saluran TV Suriah menampilkan cuplikan video dari desa Kherbat Amo Suriah , dimana terlihat warga desa mencegat knvoi pasukan AS dan meminta untuk meninggalkan desa mereka .

Insiden itu berakhir dengan saling tembak dengan tentara AS.

Kantor berita negara Suriah SANA mengatakan satu warga sipil tewas dan satu lainnya cedera ketika pasukan AS menembaki orang-orang setelah kendaraan mereka dihentikan di pos pemeriksaan timur Qamishli, Suriah pada hari Rabu.

Tentara AS  mengatakan pasukannya melepaskan tembakan setelah mereka mendapat tembakan senjata ringan.


Seorang petugas kebersihan di kota Qamsili di Suriah bernama Fathi Barho , dengan berani menghentikan konvoi pasukan AS sambil meremas bendera AS, dan menanyakan kenapa kamu ada disini? untuk apa kamu ada disini? Tentu saja para tentara AS itu pada bingung untuk memberi jawaban yang paling tepat.

 

PASUKAN SURAH REBUT DUA KOTA DI ALEPPO BARAT DAYA

Tampaknya ancaman Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang akan menyerang balik psukan Suriah di Suriah barat laut telah diabaikan oleh Tentara Arab Suriah (SAA), karena sore kemarin pasukan Suriah telah merebut lahan baru di provinsi Aleppo.

Dengan dipimpin  oleh Divisi misi khusus ke- 25 Khusus, Tentara Arab Suriah berhasil merebut  dua kota lagi,  setelah pertempuran singkat dengan militan Hay’at Tahrir Al-Sham (HTS) dan kelompok Front Pembebasan Nasional (NLF) yang didukung Turki.

Menurut sebuah laporan lapangan dari pedesaan barat daya Kegubernuran Aleppo, Divisi ke-25 Angkatan Darat Suriah merebut kota-kota Arbikh dan Arnaz, yang keduanya terletak persis di sebelah barat dari Jalan Raya Aleppo-Damascus M-5 yang strategis.

 

TURKI SERANG POSISI TENTARA SURIAH DENGAN TEMBAKAN ARTILERI

Militer Turki telah menyerang posisi Tentara Arab Suriah (SAA) di Aleppo barat daya siang ini, menyusul keberhasilan tentara Suriah merebut area baru di barat  Jalan Raya Aleppo-Damaskus (M-5).

Menurut laporan, militer Turki melakukan serangan artileri berat terhadap posisi Tentara Suriah di kota Kafr Halab yang baru saja direbut, dan mendorong pasukan Suriah SAA mencari perlindungan dari serangan itui. Belum ada korban yang dilaporkan.

Pada saat yang sama, bentrokan baru antara Tentara Arab Suriah dan para militan dilaporkan terjadi di sebelah barat kota Kafr Halab, sebagai  upaya terakhir untuk merebut kembali wilayah yang lepas ke tangan pasukan Suriah.

Serangan terakhir militan  ini terjadi hanya beberapa jam setelah Tentara Arab Suriah merebut tiga kota di pedesaan barat daya Aleppo.

 

SERANGAN MILITAN DI ALEPPO BERANTAKAN MESKI DIDUKUNG MILITER TURKI

Serangan militan di barat daya Aleppo malam tadi tetap tidak berhasil meskipun didukung bantuan dari militer Turki.

Menurut sebuah laporan lapangan dari kota Aleppo, militan dari Hay’at Tahrir Al-Sham (HTS) dan Front Pembebasan Nasional (NLF) yang didukung Turki berusaha untuk maju di poros barat Kafr Halab, setelah mereka mengalami ada sejumlah kemunduran di barat daya Aleppo pada hari Rabu.

Namun, serangan itu hanya berlangsug tidak lama,  karena Tentara Arab Suriah (SAA) mampu mengalahkan serangan mereka itu dan memastikan penguasaab penuh atas semua area yang diserang.

Sebuah sumber dari Tentara Suriah mengatakan beberapa militan tewas dalam serangan itu, sementara pasukan Suriah menderita korban minimal.

Serangan militan pada hari Rabu kemarin didahului dengan bom bunuh diri dari anggota kelompok Hayat Tahrir Al-Sham dan dilanjut serangan artileri dari militer Turki.

 

FITNAH KHAS  AKHIRZAMAN,  MEMBERSIHKAN TERORIS = DESTABILISASI, MEMBANTU TERORIS = MISI ANTI TEROR

Utusan khusus AS untuk Suriah James Jeffrey, tiba di Ankara Turki Selasa malam untuk mengevaluasi kembali perkembangan terakhir di kawasan itu, khususnya soal Suriah.

Berbicara kepada wartawan di Bandara Internasional Ankara, Jeffrey mengatakan bahwa Turki sebagai sekutu NATO, menghadapi ancaman besar di Idlib di Suriah barat laut dari Pemerintahan Bashar Al Assad dan Rusia.

 Jeffrey mengatakan dia datang ke Turki untuk mengevaluasi kembali situasi (diSuriah) dengan pemerintah Turki, dia menambahkan bahwa AS akan memberikan dukungan sebanyak mungkin kepada Turki.

Dia juga menyampaikan belasungkawa ke negara itu atas pasukan Turki yang terbunuh oleh serangan Suriah di Idlib, Senin pagi. Menekankan pentingnya solidaritas, Outzen mengatakan negaranya akan terus melakukan kontak dekat dengan Turki.

“Di Ankara, Duta Besar Jeffrey akan bertemu dengan para pejabat senior Turki untuk membahas serangan militer Suriah (terhadap teroris) yang didukung Rusia, dan bagaimana AS  dapat bekerja sama menuju solusi politik untuk Konflik Suriah,” Kedubes AS di Turki mengatakan pada Twitter.

“Tindakan destabilisasi oleh Rusia, Iran, Hizbullah & pemerintah Assad telah menghalangi  gencatan senjata nasional di Suriah seperti yang diserukan UNSCR No. 2254 & pengembalian  ratusan ribu pengungsi di Suriah utara ke rumah mereka, “ tambahnya.

“Militer Turki terus mengirim bala bantuan ke perbatasan, karena pasukan Turki berada di Idlib sebagai bagian dari misi anti-teror dan perdamaian.”

 

PASUKAN SURIAH TEMUKAN RANJAU BUATAN ISRAEL DAN TURKI SAAT PEMBERSIHAN RANJAU DIKOTA MAARAT AL-NUMAN

Syrian soldiers are shooting near the border with Iraq in Homs province

Pasukan Suriah telah membersihkan sekitar 15 persen ranjau di kota Maarat Al-Numan, karena telah direbut kembali dari militan di provinsi Idlib barat laut awal pekan ini, Zein al-Abedin, wakil komandan unit militer spesialis pembersih ranjau mengatakan, Rabu.

“Komandan kami mengirim kami ke sini segera setelah kota itu dibebaskan. Kami bekerja di sini sudah 2 hari, kami memeriksa setiap rumah dan setiap jalan. Kami sedang melanjutkan pekerjaan kami,” kata al-Abedin kepada wartawan.

Dia menambahkan bahwa unitnya ditarget untuk membersihkan ranjau dikota ini  dalam satu bulan. Dia menyebut 75 alat peledak telah ditemukan di kota itu, termasuk bom-bom asal Turki dan Israel.

Angkatan bersenjata Suriah merebut koya  Maarat Al-Numan awal pekan ini dalam serangan balasan terhadap gerilyawan di Idlib.

Kota Maarat Al-Numan dibebaskan dalam operasi oleh militer Suriah guna sepenuhnya merebut kembali  jalan raya Damaskus-Aleppo, dan tujuan itu dicapai pada hari Selasa lalu.

Sementara itu, pasukan pemerintah terus bentrok dengan militan yang didukung Turki di bagian utara negara itu. Pada saat yang sama, Ankara telah melakukan beberapa serangan terhadap pasukan Suriah, menuduh Damaskus melanggar gencatan senjata di kawasan itu setelah delapan warga Turki tewas dalam penembakan di sebuah pos pengamatan Turki di Idlib.

 

Pasukan pemerintah Suriah merebut kembali kota flashpoint Khan al-Asal di barat Aleppo pada hari Selasa 11/2, kata sumber militer Suriah.

“Tentara Suriah telah membebaskan kota strategis Khan al-Asal di bagian barat provinsi Aleppo setelah pertempuran sengit dengan kelompok teroris Front Nusra,” kata sumber itu.

Pemerintah Suriah sekarang menguasai jalan raya M5 yang menghubungkan Damaskus dengan kota dibarat laut Aleppo,  dan berjuang untuk mendorong gerilyawan keluar dari pinggiran kota untuk menghentikan mereka menembaki daerah pemukiman.

Kemajuan militer Suriah  itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan militer Turki di provinsi Idlib, dimana Kemenhan Turki sebelumnya menyatakan  bahwa 51 target  milik Tentara Suriah telah dihancurkan.

Pernyataan itu dikeluarkan beberapa jam setelah kemenhan Turki mengkonfirmasi bahwa militannya di Suriah telah menjatuhkan helikopter pemerintah Suriah kota di al-Nayrab, provinsi Idlib.

 

LOGIKA ANEH ALA ERDOGAN :  PESAWAT SURIAH YG TERBANG DI IDLIB AKAN DITEMBAK JATUH

Turkey's President Recep Tayyip Erdogan addresses members of his ruling party in Ordu, Turkey, Saturday, March 24, 2018

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan, bahwa “negaranya akan melakukan cara apa pun yang diperlukan, termasuk penggunaan sarana darat dan udara untuk mendesak mundur Tentara Arab Suriah (SAA) yang mendekati pos  pengamatan Turki di Idlib, pada akhir bulan ini.”

Erdogan  juga menyatakan bahwa sedikitnya 14 tentara Turki telah terbunuh di Suriah, dan  pemberontak yang didukung Turki di Idlib sekarang dikerahkan untuk melawan Damaskus.

Selain itu, Erdogan juga menuduh Suriah dan Rusia melakukan serangan terhadap warga sipil di Idlib, daia  mengancam akan menyerang pasukan Suriah di luar Provinsi Idlib jika terjadi serangan (terhadap pasukannya).

Fihak Rusia menyatakan, bahwa “Kami telah berulang kali dengan tegas menyatakan, bahwa baik Rusia maupun angkatan bersenjata Suriah tidak melakukan serangan terhadap warga sipil. Semua serangan ditargetkan secara eksklusif terhadap kelompok-kelompok teror, orang-orang bersenjata dan yang terlibat dalam perang melawan pemerintah yang sah”, Kata pejabat di Deplu Rusia, Vladimir Tarabrin.

Menyikapi situasi di Suriah ini, Rusia menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengadakan pembicaraan telepon dengan presiden Turki, mereka menyetujui untuk mengimplementasikan sebuah memorandum yang telah mereka capai di Sochi dan menghentikan eskalasi di wilayah tersebut. Mereka juga telah menyetujui kontak tambahan antara badan-badan pertahanan negara.

Tentara Suriah memulai serangan (ke Idlib) pada Januari lalu, setelah dilaporkan adanya  beberapa pelanggaran gencatan senjata oleh berbagai faksi militan di Idlib, yang sebagian masih di bawah kendali militan seperti organisasi teroris Hayat Tahrir Al-Sham (HTS).

 

VIDEO : TURKI KIRIM LEBIH BANYAK KENDARAAN TEMPUR KE SURIAH LEWAT JALUR KERETA 

Sebuah video dalam sebuah tweet yang diunggah oleh media AS VOA , memperlihatkan militer Turki yang mengirim puluhan Kendaraan lapis baja ACV-15 ke Suriah utara yang dikirim lewat jalur kereta api.

Belum ada konfirmasi dari fihak pemerintah Turki maupun dari pemerintah Suriah.

 

TURKI TEMBAK JATUH SEBUAH HELI MILIK MILITER SURIAH

Ketegangan di Suriah utara meningkat ketika pasukan Turki dan Suriah terus bentrok di provinsi Idlib , Provinsi yang merupakan benteng terakhir militan di Suriah.

Saksi mata melihat  benda terbakar jatuh di atas desa Dadikh yang terletak tidak jauh dari kota Maarat al-Numan di Idlib Suriah, di mana Turki mengatakan sebuah helikopter militer Suriah ditembak jatuh pada hari Selasa 11/2.  Menurut koresponden Sputnik, asap hitam terlihat meengepul dari benda yang jatuh itu.

Kementerian Pertahanan Turki mengatakan pada hari ini Selasa bahwa 11/2 , bahwa helikopter Militer  Suriah telah ditembak jatuh dan  pasukan Suriah harus meninggalkan desa al-Nayrab di provinsi Idlib.

Tentara Suriah kemudian mengkonfirmasi bahwa mereka meninggalkan desa itu untuk waktu yang singkat karena adanya  serangan mendadak; Namun, menurut laporan terakhir , pasukan pemerintah telah merebut kembali desa al-Nayrab, dan mendorong mundur militan  yang terkait dengan organisasi teroris Jabhat al-Nusra *.

Ketegangan di Suriah utara mulai meningkat awal bulan ini setelah delapan warga Turki tewas dalam penembakan yang dilakukan oleh pasukan Suriah di salah satu pos pengamatan Turki di Idlib.

 

ERDOGAN : SURIAH AKAN MEMBAYAR MAHAL ATAS TEWASNYA  PRAJURITNYA DI IDLIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dalam konferensi pers pada hari ini Selasa 11/2 , bahwa pemerintah Suriah akan “membayar harga yang mahal” atas serangannya terhadap tentara Turki di Idlib.

Erdogan mengatakan, “Kami telah merespon serangan fihak Suriah dengan tingkat tertinggi.” “Kami melakukan hal yang sama di Idlib, dan kami tidak akan puas dengan itu, kami akan terus merespon” .

“Saya akan mengumumkan besok (Rabu) langkah-langkah yang akan kami ambil (mengenai Idlib),” tambah Presiden Turki Erdogan.

Turki mengklaim pada hari Senin bahwa angkatan bersenjata mereka menghancurkan ” 101 target militer Suriah” di provinsi Idlib, setelah beberapa prajurit mereka tewas dalam serangan oleh Tentara Arab Suriah (SAA) di dekat Taftanaz Airbase.

Sebuah sumber dari Tentara Suriah kemudian membantah ada kerugian atau kerusakan apa pun di Idlib, terlepas dari klaim Erdogan itu.

 

PASUKAN TURKI SALING SERANG DENGAN TENTARA SURIAH

Militan yang didukung Turki dan Tentara Arab Suriah (SAA) terus bertempur di sekitar Saraqib, Senin kemarin.

Kota ini belum lama  ini direbut kembali oleh pasukan pemerintah Suriah setelah lebih dari tujuh tahun di tangan militan.

Awan asap terlihat naik di kejauhan. Salah satu perwira SAA mengatakan pasukan Turki “mencoba menargetkan beberapa titik yang dikuasai SAA, tetapi di lapangan, faktanya  tidak ada militan atau tentara turki yang melanjutkan operasinya.”

Petugas itu menambahkan bahwa ” Erdogan yang jahat itu sedang mencoba untuk memompa semangat kelompok-kelompok teroris itu.”

 

PASUKAN SURIAH KEPUNG  POS PENGAMATAN TURKI PALING STRATEGIS DI IDLIB

Tentara Arab Suriah (SAA) mengklaim mereka telah menngepung pos pengamatan Turki di kota Saraqib dekat Idlib, kubu besar yang dikuasai militan di negara itu.

Cuplikan yang difilmkan pada hari Minggu menunjukkan slah satu pos pengamatan  dengan bendera Turki melambai di atas.

“Semua pos pengamatan Turki sepenuhnya telah deikepung oleh Tentara Arab Suriah,” kata seorang tentara Suriah.

“Pasukan Turki mencoba menarik diri dari Tell Toqan menuju Tavtanaz dan Bab Al-hawa”. Pos pengamatan itu dilaporkan dibangun pada 1 Februari, bersama dengan lima lainnya di dekat kota Saraqib.

Berdasarkan perjanjian Astana 2017 dan perjanjian Sochi 2018, Turki dapat membangun dan memelihara 12 pos pengamatan di wilayah yang dikuasai oposisi sebagai bagian dari proses demiliterisasi Idlib, tapi area sekitar pos itu sdh dikuasai kembali oleh pasukan Suriah.

SAA telah mengepung pos-pos pengamatan Turki itu sejak Agustus 2019 saat merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai militan.

 

UPDATE SALING SERANG PASUKAN SURIAH – TURKI DI IDLIB, TURKI KLAIM SERANG 115 TARGET

Image

Image

Senin kemarin. Kemenhan Turki  mengumumkan  bahwa pasukannya  telah menyerang 115 target militer pemerintah Suriah, dan  menghancurkan sejumlah 101 target.

“Menurut data awal, 115 target tentara pemerintah Suriah ditembakkan, dan 101 target terkena, termasuk tiga tank hancur dan satu helikopter jatuh. Operasi masih berlanjut,” kata kemenhan Turki  itu.

Lebih lanjut dikatakan  bahwa mereka akan membalas setiap serangan terhadap pasukannya, yang memiliki pos pengamatan di Suriah utara.

Perkembangan itu terjadi beberapa jam setelah Kemenhan  Turki mengeluarkan pernyataan, yang mengatakan bahwa pasukan pemerintah Suriah diduga menyerang salah satu pos militernya di Idlib, menewaskan lima tentara dan melukai lima lainnya.

Sebuah sumber dii militer Suriah telah membantah klaim Kementerian Pertahanan Turki  itu, dan mengatakan bahwa info “101 target telah hancur” tidak benar.

Foto-foto menunjukkan kehancuran peralatan tempur Turki oleh serangan militer Suriah

 

PESAWAT SU-35 RUSIA DIDUGA MENCEGAT PESAWAT F-16 TURKI YANG AKAN MASUK WILAYAH SURIAH

Sebuah pesawat Su-35 Rusia mencegat jet F-16 Turki di atas langit  Suriah utara beberapa hari yang lalu, publikasi China SOHU melaporkan minggu ini.

Menurut publikasi itu, pesawat Turki itu sedang berusaha mengawal pasukan daratnya mmenuju Suriah utara atau mereka mungkin akan menyerang pasukan Suriah SAA yang bergerak maju ke  Idlib dan Aleppo.

Artikel SOHO mengatakan pesawat Turki itu “mencoba untuk menyeberangi perbatasan Suriah dengan F-16” sebelum mereka dicegat oleh Su-35 Rusia di dekat provinsi Aleppo.

Diduga bahwa Angkatan Udara Rusia segera mengerahkan Su-35 dari Hmeimim Airbase selama insiden singkat itu.

“Su-35S Rusia  memblokir masuknya F-16 Turki ke wilayah udara Suriah, dan tidak membiarkan mereka melintasi perbatasan udara. Pilot Turki itu akhirnya dipaksa untuk pensiun,” tambah mereka.

Baik kemenhan Rusia maupun Kemenhan Turki tidak mengemontari  laporan ini.

 

PEMERINTAHAN TRUMP AJUKAN ANGGARAN $740M UNTUK MELAWAN PENGARUH RUSIA

U.S. one hundred dollar notes are seen in this picture illustration taken in Seoul February 7, 2011.

Pemerintah AS meminta dana lebih dari $ 700 juta untuk melawan pengaruh Rusia di seluruh dunia dalam sebuah proposal anggaran 2021 yang dirilis pada hari Senin.

“Pada tahun anggaran  2021 … untuk melawan pengaruh Rusia dengan Memperkuat sekutu AS, akan dialokasikan Anggaran  $ 0,7 miliar untuk memberi bantuan ke Eropa, Eurasia, dan Asia Tengah guna memajukan keamanan bersama; menjaga integritas teritorial sekutu AS; mendukung upaya negara-negara mitra untuk beralih dari peralatan militer Rusia, dan mengatasi kelemahan dalam ekonomi makro lingkungan yang ingin dieksploitasi oleh pemerintah Rusia, seperti ketergantungan pada energi dan perdagangan. “

Proposal anggaran itu juga mengalokasikan dana $ 24 juta untuk Pusat Keterlibatan Global gunak melawan dugaan propaganda dan disinformasi dari Rusia.

Pemerintahan  Trump meminta $ 4,8 triliun dalam rancangan anggarannya untuk tahun fiskal 2021, Trump mengalokasikan $740,5 miliar sendiri untuk anggaran pertahanan nasional. Sejumlah $ 20,3 miliar akan dialokasikan untuk memperkuat program rudal dan program pertahanan AS.

“Untuk melanjutkan pengembangan varian senjata Angkatan Darat, dialokasikan anggaran $ 3,2 miliar, ini $ 459 juta lebih besar dari yang ditetapkan tahun 2020, bagi  Angkatan Laut, dan Angkatan Udara,” kata pernyataan itu.

 

$ 205M untuk menuntaskan penggantian Kekuasaan di Venezuela

Pemerintahan Trump meminta $ 205 juta pada tahun fiskal 2021 untuk memfasilitasi penggantian penguasa di Venezuela.

“Guna mendukung Mitra AS dari belahan Barat: dialokasikan  $ 205 juta untuk mempercepat pergantian penguasa di Venezuela, termasuk pembangunan kembali lembaga-lembaga demokrasi, dan menangani kebutuhan kesehatan dan pertanian yang mendesak,” kata dokumen itu.

 

PASUKAN SURIAH REBUT AREA DI BARAT DAYA ALEPPO

Tentara Arab Suriah (SAA) terus  bergerak maju di pedesaan barat daya provinsi Aleppo, setalh pasukan Suriah  merebut lebih banyak lagi wilayah  dari militan.

Dengan dipimpin oleh Divisi Khusus ke25 , Tentara Suriah telah merebut kubu militant di Kafr Halab setelah pertempuran sengit dengan militan Hay’at Tahrir Al-Sham (HTS) dan Front Pembebasan Nasional (NLF) yang didukung Turki.

Kemajuan pasukan Suriah di Kafr Halab ini terjadi hanya beberapa jam setelah Tentara Arab Suriah merebut dua kota di timur Kafr Halab.

Sebelumnya hari ini, militan mengumumkan dimulainya operasi militer baru untuk merebut kota strategis Saraqib di Idlib timur laut. Namun sebuah sumber dari Tentara Suriah mengatakan para jihadis hanya melakukan penembakan senjata berat dari jarak jauh , dan anggota  militan tidak menyerbu pertahanan mereka.

 

UPDATE SALING SERANG PASUKAN SURIAH DAN PASUKAN TURKI DI IDLIB

A Turkish military convoy of tanks and armoured vehicles passes through the Syrian town of Dana, east of the Turkish-Syrian border in the northwestern Syrian Idlib province, on February 2, 2020.

Kemenhan Turki mengeluarkan pernyataan pada hari ini Senin 10/2, yang mengatakan bahwa pasukan pemerintah Suriah diduga menyerang pos militernya di daerah Taftanaz di Provinsi Idlib Suriah, dan menewaskan lima tentara, sementara juga melukai lima lainnya.

Seorang perwakilan kepresidenan Turki Fahrettin Altun telah mengkonfirmasi bahwa Turki telah membalas serangan itu.

“Turki telah membalas serangan itu, dengan menyasar target musuh dan membalas pasukan kami yang tewas. Penjahat perangnya  yang memerintahkan serangan keji hari ini, yang tidak hanya menarget Turki tapi juga seluruh komunitas internasional. Angkatan Bersenjata Turki yang tanpa lelah melayani tujuan perdamaian dan stabilitas di seluruh dunia, akan terus menghancurkan siapa pun yang berani menyerang bendera kita, ini untuk meyakinkan sekutu-sekutu kita, dan untuk menakut-nakuti musuh kita, ” kata  Altun menulis di Twitternya.

Insiden ini pertama kali dilaporkan oleh kantor berita Reuters yang mengutip pejabat Turki yang tidak disebutkan namanya. Namun, pemerintah Suriah belum mengomentari klaim tersebut.

Seminggu yang lalu, delapan warga negara Turki tewas setelah pasukan pemerintah Suriah menembaki sebuah pos pengamatan Turki di Idlib.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa 76 prajurit Suriah telah menjadi korban pembalasan Turki. Kepala negara Turki itu juga mengatakan bahwa dia telah meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menjelaskan kepada Damaskus bahwa Tentara Suriah harus menghentikan ofensifnya di Idlib dan menarik diri dari pos pengamatan Turki.

Beberapa hari setelah insiden itu, media melaporkan bahwa Turki sedang memperkuat pasukannya di wilayah Idlib, dimana konvoi sebanyak 150 truk yang membawa pasukan pasukan khusus Turki, peralatan militer dan amunisi terlihat di perbatasan Turki-Suriah di provinsi Hatay.

 

RUSIA : KEBERADAAN PASUKAN AS DISURIAH MENGHAMBAT PEMBICARAAN DAMAI ANTAR SURIAH DAN KURDI 

Duta Besar Rusia untuk Suriah Alexander Yevimov, mengatakan pada hari Senin bahwa kehadiran pasukan AS di tepi timur Sungai Eufrat dan wilayah Al-Tanf menghalangi dialog antara Damaskus dan Dewan Demokratik Suriah (SDC), dan karenanya  ini menyebabkan dialog tidak bisa menuju  ke arah positif.

Yevimov mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Sputnik Arab: bahwa “Mengenai Kurdi secara khusus,  hanya ada perbedaan tipis, bahwa gagasan dialog dengan mereka, sejauh yang kita bisa mengerti, tidak ditolak oleh pemerintahan Suriah, bahwa  akhirnya mereka akan menjadi warga  Suriah.

Namun, ada pengaruh faktor eksternal. Pertama dan terutama adalah dari AS, yang terlepas dari semua pernyataan sebelumnya dari Washington, dan aturan dan prinsip-prinsip hukum internasional, tapi AS  masih mempertahankan keberadaannya pasukannya yang  ilegal di tepi timur Sungai Eufrat, serta wilayah Al-Tanf.

Duta Besar Rusia itu menekankan bahwa “dialog antara Damaskus dan Kurdi berlanjut dengan satu atau cara yang lain, tetapi belum mengarah pada hasil positif karena situasi yang ada saat ini.

Kami berangkat dari keyakinan bahwa keadaan akan membaik jika kedaulatan Suriah atas timur laut Suriah dan Eufrat dipulihkan, dan semua pasukan asing harus ditarik dari sana.

“Dalam konteks terkait, sumber informasi Suriah menyangkal kemungkinan dilakuakan tindakan bersama terhadap” Unit Perlindungan Rakyat Kurdi ” YPG, dan menekankan bahwa pembicaraan tripartit (Rusia-Suriah-Turki) baru-baru ini masih terbatas pada penarikan pasukan Turki dari semua wilayah  Suriah.

 

TENTARA SURIAH DIDUGA MENYERANG PASUKAN TURKI DI IDLIB

Sebuah dugaan adanya  serangan oleh Tentara Arab Suriah (SAA) di kota Taftanaz di Idlib utara menewaskan sedikitnya lima personil militer Turki dan melukai beberapa orang  lainnya.

Menurut laporan oposisi , Tentara Suriah kemungkinan menewaskan personil militer Turki ini dengan serangan udara atau artileri.

Laporan itu mengatakan serangan militer Suriah diduga menyasar Pangkalan udara Taftanaz , di mana beberapa personil militer Turki saat ini dikerahkan disana.

Sejak adanya laporan serangan ini, helikopter militer Turki terlihat terbang di atas Taftanaz Airbase. Helikopter diduga membawa korban tentara Turki.

Klaim adanya serangan ini muncul seminggu setelah Presiden  Erdogan mengumumkan bahwa militernya  telah  menyerang setidaknya 40 target Tentara Arab Suriah di Idlib, ‘menetralkan’ (menewaskan) 30 hingga 35 tentara Arab Suriah SAA.

 

VIDEO : MILITAN DI IDLIB BERSIAP SERANG TENTARA SURIAH DENGAN PERANGKAT MILITER DARI TURKI

Sebuah video yang beredar diMedsos timteng menampilkan apa yang mereka sebut militan di Idlib yang sedang bersiap menyerang tentara Suriah dengan latar belakang kendaraan militer yang baru saja didapat dari Turki.

 

IRAN AKAN TINJAU ULANG KEIKUTSERTAANNYA DALAM PERJANJIAN NON PROLIFERASI NUKLIR 

FILE PHOTO: A view of the water nuclear reactor at Arak, Iran December 23, 2019

Iran akan mengkaji ulang keikutsertaannya dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) jika Barat (AS) melanjutkan  tekanannya kepada Iran, duta besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali mengatakan dalam konferensi pers , Senin .

“Seperti yang Anda tahu, parlemen Iran baru-baru ini telah membahas soal kemungkinan Iran meninggalkan perjanjian NPT. Itulah sebabnya, tentu saja jika Iran, Parlemen Iran, dan pemerintah melihat bahwa tekanan barat terus berlanjut, maka Parlemen iran harus membuat keputusan yang berbeda”, kata Jalali.

Namun, Dubes Iran itu  menambahkan bahwa Teheran tetap berkomitmen kepada perjanjian NPT dan juga tidak memiliki rencana untuk keluar dari JCPOA. “Sejauh menyangkut JCPOA, Iran masih menjadi peserta dalam perjanjian ini, dan memiliki kepatuhan dalam kesepakatan ini … Lima langkah yang telah kami buat,  kami selalu mengatakan bahwa kesepakatan itu bisa dibalik … sampai hari ini, kami tidak memiliki niat untuk keluar dari JCPOA “, kata Jalali.

Bulan lalu, Parlemen Iran mengajukan mosi agar negara itu keluar dari NPT, menyusul pengumuman Menlu Iran Mohammad Javad Zarif bahwa Iran akan meninggalkan perjanjian itu  jika masalah nuklirnya dirujuk ke Dewan Keamanan PBB.

Pernyataan  Zarif itu dikeluarkan sebagai tanggapan terhadap keputusan  dibuat oleh Jerman, Perancis dan Inggris untuk meluncurkan Mekanisme Penyelesaian Sengketa dalam Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Perkembangan tersebut mengikuti pengumuman Iran yang akan menurunkan tingkat kepatuhannya kepada perjanjian JCPOA, di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS terkait pembunuhan komandan militer Iran Qasem Soleimani pada awal Januari lalu.

 

TURKI AKAN TERAPKAN PLAN B DAN C JIKA SURIAH TERUS SERANG TERORIS DI IDLIB

Turkish forces build military base in Syria’s Idlib as govt. forces advance: Report

Turki mengatakan, jika kesepakatan dengan Rusia dilanggar maka Turki  akan mengubah taktiknya di provinsi Idlib di Suriah barat laut, dimana  operasi anti-teror yang intensif sedang dilakukan oleh tentara Suriah terhadap militan yang didukung asing.

Menhan Turki Hulusi Akar mengatakan, dalam sebuah wawancara dengan harian Hurriyet bahwa Ankara telah membuat rencana alternatif lain untuk provinsi Idlib jika kesepakatan yang dicapai dengan Rusia terus dilanggar.

Berdasarkan kesepakatan 2018 dengan Rusia, Turki akan mendirikan 12 pos pengamatan di Idlib, tetapi sumber-sumber keamanan Turki mengatakan minggu ini bahwa tiga dari pos itu sekarang dikepung oleh pasukan pemerintah Suriah.

“Jika perjanjian itu terus dilanggar, maka kami memiliki Rencana B dan Rencana C,”.  “Kami pada setiap kesempatan kami mengatakan bahwa jangan  memaksa kami, jika  tidak maka kami sudah punya rencana B dan Rencana C”. Kata Hulusi Akar.

Menhan Turki memperingatkan bahwa “Jika pasukan Suriah tidak ditarik pada akhir Februari, maka kami akan mengambil tindakan.” Akar mengklaim bahwa “Tujuan utama kami adalah untuk mencegah migrasi dan tragedi kemanusiaan.

Kami sedang berupaya untuk membuat gencatan senjata sesegera mungkin dan menghentikan pertumpahan darah.”

Sejak Jumat lalu, Ankara telah mengirim ratusan kendaraan militer ke provinsi Idlib, setelah pasukan pemerintah Suriah mengambil alih sebuah kota strategis yang dekat dengan ibukota provinsi Idlib.

Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan 1.240 kendaraan militer Turki telah menyeberang ke Idlib pada pekan lalu, bersama dengan 5.000 tentara. Idlib adalah kantong terakhir teroris yang didukung asing yang berjuang menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

 

TURKI KIRIM TAMBAHAN PERALATAN TEMPUR KE IDLIB

Konvoi Kendaraan tempur militer Turki dilaporkan melintasi perbatasan dengan Suriah pada hari Minggu dan memasuki provinsi Idlib, Sky News Arabia melaporkan.

Kemajuan cepat tentara Suriah di wilayah selatan Idlib telah membuat marah Turki, yang mendukung militan yang berperang melawan pasukan pemerintah.

Menurut laporan itu, konvoi itu terdiri dari tank, kendaraan lapis baja dan kendaraan yang membawa amunisi.

Saluran TV Al Mayadeen melaporkan bahwa para anggota militan bersenjata di Idlib dan Aleppo mulai memindahkan anggota keluarga mereka ke Afrin, yang terletak di utara provinsi  Aleppo di dekat perbatasan dengan Turki.

Mingu lalu,  TV Al Mayadeen melaporkan  bahwa 195 buah peralatan militer Turki, termasuk kendaraan lapis baja dan tank serta truk yang mengangkut amunisi telah melintasi perbatasan dengan Suriah pada 2 Februari. Pada hari Senin, konvoi militer Turki lain dikerahkan menuju ke Idlib.

 

PASUKAN SURIAH MAKIN BANYAK MEREBUT KOTA – KOTA DI ALEPPO

Sore ini, Tentara Arab Suriah (SAA) telah merebut lebih banyak area di provinsi Aleppo, setelah kelompok-kelompok militan menarik diri  dari beberapa daerah dekat Aleppo-Damascus Highway (M-5).

Menurut sumber militer, Divisi Pasukan Misi Khusus ke-25 Angkatan Darat Suriah merebut setidaknya tiga kota dari militan setelah pertempuran singkat di sepanjang poros provinsi Aleppo-Idlib.

Sumber itu mengatakan Tentara Suriah berhasil merebut kota-kota Al-Zurbah, Al-Barqoum, dan Al-Salihiyah dari para militan, dan membuat  pasukan Suriah bisa menempati posisi baru di sepanjang Aleppo-Damascus Highway.

Ditambahkan bahwa Tentara Suriah masih bergerak di Aleppo selatan dan harus merebut lebih banyak wilayah dari militant Hayat Tahrir Al-Sham (HTS) dan sekutu mereka dalam beberapa jam mendatang.

Para militan telah mundur secara  maraton dari provinsi Idlib dan Aleppo  dalam tiga minggu terakhir, hal ini mengakibatkan militan kehilangan beberapa area penting seperti kota Ma’arat Al-Nu’man dan Saraqib.

 

RUSIA LAKUKAN LATIHAN FORMASI TEMPUR DENGAN RUDAL CANGGIH ANTAR BENUA ‘YARS’

Lebih dari 2.500 tentara Rusia  terlibat dalam latihan taktis yang melibatkan sistem rudal balistik antar benua mobile (ICBM) Yars dalam formasi  Novosibirsk, Kemehan Rusia menyatakan.

“Sistem rudal mobile-road Yars melakukan patroli tempur, sebagai bagian dari latihan taktis. Perhatian khusus diberikan untuk melawan serangan udara dan memukul mundur kelompok-kelompok penyusup dan pengintai,” kata kemenhan Rusia.

RS-24 Yars adalah sistem rudal antar benua strategis  yang terdiri dari rudal balistik antar benua dengan pengangkut  berbasis mobile atau silo dengan hulu ledak MIRVed (beberapa Target bisa disasar secara terpisah).  

Rudal balistik antar benua Yars  generasi ke-5 ini diklaim tidak dapat dicegat oleh sistem pertahanan rudal yang ada saat ini,  

ICBM ini dikembangkan oleh Institut Teknologi Termal Moskow di bawah pengawasan beberapa Aademi Ilmu Pengetahuan Rusia. Rudal Yars adalah hasil modifikasi dari sistem rudal Topol-M.

 

RUSIA DAN TURKI ADAKAN PERTEMUAN MEMBAHAS SITUASI DI IDLIB

Delegasi Rusia mengadakan pembicaraan dengan Turki di Ankara pada hari Sabtu,  TV Turki Haberturk mengatakan pada hari Sabtu.

Menurut saluran itu, pembicaraan berfokus pada situasi di zona eskalasi Idlib Suriah, dan dilakukan secara tertutup diKantor Kemenlu Turki selama  tiga jam. Menurut channel NTV, Wamenlu Turki  Sedat Onal memimpin delegasi Turki dan Wamenlu Rusia Sergei Vershinin memimpin delegasi Rusia.

 Turki sekali lagi “menyuarakan harapan bahwa gencatan senjata akan dicapai di kawasan itu dan bahwa tentara Suriah akan mundur ke perbatasan yang diisyaratkan dalam perjanjian Sochi”, dan Turki memperingatkan bahwa jika tidak, pasukannya “akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. “

Selain itu, Ankara menyatakan bahwa pihaknya bertekad untuk menanggapi segala bentuk serangan terhadap pos-pos pengamatan dan pasukannya.

Situasi yang memburuk di Idlib telah mendorong dilakukan pembicaraan antara Rusia dan Turki. Kemenlu Rusia sebelumnya mengatakan, bahwa militer Rusia dan Turki sekali lagi berusaha melakukan gencatan senjata, tetapi para teroris malah  meningkatkan serangan mereka. Akibatnya, ada komandan militer Rusia dan Turki yang terbunuh.

Idlib adalah satu-satunya wilayah Suriah yang masih  dikuasai  oleh kelompok-kelompok bersenjata ilegal sejak 2012. Zona de-eskalasi didirikan di Idlib utara pada tahun 2017 untuk memberikan perlindungan kepada para militan yang menolak menyerahkan senjata di Ghouta Timur dan wilayah selatan Suriah.

 

UNTUK YANG KEDUA KALINYA MILITER TURKI TIDAK MAU BERGABUNG DALAM PATROLI BERSAMA DENGAN MILITER RUSIA

Turkish armoured vehicles on Friday drove through country roads across the border to join the Russians [Kemal Aslan/Reuters]

Militer Turki di Suriah kembali tidak bergabung dalam misi patrol bersama dengan militer Rusia untuk kedua kalinya minggu ini. Akhirnya patrol itu hanya dilakukan oleh polisi militer Rusia, MayJend. Yuri Borenkov, kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah mengatakan pada hari Kamis.

“Ketika pihak Turki tidak datang untuk melakukan patroli bersama, maka unit-unit polisi militer Rusia  melakukan patrol sendiri  diprovinsi Al-Hasakah,” katanya.

Patroli itu harusnya  dilakukan “sesuai dengan rencana yang disetujui, tanpa insiden,” kata jenderal itu. Selain itu, helikopter Rusia melakukan misi patroli udara di sepanjang dua rute.

Dalam 24 jam terakhir, militant telah  melanggar gencatan senjata di zona eskalasi Idlib sebanyak  31 kali, mereka menembaki wilayah Latakia, Idlib dan Hama.

Sebelum itu pada 3 feb lalu, militer Turki juga tidak datang untuk bergabung dalam misi patroli bersama  dengan alasan adanya  insiden didengan tentara Suriah di Idlib, ketika posisi pasukan Turki di daerah Saraqib mendapat serangan dari tentara Suriah yang menewaskan lima orang, yang kemudian dibalas oleh Turki dengan serangan jet dan artileri terhadap 40 sasaran di Idlib.

 

VIDEO KETIKA TENTARA SURIAH MEMASUKI KOTA STRATEGIS SARAQIB 

Tentara Arab Suriah (SAA) mulai memasuki kota strategis Saraqib sejak hari Kamis minggu lalu, setelah dilakukan beberapa hari serangan militer yang panjang di pedesaan timur Idlib.

Rekaman menunjukkan konvoi pasukan, tank dan kendaraan lain yang berpatroli di daerah tersebut. Pasukan SAA mengepung kota itu setelah pasukan militan dilaporkan mundur melalui jalan terakhir yang masih dibiarkan terbuka.

“Kami terus menuju kota Sarmin dan menuju pembebasan semua wilayah Republik Arab Suriah,” kata seorang perwira Angkatan Darat Suriah.

 

DUA VIDEO YANG KELIHATANNYA KONTRANDIKSI

Dua video yang diupload pada hari yang sama ini kelihatannya kontradiksi, Video yang pertama diupload oleh MMS AS yaitu VOA News yang menunjukkan konvoi Militer Turki yang sedang mengirim peralatan tempur tambahan yang sedang memasuki provinsi Idlib.

Video kedua diUpload oleh Al-Debaran314 yang menunjukkan  konvoi Militer Turki yang meninggalkan Pos pengawasan Turki di Al-Tourqan di provinsi Idlib.

Perbedaannya adalah, Saat memasuki Idlib, kendaraan-kendaraan pengangkut itu penuh dengan muatan peralatan tempur. Tapi saat meninggalkan Idlib, kendaraan-kendaraan  pengangkut itu telah kosong.

Kemungkinan pertama adalah, Turki sedang sibuk menumpuk kekuatan tempur di Idlib, meski sampai sekarang pasukan Turki belum pernah mendahului serangan langsung ke Pasukan Suriah.   

Kemungkinan kedua dan mungkin yang lebih besar adalah, peralatan tempur itu  telah diserahkan kepada para militan dukungan Turki.

 

TENTARA SURIAH BERHASIL KUASAI JALAN RAYA ALEPPO – DAMASKUS (M5)

Tentara Arab Suriah (SAA) tetap maju masuk ke dalam wilayah selatan provinsi Aleppo setelah sebelumnya sukses di timur laut kota Saraqib.

Menurut laporan terbaru dari front Aleppo, Tentara Arab Suriah telah merebut sejumlah titik malam ini, termasuk beberapa situs di sepanjang jalan Raya Aleppo-Damascus (M-5).

Kemajuan Tentara Arab Suriah menyebabkan  pasukan mereka bisa menyeberangi Jalan Raya Aleppo-Damaskus dan mulai memasuki pedesaan barat daya provinsi  Aleppo untuk pertama kalinya sejak 2013.

Dengan kemajuan ini, Tentara Arab Suriah  kemungkinan akan segera bisa membersihkan titik-titik militan  yang tersisa di sepanjang Jalan Raya Aleppo-Damaskus untuk membuka kembali jalan raya penting yang menghubungkan Suriah selatan dan utara itu.

 

JENDRAL RUSIA TENTANG TAKTIK KOTOR SERANGAN RUDAL ISRAEL KE SURIAH

Mantan komandan Angkatan Udara Rusia LetJend.Valery Gorbenko, mengatakan bahwa, Sudah biasa  Israel melakukan serangan udara keSuriah dengan bersembunyi di belakang pesawat terbang sipil untuk mencegah militer Suriah melakukan pertahanan udara secara efektif.

Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan mengenai serangan rudal Israel Kamis pagi yang menargetkan fasilitas militer di Damaskus dan barat daya Suriah, jubir Kemenhan Rusia Mayjen Igor Konashenkov memberikan perincian tentang serangan itu, dia mengkonfirmasikan bahwa serangan itu dilakukan oleh empat Pesawat F-16 Israel.

Menurut Konashenkov, pada saat serangan Israel, sebuah pesawat  Airbus A320 dengan 172 penumpang sedang mendekati landasan untuk mendarat di Bandara Internasional Damaskus, dan kemudian harus dialihkan ke landasan militer Rusia Hmeymim Airbase di Latakia untuk mencegah kemungkinan tertembak secara tak sengaja oleh pertahanan udara Suriah.

Letjen Gorbenko menyebut, “Militer Israel telah mengadopsi taktik bersembunyi di balik pesawat sipil.”. “Taktik ini membuat serangan Israel terhadap target diSuriah menjadi lebih leluasa, karena dengan demikian akan sangat membatasi tindakan pertahanan udara Suriah, karena  takut malah menembak jatuh pesawat penumpang sipil.

Menurut Gorbenko, aspek moral dari penggunaan taktik semacam itu dipertanyakan,  Israel bisa memilih waktu untuk mengatur  serangan itu, ini jelas bukan  suatu kebetulan. “Israel mengetahui  jadwal penerbangan reguler di wilayah tersebut, dan bisa menunda serangan” jika mereka mau, katanya.

 

UPDATE WABAH VIRUS CORONA DI CHINA, 719 ORANG TELAH TEWAS

 Police officers wearing masks check the boot of a car for smuggled wild animals following the outbreak of a new coronavirus, at an expressway toll station on the eve of the Chinese Lunar New Year celebrations, in Xianning, a city bordering Wuhan to the north, Hubei province, China January 24, 2020.

Jumlah orang yang telah meninggal akibat virus corona novel di provinsi Hubei China telah mencapai 699, dan lebih dari 24.000 telah terinfeksi, kata komite kesehatan regional dalam sebuah pernyataan.

Sehingga, total  kematian akibat coronavirus di China hari ini jumat 7/2 mencapai 719 orang, dimana ada 2.841 kasus baru telah dicatat hari Jumat, termasuk 1.985 kasus di Wuhan.  Sementara lebih dari 1.100 orang dinyatakan sembuh dan dikeluarkan dari rumah sakit.

“Pada pukul 24:00 tanggal 7 Februari, di Provinsi Hubei telah melaporkan terjadinya 24.953 kasus baru  infeksi coronavirus , termasuk 13.603 kasus di Wuhan.

Saat ini, ada 19.835 orang yang masih dirawat di rumah sakit, sementara ada 67.802 orang masih menjalani perawatan dan pengamatan medis “, kata pernyataan itu.

Sebelumnya, 618 kematian dilaporkan di provinsi Hubei dan 636 di seluruh daratan Cina. Di luar Cina, kasus coronavirus telah tercatat ada di lebih dari 20 negara, dengan setidaknya satu kasus meninggal di Filipina.

 

PASUKAN SURIAH BERUSAHA MENGEPUNG POS PENGAMATAN TURKI DI ALEPPO

Tentara Arab Suriah (SAA) berusaha mengepung pos pengamatan Turki yang terletak di puncak bukit strategis Tal Al-‘Eis, sumber dari militer Suriah mengatakan kepada Al-Masdar News malam ini.

Menurut sumber militer itu, Tentara Arab Suriah berusaha untuk mengepung pos pengamatan Turki di Tal Al–Eis, ketika mereka telah merebut daerah yang tersisa yang  masih dikuasai militan  di timur jalan Raya Aleppo-Damascus Highway (M-5).

Ditambahkan bahwa Divisi Pasukan Misi Khusus ke-25 Tentara Arab Suriah telah merebut selusin kota dan desa dalam tiga jam terakhir, termasuk Universitas Ebla di utara Saraqib.

Militer Turki belum lama ini mengerahkan ratusan kendaraan militer dan personel ke provinsi Idlib untuk mencegah tentara Arab Suriah maju lebih jauh di barat laut Suriah.

Beberapa aktivis oposisi mengklaim Militer Turki bersiap untuk melancarkan serangan  untuk mengusir Tentara Suriah dari daerah-daerah ini, Namun belum ada yang mengkonfirmasi info ini.

 

PASUKAN SURIAH TERUS BERGERAK KE JALAN RAYA M5 ALEPPO – DAMASKUS

Divisi Pasukan Misi Khusus ke-25 Angkatan Darat Suriah telah merambah di pedesaan Idlib, merebut beberapa daerah yang sebelumnya di bawah penguasaan kelompok Hayat Tahrir Al-Sham (HTS) dan sekutu mereka.

Baru-baru ini, Tentara Suriah telah bergerak memasuki provinsi Aleppo dari provinsi tetangganya Idlib setelah berhasil merebut kota strategis Saraqib.

Tentara Arab Suriah (SAA) telah mendekati  bagian timur Jalan Raya Aleppo-Damaskus (M-5) setelah merebut lebih banyak area di Aleppo selatan malam ini.

Menurut laporan lapangan terbaru dari Aleppo selatan, Tentara Arab Suriah, bersama dengan Pengawal Republik dan Pasukan Pertahanan Lokal (LDF), merebut kota-kota Zeitan dan Burnah setelah pertempuran sengit dengan militan Hay’at Tahrir Al-Sham (HTS) dan Partai Islam Turkestan (TIP).

Mala ini Tentara Suriah akan berusaha merebut  lima kota lain dari,  setelah bergerak maju  lebih dari satu aksis di pedesaan selatan dari provinsi Aleppo.

Tentara Suriah sedang berupaya merebut area terakhir yang masih dikuasai militan di timur Jalan Raya Aleppo-Damaskus. Jika mereka berhasil, mereka dapat mulai mendesak  kearah barat jalan raya sehingga mereka akhirnya dapat membuka kembali jalan utama  yang menghubungkan Suriah selatan dan utara itu.

 

UPDATE KEMAJUAN PASUKAN SURIAH DARI ALEPPO SELATAN

Malam ini tidak lagi ditemukan militan diprovinsi Aleppo bagian selatan, ketika Tentara Arab Suriah (SAA) dilaporkan berhasil menguasai empat kota lagi.

Menurut laporan  terbaru dari pedesaan timur Idlib, Tentara Suriah berhasil merebut kota Tal Al-Tabriz, Al-Ajaz, Al-Thuriyeh, dan Al-Daheriyeh setelah mendesak kearah timur laut kota Saraqib yang baru saja direbut.

Laporan itu menambahkan bahwa Divisi Pasukan Misi Khusus ke-25 Angkatan Darat Suriah bisa menguasai daerah-daerah ini dengan relatif mudah, karena hanya ada sedikit perlawanan dari para militan yang  menguasai daerah ini.

Kemajuan terbaru ini terjadi hanya satu jam setelah Tentara Suriah merebut lima kota di sepanjang aksis Idlib-Aleppo di Suriah utara.

 

TURKI TIDAK TERIMA PASUKAN SURIAH REBUT KEMBALI KOTA SARAQIB

Dalam konferensi pers  Menlu Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada hari Kamis, bahwa Turki  akan memberikan respons yang keras terhadap bentrokan yang sedang berlangsung di Suriah (antara pasukan Suriah Vs Militan), yang disalahkan  oleh Turki kepada Suriah.

“Kesabaran kami juga ada batasnya. Jika serangan oleh pemerintah Suriah berlanjut, kami tidak akan tinggal diam, respons kami akan keras, ” kata Menlu Turki itu.

Sebelumnya, Cavusoglu mencatat bahwa Turki terus menerapkan upaya bersama dengan Rusia untuk mengurangi ketegangan di Idlib Suriah. Dia menambahkan bahwa Ankara dan Moskow ingin membangun gencatan senjata permanen, dan memberikan peluang bagi regulasi politik yang stabil.

Pada 5 Februari lalu, pasukan pemerintah Suriah telah  memasuki kota Saraqib, pos terdepan dari kelompok teroris Jabhat al-Nusra di provinsi Idlib.

Pasukan pemerintah Suriah sebelumnya mengepung pos musuh dari tiga sisi, untuk menghalangi jalur pasokannya. Komando militer Suriah mengeluarkan ultimatum kepada militan agar mereka meletakkan senjata atau meninggalkan kota demi kehidupan warga sipil.

Idlib adalah satu-satunya wilayah Suriah yang  masih dikuasai oleh kelompok-kelompok bersenjata ilegal sejak 2012.  Zona de-eskalasi utara dibentuk di Idlib pada tahun 2017 untuk para miltan yang menolak menyerahkan senjata di Ghouta Timur dan wilayah selatan Suriah. Tentara Turki memiliki 12 pos pengamatan di provinsi Idlib  di Suriah.

 

PASUKAN SURIAH BERHASIL KUASAI KOTA SARAQIB

Pada kamis malam tadi, Tentara Arab Suriah (SAA) berhasil merebut kota strategis Saraqib setelah para miltan yang tersisa  menarik diri dari daerah itu melalui jalan  terakhir yang masih terbuka.

Menurut laporan, para militant  telah meninggalkan  Saraqib sesaat sebelum pengepungan kota itu oleh Divisi Pasukan Misi Khusus ke-25 Angkatan Darat Suriah.

Gerak maju tentara Suriah menuju Saraqib hanya berlangsung seminggu setelah Tentara Arab Suriah merebut kota strategis Ma’arat Al-Nu’man, yang terletak di sepanjang Jalan Raya Aleppo-Damascus  (M-5).

Saraqib adalah salah satu kota paling penting di wilayah barat laut Suriah, karena lokasinya berada disepanjang dua jalan raya utama: Aleppo-Damascus dan (M5) dan  Jalan Raya Aleppo-Hasakah (M-4).

Dengan direbutnya kota Saraqib, Tentara Arab Suriah sekarang dapat mulai bekerja untuk merebut daerah yang masih dikuasai kelompok  Hayat Tahrir Al-Sham (HTS) dan sekutu mereka yang ada diantara provinsi Aleppo dan Idlib.

 

VIDEO : PERTAHANAN RUDAL SURIAH CEGAT BEBERAPA RUDAL YANG MENYERANG DAMASKUS

Kantor berita resmi Suriah SANA telah merilis rekaman yang menunjukkan pertahanan udara Suriah yang menghadang  serangan rudal yang mengarah ke Damaskus.

Dalam video itu,  terlihat ledakan dilangit saat anti rudal Suriah berhasil menembakkan rudal-rudal yang datang itu dengan menggunakan rudal darat ke udara 9М317 dari sistem pertahanan SAM Buk-M2E.

Menurut SANA, serangan itu dilakukan dari wilayah Dataran Tinggi Golan, dicatat bahwa militer Suriah berhasil mencegat “sejumlah target musuh.”

Info yang beredar di Medsos Timteng menyebut bahwa serangan itu seperti biasa dilakukan oleh Israel.untuk menarget  Brigade ke 91, Division 1 di  area Al Kiswah , Brigade ke 75 dekat desa Al-Muqaylabiyah, Pusat riset Ilmiah di Jamaria, dan Basis militer Mezzeh.

Delapan tentara terluka dan beberapa kerusakan material disebabkan oleh serangan udara Israel pada Kamis pagi di kota Damaskus dan kota-kota Suriah lainnya, kata sumber militer Suriah.

Media pemerintah mengatakan pertahanan udara berhasil menjatuhkan hampir semua  rudal yang masuk sebelum mereka mencapai target.

Menurut sumber itu, pesawat tempur Israel melakukan dua gelombang serangan. Yang pertama terjadi pada pukul 1:12 kamis waktu setempat, dan menargetkan fasilitas militer di sekitar Damaskus. Gelombang kedua dilakukan pada jam 1:41 pagi, dan menargetkan posisi di Daraa dan Kuneitra di Suriah selatan.

 

PASUKAN SURIAH HAMPIR MENGUASAI KOTA STRATEGIS SARAQIB

Tentara Arab Suriah (SAA) hampir bisa merebut kota strategis Saraqib karena kini  posisinya hampir mengelilingi seluruh wilayah kota itu.

Menurut sumber lapangan, Tentara Suriah telah menrebut beberapa daerah terakhir di sekitar sisi barat dan timur Saraqib, dan hanya menyisakan satu jalan dari kota sebagai jalan keluar bagi para  miltan.

Tentara Arab Suriah sekarang menyerang posisi  terakhir militan di dalam kota Saraqib untuk memaksa mereka keluar dari kota.

Tentara Suriah kehilangan penguasaan atas kota Saraqib ketika terjadi serangan besar  dari Tentara pembebasan Suriah  (FSA) pada 2012. Sejak itu, kota itu tetap menjadi benteng utama bagi militan yang didukung Turki dan sekutu  mereka di provinsi Idlib.

Bagi Tentara Suriah, penguasaan kembali kota  Saraqib sangat penting karena ada dua jalan raya utama yang melewati kota itu.

 

PASUKAN SURIAH TERUS MENGGEMPUR IDLIB SETELAH MILITAN MENOLAK MENYERAHKAN DIRI

Tentara Arab Suriah (SAA) berhasil merebut beberapa kota di pedesaan timur Kegubernuran Idlib pada hari Rabu, menyusul penolakan militan untuk meletakkan senjata di wilayah tersebut.

Tentara  Suriah yang dipimpin Korps ke-5 melanjutkan desakan  mereka kearah barat menuju kota strategis Saraqib pada hari Rabu, mereka berhasil merebut setidaknya beberapa kota-kota dari kelompok Hay’at Tahrir Al-Sham (HTS) dan sekutunya kelompok Front pembebasan Nasional NLF yang didukungi Turki.

Menurut laporan dari Idlib, Pasukan  Suriah berhasil merebut kota-kota Zamar, Jazraya, Uthmaniyah Al-Kabeerah, Islameen, dan Abu Al-Khashah yang ada di sebelah timur Saraqib.

Kemajuan Korps ke-5 ini terjadi hanya sehari setelah mereka melanjutkan serangan mereka di dekat kota penting Abu Jarif, yang berada di pedesaan timur provinsi Idlib.

 

ERDOGAN ANCAM SURIAH AGAR MENARIK PASUKANNYA DARI SEKITAR POS-POS PENGAMATAN TURKI DI IDLIB

Image result for idlib map"

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari ini Rabu 5/1 bahwa perjanjian yang terkait dengan Idlib Suriah dan Timur Sungai Efrat sudah tidak berfungsi. Dia memperingatkan bahwa Turki akan menanggapi kemungkinan gagalnya Militer Suriah untuk menarik pasukannya yang ada disekitar pos pengamatan Turki.

 “Saat ini, dua dari 12 pos pengamatan kami yang berada di belakang garis pertahanan pasukan Suriah. Kami berharap Suriah akan menarik diri dari pos pengamatan kami sebelum akhir bulan Februari. Jika pasukan mereka tidak mundur, maka Turki akan terpaksa  untuk menangani dengan cara sendiri, ” Erdogan memperingatkan.

Erdogan menambahkan bahwa belum mana ini dia telah melakukan pembicaraan  telepon ini dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan mereka telah sepakat bahwa pasukan militer Rusia dan Turki akan tetap saling kontak.

Pernyataan Erdogan itu dikeluarkan setelah Putin dan Erdogan berbicara melalui telepon pada hari Selasa untuk membahas adanya serangan baru-baru ini terhadap militer Turki di provinsi Idlib, serta situasi di Libya dan hubungan bilateral kedua negara.

Menurut presiden Turki itu, “pengerahan pasukan Turki ke wilayah Suriah tersebut adalah  untuk mencegah konflik di Idlib”,  yang situasinya membahayakan upaya bersama untuk menjaga perdamaian di Suriah.

“Presiden Turki  menekankan bahwa Turki akan terus menggunakan haknya untuk melindungi diri dari serangan semacam itu, dengan cara yang paling tegas” kata pegawai kepresidenan Turki dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya Erdogan menyebut perkembangan di provinsi Idlib Suriah saat ini sudah  “tidak terkendali”. Dia menyebut sekitar satu juta pengungsi dari Idlib mulai bergerak menuju perbatasan Turki – Suriah, dan dia mengklaim bahwa ini adalah akibatl dari serangan Damaskus di Idlib. Dia menambahkan bahwa akan sulit bagi Turki untuk menerima begitu banyak pengungsi

 

VIDEO SERANGAN UDARA  ANGKATAN UDARA RUSIA DI IDLIB

 

WABAH FLU BURUNG H5N8 DILAPORKAN MEREBAK DI  SAUDI ARABIA DAN VIETNAM 

Chickens

Wabah flu burung yang sangat pathogen yang umumnya dikenal sebagai flu burung  terdeteksi di Arab Saudi dan Vietnam, Organisasi kesehatan Kesehatan Hewan (OIE) mengatakan pada hari Selasa, mengutip Kementerian Lingkungan Hidup Saudi dan Kementerian Pertanian Vietnam.

Di Arab Saudi, berjangkitnya subtipe flu burung H5N8 telah dimulai pada 30 Januari lalu dan menginfeksi dan membunuh lebih dari 22.000 unggas di wilayah tengah negara itu. Selain itu, setidaknya 385.300 unggas dibunuh dan dibuang, kata OIE, mengutip Dr. Sanad Alharbi, direktur di Kementerian Lingkungan yang bertanggung jawab untuk pengawaan risiko ternak.

Di Vietnam, wabah subtipe flu burung H5N6 dimulai pada 18 Januari lalu dan menginfeksi dan membunuh lebih dari 2.000 unggas di utara negara itu. Selain itu, 300 ekor unggas telah dibunuh, kata OIE, mengutip Dr. Dong Pham Van, kepala departemen kesehatan hewan Departemen Pertanian.

Awal bulan ini, Kementerian Pertanian China juga melaporkan adanya wabah baru flu burung H5N1 di provinsi Hunan, Kementarian itu menyebut  7850 burung telah terinfeksi dan sekitar 4.500 spesies telah mati karena penyakit itu.

Menurut petugas medis, flu burung  yang pertama kali ditemukan pada  spesies unggas di Asia Tenggara adalah jenis virus influenza yang sangat menular yang dapat dengan mudah ditularkan  antara manusia.

Berbeda dengan epidemi dari coronavirus Wuhan saat ini, apa yang disebut flu burung dapat disembuhkan karena WHO telah mengembangkan vaksin untuk melawan jenis infeksi ini.

 

AS MENDUKUNG AGRESI MILITER TURKI KE IDLIB

In this Sept. 8, 2019, photo, Turkish and American armored vehicles conduct the first joint patrol in the so-called safe zone on the Syrian side of the border with Turkey near Tal Abyad, Syria

AS menyatakan  mendukung aksi militer Turki untuk melawan tentara Suriah di Idlib, AS melihat aksi itu sebagai tindakan membela diri, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Kami berdiri disisi Turki sebagai sekutu kita di NATO  setelah serangan itu, yang mengakibatkan kematian beberapa personel Turki yang bertugas di pos pengamatan yang digunakan untuk koordinasi dan de-eskalasi, dan sepenuhnya mendukung tindakan pertahanan diri Turki yang dibenarkan sebagai respon”, Kata Pompeo.

Dia menyalahkan pasukan Suriah atas eskalasi kekerasan di provinsi Idlib, di barat laut negara itu. Menurut Pompeo, serangan bom mortir pada tanggal 3 Februari yang mengenai  pos pengamatan Turki itu mengakibatkan banyak korban.

Pernyataan itu dikeluarka  sehari setelah lima tentara Turki dan satu warga sipil tewas dalam serangan oleh pasukan pemerintah Suriah di Idlib.

Sebelumnya, Ankara berulang kali menuduh Damaskus melanggar kesepakatan Rusia-Turki tentang zona demiliterisasi di Idlib dan mengancam pasukan militer (Suriah), kecuali jika situasinya berubah (Suriah menghentikan serangan ke Idlib).

Disisi lain , Suriah merasa berhak untuk mempertahankan haknya , dan untuk membalas terhadap serangan militan yang berkelanjutan terhadap warga sipil dan pasukan pemerintah di Idlib.

Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi di sepanjang garis kontak antara oposisi bersenjata dan pasukan pemerintah di Idlib. Namun tidak semua militan mau meletakkan senjata mereka, dan terus menjadikan provinsi Idlib menjadi benteng pertahanannya.

 

SURIAH BERI PERINGATAN TERAKHIR KEPADA MILITAN DI IDLIB UNTUK MELETAKKAN SENJATA

Staf Umum Militer Suriah mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan terakhir kepada militan yang beroperasi di provinsi Idlib untuk meletakkan senjata mereka, kantor berita Ikhbariya melaporkan pada Selasa mengutip sumber militer Suriah,

Ditambahkan bahwa Tentara Suriah juga siap untuk mengusir  agresi agresi Turki di provinsi tersebut.

“Angkatan bersenjata kami memberikan kesempatan terakhir kepada para militan dan guna menyelamatkan nyawa warga sipil yang terkepung. Unit-unit tentara (Suriah) yang beroperasi di wilayah itu telah diperintahkan untuk memberi kesempatan kepada orang-orang yang selama ini mendapat dukungan militer dari Turki, agar mau menyerahkan  senjata mereka “, kata sumber itu.

Sumber itu menambahkan bahwa Tentara Suriah akan melanjutkan operasi militernya terhadap para militan, yang telah memerangi warga sipil dan menggunakannya sebagai “perisai” di Saraqib dan Tell Touqan di Idlib.

Pada 3 Februari lalu , Kemenhan Turki mengatakan bahwa enam prajurit Turki tewas dalam serangan oleh Tentara Suriah di Idlib. Kehadiran militer Turki di Suriah tidak pernah mendapat persetujuan baik oleh Damaskus maupun dari DK PBB. Tapi , Turki mengatakan pasukannya dikerahkan ke wilayah itu untuk mencegah konflik di Idlib.

Pertempuran telah meningkat di Idlib Suriah baru-baru ini, karena pemerintah Suriah tengah berjuang untuk merebut kembali penguasaan atas daerah itu, yang masih menjadi basis teroris utama di negara itu.

Idlib adalah basis bagi berbagai faksi militan, dimana sebagian besar dikendalikan oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham (sebelumnya dikenal sebagai Front Al-Nusra , yang merupakan cabang  al-Qaeda di Suriah.

 

KEMENHAN RUSIA : KELOMPOK”WHITE HELMETS” TELAH SELESAIKAN PEMBUATAN VIDEO SERANGAN KIMIA

VIDEO of fake chemical attack in Syria already complete, White Helmets co-produced footage – Moscow

Kelompok White Helmets telah menyelesaikan pembuatan rekaman video palsu terbaru (seakan ada)  ‘serangan kimia oleh pemerintah Assad’ di Idlib Suriah, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan. Film tersebut, diproduksi bersama oleh White Helmets  dan diharapkan akan segera dirilis di media sosial.

Produksi film baru itu selesai pada hari Selasa 3/2/20 kemarin di desa Zerba, yang terletak diarea yang dikuasai militan di provinsi Idlib Suriah, kata Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah mengutip beberapa sumber independen.

Video itu direkam oleh kelompok White Helmets bekerja sama dengan teroris lokal, dimaksudkan untuk menunjukkan akibat dari “serangan kimia” terhadap warga sipil oleh pasukan pemerintah Suriah.

Rekaman itu, menurut Kemenhan Rusia menunjukkan para ‘penyelamat’ yang bergerak kesana kemari di dalam gumpalan tebal “gas mustard berwarna” dan mendatangi para ‘korban’ dari “serangan” itu.

Menurut militer Rusia, video itu akan segera dirilis di media sosial untuk diambil oleh outlet berita pro-militan dinegara2 Arab dan negara2 Barat.

Sejumlah “serangan kimia”  di Suriah pernah beberapa kali  dituduhkan kepada pemerintah Suriah  oleh para militan selama perang  yang telah berkecamuk di negara itu sejak 2011. Tuduhan “serangan” seperti itu biasanya terjadi disaat  Tentara Suriah melakukan serangan besar terhadap militan dan teroris anti-pemerintah.

Dalam beberapa hari terakhir, militer Suriah telah berhasil menembus pertahanan militant  di Idlib dan dengan cepat membebaskan wilayah yang berada di bawah penguasaan  militan selama bertahun-tahun.

Kelompok White Helmets yang didanai AS dan Inggris  itu, menyatakan dirinya  sebagai organisasi kemanusiaan yang “tidak memihak” yang berusaha menyelamatkan warga sipil Suriah,  dan menjadi ikon dimedia barat  selama bertahun-tahun, bahkan juga diberi penghargaan Oscar pada 2016 atas sebuah film documenter tentang mereka.

Kelompok ini secar eksklusif telah beroperasi dihampir seluruh wilayah Suriah yang dikuasai militan, dan diyakini memiliki ikatan yang kuat dengan Al-Qaeda.

Militer Rusia sebelumnya juga pernah menuduh kelompok itu berpartisipasi dalam pembuatan video yang dipentaskan seakan sebagai serangan kimia.

 

MENLU RUSIA : TURKI HARUS MEMATUHI PERJANJIAN ZONA DE-ESKALASI DI IDLIB

Ankara failed to separate ‘armed opposition’ from terrorists in Syria’s Idlib – Lavrov

Menlu Rusia Sergey Lavrov mendesak Turki untuk tetap mematuhi perjanjian yang ada dan mentaati kewajibannya di zona de-eskalasi di Idlib Suriah.

Saat berbicara kepada surat kabar Rossiyskaya Gazeta selasa kemarin, Menlu Rusia Sergey Lavrov mengingatkan, “Pertama-tama, adalah soal kewajiban Turki untuk memisahkan antara fihak oposisi bersenjata, yang bekerja sama dengan Turki dan siap untuk terlibat dalam dialog politik dengan pemerintah Suriah, dari para teroris dari kelompok Jabhat Al-Nusra, yang kini bernama kelompok Hayyat Tahrir-Al-Sham, “kata Lavrov.

Menurut perjanjian yang dicapai pada tahun 2018 dan 2019 antara Rusia dan Turki, zona demiliterisasi dibentuk untuk memisahkan antara militan anti-pemerintah dengan pasukan Suriah, sementara kedua belah pihak diharapkan untuk tetap berpegang pada gencatan senjata, tetapi tidak satu pun dari tujuan ini sebenarnya telah tercapai.

Pada saat yang sama, kesepakatan itu tidak mempengaruhi kelompok-kelompok teroris yang disebutkan di atas (HTS), yang tetap menjadi target yang sah bagi pasukan pemerintah, kata Lavrov.

Moskow juga prihatin dengan transfer militan Idlib (oleh Turki), termasuk anggota kelompok teroris, ke zona perang lain diLibya.

“Mengingat semua faktor ini, Rusia tidak dapat menyelesaikan masalah di Idlib dengan sendirinya, tetapi hanya dapat menuntut semua fihak untuk memenuhi kewajibannya soal Idlib tanpa syarat dan penuh. Ini adalah apa yang kita bicarakan dengan Turki”, Menlu Rusia itu menambahkan.

 

VIDEO SERANGAN UDARA PRESISI  ANGKATAN UDARA RUSIA DI IDLIB

Tentara Arab Suriah (SAA) baru-baru ini membuat kemajuan besar-besaran di seluruh provinsi Idlib, yang mengakibatkan mereka bisa menguasai kemvali beberapa daerah yang sebelumnya dikuasai para militan.

Pasukan Angkatan Darat Suriah yang maju di Idlib mendapat banyak bantuan dari sekutu  Rusia, yang melakukan serangan udara 24 jam untuk membantu gerak maju  pasukan SAA melintasi bagian timur dari provinsi itu.

Kantor Berita ANNA menyuguhkan cuplikan kemajuan Tentara Suriah itu, termasuk cuplikan serangan udara  dari pesawat-pesawat tempur Rusia yang sedang membombardir posisi-posisi militan di Idlib.

Video serangan udara akurat dengan bom berpemandu oleh angkatan udara Rusia itu dapat  disaksikan mulai menit ke 13:40. 

 

MILITER TURKI SALING SERANG DENGAN TENTARA SURIAH DI IDLIB 

Kemenhan Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari sebelumnya bahwa empat tentara Turki tewas dan sembilan lainnya luka-luka oleh penembakan  dari pasukan  Suriah di wilayah Idlib. Beberapa jam kemudian, kementerian itu mengkonfirmasi bahwa jumlah korban telah meningkat menjadi enam orang.

Menurut kemenhan Turki, pasukan Turki telah membalas serangan itu dan menghancurkan target di wilayah tersebut. Pernyataan itu muncul setelah ada laporan tentang adanya senjata berat Turki  yang dikirim ke Provinsi Hatay untuk “memperkuat unit militer yang ditempatkan di daerah perbatasan”.

“Satuan-satuan militer Turki melakukan pergerakan di dalam zona de-eskalasi Idlib pada  malam hari dari 2 hingga 3 Februari tanpa memberi tahu militer Rusia. Mereka mendapat serangan dari pasukan pemerintah Suriah yang melakukan serangan terhadap teroris di wilayah barat pemukiman Seracab. “

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menyatakan bahwa Ankara tidak akan  membiarkan serangan tentara Suriah terhadap militer Turki di Idlib, Turki akan membalas.

Menurut presiden Turki, militer Turki telah melakukan kontak dengan Rusia sejak tentara Turki tewas di utara Suriah.  

 

Rusia rilis pernyataan yang meredam eskalasi

Sementara itu, militer Rusia telah menyatakan bahwa pesawat Turki tidak melanggar perbatasan Suriah, dan  bahwa Rusia  tidak melihat ada serangan  pada posisi pasukan pemerintah Suriah.

DItambahkan bahwa militer Rusia dan Turki terus melakukan  kontak secar terus-menerus untuk mengevakuasi pasukan yang terluka untuk dibawa ke Turki.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov , mengomentari serangan terhadap pasukan Turki itu dengan mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan belum mengadakan pembicaraan telepon, meskipun “militer Rusia dan Turki terus-menerus melakukan kontak”.

Pada akhir Januari lalu, Erdogan menuduh pasukan pemerintah Suriah melanggar kesepakatan Rusia-Turki di zona demiliterisasi di Idlib. Dia juga mengancam akan “mengambil semua langkah yang diperlukan, sampai  menggunakan kekuatan militer”, kecuali situasi di Idlib kembali normal (pasukan Suriah menghentikan serangan ke militant diIdlib).

Pada tanggal 26 Januari lalu, Militer Suriah memulai serangan di barat Aleppo karena serinya terjadi penembakan setiap hari di daerah pemukiman kota oleh militan. Tiga hari kemudian, angkatan bersenjata Suriah mengumumkan bahwa mereka telah membebaskan kota Ma’arrat al-Nu’man yang strategis dan penting, yang telah dikuasai  militan sejak 2012. Kota itu terletak di persimpangan jalan raya Hama-Aleppo, dan dulunya adalah markas teroris dan titik transit di sepanjang rute pasokan di selatan Provinsi Idlib.

Pada bulan September 2018, Moskow dan Ankara sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi di sepanjang garis kontak antara oposisi bersenjata dan pasukan pemerintah di Idlib. Tapi tidak semua militan mau meletakkan senjata mereka, sehingga provinsi ini tetap menjadi kubu berbagai kelompok teroris.

 

TENTARA SURIAH TEMUKAN MARKAS MILITAN HTS DIBAWAH GEDUNG MUSEUM 

Dalam operasi penyisiran Unit-unit Angkatan Darat Suriah (SAA)  di kota Maarat al-Numan, mereka menemukan markas bawah tanah yang dibangun di bawah gedung museum arkeologi kota yang dibangun oleh kelompok Hayat Tahrir Al-Sham.

Menurut laporan, markas miliitan  yang memiliki luas 1.000 meter persegi itu dilengkapi dengan terowongan dan pipa ventilasi yang digunakan oleh para pemimpin organisasi militan untuk mengelola operasi teroris mereka.

Sebuah sumber lapangan mengatakan kepada Kantor Berita Arab Suriah (SANA) bahwa “Markas itu dibangun dalam dua tingkat, Lantai bawah diperuntukkan bagi para pemimpin organisasi teroris yang didukung oleh beton yang sangat kuat yang terdiri dari beberapa kamar yang terhubung kebasement. 

Dan lantai kedua terdiri dari sembilan kamar dengan jaringan ruang bawah tanah yang kompleks yang menghubungkan antara kamar-kamar dengan jaringan pipa ventilasi. ”

Seorang koresponden SANA menyatakan bahwa  saat menyisir desa Babila yang telah dibebaskan, Tentara Suriah  juga menemukan jaringan parit dan terowongan yang terhubung dengan markas  para teroris dari kelompok Front Al-Nusra.”

 

 KORBAN TEWAS VIRUS CORONA MELONJAK 426 – CHINA SESALKAN SIKAP AS 

‘All US has done could only spread fear’: China slams Washington for ‘stoking panic’ against Beijing over coronavirus

Korban tewas wabah virus Corona diChina telah meningkat menjadi 426 ,  sebagian besar ada di provinsi Hubei, sementara jumlah yang terinfeksi di seluruh dunia mencapai 20.000, TV pemerintah China melaporkan.

Pada hari selasa ini, dikonfirmasi ada tambahan 2.345 kasus baru diprovinsi Hubei.

Dari 426 korban meninggal yang dikonfirmasi, sementara ini hanya ada 1 orang yang meninggal diluar China yaitu di  Filipina yang merupakan warga negara China yang melakukan perjalanan dari Wuhan, kota tempat virus pertama kali terdeteksi.

Di luar China, hari ini dicatat ada sekitar 155 kasus telah dikonfirmasi yang tersebar di25 negara, banyak di Asia, termasuk Jepang, Korea Selatan, Singapura dan Thailand, serta diAS, Prancis, Inggris, Rusia, dan di tempat lain.

China sesalkan sikap AS

Sementara itu Kemenlu China mengecam Washington terkait wabah koronavirus, dengan mengatakan bahwa AS telah menggunakan wabah ini untuk memicu kepanikan massal melawan Beijing, AS melakukan langkah-langkah yang lebih merugikan hak-hak sipil daripada ikut melawan wabah virus.

Jubir Kemenlu China Hua Chunying mengatakan bahwa AS malah bertindak yang bertentangan dengan saran dari WHO, pemerintah AS telah secara tidak tepat “bereaksi berlebihan,” terutama dengan melarang orang bepergian ke China dalam dua minggu terakhir ini.

“Pemerintah AS tidak memberikan bantuan substansial apapun kepada kami, yang mereka lakukan hanyalah mengevakuasi personel dari konsulatnya di Wuhan, dan merekalah yang pertama menyuarakan penarikan sebagian staf kedutaannya, dan yang pertama memberlakukan larangan perjalanan wisata keTiongkok . Semua yang telah dilakukan AS hanya menciptakan dan menyebarkan ketakutan, yang merupakan contoh buruk, ” tambahnya.

 

IRAN AKAN BANTU SURIAH MEMBANGUN KEMBALI 30.000 UNIT RUMAH

Asisten Menteri Pembangunan kota Iran Mahmoud Mahmoud Zada ​​mengumumkan bahwa, berdasarkan nota kesepahaman bilateral dengan Suriah, akan membangun lebih dari 30.000 unit rumah di Suriah.

Dalam sebuah pernyataan pada upacara pembukaan Pameran Bangunan dan Konstruksi Internasional di Teheran, Zada mengatakan bahwa, sesuai dengan nota yang ditandatangani antara Menteri Pembangunan kota Iran dan Menteri Perumahan Suriah beberapa minggu yang lalu, diputuskan bahwa tiga perusahaan pemerintah dari kedua negara akan melakukan studi di bidang konstruksi, infrastruktur, pengiriman dan transportasi, di samping bantuan insinyur dan konsultan dalam proyek ini, IRNA melaporkan.

“Menurut nota kesepahaman bilateral itu, Iran akan membangun lebih dari 30.000 unit perumahan di Suriah,” katanya. Ditambahkan bahwa Iran tidak akan berinvestasi (mencari keuntungan) dalam proyek pembangunannya, tetapi hanya akan memberikan lapangan kerja bagi  sektor swasta.

 

KONVOI BESAR KENDARAAN MILITER TURKI MEMASUKI PROVINSI ALEPPO DAN IDLIB

Sumber-sumber SOHR melaporkan bahwa ada lima konvoi militer Turki yang masuk dari persimpangan Kafr Lossin menuju pedesaan Aleppo dan Idlib.

Konvoi militer itu terdiri dari kendaraan lapis baja, pengangkut pasukan, dan truk, sementara salah satu Konvoi  menuju ke daerah Ariha melalui jalan raya M4, dan salah satu konvoi berhenti di dalam kota Saraqeb.

Jumlah truk dan kendaraan militer dari tank, pengangkut personel dan kendaraan lapis baja Turki yang memasuki wilayah Suriah sejak pagi hari ini telah naik menjadi 320 unit.

Konvoi militer Turki yang menuju keprovinsi  Idlib dan Aleppo itu merupakan eskalasi yang signifikan Turki terhadap Rusia.

Konvoi besar militer Turki itu masuk ke wilayah Suriah itu melewati penyeberangan Kafr Lusin. Konvoi yang terdiri dari 40 kendaraan militer termasuk tank, pengangkut personel, kendaraan lapis baja dan perlengkapan militer dan logistik, sedang menuju ke selatan (keSuriah) tetapi belum ada informasi yang dilaporkan tentang tujuannya.

Kemarin, sumber SOHR melaporkan  bahwa pasukan Turki yang membawa pasokan logistik dan militer termasuk tank, kendaraan lapis baja dan sekitar 20 orang tentara telah masuk desa Kafr Amim, disebelah timur kota Saraqeb. Pasukan Turki membuat pos militer baru di persimpangan Kafr Amim diarea antara  Abu Al-Duhur – Jalan Tol Saraqeb.

Dengan demikian,  pasukan Turki mengepung kota Saraqeb dari sisi utara, selatan dan timur dengan memasang pos militer di setiap sisi. Tindakan ini menunjukkan tantangan yang jelas terhadap Rusia.

Sumber SOHR melaporkan kemarin bahwa pasukan Turki telah mendirikan pos militer baru di pabrik Farmasi di utara kota Saraqeb, setelah pos pertama dibangun di daerah Al Sawami’e di selatan Saraqeb.

Kedua titik ini terletak di jalan raya internasional Damaskus-Aleppo atau Jalan Raya  M5. Tampaknya Turki akan menentang Rusia dan ada ketidaksephaman antara kedua belah pihak mengenai poin-poin tertentu  di jalan raya internasional itu.

 

TWITER BLOKIR AKUN ‘ZERO HEDGE’ TERKAIT ARTIKEL TENTANG PENYEBARAN VIRUS CORONA

Twitter telah memblokir akun Situs Pasar Bursa Zero Hedge dari platform media sosial itu, setelah menerbitkan sebuah artikel yang menghubungkan keterlibatan seorang ilmuwan China dengan merebaknya coronavirus yang pekan lalu mulai menyebar dengan cepat.

Zero Hedge mengatakan telah menerima pemberitahuan dari Twitter pada hari Jumat, dan menuduh Zero hedge melanggar aturan Twitter tentang “penyalahgunaan dan pelecehan.”

Langkah Twitter terhadap  situs web itu dilakukan ketika Wabah coronavirus telah memicu gelombang sentimen anti-China di seluruh dunia. Nformasi yang dianggap “hoax” itu  telah menyebar luas secara online, dengan dipromosikan oleh para penganut teori konspirasi dan diperburuk oleh minimnya informasi dari zona tertutup di kota Wuhan di China, di mana penyebaran virus itu dimulai.

Artikel itu berjudul “Is This The Man Behind The Global Coronavirus Pandemic?” Tapi, BuzzFeed tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar.

BuzzFeed mengatakan bahwa Zero Hedge telah merilis informasi pribadi seorang ilmuwan dari Wuhan dalam sebuah artikel yang membuat tuduhan tentang Coronavirus yang telah diramu “sebagai senjata biologi.”

Pekan lalu, Twitter mengatakan “mereka yang terlibat dalam upaya terkoordinasi untuk menyebarkan disinformasi dengan skala besar tentang masalah Coronavirus akan dihapus akunnya.”

Facebook juga mengatakan akan menghapus informasi yang ‘salah’ tentang penyebaran virus tersebut.

 

ARAB SAUDI  MENCEGAH IRAN IKUT DALAM SIDANG OKI BAHAS RANCANGAN PERDAMAIAN PALESTINA-ISRAEL

Teheran menuduh Riyadh pada telah mencegah Iran untuk berpartisipasi dalam KTT Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang dijadwalkan besok untuk membahas rancangan perdamaian AS untuk penyelesaian Palestina – Israel.

“Kemenlu Iran telah mengirim surat protes resmi ke Sekretariat OKI, dan akan didistribusikan kepada para anggotanya,” kata Kemenlu Iaran dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

“Pada jam-jam terakhir sebelum pertemuan, visa tidak diberikan kepada delegasi Iran, yang dipimpin oleh Wamenlu Iran Hossein Jabri Ansari, untuk berprtisipasi dalam pertemuan tersebut,” tambahnya.

Selasa lalu, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan rancangan penyelesaian masalah Palestina-Israel, yang dikenal sebagai “Kesepakatan Abad Ini, di hadapan pejabat senior pemerintahan Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan dihadiri dubesr Oman, UEA dan Bahrain.

 

VIDEO : IRAN AKAN MELUNCURKAN SATELIT MATA-MATA BUATAN SENDIRI

Dalam beberapa hari kedepan Iran berencana akan meluncurkan satelit mata-mata buatan dalam negeri yang dinamakan “Zafar” (kemenangan). 

Satelit itu dijadwalkan akan diluncurkan keorbitnya antara tanggal 1-11 Februari 2020. Pembuatan satelit itu disebut melibatkan 80 orang ahli Iran.

 

PASUKAN TURKI BERUPAYA MENGHADANG GERAK MAJU PASUKAN SURIAH KEKOTA PENTING SARAQIB DI IDLIB

Lebih dari 200 kendaraan militer Turki telah memasuki Suriah barat laut hari ini di tengah kemajuan besar Tentara Arab Suriah (SAA) di provinsi Idlib dan Aleppo.

Menurut sumber militer di Hama terdekat, militer Turki telah mengerahkan beberapa bala bantuan ini di seluruh provinsi Idlib, termasuk didaerah garis depan di mana pasukan Suriah saat ini sedang bergerak maju.

Sumber itu mengatakan,  militer Turki berusaha untuk memblokir gerak maju pasukan Suriah yang saat ini menuju kota Saraqib, yang terletak di  Jalan Tol Latakia-Aleppo (M-4) dan Jalan Raya Aleppo-Damaskus (M-5)

Jika Tentara Suriah akan merebut Saraqib, maka mereka akan memiliki kendali penuh atas Jalan Raya Aleppo-Damaskus untuk pertama kalinya sejak 2011.

Ini juga akan menjadi kemenangan besar bagi Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan kekalahan besar bagi oposisi, karena penguasaan atas bagian dari jalan raya Aleppo-Damaskus itu telah menjadi obyek tawar-menawar di meja perundingan.

 

SERANGAN BALIK MILITAN DI ALEPPO BARAT DIMENTAHKAN OLEH PASUKAN SURIAH

Militan  melancarkan serangan balasan besar-besaran di Aleppo barat pada hari Sabtu 1/2 kemarin, ketika pasukan militan berusaha untuk menghancurkan pertahanan Tentara Arab Suriah (SAA) di area markas Al-Zahra’a yang strategis.

dengan dipimpin oleh kelompok Hay’at Tahrir Al-Sham (Al Qaeda diSuriah), militan  memulai serangan mereka dengan mengirim pembom bunuh diri ke arah pertahanan Tentara Suriah di sebelah timur Masjid Nabawi.

Setelah serangan bunuh diri yang gagal mencapai target itu, militan kemudian menyerbu posisi Tentara Arab Suriah dalam upaya untuk menembus pertahanan pasukan Suriah di sebelah barat markas Intelijen Angkatan Udara Suriah.

Pertempuran sengit  terjadi selama beberapa jam, tetapi tidak ada kemajuan yang capai oleh militan karena mereka tidak dapat menembus garis pertahanan Divisi Lapis Baja ke-4.

Menurut laporandi  dari ibukota provinsi Aleppo, Pasukan Suriah menderita selusin korban selama pertempuran itu, sementara para militan kehilangan lebih dari 15 orang.

Markas  Al-Zahra’a telah mengalami  beberapa pertempuran paling sengit di Aleppo selama bertahun-tahun ini, Namun, belum  ada pihak yang dapat memecahkan kebuntuan.

 

BELUM KELAR CORONA DI CHINA JUGA MENYEBAR VIRUS FLU BURUNG STRAIN BARU

FILE PHOTO: Chickens are seen at a livestock market before the market asked to stop trading on March 1 in prevention of bird…

Sementara masih kewalahan dengan wabah Virus Corona, kini pejabat kesehatan di China juga mengumumkan adanya wabah flu burung.

Kementerian Urusan Pertanian dan Pedesaan China pada Sabtu 1/1 kemarin mengumumkan merebaknya wabah flu burung H5N1 yang sangat patogen di sebuah peternakan di provinsi Hunan selatan.

Virus itu ditemukan di sebuah peternakan yang memiliki  8.000 ayam , dan  lebih dari setengahnya telah mati karena wabah itu.

China bukan satu-satunya negara yang sedang berjuang melawan  penyebaran virus ini. Awal pekan ini,  pihak berwenang di India juga mulai memusnahkan ayam dan menghancurkan telur yang terinfeksi virus flu burung.

Virus yang menyebar itu memiliki  strain yang berbeda , yaitu virus H5N8 yang  telah menyebar ke seluruh Eropa timur dalam beberapa minggu terakhir.

Menurut para pakar AS, wabah flu burung yang terakhir di Tiongkok yang terjadi pada tahun 2013 , telah menyebabkan kerugian ekonomi sebesar $ 6,5 miliar.

 

LIGA ARAB  MENOLAK RANCANGAN PERDAMAIN ISRAEL-PALESTINA USULAN AS

Liga Arab telah menolak  rancangan perdamaian Timur Tengah yang keluarkan Presiden AS Donald Trump, dengan mengatakan bahwa hal itu tidak akan menghasilkan perdamaian yang adil antara Israel dan Palestina.

Sabtu 1/2 kemarin,  Para  Anggota liga Arab bertemu di Kairo  untuk membahas kesepakatan tersebut, yang disebut-sebut oleh Trump sebagai “kesepakatan abad ini,” dan peta jalan realistis menuju perdamaian antara Israel dan Palestina.

Saat berbicara pada pertemuan itu, Presiden Palestina Mahmood Abbas meyatakan  dia akan memutuskan semua hubungan dengan AS dan Israel atas rencana itu, dan tidak akan ikuta bagian dalam  sejarah,  sebagai orang yang telah  “menjual Yerusalem.”

Setelah “mempelajari posisi AS dengan cermat,” Liga Arab berpihak pada Abbas dan mengeluarkan penolakan dengan suara bulat terhadap rangan Trump  itu pada hari Sabtu.

Dalam komunike bersama itu, para pejabat dari 22 negara anggota Liga Arab menyatakan kesepakatan bahwa, rancangan itu tidak akan menghasilkan perdamaian yang adil antara kedua belah pihak, dan liga Arab  tidak akan bekerja sama dengan AS untuk mengimplementasikannya.

Menurut ketentuan kesepakatan itu, permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki akan disahkan sebagai milik Israel, dan negara Yahudi itu akan mencaplok luas tanah Palestina yang subur itu.

Sementara rancangan  itu menetapkan negara Palestina yang berdaulat dengan ibukotanya akan berlokasi di luar Yerusalem Timur, dimana masalah keamanan serta kebijakan perbatasannya akan ditentukan oleh Israel.

Rancangan  tersebut juga menetapkan keseluruhan kota Yerusalem, termasuk situs-situs suci di Temple Mount, sebagai hak milik Israel. Yerusalem diklaim sebagai ibu kota bersama oleh Israel dan Palestina, tapi  dengan menyerahkan pengelolaan kota itu ke Israel.

Pertemuan darurat itu dilakukan untuk menentukan posisi dunia Arab yang bersatu dalam menanggapi “kesepakatan abad ini,” kata wakil ketua Liga Arab Hossam Zaki, kepada RT Arabic.

Zaki percaya bahwa ketentuan dalam proposal perdamaian AS itu sama sekali tidak adil bagi Palestina.

Dalam rancangan ini, sekitar sepertiga dari wilayah Palestina akan menjadi milik Israel. Sebagai gantinya Israel akan memberi  14 persen dari tanah gurun kepada Palestina  sebagai pengganti tanah subur dan sumber air di Tepi Barat. Tentu itu sangat tidak adil bagi pihak Palestina.

 

DUA PESAWAT BOMBER SUPERSONIK RUSIA  PATROLI UDARA RUTIN DIDEKAT KANADA

Russian Tu-160 (NATO reporting name: Blackjack) supersonic heavy strategic bomber

Militer AS telah berulang kali mengecam  patroli udara Rusia di wilayah udara internasional didekat perbatasannya atau perbatasan Negara-negara sekutu-sekutunya diEropa.

Tapi pada saat yang sama, Washington secara teratur juga melakukan patroli udara  yang sama di sepanjang perbatasan barat dan barat daya Rusia, dan mengabaikan protes dari Moskow.

Kemanhan Rusia  melaporkan, bahwa dua pesawat pembom strategis berat Tu-160 (nama sandi  NATO: Blackjack) Rusia telah melakukan penerbangan patroli rutin di atas perairan netral di Samudra Arktik, serta Laut Barents dan Laut Norwegia.

Kemenhan Rusia itu menyatakan bahwa penerbangan itu berlangsung dalam total waktu 16 jam, dengan pengisian bahan bakar di udara dan ditekankan bahwa mereka melakukan patrol udara itu dengan kepatuhan penuh terhadap hukum internasional.

Pada saat yang sama, gabungan Komando Pertahanan Aerospace AS-Kanada (NORAD) melaporkan melihat dua pembom Tu-160 Blackjack pada 31 Januari lalu memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Kanada.

Terlepas dari kenyataan bahwa kedua jet tetap berada di wilayah udara internasional, komandan NORAD, namun Jenderal AS Terrence O’Shaughnessy, mengutuk penerbangan rutin itu sebagai unjuk kekuatan “sistem senjata jarak jauh” dan menganggap tindakan Rusia itu  sebagai “upaya yang semakin agresif”.

Angkatan Udara AS sendiri juga telah melakukan patroli reguler di sepanjang perbatasan barat Rusia di Baltik dan di sepanjang perbatasan barat daya di dekat Crimea sejak 2014, setelah ada krisis di Ukraina. Washington tidak menghentikan kegiatan militernya itu meskipun ada protes dari Rusia.

 

CHINA MULAI KEWALAHAN, MINTA BANTUAN NEGARA EU UNTUK  ATASI VIRUS CORONA

Li (pictured as he visits a construction site of a new hospital this week) spoke to the President of the European Commission Ursula von der Leyen on the phone and asked for help in procuring medical supplies

Perdana Menteri China Li Keqiang telah meminta Uni Eropa (EU) untuk membantu  pasokan medis guna membantu memerangi wabah Corona.

Permintaan itu mulai dikeluarkan China ketika jumlah kematian akibat wabah koronavirus di China terus naik menjadi 259 (per 1 jan) , sementara  AS dan negara-negara lain mengumumkan telah melakukan pembatasan bagi masuknya  orang yang datang dari China.

Li Keqiang berbicara hal itu kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen lewat telepon, kata sebuah pernyataan.

PM China itu berharap untuk bisa membeli pasokan medis dari negara-negara anggota UE ‘melalui saluran komersial.’ “Dan kami bersedia untuk memperkuat pertukaran informasi, kebijakan dan teknis dan untuk bekerja sama dengan komunitas internasional termasuk UE (atas masalah Corona ini),” kata Li, menurut pernyataan itu.

Provinsi Hubei ,pusat pusat epidemic diberlakukan karantina virtual (pembatasan keluar masuk) , dimana  jalan-jalan dan transportasi umum ditutup.

Di tempat lain di China, pihak berwenang telah membatasi perjalanan dan aktivitas bisnis dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus. Angka terakhir Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan ada 2.102 infeksi baru sehingga jumlah keseluruhan yang terapar menjadi 11.791 orang (per 31/1/20)

Sekitar dua lusin negara lain telah melaporkan adanya  kasus ifeksi virus yang telah dikonfirmasi.

 

PM IRAK YANG BARU BERJANJI AKAN MENGUSIR CAMPUR TANGAN ASING

Iraq's President Barham Salih instructs newly appointed Prime Minister Mohammed Tawfiq Allawi

Perdana menteri Irak yang baru saja diangkat, Mohammed Tawfiq Allawi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu 1/2 bahwa dia akan melepaskan negaranya dari campur tangan asing.

Dia menambahkan bahwa ia tidak akan membiarkan Irak diubah menjadi arena bagi peperangan  ‘tit-for-tat’,   dan arena bagi  penyelesaian pertikaian.

“Saya berjanji untuk melindungi Irak dari campur tangan asing dan tidak membiarkan negara itu menjadi arena penyelesaian perselisihan dalam berbagai konflik”, katanya.

Mantan Menteri Komunikasi Irak Mohammed Tawfiq Allawi itu pada hari sabtu 1/2 kemarin diangkat  sebagai perdana menteri baru Irak.

 

UPDATE DARI FRONT IDLIB SELATAN DAN TENGGARA

Tentara Arab Suriah (SAA) membuat  kemajuan besar  dalam minggu ini setelah pasukan mereka mendesak maju  kearah  barat menuju ibukota provinsi Idlib.

Dengan dipimpin oleh Divisi Khusus ke-25, Tentara Arab Suriah memulai serang hari itu dengan menyerbu sebuah kota yang terletak di tenggara kota Saraqib.

Menurut sebuah laporan dari garis depan,  Angkatan Darat Suriah berhasil merebut kota Lawf setelah terjadi pertempuran singkat dengan pemberontak jihad Hayat Tahrir Al-Sham (HTS).

Menyusul kemajuan ini, Tentara Suriah mulai mendorong ke arah barat menuju Jalan Tol  Latakia-Aleppo (M-4), ketika pasukan mereka berhasil merebut  dua kota dari para militant  yang bergerak mundur.

Sebuah laporan yang dirilis sore ini mengatakan Divisi Misi Khusus ke-25 Angkatan Darat Suriah behasil merebut kota Armanya dan Ma’ar Hatat di pinggiran provinsi Idlib.

Kemajuan terakhir Tentara Arab Suriah ini terjadi hanya beberapa hari setelah mereka mengumumkan telah berhasil merebut  kota strategis Ma’arat Al-Nu’man diIdlib di timur.

 

UPDATE DARI FRONT ALEPPO 

Tentara Arab Suriah (SAA) telah membuat  kemajuan baru di pedesaan barat daya provinsi Aleppo setelah pertempuran sengit dengan pemberontak militan malam ini.

Menurut laporan lapangan dari front Aleppo, Tentara Arab Suriah berhasil merebut kota Al-Humayrah setelah bergerak lebih jauh kearah barat menuju Jalan Tol Aleppo-Damaskus yang strategis (M-5).

Kemajuan di Al-Humayrah ini terjadi hanya beberapa jam setelah Tentara Arab Suriah melancarkan serangan besar-besaran di daerah barat daya provinsi Aleppo.

Tentara Arab Suriah dan pasukan sekutunya dari Pengawal Republik dan Pasukan Pertahanan Nasional (NDF) telah melakukan serangan diprovinsi Aleppo  sejak Minggu lalu.

Sejak itu, Tentara Suriah telah berhasil menangkap beberapa area  di provinsi Aleppo, termasuk kota Khan Touman di timur Jalan Raya Aleppo-Damaskus.

This entry was posted in update ww3 2020 and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Update WW3 Feb 2020

  1. Kafta Kahira says:

    Kalo liad status ACT di fb saya, banyak korban dr pengungsi Suriah yg membutuhkan bantuan. Admin melihat ini bagaimana? Sedangkan di halaman ini kayanya ga disinggung sama sekali ttg mslah ini. Saya di halaman ini melihat lbh banyak postingan ttg org2 yg bersuka cita dengan kepemimpinan Bashar Assad, tp np di postingan ACT bisa berbeda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *