TUJUH TITIK PANAS AKHIR ZAMAN

 

Ayat Qur’an dan Hadits Nabi menyebut, akan ada banyak pembunuhan atau penindasan atau kezaliman sebelum munculnya Imam Mahdi yang akan membentuk Khilafah Islam terakhir. Demikian pula Hadits juga menyebut hal yang sama, bahwa akan banyak ‘Harj’ atau pembunuhan diakhirzaman.

 

Kebanyakan kita sudah tahu ada 3 atau 4 kota yang penting yang akan menjadi target pasukan Imam Mahdi, Yaitu Konstantinopel, Yerusalem dan Makkah/ Madinah, tapi sangat jarang yang memikirkan kenapa kota-kota itu menjadi target Pasukan Imam Mahdi.

 

Ayat dan Hadits menyatakan, bahwa yang akan menjadi penguasa bumi diakhirzaman adalah mereka yang sebelumnya mengalami penindasan. Tapi siapakah yang menindas dan siapakah yang ditindas, perlu dipilah dengan benar agar kita tahu arah geopolitik akhirzaman, yang ujungnya tidak hanyut oleh fitnah akhirzaman.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

 “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan penguasa  (Khalifah) bagi orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” (QS : An  Nur  24: 55).

 

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)” .(QS Al Qashas 28 :5).

 

Hal mendasar yang harus diingat adalah, bahwa menentukan “benar” atau “tidak” dalam perkara apapun, tidak cukup dengan logika kita yang terbatas ini, atau sekedar dari satu info yang diterima, harus digali ‘the story behind the story’nya, didasari dengan “panduan agama”, dan diinterkoneksikan dengan situasi geopolitik akhirzaman yang terjadi.

Nabi mengatakan, di akhirzaman yang sarat ‘fitnah’, ‘kepalsuan’, ‘kamuflase’, ‘tipu daya’, dan ‘sandiwara’ ini, kita hanya akan selamat jika tetap memegang teguh Qur’an dan Sunnah. Apapun yang kita terima harusnya ‘tidak ditelan begitu saja’, harus direview ulang apakah itu faktual dan sesuai panduan agama, karena diakhirzaman banyak yang “mengatas-namakan agama”.

 

 

Titik Panas (Hot spot) Akhirzaman

Terlebih dulu kita akan memetakan negara mana saja yang akan menjadi ‘titik panas’, dimana akan terjadi even-even penting akhirzaman.

Beberapa kriteria bisa dipakai meski harus tetap dilakukan dengan landasan panduan agama, yaitu :

    • Mengidentifikasi area titik panas akhirzaman.
    • Melihat Perannya dikancah geopolitik akhirzaman.
    • Melihat kedekatannya dengan Israel dan sekutunya.

 

  1. Tujuh Area Titik Panas Akhirzaman

Berdasar hadits–hadits yang ada, kita mengidentifikasi ada 7 area penting yang menjadi ‘hot spot’ peristiwa akhirzaman :

    • Suriah.
    • Iraq.
    • Yaman.
    • Iran
    • Yerusalem.
    • Makkah dan Madinah.
    • Konstantinopel (Istanbul – Turki)

Kemudian, juga berdasar petunjuk Nabi, akan ada 3 wilayah yang akan menjadi target pasukan Imam Mahdi :

    • Makkah dan Madinah.
    • Yerusalem.
    • Kontantinopel (Istanbul).

Berdasar tempat munculnya Pasukan Inti Imam Mahdi, yang kajiannya sudah kita bahas pada waktu yang lalu :

    • Khurasan, di Iran.
    • Aden Abyan, di Yaman.

 

  1. Berdasar Perannya Dikancah Geopolitik Akhirzaman

Peran Suriah dan Iraq Di Akhirzaman

 Dua urutan pertama dari 7 titik panas akhirzaman yaitu Suriah dan Iraq, adalah dua negara yang memiliki peran yang hampir sama diakhirzaman, hanya saja Suriah lebih banyak.

Suriah dan Iraq, seperti kita saksikan bersama dalam satu dasa warsa terakhir memiliki peran penting dalam melawan musuh Islam dalam Perang Iraq, Yaman dan Suriah, yang sudah dibahas pada kajian terdahulu.

 

  1. Dalam Malhamah tahap-1, Suriah memiliki peran yang lebih, karena ada target khusus dari Israel yang ingin mengganti paksa pemimpinnya dengan boneka musuh Islam Israel, sehingga musuh Islam harus mengerahkan ratusan ribu proksi yang didukung 80 bendera (negara). Penggunaan proksi oleh musuh Islam itu juga sudah diisyaratkan Nabi, musuh Islam AS dan sekutunya hanya berdiri dibelakang layar : “Kalian akan mengadakan perjanjian dengan bangsa Rum, namun kalian akan memerangi mereka, dan mereka menjadi musuh di belakang kalian… (HR. Abu Dawud 3741)
  2. Bahwa Hadits Nabi menyebut orang-orang shaleh yang akan membaiat Imam Mahdi didekat Ka’bah adalah berasal Syam dan Iraq. Tidak heran jika 3 sudut (rukun) di Ka’bah memiliki nama-nama penting itu : Rukun Syami, Rukun Iraqi, Rukun Yamani, dan satu lagi Rukun Hajar Aswad).
  3. Peran penting ketiga dari Suriah diakhirzaman adalah, kota Damaskus akan menjadi lokasi turunnya kembali Nabi Isa as.
  4. Peran penting lainnya dari Iraq dan Suriah adalah, bahwa dalam haditsnya Nabi menyebut Dajjal akan muncul digerbang sempit diperbatasan kedua negara ini.

 

Peran Yaman Di Akhirzaman

Selain menjadi kancah perang Malhamah tahap-1 melawan musuh islam, Yaman memiliki keistimewaan lain, yaitu akan menjadi lokasi munculnya Pasukan inti Imam Mahdi.

Menurut Hadits-hadits yang ada, pergerakan Pasukan Mahdi adalah : 

  1. Bahwa pasukan dari Aden-Abiyan di Yaman, akan begerak ke Makkah Arab Saudi.
  2. Bahwa pasukan yang dari Khurasan di Iran akan bergerak ke Yerusalem,
  3. Bahwa pasukan dari Yaman, punya tugas lain yaitu membebaskan Konstantinopel, yang diisyaratkan akan bergerak dari Madinah.

Untuk mempersingkat, hadits-haditsnya silahkan disimak dibagian referensi.

 

Peran Iran Di Akhirzaman

Iran menjadi salah satu area penting di akhirzaman, karena Nabi menyebut dari wilayah Khurasan yang sekarang adalah nama salah satu provinsi diIran itu, akan muncul Pasukan yang tak terkalahkan sampai mereka merebut Iliya (Yerusalem).

Dalam perang melawan musuh Islam di Malhamah tahap-1 yang masih berlangsung sampai saat ini, Iran juga berperan sangat besar baik dalam perang Suriah maupun di Yaman melawan proksi musuh Islam.

Jika anda meyakini haidts yang menyebut akan adanya fihak yang mempermudah segala urusan bagi pemerintahan Imam Mahdi, maka sampai saat ini satu-satunya kemungkinan yang terlihat sampai saat ini, itu adalah Iran., dimana dalam beberapa dekade terakhir itu mereka ungkapkan.

 

 

Peran Yerusalem Di Akhirzaman

Yerusalem akan menjadi ‘hot spot’ penting akhirzaman dengan beberapa peran pentingnya, diantaranya adalah :

  1. Yerusalem akan ditaklukkan oleh Pasukan Imam Mahdi yang bergerak dari Khurasan (Iran).
  2. Di Gerbang Ludd di Yerusalem akan menjadi lokasi dibunuhnya Al-Masih Palsu Dajjal oleh Al-Masih asli, Nabi Isa as.
  3. Nabi Isa dan pengikutnya harus mengungsi ke Bukit Tursina di Yerusalem, ketika diserang oleh pasukan Ya’juj Ma’juj.
  4. Dari Yerusalem Nabi Isa as akan mendirikan Khilafah terakhir bagi Bani Israel.

 

Perlu dicatat disini, akan adanya kedekatan umat Muhammad saw dan umat Nabi Isa as, yang ditandai dengan :

  1. Sholat berjamaah Imam Mahdi dan Nabi Isa as diMasjid Damaskus (Hadits).
  2. Akan dibebaskannya Yerusalem oleh pasukan muslim yang berasal dari Khurasan (Hadits).
  3. Akan dibebaskannya Konstantinopel oleh gabungan Pasukan Imam Mahdi dan pasukan Bani Ishaq (keturunan Bani Israel)
  4. Ayat dan hadits yang menyebut bahwa Nabi Isa as akan menjadi penguasa (khalifah) bagi umatnya.

Dengan demikian bisa disimpulkan, bahwa setelah pembebasan Yerusalem oleh umat muslim, maka Yerusalem kemudian akan diserahkan kepada Nabi Isa as. Sejak saat itu bisa dipastikan umat muslim akan kembali bebas untuk sholat di Masjid Al-Aqsa.

 

Peran Kota Makkah dan Madinah Di Akhirzaman

Beberapa peran penting kota Makkah dalam geoplitik diakhirzaman adalah :

  1. Wilayah Arab Saudi, khususnya Makkah dan Madinah akan menjadi target penaklukan pasukan Imam Mahdi yang bergerak dari Yaman.
  2. Makkah akan menjadi lokasi kemunculan Imam Mahdi.
  3. Makkah akan menjadi lokasi dibai’atnya Imam Mahdi menjadi Khalifah Islam akhirzaman.
  4. Makah atau Madinah akan menjadi pusat pemerintahan bagi Khilafah Islam terakhir akhirzaman.
  5. Dari Madinah pasukan Imam Mahdi akan berangkat untuk membebaskan Konstantinopel.

 

Peran Konstantinopel Di Akhirzaman

Sangat jarang yang memikirkan alasan kenapa Konstantinopel (Istanbul) harus dibebaskan oleh pasukan Imam Mahdi dan pasukan Bani Ishaq, mengingat bahwa Konstantinopel telah dikuasai oleh orang yang mengaku muslim sejak 500 tahun lalu sampai sekarang.

Ada 2 hal penting untuk memahami hal ini :

  1. Sebelum dirampas oleh Muhammad Fatih, Konstantinopel telah 1000 tahun menjadi kota penting bagi umat Kristen Orthodox, dengan Katedral kebesarannya Hagia Sofia. Kota itu adalah kota penting bagi umat Kristen Orthodox bahkan sebelum munculnya Islam.
  2. Hadits menyebut (di bagian referensi), tidak hanya pasukan muslim yang akan berperan dalam pembebasan Konstantinopel, tetapi juga akan terlibat Bani Ishaq (keturunan Bani Israel yang akan menjadi umat Nabi Isa as).

Berdasar dua hal tersebut bisa disimpulkan, bahwa setelah Konstantinopel dibebaskan, maka selanjutnya akan dikembalikan kepada pemilik sahnya, yaitu umat Nabi Isa as yang disebut bangsa Rum, yang pada zaman Nabi Rum mendapat pertolongan Allah saat beperang melawan Persia.

 

“Telah dikalahkan bangsa Rumawi. Di negeri yang terdekat, dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah. Dan di hari (kemenangan) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.” (QS. Ar-Rum : 2-5)

 

  1. Melihat Kedekatannya Dengan Israel Dan Sekutunya

Dari 3 area ‘target’ pasukan Imam Mahdi, hanya satu yang saat ini jelas dikuasai oleh Non Muslim, yaitu Yerusalem yang dikuasai Israel. Dua ‘target’ lain adalah negara mayoritas muslim yang dikuasai oleh penguasa “muslim”.

“Nah, dari sini sering timbul kebungungan, logika normal haruslah berpendapat,  negara yang menjadi ’target’ pasukan Imam Mahdi pastilah karena disana telah atau sedang berlangsung pembunuhan, penindasan atau kezaliman, seperti  disebut (QS : An  Nur  24: 55). Al Qashas 28 :5 dan beberapa Hadits Nabi”.

Parameter yang bisa dipakai untuk mengidentifikasi bahwa negara itu dikuasai oleh penguasa zalim adalah :

  1. Kezaliman yang mereka lakukan terhadap negara muslim lain.
  2. kedekatannya dengan musuh Islam zionis Israel.
  3. Berdasar apa yang diputuskan sendiri oleh Allah dalam dalam Al-Maidah : 51-53 dan At-Taubah :19.

 

Sementara, kedekatan sebuah negara muslim dengan Israel dengan mudah diidentifikasi dengan :

  1. Adanya Basis militer AS sebagai kakitangan Israel (Saudi dan Turki).
  2. Keanggotaannya dalam NATO (Turki).
  3. Keikutsertaan mereka dalam operasi-operasi NATO dalam penghancuran negara muslim penentang Israel (Saudi dan Turki)

Sejak operasi NATO “Unified Protector” tahun 2011 di Libya, beberapa negara muslim yang terlibat serangan ke Libya adalah : Turki, Mesir, Qatar, UEA, Yordania, Bahrain, Kuwait, Maroko, dan Sudan. Mereka bekerjasama dengan AS, Inggris, Perancis, Belgia, Kanada, Denmark, Yunani, Italia, Norwegia, dan Swedia.

Saat penghancuran Suriah, NATO lebih santai daripada operasinya diLibya, karena negar Arab muslim terutama Arab saudi dan Turki justru lebih bernafsu menghancurkan Suriah. Ini sesuai dengan Isyarat Nabi bahwa musuh hanya berdiri dibelakang layar.

Arab Saudi berkepentingan menghadang “pengaruh Iran” diSuriah, karena kemakan bujukan Israel bahwa Iran adalah musuh utama Saudi yang harus dihentikan kedekatannya dengan Suriah.

Sementara negara Non Arab Turki, menumggangi serangan ke Suriah untuk mengejar agenda perluasan wilayah guna mewujudkan mimpi basah “pemulihan Kekaisaran Ottoman”. Sampai kini Turki secara zalim masih merampas sebagian wilayah Suriah utara.

Diyaman, sejak 2015 ada beberapa negara muslim yang ikut koalisi Saudi menzalimi Yaman, terutama adalah Arab Saudi dan UEA.

 

 

Kesimpulan

Bahwa ada 3 wilayah yang menjadi target pasukan Imam Mahdi yaitu Yerusalem, Makkah dan Konstantinopel, yang pada saat sebelum dibebaskan memiliki kesamaan sebagai fihak yang melakukan kezaliman.

Sangat mudah untuk difahami bahwa, tidak mungkin suatu area harus dibebaskan oleh pasukan yang dilegitimasi Allah, jika disitu tidak terjadi kezaliman.

Yerusalem dikuasai penguasa zalim zionis Israel, Mereka adalah umat Yahudi yang ditunggangi oleh Yahudi palsu Ya’juj Ma’ju.

Makkah dikuasai penguasa Arab Saudi yang terlibat perang zalim di Suriah dan Yaman. Karena penguasa Saudi ini spesial, Karena peran khususnya sebagai pengurus Masjidil Haram dan memfasilitasi Haji, maka Allah menjelaskannya secara khusus pula kezaliman mereka itu dalam Surat At-Taubah :19 :

“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil haram itu kamu kira sama dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim” (QS. At-Taubah : 19)

Konstantinopel yang 500 tahun lalu direbut oleh penguasa muslim secara tidak sah menurut agama, saat ini juga masih dikuasai oleh penguasa zalim yang terlibat dalam penghancuran Libya dan Suriah.

Tentang apa yang dilakukan Muhammad Fatih 500 tahun lalu itu, jelas tidak ada satupun ayat yang membenarkan dakwah dengan pemaksaan memerangi bangsa lain. Mereka tidak hanya menyerang Umat kristen Orthodox di Konstantinopel tapi juga kenegara-negara muslim tetangganya seperti Suriah, Palestina, Mesir, Yaman dan area kota suci Makkah dan Madinah. Dan hal itu sudah ditegaskan dalam Surat Al-Baqarah:256.

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang mengingkari Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah:256)

Juga, dengan merampas Katedral dan merubahnya menjadi Masjid, itu sama saja dengan menghina umat Nabi Isa as, dimana jelas dalam al-Baqarah : 114,  Allah menyebut orang yang menghalangi orang yang beribadah sebagai orang yang berbuat aniaya (zalim). 

“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (tempat ibadah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (QS. Al-Baqarah :114)

 

Bahwa 4 wilayah penting akhirzaman lain, yaitu Suriah, Yaman, Iraq, dan Iran, memiliki ciri yang sama sebelum Imam Mahdi muncul, yaitu sebagai fihak yang dizalimi, yang selalu mengalami penindasan oleh musuh Islam atau proksinya dan atau negara teluk sekutunya. Dan itu sudah diisyaratkan dalam surat An-Nur 24: 55 dan Al-Qashas 28 :5.

Tidak seperti Suriah, Iraq dan Yaman yang rakyatnya mengalami penderitaan akibat serangan militer dan blokade ekonomi, Iran mengalami penindasan dari barat dengan berbagai macam blokade ekonomi bahkan sejak revolusi 1979.

Sebelum ‘Arab Spring’ 2011, yang kita bayangkan sebagai ‘banyak pembunuhan atau Harj’ yang diisyaratkan Nabi itu akan dilakukan oleh negara-negara NATO kaki-tangan Israel, ternyata faktanya banyak juga yang dilakukan oleh penguasa muslim, khususnya yang akan menjadi target pasukan Imam Mahdi, yaitu Arab Saudi dan Turki. Sementara rakyat Palestina tanpa henti dizalimi oleh Israel.

WaAllahualam, mudah-mudahan bermanfaat.

 

 

REFERENSI

 

“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil haram itu kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS At_Taubah : 19)

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan penguasa  (Khalifah) bagi orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” (QS : An  Nur  24: 55)

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)” .(QS Al Qashas 28 :5)

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang mengingkari Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah:256)

“Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalangi disebutnya nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya (tempat ibadah), dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya, kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (QS. Al Baqarah:114)

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan penguasa  (Khalifah) bagi orang-orang sebelum mereka, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merubah (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” (QS : An  Nur  24: 55).

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)” .(QS Al Qashas 28 :5).

 

 

 

 

Hadits Peran Syam dan Irak Diakhirzaman

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَكُونُ اخْتِلَافٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيُخْرِجُونَهُ وَهُوَ كَارِهٌ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ فَيُخْسَفُ بِهِمْ بِالْبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ فَإِذَا رَأَى النَّاسُ ذَلِكَ أَتَاهُ أَبْدَالُ الشَّامِ وَعَصَائِبُ أَهْلِ الْعِرَاقِ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ ثُمَّ يَنْشَأُ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ أَخْوَالُهُ كَلْبٌ فَيَبْعَثُ إِلَيْهِمْ بَعْثًا فَيَظْهَرُونَ عَلَيْهِمْ وَذَلِكَ بَعْثُ كَلْبٍ وَالْخَيْبَةُ لِمَنْ لَمْ يَشْهَدْ غَنِيمَةَ كَلْبٍ فَيَقْسِمُ الْمَالَ وَيَعْمَلُ فِي النَّاسِ بِسُنَّةِ نَبِيِّهِمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيُلْقِي الْإِسْلَامُ بِجِرَانِهِ فِي الْأَرْضِ فَيَلْبَثُ سَبْعَ سِنِينَ ثُمَّ يُتَوَفَّى وَيُصَلِّي عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ قَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ بَعْضُهُمْ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ صَالِحٍ أَبِي الْخَلِيلِ عَنْ صَاحِبٍ لَهُ عَنْ هِشَامٍ تِسْعَ سِنِينَ و قَالَ بَعْضُهُمْ سَبْعَ سِنِينَ حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ قَتَادَةَ بِهَذَا الْحَدِيثِ وَقَالَ تِسْعَ سِنِينَ قَالَ أَبُو دَاوُد و قَالَ غَيْرُ مُعَاذٍ عَنْ هِشَامٍ تِسْعَ سِنِينَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْعَوَّامِ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي الْخَلِيلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْحَدِيثِ وَحَدِيثُ مُعَاذٍ أَتَمُّ

 

Telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnul Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam berkata, telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Qatadah dari Shalih Abu Al Khalil dari Sahabatnya dari Ummu Salamah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Akan terjadi perselisihan saat matinya khalifah, lalu seorang laki-laki (Al Mahdi) akan keluar dari Madinah pergi menuju Makkah. Lantas beberapa orang dari penduduk Makkah mendatanginya, mereka memaksanya keluar meskipun ia tidak menginginkannya. Orang-orang itu kemudian membaiatnya pada suatu tempat antara Rukun (Hajar Asawad) dan Maqam (Ibrahim). Lalu dikirimlah sepasukan dari penduduk Syam untuk memeranginya, tetapi pasukan itu justru ditenggelamkan oleh (Allah) di Al Baida, tempat antara Makkah dan Madinah. Maka ketika orang melihat hal itu, orang-orang shaleh dari Syam dan orang-orang terbaik dari penduduk Irak membaiatnya antara rukun dan Maqam. Lalu muncullah seorang laki-laki dari bangsa Quraisy, paman-pamannya dari suku Kalb, dia lalu mengirimkan sepasukan untuk memerangi mereka (orang-orang yang berbaiat kepada Al mahdi) namun mereka dapat mengalahkan mereka..

Alangkah ruginya orang yang tidak ikut serta dalam pembagian ghanimah perang melawan suku Kalb. dia (Al Mahdi) lalu membagi ghanimah, dan membina manusia dengan sunnah Nabi mereka shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyampaikan Islam ke semua penduduk bumi. Ia berkuasa selama tujuh tahun, kemudian wafat dan dishalati oleh kaum muslimin.” Abu Dawud berkata, “Sebagian mereka menyebutkan dari Hisyam, ” selama sembilan tahun.” Dan sebagian yang lain menyebutkan, “Selama tujuh tahun.”

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Abdu Ash Shamad dari Hammam dari Qatadah dengan hadits yang sama. Beliau mengatakan, “sembilan tahun.” Abu Dawud berkata, “Selain Mu’adz menyebutkan dari Hisyam, “selama sembilan tahun.” Telah menceritakan kepada kami Ibnul Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Amru bin Ashim berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Al Awwam berkata, telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Abu Al Khalil dari Abdullah bin Al Harits dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits ini, namun hadits Mu’adz lebih lengkap.” (HR. Abu Dawud 3737).

 

 

حَدَّثَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ جَابِرٍ الطَّائِيُّ قَاضِي حِمْصَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جُبَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ الْحَضْرَمِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ النَّوَّاسَ بْنَ سَمْعَانَ الْكِلَابِيَّ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الرَّازِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ جَابِرٍ الطَّائِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ النَّوَّاسِ بْنِ سَمْعَانَ قَالَ

ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدَّجَّالَ ذَاتَ غَدَاةٍ فَخَفَّضَ فِيهِ وَرَفَّعَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ فَلَمَّا رُحْنَا إِلَيْهِ عَرَفَ ذَلِكَ فِينَا فَقَالَ مَا شَأْنُكُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَكَرْتَ الدَّجَّالَ غَدَاةً فَخَفَّضْتَ فِيهِ وَرَفَّعْتَ حَتَّى ظَنَنَّاهُ فِي طَائِفَةِ النَّخْلِ فَقَالَ غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَيْكُمْ إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيكُمْ فَأَنَا حَجِيجُهُ دُونَكُمْ وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيكُمْ فَامْرُؤٌ حَجِيجُ نَفْسِهِ وَاللَّهُ خَلِيفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ إِنَّهُ شَابٌّ قَطَطٌ عَيْنُهُ طَافِئَةٌ كَأَنِّي أُشَبِّهُهُ بِعَبْدِ الْعُزَّى بْنِ قَطَنٍ فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ إِنَّهُ خَارِجٌ خَلَّةً بَيْنَ الشَّأْمِ وَالْعِرَاقِ فَعَاثَ يَمِينًا وَعَاثَ شِمَالًا يَا عِبَادَ اللَّهِ فَاثْبُتُوا قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا لَبْثُهُ فِي الْأَرْضِ قَالَ أَرْبَعُونَ يَوْمًا يَوْمٌ كَسَنَةٍ وَيَوْمٌ كَشَهْرٍ وَيَوْمٌ كَجُمُعَةٍ وَسَائِرُ أَيَّامِهِ كَأَيَّامِكُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَسَنَةٍ أَتَكْفِينَا فِيهِ صَلَاةُ يَوْمٍ قَالَ لَا اقْدُرُوا لَهُ قَدْرَهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا إِسْرَاعُهُ فِي الْأَرْضِ قَالَ كَالْغَيْثِ اسْتَدْبَرَتْهُ الرِّيحُ فَيَأْتِي عَلَى الْقَوْمِ فَيَدْعُوهُمْ فَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَجِيبُونَ لَهُ فَيَأْمُرُ السَّمَاءَ فَتُمْطِرُ وَالْأَرْضَ فَتُنْبِتُ فَتَرُوحُ عَلَيْهِمْ سَارِحَتُهُمْ أَطْوَلَ مَا كَانَتْ ذُرًا وَأَسْبَغَهُ ضُرُوعًا وَأَمَدَّهُ خَوَاصِرَ ثُمَّ يَأْتِي الْقَوْمَ فَيَدْعُوهُمْ فَيَرُدُّونَ عَلَيْهِ قَوْلَهُ فَيَنْصَرِفُ عَنْهُمْ فَيُصْبِحُونَ مُمْحِلِينَ لَيْسَ بِأَيْدِيهِمْ شَيْءٌ مِنْ أَمْوَالِهِمْ وَيَمُرُّ بِالْخَرِبَةِ فَيَقُولُ لَهَا أَخْرِجِي كُنُوزَكِ فَتَتْبَعُهُ كُنُوزُهَا كَيَعَاسِيبِ النَّحْلِ ثُمَّ يَدْعُو رَجُلًا مُمْتَلِئًا شَبَابًا فَيَضْرِبُهُ بِالسَّيْفِ فَيَقْطَعُهُ جَزْلَتَيْنِ رَمْيَةَ الْغَرَضِ ثُمَّ يَدْعُوهُ فَيُقْبِلُ وَيَتَهَلَّلُ وَجْهُهُ يَضْحَكُ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ فَيَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ بَيْنَ مَهْرُودَتَيْنِ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى أَجْنِحَةِ مَلَكَيْنِ إِذَا طَأْطَأَ رَأْسَهُ قَطَرَ وَإِذَا رَفَعَهُ تَحَدَّرَ مِنْهُ جُمَانٌ كَاللُّؤْلُؤِ فَلَا يَحِلُّ لِكَافِرٍ يَجِدُ رِيحَ نَفَسِهِ إِلَّا مَاتَ وَنَفَسُهُ يَنْتَهِي حَيْثُ يَنْتَهِي طَرْفُهُ فَيَطْلُبُهُ حَتَّى يُدْرِكَهُ بِبَابِ لُدٍّ فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يَأْتِي عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَوْمٌ قَدْ عَصَمَهُمْ اللَّهُ مِنْهُ فَيَمْسَحُ عَنْ وُجُوهِهِمْ وَيُحَدِّثُهُمْ بِدَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إِذْ أَوْحَى اللَّهُ إِلَى عِيسَى إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي لَا يَدَانِ لِأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ وَيَبْعَثُ اللَّهُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ فَيَمُرُّ أَوَائِلُهُمْ عَلَى بُحَيْرَةِ طَبَرِيَّةَ فَيَشْرَبُونَ مَا فِيهَا وَيَمُرُّ آخِرُهُمْ فَيَقُولُونَ لَقَدْ كَانَ بِهَذِهِ مَرَّةً مَاءٌ وَيُحْصَرُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ حَتَّى يَكُونَ رَأْسُ الثَّوْرِ لِأَحَدِهِمْ خَيْرًا مِنْ مِائَةِ دِينَارٍ لِأَحَدِكُمْ الْيَوْمَ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ فَيُرْسِلُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ النَّغَفَ فِي رِقَابِهِمْ فَيُصْبِحُونَ فَرْسَى كَمَوْتِ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ يَهْبِطُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى الْأَرْضِ فَلَا يَجِدُونَ فِي الْأَرْضِ مَوْضِعَ شِبْرٍ إِلَّا مَلَأَهُ زَهَمُهُمْ وَنَتْنُهُمْ فَيَرْغَبُ نَبِيُّ اللَّهِ عِيسَى وَأَصْحَابُهُ إِلَى اللَّهِ فَيُرْسِلُ اللَّهُ طَيْرًا كَأَعْنَاقِ الْبُخْتِ فَتَحْمِلُهُمْ فَتَطْرَحُهُمْ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ مَطَرًا لَا يَكُنُّ مِنْهُ بَيْتُ مَدَرٍ وَلَا وَبَرٍ فَيَغْسِلُ الْأَرْضَ حَتَّى يَتْرُكَهَا كَالزَّلَفَةِ ثُمَّ يُقَالُ لِلْأَرْضِ أَنْبِتِي ثَمَرَتَكِ وَرُدِّي بَرَكَتَكِ فَيَوْمَئِذٍ تَأْكُلُ الْعِصَابَةُ مِنْ الرُّمَّانَةِ وَيَسْتَظِلُّونَ بِقِحْفِهَا وَيُبَارَكُ فِي الرِّسْلِ حَتَّى أَنَّ اللِّقْحَةَ مِنْ الْإِبِلِ لَتَكْفِي الْفِئَامَ مِنْ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنْ الْبَقَرِ لَتَكْفِي الْقَبِيلَةَ مِنْ النَّاسِ وَاللِّقْحَةَ مِنْ الْغَنَمِ لَتَكْفِي الْفَخِذَ مِنْ النَّاسِ فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ بَعَثَ اللَّهُ رِيحًا طَيِّبَةً فَتَأْخُذُهُمْ تَحْتَ آبَاطِهِمْ فَتَقْبِضُ رُوحَ كُلِّ مُؤْمِنٍ وَكُلِّ مُسْلِمٍ وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ وَالْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ ابْنُ حُجْرٍ دَخَلَ حَدِيثُ أَحَدِهِمَا فِي حَدِيثِ الْآخَرِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَ مَا ذَكَرْنَا وَزَادَ بَعْدَ قَوْلِهِ لَقَدْ كَانَ بِهَذِهِ مَرَّةً مَاءٌ ثُمَّ يَسِيرُونَ حَتَّى يَنْتَهُوا إِلَى جَبَلِ الْخَمَرِ وَهُوَ جَبَلُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَيَقُولُونَ لَقَدْ قَتَلْنَا مَنْ فِي الْأَرْضِ هَلُمَّ فَلْنَقْتُلْ مَنْ فِي السَّمَاءِ فَيَرْمُونَ بِنُشَّابِهِمْ إِلَى السَّمَاءِ فَيَرُدُّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ نُشَّابَهُمْ مَخْضُوبَةً دَمًا وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ حُجْرٍ فَإِنِّي قَدْ أَنْزَلْتُ عِبَادًا لِي لَا يَدَيْ لِأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ

Telah menceritakan kepada kami Abu Khaitsamah Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Yazid bin Jabir telah menceritakan kepadaku Yahya bin Jabir Ath Tho`i hakim Himsh, telah menceritakan kepadaku Aburrahman bin Jubair dari ayahnya, Jubair bin Nufair Al Hadlrami ia mendengar An Nawwas bin Sam’an Al Kilabi. Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Mihran Ar Razi, teks miliknya, telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Yazid bin Jabir dari Yahya bin Jabir Ath Tha`i dari Abdurrahman bin Jubair bin Nufair dari ayahnya, Jubair bin Nufair dari An Nawwas bin Sam’an berkata:

Pada suatu pagi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menyebut Dajjal, beliau melirihkan suara dan mengeraskannya hingga kami mengiranya berada disekelompok pohon kurma. Kami pergi meninggalkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam lalu kami kembali lagi, beliau mengetahui hal itu pada kami lalu beliau bertanya: “Kenapa kalian?” kami menjawab: wahai Rasulullah, Tuan menyebut Dajjal pada suatu pagi, Tuan melirihkan dan mengeraskan suara hingga kami mengiranya ada disekelompok pohon kurma, beliau bersabda: “Selain Dajjal yang lebih aku khawatirkan pada kalian, bila ia muncul dan aku berada ditengah-tengah kalian, aku akan mengalahkannya, bukan kalian dan bila ia muncul dan aku sudah tidak ada ditengah-tengah kalian, maka setiap orang adalah pembela dirinya sendiri dan Allah adalah penggantiku atas setiap muslim, ia adalah pemuda ikal, matanya menonjol, mirip ‘Abdu Al ‘Uzza bin Qathan. Siapa pun diantara kalian yang melihatnya hendaklah membaca permulaan surat Al Kahfi, ia muncul diantara Syam dan ‘Irak lalu banyak membuat kerusakan dikanan dan dikiri, wahai hamba-hamba Allah, teguhlah kalian.” Kami bertanya: Berapa lama ia tinggal di bumi? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab: “Empat puluh hari, satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti satu pekan dan hari-hari lainnya seperti hari-hari kalian.” Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana menurut Tuan tentang satu hari yang seperti satu tahun, cukupkah bagi kami shalat sehari? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tidak, tapi perkirakanlah ukurannya.” Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana kecepatannya di bumi? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab: Seperti hujan yang diakhiri angin. Ia mendatangi kaum dan menyeru mereka, mereka menerimanya, ia memerintahkan langit agar menurunkan hujan, langit lalu menurunkan hujan, ia memerintahkan bumi agar mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, bumi lalu mengeluarkan tumbuh-tumbuhan lalu binatang ternak mereka pergi dengan punuk yang panjang, lambung yang lebar dan kantong susu yang berisi lalu kehancuran datang lalu ia berkata padanya: ‘Keluarkan harta simpananmu.’ Lalu harta simpanannya mengikutinya seperti lebah-lebah jantan. Kemudian ia memanggil seorang pemuda belia, ia menebasnya dengan pedang lalu memutusnya menjadi dua bagian lalu memanggilnya, ia datang memanggut-manggutkan wajahnya seraya tertawa, saat ia seperti itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju berwantek za’faran seraya meletakkan kedua tangannya diatas sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air menetas dan bila ia mengangkat kepala keringat bercucuran seperti mutiara, tidaklah orang kafir mencium bau dirinya kecuali mati dan bau nafasnya sejauh matanya memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya. Setelah itu Isa putra Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka disurga. Saat mereka seperti itu, Allah mewahyukan padanya: ‘Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu, tidak ada yang bisa memerangi mereka, karena itu giringlah hamba-hambaKu ke Thur. Allah mengirim Ya’juj dan Ma’juj, ‘Dari segala penjuru mereka datang dengan cepat.’ (Al Anbiyaa`: 96) Lalu yang terdepan melintasi danau Thabari dan minum kemudian yang belakang melintasi, mereka berkata: ‘Tadi disini ada airnya.’ nabi Allah Isa dan para sahabatnya dikepung hingga kepala kerbau milik salah seorang dari mereka lebih baik dari seratus dinar milik salah seorang dari kalian saat ini, lalu nabi Allah Isa dan para sahabatnya menginginkan Allah mengirimkan cacing di leher mereka lalu mereka mati seperti matinya satu jiwa, lalu ‘Isa dan para sahabatnya datang, tidak ada satu sejengkal tempat pun melainkan telah dipenuhi oleh bangkai dan bau busuk darah mereka. Lalu Isa dan para sahabatnya berdoa kepada Allah lalu Allah mengirim burung seperti leher unta. Burung itu membawa mereka dan melemparkan mereka seperti yang dikehendaki Allah, lalu Allah mengirim hujan kepada mereka, tidak ada rumah dari bulu atau rumah dari tanah yang menghalangi turunnya hujan, hujan itu membasahi bumi hingga dan meninggalkan genangan dimana-mana. Allah memberkahi kesuburannya hingga hingga sekelompok manusia cukup dengan unta perahan, satu kabilah cukup dengan sapi perahan dan beberapa kerabat mencukupkan diri dengan kambing perahan. Saat mereka seperti itu, tiba-tiba Allah mengirim angin sepoi-sepoi lalu mencabut nyawa setiap orang mu`min dan muslim dibawah ketiak mereka, dan orang-orang yang tersisa adalah manusia-manusia buruk, mereka melakukan hubungan badan secara tenang-terangan seperti keledai kawin. Maka atas mereka itulah kiamat terjadi.” Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr As Sa’di telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Aburrahman bin Yazid bin Jabir dan Al Walid bin Muslim, berkata Ibnu Hujr: Hadits salah satunya membaur pada hadits yang lain. Dari Abdurrahman bin Yazid bin Jabir dengan sanad ini seperti yang telah kami sebutkan, tapi ia menambahkan setelah sabda beliau: “Tadi disini ada airnya, ” “Mereka berjalan hingga sampai gunung khamar, gunung Baitul Maqdis, mereka berkata: ‘Kita telah membunuh orang-orang yang ada di bumi, ayo kita bunuh yang ada di langit.’ Mereka pun melesakkan panah mereka ke langit lalu Allah membalikkan panah mereka bermerah darah.” Disebutkan dalam riwayat Ibnu Hujr: “Sesungguhnya Aku telah menurunkan hamba-hambaKu, yang tidak ada seorang pun yang bisa memerangi mereka.” (HR Muslim – 5228).

 

 

 “” سيصير الأمر إلى أن تكونوا جنودا مجندة ، جند بالشام وجند باليمن وجند بالعراق “” قال ابن حوالة: خر لي يارسول الله إن أدركت ذلك ، فقال: “” عليك بالشام فإنها خيرة الله من أرضه ، يجتبى إليها خيرته من عباده ، فأما إن أبيتم فعليكم بيمنكم ، واسقوا من غُدُركم ( الغدر: بضم الغين وضم الدال جمع غدير ) ، فإن الله توكل لي بالشام وأهله “

“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang: satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Ibnu Hawalah bertanya: Wahai Rasulullah, pilihkan untukku jika aku mengalaminya. Nabi saw: Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.” (HR. Abu Dawud (2483) Imam Ahmad (4/110).

 

 

 

Hadits tentang Peran Konstantinopel diakhirzaman

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ مَنْصُورٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، حَدَّثَنَا سُهَيْلٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ الرُّومُ بِالأَعْمَاقِ أَوْ بِدَابِقَ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِمْ جَيْشٌ مِنَ الْمَدِينَةِ مِنْ خِيَارِ أَهْلِ الأَرْضِ يَوْمَئِذٍ فَإِذَا تَصَافُّوا قَالَتِ الرُّومُ خَلُّوا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِينَ سَبَوْا مِنَّا نُقَاتِلْهُمْ ‏.‏ فَيَقُولُ الْمُسْلِمُونَ لاَ وَاللَّهِ لاَ نُخَلِّي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا ‏.‏ فَيُقَاتِلُونَهُمْ فَيَنْهَزِمُ ثُلُثٌ لاَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ أَبَدًا وَيُقْتَلُ ثُلُثُهُمْ أَفْضَلُ الشُّهَدَاءِ عِنْدَ اللَّهِ وَيَفْتَتِحُ الثُّلُثُ لاَ يُفْتَنُونَ أَبَدًا فَيَفْتَتِحُونَ قُسْطُنْطِينِيَّةَ فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ قَدْ عَلَّقُوا سُيُوفَهُمْ بِالزَّيْتُونِ إِذْ صَاحَ فِيهِمُ الشَّيْطَانُ إِنَّ الْمَسِيحَ قَدْ خَلَفَكُمْ فِي أَهْلِيكُمْ ‏.‏ فَيَخْرُجُونَ وَذَلِكَ بَاطِلٌ فَإِذَا جَاءُوا الشَّأْمَ خَرَجَ فَبَيْنَمَا هُمْ يُعِدُّونَ لِلْقِتَالِ يُسَوُّونَ الصُّفُوفَ إِذْ أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ فَأَمَّهُمْ فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ اللَّهِ ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ فَلَوْ تَرَكَهُ لاَنْذَابَ حَتَّى يَهْلِكَ وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللَّهُ بِيَدِهِ فَيُرِيهِمْ دَمَهُ فِي حَرْبَتِهِ ‏”‏ ‏.‏

Hari Kiamat tidak akan datang sampai orang-orang Rum mendarat di al-A’maq atau di Dabiq. Pasukan yang terdiri dari (prajurit) terbaik dari penduduk bumi pada waktu itu akan datang dari Madinah (untuk melawan mereka). Ketika mereka (pasukan muslim) akan mengatur diri dalam barisan, orang Rum berkata: Jangan berdiri (menghalangi) di antara kami dan mereka yang menawan sebagian dari kami. Mari kita bertarung dengan mereka; dan kaum muslimin berkata: Tidak, demi Allah, kami tidak akan membiarkanmu untuk  memerangi saudara kami. Mereka kemudian berperang,  dan sepertiga tentara (muslim) melarikan diri, yang tidak akan pernah diampuni Allah. Sepertiga akan tewas dan menjadi syuhada yang hebat di mata Allah, dan yang sepertiga lagi yang tidak akan pernah diadili akan menang dan mereka akan menaklukkan Konstantinopel.

Dan ketika mereka sibuk membagikan rampasan perang dan menggantungkan pedang mereka di pohon zaitun, setan berteriak: Dajjal telah mendatangi rumahmu dan menyerang keluargamu. Mereka kemudian mencari tahu tetapi ternyata itu khabar bohong. Dan ketika mereka sampai  ke Syam, Dia ( (Dajjal) keluar sementara mereka masih mempersiapkan diri untuk pertempuran menyusun barisan.

Sesungguhnya, disaat waktu shalat datang, kemudian Isa (as) putra Maryam turun dan memimpin mereka. Ketika musuh Allah (Dajjal) melihatnya, dia akan (menghilang) seperti garam larut dalam air dan bahkan ketika dia (Isa as) belum menghadapi (menyerang) mereka sama sekali, maka dan akan larut sepenuhnya, tetapi Allah akan membunuh mereka dengan kekuatannya. tangan dan dia (Isa as) akan menunjukkan darahnya yag ada pada tombaknya. (HR Muslim 2897).

 

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ، – يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ – عَنْ ثَوْرٍ، – وَهُوَ ابْنُ زَيْدٍ الدِّيلِيُّ – عَنْ أَبِي الْغَيْثِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ سَمِعْتُمْ بِمَدِينَةٍ جَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَرِّ وَجَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَحْرِ ‏”‏ ‏.‏ قَالُوا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ‏.‏ قَالَ ‏”‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَاقَ فَإِذَا جَاءُوهَا نَزَلُوا فَلَمْ يُقَاتِلُوا بِسِلاَحٍ وَلَمْ يَرْمُوا بِسَهْمٍ قَالُوا لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ‏.‏ فَيَسْقُطُ أَحَدُ جَانِبَيْهَا ‏”‏ ‏.‏ قَالَ ثَوْرٌ لاَ أَعْلَمُهُ إِلاَّ قَالَ ‏”‏ الَّذِي فِي الْبَحْرِ ثُمَّ يَقُولُوا الثَّانِيَةَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ‏.‏ فَيَسْقُطُ جَانِبُهَا الآخَرُ ثُمَّ يَقُولُوا الثَّالِثَةَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ‏.‏ فَيُفَرَّجُ لَهُمْ فَيَدْخُلُوهَا فَيَغْنَمُوا فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْمَغَانِمَ إِذْ جَاءَهُمُ الصَّرِيخُ فَقَالَ إِنَّ الدَّجَّالَ قَدْ خَرَجَ ‏.‏ فَيَتْرُكُونَ كُلَّ شَىْءٍ وَيَرْجِعُونَ ‏”‏ ‏.‏

Anda telah mendengar tentang sebuah kota, satu sisi di darat dan yang lainnya di laut (Konstantinopel). Mereka berkata: Ya Rasulullah, ya. Kemudian dia berkata: Hari Kiamat tidak akan datang kecuali 70.000 orang dari Bani lshaq akan menyerangnya. Ketika mereka mencapai disana, mereka tidak akan berperang dengan senjata atau akan menghujani panah tetapi hanya akan meneriakkan: “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar,” dan satu sisinya akan jatuh. Thaur (salah seorang perawi) berkata: Saya kira dia berkata : Yang bagian di tepi lautan. Kemudian mereka meneriakkan lagi kedua kalinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar” dan sisi kedua juga akan jatuh, dan mereka berteriak (lagi): “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar,” dan gerbang akan terbuka untuk mereka dan mereka masuk kedalamnya, dan ketika mereka mengumpulkan rampasan perang dan membagikannya di antara mereka sendiri, terdengar teriakann: Sesungguhnya, Dajjal telah keluar. Dan kemudian mereka meninggalkan segala sesuatunya di sana dan kembali.(HR Muslim 2920a)

 

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ الرَّقِّيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو يَعْقُوبَ الْحُنَيْنِيُّ، عَنْ كَثِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏”‏ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكُونَ أَدْنَى مَسَالِحِ الْمُسْلِمِينَ بِبَوْلاَءَ ‏”‏ ‏.‏ ثُمَّ قَالَ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏”‏ يَا عَلِيُّ يَا عَلِيُّ يَا عَلِيُّ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ بِأَبِي وَأُمِّي ‏.‏ قَالَ ‏”‏ إِنَّكُمْ سَتُقَاتِلُونَ بَنِي الأَصْفَرِ وَيُقَاتِلُهُمُ الَّذِينَ مِنْ بَعْدِكُمْ حَتَّى تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ رُوقَةُ الإِسْلاَمِ أَهْلُ الْحِجَازِ الَّذِينَ لاَ يَخَافُونَ فِي اللَّهِ لَوْمَةَ لاَئِمٍ فَيَفْتَتِحُونَ الْقُسْطُنْطِينِيَّةَ بِالتَّسْبِيحِ وَالتَّكْبِيرِ فَيُصِيبُونَ غَنَائِمَ لَمْ يُصِيبُوا مِثْلَهَا حَتَّى يَقْتَسِمُوا بِالأَتْرِسَةِ وَيَأْتِي آتٍ فَيَقُولُ إِنَّ الْمَسِيحَ قَدْ خَرَجَ فِي بِلاَدِكُمْ أَلاَ وَهِيَ كِذْبَةٌ فَالآخِذُ نَادِمٌ وَالتَّارِكُ نَادِمٌ ‏”‏ ‏.‏

“Rasulullah (ﷺ) berkata: ‘Kiamat tidak akan dimulai sampai benteng terdepan Muslim terdekat berada di Baula’.’ Kemudian dia berkata: ‘O ‘Ali, O ‘Ali, O ‘Ali.’ Dia (‘Ali ) berkata: ‘Semoga ayah dan ibuku menjadi tebusan untukmu.’ Dia berkata: ‘Kamu akan memerangi Bani Asfar (Rum) dan orang-orang yang datang setelah kamu akan memerangi mereka, sampai yang terbaik dari umat Islam keluar untuk memerangi mereka, orang-orang Hijaz yang tidak takut dicela siapapun karena Allah. Mereka akan menaklukkan Konstantinopel dengan Tasbih dan Takbir dan akan memperoleh harta rampasan perang yang belum pernah terlihat sebelumnya, yang akan mereka bagikan dengan perisai. Seseorang akan datang dan berkata: “Al-Masih (Dajjal) telah muncul di negerimu!” Tapi dia berbohong, sehingga orang yang mengambil (sebagian dari rampasan) akan menyesalinya, dan orang yang meninggalkannya akan menyesalinya juga.’” (HR Ibnu Majah 4094).

 

حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ الْفَضْلِ الْحَرَّانِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبٍ، عَنْ خَالِدِ بْنِ دِهْقَانَ، قَالَ كُنَّا فِي غَزْوَةِ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ بِذُلُقْيَةَ فَأَقْبَلَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ فِلَسْطِينَ – مِنْ أَشْرَافِهِمْ وَخِيَارِهِمْ يَعْرِفُونَ ذَلِكَ لَهُ يُقَالُ لَهُ هَانِئُ بْنُ كُلْثُومِ بْنِ شَرِيكٍ الْكِنَانِيُّ – فَسَلَّمَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي زَكَرِيَّا وَكَانَ يَعْرِفُ لَهُ حَقَّهُ قَالَ لَنَا خَالِدٌ فَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زَكَرِيَّا قَالَ سَمِعْتُ أُمَّ الدَّرْدَاءِ تَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏”‏ كُلُّ ذَنْبٍ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَغْفِرَهُ إِلاَّ مَنْ مَاتَ مُشْرِكًا أَوْ مُؤْمِنٌ قَتَلَ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا ‏”‏ ‏.‏ فَقَالَ هَانِئُ بْنُ كُلْثُومٍ سَمِعْتُ مَحْمُودَ بْنَ الرَّبِيعِ يُحَدِّثُ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّهُ سَمِعَهُ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ ‏”‏ مَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا فَاعْتَبَطَ بِقَتْلِهِ لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ مِنْهُ صَرْفًا وَلاَ عَدْلاً ‏”‏ ‏.‏ قَالَ لَنَا خَالِدٌ ثُمَّ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي زَكَرِيَّا عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ لاَ يَزَالُ الْمُؤْمِنُ مُعْنِقًا صَالِحًا مَا لَمْ يُصِبْ دَمًا حَرَامًا فَإِذَا أَصَابَ دَمًا حَرَامًا بَلَّحَ ‏”‏ ‏.‏ وَحَدَّثَ هَانِئُ بْنُ كُلْثُومٍ عَنْ مَحْمُودِ بْنِ الرَّبِيعِ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِثْلَهُ سَوَاءً ‏.‏

 

Khalid ibn Dihqan berkata: Ketika kami terlibat dalam pertempuran Konstantinopel di Dhuluqiyyah, seorang pria dari rakyat Palestina, yang merupakan salah satu bangsawan dan elit mereka dan yang pangkatnya diketahui oleh mereka, maju ke depan. Dia dipanggil Hani bin Kulthum bin Syarik al-Kinani. Dia menyapa Abdullah bin Zakariyya yang tahu pangkatnya. Khalid berkata kepada kami: Abdullah bin Abu Zakariyya mengatakan kepada kami: Saya mendengar Ummu ad-Darda’ berkata: Saya mendengar Abud Darda’ berkata: Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata: Mudah-mudahan Allah mengampuni setiap dosa, kecuali dalam dosa. kasus orang yang mati sebagai orang musyrik, atau orang yang dengan sengaja membunuh seorang mukmin. Hani bin Kultsum ar-Rabi’ kemudian berkata: Aku mendengar Mahmud bin ar-Rabi’ menyampaikan hadits dari Ubadah bin as-Samit yang meriwayatkan dari Rasulullah (ﷺ) yang berkata: Jika seseorang membunuh seorang mukmin secara tidak adil, Allah akan tidak menerima tindakan atau kewajiban apa pun darinya, wajib atau supererogatory. Khalid kemudian berkata kepada kami: Ibn AbuZakariyya menyampaikan sebuah hadis kepada kami dari Ummu ad-Darda’ atas otoritas AbudDarda’ dari Rasulullah (ﷺ) yang berkata: Seorang mukmin akan terus berjalan dengan cepat dan baik selama dia tidak menumpahkan darah haram; ketika dia menumpahkan darah haram, dia menjadi lambat dan berat kaki. Tradisi serupa telah ditransmisikan oleh Hani ibn Kultsum dari Mahmud ibn ar-Rabi’ atas otoritas Ubadah ibn as-Samit dari Rasulullah (ﷺ). (HR. Sunan Abu Dawud 4270).

 

 

حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ الْعَنْبَرِيُّ، حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتِ بْنِ ثَوْبَانَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ يُخَامِرَ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ عُمْرَانُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ خَرَابُ يَثْرِبَ وَخَرَابُ يَثْرِبَ خُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ وَخُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ فَتْحُ قُسْطَنْطِينِيَّةَ وَفَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ خُرُوجُ الدَّجَّالِ ‏”‏ ‏.‏ ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى فَخِذِ الَّذِي حَدَّثَ – أَوْ مَنْكِبِهِ – ثُمَّ قَالَ إِنَّ هَذَا لَحَقٌّ كَمَا أَنَّكَ هَا هُنَا أَوْ كَمَا أَنَّكَ قَاعِدٌ ‏.‏ يَعْنِي مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ ‏.‏

 

Nabi (ﷺ) bersabda: Kemajuan (bersinarnnya) Yerusalem adalah tanda kemunduran Yathrib (Madinah), kemunduran Yatsrib akan menjadi tanda datangnya perang besar (malhamah), pecahnya perang besar (malhamah) adalah tanda akan penaklukan Konstantinopel dan penaklukan Konstantinopel adalah tanda kemunculan Dajjal. Dia (Nabi) memukul paha atau bahunya dengan tangannya dan berkata: Ini adalah benar seperti Anda di sini atau saat Anda duduk (artinya Mu’adz ibn Jabal). (HR. Abu Dawud 4294)

 

Hadits tentang peran Iran dan Yerusalem diakhirzaman

 

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَا حَدَّثَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ فِي حَدِيثِهِ قَالَ حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ قَبِيصَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَخْرُجُ مِنْ خُرَاسَانَ رَايَاتٌ سُودٌ لَا يَرُدُّهَا شَيْءٌ حَتَّى تُنْصَبَ بِإِيلِيَاءَ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ghailan dan Qutaibah bin Sa’id mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Risydin bin Sa’d, Yahya bin Sa’d menyebutkan dalam haditsnya; ia berkata; telah menceritakan kepadaku Yunus bin Yazid dari Ibnu Syihab dari Qobishoh dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Akan keluar bendera hitam dari Khurasan (Iran) dan tidak ada yang bisa menahannya hingga dia ditancapkan di Iliya (Yerusalem).” (HR. Ahmad 8420)

 

 

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ الزُّهْرِيِّ عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَخْرُجُ مِنْ خُرَاسَانَ رَايَاتٌ سُودٌ لَا يَرُدُّهَا شَيْءٌ حَتَّى تُنْصَبَ بِإِيلِيَاءَ هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Risydin bin Sa’ad dari Yunus dari Ibnu Syihab Az Zuhri dari Qabishah bin Dzu’aib dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Akan muncul dari negeri khurasan beberapa bendera hitam, tidak ada yang dapat menghadangnya sama sekali sehingga di tancapkan di Iliya`(Yerusalem).” (HR. Tirmizi  2195)

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شَرِيكٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَيْتُمْ الرَّايَاتِ السُّودَ قَدْ جَاءَتْ مِنْ خُرَاسَانَ فَأْتُوهَا فَإِنَّ فِيهَا خَلِيفَةَ اللَّهِ الْمَهْدِيَّ

Telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Syarik dari ‘Ali bin Zaid dari Abu Qilabah dari Tsauban berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda; “Bila kalian melihat bendera-bendera hitam yang datang dari Khurasan (di Iran), datangilah, karena disana ada khalifah Allah, Al Mahdi.” (HR. Ahmad 21353)

 

 

 

 

Hadits tentang Peran kota Makkah di akhirzaman

سنن ابن ماجه ٤٠٧٤: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وَأَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْتَتِلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ابْنُ خَلِيفَةٍ ثُمَّ لَا يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ فَيَقْتُلُونَكُمْ قَتْلًا لَمْ يُقْتَلْهُ قَوْمٌ ثُمَّ ذَكَرَ شَيْئًا لَا أَحْفَظُهُ فَقَالَ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya dan Ahmad bin Yusuf keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq dari Sufyan At Tsauri dari Khalid bin Al Khadza dari Abu Qilabah dari Abu Asma Ar Rahabi dari Tsauban dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 “Kelak tiga orang akan berperang didekat perbendaharaan kalian ini (yaitu Ka’bah), dan kesemuanya adalah anak khalifah. Dan tidak ada yang menang melainkan satu orang, lalu muncullah bendera-bendera hitam dari wilayah timur, mereka lantas memerangi kalian dengan peperangan sengit yang sama sekali belum pernah dilakukan kaum manapun. Jika kalian melihatnya, maka berbaiatlah kepadanya walaupun sambil merangkak di atas salju, karena sesungguhnya dia adalah khalifah Allah Al Mahdi.”  (HR. Sunan Ibnu Majah 4074)

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنْ صَالِحٍ أَبِي الْخَلِيلِ عَنْ صَاحِبٍ لَهُ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَكُونُ اخْتِلَافٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ هَارِبًا إِلَى مَكَّةَ فَيَأْتِيهِ نَاسٌ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ فَيُخْرِجُونَهُ وَهُوَ كَارِهٌ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ وَيُبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْثٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ فَيُخْسَفُ بِهِمْ بِالْبَيْدَاءِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ فَإِذَا رَأَى النَّاسُ ذَلِكَ أَتَاهُ أَبْدَالُ الشَّامِ وَعَصَائِبُ أَهْلِ الْعِرَاقِ فَيُبَايِعُونَهُ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالْمَقَامِ ثُمَّ يَنْشَأُ رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ أَخْوَالُهُ كَلْبٌ فَيَبْعَثُ إِلَيْهِمْ بَعْثًا فَيَظْهَرُونَ عَلَيْهِمْ وَذَلِكَ بَعْثُ كَلْبٍ وَالْخَيْبَةُ لِمَنْ لَمْ يَشْهَدْ غَنِيمَةَ كَلْبٍ فَيَقْسِمُ الْمَالَ وَيَعْمَلُ فِي النَّاسِ بِسُنَّةِ نَبِيِّهِمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيُلْقِي الْإِسْلَامُ بِجِرَانِهِ فِي الْأَرْضِ فَيَلْبَثُ سَبْعَ سِنِينَ ثُمَّ يُتَوَفَّى وَيُصَلِّي عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ قَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ بَعْضُهُمْ عَنْ هِشَامٍ تِسْعَ سِنِينَ و قَالَ بَعْضُهُمْ سَبْعَ سِنِينَ حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ قَتَادَةَ بِهَذَا الْحَدِيثِ وَقَالَ تِسْعَ سِنِينَ قَالَ أَبُو دَاوُد و قَالَ غَيْرُ مُعَاذٍ عَنْ هِشَامٍ تِسْعَ سِنِينَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ حَدَّثَنَا أَبُو الْعَوَّامِ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَبِي الْخَلِيلِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْحَدِيثِ وَحَدِيثُ مُعَاذٍ أَتَمُّ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnul Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam berkata, telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Qatadah dari Shalih Abu Al Khalil dari Sahabatnya dari Ummu Salamah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

 “Akan terjadi perselisihan saat matinya khalifah, lalu seorang laki-laki (Al Mahdi) akan keluar dari Madinah pergi menuju Makkah. Lantas beberapa orang dari penduduk Makkah mendatanginya, mereka memaksanya keluar meskipun ia tidak menginginkannya. Orang-orang itu kemudian membaiatnya pada suatu tempat antara Rukun (Hajar Asawad) dan Maqam (Ibrahim). Lalu dikirimlah sepasukan dari penduduk Syam untuk memeranginya, tetapi pasukan itu justru ditenggelamkan oleh (Allah) di Al Baida, tempat antara Makkah dan Madinah.

Maka ketika manusia melihat hal itu,orang-orang shalih dari Syam dan orang-orang terbaik dari penduduk Irak membaiatnya antara rukun (sudut Ka’bah) dan Maqam (Ibrahim). Lalu muncullah seorang laki-laki dari bangsa Quraisy, paman-pamannya dari suku Kalb, ia lalu mengirimkan sepasukan untuk memerangi mereka (orang-orang yang berbaiat kepada Al mahdi) namun mereka dapat mengalahkan mereka..

Alangkah ruginya orang yang tidak ikut serta dalam pembagian ghanimah perang melawan suku Kalb. ia (Al Mahdi) lalu membagi ghanimah, dan membina manusia dengan sunnah Nabi mereka shallallahu ‘alaihi wasallam dan menyampaikan Islam ke semua penduduk bumi. Dia berkuasa selama tujuh tahun, kemudian wafat dan dishalati oleh kaum muslimin.” Abu Dawud berkata, “Sebagian mereka menyebutkan dari Hisyam, ” selama sembilan tahun.” Dan sebagian yang lain menyebutkan, “Selama tujuh tahun.”

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Abdu Ash Shamad dari Hammam dari Qatadah dengan hadits yang sama. Beliau mengatakan, “sembilan tahun.” Abu Dawud berkata, “Selain Mu’adz menyebutkan dari Hisyam, “selama sembilan tahun.” Telah menceritakan kepada kami Ibnul Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Amru bin Ashim berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Al Awwam berkata, telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Abu Al Khalil dari Abdullah bin Al Harits dari Ummu Salamah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits ini, namun hadits Mu’adz lebih lengkap.” (HR. Abu Dawud 3737)

 

يُقْتَلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ هذَا ثَلاَثَةٌ كُلُّهُمُ ابْنُ خَلِيفَةٍ ثُمَّ لاَ يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ المَشْرِقِ فَيَقْتُلُونَكُمْ قَتْلاً لَمْ يُقْتَلْهُ قَوْمٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْواً عَلَى الثّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ الله المَهْدِيُّ

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaan kalian (Ka’bah). Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi, tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka memerangi kamu (orang Arab) dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelum kalian. Maka jika kamu melihatnya, berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.” (HR. Tsauban.)

 

سنن ابن ماجه ٤٠٧٨: حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى الْمِصْرِيُّ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعِيدٍ الْجَوْهَرِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ عَبْدُ الْغَفَّارِ بْنُ دَاوُدَ الْحَرَّانِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَمْرِو بْنِ جَابِرٍ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنَ جَزْءٍ الزَّبِيدِيِّ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ نَاسٌ مِنْ الْمَشْرِقِ فَيُوَطِّئُونَ لِلْمَهْدِيِّ يَعْنِي سُلْطَانَهُ

Sunan Ibnu Majah 4078: Telah menceritakan kepada kami Harmalah bin Yahya Al Mishri dan Ibrahim bin Sa’id Al Jauhari keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Shalih Abdul Ghafar bin Daud Al Harrani telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah dari Abu Zur’ah Amru bin Jabir Al Hadlrami dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`I Az Zabidi dia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sekelompok manusia akan datang dari arah timur lalu menyerahkan kekuasaannya kepada Al Mahdi.”  (HR. Sunan Ibnu Majah 4078)

  

 

 

 

Hadits banyak pembunuhan sebelum muncul Imam Mahdi

 

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعَمَلُ، وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ‏

‏‏.‏ قَالُوا وَمَا الْهَرْجُ قَالَ ‏”‏ الْقَتْلُ، الْقَتْلُ ‏”‏‏.‏

Rasulullah (ﷺ) berkata, “Waktu akan berlalu dengan cepat, perbuatan baik akan berkurang, dan sifat kikir akan dilemparkan (kedalam hati orang-orang), dan Harj (akan meningkat).” Mereka bertanya, “Apakah Harj itu?” Dia (Rosul) menjawab, “pembunuhan –  pembunuhan.” (HR Buhari 6037).

 

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ صَالِحٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَقْبَلَ فِتْيَةٌ مِنْ بَنِي هَاشِمٍ فَلَمَّا رَآهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْرَوْرَقَتْ عَيْنَاهُ وَتَغَيَّرَ لَوْنُهُ قَالَ فَقُلْتُ مَا نَزَالُ نَرَى فِي وَجْهِكَ شَيْئًا نَكْرَهُهُ فَقَالَ إِنَّا أَهْلُ بَيْتٍ اخْتَارَ اللَّهُ لَنَا الْآخِرَةَ عَلَى الدُّنْيَا وَإِنَّ أَهْلَ بَيْتِي سَيَلْقَوْنَ بَعْدِي بَلَاءً وَتَشْرِيدًا وَتَطْرِيدًا حَتَّى يَأْتِيَ قَوْمٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَعَهُمْ رَايَاتٌ سُودٌ فَيَسْأَلُونَ الْخَيْرَ فَلَا يُعْطَوْنَهُ فَيُقَاتِلُونَ فَيُنْصَرُونَ فَيُعْطَوْنَ مَا سَأَلُوا فَلَا يَقْبَلُونَهُ حَتَّى يَدْفَعُوهَا إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا كَمَا مَلَئُوهَا جَوْرًا فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَأْتِهِمْ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Hisyam telah menceritakan kepada kami Ali bin Shalih dari Yazid bin Abu Ziyad dari Ibrahim dari ‘Alqamah dari Abdullah dia berkata,

“Ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba seorang pemuda dari Bani Hasyim datang, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat mereka, maka kedua mata beliau terlihat berbinar-binar dan berubah wajahnya.” Abdullah berkata, “Lalu saya bertanya, “Kenapa kami masih melihat di wajah anda ada sesuatu yang kami benci?” beliau menjawab: “Sesungguhnya kami adalah ahli bait yang Allah memilihkan akhirat buat kami atas dunia. Dan sungguh, sepeninggalku nanti ahli baitku akan menemui musibah, bencana dan pengusiran, sehingga suatu kaum dari timur datang dengan membawa bendera-bendera hitam, mereka meminta (diterapkannya) kebaikan namun ditolak. Kemudian mereka berperang dan mendapatkan kemenangan, akhirnya mereka diberi apa yang mereka minta, lalu kaum tersebut tidak mau menerima sehingga mereka menyerahkan urusan tersebut kepada seorang laki-laki dari ahli baitku, lantas dia memenuhinya dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) bumi dipenuhi dengan kejahatan. Barang siapa dari kalian mendapatinya, maka berbaiatlah walau dalam keadaan merangkak di atas salju.” (HR.Ibnu Majah 4072) 

 

Bangsa Rum Barat memerangi umat Islam lewat Proksinya

حَدَّثَنَا النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ حَسَّانَ بْنِ عَطِيَّةَ قَالَ مَالَ مَكْحُولٌ وَابْنُ أَبِي زَكَرِيَّا إِلَى خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ وَمِلْتُ مَعَهُمْ فَحَدَّثَنَا عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ الْهُدْنَةِ قَالَ قَالَ جُبَيْرٌ انْطَلِقْ بِنَا إِلَى ذِي مِخْبَرٍ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْنَاهُ فَسَأَلَهُ جُبَيْرٌ عَنْ الْهُدْنَةِ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَتُصَالِحُونَ الرُّومَ صُلْحًا آمِنًا فَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِكُمْ فَتُنْصَرُونَ وَتَغْنَمُونَ وَتَسْلَمُونَ ثُمَّ تَرْجِعُونَ حَتَّى تَنْزِلُوا بِمَرْجٍ ذِي تُلُولٍ فَيَرْفَعُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ النَّصْرَانِيَّةِ الصَّلِيبَ فَيَقُولُ غَلَبَ الصَّلِيبُ فَيَغْضَبُ رَجُلٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَيَدُقُّهُ فَعِنْدَ ذَلِكَ تَغْدِرُ الرُّومُ وَتَجْمَعُ لِلْمَلْحَمَةِ حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ الْفَضْلِ الْحَرَّانِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَمْرٍو عَنْ حَسَّانَ بْنِ عَطِيَّةَ بِهَذَا الْحَدِيثِ وَزَادَ فِيهِ وَيَثُورُ الْمُسْلِمُونَ إِلَى أَسْلِحَتِهِمْ فَيَقْتَتِلُونَ فَيُكْرِمُ اللَّهُ تِلْكَ الْعِصَابَةَ بِالشَّهَادَةِ إِلَّا أَنَّ الْوَلِيدَ جَعَلَ الْحَدِيثَ عَنْ جُبَيْرٍ عَنْ ذِي مِخْبَرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو دَاوُد وَرَوَاهُ رَوْحٌ وَيَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ وَبِشْرُ بْنُ بَكْرٍ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ كَمَا قَالَ عِيسَى

 

Telah menceritakan kepada kami An Nufaili berkata, telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus berkata, telah menceritakan kepada kami Al Auza’i dari Hassan bin Athiyah ia berkata; Makhul dan Ibnu Abu Zakariya menemui Khalid bin Ma’dan, sementara aku juga ikut mereka. Lalu Khalid menceritakan kepada kami dari Jubair bin Nufair tentang Hudnah (perjanjian damai). Hassan berkata, “Selanjutnya Jubair berkata, “Mari bersama kami menemui Dzu Mikhbar, seorang laki-laki dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Akhirnya kami pun mendatangi laki-laki tersebut, Jubair lantas bertanya kepadanya tentang perjanjian damai. Sahabat Nabi itu menjawab, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Kalian akan mengadakan perjanjian dengan bangsa Rum, namun kalian akan memerangi mereka dan mereka menjadi musuh di belakang kalian. Kalian akan mendapatkan kemenangan dan ghanimah, dan keselamatan. Setelah itu kalian akan kembali pulang, saat kalian singgah di suatu tempat tinggi yang subur dan banyak tanamannya, ada seorang laki-laki nashrani mengangkat salib seraya berkata, “Salib telah menang!” hal itu menjadikan seorang laki-laki dari kaum muslimin marah hingga mematahkan kayu salibnya. Maka saat itulah orang-orang Ramawi berkhianat dan berkumpul untuk mengadakan peperangan.” Telah menceritakan kepada kami Muammal Ibnul Fadhl Al harrani berkata, telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Amru dari Hassan bin Athiyyah dengan hadits yang sama. Namun ia menambahkan, “Kaum muslimin lalu segera meraih senjata mereka dan berperang. Allah kemudian memuliakan mereka dengan syahid.” Hanya saja Al Walid menyebutkan hadits ini melalui jalur Jubair, dari Dzu Mikhbar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Abu Dawud berkata, “Hadits ini diriwayatkan oleh Rauh, Yahya bin Hamzah dan Bisyr bin Bakr, dari Al Auza’I sebagaimana yang dikatakan oleh Isa.” (HR. Abu Dawud 3741).

 

-00-

 

This entry was posted in Extend, recent post, Islamic View and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

32 Responses to TUJUH TITIK PANAS AKHIR ZAMAN

  1. IQBAL says:

    Terima kasih atas postingannya, mas admin..

    Yang saya pahami, postingan ini ibarat rangkuman besar dan secara singkat disusun utk makin memudahkan para pembaca utk memahaminya.

  2. Menuju says:

    Selama ini, hadits tentang banyaknya pembunuhan saya yakini sebagai keadaan manusia setelah malhamah/ dukhan. Penguatnya adalah cerita bahwa saat itu seseorang akan tega membunuh tetangganya setelah menuduh tetangganya itu menyembunyikan makanan, padahal memang tidak ada makanan.

    • The admin says:

      Malhamah terdiri 2 fase, fase pertama penghancuran negara Islam, yg tidak sesederhana sbg perang antara Muslim dan musuh islam, karena ada adu domba antar muslim oleh musuh Islam, dalam Kajian ‘perang Suriah’, ada hadits yang menyebut :

      “…Sekarang telah tiba saat berperang, akan selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian kelompok tersebut memerangi mereka, dan Allah akan memberi rizki kepada mereka hingga datang keputusan Allah (kemenangan) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negeri Islam adalah Syam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan itu membawa kebaikan hingga datangnya Kiamat.” (HR. imam An-Nasa’i 3563)

      ‘Allah sesatkan hati banyak fihak’, artinya sebelumnya orang itu beriman, tapi karena terbawa fitnah akhirzaman mereka menjadi tersesat, malah menyerang muslim Suriah.

      “Pusat negeri pusat Islam adalah Syam, yg akan membawa kebaikan sampai kiamat” : maknanya, Suriah dijamin Allah tidak pernah tersesat.
      Kenapa Nabi tidak menyebut Makkah atau Madinah sbg pusat Islam? Kenapa kedua kota itu akan dibebaskan oleh pasukan Imam Mahdi? Yang bisa menjawab silahkan.

  3. Teguh says:

    Maaf, ini saya copas dari Islampos:

    “Sungguh, menjelang terjadinya kiamat ada masa-masa harj.”
    Para sahabat bertanya: “Apakah harj itu?”
    Beliau bersabda: “Pembunuhan.”
    Mereka bertanya: “Apakah lebih banyak jumlahnya dari orang yang kita bunuh? Sesungguhnya kita dalam satu tahun membunuh lebih dari 70 ribu orang.”
    Beliau bersabda: “Bukan pembunuhan orang-orang musyrik oleh kalian itu, tetapi pembunuhan dilakukan oleh sebagian kalian terhadap sesamanya.”
    Mereka bertanya: “Apakah pada masa itu Kami masih berakal?”
    Beliau menjawab: “Akal kebanyakan manusia pada zaman itu dicabut, kemudian mereka dipimpin oleh orang-orang yang tidak berakal, kebanyakan manusia menyangka para pemimpin itu memiliki pegangan, padahal samasekali tidak demikian.”

    Silakan perhatikan jawaban terakhir dari Nabi itu.

    Menurut saya, riwayat ini sekaligus menerangkan apa maksud “seseorang tidak mengetahui mengapa dirinya membunuh, sementara yang dibunuh juga tidak tahu mengapa dirinya dibunuh”

    • The admin says:

      Hadits itu mengisyaratkan ‘hilangnya akal’ diantara umat dan pemimpinya (bisa termasuk pemimpin umat). Isyarat Nabi itu sama dengan yang disebut hadits lain sebagai ‘merebaknya kebodohan’, yg menyebabkan seorang muslim bisa membunuh/memerangi muslim lain.

      Kebodohan akhirzaman bisa terjadi oleh : Umat tidak lagi menggunakan Qur’an dan Sunnah sebagai panduan, atau bisa jadi pemimpin umat gagal mencerna ayat atau hadits, sehingga pemahaman yg disampaikan keumat salah, atau hanya diam (pura” bodoh) saja saat melihat kezaliman besar.

      Peristiwa muslim memerangi muslim lain diSuriah dan Yaman, Iraq dan Afghanistan adalah contoh besar, dimana tidak satupun ulama dunia yg bergeming.

  4. Deddy says:

    Mohon pencerahannya min, kondisi dan peran negara non Arab khususnya Indonesia dalam kencah huru hara akhir zaman ini.

    • The admin says:

      Kita tidak bisa menjelaskan peran Indonesia, karena sepengetahuan kita tidak satupun panduan agama yg menyebutnya sebagai titik panas akhirzaman.
      Jika ingin berperan, panduannya adalah suruhan Nabi untuk bergabung dalam pasukan Imam Mahdi. Inipun juga tidak sederhana, harus benar” tahu panduan agama, dan faham geoplitik. Jika tidak, bisa” malah memihak kepada kubu yang menjadi target pasukan Imam Mahdi.

  5. Abud says:

    Al Malhamah tahap 2 trjd setelah perang nuklir atau sblm kah min , kira2 perang nuklir trjadi sesaat ketika plandemi usai (pandemi dibocorkan WHO pertengahan 2022 versi bocoran bill gates akhir 2022 ketika 75% populasi telah divaksin ) atau menuju dulu fase kolapsnya kestabilan sosial ekonomi efek “perubahan iklim” maksudnya penggunaan senjata cuaca Haarp, mengingat skrg tiap hari ada saja negara yg banjir badai kebakaran trutama negara2 berpenduduk padat/kota besar.spt cina bbrp hari lalu banjir trbesar dlm 1000tahun, turki kebakaran 17 kota hr ini, plus Joe Biden hr ini menyatakan Jakarta akan tenggelam 10 thn lagi (sblm th 2030) bagaimana pendapat mimin terkait teori penggunaan senjata intervensi iosnosfer Haarp

    • zan says:

      penasaran sama beberapa sumber/link info nya:

      – tentang pandemi banru (dari info aaz mungkin mutasi cvd atau jenis baru dengan efek seperti HIV) yang akan dimulai di pertengahan 2022
      – agenda senjata cuaca “haarp” dan jakarta tenggelam..

    • The admin says:

      Malhamah tahap 2 itu ya WW3nya itu, silahkan baca Kajian ini. Prediksi kita saat ini : pandemi selesai – konversi ke tatanan ekonomi dunia baru – ww3, tp bisa jg urutan ke-3 menjadi ke2. Mungkin saja Bill gates benar corona ini bisa kelar pd 2022, tp itu baru pandemi versi-1.

      Harp memang bisa untuk memanipulasi cuaca, tapi kita tidak punya bukti apakah banyak bencana di Asia, Eropa sampai AS skrg adalah oleh penggunaan Harp. Yang jelas, saat ini kita sedang dalam era mereset ekonomi dunia.

      Soal Jakarta bakal tenggelam itu sdh isu lama, mungkin Biden cuma mengingatkan jangan lupa soal ini. Yg jadi pertanyaan, kenapa dari dulu justru AS yg ngejar pindah ibukota.

  6. Ester says:

    Ishaq dan Ismail,, 2 saudara dan keturunannya yg akan selalu berjalan beriringan, 2 Khilafah kembar..

    Jujur lebih suka kalo akhirnya akan begini 2 saudara yg berdampingan dripda hnya harus tersisa 1
    semua demi mnggapai rahmat Allah dan mengharap surgaNYA

    • The admin says:

      Allah menyebut 2 umat itu sengaja tidak disatukan sebagai ujian. Umat Yahudi yg kalah dlm ujian berpendapat merekalah umat pilihan, Umat Muhammad yg gagal dalam ujian jg berpendapat setelah muncul Muhammad semua manusia hrs jadi pengkutnya. Itu karena panduan agama terkalahkan oleh ego dan kesombongan.

      • Mas fii says:

        Mas admin mohon jelaskan lebih detail

        Umat Muhammad yg gagal dalam ujian jg berpendapat setelah muncul Muhammad semua manusia hrs jadi pengkutnya. Itu karena panduan agama terkalahkan oleh ego dan kesombongan.

        • zan says:

          baca artikel ini supaya paham:

          https://analisaakhirzaman.com/2018/10/04/dua-khilafah-kembar-akhir-zaman-part-3/

          disarankan bacanya dari part 1 sampai part 4 agar bisa lebih paham

          • mas fii says:

            Nabi Isa diutus khusus untuk Bani Israel, bagaimana status jawa atau yg lainnya yg menyatakan diri mengikuti Nabi Isa

            • zan says:

              dari info di artikel khilafah kembar part 4, kalau untuk non bani – israel “disarankan” untuk mengikuti umat nabi muhammad..

              juga kita tak tahu apa memang yang memilih ikut (syariat) dari Nabi Isa itu memang punya ‘darah’ dari 12 suku bani israel

              lebih baik kita serahkan aja status mereka sama Allah SWT dan jangan menjelek2an bahkan mengcap kafir ke mereka (surah Al-anam 108)

            • The admin says:

              Harus dilihat secara luas:
              1. Bahwa Muhammad diutus untuk seluruh manusia. (Saba’34:28,Al-A’rof 7:158.
              2. Bahwa Nabi Isa (Yesus), diutus khusus untuk Bani Israel. (Ash Shaff :6, Ali Imran:49)
              3. Bahwa Kaum Shabiin yg lurus juga masuk surga. (Al-Baqarah:62, Al-Ma’idah:69, Al-Hajj:17)
              4. Nasrani yg lurus adalah yg meyakini Yesus sebagai Rosul Allah, bukan sbg anak Tuhan.(Maryam 19:88–93,Yunus 10:68)

              Pendapat kita, Shabiin adalah umat ‘non Bani Israel yg menjadi pengikut Nasrani‘, karena untuk ‘Bani Israel yg menjadi pengikuti Mahammad‘ jelas sdh dibenarkan oleh ayat pada poin-1 : (Saba’34:28, Saba’34:28).

              Kesimpulannya :
              1. ‘Non Bani Israel’ dibenarkan mengikuti Nasrani (menjadi Shabi’in)’, sepanjang :
              – Tidak melanggar norma dasar pada poin-4′, yaitu tdk menganggap Yesus sbg anak Tuhan, poin-1. (Maryam 19:88–93, Yunus 10:68).
              – Mengimani Muhammad sebagai Rosul Allah, sama dengan kewajiban muslim mengimani Isa as sebagai Rosul Allah.
              2. Yang paling aman bagi ‘non bani Israel’ adalah menjadi pengikut Muhammad.
              WaAlahualam.

              • Tofa says:

                Spertinya sdah mndapatkan ksimpulan baru. Dulu admin prnah mnyimpulkan bahwa sabiin adlh bani Israel yg mnjdi pngikut Muhammad, sdangkan non bani Israel harus mnjadi pngikut Muhammad. Dlu saya mau mngutarakan sprti ksimoulan admin yg sekarang, tpi ragu. Akhirnya skarang admin mnyimpulkan sprti itu, ini mmbuat sya smakin yakin, bhwa sluruh isi web ini mngandung pncerahan yg luar biasa.

                • The admin says:

                  Kesimpulannya harusnya seperti itu, tp karena dulu begitu banyak penyanggah yg gagal faham, biar tidak makin “bikin shock”, kita pake strategi Nabi saat melarang minum khamar. Untung ada yg menanyakan, kita jd diingatkan untuk merevisi.

        • The admin says:

          Yang kita maksud umat Muhammad yg gagal ujian adalah saudara kita yg gagal memahami ayat Quran karena mendahulukan egonya, daripada memahami ayat secara komprehensif.
          Allah sengaja mentaqdirkan 2 jalur umat itu (Bani Israel dan Bani Ismail) tidak disatukan dengan tujuan sebagai “ujian”, pendapat salah menganggap, setelah ada Muhammad maka semua umat (khususnya Bani Israel) jg hrs menjadi pengikutnya. Lihat QS. Al-Maidah:48
          Juga, Allah menegaskan, bahwa umat Nasrani yg beriman dengan lurus masih akan ada dan diakui Allah sampai hari kiamat. Lihat Ali Imran:55

          “…Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan…” (QS.Al Maidah:48)

          “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikanmu kepada akhir ajalmu, dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat…” (QS. Ali Imran:55)

          Lebih detailnya baca kajian “dua khilafah kembar akhirzaman part 4”

  7. Ahlulkisa says:

    Min, apa yg membuat imam mahdi begitu istimewa hingga ada banyak hadis yg mengatakan bahwa nanti beliau akan memimpin solat jamaah di al quds dimana nabi isa akan menjadi makmumnya?

    • The admin says:

      Perlu diluruskan dulu, menurut Hadits Imam Mahdi akan memimpin solat di Masjid menara putih di Damaskaus, bukan di al Quds (Yerusalem), keistimewanya diantaranya :
      1. Imam Mahdi satu”nya orang yg disebut Hadits akan menyambut turunnya Nabi Isa as, saat turun dari langit.
      2. Akan mendirikan khilafah Islam terakhir yang dilegitimasi Allah.
      3. Kita yakin Imam Mahdi akan mengembalikan Islam seperti zaman Nabi, tidak akan ada lagi yg berani mengklaim dari aliran manapun, semuanya bersatu dalam Islam, kecuali yang mengingkarinya, merekalah yg akan menyaksikan kiamat.
      4. Pasukannya akan membebaskan kota” suci ini dari kezaliman : Makkah & Madinah, Yerusalem, dan Konstantinopel.
      5. Pada era khilafah Mahdi, tidak ada lagi perang, tidak ada lagi orang miskin, sampai 7 tahun sebelum semua orang beriman diwafatkan.

  8. Deddy says:

    Assalamualaikum mas admin,
    Ada yg berpendapat tentang karakter imam Mahdi yg “namanya seperti nama ku(rasulullah), nama bapaknya seperti nama bapakku”, kata ismi ini ditafsirkan sebagai “sifatnya seperti sifat ku dan akhlaq nya seperti akhlaq ku”, bukan sebagai muhammad bin abdullah. Seperti kita tahu, pencatatan nasab orang arab itu sangat kuat, dan sampai saat ini seperti contoh, rabitah alawiyin sebagai pencatat nasab para habib yg ada di indonesia sepertinya belum menemukan nama yg dimaksud, padahal me nurut yg saya yakini, sepertinya “imam Mahdi” sudah terlahir dan Allah masih belum menampakkan nya sampai saatnya.
    Mohon pencerahan min. Hatur nuhun

    • The admin says:

      Mas Deddy, perbincangan soal nasab dari figur Imam Mahdi baiknya dihindari, krn hny akan menimbulkan silang pendapat tanpa ujung & tdk akan membuahkan kesimpulan penting.

      Yakinlah, bahwa kemunculannya tidak akan bisa dipalsukan oleh fihak manapun, karena hrs diawali dan diikuti banyak peristiwa besar yg mustahil direkayasa, spt : Api/pasukan yg akan bergerak dari Yaman, wafatnya raja KSA diikuti perebutan kekuasaan, runtuhnya KSA, membentuk Khilafah Islam di Makkah, ditenggelamkannya sekelompok pasukan dari arah Suriah, menyambut Nabi Isa di masjid diDamaskus, dsb.
      Jadi jika ada yg berpendapat versi Imam Mahdi berbeda-beda, itu pendapat orang yg tdk faham ilmu akhirzaman.

  9. Ahmad says:

    Assalamualaikum Admin,

    Yang mau saya tanyakan disini admin bilang tentang perampasan konstantinopel secara tidak sah oleh Sultan Muhammad Al- Fatih, sedangkan ada satu hadist yang berbunyi “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam . Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR Ahmad bin Hanval Al Musnad). Banyak yang bilang bahwa hadist itu merujuk kepada Sultan Muhammad Al-Fatih. Mohon pencerahannya admin. Terima kasih.

    • The admin says:

      Mas Ahmad, jika hanya mengambil satu dalil kemudian menyimpulkan maka kemunginan salah menyimpulkan akan lebih besar. Yang dilakukan Al-Fatih itu jelas bukan yg diisyaratkan Nabi, karena :

      1. Hadits” lain menjelaskan Pembebasan Konstantinopel akan terjadi menjelang kemunculan Dajjal.

      ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Antara peperangan dan pembukaan kota Konstantinopel jaraknya enam tahun, lalu Al Masih Ad Dajjal keluar pada awal tahun ketujuh.” (HR Abu Dawud 3744)

      “Makmurnya Baitul Maqdis adalah tanda meredupnya kota Madinah, meredupnya kota Madinah adalah tanda terjadinya peperangan besar (Malhamah), terjadinya peperangan besar adalah tanda dari pembukaan kota Konstantinopel, dan pembukaan kota Konstantinopel adalah tanda keluarnya Dajjal.” (HR. Abu Dawud 3742, 4294)

      2. Al Fatih merebut Konstantinopel dengan peperangan, sedang Nabi menyebut Pembebasan Konstantinopel akan terjadi tanpa pertumpahan darah, hanya dengan Tahlil dan takbir. Dan akan melibatkan Bani Ishaq (keturunan Bani Israel pengikut Nabi Isa)

      “Anda telah mendengar tentang sebuah kota, satu sisi di darat dan yang lainnya di laut (Konstantinopel). Mereka berkata: Ya Rasulullah, ya. Kemudian dia (Nabi) berkata: Hari Kiamat tidak akan datang kecuali 70.000 orang dari Bani lshaq akan menyerangnya. Ketika mereka mencapai disana, mereka tidak akan berperang dengan senjata atau akan menghujani panah tetapi hanya akan meneriakkan: “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar,” dan satu sisinya akan jatuh. Thaur (salah seorang perawi) berkata: Saya kira dia berkata : Yang bagian di tepi lautan. Kemudian mereka meneriakkan lagi kedua kalinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar” dan sisi kedua juga akan jatuh, dan mereka berteriak (lagi): “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar,” dan gerbang akan terbuka untuk mereka dan mereka masuk kedalamnya, dan ketika mereka mengumpulkan rampasan perang dan membagikannya di antara mereka sendiri, terdengar teriakann: Sesungguhnya, Dajjal telah keluar. Dan kemudian mereka meninggalkan segala sesuatunya di sana dan kembali.”(HR Muslim 2920a)

  10. enthus says:

    Saya mau bertanya min, kapankah perang Yaman akan usai dan mereka bergerak ke Saudi?

    • The admin says:

      Mungkin hadits ini bisa menjawab, Perang Yaman mendekati akhir jika pasukan Yaman (Sanaa) sudah menguasai Hadramaut. Hadramaut sejak 2015 dikuasai oleh Al_qaeda bersama dengan pasukan yg loyal kepada Mansour Hadi yang didukung Saudi. Untuk mencapai provinsi Hadramaut, pasukan Sanaa harus menaklukkan provinsi Marib. Itu yang bisa kita prediksi saat ini berdasar Isyarat Nabi. WaAllahualam.

      “Khabbab berkata, “Kami mendatangi Rasul Allah (ﷺ) ketika beliau sedang berbaring di atas pakaian luar (jubahnya) di bawah naungan Ka’bah. Kami mengeluh kepadanya dengan berkata, “Apakah anda tidak memintakan pertolongan kepada Allah untuk kami? Dan apakah anda tidak berdoa kepada Allah untuk kami? Beliau duduk tegak dengan wajah memerah dan berkata, “Seorang pria sebelum kamu ( zaman dulu) ditangkap, dan sebuah lubang ditanah digali untuknya, dan kemudian sebuah gergaji diletakkan di atas kepalanya, dan kepalanya dibelah menjadi dua, tetapi itu tidak membuatnya berpaling dari agamanya. Mereka disisir dengan sisir besi pada daging dan uratnya sampai ketulangnya, Itupun tidak membuat mereka murtad dari agamanya. Aku bersumpah demi Allah, Allah akan menyelesaikan urusan ini sampai (ada) pengendara yang akan berjalan antara San’a dan Hadramaut dan dia tidak akan takut siapa pun kecuali Allah Yang Maha Tinggi, (juga tidak takut serangan) serigala atas domba-dombanya, tetapi kamu membuatnya tergesa-gesa.” (HR Abu Dawud 2649)

      • zan says:

        hmm..
        berarti kemunculan al mahdi kemungkinan bakal terjadi setelah provinisi hadramaut ssudah di taklukan, dimana mereka akan menaklukan kerajaan saudi??

        • The admin says:

          Kemunculan Imam Mahdi adalah setelah pasukan Yaman mencapai Makkah/Madinah, jika munculnya sebelum itu pasti langsung ditangkap oleh polisi/pasukan Saudi karena memproklamirkan Khilafah. Jadi pasukan intinya harus sdh mengalahkan pasukan saudi (pasukan Mahdi sudah menguasai diMakkah/ Madinah), baru Imam Mahdi muncul. Itu logika kita, Allahualam.

          • enthus says:

            Berapa tahun lagi min kira-kira Hadramaut bisa ditaklukkan ?

          • zan says:

            hmm okee…
            min, ada rencana bikin”the great reset 2030″ dengan agenda perang nuklir??
            (sebelum itu admin telah berpendapat tidak ada negara super power tahun 2030 yang ternyata ada hubungannya sama agenda great reset ini)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *