DUA KHILAFAH KEMBAR AKHIR ZAMAN – PART 2

 

Karena ada beberapa email dan juga komentar yang masuk yang menggambarkan masih banyak saudara-saudari kita yang kesulitan mencerna kajian kita tentang kajian kita Dua khilafah kembar akhir zaman, maka kita putuskan untuk menulis Artikel tambahan atas topik ini. Jadi untuk itu kita sekarang punya dua artikel atas topik ini, yaitu “Dua khilafah kembar akhir zaman” part -1 dan part 2.

Kesulitan mendasar atas pemahaman itu terutama  pada hal-hal sbb :

  1. Pemahaman tentang siapa yang disebut umat muslim.
  2. Posisi Nabi Isa as dan hubungan beliau dengan Umat Muhammad SAW.
  3. Pemahaman salah bahwa Nabi Isa dan umatnya nanti akan menjadi pengikut Muhammad SAW.
  4. Tentang akan adanya 2 Khilafah Allah diakhir zaman.
  5. Peta umat Nabi Isa as.

Di bagian akhir, kajian ini kita tutup dengan ceramah SIH tentang topik ini, yang bisa anda simak mulai menit 48:10 sampai selesai, topik ini yang ternyata ada pada video ceramah SIH yang berjudul “Sheikh Imran Hosein The Return Of Jesus The Messiah itu”.

Meski ada perbedaan referensi ayat yang beliau pakai, ternyata kesimpulannya tidak ada perbedaan, karena memang kita menggunakan metode yang sama yang beliau ajarkan. Sementara itu perbedaan lain adalah bahwa kita berupaya memberikan referensi ayat dah Hadits sebanyak-banyaknya.

 

 

Permasalahan

Ada beberapa sumber masalah penyebab gagal faham beberapa saudara kita atas topik ini, diantaranya adalah dalam hal :

  1. Nabi Isa dan umatnya dianggap akan menjadi umat Muhammad.
  2. Definisi Muslim dan Islam menurut Quran.
  3. Pemetaan Umat Yahudi dan Nasrani akhir zaman.
  4. Tentang Khilafah Yang akan dibentuk Nabi isa as.

 

  1. Nabi Isa dan umatnya dianggap akan menjadi umat Muhammad

Kita kutip ayat-ayat berikut :

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)“. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata“. (QS. Ash Shaff: 6)

“(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu, dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”. (QS. Ali Imran:55)

 

Dalam surat Ash Shaff: 6,  jelas disebut bahwa Nabi isa adalah Nabi yang khusus untuk Bani Israel. Jika kemudian digabung dengan Ali Imran: 55, maka ada 3 hal penting, yang bisa kita maknai :

  1. Saat pertama diturunkan dulu, Bani Israel terpecah menjadi 2 bagian. Satu bagian mengingkari Isa as sebagai Nabi, satu bagian lagi yang menjadi pengikut Nabi Isa as.
  2. Bani Israel Pengikut Nabi Isa as akan diangkat Allah keposisi lebih dominan dibanding (bani Israel) pengkhianat beliau.
  3. Bani Israel pengikut Nabi Isa akan selalu dominan diatas para pengkhianat Nabi Isa, dan mereka akan selalu menjadi pengikut Nabi Isa sampai hari kiamat. Artinya mereka tidak akan pernah menjadi pengikut Nabi Muhammad Saw.

Jadi, sebenarnya dengan satu ayat Ali Imran 55 saja, kita sudah bisa menyimpulkan bahwa, sampai nanti kiamat nantipun, umat Nabi isa as tidak  akan menjadi umat Muhammad, mereka akan tetap menjadi umat Nabi Isa.

 

 

  1.  Definisi ‘Muslim’ dan ‘Islam’ dalam Quran

Pada umumnya, kebanyakan kita mendefisinikan Kata ‘muslim’ hanya sebagai umat Nabi Muhammad, dan bukan menggunakan definisi yang tersurat dalam Qur’an. Kedua, hanya membaca Surat Ali Imran:19 dan Ali Imran: 85 secara terpisah tanpa merujuk ayat yang lain. 

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS Ali ‘Imran: 19)

“Dan barangsiapa mencari selain agama Islam untuk dia peluk, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Ali ‘Imran: 85)

Padahal, jika kita hanya membaca  kedua ayat itu tanpa melihat ayat-ayat lain maka kita akan bingung sendiri, karena dengan gampang bisa dipatahkan dengan 2 ayat yang lain :

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, (maka) mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Al Baqarah 62)

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS.Al-Maidah:69)

Lalu bagaimana cara memahami ayat-ayat yang terkesan saling bertentangan itu?  Kita harus memetakan sebanyak mungkin ayat ayat yang mendefisinikan Muslim dan Islam.

 

2.1 Definisi Muslim dan Islam dalam Quran

Makna “Muslim” secara harfiah adalah orang patuh, taat atau yang berserah diri, bentuk jamaknya adalah muslimin.

Sementara Secara harfiah, kata “Islam”  antara lain bermakna : As Salam (selamat dan sejahtera), Al istislam (berserah diri), As salamah (suci bersih), As Silmu (perdamaian).

 

2.2.  Kata ‘Islam’ dalam Quran

Kata Islam sendiri disebut beberapa kali didalam Quran, diantaranya adalah dalam :

Surat Ali-Imran 3:19, Surat Ali-Imran 3: 85,   Surat Al-Ma’idah 5: 3,  Surat Az-Zumar 39: 22,  Surat As-Saff 61: 7, Surat At-Taubah 9: 74, Surat Al-Hujurat 49: 17.

Diantara ayat-ayat itu, Surat Ali-Imran 3:19 dan Surat Ali-Imran 3: 85 adalah dua surat yang sering kali membuat beberapa orang bingung karena difahami secara terpisah.

 

2.3.  Kata ‘Muslim’ dalam Quran

Ada sekitar 40 kata Muslim (Muslimin) dalam Quran, kita ambil sebagian saja  :

Surat Al-Baqarah 2:128, Surat Al-Baqarah 2: 132, Surat Al-Baqarah 2: 133, Surat Al-Baqarah 2:136, QS. Adz-Dzariyat 51:36, Surat Ali-Imran 3: 52, Surat Ali-Imran 3: 64, Surat Ali-Imran 3: 67.

Inti dari ayat-ayat yang kita kutip ini adalah :

Surat Al-Baqarah (2) ayat 128 : Doa Nabi Ibrahim agar dimasukkan dalam golongan kaum Muslimin (Patuh atau berserah diri kepada Allah).

Surat Al-Baqarah 2: 132 : Wasiat Nabi Ibrahim agar anaknya mati dalam keadaan Muslimin.

Surat Al-Baqarah 2: 133 : Anak-anak Nabi Yaqub berjanji untuk menjadi muslimin.

Surat Al-Baqarah 2:136  : Agama Yang dibawa oleh Nabi Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, Musa, Isa dan Nabi lainnya adalah sama, yaitu seruan untuk menjadi kaum muslimin

Surat Adz-Dzariyat 51:36 : Umat Nabi Luth juga disebut kaum muslimin.

Surat Ali-Imran 3: 52 : Para pengikut Nabi Isa bersaksi bahwa mereka adalah kaum Muslimin.

Surat Ali-Imran 3: 64 : Allah menyuruh para Ahli Kitab untuk menyatakan diri (kepada para pengkhianat Isa) sebagai kaum Muslimin.

Ali-Imran 3: 67 : Nabi Ibrahim adalah seorang muslim.

 

 2.4 Kesimpulan Tentang ‘Muslim’ dan ‘Islam’ dalam Qu’ran

1.Ternyata, setelah kita melihat puluhan kata Muslim (Muslimin) dalam puluhan ayat Quran, yang disebut umat Muslim (Muslimin) tidaklah hanya dari umat Muhammad saja, umat-umat dari Nabi-Nabi sebelumnya juga disebut Muslim (Muslimin). Dengan demikian, maka yang dimaksud “Islam” dalam Surat Ali Imran:19 dan Ali Imran: 85, adalah juga meliputi Nabi-nabi dan umat sebelum Nabi Muhammad SAW.

2. Dengan memahami Surat Imran: 19 dan Ali Imran: 85 secara terpisah, yang artinya menganggap umat yang diterima Allah hanyalah Umat Muhammad, maka sama saja kita menafikkan adanya Nabi-Nabi sebelum Muhammad.

3. Pemahaman kacau pada kesimpulan no. 2 itu juga akan kontradiksi dengan rukun Iman kita, yang harus mengimani adanya semua Nabi Allah dan 3 kitab lain yang diturunkan sebelum era Muhammad.  .

 

 

3. Peta Umat Yahudi dan Nasrani Akhir zaman.

Pengetahuan geopolitik dan khususnya situasi faktual umat beragama didunia juga sangat membantu memahami topik ini. 

Dalam surat Al Kahfi Allah memerintahkan Nabi Musa as agar belajar memahami sesuatu (pengetahuan) yang sulit dia cerna kepada Nabi Khidir as. Nabi Musa as harus menemui Khidir as di pertemuan dua lautan. Maknanya, untuk memahami akhirzaman, kita harus memadukan dua lautan ilmu, lautan ilmu pengetahuan dunia dan lautan ilmu pengetahuan agama.

Banyak orang masih berfikir sempit, bahwa semua umat Yahudi adalah pengikut zionis, mereka tidak tahu bahwa banyak umat Yahudi yang masih lurus memegang Taurat atau Injil dan menjadi penentang zionis.

Surat An-Nisa:59 dan Ali Imran:55 sudah menjelaskan, bahwa para ahli kitab itu masih akan terus ada sampai hari kiamat.

Kemudian juga Surat As Shaf : 14 , juga menjelaskan bahwa tidak semua Umat Yahudi paling tidak setelah upaya pembunuhan beliau dengan disalib, adalah  mengingkari Nabi Isa as sebagai Nabi Allah, mereka ada yang terus setia.  Bani Israel pecah menjadi 2 golongan, yaitu yang masih beriman dan yang kafir.

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata, “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah.” Maka  segolongan dari Bani Israil beriman (al-hawariyyun) dan segolongan lain kafir.” (Ash-Shaff: 14)

 

 

4.Tentang Khilafah Yang akan dibentuk Nabi isa as

Tentang akan adanya Khilafah lain selain Khilafah Imam Mahdi sudah banyak hadits yang menyebutkannya. Yang mungkin masih banyak dibingungkan adalah tentang Khilafah yang akan dibentuk Nabi Isa as.

Khilafah Nabi Isa as yang akan berpusat diYerusalaem sebenarnya juga banyak diisyaratkan Hadits Sahih, tapi kebanyakan kita gagal untuk mencernanya, kita kutipkan salah satunya :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh pasti akan turun pada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim  yang adil lalu dia menghancurkan salib, membunuh babi dan membebaskan pajak serta harta begitu melimpah sehingga tak ada seorangpun yang mau menerimanya”. ( HR. Bukhari no. 2222 dan Muslim no. 242).

Poin penting dalam hadits itu :
1. Sebagai Hakim yg adil.
2. Membebaskan pajak.
3. Mematahkan salib

Poin 1 dan 2. menunjukkan bahwa Nabi Isa sangat jalas akan menjadi Hakim/Penguada/Khalifah yg adil untuk Bani Israel. Hanya posisi sbg khalifah/pemimpin yg bisa melakukan pembebasan pajak. 

Tentu saja tidak menggunakan istilah Khilafah/Khalifah, karena istilah ini hanya lazim dalam Islam.

Poin 3. Nabi Isa akan mematahkan Salib, artinya beliau akan meluruskan pendapat umat Yahudi bahwa beliau telah disalib dan dibunuh. Lalu dari mana kita tahu pusat Khilafahnya di yerusalem?, karena memang Tanah yg dijanjikan untuk Bani Israel sejak zaman Nabi Musa, Dawud, Sulaiman sampai Isa adalah Yerusalem.

Soal ini sudah kita bahas pada artikel “Dua Khilafah kembar Akhir zaman Part-1″, jadi silahkan dibaca kembali disana.

 

WaAllahualam, mudah-mudahan bermanfaat.

 

Ceramah SIH tentang Turunnya kembali Nabi Isa as

 

TRANSKRIP CERAMAH SIH MULAI MENIT KE 48:10

Kita bukan pengikut Nabi Isa as

Allah memberikan pernyataan yang sangat kuat didalam ayat Quran, tentang peristiwa yang saat ini sedang terjadi didepan mata kita.

Dalam ayat yang sama, yaitu dalam surat Ali Imran:55 :

إِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَٰعِيسَىٰٓ إِنِّى مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَىَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَجَاعِلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوكَ فَوْقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

“(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”. (QS. Ali Imran:55)

Pada saat itu, Allah mengungkap seuatu yang lebih, Karena Allah melihat apa yang mereka lakukan terhadap Nabinya (Isa as)…maka pada saat itu Allah mengungkap lebih lagi…, apa yang Allah ungkap itu?

Mereka (pengkhianat Nabi Isa as) melemparkan kotoran (menolak) kepadamu dan Ibumu (Isa dan Maryam), tapi Kami (Allah) akan membersihkan kamu (Nabi Isa) dari kotoran itu, Kami akan membersihkanmu dari orang-orang berbuat kufur kepadamu, membersihkanmu, mencucimu menjadi bersih.

Tidak hanya itu, tidak hanya akan membersihkanmu dari sampah yang dilemparkan orang yang kufur kepadamu, tapi Kami akan melakukan lebih lagi. Anda mau mendengarnya ?

Kepada mereka yang menjadi pengikutmu, Apakah kita menjadi pengikutnya (Nabi Isa as)?

Ketika anda dialam kubur dan malaikat maut mendatangimu dan bertanya, Siapakah Nabimu ? Apakah anda akan jawab Nabi Isa ? tentu tidak…Ketika Malakat bertanya siapakah Nabimu, maka kita akan menjawab Nabi Muhammad bukan Nabi Isa as.

Jadi kita bukan pengikut Nabi Isa, Kita mengikuti Nabi yang lain, kita mengikuti Nabi Muhammad, kita tidak mengikuti Nabi Isa.

Apa hal itu sdh jelas? Bisa kita lanjut?

Saya suka kalimat lanjutannya (dari ayat diatas) … NATO tidak akan suka ini…tidak …Mereka akan mendapat kejutan dalam hidup mereka atas apa yang terjadi saat ini, setelah terjadinya banjir darah selama 500 tahun, penindasan dan arogansi itu..

Quran sedang membicarakan hal itu hari ini, dan yang diceritakan Quran ini sedang  tejadi didepan mata kita, tapi kita tidak akan memahaminya tanpa kita mempelajari Quran.

Kami akan menjadikan siapa yang menjadi pengikut Nabiku…

Karena (menurut Surat Ali Imran:19) hanya ada satu agama yang benar yaitu agama Islam, maka siapapun yang mengikuti seorang Nabi, tidak peduli Nabi yang mana, maka dia berada dalam agama Islam Apakah itu sangat sulit dimengerti …???

Beliau mengulangi lagi penegasan ini :

Karena (menurut Surat Ali Imran:19) hanya ada satu agama yang benar yaitu agama dalam Islam, maka siapapun yang mengikuti seorang Nabi, tidak peduli Nabi yang mana, maka dia berada dalam agama Islam Apakah itu sangat sulit dimengerti …???

Untuk itulah kenapa anda menjadi seorang muslim.

Jadi anda bisa menjadi seorang muslim dengan mengikuti Nabi ini dan anda berada dalam agama Islam, dan anda  bisa menjadi seorang muslim dengan mengikuti Nabi yang lain dan anda berada dalam agama Islam.
Apakah begitu sulit untuk dimengerti ???… Apakah begitu sulit untuk dimengerti ??? Setelah entah beberapa ratus tahun kita mengalami pencucian otak ???

Sudah saatnya Quran untuk hadir dan mencuci otak kita, yaa…dan kita kembali kepada kemurnian pemikiran.

 

 Ada dua golongan besar Bani Israel

Allah telah berbicara kepada Nabi Isa (Ali Imran :55), “Aku akan mengangkatmu kelangit saat mereka mencoba menyalibnya… pada saat itu Allah berbicara, bahwa Allah tidak hanya akan mengangkatnya ke langit,,, dan tidak hanya akan membersihkan Nabi Isa dari orang orang berbuat kufur (kepadanya) itu.. tapi Allah juga akan mengangkat derajatnya ..

Allah (juga) akan mengangkat derajat para  pengikut (Isa as) ke posisi yang lebih tinggi, posisi yang dominan atas orang-orang yang melakukan kekufuran.atas kamu (Nabi Isa).

Dan ketika hal itu terjadi, ketika fihak ini (bani Israel pengikut Isa as) memiliki derajat lebih tinggi dari fihak lain (Bani Israel pengkhianat Isa as), maka ini akan berlangsung hingga akhir dunia….dan ini akan berlaku hingga akhir dunia. Jadi siapa yang tetap mengikutimu Isa as),  maka akan terus ada sampai hari kiamat.

Apakah ini sudah jelas ? Apakah pencucian otak itu telah hilang sekarang?

Bahwa sejarah akan berakhir dengan siapa yang menjadi pengikut  Al Masih (Nabi Isa as) akan berada dalam posisi yang dominan atas fihak yang mengkhianatinya (Bani Israel pengkhianat Isa), yaitu mereka yang melempar sampah kepadanya.

Dan ketika satu fihak ini (Bani Israel pengikuta Isa) diangkat derajatnya  keposisi yang dominan terhadap fihak lain (Bani Israel pengkhianat Isa), yang sedang terjadi saat ini. Dan saya bersukur kepada Allah bahwa saya diberi umur panjang untuk melihat nubuwah dalam Quran yang terjadi didepan mata saya ini.

Saya bisa melihatnya karena saya punya guru yang bernama Dr. Maulana Fathurrahman Ansari ra, beliau yang mengajari saya, beliau  yang mengajari saya bagaimana caranya mempelajari Quran. Itulah sebabnya saya bisa melihatnya.

 

Nabi Isa dan umatnya tidak akan menjadi pengikut Muhammad

Sejarah akan berakhir dengan (Bani Israel) yang menjadi pengikut  Al Masih asli saat beliau turun kembali akan diinaikkan derajatnya keposisi yang dominan atas (Bani Israel) yang menjadi pengkhianat Al Masih asli. Dan ketika fihak itu (Bani Israel pengikut Al Masih) diangkat lebih dominan atas fihak lain (Bani Israel pengkhianat AlMasih), maka hal itu akan berlanjut sampai hari kiamat.

“Jadi mereka (bani Israel pengikut Isa as) akan terus mengikuti Nabi itu (Isa as), dan bukan mengikuti Nabi ini (Muhammad SAW).

Apakah itu sangat sulit dimengerti ??? Apakah Quran tidak menjelaskan hal itu dengan jelas dan terang ???

“Mereka (Bani Israel pengikut Isa as) akan terus berada pada status dominan atas fihak ini (Bani Israel pengkhianat Isa) sampai hari kiamat.”

Ini adalah salah satu kesimpulan yang menakjubkan atas ceramah ini :

“ Bahwa sejarah akan berakhir tidak hanya dengan umat Nabi Muhammad SAW, tapi sejarah akan berakhir juga dengan umat yang lain, yaitu umat yang menjadi pengikut Nabi Isa as.”

 

Pengikut Nabi Isa as adalah bani Israel

Siapa yang menjadi pengikut (Isa as)?

Qur’an telah menjawab pertanyaan itu, Nabi Isa as adalah tidak diturunkan  untuk kita, apa beliau (Nabi Isa) itu untuk kita ?  tidak.

Untuk siapakah beliau diturunkan (oleh Allah) ?

Ada dua kali disebut dalam Quran, dan itu sangat jelas dan terang. (Ash Shaff :6 dan  Ali Imran:49   ).

Ayat pertama :

“Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS.Ash Shaff :6)

Hai Bani Israil, aku adalah utusan Allah yang diturunkan kepadamu, bukan kepada umat lain… kepadamu (Bani Israel), bukan kepada umat lain… kepadamu (Bani Israel), bukan kepada umat lain  !!!.

Jadi beliau bukan dikirim untuk kita.

Hehe…anda tidak perlu memeras otak  untuk memahami ini, ini sangat mudah. Beliau tidak dikirim kepada kita, tapi dikirim untuk mereka (Bani Israel).

Jadi ada Rosul lain untuk Bani Israel, dan juga ada Rosul lain didalam Quran. Jadi Nabi Isa as adalah diutus untuk Bani Israel.

 

Bani Israel dan Ahli Kitab

Tapi setelah Nabi Isa pertama datang dulu, Bani Israel terpecah dalam dua fihak, satu fihak yang menerima beliau dan Kitab injilnya, dan satu fihak lain yang menolak Nabi Isa dan menolak Kitab injilnya.

Dan Allah SWT dengan kearifannya memberi  sebutan 2 nama bagi (pengikut Isa), Dia memilih satu kelompok  yang dinamai dengan Bani Israel,  tapi Allah juga memberi nama kelompok lain sebagi Ahli kitab. Karena ada kelompok yang memegang teguh kitab Taurat, tapi ada kelompok yang memegang kitab Taurat tapi juga memegang Injil.

Jadi sekarang anda punya dua sebutan, yaitu “Bani Israel” dan “Ahli Kitab”.

 

Kita tidak akan menjadi pengikut Nabi isa as

Jadi saat nanti Nabi isa datang kembali, maka beliau akan datang ke umat Yahudi dan kepada Umat Nasrani. Beliau tidak akan menuju Umat Hindu, tidak akan menuju Umat Budha, dan tidak akan menuju Umat Muhammad SAW.

Jadi ketika nanti pada saat salat fajar , disebuah Masjid di Damaskus Imam Mahdi menunjuk “inilah Almasih”, dan kita telah munjuk Al Mahdi sebagai Khalifah, sebagai Amirul mukminin, dan kita telah memiliki Negara Khilafah, dan saat itu Nabi Isa as turun, saat itu Imam Mahdi sedang akan memimpin sholat.

Tapi ketika dia melihat turunnya Al Masih, secara alami dia akan bersikap sopan… dia melakukan hal yang benar, anda bisa saja mengkritik hal ini.. tapi dia melakukan hal benar, dia meminta Nabi Isa untuk memimpin Sholat, ya.. dia melakukan hal yang benar.

Tapi jika Nabi Isa menerima permintaan itu, dan kemudian memimpin sholat, apa implikasinya? Anda mulai mengerti sekarang?

Jika Nabi Isa memimpin Sholat, maka dia tentu akan menjadi Amirul Mukminin, menjadi pemimpin umat Muhammad SAW.

Tapi apakah Allah mengirim Nabi Isa untuk kita ? Tidak… beliau menolak menjadi Imam sholat, Nabi Isa bilang Andalah (Al Mahdi) yang harus memimpin sholat, karena anda adalah Amirul Mukminin (pemimpin umat Muhammad).

 

Dua arah Kiblat yang ditetapkan Allah

Dan kemudian Nabi Isa bergabung (menjadi makmum) dalam Sholat, dan kearah mana beliau berkiblat ?, tentu saja Makkah. Tapi apakah Makkah adalah satu-satunya Kiblat yang sah dalam Quran ? dan Kiblat yang lain adalah tidak sah? Baca buku ini, Methodology for study the Quran.

Jadi Kiblat satunya masih sah, yaitu Yerusalem, dan Kiblat satunya masih sah, yaitu Makkah.

Dan Allah tentu saja sudah mengatakan, da kita tidak tahu itu, karena yang kita lakukan hanya makan Nasi Biryani dan pulang untuk tidur (hanya makan dan tidur)? Kita tidak tahu hal ini, karena kita terlalu sibuk dan tidak mempelajari Quran, dan lebih suka hanya menunggu orang untuk “memberikan ilmu”.

Jadi Qur’an menyatakan, ini Kiblat untuk anda dan itu Kiblat untuk anda (Yerusalem Kiblat untuk umat Nabi Isa, dan Makkah Kiblat untuk umat Nabi Muhammad), jadi umat ini (Umat Muhammad) tidak boleh mengikuti Kiblat yang itu (Yerusalem),  dan Umat yang itu (Umat Nabi Isa)  tidak boleh mengikuti Kiblat yang ini (Makkah). Cari itu dalam Quran’an dan anda akan menemukannya.

Jadi saat itu (di Masjid Damaskus), nanti Nabi Isa akan ikut Shalat  bersama Al Mahdi dengan arah Kiblat kita (Makkah). Tapi saat Nabi isa bersama umatnya, dan mereka melakukan sholat sesuai syariat mereka, akan menghadap Kiblat mana mereka ?, tentu mereka akan menghadap arah Kiblat mereka (Yerusalem).

(Ayat tentang arah kiblat ini bisa anda baca pada Al-Bqarah:142-145)

 

Nabi Isa diberi pengetahuan 4 Kitab dan Hikmah

Tapi kita punya masalah sekarang, masalahnya adalah (ketika sholat bersama Imam Mahdi) Nabi Isa harus tahu syariat Islam. Beliau tidak hanya harus tahu cara beribadah menurut syariat sesuai ajaran Kitabnya (Injil), tapi beliau juga harus tahu cara ibadah menurut Syariat Quran.

Jadi darimana kita tahu hal itu?,  dari mana kita tahu hal itu padahal Quran diturunkan 600 tahun setelah Nabi Isa diangkat Allah kesisinya? Itu pertanyaannya, Bagaimana Nabi Isa bisa tahu bahwa inilah cara kita Sholat dan kiblat kita adalah Makkah? Dan ini adalah Syariah kita dan itu adalah Syariah mereka?

Karena Nabi Isa adalah utusan Allah, maka beliau harus tahu dua-duanya.

Quran telah mengatakan dalam Surat Ali Imran:48 :

“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya (Isa as) Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.” (QS. Ali Imran: 48)

Allah akan mengajarinya Kitab ini (Quran), dan Allah akan mengajarinya Hikmah (kebijaksanaan),dan setelah itu Allah akan mengajarinya Kitab Taurat, dan kemudian Injil.

Bagaimana memahami ini? Jawabannya… disisi kita punya Quran, disisi sana ada Taurat dan Injil, disisi kita ada Syariah dan disisi sana ada syariah yang lain, disisi kita ada umat disisi sana ada umat yang lain. Dan ketika Nabi Isa berada diantara dua umat ini, maka Allah tidak hanya mengajar beliau materi semua Kitab tapi juga akan mengajarkan beliau Hikmah (kebijaksanaan).

Sekarang anda memahami maksud Quran, Itulah kenapa Allah mengajari Nabi Isa Kitab Quran, kemudian mengajajari kebijaksanaan, kemudian mengajari Kitab Taurat, dan baru mengajari Kitab Injil. Karena diantara fihak sini (umat Muhammad) dan fihak sana (Umat Isa as) ada banyak hal yang rumit, jadi diperlukan kebijaksanaan. Itulah kenapa kebijaksanaan ditempatkan antara fihak ini (Umat Muhammad) dan fihak sana (umat Isa as).

Jadi ada ayat lain dalam Quran yang memastikan bahwa nabi Isa akan turun kembali, dan saat beliau kembali maka beliau sudah punya pengetahuan tentang tentang Quran dan syariat Muhammad SAW.

 

Dua golongan Nasrani saat ini dan Jihad Palsu diSuriah

Siapakah yang saat ini yang bisa mengidentifikasi siapakah pengikut Nabi Isa as dan siapakah yang melempar kotoran (yang mengkhianati ) ke Nabi Isa?

Jawaban saya adalah, bahwa sejarah akhirnya telah mengungkap sendiri didepan mata kita, bahwa selama ribuan tahun Kristen orthodox tidak pernah melegalkan pernikahan sejenis.

Dan Kristen orthodox menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah tunduk kepada penindas. Penindas itu telah telah menindas kita selama 500 tahun. Dan mereka yang menjajah dunia selama 500 tahun itu adalah fihak yang melemparkan kotoran ke Nabi Isa, dan fihak yang bersekutu dengan para pelempar kotoran itu.

Dan sekarang kita sedang tiba dimasa ketika penindasan 500 tahun itu akan segera berakhir, dan itu terjadi atas kehendak Allah.

Siapakah fihak yang menjadi pengikut Nabi isa itu? Kristen manakah yang benar benar mengikuti Nabi Isa ? Apakah Quran memberitahu kita tentang mereka?

Ya..,dan saya telah mengutip ayat itu 500 ribu kali, dan mereka tetap tidak mau pernah mendengarkan saya. Mereka yang mendudkung “Jihad palsu” di Suriah itu.. mereka tidak akan pernah mau mendengarkan saya.
Tidak.. tidak.. tidak (akan mau)… yaitu mereka yang (menyebut/memfitnah)…Bashar al Assad telah memperkosa  500 ribu orang bayi (menindas rakyatnya)…. dan Putin adalah begini, Putin adalah begitu.
Saya kasih tahu anda, mereka itu telah menunjukkan tingkah laku sebagai  orang yang sedang didorong menjadi gila karena sentuhan setan… mereka menunjukkan tingkah laku sebagai  orang yang sedang dijerumuskan menjadi gila karena sentuhan setan…Karena mereka tidak bisa berdiri diatas kebenaran Quran.

Kebenaran Quran telah menyingkir jauh dari kepalsuan mereka…Jihad palsu itu sedang sedang disingkirkan jauh (oleh kebenaran)…Kebenaran sedang datang dan mengusir semua sampah itu. Mereka tidak bisa berdiri diatas kebenaran, dan (Qu’ran) inilah kebenaran.

Allah berbicara didalam Qur’an :

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.” (Al Maidah:82)

Allah melarang untuk bersekutu dengan suatu kelompok (Negara) Kristen yang bersekutu satu sama lain dengan Negara Yahudi. Ini adalah penjelasan yang benar tentang ayat ini, jika anda membantahnya silahkan tunggu sampai anda dikubur dan anda baru akan tahu.

Jadi aliansi Negara Yahudi dan Negara Kristen (barat) ini, adalah mereka yang berada pada fihak yang kufur. Dan fihak Kristen Orthodox adalah yang sedang menjadi pengikut Isa as.

Dan yang akan kita saksikan nanti, adalah yang sudah Allah isyaratkan dalam Qur’an, Bahwa Allah akan menaikkan derajat fihak (Kristen) yang benar ini diatas fihak (Kristen) lain yang kufur. Dan sekarang (peristiwa itu) sedang muncul saat ini.

Fihak ini (Kristen orthodox) dipimpin oleh Rusia… ya… dan mereka melakukan apapun untuk membuat buruk citra Rusia.

Tapi Allah akan melakukan campur tangan, dan akan membuat fihak (Kristen Orthodox) lebih dominan atas mereka, dan ketika itu terjadi, maka itu akan terjadi sampai akhir dunia.

 

Akan Ada Dua Khilafah Allah di Akhir zaman

Ini adalah implikasi pertama dari turunnya kembali Nabi Isa as, bahwa dia akan turun untuk memimpin umat pengikutnya, dan mereka akan dominan diseluruh dunia, mereka akan punya Negara Khilafah sendiri, yang akan memimpin dunia. Apakah itu terlalu sulit difahami ?

Dan kita umat Nabi Muhammad juga kan punya Negara Khlafah sendiri yang akan dipimpin oleh Imam Mahdi.

Dan saya punya satu lagi yang harus saya katakan, sebelum saya akhiri, Bagaimanakah hubungan diantara dua Khilafah itu?

Allah berbicara tentang sesuatu  yang mengagumkan dalam surat Ash Shaff: 6 :

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS.Ash Shaff: 6)

Allah telah menyebut  nama Nabi 4 kali dalam Quran dengan nama Muhammad, tapi kenapa diSurat ini Nabi isa  menyebut sebagai Ahmad?

Tentu ini bukan terjadi begitu saja, tidak ada yang terjadi begitu saja dalam Quran, pasti ini ada alasannya. Alasannya adalah karena (Ahmad) adalah panggilan sayang, untuk menunjukkan kedekatan. Karena diantara kedua Nabi ini ada ikatan cinta. Jika diantara kedua Nabi itu ada ikatan cinta yang kuat, maka diantara umat Nabi Muhammad dan umat Nabi Isa juga akan terbangun ikatan saling cinta.

 

Ceramah SIH ini berakhir sampai disini, untuk anda yang belum menyimak Kajian sebelumnya, silahkan baca diartikel “Dua Khilafah kembar Akhir zaman Part-1” 

 

 

This entry was posted in Extend, recent post, Islamic View and tagged , , , . Bookmark the permalink.

34 Responses to DUA KHILAFAH KEMBAR AKHIR ZAMAN – PART 2

  1. Tofa says:

    Dlm artikel yg prtama sya jga sdah mmahami, krna hampir smua artikel sya baca smp slese. D kbetulan cramah yg ini jga sya sudah nonton klo gak salah msih tahun lalu, dlm subtile indonesia. Jdi Alhmdulillah makin tercerahkan. Trimakasih admin atas pencerahanya….

    • The admin says:

      Alhamdulillah bisa bermanfaat.
      Kita maklum memang topik ini agak sulit diterima bagi sebagian orang. Tapi kita selalu menyarankan untuk membaca artikel kita secara cermat dan jika belum faham diulangi lagi. Jadi jika ada yang mau disanggah maka itu bukan karena gagal faham, tapi memang karena ada yg salah dalam kajian kita.

      • Tofa says:

        Oya min, ada yg masih mengganjal. Tentang iran, knapa iran d sebut persia, n kyaknya persia jelek bgt bgt d mata umat islam. Mohon pencerahanya soal iran n persia.

        • The admin says:

          Bicara soal Persia adalah bicara ttg sejarah yg sangat-sangat panjang, peradaban mereka bahkan sdh ada sejak 4000SM, pada era Nabi mrk adalah superpower saingan Romawi timur (bizantium). Persia ditaklukan oleh Umar Bin khatab pada 636M. Kekaisaran Persia berubah nama menjadi Iran sejak 1935, dan mrk menjadi negara republik setelah revolusi 1979.

          Beberapa hadits sahih muslim justru menggunakan nama Farsi (Persia) untuk menyatakan keutamaan muslim dari sana, jd jika kata Persia dikesankan jelek mungkin itu hanya perasaan saja.

          • Tofa says:

            Min apa benar ads hadist yg mngatakan umat muslim akn mngalahkan persia d akhir jaman. Soalnya bnyak ustad youtub yg knyaknya benci bgt sma persia dlm hal ini iran.

            • The admin says:

              “Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allah menangkan kalian atasnya.” (HR Muslim 5161)

              Jika Hadits itu difahami sendiri maka akan gagal faham karena pada Hadits2 yg lain, perang akhirzaman itu adalah Perang melawan Rum, penaklukan Konstantinopel, Penaklukan Baitus Maqdis. Perang melawan Yahudi.

              Perang melawan Rum (Rum barat/koalisi NATO) sendiri, sdh kita saksikan sejak 1 dasawarsa ini diIraq,Yaman dan Suriah dimana NATO banyak mengerahkan negara muslim sekutunya/proxi militan bentukannya dan perang ini blm selesai. Yang belum terjadi adalah 3 perang yg disebut terakhir yg kita yakini akan dilakukan oleh pasukan Al Mahsi.

              Jadi, Hadist diatas bukan menceritakan perang yg terjadi berurutan. Memerangi bangsa Arab (terutama Iraq dan Suriah) dan memerangi Persia sudah terjadi semenjak zaman Nabi sampai dengan era Khilafah setelah Nabi wafat. Memerangi Persia sdh terjadi pada era Umar bin Khatab thn 636M. Yang belum terjadi adalah memerangi Dajjal.

              Memerangi Dajjal sendiri bisa bermakna memerangi Umat Yahudi yg jadi pengikutnya, bisa juga berarti memerani Israel yg sedang menunggu kemunculan Dajjal (Al Masih palsu). karena tdk ada yg bisa memerangi/membunuh Dajjal kecuali hanya Nabi Isa as. Saat ini yg menjadi musuh Israel yg paling kuat tinggal Iran, dan yg lebih lemah ada Lebanon dan Yaman.

              Sementara, menurut Hadist lain yg pertama ditaklukkan Pasukan Al Mahdi adalah Kerajaan saudi yg akan terjadi setelah meninggalnya Raja dan 3 pangeran berebut kekuasaan. Detailnya silahkan baca artikel “Peperangan setelah perang nuklir”.

  2. Dadan Danial Sibel says:

    Masyaalloh, semakin jelas terang benderang, siapa yg bermain di pentas dunia hari ini, Alhamdulillah dengan Alquran dan pemahaman yg betul, faham sejarah dunia, kita tidak lagi bisa dibohongi hanya dengan slogan bombastis, kembali ke Qur’an dan Sunnah. Mksih pa admin

  3. Taufan says:

    Min saya belum tahu maksud pencucian otak, banjir darah, penindasan selama 500 tahun itu, bisa dijelaskan?

    • The admin says:

      Pertanyaan bagus, berarti bener2 dibaca cermat ya?.
      SIH menunjuk pada era Kekaisaran Ottoman sejak penyerangan Konstantinopel 1453. Selama lebih 500thn ini kita di’brainwash’ bahwa tindakan Muhammad Fatih adalah suatu kebenaran, bahkan diklaim sebagai peristiwa yg diisyaratkan hadits, Salah besar!. Kezaliman itu bahkan masih terjadi menjelang bubarnya Ottoman 1920an, yaitu saat genosida 1,5jt etnis Armenia yg beragama Kristen Orthodox oleh Ottoman Turki.
      Mrk adalah umat Nasrani yg lurus yg sampai kini terus mengirim bantuan kemanusiaan ke Muslim Suriah. Padahal bisa jadi mrk adalah Ahli kitab umatnya Nabi Isa as (baca An-nisa:159). Mrk jg tdk membaca Al-An’am-108, bhw mwnghina agam lain sj kita dilarang, koq ini malah diserang dan dibantai.

  4. Heru says:

    Setelah beberapa tahun sya mulai ikuti dan bnyak bljar memahami situs ini,,hati dan pikirn sya terbuka dngn jelas…trima kasih admin
    Tapi sya suka sedih dngn para ustad yg ada di YouTube”,dengan mnerangkan dan memaparkan tentang “akhir zaman”,,,sya rasa mereka kurang tepat dan sdikit jauh dri Qur’an dan hadist,,,kasian orang awam akan hal ini tentang akhir zaman

    • The admin says:

      Alhamdulillah meski kita hanya analis akhirzaman tapi bisa berkontribusi dalam pencerahan akhirzaman. Mungkin bedanya adalah, karena Kajian kita berbentuk teks maka pembaca lebih gampang mengevaluasi, juga membuat pembaca lebih kritis dan bisa membuat sanggahan, juga tdk menelan begitu saja materinya.

  5. Ridwan says:

    Maaf min, apa tidak ada niat membuat konten yg lebih sering dan mudah diakses umat, seperti youtube, biar semua orang awam bisa terbuka pikirannya. Mungkin selama ini bukan karena mereka tidak paham, tapi mereka saja tidak pernah mendapat pengetahuan.
    Maaf saran saja min.

    • The admin says:

      Untuk menyusun 1 kajian saja perlu waktu 1-2 minggu, karena mengkaji ayat/hadits akhirzaman tidaklah mudah. Mengkonversi ke media visual akan perlu waktu lg, sedang kita jg masih berbagi waktu untuk urusan dunia. Jadi sdh tidak ada waktu untuk merubah ke media visual.
      Paling tidak kita sdh menyediakan fasilitas Share via WA dan FB dan Twitter diatas disetiap artikel. Tks sarannya.

  6. Edy paimar majid says:

    Min, terina atas tulisan2 yg kaya akan analisa menjelaskan kondisi dunia saat ini. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kesehatan bagi admin utk selalu memposting ulasan2 yg lebih menarik yg kaya perpektiive. Kapan bisa diadakan semacam kajian lansung dimana saya (kami) bisa ketemu lansung dan diskusi dengan admin?

  7. Debu says:

    Saya sejak lama curiga kalau putin adalah isa akhir zaman.
    Allahu a’lam

    • The admin says:

      Menurut kita yang lebih mirip adalah Zulkarnain spt yg diceritan dlm surat Al Kahfi. Orang yg diberi kekuatan (militer) luar biasa dan dipakai untuk melindungi yg lemah dari kezaliman. Hanya perumpamaan, tdk usah dianggap serius.

  8. Tofa says:

    Min untu tambahan artikelnya. Kbanyakan dari pnceramah berpedoman bahwa nabi d utus untuk kaum trtentu n jaman trtentu. Jadi stelah Datang nabi Muhammad, mka ajaran agama2 lain d anggap sdah kadaluarsa, n smua harus mngikuti Nabi muhammad. D mnapun sya dengar ceramah pasti bgtu. Mka mreka mnyimpulkan meskipun nabi Isa turun mka akn mngikuti ajaran nabi Muhammad. Bgitu yg kutangkap dari ceramah2 yg ada.

    • The admin says:

      Dari dulu kebanyakan org berpendapat seperti itu. Tapi setelah benar2 didalami ayat2nya khan ternyata pendapat itu salah.

  9. Rio says:

    Kalau semua agama itu sama, sedang mereka yang beragama Yahudi, Nasrani, dan Shabi’in itu cukup hanya mengamalkan agamanya, dan tidak usah mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka berarti membatalkan berlakunya sebagian ayat Allah dalam Al-Qur’an. Di antaranya ayat:

    وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ(28).

    “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk seluruh manusia.” (As-Saba’: 28).

    قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا.

    “Katakanlah (hai Muhammad): Hai manusia! Sesungguhnya aku utusan Allah kepada kamu semua.” (Al-A’raaf: 158).

    Apakah mungkin ayat itu dianggap tidak berlaku? Dan kalau tidak meyakini ayat dari Al-Qur’an, maka hukumnya adalah ingkar terhadap Islam itu sendiri. Kemudian masih perlu pula disimak hadits-hadits.

    Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

    285 حَدِيثُ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي كَانَ كُلُّ نَبِيٍّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى كُلِّ أَحْمَرَ وَأَسْوَدَ وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمُ وَلَمْ تُحَلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ طَيِّبَةً طَهُورًا وَمَسْجِدًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ صَلَّى حَيْثُ كَانَ وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ بَيْنَ يَدَيْ مَسِيرَةِ شَهْرٍ وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ *.

    285 Diriwayatkan daripada Jabir bin Abdullah al-Ansari r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Aku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelumku. Semua Nabi sebelumku hanya diutus khusus kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus manusia yang berkulit merah dan hitam yaitu seluruh manusia. Dihalalkan untukku harta rampasan perang, sedangkan hal itu tidak pernah dihalalkan kepada seorang Nabi pun sebelumku. Disediakan untukku bumi yang subur lagi suci sebagai tempat untuk sujud yaitu shalat. Maka siapa pun apabila tiba waktu shalat walau dimana saja dia berada hendaklah dia mengerjakan shalat. Aku juga diberikan pertolongan secara dapat menakutkan musuh dari jarak perjalanan selama satu bulan. Aku juga diberikan hak untuk memberi syafaat. (HR Al-Bukhari 1/ 86 dan Muslim II/ 63, 64).

    Mungkin golongan tasykik (pembuat keragu-raguan) masih berkilah, bahwa ayat-ayat dan hadits tentang diutusnya Nabi Muhammad untuk seluruh manusia ini bukan berarti Yahudi dan Nasrani sekarang baru bisa masuk surga kalau mengikuti ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Kilah mereka itu sudah ada jawaban tuntasnya:

    حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ وَأَخْبَرَنِي عَمْرٌو أَنَّ أَبَا يُونُسَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ * . (رواه مسلم).

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah seseorang dari Ummat ini yang mendengar (agama)ku, baik dia itu seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dan belum beriman dengan apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka.” (Hadits Riwayat Muslim bab Wujubul Iimaan birisaalati nabiyyinaa shallallahu ‘alaihi wasallam ilaa jamii’in naasi wa naskhul milal bimillatihi, wajibnya beriman kepada risalah nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam bagi seluruh manusia dan penghapusan agama-agama dengan agama beliau).

    Konsekuensi dari ayat dan hadits itu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pengemban risalah yang harus menyampaikan kepada umat manusia di dunia ini, maka terbukti Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendakwahi raja-raja yang beragama Nasrani dan bahkan raja atau kaisar beragama Majusi. Seandainya cukup orang Yahudi dan Nasrani itu menjalankan agamanya saja dan tidak usah memasuki Islam, maka apa perlunya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mengirimkan surat kepada Kaisar Heraclius dan Raja Negus (Najasi) yang keduanya beragama Nasrani, sebagaimana Kaisar Kisra di Parsi (Iran) yang beragama Majusi (penyembah api), suatu kepercayaan syirik yang amat dimurkai Allah SUBHANAHU WA TA’ALA .

    Sejarah otentik yang tercatat dalam kitab-kitab hadits menyebutkan bukti-bukti, Nabi berkirim surat mendakwahi Kaisar dan raja-raja Nasrani maupun Majusi untuk masuk Islam agar mereka selamat di akhirat kelak. Bisa dibuktikan dengan surat-surat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang masih tercatat di kitab-kitab hadits sampai kini. Di antaranya surat-surat kepada Raja Najasi di Habasyah (Abesinea, Ethiopia), Kaisar Heraclius penguasa Romawi, Kisra penguasa Parsi, Raja Muqouqis di Mesir, Raja al-Harits Al-Ghassani di Yaman, dan kepada Haudhah Al-Hanafi.[4]

    Surat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk Kaisar Heraclius.

    بِسْم اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ مِنْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى هِرَقْلَ عَظِيمِ الرُّومِ سَلَامٌ عَلَى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدَى أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّي أَدْعُوكَ بِدِعَايَةِ الْإِسْلَامِ أَسْلِمْ تَسْلَمْ يُؤْتِكَ اللَّهُ أَجْرَكَ مَرَّتَيْنِ فَإِنْ تَوَلَّيْتَ فَإِنَّ عَلَيْكَ إِثْمَ الْأَرِيسِيِّينَ وَ ( يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَنْ لَا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ ) .

    Artinya:

    Bismillaahir Rahmaanir Rahiem

    Dari Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya

    Kepada Heraclius pembesar orang Romawi.

    Salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk Allah.

    Setelah ucapan ini, maka sesungguhnya saya mengajak Anda dengan ajakan Islam. Masuklah Anda ke dalam agama Islam, maka Anda akan selamat, dan Allah akan memberikan pahala dua kali kepada Anda. Apabila Anda menolak, maka Anda akan menanggung dosa-dosa orang-orang Arisiyyin (ada yang mengartikan: penganut Arianisme, ajaran Arius, uskup Iskandariyah 256-336M, pen).

    Wahai Ahli Kitab, marilah (berpegang) dalam satu kalimat (ketetapn) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatu pun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (Al-Bukhari IV/57 dan Muslim ii/ 90-91, alenia terakhir adalah bagian ayat 64 Surat Ali ‘Imran).

    Dalam surat itu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menegaskan, Apabila Anda menolak, maka Anda akan menanggung dosa-dosa orang-orang arisiyyin (pengikut). (Ada yang memaknakan Arianisme –ajaran Arius, uskup Iskandariyah 256-336M–, pen). Perlu diketahui Arianisme adalah ajaran Arius (256-336M), seorang ahli ilmu agama bangsa Libia, Uskup di Iskandariah, mengajarkan bahwa sebelum penciptaan umum, Tuhan telah menciptakan dan melahirkan seorang putera, makhluk yang pertama, tetapi tidak abadi dan tidak sama dengan Sang Rama (Ensiklopedi Umum, hal. 79). Kepercayaan itu menurut Islam jelas syirik, orangnya disebut musyrik, suatu dosa yang paling besar karena menyekutukan Allah SUBHANAHU WA TA’ALA .

    Bagaimana bisa dikatakan bahwa orang-orang ahli kitab sekarang pun akan masuk surga nantinya seperti yang didakwakan oleh sebagian ahli tasykik (membuat keraguan) padahal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menyurati Kaisar Heraclius sejelas itu? Kalau Heraclius yang Nasrnai itu tidak mau masuk Islam, maka akan menanggung dosa orang-orang Arisiyyin, yaitu kepercayaan yang menurut Islam adalah musyrik. Dan karena Nasrani itu termasuk ahli kitab, maka masih ditawari pula untuk menjalankan yang sama dengan Islam:

    Wahai Ahli Kitab, marilah (berpegang) dalam satu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah, dan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatu pun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami aadalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

    Ajakan itupun kalau diikuti, berarti mengikuti ajakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yakni

    mempercayai Nabi terakhir yang mengajak Kaisar kepada kalimatun sawaa’ (kalimat yang sama) itu. Dan risikonya, kalau ajakan itu diikuti, berarti ambruklah sistem kepasturan dan kerahiban di dalam tatacara ahli kitab. Dengan ambruknya sistem kependetaan, kepasturan, dan kerahiban itu hapus pula segala sabda-sabda dalam kitab-kitab maupun aturan-aturan yang mereka bikin-bikin. Yang ada justru ajaran murni di antaranya adalah khabar tentang akan adanya utusan Allah yang bernama Ahmad yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dari sini tidak bisa mengelak lagi kecuali mengikuti ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam alias masuk Islam.[5]

    Bagaimana persoalan agama-agama lain dianggap gampang seperti itu, sedangkan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) telah Allah SUBHANAHU WA TA’ALA kecam dan dinyatakan kafir:

    يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ(32).

    “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka. Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun al-kaafiruun (orang-orang kafir) tidak menyukai.” (QS At-Taubah/ 9:32).

    إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا(107)

    خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا(108).

    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya.” (QS Al-Kahfi/ 18: 107-108).

    Perkataan yang telah meragukan dan bahkan bertentangan dengan ayat Al-Qur’an itu sangat membahayakan bagi diri orang yang mengatakannya, bahkan bisa membahayakan bagi orang lain yang terpengaruh dengannya. Maka wajar kalau sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengancam masuk neraka atas orang yang hanya gara-gara ia mengucapkan satu perkataan.

    حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ يَنْزِلُ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ .

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Adakalanya seorang hamba mengucapkan satu kalimah (satu kata) yang menyebabkan dia tergelincir ke dalam Neraka yang jarak dalamnya antara timur dan barat. (Hadits ruiwayat Al-Bukhari dan Muslim).

    2236 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لَا يَرَى بِهَا بَأْسًا يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا فِي النَّارِ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ *.

    Diriwayatkan dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Sesungguhnya orang laki-laki pasti berkata dengan satu perkataan ia pandang tidak apa-apa (tetapi) mencemplungkannya ke dalam neraka (selama) 70 musim/ tahun.” (HR At-Tirmidzi, ia katakan ini hadits hasan gharib dari arah ini).

    • The admin says:

      Kami sangat memahami kebingungan sebagian saudara kita untuk memahami akhrzaman, karena memang sangat sulit. Itulah yg membedakan kenapa Mu’jizat Nabi kita adalah Qur’an, sementara Nabi lain dng keajaiban2 yg mengagumkan. Yang kita amati, penyebab gagal fahamn khususnya dalam topik ini, adalah karena melihat Bani Israel dan umat Nasrani diseluruh dunia itu semua sama, padahal mereka sama dng kita ada yg lurus ada yg bengkok.

      Kebingungan memahami akhirzaman ini sdh diisyaratkan dalam surat AlKahfi yg menggambarkan kebingungan Nabi Musa as (yg bahkan seorang Nabi) terhadap apa yang dilakukan Nabi Khidir as. Untuk menimba ilmu, Nabi Musa as disuruh menemui Khidir as dipertemuan dua lautan, maknanya adalah kita harus mempertemukan pengetahuan dunia dengan panduan agama.

      Sisi lain gagal faham diKahirzaman adalah ketika kita hanya mengutip 1 atau dua ayat dan kemudian mengambil kesimpulan, kita harus membaca sebanyak mungkin ayat yg menyangkut topik tsb. Kita juga harus faham geopolitik dan peta umat beragama di seluruh dunia. belum lagi ayat Quran itu ada yg Muhkamat dan Mutasyabihat.

      Contohnya, jika kita baca Surat At-taubah-19 tanpa tahu geopolitik akhirzaman, maka kita tidak akan mampu mencernanya :

      Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS At Taubah 9:19)

      Untuk menjawab kebingungan Kajian Part-1, kita sdh berinisiatif menulis Kajian Part-2. Kita sudah berupaya sekuat tenaga membuat kedua kajian itu, dan kita lakukan dengan sangat hati2 dan seteliti mungkin. kita jg berupaya menyajikan info geopolitik akhirzaman sebanyak2nya, bukan sekedar untuk berita tapi sebagi referensi penting untuk dipadukan dng panduan agam.

      Saran kita, bacalah sebanyak mungkin artikel2 kita dan juga info2 geopolitik yg kita sajikan, In Sya Allah wawasan kita tidak sempit lagi dan bisa lebih mudah memahami even2 akhir zaman yg rumit ini.

  10. Muhammad ilfadz alfian says:

    Assalamualaikum WR. WB.

    yang admin katakan tentang Nabi Isa pada ayat2 Al-Qur’an itu berdasarkan Masanya. Belajar untuk memahami ayat bukan hanya dari makna dan keterkaitannya. Tapi dari ayat tersebut menceritakan pada peristiwa apa dan kapan. Semua itu terjadi pada saat masa & waktu nabi Isa AS…..

    INTINYA….. Setelah Nabi Muhammad SAW menjadi Rasul, Apapun Bangsanya itu ya UMMAT AKHIR ZAMAN yang harus mengikuti ajaran Al-Qur’an. Timeline Al-Qur’an berakhir itu adalah SAAT SANGKAKALA DITIUPKAN & TERJADI KIAMAT. Zabur, Taurat, Injil itu berlaku pada masanya, apa yang dijelaskan dan diceritakan di Al-Qur’an tentang ketiga ayat itu ya pada masa & waktunya dulu.

    INGAT!! Di akhir zaman itu entah Itu kaum Bani Israel, Arab, Eropa, Afrika, Asia itu MANUSIA YANG DILAHIRKAN DI MASA AKHIR ZAMAN ( MASANYA NABI MUHAMMAD SAW ). Sudah tidak ada pengelompokkan Ummat. Siapa yang Bertakwa & beriman pada saat akhir zaman itu ya ISLAM/MUSLIM, karena masanya Al-Qur’an.

    Paham!! Bahwa yang masuk surga itu atau yg mukmin itu tidak hanya Islam, setuju itu. Tapi itu maknanya sebelum masanya Nabi Muhamamad SAW. JADI SEBELUM NABI MUHAMMAD SAW ITU MENGAJARKAN AL-QUR’AN, ya YG. DIMAKSUD MUKMIN ITU YA UMMAT YANG MENGIKUTI AJARAN DAN PEDOMAN NABI/RASULNYA BERDASARKAN KITAB SUCI PADA MASA ITU & INSYA ALLAH MENDAPAT SURGA….

    TAPI SEKARANG BEDA. KITA ITU HIDUP DI MASA AKHIR ZAMAN ( MASA NABI MUHAMMAD SAW ), SUDAH TIDAK MENGENAL PENGELOMPOKKAN KAUM-KAUM LAGI. DENGAN KONSEKUENSINYA HANYA SATU HUKUMNYA, YANG MUKMIN ITU YA YANG ISLAM/MUSLIM ( BERDASARKAN AL-QUR’AN )

    SEKALI LAGI!! TOLONG MEMAHAMI AYAT ITU BUKAN HANYA DARI ARTI DAN BUNYI MAKNANYA. TAPI KAPAN AYAT ITU DICERITAKAN & KAPAN PERISTIWA AYAT ITU TERJADI. BARULAH DIKAITKAN SATU SAMA LAIN. KARENA TIAP AYAT AL-QUR’AN ITU MEMILIKI KISAH & CERITA DENGAN MASA & WAKTU YANG BERBEDA JUGA….

  11. Muhammad ilfadz alfian says:

    Nabi Isa AS turun lagi di bumi itu penjelasannya sangat sederhana sebenarnya, yaitu menjelaskan bahwa apa yang ummat Kristen, Yahudi, dsb. Lakukan berdasarkan kitab-kitabnya saat ini itu sudah salah tempat dan masa. Kitab suci Zabur, taurat, injil itu sudah habis masa berlakunya….. Apalagi yang dianut sekarang sudah bukan Kitab Suci yang asli ( hasil rekayasa manusia sendiri )….. Si simple itu… Jadi konklusinya nabi Isa mengajak untuk manusia yng masih mempercayai Injil atau nabi Isa sebagai tuhan itu untuk kembali ke ajaran akhir zaman / AL-QUR-AN……

    Nabi Isa turun lagi di bumi itu bukan menyampaikan Wahyu lagi… Kewajiban mengajarkan Injil itu sudah habis masanya…….. Jadi jangan bentur-benturkan Nabi Isa dengan Nabi Muhammad SAW ketika pada peristiwa detik2 hari kiamat nanti…..

  12. Muhammad ilfadz alfian says:

    Dalil terus dalil terus. Jangan konteks isi dalilnya dulu yg saling dikaitkan. Tapi kita harus tahu dulu, mana ayat yang menceritakan kejadian masa lalu, mana ayat yang menceritakan masa depan, mana ayat yang menjelaskan hukum universal sepanjang masa. Kalau admin mengaitkan diatas itu sangat rancu dan bertolak belakang. Di satu sisi mengutip dalil2 yg menjelaskan cerita terjadinya kiamat, tapi semua landasan2 ayatnya, diambil dari ayat-ayat yang menceritakan kejadian masa lampau. Ya engga nyambung jadinya….

    • The admin says:

      Semua pertanyaan anda menunjukkan kebingungan yg sama dng beberapa saudara kita yg lain dalam memahami topik ini, jawabannya sudah diwakilkan pada pertanyaan saudara Rio.
      Kita hanya akan menjawab bahwa tidak satupun Kajian kita yg membahas tentang proses kiamat, karena proses Kiamat itu masih menjadi rahasia Allah, baca (Az Zukhruf 43. 85) , (Al Mulk 67::26), (Al A’raaf 7 :187), (Thaahaa 20:15) ,(Luqman 31:34).

      Kapankah Allah akan membuka rahasia ttg kiamat? Rahasia ttg kiamat nanti akan dibuka oleh Nabi Isa as.
      “Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Az Zukhruf 43:61)

  13. Muhammad ilfadz alfian says:

    Ayat yang admin kutip itu, menjelaskan apa yang dikatakan nabi Isa pada masanya… Isinya memang seperti itu, tapi itu mengisahkan apa yang terjadi pada saat zamannya nabi ISA AS. Balik lagi, tolong untuk mempelajari ayat Al-Qur’an itu tidak hanya arti dan maknanya, TAPI AYAT ITU HARUS DIPAHAMI TENTANG MENGISAHKAN KEJADIAN/PERISTIWA PADA MASA ATAU WAKTUNYA KAPAN.

    Ketika Al-Qur’an itu Turun, OTOMATIS PUTUS SEMUA SYARIAT, AJARAN & DALIL2 DARI KITAB ZABUR, TAURAT & INJIL.

    ISI AL-QUR’AN ITU MENGISAHKAN KEJADIAN2 MASA LAMPAU YANG TELAH TERJADI, TERMASUK KISAH NABI ISA AS PADA ZAMAN ITU, DIMULAI DARI PERJALANAN NABI ISA, SEJARAH NABI ISA & APA YANG NABI ISA KATAKAN & DI KUTIP DI AL-QUR’AN ITU, NABI ISA AS KATAKAN KETIKA PADA MASANYA WAKTU DULU……

    PAHAM, yang admin kutip itu betul semua. Makna dan artinya betul. TAPI, SEMUA AYAT YG ADMIN KUTIP ITU MENGISAHKAN MASA LALU PADA ZAMAN NABI ISA A.S

  14. Muhammad ilfadz alfian says:

    Sekarang saya tanya. Kalau ada seorang muslim saat ini, saat ini kan sama saja dengan detik2 Kiamat nanti ( AKHIR ZAMAN ), yang muslim itu pindah untuk mengimani kitab taurat seperti bani israel lalu melakukan ibadah, syariat dll. Seperti yang diperintahkan taurat, atau muslim itu berubah mengimani kitab Injil dan mengikuti semua ibadah, syariat dll. Yang diperintahkan oleh Nabi ISA A.S ( KAN MENURUT ADMIN ITU SAMA SAJA DENGAN SEORANG MUKMIN ). Pertanyaannya, Apakah Muslim itu Tetap Bisa Masuk Surga ? Kan admin berkata tidak hanya Islam yang disebut sebagai orang mukmin.

    • The admin says:

      Bukan kita yg mengatakan bahwa semua umat nabi adalah muslim tapi Qur’an, tentu saja para Nabi lain dan umatnya itu adalah orang mukmin, karena memang mereka Nabi2 utusan Allah. Mulai bagian ini saja anda sdh gagal faham.

      Coba lepas dulu nafsu Kebencian kepada umat Nabi Allah selain Muhammad, karena jika tdk percaya bahwa Allah telah menurunkan Nabi2 lain selain Muhammad maka iman kita akan gugur, mudah2an anda msh ingat poin2 pd rukun Iman. Baca kembali dng cermat dan fahami dng teliti Kajian kita, kalau perlu berulang2 dibaca, mudah2an Allah memberi hidayah. Hanya itu yg bisa kita sarankan.

  15. Muhammad ilfadz alfian says:

    Alhamdulillah ketemu titik terangnya. Para nabi/Rasul beserta pengikutnya yang taaat kepada Allah SWT adalah orang-orang mukmin ( Dibaca : Pada Masanya ). Sekarang Masa di Akhir Zaman Nabi Muhammad SAW ( Dibaca : Iman Hanya Kepada Al-Qur’an )… Namun disisi lain, Hak setiap Ummat manusia mengimani apa yg. Mereka percaya saat ini. Dan Kewajiban Kita sebagai ummat nabi Muhammad SAW ( Dibaca : Muslim ) adalah selalu berdakwa di jalan-NYA dengan Al-Qur’an & Hadits 🙏🏻

  16. Tofa says:

    Wow, diskusi yg luar biasa, smoga makin mncerahkan… Trimakasih admin. Memang untuk mmahami sesuatu kita harus mlepaskan nafsu kebencian trhadap perbedaan.

  17. MUHAMMAD IQBAL says:

    Assalamualaikum Admin..
    Saya ada saran, supaya kira2 admin terus memantau Imam Mahdi. Karena dari gaya2nya, nampaknya Ramadhan tahun ini beliau akan muncul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *