MENHAN ISRAEL : NEGARA YAHUDI BELUM PERNAH BERTAHAN LEBIH 80 TAHUN

Naftali Bennett (photo credit: MARC ISRAEL SELLEM)

 

Menteri pertahanan Israel dan Ketua partai sayap Kanan yang baru Naftali Bennett, berbicara didepan Yeshiva (seminari pria) di Israel utara pada hari Rabu 12/2/20, dia  mengkritik lawan politik yang menurut Bennett tidak memperlakukan institusi negara Israel sebagai pemeran integral dalam proses Penebusan .

Bennett menyesalkan apa yang dilihatnya sebagai pandangan tak berdasar yang ada saat ini di Israel yang menyebut bahwa, alasan dihancurkannya “the second Temple” (Kuil kedua)  adalah karena semua orang Yahudi hanya “memakai aturan mereka sendiri (semau sendiri).”

 

Kita perlu memahami gambar besarnya bahwa, “hari ini kita sedang berada diera Kuil Ketiga.” kata Bennett menambahkan,

 

Bennett kemudian mengingatkan para hadirin tentang sejarah Kerajaan bangsa Israel dengan mengatakan:

“Sebelumnya kita pernah dua kali memiliki Negara, di mana kita pernah berdaulat dalam kedaulatan rakyat. Negara yang pertama kali hanya berumur 80 tahun, yaitu pada era pemerintahan Raja David (Nabi Dawud) yang berlangsung selama 40 tahun, lalu dilanjut Pemerintahan Raja Sulaiman selama 40 tahun. Setelah itu, kita berpencar. “

“Kedua kalinya, kita pernah berdaulat (sebagai Negara) hanya selama 74 tahun, yaitu pada era dinasti Hasmonean (sekitar tahun 140 SM),” tambahnya.

 

Bennett kemudian menyinggung tentang negara Yahudi yang ada saat ini, “Sekarang negara kita telah mencapai usia 72 tahun. Bangsa Yahudi belum pernah mampu mempertahankan pemerintahan yang bersatu selama lebih dari 80 tahun.”

 

Menteri Pertahanan Israel itu kemudian menggaris bawahi dengan mengatakan bahwa dia tidak akan membiarkan “siapa pun untuk bisa menghancurkan negara Israel.

 

This entry was posted in Update Dari Pusat Dunia and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

1 Response to MENHAN ISRAEL : NEGARA YAHUDI BELUM PERNAH BERTAHAN LEBIH 80 TAHUN

  1. Arief Anto says:

    Tinggal tunggu waktu kehancuran Zionis Israel….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *