Perlakuan Pemerintah China terhadap umat Muslim secara umum hampir sama saja dengan yang terjadi dinegara lain, bahkan dengan Negara yang mayoritas penduduknya Muslim sekalipun.
Walaupun Muslim diChina adalah minoritas, tapi mereka bebas beribadah dan mendirikan tempat ibadah seperti halnya yang terjadi diIndonesia yang mayoritas Muslim.
Sebenarnya perlakuan pemerintah China terhadap umat Muslimnya tidak ada yang aneh. mereka yang radikal dan berpendirian separatis alias ingin mendirikan Negara yang terpisah tentu saja akan berhadapan dengan pemerintah yang sah. Bahkan kita melihat upaya diChina yang membuat Kamp Pendidikan dan deradikalisasi itu jauh lebih toleran daripada yang terjadi dinegara lain.
Dinegara lain seperti dinegara kitapun muslim yang radikal atau bahkan menjadi teroris akan diburu Negara, dan juga upaya separatis seperti yang dulu pernah terjadi saat Gerakan Aceh merdeka akan diperangi Negara.
Wajar saja pemerintah China membuat Kamp deradikalisasi untuk Muslim Uighur , melihat besarnya jumlah Muslim Uighur yang berangkat keSuriah menjadi teroris. Tapi kenapa kebijakan pemerintah China membuat Kamp Pendidikan dan Deradikalisasi itu dipelintir sebagai Kamp Penyiksaan ? Dan kemudian dimunculkan menjadi propaganda kontroversial yang disebarkan keseluruh dunia?
Silahkan baca link diatas yang bercerita sangat detail tentang Kamp deradikalisasi militan Uighur itu.
Muslim Di China
Populasi Muslim diChina saat ini diperkirakan antara 25-40 juta orang, dan hampir separuhnya adalah dari suku Uighur.
Keberadaan Suku Uighur di China barat adalah sebuah sejarah yang sangat panjang dan rumit, Imigrasi pertama mereka bahkan sudah tejadi sejak tahun 300SM. Sebuah kelompok kecil nomaden yang disebut berasal dari pegunungan Althai disebelah barat wilayah Mongolia, disebelah timur Khazakstan dan disebelah wilayah selatan Rusia. Mereka menggunakan bahasa yang dipercaya sebagai cabang dari bahasa Turki. Populasi suku Oighur diChina adalah sekitar 11-15juta orang. Mereka menempati Porovinsi otonomi Xinjiang dibagian barat China.
Yang banyak dilupakan orang adalah, bahwa jika menjadi separatis atau menjadi radikal dimanapun anda berada pasti akan berhadapan dengan pemerintah yang sah. Fakta itu juga berlaku diChina, umat Muslim China yang tidak beraliran radikal dan aktif dalam gerakan separatisme juga hidup aman damai, sama dengan yang terjadi dinegara manapun didunia.
Sementara itu, proyek Israel dalam penghancuran Suriah sejak 2011 yang didukung oleh beberapa Negara sekutu teluknya yang merekrut para radikal Islam diseluruh dunia termasuk para muslim radikal dari suku Uighur. Pemerintah Suriah menyebut ada sekitar 5000 orang Uighur yang datang keSuriah menjadi militant sejak 2011.
Ehm, suatu jumlah yang sangat besar ya, sangat masuk akal kenapa China kemudian memandang perlu untuk mendirikan Kamp kamp deradikalisasi.
Disisi lain kita lihat sejarah panjang gerakan separatisme yang ingin mendirikan Negara sendiri oleh suku Uighur diChina barat ini juga sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Dalam sejarahnya, semua gerakan separatisme diIndonesia juga akan dilawan oleh Negara, dan yang paling besar adalah yang terjadi diAceh yang dimulai sekitar 1976.
Umat muslim di China yang tidak radikal dan seperatis seperti di kota kota Beijing, Shanghai, Ghuangzou, Shenzhen, Xian, Guilin, Kunming , Hangzou, mereka hidup bebas, aman tenteram menjalankan ibadah mereka. Bahkan perkampungan perkampungan mereka menjadi daerah tujuan wisata dari seluruh dunia. Kenapa hal hal positif seperti ini dilupakan dan ditutupi ?
Hantu Dibelakang Layar
Kita melihat paling tidak ada dua sosok hantu dibalik propaganda negatif yang diviralkan secara internasional atas upaya deradikalisasi yang dilakukan China terhadap Muslim Uighur :
Hantu pertama, berpakaian ala Negara barat.
Hantu Kedua, berpakaian ala Negara Arab teluk.
Tapi kami kira sah sah saja jika ada orang yang dari visi politik nasionalnya menganggap fenomena ini adalah sebuah tunggangan untuk mendiskreditkan lawan politik. bisa jadi.
Kemungkinan Hantu Pertama
Negara negara barat seperti AS , Inggris Perancis, dan Jerman adalah Negara negara yang sangat mungkin bisa dituduh sebagai biang kerok penyebar kebencian kepada China ini.
Tapi ini sebenarnya fenomena ini hanyalah bagian kecil dari upaya besar provokasi dan Intimidasi yang dilakukan fihak barat terhadap Blok Rusia, khususnya China. Perang yang lebih besar adalah yang ditujukan untuk membangkitkan kegeraman dan kemarahan China kepada AS, yaitu perang dagang dan perang mata uang.
Provokasi dan intimadasi yang lebih nyata dan dahsyat sebenarnya bahkan sudah dilakukan AS terhadap China , karena sudah menjurus kepada konfrontasi militer antara AS dan China di Laut China selatan. Hal serupa juga dilakukan AS terhadap Negara Kecil pemilik senjata nuklir Korea Utara, walaupun konfrontasi militer dengan China dan Korea utara sedang ditarik ulur masih dilakukan menunggu komando yang diberikan Panglima tertinggi (Dajjal).
Provokasi dan Intimidasi militer oleh NATO yang paling dahsyat terjadi terhadap Rusia sebagai lawan NATO yang paling tangguh, Rusia sudah dikepung tentara NATO diperbatasan baratnya sejak 2014, dan akhir akhir ini meluas juga diperairan Artik disebelah utara Rusia.
Poin pentingnya adalah, bahwa kemungkinannya adalah bahwa Hantu pertama itu adalah AS dan koalisi NATOnya yang memang lagi gencar menebarkan propaganda anti blok Rusia.
Kemungkinan Hantu Kedua
Tapi kenapa hal yang wajar seperti membuat Kamp deradikalisasi itu dijadikan Isu besar? Bukankah program deradikalisasi juga ada ndonegara manapaun yang terorisme., juga di AS juga ada penjara kontroversial Guantanamo yang dikatakan untuk memenjara kaum radikal?
Kenapa ketika ada Koalisi Negara Muslim yang dipimpin Arab Saudi yang jelas jelas membantai warga sipil di Yaman semua orang menjadi buta?
Gampang ditebak, ada upaya masiv untuk mengalihkan isu yang dilakukan untuk menutupi kebrutalan koalisi zalim pimpinan Arab Saudi di Yaman. Bisa juga sebagai bentuk pengalihan isu keterlibatan Saudi di Suriah atau menutupi pembunuhan Jurnalis Saudi Jaml Khahogi.
Selain itu ada juga Turki yang kita tahu selama 8 tahun ini membantu NATO menyalurkan teroris ke Suriah, termasuk 5000 orang Uighur yang bergabung dengan ISIS di Suriah juga memanfaatkan isu ini untuk menutupi apa yang sebenarnya dilakukan Turki itu.
Kesimpulan
Penyebaran isu di era internet yang terjadi diakhirzaman ini hampir bisa dipastikan punya tendensi tertentu dari fihak fihak yang bermain dibelakang layar. Ada Negara Negara yang memanfaatkannya sebagai propaganda politiknya, ada yang bertujuan pengalihan isu agar kezaliman yang mereka lakukan terlupakan, ada yang bertujuan untuk mencari alasan pembenaran untuk memerangi suatu Negara, atau dalam skala yang lebih kecil dipakai untuk mendiskreditkan lawan politik. Kami yakin anda cukup cerdas untuk menarik benang merahnya.
Dalam artikel artikel kita, sudah banyak kita kutip panduan agama yang dengan sangat detail menuntun kita bagaimana seharusnya merespon fitnah fitnah akhir zaman yang turun bak air hujan yang ditebarkan oleh para pengikut Dajjal.
Dalam sebuah wawancara dengan Sputnik menjelang pergantian tahun 2019, Menlu Rusia Sergei Lavrov berbicara tentang berbagai hal, yaitu tentang respon Moskow terhadap Washington yang membatalkan Perjanjian INF, resiko potensi konflik antara Rusia dan AS, pemilihan presiden di Ukraina, serta situasi di sekitar Korea Utara (DPRK) dan soal Republik Arab Suriah.
Kita hanya akan kutip yang menyangkut pembatalan sefihak Perjanjian Rudal nuklir jarak sedang (INF) dan perkembangan hubungan yang makin memburuk antar AS dan Rusia.
Sputnik : Seberapa besar kemungkinan konflik bersenjata langsung antara Rusia dan Amerika Serikat, Rusia, dan NATO? Apakah negara kita sudah menyiapkan diri untuk perkembangan seperti itu?
Sergei Lavrov : Saya percaya bahwa semua orang di dunia memahami hal ini dengan baik: konflik bersenjata yang melibatkan dua kekuatan nuklir utama yaitu Rusia dan Amerika Serikat, akan memiliki konsekuensi bencana bagi kemanusiaan. Tidak ada keraguan bahwa tidak akan ada pemenang dalam perang nuklir dan itu tidak boleh didilakukan.
Pada saat yang sama, kita dipaksa untuk menyatakan bahwa mereke (AS) telah terobsesi dengan ambisi geopolitik mereka sendiri, Washington dan sekutunya tidak siap untuk beradaptasi dengan kenyataan global yang tidak berubah sesuai keinginan mereka. Oleh karena itu perlu untuk menahan kecenderungan ini dengan segala cara dan perlu dilakukan pendekatan yang lebih agresif dalam urusan luar negeri daripada sebelumnya.
Tekanan yang bersifat semakin buruk, saluran saluran dialog dibekukan (oleh AS). Yang perlu menjadi perhatian khusus adalah langkah-langkah untuk memecah perjanjian internasional mengenai stabilitas strategis.
Konflik semacam itu, yang hanya didasarkan pada instrumen kekuatan (militer) tak terhindarkan akan mengarah ke ketidakseimbangan arsitektur keamanan global dan berkontribusi pada perlombaan senjata. Sebuah situasi yang fatal mungkin saja akan terjadi ketika ada sebuah kesalahan atau kesalahpahaman.
Tentu saja, kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional kami dan memperkuat kemampuan pertahanan negara. Presiden Putin telah beberapa kali membicarakan hal ini. Pada saat yang sama, kami berharap bahwa akal sehat yang akan tetap dikedepankan.
Bagaimanapun, walau dalam posisi yang berbeda, baik Rusia dan negara-negara Barat harus bersama-sama memikul tanggung jawab atas masa depan semua umat manusia, guna mencari jawaban yang efektif bagi banyaknya tantangan dan ancaman yang terjadi di zaman kita ini.
Kami mendesak para pemimpin Barat untuk hanya bertindak dengan cara yang dapat terukur, dengan mematuhi prinsip dan aturan hukum internasional, dan mematuhi Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Maka masalah seperti itu akan hilang dengan sendirinya.
Sputnik : Soal pengabaian Perjanjian INF (oleh AS) . Apakah kita akan bernegosiasi dengan AS dan Uni Eropa soal jaminan bahwa rudal jarak sedang mereka tidak akan disebarkan di Eropa? Apakah mitra kita itu siap memberikan jaminan yang mengikat secara hokum ? Jika tidak, apa yang akan menjadi responn kita? Apa akan kembali memasang rudal di Kuba?
Sergei Lavrov : Kami yakin bahwa runtuhnya Perjanjian INF dapat secara serius membahayakan keamanan internasional dan stabilitas strategis. Kita harus memperingatkan mereka : kita tidak bisa dan tidak akan membiarkan penyebaran kembali rudal AS yang mengancam kita dan sekutu kita.
Seharusnya mereka sudah tidak ragu lagi bahwa kita memiliki peralatan (Militer) yang bisa untuk memastikan keamanan kita sendiri, dan kita juga dapat semakin memperkuat kemampuan pertahanan kita. Namun, Rusia, seperti negara lain yang menggunakan akal sehat yang tidak tertarik pada perlombaan senjata dan munculnya “krisis rudal” baru.
Jika masih ada pejabat militer AS yang mesih mau menyisakan waktu untuk mencari cara guna menyelamatkan Perjanjian INF, maka kami terbuka untuk ini. Kami mendesak mereka untuk menghentikan upaya menekan dan mengulang2 tuduhan tak berdasar dan kami mendukung kerja sama yang benar-benar substantif dan konstruktif atas keprihatinan bersama.
Saat KTT Helsinki pada 16 Juli (2018) , Rusia telah menyerahkan proposal konkret dan komprehensif ke AS mengenai agenda bagi diskusi yang mendalam tentang stabilitas strategis dan pengendalian senjata yang telah lama tertunda. Sayangnya, dari fihak AS sejauh ini belum ada keinginan untuk bernegosiasi dengan kami. Mereka menghindari dialog, dan mereka tidak menawarkan jaminan apa pun, tampaknya lebih suka memilih “bertangan bebas” (semaunya sendiri). Secara umum, kami siap bekerja dalam berbagai format dengan partisipasi semua negara dan menyadarkan tanggung jawab mereka atas perdamaian dan keamanan.
Para Pembangkang Keluarga Kerajaan Saudi lain yang tinggal dipengasingan juga telah pernah secara tiba tiba menghilang, bahkan jauh sebelum jurnalis Jamal Khashoggi menghilang di Turki .
Sekarang, seorang pangeran Saudi lain (Khaled bin Farhan) yang tinggal di Jerman menceritakan bagaimana dia juga harus menghindari penculikan, hanya beberapa hari sebelum terjadinya kasus Khashoggi.
Pada suatu hari yang kering dan berdebu di Kairo pada akhir September (2018 lalu) , sebuah pertemuan konspiratif berlangsung di sebuah hotel di ibukota Mesir. Seorang Staf kedutaan Saudi berjalan masuk ke lobi membawa cek senilai beberapa juta dolar, kata Pangeran Arab Saudi Khaled bin Farhan al-Saud.
Dalam sebuah wawancara dengan DPA (Deutsce Press Agency/Agen berita Jerman), Pangeran Khaled yang tinggal di pengasingannya diJerman dan merupakan pengkritik rezim Saudi itu mengatakan bahwa para pegawai kedutaan telah menemui salah satu kerabatnya dan menawarkan sesuatu. “Mereka mengatakan kepada kerabat saya bahwa mereka ingin membantu saya karena saya dianggap tidak punya uang lagi,” katanya. “Aku hanya perlu pergi ke kedubes Saudi di Kairo untuk mengambil cek itu. Tapi aku tahu itu adalah jebakan.”
Beberapa hari kemudian pada 2 Oktober (2018) di sebuah konsulat Saudi di Istanbul, wartawan Saudi Jamal Khashoggi menghilang. Setelah lewat tengah hari, kritikus rezim Saudi yang tinggal di Washington DC itu datang ke Konsulat Saudi diTurki untuk mengambil dokumen agar dia bisa menikah. Tapi dia telah menghilang sejak itu, dan para penyelidik Turki percaya bahwa kolumnis Washington Post yang terkemuka itu telah dibunuh oleh tim eksekusi Kerajaan Saudi.
Pangeran Khaled yakin bahwa nasib yang sama akan menimpanya jika saja waktu itu dia mau dibujuk untuk datang ke kedutaan Saudi di Kairo. “Mereka akan membunuh saya dengan cara yang tidak manusiawi untuk menakut-nakuti (Pangeran pembangkang ) yang lain,” kata pria berusia 41 tahun itu, dan dia mengatakan bahwa dia telah tinggal di pengasingan di Jerman sejak 2004 dan telah memiliki kewarganegaraan Jerman.
Tetapi Arab Saudi terus mengawasi para pangeran. Menurut informasi yang dikumpulkan DPA, tahun lalu kerajaan Saudi pernah melobi pejabat Jerman guna mendiskusikan kemungkinan untuk mengekstradisi dia (Pangeran Khaled).Tapi fihak Jerman tidak mennggubris permintaan itu.
Pangeran Khaled mengatakan bahwa pejabat di Kantor Perlindungan Jerman di Dusseldorf, di mana dia tinggal telah berhubungan dengan dia selama bertahun-tahun, dan Polisi Federal Jerman juga meneliti masalah dia.
Hilangnya Khashoggi telah menjadi sorotan tentang bagaimana kerajaan minyak yang kaya itu menangani para pembangkangnya.
Menurut para pengamat kerajaan, sejak raja Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud berkuasa pada awal 2015, kebijakan yang represif telah melonjak tinggi. Sang raja menjadikan putranya MBS sebagai orang yang paling berkuasa di negara itu. Bahwa dia tidak bias menahan diri dengan pembangkangan adalah sesuatu yang telah diketahui oleh para ulama, pengusaha, dan aktivis hak-hak perempuan.
BBC telah mencatat adanya tiga kasus di mana para pangeran (pembankang) Saudi yang tinggal di luar negeri telah lenyap. Pada tahun 2016 , Pangeran Sultan bin Turki yang berangkat dari Paris telah menghilang ketika ia ingin mengunjungi ayahnya di Kairo. Konsulat Saudi (saat itu) menyediakan jet pribadi untuknya, tetapi bukannya Kairo, ia malah diterbangkan ke Riyadh.
Dua pangeran lainnya yaitu Turki bin Bandar dan Saud bin Saif al-Nasr telah lenyap di Eropa. Dalam kasus ini, juga terindikasi adanya penculikan, kata BBC.
Penjelasan yang serupa juga mirip dengan informasi yang belum lama ini dilaporkan oleh Washington Post sehubungan dengan kasus Khashoggi.
Pembicaraan para pejabat Saudi yang disadap menunjukkan bahwa pemerintah Riyadh ingin memancing (Khasoggi) dari pengasingannya di AS agar mau pulang kembali ke kerajaan dan menangkapnya di sana.
Pangeran Khaled yakin bahwa dia juga termasuk dalam daftar target Kerajaan Saudi. Dia mengatakan dia telah menjadi target keketidakadilan di Arab Saudi sejak dia menuduh korupsi kepada Raja Salman yang pada saat itu dia masih menjadi Emir (Gubernur) di Riyadh .
Pangeran muda (Khaled) yang di masa lalu pernah menjadi diplomat Saudi untuk Kairo dan tempat-tempat lain itu kemudian harus meninggalkan negara itu. Tetapi meski telah di pengasingan diJerman, tetap saja dia tidak aman dari jangkauan Riyadh.
Awalnya dia selalu diikuti tetapi ini kemudian keadaan telah membaik , meskipun dia masih saja menerima banyak ancaman pembunuhan dari orang2 yang tidak diketahui. Selain itu, selama bertahun tahun ini dia telah dihubungi lebih dari 50 kali dari orang orang diKerajaan Saudi .
“Saya telah bertemu 10 kali dengan duta besar Saudi di Berlin, tetapi tempatnya selalu di kafe,” kata Khaled bin Farhan. Dubes itu bebarapa kali menawarkan dia untuk mau pulang kembali ke rumah guna mendiskusikan masalahnya dengan raja Saudi , tawaran itu selalu ditolaknya. “Jika saya mau melakukan itu, Anda tidak akan bias berbicara dengan saya disini,” katanya.
Sekarang kekhawatiran para pembangkang (Kerajaan) telah meningkat sejak adanya kasus Khashoggi. “Tentu saja kita semua takut. Penguasa di Riyadh itu tidak akan berhenti mencoba.”
Di masa lalu, kerajaan Saudi telah dengan keras membantah tuduhan adanya penculikan apalagi pembunuhan , kritiknya. Permintaan DPA untuk menanggapi kasus Pangeran Khaled sejauh ini belum pernah dijawab oleh pemerintah Jerman.
Khaled bin Farhan al-Saud mengatakan dia merasa aman tinggal di Dusseldorf Jerman. “Aku selalu bersyukur terima kasih Tuhan, aku bias tinggal di Jerman.” Tetapi meski tinggal diJerman sang pangeran tetap selalu waspada. Pengacaranya terus berhubungan dengan polisi untuk berjaga-jaga.
TRUMP PUTUSKAN MEMPERLAMBAT PENARIKAN PASUKANNYA DARI SURIAH
Sen. Lindsey Graham, who criticized President Trump’s withdrawal of troops from the Middle East, says Trump today told him “some things I didn’t know that make me feel a lot better about where we’re headed in Syria” pic.twitter.com/HBbvzirDfO
Presiden Donald Trump telah memerintahkan untu memperlambat penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah, kata Senator partai Republik Lindsey Graham.
“Saya pikir kita berada dalam situasi jeda,” kata Senator partai Republik dari Carolina Selatan itu di luar Gedung Putih pada hari Minggu.
Pada 19 Desember lalu Trump mengumumkan penarikan semua sekitar 2.000 tentara dari Suriah dimana para pembantunya mengharapkan hal itu dilakukan dengan cepat.
Graham adalah seorang kritikus blak-blakan atas keputusan Trump itu yang telah menuai kritik bipartisan. Sebelumnya dia telah memperingatkan bahwa menarik pasukan AS dari Suriah akan merusak keamanan nasional yang akan membuat ISIS bangkit kembali, dan juga mengkhianati pejuang Kurdi yang didukung AS yang memerangi sisa-sisa ISIL, dan juga akan meningkatkan kemampuan Iran untuk mengancam Israel.
Presiden AS itu telah menyatakan telah mengalahkan ISIL di Suriah, meskipun kantong mereka masih tetap ada.
Sejak Trump mengumumkan penarikan itu , dua pejabat senior pemerintah mengundurkan diri, yaitu Menhan Jim Mattis dan utusan AS untuk Suriah Brett McGurk.
Para kritikus berpendapat bahwa penarikan pasukan AS itu akan membuat Iran dan Rusia semkakin kuat diSuiriah, dimana selama ini mereka mendukung pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Penasihat Keamanan Nasional John Bolton diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Israel dan Turki minggu depan untuk membahas rencana presiden dengan para sekutu Amerika.
Dalam penampilannya di CNN, Graham memberi saran untuk mempertimbangkan keputusan Trump dan Trump tampaknya setuju untuk mempertimbangkan keputusannya untuk memperlambat penarikan kembali pasukannya dari Suriah.
“Saya akan memintanya untuk duduk bersama jendral-jendralnya dan mempertimbangkan kembali bagaimana cara yang pas untu melakukan ini. Perlambat penarikan ini. dan memastikan kita melakukannya dengan benar. dan memastikan ISIS tidak pernah akan bangkit kembali,” kata Lindsey Graham.
PARA SENATOR AS PENENTANG RUU DUKUNGAN PERANG YAMAN MENERIMA SUAP DARI PARA PELOBI SAUDI
Rabu lalu , para senator AS membuat pukulan bersejarah bagi hubungan AS dengan sekutu Arab Saudi, dengan memilih untuk mengajukan resolusi (RUU) yang akan mengakhiri semua dukungan militer AS untuk perang yang dipimpin Saudi di Yaman
Tetapi setidaknya ada lima Senator dari partai Republik yang menentang RUU itu yang telah menerima dana dari pelobi yang bekerja untuk Arab Saudi, sebuah fakta yang menggambarkan bagaimana kerajaan teluk itu menggunakan kekayaannya yang sangat besar untuk mempengaruhi kebijakan luar negeri AS.
Menurut laporan Center for International Policy yang dirilis bulan lalu, Senator Republik Roy Blunt dari Missouri, John Boozman dari Arkansas, Richard Burr dari North Carolina, Mike Crapo dari Idaho, dan Tim Scott dari South Carolina menerima kontribusi keuangan dari perusahaan pelobi yang bekerja untuk Arab Saudi,
Laporan itu menyebut senator Roy Blunt sebagai salah satu dari 10 penerima dana kampanye dari perusahaan-perusahaan yang mewakili Arab Saudi pada 2017, bersama dengan anggota parlemen Demokrat seperti Heidi Heitkamp dari North Dakota, Joe Manchin dari West Virginia, dan Robert Menendez dari New Jersey. Tahun lalu Roy Blunt diduga telah menerima $19.250 sebagai dana kampanye dari perusahaan yang terkait dengan Kerajaan Saudi.
Menurut laporan itu , pada saat itu Senator Boozman dan Crapo menerima dana kontribusi $1.000 dari Squire Patton Boggs PAC, yang bekerja untuk Arab Saudi. Dan Boozman, Crapo, Burr dan Scott semuanya diduga menerima sumbangan sekitar $ 2.000 pada hari-hari ketika mereka dihubungi oleh pelobi Saudi.
Tidak ada satupun senator yang mau segera menanggapi permintaan komentar atas dugaan itu.
Diperkirakan pada 2017 Arab Saudi menghabiskan sekitar $27 juta untuk melobi (para senator AS). Departemen Kehakiman menunjukkan bahwa pemerintah Saudi telah menghabiskan hampir $7 juta untuk agen asing pada tahun 2018.
Pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Turki telah memberikan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hubungan persahabatan antara kedua negara dan membantu meningkatkan upaya untuk menghentikan perang yang dipimpin Saudi, yang telah menyebabkan wabah kolera di Yaman dan salah satu kelaparan terbesar dalam beberapa dekade ini.
Saat pemungutan suara, para senator memilih 63 yang mendukung dan 37 menentang bagi pengajuan resolusi pada hari Selasa lalu. Pemungutan suara adalah langkah prosedural yang akan begi RUU itu untu bisa bergerak maju di Senat, tetapi House of representative (DPR AS) belum bertindak masalah Yaman ini.
“Saya memuji Senat yag telah mengajukan resolusi bipartisan guna mengakhiri dukungan AS untuk koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman. Adalah hal yang gila jika Kongres yang telah menghabiskan waktu selama ini tapi tidak mengambil tindakan formal untuk menghentikan keterlibatan AS dalam kekejaman yang dilakukan (koalisi Saudi) di Yaman.
Terima kasih kepada 63 senator, yang hari ini telah mengambil langkah untuk “menghentikan itu’ kata “Ted Lieu, seorang anggota Kongres dari partai Demokrat dari California dalam sebuah pernyataan.
Presiden Donald Trump adalah sekutu setia Arab Saudi yang telah menggembar-gemborkan pembelian senjata yang menguntungkan AS dari negara itu dan koneksi keuangan pribadinya ke negara tersebut (Saudi) kini sedang dalam pengawasan, dimana Trump telah mengancam akan memveto RUU itu jika sudah sampai dimejanya.
PUTIN : RUDAL HIPERSONIK AVANGARD SIAP BEROPERASI PADA 2019
Sistem rudal hipersonik baru Rusia, yang Presiden Vladimir Putin klaim “kebal” terhadap sistem pertahanan AS akan mulai beroperasi pada 2019, kata pemimpin Rusia itu setelah uji coba rudal itu Rabu lalu.
“Rusia adalah negara pertama di dunia yang memiliki senjata strategis jenis baru ini dan rudal ini akan memastikan keamanan negara kita dan rakyat kita untuk beberapa dekade mendatang,” kata Putin yang dikutip kantor berita Tass.
“Ini adalah hadiah tahun baru yang luar biasa bagi negara,” kata Tass mengutip Putin. Sistem rudal hipersonik “Avangard” diuji coba dari pangkalan udara militer Dombarovsky di Rusia barat daya.
Laporan sebelumnya mengatakan Avangard memiliki jangkauan antar benua dan kemampuan untuk terbang dengan kecepatan 20 Mach (20x kecepatan suara) atau lebih dari 15.000 mil/jam, dan material kompositnya mampu menahan suhu permukaan akibat gesekan udara yang mencapai 2000 derajat Celsius.
Saat mendekati targetnya, rudal dengan hulu ledak yang dapat bermanuver dapat menyesuaikan ketinggian dan arah untuk menghindari pertahanan udara target dan terbang cukup rendah untuk menghindari sebagian besar pencegat, Tass melaporkan.
“Praktis rudal ini akan kebal,” kata Putin ketika dia membanggakan Rudal Avangard dalam pidatonya didepan Parlemen Rusia maret lalu.
Sementara belum ada pernyataan dari Pentagon atau Departemen Luar Negeri AS yang mengomentari pernyataan Putin pada hari Rabu itu.
Pada maret lalu Jenderal John Hyten, Kepala Komando Strategis AS, memperingatkan bahwa satelit dan radar pendeteksi rudal AS saat ini tidak akan mampu melacak senjata seperti Avangard itu.
“Kita akan membutuhkan serangkaian sensor yang berbeda untuk melihat ancaman hipersonik,” kata Hyten kepada CNN pada saat itu.
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Presiden Rusia Vladimir Putin, Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov, dan pejabat tinggi lainnya terlihat mengawasi uji coba peluncuran rudal hipersonik Avangard dari ruang kendali Kementerian Pertahanan di Moskow pada hari Rabu.
Dalam pengujian tersebut, Avangard diluncurkan dari pangkalan rudal Dombarovskiy di Pegunungan Ural selatan. Kremlin mengatakan itu berhasil mencapai target latihan yang ditunjuk pada rentang penembakan Kura di Kamchatka.
Selain Rusia, AS dan Cina juga sedang melakukan penelitian senjata hipersonik. Beijing mengatakan pihaknya berhasil menguji coba roket hipersonik pada Agustus lalu dengan menerbangkan Starry Sky 2 dengan kecepatan 6 Mach.
Awal tahun ini Angkatan Udara AS memberikan kontrak senilai $ 928 juta kepada Lockheed Martin untuk mengembangkan rudal hipersonik. Sementara itu pada bulan Desember ini, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Riset dan Teknik Michael D. Griffin mengatakan kepada wartawan bahwa AS diharapkan dapat memiliki kemampuan pertahanan yang bisa diterapkan terhadap senjata hipersonik pada pertengahan dekade kedepan.
Pengumuman keberhasilan Rudal Avangard itu dikeluarkan kurang dari sebulan setelah Washington mengatakan bahwa dalam tempo 60hari AS akan keluar dari perjanjian nuklir INF kecuali jika Rusia kembali mematuhinya.
Perjanjian Pembatasan Nuklir jarak sedang (INF) 1987 mengatur kedua negara untuk menghilangkan rudal balistik dan rudal yang diluncurkan dengan peluncur darat yang berjarak jangkau antara 300 dan 3.400 mil.
Secara khusus AS menyebyt bahwa Rusia telah melanggar perjanjian INF ketika negara itu mengembangkan sistem rudal 9M729 pada 2017. Rusia membantah melanggar pakta tersebut. karena Avangard yang memiliki jangkauan antar benua tidak tercakup dalam perjanjian INF.
PASUKAN SURIAH MULAI MEMASUKI KOTA MANBIJ
Pasukan pemerintah Suriah telah memasuki kota Manbij di utara Suriah untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir, kata seorang juru bicara militer Suiah.
Milisi Kurdi yang menguasai daerah itu mundur (dari Manbij) dan mempesilahkan pasukan Suriah untuk masuk dan merebut kembali kota itu atas kekhawatiran bahwa pasukan Turki akan melancarkan serangan baru. Karena Turki menganggap pasukan YPG Kurdi sebagai bagian dari kelompok teroris.
Konsekuensi dari pengumuman mendadak Presiden Trump untuk menarik semua pasukan AS dari Suriah itu sekarang mulai terlihat di lapangan. Manbij adalah kota penting yang strategis di Suriah utara yang hingga hari ini berada di bawah penguasaan pasukan Kurdi yang didukung AS.
Suku Kurdi yang melakukan perang perang melawan ISIS melihat keputusan Trump ini sebagai pengkhianatan.
Tanpa dukungan Amerika, para pemimpin Kurdi sekarang dipaksa untuk memilih apa yang mereka anggap sebagai pilihan yang paling buruk. Mereka berharap bahwa kehadiran tentara pemerintah Suriah yang didukung oleh Rusia dan Iran akan mencegah Turki melancarkan serangan terhadap pasukan Kurdi.
Turki telah mengintensifkan aktivitas militernya di dekat posisi yang dikuasai oleh para pejuang Kurdi sejak pengumuman penarikan Pasukan AS oleh Presiden Trump pada 19 Desember lalu.
Tentara AS telah bekerja sama secara erat dengan pasukan Kurdi yang membentuk aliansi Pasukan Demokrat Suriah (SDF) dalam pertempuran melawan IS. Tetapi kebijakan AS ini membuat marah Turki, yang kemudian memerangi milisi Kurdi di kota terdekat Afrin. Hal ini embuat frustrasi Turki karena merupakan penundaan atas perjanjian yang disepakati dengan AS pada februari lalu untuk membersihkan Manbij dari pejuang Kurdi.
PRESIDEN ERDOGAN : SURIAH SEDANG MELAKUKAN OPERASI PSIKOLOGIS DIMANBIJ
Menanggapi penyebaran Pasukan Arab Suriah (SAA) yang dilaporkan telah memasuki Manbij, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pemerintah Damaskus sedang menjalankan “operasi psikologis” di kota utara Suriah itu.
“Tujuan Turki adalah untuk memeberi pelajaran kepada kelompok teror YPG (Unit Perlindungan Rakyat) / PKK (Partai Pekerja Kurdistan), dan kami bertekad untuk mewujudkannya,” kata Erdogan menurut menurut agen beritan Anadolu.
“Kami menentang pemisahan Suriah. Target kita adalah kelompok-kelompok teroris yang tinggal disana. Jika kelompok itu telah pergi, maka tidak ada lagi pekerjaan yang tersisa untuk kita, “tambah presiden Turki itu.
Beberapa jam yang lalu, YPG mengumumkan bahwa “pasukannya telah ditarik” dari Manbij karena ancaman Turki. Kemudian Kelompok bersenjata Kurdi itu meminta Pasukan Suriah SAA untuk memasuki kota strategis dan sekitarnya dan tentara Suriah menjawab permintaan itu dengan cara yang benar.
Delegasi Turki tingkat tinggi, termasuk Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, pembantu presiden Ibrahim Kalin, Menteri Pertahanan Nasional Hulusi Akar dan kepala intelijen Hakan Fidan dijadwalkan akan mengunjungi Moskow pada 29 Desember besok. Masalah Manbij kemungkinan akan menjadi inti pembicaraan antara Turk dan Rusia.
KHAWATIR SERANGAN TURKI , YPG MENYERAHKAN MANBIJ KE TENTARA SURIAH
Beberapa saat yang lalu Pasukan Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) telah menyerahkan kota Manbij dan daerah-daerah lain yang selama ini dikuasai oleh Pasukan Kurdi itu wilayah di Suriah utara.
Kelompok itu menyatakan bahwa keputusan tersebut dimotivasi oleh adanya ancaman invasi Turki ke kota kota itu dan menekankan bahwa mereka kini akan fokus pada upaya memerangi ISIS.
Menurut sumber pro-pemerintah, pasukan tentara Suriah telah mulai mengambil alih posisi di dekat Manbij.
ARAB SAUDI LAKUKAN PEROMBAKAN BESAR KABINETNYA
Menlu Arab Saudi yang baru Ibrahim Al-Assaf
Kerajaan Arab Saudi dalam sebuah dekritnya telah mengumumkan restrukturisasi Kabinet, Dimana Menlu Adel Al Jubeir yang selama ini gencar meneriakkan “Assad must go” sekarang malah justru dia yang dicopot jabatannya sebagai Menteri luar negeri.
Berikut adalah daftar Nama Pejabat dan beberapa Posisi baru dalam Kabinet Kerajaan Arab Saudi :
Abdullah bin Bandar bin Abdul Aziz diangkat sebagai Menteri Garda (Pertahanan) Nasional, dan Mohammed bin Saleh Al-Ghofeily dicopot jabatannya sebagai penasihat Garda Nasional.
Sementara , Khaled Al-Harbi diangkat sebagai kepala Direktorat Keamanan Publik menggantikan Saud bin Abdul Aziz Hilal. Musaed Al Aiban diangkat sebagai penasihat Keamanan Nasional Arab Saudi.
Pangeran Abdul Aziz bin Turki Al-Faisal diangkat sebagai ketua Otoritas Olahraga Umum menggantikan Turki Al Asheikh, yang ditunjuk sebagai ketua Otoritas Hiburan Umum.
Pangeran Sultan bin Salman dicopot dari jabatannya sebagai presiden Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional (SCTH), dan digantikan oleh Ahmad Al-Khateeb.
Sebuah pos baru yang disebut Komisi Umum untuk Pameran dan Konferensi akan dibentuk, dan CEOnya akan ditunjuk berdasarkan keputusan kerajaan.
Menteri Perdagangan dan Investasi Dr. Majed Al-Qassabi juga akan bertanggung jawab atas Komisi Umum untuk Pameran dan Konferensi
Pangeran Mohammed bin Nawaf bin Abdulaziz, dicopot jabatannya sebagai duta besar di London.
Turki Al-Shabana diangkat sebagai Menteri Media, dan Hamad Al-Sheikh diangkat sebagai Menteri Pendidikan.
Ahmed bin Mohammad Al-Issa, dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan, dan diangkat sebagai penasihat Pengadilan Kerajaan dan kepala Komisi Evaluasi Pendidikan Publik Saudi.
Awad bin Saleh Al Awad, yang dicopot dari jabatannnya Menteri Media, telah kembali ditunjuk sebagai penasihat Pengadilan Kerajaan.
Iman Al-Mutairi diangkat sebagai asisten Menteri Perdagangan. Dan Turki bin Talal menggantikan Faisal bin Khaled sebagai gubernur wilayah Asir.
Pangeran Badr bin Sultan dibebaskan dari jabatannya dan digantikan oleh Pangeran Faisal bin Nawaf sebagai gubernur wilayah Al-Jouf. Mansour bin Mohammad bin Saad Al Saud diangkat sebagai gubernur Hafr Al-Batin.
Badr bin Sultan bin Abdulaziz Al Saud diangkat sebagai Wakil Gubernur Wilayah Makkah. Dan Pangeran Turki bin Saud bin Mohammed diangkat sebagai Penasihat Pengadilan Kerajaan.
AS KELUAR SURIAH , TAPI BANGUN 2 BASIS MILITER BARU DI IRAQ
Salah seorang pejabat Irak mengungkapkan bahwa AS akan membangun dua pangkalan militer baru didekat dengan perbatasan Suriah.
Farhan Al Dalimi seorang anggota dewan Al-Anbar, mengumumkan bahwa AS. akan membangun dua pangkalan militer baru di dekat perbatasan Irak. Satu pangkalan akan dibangun disebelah utara distrik Al Ramanah yang terletak di utara Al-Qaem, dan pangkalan lainnya aka nada di kawasan strategis Ar Rutbah di selatan provinsi Al-Anbar.
Dikatakan bahwa alasan untuk membangun dua pangkalan ini adalah untuk melawan ancaman ISIS dan untuk mencegah pengaruh teroris di wilayah-wilayah yang dibebaskan.
Perlu disebutkan bahwa berita ini dikeluarkan setelah minggu lalu presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan perintah penarikan pasukan AS dari wilayah Suriah.
UEA KEMBALI BUKA KANTOR KEDUBESNYA DISURIAH
Kedutaan Uni Emirat Arab (UEA) akan dibuka kembali di Damaskus pada hari Kamis setelah ditutup enam tahun terakhir. Hal ini akan menjadikannya sebagai kedutaan Negara Arab pertama yang mulai dibuka kembali di Suriah setelah ditutup sebagai akibat dari perang, sumber di Kementerian luar negeri Suriah mengatakan pada Sputnik.
“Kedutaan UEA di Damaskus akan dibuka kembali pada tengah hari (Kamis) itu,” kata sumber itu. Persiapan akhir untuk pembukaan misi diplomatik sedang berlangsung, seorang koresponden Sputnik melaporkan dari tempat kejadian. Sementara Gedung kedutaannya sendiri telah direnovasi pada awal minggu ini.
Selama konflik diSuriah yang dimulai pada 2011, lebih dari 30 negara telah menutup kedutaan mereka atau memindahkan staf diplomatiknya ke Beirut, termasuk Amerika Serikat, Arab Saudi, dan misi Uni Eropa.
Uni Emirat Arab menutup misi diplomatik dan memanggil duta besar dari Suriah pada 2012 karena krisis Suriah. UEA adalah negara Arab pertama yang memulihkan kedutaan besarnya di Suriah.
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mikdad sebelumnya mengatakan bahwa Damaskus menyambut baik dibukanya kembali Kantor kantor kedutaan negara-negara Arab di Suriah.
MENLU JERMAN : AS TIDAK BOLEH MENEMPATKAN RUDAL NUKLIRNYA DIEROPA
Dalam sebuah debat pengendalian senjata , Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan bahwa rudal nuklir Amerika itu tidak boleh ditempatkan di Jerman, atau di mana pun di Eropa, “Penempatan rudal jarak menengah (AS) itu akan mendapat perlawanan luas di Jerman,” kata Maas dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Jerman DPA.
AS berencana mundur dari perjanjian Pembatasan Rudal jarak sedang INF yang telah berusia 30 tahun itu yang telah mencegah Washington untuk menempatkan rudal sejenis itu di Eropa. Kedua negara (AS dan Rusia) saling menuduh telah melanggar perjanjian INF, tapi keduanya membantah telah melanggar perjanjian itu.
“Harusnya Eropa tidak menjadi menjadi tempat perdebatan tentang penumpukan senjata,” kata Maas.
Menyebarkan senjata nuklir sebagai tanggapan atas dugaan adanya pelanggaran perjanjian adalah logika era Perang Dingin, Menlu Jerman itu percaya bahwa “Penggunaan senjataan nuklir merupakan respon yang salah,” katanya. “Kebijakan era 80-an tidak akan bisa membantu menjawab tantangan hari ini.”
AS menuduh Rusia telah mebuat rudal yang dilarang dalam perjanjian INF, sementara Moskow mengatakan sistem pertahanan rudal Amerika yang sudah ditempatkan di Eropa Timur itu dapat dengan mudah diubah menjadi peluncur rudal balistik ofensif.
Pada bulan Oktober lalu, AS mengumumkan akan menarik diri dari perjanjian INF kecuali jika Rusia menghentikan adanya dugaan pelanggaran itu, dan pada bulan Desember ini AS memberi Rusia tenggat waktu 60 hari untuk mematuhi.
Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov, Moskow telah diberitahu oleh AS bahwa keputusan itu telah final, dan bukan saatnya membuat upaya untuk memulai dialog.
Rusia telah memperingatkan bahwa negaranya terpaksa harus merespons jika rudal rudal AS itu ditempatkan di Eropa, dan menjadikan lokasi rudal mereka tersebut menjadi sasaran potensialnya.
BUNKER SUPER MEWAH ANTI BOM NUKLIR YANG DISIAPKAN PARA ELITE DUNIA
Mereka memelesetkannya sebagai persiapan Doomsday (hari kiamat atau hari kehancuran dunia) , tapi sebenarnya para elite dunia (Ya’juj Ma’juj dan pengikutnya) itu sangat tahu , mereka membangun bunker bunker super mewah itu untuk persiapan perang nuklir, karena memang merekalah panitianya.
Tapi Bunker super mewah itu tidak akan bisa menjamin keselamatan mereka, Quran Surat An Nisa 78 menyatakan, meski kamu berada didalam bangunan yang sangat kokoh sekalipun jika maut menjemput maka kamu tidak dapat menolaknya.
PERAYAAN NATAL DIJALANAN PINGGIRAN KOTA DAMASKUS
Untuk pertama kalinya kembali telihat sasana perayaan Natal pertama yang damai dijalan pinggiran Kota Damaskus sejak dihancurkannya teroris diarea itu.
Negara Multi etnis multi agama yang diberkahi Allah itu dipropagandakan barat dan Israel sebagai negara yang dipimpin diktator yang menekan minoritas sebelum dan selama mereka menyerang Suriah dengan berbagai macam kelompok proxinya.
Ehmm… betapa indahnya keberagaman di Suriah. Sebuah keindahan yang tidak bisa ditemui dinegara negara muslim yang lain.
Para penyerang yang didukung dana dan senjata dari ratusan negara pengikut Dajjal itu tidak bisa menembus Damaskus. Hadist menyebut Malaikat membentangkan sayapnya diatas Suriah.
MILITER SURIAH HADANG SERANGAN RUDAL DARI PESAWAT ISRAEL
Sistem pertahanan rudal Suriah telah menghadang rudal rudal yang menuju target di Damaskus selasa malam (25/12) kemarin, menurut Agen berita resmi Suriah.Ditambahkan bahwa rudal rudal itu datang dari wilayah udara Lebanon, dimana dilaporkan sebelumnya pesawat pesawat Israel telah menyusup kewilayah itu.
Serangan itu datang dalam beberapa gelombang dan dilaporkan berlangsung setidaknya satu setengah jam, namun kerusakan yang ditimbulkan sangat terbatas, karena mayoritas rudal berhasil dicegat sebelum mereka mencapai target.
Menurut sumber militer Suriah yang dikutip oleh SANA (kantor berita Suriah), ada depot amunisi yang rusak dalam serangan itu dan tiga prajurit Suriah mengalami luka-luka.
Close view of Syrian air defense units engaging the latest Israeli airstrike targeting a weapons cache west of #Damascus.pic.twitter.com/Q69HpCE8Ck
Laporan media menyatakan bahwa Israel berada di belakang serangan itu, dimana dikatakan menargetkan Posisi senjata Iran di sebelah barat ibukota Suriah.
Menurut Kantor Berita Nasional Libanon, Sebuah pesawat tempur Israel terlihat terbang di ketinggian rendah di atas Lebanon, Israel diketahui secara ilegal sering menggunakan wilayah udara negara itu yang perbatasannya lebih dekat ke Damaskus daripada wilayahnya untuk menghindari deteksi dan intersepsi.
Tak lama setelah insiden itu dalam Tweetnya fihak tentara Israel (IDF) menyatakan bahwa pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal anti-pesawat Suriah. Tidak ada korban maupun kerusakan, katanya.
Setengah jam setelah gelombang serangan pertama, serangan kedua berlangsung kembali di atas langit Suriah.
IRAN : KAPAL INDUK AS YANG ADA DITELUK BUKAN ANCAMAN TAPI KAMI SIAP MERESPON
Iran siap menanggapi tindakan bermusuhan apapun dari AS, tetapi tidak menganggap kedatangan kapal induk AS diperairan Teluk pekan lalu sebagai ancaman yang signifikan, kata seorang komandan angkatan laut Iran, Senin kemarin.
Kapal induk USS John C. Stennis memasuki Teluk pada hari Jumat lalu , yang mengakhiri ketidakhadiran yang lama kapal induk AS di wilayah tersebut saat ketegangan meningkat antara Teheran dan Washington.
“Kehadiran kapal perang AS ini bukan hal signifikan bagi kami,” Kata Laksamana Muda Habibollah Sayyari seperti dikutip oleh kantor berita semi-resmi ISNA. Tapi “Kami tidak akan membiarkan kapal perang ini mendekati perairan teritorial kami di Teluk Persia,” kata Sayyari.
Sayyari mengatakan angkatan laut AS diizinkan untuk berlayar di perairan internasional dekat Iran, seperti angkatan laut Iran dapat berlayar di Samudra Atlantik di dekat perairan AS.
Dia mengatakan , bagaimanapun Iran tetap waspada terhadap kemungkinan adanya ancaman. “Mereka tidak memiliki keberanian atau kemampuan untuk mengambil tindakan apa pun terhadap kita. Kami memiliki cukup kemampuan untuk melawan tindakan mereka dan kami telah sepenuhnya berlatih untuk itu. ”
Pasukan Pengawal Revolusi elit Iran sedang melakukan latihan perang di Teluk pada hari Sabtu di mana kapal angkatan laut, helikopter, drone, peluncur roket dan unit komando mengambil bagian.
Memuji “keberhasilan” latihan perang itu, juru bicara Garda Revolusi Iran Brigadir Jenderal Ramezan Sharif mengatakan pada hari Senin: “Teluk Persia dan Teluk Oman telah jauh lebih aman dalam 10 bulan terakhir tanpa adanya kapal induk AS. ”.
Perang kata-kata antar AS dan Iran telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump menyatakan keluara dari kesepakatan nuklir dengan Iran yang telah disepakati bersama dengan kekuatan nuklr lain pada Mei lalu , dan menerapkan kembali sanksi baru ke Iran pada sektor perbankan dan energi.
TURKI KEMBALI TAMBAH PASUKANNYA DIPERBATASAN SURIAH
Hanya beberapa hari setelah mengumumkan niatnya untuk menunda serangan militer terhadap gerilyawan Kurdi. Militer Turki telah mengirim konvoi bala bantuan militer baru ke perbatasannya dengan Suriah,
Ankara telah mengirim sekitar 100 kendaraan, termasuk truk pick-up, yang dilengkapi dengan senapan mesin ke perbatasan dengan Suriah, menurut Reuters.
Agen berita tersebut mengatakan bahwa konvoi Turki itu bergerak menuju ke Kalis yang berbatasan dengan kota di provinsi Hatay di Turki selatan, termasuk diantaranya adalah tank, senjata, senapan mesin dan bus yang mengangkut anggota pasukan khusus.
“Sebagian dari peralatan militer dan tentara itu akan dikerahkan di titik-titik di perbatasan dan beberapa diantaranya akan menyeberang keseluruh wilayah Elbeyli diSuriah”. Daerah Elbeyli berjarak 45 km di kota Manbij utara, yang selama ini telah menjadi fokus ketegangan antara Ankara dan Washington.
Pada hari Rabu lalu Turki juga telah mengirim bala bantuan militer, termasuk pengangkut personel lapis baja, ke provinsi Hatay dan kemudian ke Suriah untuk memperkuat pasukan militernya di sana.
Belum lama ini Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa dia akan menunda operasi militer yang sudah direncanakan terhadap militan Kurdi di Suriah utara karena adanya keputusan AS untuk menarik pasukannya dari Suriah.
NETANYAHU : ISRAEL AKAN TETAP INTENSIFKAN SERANGAN KESURIAH MESKI TANPA AS
Berbicara pada KTT Israel-Yunani-Siprus kelima yang diadakan di kota Beersheba selatan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk mengintensifkan upayanya di Suriah.
“Kami akan terus bertindak di Suriah untuk mencegah upaya Iran secara militer membentengi dirinya dari kami. Kami tidak akan mengurangi upaya kami, kami akan meningkatkan upaya kami. Saya tahu kami melakukannya dengan dukungan penuh dari AS ”, kata Netanyahu.
PM Israel mengatakan bahwa sebelumnya ia telah diperingatkan tentang penarikan pasukan AS dari Suriah lewat percakapan telepon dengan Presiden Donald Trump pada hari Senin dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Selasa.
Tak lama setelah pidato (Netanyahu) itu, Dubes Israel untuk PBB Danny Dannon mengatakan bahwa Tel Aviv memiliki “keprihatinan” tentang Suriah.
“Kami prihatin tentang Suriah, dan kehadiran pasukan Iran di Suriah dan kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi rakyat kami, tak peduli apakah Anda memiliki pasukan AS, pasukan Rusia, atau negara lain. Kami akan terus tetap dengan kebijakan kami untuk tidak mengizinkan Iran membangun pangkalan mereka didekat perbatasan kami ”, kata Dannon.
Sejauh ini, Iran belum menanggapi pernyataan para pejabat Israel itu, tetapi telah berulang kali menekankan bahwa pasukannya mempertahankan kehadiran penasihat eksklusif di Suriah, dan membantah punya rencana untuk membangun basis militer permanen di negara itu.
SEJUMLAH 3000 PRAJURIT RUSIA LATIHAN PENANGANAN PASKA SERANGAN NUKLIR
Para prajurit dari Pasukan umum ke-49 Rusia berpartisipasi dalam latihan militer skala besar untuk mempraktikkan penonaktifan benda-benda yang terkontaminasi setelah terjadinya serangan nuklir besar-besaran, Layanan pers Distrik Militer Rusia selatan menyatakan, Sabtu.
“Di wilayah wilayah Stavropol dan Kuban, lebih dari 3.000 prajurit ikut serta dalam latihan pendeteksian radiasi nuklir, kimia dan bakteriologis, serta latihan menonaktifkan kontaminasi dari senjata nuklir , senjata dan peralatan militer lain ,” kata layanan pers itu.
Lebih dari 300 unit peralatan khusus digunakan dalam latihan itu, termasuk laboratorium bergerak mutakhir untuk analisis radiasi dan bahan kimia.
VIDEO KONVOI PENARIKAN PASUKAN AS DARI SURIAH
Sebuah video yang dirilis oleh portal berita Turki “Yeni Safak” menunjukkan konvoi Kendaraan militer AS yang ditarik dari wilayah Suriah dan dilaporkan sedang bergerak menuju perbatasan Iraq. Saat ini ada sekitar 2000 pasukan AS yang secara ilegal berada diSuriah dengan dalih membasmi ISIS.
SUASANA KOTA ALEPPO – SURIAH SETELAH DUA TAHUN DIBEBASKAN DARI TERORIS
Aleppo, Syria coming back to life ..
2nd anniversary of Aleppo liberation 🇸🇾❤🇸🇾❤🇸🇾❤🇸🇾❤🇸🇾❤🇸🇾❤🇸🇾 pic.twitter.com/AbZv14GlP7
BERBEDA VISI DENGAN TRUMP, MENHAN AS “MAD DOG” MATTIS MENGUNDURKAN DIRI
Kamis kemarin secara tiba yiba Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengumumkan pengunduran dirinya , ini hanya sehari setelah Presiden Donald Trump menolak sarannya untuk tidak menarik pasukan dari Suriah dan mendororong diskusi untuk menarik pasukan dari Afghanistan.
Mattis akan mengundurkan diri pada akhir Februari nanti setelah dua tahun penuh sebagai menhan AS,
Dalam surat pengunduran dirinya, Mattis mengatakan kepada Trump bahwa dia akan mengundurkan diri dengan alasan karena “Anda (Trump) memiliki hak untuk memiliki Menhan yang pandangannya lebih selaras dengan Anda”.
Dalam Twiternya Trump menulis bahwa Mattis mengundurkan diri, tetapi mantan Kepala Pentagon itu tidak mengatakan itu.
Keputusan Trump untuk menarik keluar pasukannya dari Suriah telah dikritik tajam karena meninggalkan sekutu Kurdinya, yang mungkin akan menghadapi serangan Turki begitu pasukan AS pergi, dan hal ini telah ditentang keras oleh Pentagon.
Dalam surat pengunduran dirinya Mattis menekankan pentingnya membela sekutu AS . ini merupakan kritik tidak langsusng atas keputusan Trump tentang masalah ini dan masalah lainnya.
“Ketika AS masih tetap menjadi bangsa yang sangat penting di dunia bebas, tapi kami tidak dapat melindungi kepentingan kita atau menjalankan peran itu secara efektif tanpa mempertahankan aliansi kuat dan menunjukkan rasa hormat kepada para sekutu-sekutu itu (Kurdi dan FSA),” tulis Mattis.
Mantan asisten Menlu AS dan pejabat senior didewan keamanan nasional Philip J Crowley mengatakan, di balik keputusan Trump untuk menarik pasukan dari Suriah dan desas-desus akanadanya penarikan sebagian dari Afghanistan “adalah mengurangi segala bentuk proses strategis dalam Sistem keamanan nasional Amerika “. “Ini adalah keputusan yang sangat beresiko ,” katanya kepada Al Jazeera.
AS SETUJUI PENJUALAN SISTEM PERTAHANAN PATRIOT KETURKI SENILAI US$3,5M
Amerika Serikat menyatakan telah menyetujui penjualan Rudal Patriot seniai US$3.5 milyar keTurki di tengah ketegangan yang terjadi diantara para sekutu NATO atas rencana Ankara untuk membeli (S-400) dari Rusia.
Rabu lalu Deplu AS mengatakan telah memberitahu Kongres AS tentang rencana untuk penjualan paket Sistem pertahanan Patriot kepada Turki yang meliputi 80 rudal Patriot, 60 pencegat rudal PAC-3 dan peralatan lain yang terkait.
“Rencana Penjualan senjata ketUrki itu akan meningkatkan kemampuan pertahanan militer Turki menjaga terhadap agresi musuh dan melindungi sekutu NATO yang mungkin sedang melatih dan beroperasi di dalam wilayah Turki,” kata sebuah pernyataan.
Tahun lalu Ankara mengumumkan kesepakatan untuk membeli rudal S-400 dari Rusia, dan mengabaikan teguran dari sekutu-sekutunya di NATO, sebuah blok yang awalnya dibentuk sebagai benteng melawan bekas Uni Soviet.
Seorang pejabat Deplu AS yang berbicara dengan kantor berita AFP, mengatakan bahwa langkah Turki itu membahayakan partisipasinya dalam program2 militer AS lainnya seperti keinginan membali jet tempur F-35 yang didambakan jika negara itu masih akan meneruskan pembelian S-400 Rusia. Dibawah hokum AS , Turki juga dapat menghadapi sanksi atas pembelian system pertahanan Rusia itu, kata pejabat itu, yang tidak mau disebutkan namanya.
Pembelian senjata Turki dari Rusia “akan memiliki konsekuensi serius bagi kemampuan AS untuk melakukan bisnis dengan Turki di seluruh spektrum perdagangan pertahanan,” kata pejabat itu.
“Adalah penting bahwa negara-negara NATO harus memiliki peralatan militer yang dapat dioperasikan bersama dalam sistem NATO. Sistem Rusia tidak akan memenuhi standar itu,” tambahnya.
Pengumuman itu dikeluarkan beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS telah mengalahkan kelompok ISIS di Suriah, yang menjadi alasan n penarikan pasukan AS, yang ada wilayah utara Suriah , daerah yang dikuasai militant Kurdi.
TANGGAPAN PUTIN SOAL RENCANA PENARIKAN PASUKAN AS DISURIAH
https://www.youtube.com/watch?v=JA10hspHG-w
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan keputusan Donald Trump untuk menarik militer AS dari Suriah sebagai sebagai langkah yang benar, tapi dia mengatakan tidak mengerti apa maksud (sebenarnya) dibalik ini.
Berbicara kepada para wartawan selama sesi tanya jawab tahunan, Presiden Rusia mengatakan bahwa pasukan Amerika tidak memiliki dasar hukum (Ilegal) dalam operasinya di Suriah, dan jika Washington serius untuk menarik pasukannya, itu akan menjadi keputusan yang tepat.
Putin mencatat bahwa AS telah sering mengumumkan “penarikan” dari Afghanistan pada berbagai kesempatan, namun masih tetap di negara itu setelah tujuh belas tahun.
Mengenai penarikan pasukan AS (dari Suriah), saya tidak tahu apa (maksud dibalik) itu. AS telah berada di Afghanistan selama 17 tahun, dan hampir setiap tahun mereka mengatakan bahwa mereka akan menarik keluar pasukannya. Tetapi faktanya mereka masih saja ada di sana.
“Kami tidak melihat ada tanda-tanda penarikan militer AS (dari Suriah), tetapi kami tidak menutup adanya kemungkinan itu . Apalagi kita kerana memang kita sedang mencari solusi politiknya , ”tambah Putin.
ALASAN KEBERADAAN ILEGAL PERANCIS UNTUK TETAP ADA DISURIAH
Perancis memutuskan akan tetap mempertahankan pasukannya di Suriah, meskipun AS memutuskan untuk menarik pasukannya keluar dari Suriah, Menteri Urusan Eropa Perancis Nathalie Loiseau mengatakan pada 20 Desember kemarin.
“Untuk saat ini, tentu saja kami akan tetap tinggal di Suriah karena perang melawan ISIS adalah sangat penting,” tulis Hurriyet Daily News mengutip menteri Perancis dii TV CNews.
Setelah pengumuman Loiseau itu , menteri pertahanan Prancis mengatakan bahwa ISIS belum dikalahkan. Pernyataan itu tampaknya merupakan tanggapan yang berlawanan terhadap Presiden AS Donald Trump, yang mengklaim sehari sebelumnya bahwa kelompok teroris itu dikalahkan.
“ISIS telah lebih melemah dari sebelumnya, tetapi belum dihapus dari peta tapi tidak lagi mengakar. Jadi secara definitive masih perlu mnegalahkan kantong terakhir organisasi teroris ini secara militer, ” Menhan Perancis Florence Parly, mengatakan di Twitter.
Paris yang dilaporkan terkejut oleh keputusan AS itu , akan mencoba untuk “memastikan keamanan” dari Kurdi Suriah yang bertempur dengan koalisi pimpinan AS melawan ISIS, menurut Agnes Von der Muhll, juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis.
“AS harus melindungi populasi diSuriah timur laut dan stabilitas daerah ini menjadi pertimbangan untuk menghindari tragedi kemanusiaan lebih lanjut dan menguatnya kembalinya para teroris,” kata Washington Examiner mengutip diplomat (Jubir kemenlu) Prancis itu.
Age berita Perancis (AFP) mengatakan bahwa dua komandan senior Pasukan Demokratis Suriah (SDF), Riad Darar dan Ilham Ahmed akan mengunjungi Paris pada 21 Desember dan mengadakan pembicaraan tentang penarikan AS dari Suriah.
Pengamat lokal percaya bahwa Perancis sedang mencoba untuk mengambil keuntungan dari situasi ini dengan menggantikan peran pasukan AS di Suriah timur laut. Sebuah tugas yang kemungkinan besar akan gagal dilakukan oleh Paris karena kompleksitas situasi di Suriah.
TRUMP AKUI KEBIJAKAN TIMTENGNYA ADALAH DEMI KEPENTINGAN ISRAEL
Dalam wawancara belum lama ini dengan Washington Post, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa kebijakan2 Timur Tengahnya termasuk pendudukan ilegal militer AS di hampir sepertiga wilayah Suriah, penerapan sanksi keIran yang agresif, dan tanggapan Trump atas pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi , tidaklah dilandasi oleh kepentingan negaranya terhadahap kebutuhan minyak tetapi semata mata demi kepentingan Israel.
Ketika ditanya oleh wartawan Washington Post Josh Dawsey tentang apakah dia mendukung pemberian sanksi yang keras terhadap pemerintah Saudi karena diduga bertanggung jawab atas kematian Khashoggi pada awal Oktober lalu . Trump menanggapi bahwa dia akan “mendengarkan” mereka yang menyerukan peningkatan sanksi dan bahwa Timur Tengah adalah “bagian dunia yang berbahaya, dan keras.”
Trump melanjutkan bahwa selama ini Arab Saudi telah menjadi “sekutu hebat ” AS dan “tanpa mereka (Saudi) , maka Israel akan jauh lebih banyak mendapat masalah. Kita harus memiliki perimbangan terhadap Iran. ”
Pernyataan Trump ini tampaknya memperkuat klaim yang dibuat dalam laporan belum lama ini bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertanggung jawab atas keputusan Trump yang berdiri dibelakang Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) saat runtuhnya (kredibilitasnya ) atas kasus kematian Khashoggi, dimana beberapa orang dipemerintahan dan intelijen AS telah mengklaim bahwa kasus itu telah direncanakan sebelumnya dengan persetujuan MBS.
Netanyahu mengatakan kepada Gedung Putih bahwa MBS adalah “sekutu strategisnya” dan harus didukung terlepas dari tuduhan keterlibatannya dalam kematian mantan kolumnis Washington pos di konsulat Saudi di Istanbul itu.
Trump menyebut “Adalah Sangat penting untuk tetap membuat Arab Saudi sebagai sekutu, jika kita akan tinggal di belahan dunia (Timteng) itu. Sekarang, kenapa kita akan tetap tinggal di Timteng ? Salah satu alasannya adalah Israel. Minyak menjadi semakin tidak berarti karena sekarang kami memproduksi lebih banyak minyak g daripada sebelumnya. Jadi, Anda tahu, secara tiba-tiba kita telah sampai pada titik di mana Anda tidak harus berada di sana lagi. “
AS KEMBALI MENYATAKAN AKAN MEMULANGKAN SELURUH PASUKANNYA DISURIAH
Militer AS sedang mempersiapkan untuk menarik pasukannya dari Suriah, orang-orang yang tahu dengan masalah itu mengatakan Rabu kemarin. Ini adalah sebuah langkah yang menandai pembalikan tiba-tiba strategi militer Amerika di Timur Tengah.
AS telah memulai penarikan pasukannya dari Suriah, Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan. Namun ditambahkan bahwa langkah itu tidak berarti akhir dari Serangan militer di negara yang diSuriah, tetapi menandai “fase baru” dalam perang melawan Negara Islam ISIS.
Menanggapi rencana Gedung Putih itu, Juru bicara Presiden Rusia Maria Zakharova mengatakan “Tentu saja, kami berharap pernyataan Trump tentang penarikan pasukan dari Suriah itu serius dan tulus, tetapi, Kami telah terbiasa dengan kebohongan dan rekayasa dari rekan kami dari AS , bahan tidak hanya pada tingkat media.”
“Kemenangan atas ISIS di Suriah ini tidak menandakan akhir dari Koalisi Global atau perang ini. Kami mulai memulangkan pasukan Amerika Serikat , tapi kami sedang bertransisi ke fase berikutnya dari Perang ini, ”kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders.
Para pejabat AS mulai memberi tahu para mitranya di Suriah timur laut tentang rencana mereka untuk segera memulai penarikan pasukan Amerika dari wilayah di mana mereka berusaha untuk mengakhiri apa yang mereka sebut “Perang melawan ISIS, kata orang-orang dekat itu.
“Pentagon memeerintah untuk memindahkan pasukan dari Suriah secepat mungkin,” kata seorang pejabat AS. Langkah ini mengikuti seruan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang memeperingatkan Donald Trump akan melancarkan serangan terhadap mitra Kurdi Amerika di Suriah.
RUSIA AKAN MEMBALAS AKSI NATO DIPERBATASANNYA DENGAN MENEMPATKAN BASIS MILITER DIVENEZUELA
Dengan kemungkinan penghentian perjanjian perlucutan senjata nuklir, Moskow meningkatkan kehadirannya di dekat perbatasan AS.
Rusia sedang mempersiapkan kehadiran militer jangka panjang di Amerika Tengah. Dalam rangka inilah penerbangan ke Venezuela dari satuan udara Rusia yang dipimpin oleh pembom trategis Tu-160 dilakukan.
Latihan bersama yang melibatkan pilot dari kedua negara , tampaknya hanya satu langkah dari rencana jangka panjang yang telah direncanakan setelah kunjungan ke Presiden Venezuela Nicolas Maduro pekan lalu ke Moskow, Portal berita Rusia enovosty.com menginformasikan.
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengomentari langkah Rusia ini dengan mengatakan bahwa pengiriman pembom strategis Tu-160 Rusia ke Venezuela adalah “menghambur-hamburkan dana publik oleh dua pemerintah yang korup.”
Menurut sumber militer , pimpinan Federasi Rusia memutuskan (dan Maduro tidak keberatan) untuk menyebarkan Pesawat strategis Rusia di salah satu pulau Venezuela di Karibia, di mana ada pangkalan angkatan laut dan lapangan udara militer.
Ada sebuah pulau kecil bernama Orchila yang terletak 200 km timur laut Caracas, yang para ahli Rusia dan komando Angkatan Bersenjata Rusia sudah mengunjungi 10 tahun yang lalu.
“Kami sekarang ingin tidak hanya bekerjasama teknis militer konvensional, tapi ingin memperdalam dan mengembangkan kerja sama di tingkat operasional,” kata menteri Venezuela dalam pertemuan dengan Shoigu pada April 2018.
Pekan lalu, Menhan Rusia Sergei Shoigu menyatakan bahwa penerbangan pesawat militer Rusia ke Venezuela akan terus berlanjut, dan kapal-kapal perang Angkatan Laut akan memasuki pelabuhan-pelabuhan di negara ini.
Nicholas Maduro tidak Diinginkan AS
Terpilihnya Nicolas Maduro menjadi presiden Venezuela memang tidak dikehendaki oleh AS sejak awal.
Pada September lalu Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dapat dengan mudah digulingkan oleh AS dengan cara kudeta militer dan dengan cara meningkatkan tekanan keuangan dengan cara menekan lingkaran dalam presiden Venezuela itu dengan sanksi2 baru.
Trump menolak untuk menanggapi pertanyaan tentang apakah intervensi militer yang dipimpin AS di negara yang dilanda krisis itu mungkin akan dilakukan, dengan mengatakan bahwa dia tidak bisa mengungkapkan strategi militer. “Ini adalah rezim yang, sejujurnya, dapat digulingkan dengan sangat cepat oleh militer jika militer memutuskan untuk melakukan itu,” kata Trump dalam komentar di sela-sela Majelis Umum PBB.
“Ini adalah tempat yang benar-benar buruk di dunia saat ini.” Sebelumnya pada hari itu, administrasi Trump menerapkan sanksi keuangan terhadap empat anggota lingkaran dalam Maduro, termasuk istri dan wakil presiden negara, atas tuduhan korupsi.
MENLU RUSIA : KAMI TIDAK INGIN BERPERANG DENGAN UKRAINA
Rusia tidak ingin berperang melawan Ukraina tetapi akan menanggapi dengan cara yang sama, jika Kiev melakukan provokasi di perbatasan dengan Krimea, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan kepada stasiun radio Komsomolskaya Pravda pada hari Senin.
“Kami tidak akan berperang melawan Ukraina, aku berjanji padamu,” dia bersumpah.
Republik Donbass
Dia menekankan bahwa masalah domestik Ukraina “jauh lebih luas dan lebih dalam” daripada yang diproklamasikan sendiri secara sefihak oleh Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Lugansk (DPR, LPR). Itu sebabnya Rusia tidak bisa begitu saja mengenali DPR dan LPR, karena itu sama saja dengan meninggalkan sisa Ukraina di tangan rezim Nazi.
“Jika Anda ingin mengakui LPR dan DPR lalu apa selanjutnya? Merebut sebagian wilayah Ukraina lalu menyerahkannya pada Nazi?” katanya, ketika ditanya mengapa Rusia menolak mengakui republik yang memproklamirkan diri itu.
Provokasi didekat Krimea
Dia melihat bahwa Kiev sedang merencanakan lebih banyak provokasi (militer) di perbatasan dengan Rusia. “Saya yakin akan ada lebih banyak provokasi,” dia memperingatkan. “” . Poroshenko (presiden Ukraina) merencanakan provokasi bersenjata di perbatasan dengan Rusia, di perbatasan dengan Krimea selama sepuluh hari terakhir dibulan Desember ini.
Menlu Rusia berjanji bahwa Rusia tidak akan membiarkan masalah yang belum terselesaikan. “Jawabannya adalah: mereka akan menyesalinya. Ini adalah negara kami, ini adalah perbatasan kami. Kami tidak akan membiarkan dia (Presiden Ukraina Pyotr Poroshenko) untuk mencoba dengan bebagai cara untuk melindungi kepentingannya, cara dia melihatnya, dan melanggar hak-hak dengan cara yang Kriminal itu akan dihadang sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional, “Lavrov menekankan.
Diplomat utama Rusia itu menunjukkan bahwa rezim yang ada di Kiev saat ini mirip dengan neo-Nazi.
“Kami tidak sedang melawan rezim Ukraina. Yang ada adalah warga Ukraina yang tinggal di Donbass yang berjuang melawan rezim Ukraina, yang memiliki karakteristik Nazi dan neo-Nazi total,” Lavrov menunjukkan.
Menurut data Rusia, Poroshenko telah membahas tentang provokasi di perbatasan dengan Crimea ini dengan para sponsor Baratnya (AS). “Mereka menasihatinya untuk menahan aksi-aksi militer agar mereka tetap bisa melakukan propaganda bahwa Rusia telah melakukan serangan terhadap Ukraina dan itulah sebabnya Rusia perlu dihantam sanksi, tetapi tindakan militer diharapkan tidak akan berubah menjadi tindakan yang akan diikuti dengan respon (militer Rusia) skala penuh, “Lavrov menekankan.
Diplomat utama Rusia itu menekankan bahwa provokasi Kiev itu sedang berlangsung. “ Pasukan kami sedang membuat setiap upaya yang diperlukan untuk menggagalkan insiden ini.” Perjanjian Minsk
Perjanjian Minsk adalah satu-satunya cara untuk mengatasi krisis di wilayah Donbass, katanya. “Tidak ada alternatif yang bisa menggatikan perjanjian Minsk,” menlu Rusia itu menekankan. “Saya juga pernah mengatakan hal yang sama tahun lalu.” Menanggapi pernyataan wartawan bahwa “perjanjian Minsk” diduga tidak berjalan, ia mengatakan, “Dalam beberapa hal Piagam PBB juga telah dilanggar , dan sering kali tidak berjalan. Namun kita tidak boleh menyerah dan menjadi panik.
Rezim Ukraina
Lavrov mengatakan rezim Ukraina saat ini mirip dengan neo-Nazi. “Kami tidak berjuang melawan rezim Ukraina. Yang ada adalah Rakyat Ukraina yang tinggal di Donbass, yang sedang berperang melawan rezim Ukraina, yang memiliki semua karakteristik Nazi dan neo-Nazi,” kata Lavrov.
Ketika ditanya mengapa Moskow tidak memutuskan hubungan dengan Kiev, Lavrov menekankan: “Kami memiliki hubungan dengan negara Ukraina, negara Ukraina jauh lebih penting bagi kami daripada rezim itu, yang saat ini berkuasa berkat pengkhianatan Barat atas semua norma-norma hukum internasional dan perilaku internasional. ”
“Rakyat Ukraina tidak ada hubungannya dengan mereka itu, dan saya yakin bahwa sebagian besar warga Ukraina menginginkan perdamaian ke negara mereka dan ingin mengganti rezim yang memalukan ini dan melanjutkan hubungan normal dengan Rusia,” katanya.
Untuk tujuan ini, masalah domestik Ukraina harus diselesaikan, yang “jauh lebih luas dan lebih dalam dari sekadar Republik Rakyat Lugansk dan Republik Rakyat Donetsk.”
KAPAL MATA MATA INGGRIS MEMASUKI LAUT HITAM
Menurut foto foto yang dirilis secara online, Kapal pengintai Inggris HMS Echo dinfokan telah memasuki Laut Hitam. HMS Echo transit melewati selat Bosporus pada 18 Desember.
Ini adalah untuk pertama kalinya kapal Inggris mengunjungi Laut Hitam sejak insiden antara angkatan laut Ukraina dan penjaga pantai Rusisan di Laut Hitam, dekat Selat Kerch pada 25 November lalu .
HMS Echo adalah kapal mata mata hidrografi multi-fungsi dari Angkatan laut Inggris. Kapal ini a dirancang untuk melakukan operasi survei untuk mendukung operasi kapal selam atau operasi amfibi dan mampu untuk mengawali operasi pembersihan ranjau .
Langkah yang dilakukan kapal ini serta peningkatan operasi pengumpulan data intelijen AS akhir akhir ini di wilayah itu adalah bagian dari persiapan AS-NATO yang lebih luas untuk kemungkinan konflik di kawasan itu.
PASUKAN RUSIA TEMUKAN SENJTA2 BUATAN AS DAN ISRAEL DISURIAH SELATAN
https://www.youtube.com/watch?v=yvBexjt39_0
Pasukan Suriah dan polisi militer Rusia, bersama dengan kelompok warga sipil berhasil menyita senjata, roket dan peralatan militer, beberapa di antaranya adalah buatan AS dan Israel, dari sisa-sisa kelompok teroris bersenjata di provinsi Daraa.
Sejak awal bulan ini dinas keamanan Suriah telah merebut beberapa gudang besar di pertanian Daraa al-Balad dan di pinggiran kota perbatasan Naseeb. Beberapa terowongan itu berjarak antara 6 meter dan 15 meter, beberapa dari mereka hanya beberapa meter dari perbatasan Yordania.
Senjata yang disita termasuk diantaranya Senjata berat dan ringan, berbagai amunisi, termasuk senjata buatan AS dan Israel, rudal permukaan-ke-udara dengan peluncurnya, rudal TOW buatan AS dan rudal anti-tank (B9 dan RPG).
Di selatan Damaskus, pihak berwenang (suriah) dan polisi militer Rusia, dengan bantuan penduduk setempat juga menemukan tempat persembunyian, berbagai jenis senjata, amunisi dan peralatan untuk memproduksi bahan peledak.
FOTO CITRA SATELIT PENCURIAN MINYAK OLEH MILITAN YANG DIDUKUNG AS
Foto Citra satelit menunjukkan adanya ratusan Truk tangki milik militan yang didukung AS dari Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang penuh muatan dengan hasil jarahan minyak Suriah. Mereka terlihat sedang antri untuk kemudian dikirim ke wilayah Turki dan Irak.
Menurut gambar citra satelit , ini adalah daerah yang terletak di utara kota Raqqa, yang dikuasai oleh Pasukan Demokrat Suriah dan koalisi AS. Citra satelit diambil oleh angkatan udara Rusia.
Menurut sebuah sumber pribadi, jumlah truk truk tanki itu ada sekitar 1925, yang setiap hari mengirim minyak ke negara-negara tetangga “Irak dan Turki” melalui berbagai rute penyelundupan, dan hasil dari minyak curian itu kemudian serahkan untuk pembiayaan organisasi ISIS.
Pencurian minyak Suriah itu terjadi tepat didepan mata Pasukan koalisi pimpinan AS yang tidak mengambil tindakan atau posisi apa pun untuk menghentikan perdagangan ilegal ini, jadi ini adalah jelas merupakan pencurian minyak terbesar terkemuka.
Di sisi lain, sebagian dari keuntungan finansial itu juga diberikan kepada para pemimpin Kurdi.
Setahun setelah pembebasan Eufrat barat (Oleh pasukan Suriah), SDF (pemberontak Suriah dukungan AS) tidak melakukan perbaikan infrastruktur apapun, bahkan disana tidak ada rumah sakit ataupun sekolah meskipun melimpah (uang) dari hasil minyak curian.
MENLU IRAN : SAUDI YANG MEMPERSENJATAI HOUTHI, SAUDI INGIN TERUS ADA KETEGANGAN
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif sekali lagi membantah tuduhan bahwa Iran telah memasok senjata kepada gerakan Houthi di Yaman untuk mendukung perjuangannya melawan pemerintah.
“Kami tidak pernah memberikan senjata kepada Houthis. Kaum Houthi menggunakan senjata yang diberikan oleh Arab Saudi … Mereka mendapat uang dari Saudi untuk membeli senjata dari Rusia, dari China, dan dari Korea Utara … Anda salah alamat jika Anda bertanya kepada Iran, “kata Zarif di Forum Doha di Qatar.
Zarif menekankan bahwa pemboman koalisi pimpinan Saudi terhadap rakyat Yaman adalah fakta yang jelas yang tidak membutuhkan bukti tambahan lagi.
“Saya tidak perlu menunjukkan bukti apapun tentang jet jet yang terbang di atas Yaman dan membom orang orang Yaman itu . Jelas Itu adalah jet buatan Amerika, dan diawaki oleh para pilot militer Saudi, Jadi asumsi saya … Ada fakta tentang senjata AS, ada fakta tentang Pemboman oleh Saudi “, katanya.
Arab Saudi berkeinginan untuk meningkatkan ketegangan di kawasan itu, dan contoh contohny adanya blokade dagang Saudi terhadap Qatar dan operasi militernya di Yaman telah membuktikan hal itu , menlu Iran menekankan.
“Sangat disayangkan, Arab Saudi tidak ingin mengurangi ketegangan (diYaman) itu. Sebenarnya Arab Saudi mempunyai kepentingan untuk selalu meningkatkan ketegangan . Lihatlah apa yang mereka lakukan dengan Qatar. Lihatlah bagaimana mereka Menahan perdana menteri negara lain (PM Lebanon). Lihat apa mereka lakukan di Yaman “, kata Zarif.
Yaman telah dilanda konflik bersenjata antara pasukan pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pemberontak Houthi selama beberapa tahun. Koalisi pimpinan Saudi telah melakukan serangan udara terhadap Houthis atas permintaan Hadi sejak Maret 2015.
Akhir akhir ini pertempuran semakin intensif di dekat kota Hodeida yang dikuasai oleh Houthis, di mana pemberontak menerima supply kemanusiaan dan Kargo perdagangan. Tapi kemudian Pemerintah Yaman mengklaim bahwa kota pelabuhan (Hudaeda) itu telah mendapat pasokan senjata dari Iran.
Pada hari Kamis lalu , sebuah Pembicaraan yang dimediasi PBB tentang Yaman di Swedia antara pihak yang bertikai menghasilkan kesepakatan untuk menghentikan peertempuran dan menarik pasukan dari Hodeida.
Para pihak sepakat untuk membentuk komite pemantau yang diketuai oleh PBB sebagai tambahan untuk membangun koridor kemanusiaan ke kota Taiz. Kedua belah pihak juga sepakat untuk bertukar lebih dari 4.000 tahanan perang pada akhir Januari 2019.
AUSTRALIA RESMI MENGAKUI YERUSALEM BARAT SEBAGAI IBUKOTA ISRAEL
Hari satu kemarin Australia mengumumkan bahwa mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel, dan akan memindahkan kedutaan Tel Aviv setelah kesepakatan damai tercapai.
“Australia sekarang mengakui Yerusalem Barat, yang merupakan tempat kedudukan Knesset (Parlemen Israel) dan banyak lembaga pemerintahan lain, adalah ibu kota Israel,” kata Perdana Menteri Australia, Scott Morrison.
“Ini adalah hak setiap negara untuk menentukan ibukota nasionalnya,” kata Morrison dalam sebuah pidato di Sydney Institute, sebuah forum urusan publik. “Kami berharap akan memindahkan kedutaan kami ke Yerusalem Barat ketika secara praktis situasinya mendukung dan setelah penentuan status akhir (dari Yerusalem),” tambahnya.
Pengumuman ini membuat Australia menjadi salah satu dari segelintir negara yang mengakui Yerusalem (barat) sebagai ibu kota Israel, dan ini menandai perubahan kebijakan jangka panjang Australia mengenai negosiasi antara Israel dan Palestina.
Pada hari jumat lalu Departemen Luar Negeri Australia mengeluarkan peringatan bagi warga yang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk menghindari unjuk rasa di kedutaan dan konsulatnya di Indonesia.
TURKI AKAN MEMULAI OPERASI MILITER DISISI TIMUR SUNGAI EUFRAT
Para pejuang yang didukung Turki yang disebut Tentara Pembebasan Suriah (FSA) sedang mempersiapkan untuk melancarkan operasi militer ditepi timur Sungai Eufrat, dimana Turki akan mengumumkan dalam beberapa hari lagi.
Surat kabar Turki Yeni Shafak melaporkan Kamis (13/12) bahwa 14.000 pejuang dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) telah dipersenjatai untuk melakukan operasi dengan peralatan lengkap, amunisi dan senjata.
Sementara itu, juru bicara “Tentara Nasional” (Turki) Yousef Hammoud, memastikan akan adanya pengerahan 14 ribu pejuang dari semua faksi tempur itu .
Dalam beberapa hari ini Turki telah mengumumkan untuk melancarkan operasi militer terhadap “Pasukan Demokratisk Suriah” (SDF) disisi timur sungai Eufrat.
“Turki akan memulai serangan untuk membersihkan Eufrat timur dari organisasi teroris separatis dalam beberapa hari,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada konferensi pers.
Menurut saluran “Trt Haber” Tentara Turki telah mengirim kendaraan militer dan tank ke perbatasan dengan Suriah, serta pasukan Khusus ke beberapa posisi di perbatasan.
Surat kabar Turki “STAR” juga melaporkan adanya kedatangan 30 kendaraan lapis baja menuju Afrin yang juga melewati wilayah Qirkhan.
INGGRIS AKAN BUKA BASIS MILITER BARU DIKUWAIT
Pemerintah Inggris kini telah mencapai kesepakatan dengan Kuwait untuk mendirikan pangkalan militer di negara Teluk , Middle East Monitor mengutip surat kabar Kuwaiti Al-Rai.
Media outlet menulis bahwa pejabat dari kedua negara (Inggris dan Kuwait( dijadwalkan bertemu Kamis untuk membahas kerja sama bilateral di berbagai bidang seperti militer, keamanan, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Baik Inggris, maupun otoritas Kuwait belum mengomentari laporan tersebut.
Gerai berita Kuwait lainnya, Al-Qabas mengacu pada sumber anonim yang mengatakan bahwa pangkalan Inggris akan terbatas dan akan mulai segera beroperasi.
Al-Rai mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Khalid Al-Jarallah yang mengatakan bahwa Pangkalan Militer Inggris tidak ada hubungannya dengan sengketa perbatasan yang sudah berlangsung lama dengan negara tetangganya Arab Saudi. Kuwait dan Arab Saudi sepakat untuk mendirikan Zona Netral Dipartisi (PNZ) pada tahun 1922 untuk menyelesaikan sengketa teritorial atas sumber daya minyak bersama.
Pada Oktober 2018, Dubes Inggris untuk Kuwait Michael Davenport menyatakan bahwa pertemuan yang dijadwalkan bulan Desember akan fokus pada aspek operasional dan logistik dari kehadiran pasukan Inggris di Kuwait. “Kami melihat semua kemungkinan. Kami tidak berbicara tentang pengerahan pasukan yang besar … saya rasa tidak, tetapi kami melihat apa yang mungkin bisa dilakukan oleh Inggris dan Kuwait. Seperti yang saya katakan, ini baru pada tahap permulaan, ”, katanya.
Pada awal November lalu, 5.500 Pasukan Inggris bergabung dalam Latihan perang terbesar mereka dalam hampir dua dekade terakhir dan saat itu Menhan Inggris Gavin Williamson mengumumkan bahwa Inggris akan membuka pangkalan Militer baru yang besar di negara Teluk untuk memperluas pengaruhnya di Tengah Timur. Pasukan Inggris akan dikerahkan ke pangkalan Oman pada Maret 2019, tambahnya.
RUSIA AKAN KEMBANGKAN SENJATA ‘UNIK” JIKA AS KELUAR DARI PERJANJIAN INF
Moskow dan Washington harus mengadakan dialog tentang kelanjutan nasib Perjanjian Rudal Nuklir Jarak sedang (INF), sehingga bisa disesuaikan dengan situasi saat ini dan terbatas hanya di Eropa, Ketua Komisi Pertahanan dan Keamanan Rusia Viktor Bondarev mengatakan kepada Sputnik pada hari Selasa.
“Kesalahpahaman saat ini terhadap Perjanjian INF dapat diselesaikan dengan negosiasi habis habisan antara Rusia dan Amerika Serikat. Yang hasilnya bisa merupakan penyesuaian2 atas Perjanjian itu,” kata Bondarev.
“Sebagai contoh, kita dapat membatasi zona operasinya di area Eropa, sementara mengizinkan penyebaran rudal jarak menengah dan pendek di wilayah lain dijika dipandang kebutuhan obyektif untuk itu,” tambah anggota parlemen Rusia itu.
“Kami masih menganggap perlu untuk mematuhi Perjanjian INF itu dan mengadvokasi pelestariannya. Ini adalah posisi resmi dari pemimpin Rusia. Namun, jika AS mengakhiri perjanjian, kami harus menanggapinya dengan serangkaian tindakan, termasuk mempercepat pengembangan jenis senjata yang unik, “kata Bondarev.
Pada bulan Oktober lalu Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginan negaranya untuk mundur dari Perjanjian INF atas dugaan pelanggaran perjanjian Rusia. Rusia sendiri telah berkali-kali menekankan bahwa negaranya secara ketat maish mematuhi kewajiban yang digariskan dalam perjanjian itu.
Perjanjian INF ditandatangani pada 1987 oleh pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev dan kemudian Presiden AS Ronald Reagan. Kedua pemimpin sepakat untuk menghancurkan semua rudal balistik atau rudal yang diluncurkan dari darat dengan jangkauan antara 500 dan 5.500 kilometer (310 dan 3.400 mil).
AS AKAN MULAI PRODUKSI BOM NUKLIR GRAVITASI B61-12 PADA TAHUN 2020
Menurut sebuah pengumuman belum lama ini, Angkatan Udara AS telah memastikan kepada Boeing untuk mulai memproduksi perangkat keras untuk bom gravitasi nuklir B61-12.
Bom nuklir B61-12 itu telah melewati fase “Milestone C”, salah satu langkah sebelum dimulainya fase konstruksi menjelang akhir Oktober, Pusat Senjata Nuklir Angkatan Udara di Pangkalan Angkatan Udara AS di Kirtland baru-baru ini mengungkapkan.
Dalam pengumuman 4 Desember itu , Basis militer yang bermarkas di New Mexico mengatakan bahwa selama tahap produksi, pengujian akan dilakukan dalam situasi yang mirip dengan dunia nyata. “Dalam uji coba penerbangan menunjukkan bahwa sistem ini bekerja dengan sangat baik di lingkungan yang diinginkan,” kata Kolonel Paul Rounsavall pemimpin senior divisi material untuk proyek bom Nuklir ini.
Menurut laporan, Boeing sudah dipastikan akan mulai memproduksi Kit ekor bom itu pada tahun 2020,
Fihak Angkatan Udara (AS) sedang membangun kit ekor untuk bom nuklir yang bisa dikendalikan, sementara Departemen Urusan Keamanan Nuklir Nasional semi-otonom (NNSA) ditugaskan untuk merakit bom nuklir itu, Angkatan Udara juga ditugaskan untuk memastikan bahwa bom nuklir itu bisa terintegrasi dengan pesawat B-2 dan F-15.
Militer berharap senjata itu akan menggantikan bom bom nuklir yang telah tua. Menurut Kantor keuangan Negara, NNSA memperkirakan program bom nuklir B61-12 ini akan menelan biaya $7,6 miliar, meskipun perkiraan independen memperkirakan akan menelan biaya sekitar $10 miliar.
UTUSAN MILITER SAUDI DAN UEA TOUR KELILING WILAYAH YANG DIDUDUKI PEMBERONTAK SURIAH
Sumber media dan aktivis mengatakan bahwa pasukan UEA dan Arab Saudi bersama dengan pasukan koalisi pimpinan AS melakukan tur keliling daerah-daerah yang dikuasai Pasukan Demokrat Suriah SDF (Pemberontak Suriah) di Suriah utara.
Pasukan kedua Negara Arab itu mengunjungi beberapa posisi militer Koalisi AS di desa-desa Al-Atto, Zawar Maghar, dan Sheikh Tahtani, serta disekitar Manbj di pedesaan Aleppo timur laut.
Situs web oposisi mengatakan bahwa para pasukan itu bertemu dengan para pemimpin Arab setempat yang berafiliasi dengan SDF dalam upaya membentuk dan melatih kelompok-kelompok militant di daerah tersebut.
Delegasi Arab Saudi dan UEA itu telah bertemu akhir November lalu dengan para pejabat di (SDF) untuk membahas dukungan logistik, sementara Kedutaan Saudi di Turki membantah laporan tersebut.
Surat kabar Turki “Yeni Shafak”, mengungkapkan sebelumnya bahwa Arab Saudi dan UEA telah mengirim pasukan militer ke wilayah yang dikuasai SDF disisi timur sungai Euphrates, dan mencatat bahwa hal itu dilakukan di bawah perlindungan pasukan AS, yang bersamaan dengan persiapan pasukan Turki untuk melancarkan operasi militer yang diperluas bersama dengan pemberontak Suriah.
Situs Kurdi mengutip sumber di SDF yang mengatakan bahwa “Tentara dan kendaraan berat milik negara Arab teluk sedang berjuang bersama Pasukan Demokratik Suriah SDF (Pemberontak Suriah) di pedesaan Deir al-Zur disisi timur sungai Euphrates.”
Pasukan pemberontak Suriah SDF yang mendapat dukungan AS menguasai sebagian besar wilayah utara dan timur laut Suriah setelah kelompok Da’esh (ISIS) telah diusir dan sementara fihak Kurdi juga menjalankan urusan pemerintahannya sendiri.
Donald Trump : ISIS Akan Dibasmi Dalam Sebulan Lagi
Mereka yang mendanai dan mempersenjatai ISIS sekarang mengaku bahwa mereka yang menghancurkan. Tampaknya beberapa minggu mendatang akan ada gerakan baru dari para militan dan Pemberontak Suriah disekitar sungia Eufrat. Dan pendukungnya masih dari fihak2 yang sama, yaitu beberapa negara Arab Teluk, Turki dan AS.
Selasa kemarin Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dalam waktu satu bulan kedepan teroris Daesh (ISIS) akan dihancurkan dari daerah daerah yang mereka kuasai di Suriah.
“Kami telah melakukan pekerjaan yang sangat sangat besar terhadap ISIS. Diseluruh dunia hanya sedikit lagi yang tersisa di wilayah itu” kata Trump, “Dalam 30 hari lagi, tidak akan ada mereka yang tersisa.”
Trump mengeluarkan komentar itu ketika dia menandatangani RUU Pertanggungjawaban Genosida di Irak dan Suriah. RUU itu akan akan menggiring Daesh (ISIS) sebagai fihak yang bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan terhadap komunitas agama dan etnis di Irak dan Suriah dan memberikan bantuan kepada kelompok yang teraniaya.
Pasukan yang didukung AS saat ini “memerangi” Daesh (ISIS) di kantong terakhir yang dikuasai di Suriah timur.
PASUKAN KHUSUS AS LAKUKAN LATIHAN INVASI , MAU INVASI KEMANA LAGIKAH?
Angkatan Udara AS melakukan latihan besar untuk mensimulasikan invasi ke wilayah asing di Nevada . Sebuah pesawat kargo C-17 dan C-130 yang membawa kargo terbang dalam “jalur conga” untuk sebuah latihan yang disebut Joint Forcible Entry 18, yang berlangsung di wilayah barat daya AS, TheDrive,com melaporkan.
Inti dari latihan ini adalah untuk melatih operasi di mana pasukan udara dan darat masuk ke wilayah asing secara massal dan menyiapkan serangan melawan musuh bersenjata kelas dunia.
Pelacak pesawat seperti CivMilAir memberikan beberapa jepretan foto tentang jenis pesawat yang sedang terbang dan posisi mereka selama latihan, yang diadakan 8 Desember itu.
Multiple #USAF C-17As with THUG callsigns are en route to March ARB from the Nevada desert as part of JFEX (Joint Forcible Entry Exercise) 18B. pic.twitter.com/jtNzXRnCOK
Menurut Thedrive.com Latihan ini terutama melibatkan pesawat dari Komando Mobilitas Udara (AMC) , yang menunjukkan ini adalah latihan khusus untuk AMC Komando angkatan Udara AS yang dalam hal ini memang mereka mempunyai tugas khusus semacam itu.
Menurut doktrin pertahanan bersama AS, Latihan entri (invasi) bersama (Angkatan darat ,laut dan udara) secara paksa adalah penggabungan semua kekuatan dalam satu misi. Personil dan aset dari Marinir, Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara, dalam Operasi Khusus seperti ini semuanya akan dikerahkan.
Tahun lalu, Komando Mobilitas Udara Angkatan Udara AS melakukan latihan yang serupa bersama dengan pasukan Inggris, Australia, Selandia Baru dan Kanada. Salah satu komandan AS yang mengawasi latihan itu mengatakan pada saat itu bahwa Pesawat 13 C-17 Globemasters dan 19 C-130 Hercules menurunkan peralatan dan 377 orang tentara ke sebuah lapangan terbang di negara bagian Washington. “Perencanaan dan kolaborasi bersama antara staf dan perintah sangat penting,” kata Letnan Kolonel AS Ricky Taylor dalam siaran pers pada saat itu.
RATUSAN YAHUDI ULTRA ORTHODOX DEMO TOLAK WAJIB MILITER
https://www.youtube.com/watch?v=2bLTxNd3sxc
Ratusan orang Yahudi ultra-Ortodoks memblokir lalu lintas dengan menggelar aksi besar-besaran di tengah Jalan Zhabotinsky di Bnei Brak, Israel.
Demonstrasi yang diselenggarakan oleh gerakan Fraksi Yerushalmi, yang diadakan di jalan di kota Bnei Brak pada 10 Desember kemarin adalah aksi solidaritas terhadap aksi serupa di Yerusalem yang memprotes penangkapan Yitzhak Aryeh yang ditahan dua minggu lalu karena tidak mau ikut wajib militer Israel (IDF).
Para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang telah menjadi tradisi dalam unjuk rasa seperti itu: “Kami memilih mati daripada ikut wajib militer,” menurut laporan.
Pasukan polisi yang diperkuat tiba di tempat unjuk rasa, dan para demonstran diminta untuk membebaskan jalan. Setelah mereka menolak mematuhi persyaratan ini, pasukan keamanan mulai menahan peserta yang paling aktif.
Sebelumnya, pada hari Kamis 1 November lalu, ratusan pengikut dan pendukung sayap Yerusalem memblokir lalu lintas di jalan-jalan Zhabotinsky dan Aronovich di Bnei Brak untuk memprotes penangkapan seorang pria muda religius yang menolak wajib militer.
DUA BOMBER STRATEGIS RUSIA TERBANG NONSTOP KE VENEZUELA
https://www.youtube.com/watch?v=OkbFkc3ykrI
Dua buah Pesawat pembom strategis Rusia TU-160 telah terbang dari Rusia selama 13 jam non stop menuju Venezuela. Even ini memberi sinyal tegas kepada AS , bahwa pesawat pembom nuklir strategis itu juga mampu terbang langsung dari Rusia ke kawasan AS dan menjadi ancaman nyata bagi AS. Kedua Pesawat telah menempuh jarak lebih 10.000km atau sekitar setengah keliling dunia.
Menhan AS Mike Pompeo langsung mengeluarkan kritik pedas dengan mengatakan “Rakyat Rusia dan Rakyat Venezuela harus melihat ini apa adanya, bagaimana dua pemerintah korup yang menghambur-hamburkan uang rakyat , dan mematikan kebebasan rakyat disaat rakyatnya menderita, ”tulisnya dalam tweetnya.
Bomber supersonik TU-160 Rusia memiliki spesifikasi sbb :
Top speed: 2,220 km/h Range: 12,300 km Length: 54 m Wingspan: 56 m Max load : 40 Ton
Senin kemarin dua Pesawat pembom strategis jarak jauh Rusia mendarat di Venezuela untuk apa yang dikatakan pemerintah (Rusia) sebagai latihan angkatan udara yang ditujukan untuk memperkuat pertahanan negara Amerika Selatan yang dikuasai sayap kiri itu.
Jenderal Vladimir Padrino, menteri pertahanan Venezuela menyambut langsung sekitar 100 pilot Rusia dan personel lainnya setelah dua TU-160 dan dua pesawat lainnya mendarat di bandara internasional di Caracas, Venezuela.
Padrino mengatakan bahwa even itu menunjukkan bahwa “kami juga sedang bersiap untuk mempertahankan Venezuela sampai keinci terakhir bila diperlukan.”
Presiden Nicolas Maduro sering menuduh Amerika Serikat berkomplot melawan pemerintahannya, yang telah mengtur jatuh miskinnya sebuah negara kaya minyak itu ke dalam krisis ekonomi yang parah.
Menurut pengumuman militer Rusia di Moskow.Selain kedua pembom itu, datang juga pesawat angkut AN-124 dan pesawat penumpang IL-62,
Padrino mencatat bahwa pesawat Rusia sebelumnya pernah berkunjung pada tahun 2013, tetapi kedatangan mereka saat ini adalah merupakan bagian dari pengalaman baru (berbeda).
Dia mengatakan latihan akan diadakan untuk “meningkatkan tingkat interoperabilitas dari sistem pertahanan aerospace” dari kedua negara.
Tidak jelas berapa lama kedatangan pasukan Rusia akan berlangsung, dan Padrino tidak memberikan rincian tentang latihan yang direncanakan itu. Dalam beberapa tahun terakhir, Venezuela telah membeli jutaan dolar peralatan militer dari Rusia, katanya.
KOMANDAN IRGC IRAN : SANKSI SANKSI YANG DITERAPKAN AS KE IRAN TIDAK EFEKTIF
Pada hari selasa kemarin , Komandan Garda Revokusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari mengatakan bahkan para musuh Republik Islam (Iran) sendiri mengakui bahwa sanksi terhadap Iran tidak efektif.
Pada sebuah upacara lokal di Birjand Provinsi Khorasan Selatan Jafari, kepala Korps Garda Revolusi Islam itu mengatakan bahwa prestasi Iran tidak hanya diungkapkan oleh pejabat pemerintah tetapi kekuatan oposisi asing juga “kecewa dengan tekanan dan sanksi” yang telah diterapkan (keIran), IRNA melaporkan.
“Kekuatan AS menurun. Musuh tidak berani mengangkat isu menggulingkan Penguasa Republik Islam dan impian mereka tidak akan pernah terwujud, ”kata Jafari, menurut Mehr News Agency.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa aspirasi Presiden AS Donald Trump untuk mendiktekan keinginannya ke Iran tidak dapat dicapai karena momen Iran membungkuk ke AS tidak dapat ditemukan dalam sejarah.
Sebelumnya, pada Selasa Pejabat senior militer Iran itu menegaskan bahwa Teheran telah sukses melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah pada 1 Desember lalu , seperti dikutip kantor berita Fars.
Utusan Khusus AS untuk Iran Brian Hook mendesak Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi pada Republik Islam dalam menanggapi uji coba tersebut, namun Teheran bersikeras bahwa uji coba itu sepenuhnya sesuai dengan perjanjian nuklir 2015 dan bahwa (Iran) itu tidak pernah merencanakan untuk membuat rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir tetapi hanya bertujuan untuk memastikan pertahanan negara.
Kesepakatan nuklir Iran 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), membuat Iran menghentikan program nuklirnya sebagai ganti pencabutan sanksi. Namun mei 2018 lalu Washington memutuskan untuk mundur dari kesepakatan itu, dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran sejak Agustus dan September lalu.
LATIHAN PELUNCURAN RUDAL DARI KAPAL DAN KAPAL SELAM RUSIA
Kapal-perang Rusia dan kapal selam yang meluncurkan rudal , akan mampu menyerang kapal musuh berjarak ratusan kilometer jauhnya dengan ketepatan yang luar biasa. Beberapa versi rudal Rusia bahkan mampu menembus pertahanan kapal musuh karena bisa mencapai kecepatan supersonik saat mendekati target.
Angkatan Laut Rusia telah melaporkan uji coba peluncuran yang sukses dari rudal jelajah caliber 3M-54 (Kode NATO : SS-N-27 Sizzler) yang dilakukan oleh kapal selam bertenaga nuklir Severodvinsk yang saat ini ditempatkan di Laut Barents. Peluncuran ini merupakan bagian dari latihan militer dan mencapai target yang terletak sekitar 700 kilometer jauhnya.
Latihan tempur itu dilakukan dari permukaan laut di salah perairan Barents. Misil yang diluncurkan itu menargetkan sasaran di Chizha di wilayah Arkhangelsk,” , mnurut laporan angkatan laut itu (Rusia).
Rudal caliber itu bisa digunakan pada kapal kapal permukaan dan kapal selam, yang mampu mencapai target hingga beberapa ratus kilometer (tergantung pada modifikasi) dan mampu membawa hingga 450 kilogram hulu ledak. Beberapa versinya bahkan dapat mencapai kecepatan supersonik ketika saat saat akhir mendekati target guna mencegahnya dijatuhkan oleh pertahanan anti-rudal dari kapal (musuh).
ISRAEL SIAP MENERIMA 200.000 IMIGRAN YAHUDI DARi PERANCIS
Merebaknya sikap dan propaganda anti ras Yahudi dan antisimetisme di AS dan diEropa khususnya Perancis sepertinya memang “by designed” untuk tujuan agar orang orang Yahudi dEropa dan AS mau pindah keIsrael, Kita semua tahu Pemukiman bagi mereka yang mau kembali keIsrael telah dan terus dibangun oleh pemerintah Israel.
Hari Minggu kemarin , Pemerintah Israel membahas kesiapannya untuk menerima gelombang baru imigran di tengah peningkatan antisemitisme di Prancis, Ynet melaporkan.
Menyusul hasil pertemuan dipemerintah (Israel), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan pembentukan program nasional untuk mendorong repatriasi pengungsi Yahudi dari Perancis ke Israel. Menurut media lokal, cetak biru program ini juga akan diperkenalkan ke komisi antar pemerintah tentang integrasi.
Ynet melaporkan bahwa Menteri Urusan Diaspora Israel Naftali Bennett, memperkirakan bahwa sekitar 200.000 orang Yahudi di Perancis dapat dipulangkan ke Israel dalam waktu dekat.
Menurut laporan, Eropa melihat meningkatnya tingkat “xenofobik” (kekhawatiran terhadap ras asing) dan orasi kebencian (terhadap Yahudi) di tengah krisis migrasi berkepanjangan di kawasan itu, seperti dilaporkan Komisi Eropa terhadap Rasisme dan Intoleransi (ECRI) yang dikeluarkan pada musim panas 2018.
ECRI memperingatkan bahwa di beberapa negara, ada “kecenderungan untuk menggambarkan multikulturalisme sebagai ide berbahaya dan untuk mengejar pola yang meniadakan dan menentang nilai hak asasi manusia dan universalitas mereka,” dikutip oleh Ynet.
Menurut ECRI, kecenderungan itu dapat menghambat kohesi sosial dan memicu tindakan permusuhan, diskriminasi, orasi kebencian, atau bahkan kekerasan fisik.
ISRAEL INGIN MERESMIKAN HUBUNGANNYA DENGAN ARAB SAUDI
Pada bulan November 2017 lalu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Riyadh, negara Yahudi itu memiliki “hubungan” dengan Arab Saudi yang “telah menjadi rahasia umum”.
Stasiun TV Israel Hadashot telah mengutip beberapa sumber yang mengatakan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tertarik untuk memformalkan hubungan antara Istael dan Arab Saudi menjelang pemilu Israel November 2019.
Sumber itu mengutip ucapan seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya dan Yossi Cohen kepala badan intelijen nasional Israel Mossad yang diduga berkaitan dengan masalah ini. Tapi Netanyahu belum mengomentari laporan TV Hadashot itu.
Sebelumnya, Times of Israel melaporkan bahwa negara Yahudi itu sedang dalam pembicaraan dengan Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya guna mendorong mereka untuk membangun hubungan diplomatik formal dengan Israel.
Pada akhir Oktober lalu , media Israel mengutip situs berita Uni Emirat Arab Al-Khaleej yang mengatakan bahwa Arab Saudi dan Israel telah mengadakan pertemuan rahasia “di Washington dan London” yang menghasilkan kesepakatan senilai sekitar $250 juta.
Perjanjian tersebut secara khusus mengatur transfer teknologi spionase Israel ke kerajaan Saudi. Belum ada pihak yang terlibat kesepakatan yang telah mengkonfirmasi informasi tersebut.
Pada Maret lalu , Perdana Menteri Israel Netanyahu menegaskan bahwa pemerintah Saudi telah membuka wilayah udara negaranya untuk pesawat Air India yang terbang dari New Delhi ke Israel. Awal tahun ini, dia mengakui bahwa negara Yahudi itu memiliki “hubungan” dengan Arab Saudi yang telah menjadi rahasia umum”.
Pada bulan yang sama, Kepala Staf Pertahanan Israel Gadi Eisenkot mengungkapkan bahwa negaranya siap berbagi intelijen dengan Riyadh untuk “menghadapi Iran”, yang dianggap sebagai ancaman bersama oleh Israel dan Arab Saudi.
ISRAEL : RUSIA TELAH MENGERAHKAN S-300 DISELATAN SURIAH
Rusia telah mengerahkan rudal-rudal pertahanan udara “S-300”, yang diserahkan kepada pemerintah Suriah, di Deir Ezzor Suriah timur, menurut situs web Israel “DEBKAfile” .
Situs itu mengutip sumber militer Israel yang mengatakan bahwa pada hari Senin kemarin (10/12) Kemenhan Rusia telah memerintahkan untuk memindahkan satu batalyon rudal anti-pesawat dengan operator Rusia dari daerah Misyaf di barat Hama ke Deir al-Zour.
Situs web Israel itu menunjukkan bahwa batalion itu dilengkapi dengan delapan peluncur roket yang masing masing punya 50 hingga 70 roket. Tidak ada pernyataan dari Kemenhan Rusia tentang penempatan S-300 itu , sementara Israel sejauh ini tidak secara resmi mengomentari langkah Rusia .
Pada bulan Oktober lalu surat kabar Israel Haaretz menerbitkan gambar yang menunjukkanadanya empat peluncur S300 di dekat Misyaf barat Hama diSuriah tengah. Situs web Israel itu mengatakan “Sumber militer kami mencatat bahwa ini adalah untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun intervensi militer Rusia di Suriah Moskow telah memberanikan diri untuk mengerahkan pasukannya sendiri di timur.”
“Batalyon rudal S-300 yang baru dikerahkan itu bertujuan untuk membatasi serangan Angkatan Udara AS atas Suriah timur”.
Pada bulan Februari lalu Kemenlu Rusia mengakui info tentang terbunuhnya “warga Rusia” di kota Deir al-Zour setelah ditargetkan oleh beberapa serangan udara yang dilakukan oleh pesawat udara Aliansi Internasional (Koalisi AS).
UKRAINA AKAN RESMI MENGAKHIRI HUBUNUGAN PERSAHABATAN DENGAN RUSIA
Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan bahwa pada hari Senin 10 Desember mendatang dia akan menandatangani RUU tentang penghentian Perjanjian Persahabatan dengan Federasi Rusia, dan sejak April 2019 nanti resmi akan menjadi undang-undang.
“Ada makna simbolik tertentu dalam kenyataan bahwa Perjanjian persahabatan dengan Rusia itu akhirnya dihentikan. Saya teah menyerahkan RUU itu kepada Verkhovna Rada (Parelemen Ukraina) . RUU Itu juga sudah melalui voting dua hari lalu dan pada hari Senin (10/12) nanti saya akan menandatanganinya, “Poroshenko mengatakan hal itu pada hari Sabtu di Lviv dalam acara perayaan ulang tahun ke 150 dari terbentuknya masyarakat Prosvita.
Pada 6 desember 2018 lalu para wakil rakyat Ukraina telah menyetujui diakhirinya Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Kemitraan antara Ukraina dan Federasi Rusia. Ketua Verkhovna Rada, Andriy Parubiy, menandatangani RUU itu.
AS KEMBALI KERAHKAN KAPAL INDUK KETIMUR TENGAH
Setelah dua hari lalu Pentagon mengumumkan bahwa AS dan sekutunya (militan) di Suriah timur akan melatih 35.000 hingga 40.000 milisi lokal tambahan guna “menjamin stabilitas” di kawasan itu menyusul kekalahan teroris ISIS. Kini sebuah gugus satuan tempur yang dipimpin oleh Kapal induk kelas Nimitz USS John C. Stennis telah tiba di Timur Tengah, setelah selama delapan bulan tidak ada satupun Kapal induk AS yang berbasis di wilayah tersebut, Angkatan Laut AS melaporkan.
Kesatuan tempur itu berasal dari Armada Angkatan laut ke-5, yang bertanggung jawab atas kegiatan angkatan laut AS di Laut Arab dan Teluk Persia, dan akan ditempatkan di wilayah tersebut setidaknya selama dua bulan.
Menurut agen berita yang didanai pemerintah AS Voice of America, Satuan tempur itu akan dikerahkan untuk “membantu memerangi kelompok teror ISIS di Irak dan Suriah serta perang di Afghanistan.”
Selain itu, seorang pejabat Dephan AS telah mengkonfirmasi laporan sebelumnya bahwa AS sedang meningkatkan kehadirannya di wilayah itu sebagai “pesan” kepada Teheran, dia mengatakan kepada VOA bahwa mereka berada diteluk “hanya utuk unjuk kekuatan kepada Iran.”
Kehadiran Satuan kapal induk itu diharapkan memiliki efek yang sama terhadap pangkalan AS di at-Tanf, Suriah selatan, pejabat itu menambahkan.
AS membentuk garnisun ilegal di at-Tanf (Suriah) pada 2016, dengan alasan pemembenaran untuk memerangi ISIS. Tapi Damaskus dan sekutunya telah berulang kali menuduh AS telah menggunakan pangkalan itu untuk melatih dan mempersenjatai milisi ISIS agar tetap bisa melanjutkan perangnya melawan pemerintah Suriah.
Pada hari Kamis kemarin , Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph Dunford mengatakan bahwa AS harus melatih 35.000 hingga 40.000 lebih “pasukan lokal” untuk “memberikan stabilitas” di Suriah timur, dilokasi yang kini dikuasai Kurdi Suriah yang didukung AS setelah kekalahan ISIS diwilayah itu .
Washington, yang sejak awalnya membenarkan kehadirannya di Suriah dengan alasan perang melawan terorisme, telah mengubah alasannya untuk tetap di negara itu menyusul kemerosotan ISIS.
Pada bulan September lalu , penasihat keamanan nasional John Bolton mengatakan bahwa militer AS akan tetap di Suriah sampai milisi yang didukung Iran juga telah meninggalkan negara itu.
Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat pada bulan Mei, setelah AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklirnya dengan AS dan AS mulai menerapkan serangkaian sanksi keras.
JENDRAL DUNFORD : AS AKAN KEMBALI MELATIH DAN MEMPERSENJATAI 40.000 MILITAN BARU DISURIAH
Dengan alasan untuk “memberikan stabilitas” di Suriah, AS perlu melatih dan mempersenjatai lagi sekitar 40.000 pejuang lokal, tetapi jumlah mereka baru ada 20 persen sekarang ini, Ketua Kepala Staf Gabungan General Joseph Dunford mengatakan.
“Kehadiran kami di Suriah saat ini adalah berkelanjutan (tidak pasti kapan berakhirnya) dan dapat disesuaikan berdasarkan kondisi,” tambah Dunford dalam acara “Transformers : Defense” yang diselenggarakan oleh Washington Post pada hari Kamis.
Pada maret 2018 lalu Presiden Donald Trump pernah mengumumkan bahwa AS akan “segera” meninggalkan Suriah dan faktanya secara resmi hal itu tidak pernah dilakukan , tetapi komentar Dunford itu menunjukkan bahwa pendirian Washington adalah bertentangan dengan presiden AS, seperti halnya yang terjadi terhadap Afghanistan.
Sejak 2014, AS telah mengirim sekitar dua ribu pasukan operasi khusus ke Suriah, dengan alasan kebutuhan untuk mengalahkan teroris ISIS . tapi Damaskus telah mencela kehadiran mereka itu sebagai sebagai upaya pendudukan ilegal.
Faktanya , kehadiran Pasukan AS di Suriah secara resmi hanya membantu Pasukan Demokrat Suriah (pemberontak Suriah) , sebuah milisi proksi yang sebagian besar terdiri dari Kurdi dan beberapa pejuang Arab local yang kekuatan pasukannya diperkirakan sekitar 65.000-70.000.
Wilayah yang dibebaskan dari ISIS oleh SDF (pemberontak Suriah) belum dikembalikan kepenguasaan pemerintah; sebaliknya, para pejuang yang didukung AS itu telah membentuk struktur pemerintahan paralel di sana.
SDF tampaknya bernasib agak lebih baik daripada kekuatan lain dikembangkan AS di Suriah . Pada 2015, munculnya “pemberontak moderat” yang dilatih diTurki dan dipersenjatai oleh AS dengan mudah dikalahkan dan menyerah kepada kelompok Al-Nusra begitu mereka mulai memasuki Suriah.
Pada 2015 Pentagon telah memberikan dana $500 juta untuk program itu , dan pada 2016 kembali meminta lagi (kepemerintah AS) sejumlah $600 juta untuk tujuan melatih 15.000 militan selama tiga tahun.
Turki tidak suka dengan peran penting pejuang Kurdi sebagai kekuatan proxy (bentukan AS) itu , dan pada agustus 2016 menyerang Suriah dalam upaya untuk menjaga agar SDF tetap berada di tepi kiri Sungai Eufrat.
PROVOKASI TERBARU SEJAK PERANG DINGIN, KAPAL PERANG AS MENDEKATI PERAIRAN SELATAN RUSIA
Sebuah Kapal perusak AS berlayar di lepas pantai Rusia, dekat pangkalan Armada Pasifik di Vladivostok, ini adalah aksi (provokasi) pertama mereka sejak Perang Dingin. Kapal AS lainnya juga diharapkan segera tiba di Laut Hitam di tengah ketegangan antara Rusia dan Ukraina.
Kapal USS MCCampbell (DDG-85) itu memasuki perairan dekat Pantai Peter the Great (Peter yg agung) untuk apa yg mereka sebut “Menantang klaim berlebihan maritim Rusia dan menjunjung tinggi hak, kebebasan, dan penggunaan sah dari laut” yang dinikmati oleh AS dan Negara lainnya, Letnan Rachel McMarr, seorang juru bicara Armada Pasifik AS, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Angkatan Laut AS menyebut aksi tersebut sebagai i “Freedom of Navigation Operation” (FONOP). Terakhir kali operasi FONOP seperti ini dilakukan di daerah ini pada 1987, saat puncak ketegangan Perang Dingin dengan Uni Soviet.
“Operasi-operasi ini menunjukkan AS akan terbang, berlayar dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan,” kata McMarr. “Itu adalah hal yang benar seprti yang kita lakukan di Laut Jepang, dan tempat2 lain di seluruh dunia.”
Nama Pantai “Peter the Great” adalah nama kaisar pertama Rusia, dan saat ini ditaburi dengan basis Armada Pasifik Rusia.
Washington tidak mengakui klaim teritorial Rusia di Laut Jepang, dimana seorang pejabat Angkatan Laut AS mengatakan kepada CNN bahwa mereka masih berada jauh dari batas 12 mil laut yang disebut dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Tapi sementara Rusia telah meratifikasi konvensi itu , tapi AS sendiri belum melukannya.
Itu belum apa apa, Angkatan Laut AS juga merencanakan untuk mengirim kapal perangnya ke Laut Hitam dalam waktu dekat. CNN melaporkan bahwa Departemen Luar Negeri telah memberi tahu Turki tentang niat untuk mengirim kapal perang melalui selat Bosporus dan Dardanelles, dimana berdasarkan ketentuan Konvensi Montreux tahun 1936, pemberitahuan harus dilakukan 15 hari sebelumnya.
Perjanjian Montreux 1936 itu juga membatasi kehadiran kapal dari negara-negara yang tidak berbatasan dengan Laut Hitam hingga maksimal 21 hari. Terakhir kali AS mengirim kapalnya di daerah itu pada bulan Oktober (2018) lalu.
Seorang Pejabat AS secara anonim mengatakan kepada CNN bahwa tindakan itu merupakan tanggapan atas insiden antara kapal penjaga pantai Rusia dan tiga kapal Ukraina di Selat Kerch yang menghubungkan Laut Azov ke Laut Hitam pada bulan lalu.
AS juga telah berulang kali mengirimkan kapal perangnya ke bagian Laut China Timur yang menimbulkan protes berulang dari China, dan yang terakhir terjadi pada pekan lalu, dimana ketika kapal penjelajah rudal USS Chancellorsville (CG-62) berlayar melintasi wilayah itu.
CFO HUAWEI DITAHAN DIKANADA KARENA DIANGGAP MELANGGAR LARANGAN TRANSAKSI DENGAN IRAN
Jumat kemarin Kejaksaan Kanada mengatakan bahwa AS telah meminta ekstradisi Direktur Keuangan Huawei (CFO) Meng Wanzhou yang dicurigai terlibat dalam konspirasi untuk menipu beberapa lembaga keuangan dan melanggar larangan sanksi AS terhadap Iran.
Belum jelas berapa besar tuntutan yang akan dia hadapi, tetapi paling tidak dia akan menghadapi hukuman maksimal 30 tahun di balik jeruji besi.
Meng, Direktur Keuangan/ CFO (Cheaf Finance Officer) dari perusahaan raksasa Huaei dan ketua dewan telekomunikasi Cina, telah ditangkap di Vancouver (Kanada) pada hari Sabtu minggu lalu tetapi sampai hari rabu, Departemen Kehakiman AS tidak mengumumkan penangkapan itu.
Globe and Mail Kanada melaporkan, bahwa berdasarkan sumber dari penegak hukum, diungkapkan bahwa dia telah ditangkap karena dianggap melanggar sanksi AS terhadap Iran.
Perintah pembungkaman, atau di Kanada disebut sebagai larangan publikasi, dikenakan pada kasus Meng. Beberapa media telah menentang lelucon di pengadilan seperti ini. Tapi menurut laporan BBC larangan itu akhirnya dicabut oleh hakim di Vancouver,
Jaksa (diKanada) menuduh bahwa Meng telah menipu para pengacara diAS soal hubungan antara perusahaan SkyCom dan Huawei. Menggunakan SkyCom sebagai proxy rahasia, Huawei telah menjual produknya ke Iran , dan in dianggap melanggar penetapan sanksi AS kepada Iran dan telah berlangsung antara 2009 dan 2014.
Huawei adalah produsen peralatan telekomunikasi terbesar kedua di dunia,
AS telah menerapkan sejumlah langkah untuk menghambat transfer teknologi dari Huawei dan produsen telekomunikasi lain seperti ZTE Corp. Produk Huawei juga telah dilarang oleh Pentagon untuk dijual di pangkalan militer AS.
Kasus ditahannya Direktur keuangan Huawei diKanada ini adalah bukan kasus kriminal biasa , tapi lebih kepada soal politik antara AS, China dan Iran.
KETUA PARLEMEN RUSIA : KAMI BELUM PERNAH MENGUJI COBA RUDAL BALISTIK ISKANDER-M
Rusia belum pernah melakukan uji coba sistem rudal balistik taktis Iskander-M seperti yang diklaim oleh AS, dan oleh karena itu kami tidak pernah melanggar Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF), Ketua Parlemen Duma Rusia untuk Bidang Pertahanan Vladimir Shamanov mengatakan pada hari Kamis.
“Mereka mencela kami atas misil Iskander-M, yang diduga, menurut informasi rahasia dan bukti yang ada (pada mereka) kami telah melakukan uji coba. Saya katakan dengan sebenarnya bahwa belum pernah ada uji coba (yang telah dilakukan) , dan kami hanya menguji coba rudal lain “, Shamanov mengatakan pada sidang pleno di majelis rendah Rusia.
Komentar itu dikeluarkan menyusul adanya pernyataan Menlu AS Mike Pompeo, selasa lalu yang mengatakan bahwa Washington akan menghentikan kepatuhannya terhadap Perjanjian INF dalam 60 hari kecuali Rusia kembali ke kepatuhan penuh dengan perjanjian tersebut. Langkah ini sejalan dengan pernyataan yang dibuat sebelumnya oleh Presiden AS Donald Trump yang bersikeras bahwa Moskow telah melanggar perjanjian itu dan dengan demikian memaksa Washington untuk keluar dari perjanjian INF. Tapi Rusia beberapa kali membantah klaim bahwa mereka telah melanggar ketentuan2 dalam perjanjian itu.
Sementara Moskow sendiri telah berulang kali menuduh Washington melanggar Perjanjian INF. Rusia telah menyatakan bahwa AS telah mengerahkan peluncur rudal Tomahawk di Rumania dan Polandia, dan ini adalah sesuatu yang dilarang oleh perjanjian tersebut. Rusia juga menunjukkan fakta bahwa AS sedang mengembangkan Drone tempur dan membiayai penelitian pengembangan rudal jelajah berbasis darat.
Perjanjian INF ditandatangani antara Uni Soviet dan AS pada Desember 1987 dan meminta pihak-pihak untuk menghancurkan rudal balistik dan Rudal jelajah berbasis darat mereka dengan kisaran antara 500 dan 5.500 kilometer (dari 311 hingga 3.317 mil).
Kita tidak tahu yang dimaksud oleh ketua Parlemen Rusia bahwa mereka belum pernah menguji coba Rudal Balistik Iskander-M yang menjadi momok bagi AS itu, tapi paling tidak pada tahun 2016, Rusia telah beberapa kali melakukan “Firing test” (tanpa war head) atas rudal taktis yang punya akurasi tinggi dan mampu bermanuver menghindari anti serangan udara lawan itu. Jadi bisa dikatakan Rudal jarak sedang ini sebagai tidak bisa dijatuhkan. Sebuah kemampuan yang membuat keder AS karena belum dimiliki oleh Rudal rudal AS.
https://www.youtube.com/watch?v=N70ro8J4lYM
SELAMA 2018 , 23.000 MILTAN DITUMPAS & 40.000 PEMBERONTAK BERGABUNG KEMBALI KEPASUKAN SURIAH
Selama tahun 2018 pasukan Suriah telah menewaskan 23.000 militan dan membebaskan 387 permukiman di Suriah, Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov mengatakan dalam satu briefing bagi militer asing pada 5 Desember kemarin.
Gerasimov menyebut pasukan Suriah yang telah memperoleh pengalaman tempur yang cukup di bawah kepemimpinan penasihat militer Rusia, berhasil melakukan operasi untuk mengambil alih kawasan Ghouta Timur, Homs dan area n de-eskalasi selatan.
Dia menambahkan bahwa lebih dari 40.000 anggota kelompok bersenjata oposisi “moderat” telah bergabung kembali dengan pasukan pemerintah. Selain itu para militan yang bergabung itu secara sukarela menyerahkan 650 senjata dan peralatan militer kepada Tentara Suriah.“Peran yang peting juga dimainkan oleh Pusat Rusia untuk rekonsiliasi atas fihak2 yang bertikai.
Selama operasi ini, lebih dari 230.000 orang berhasil dikeluarkan dari zona de-eskalasi melalui koridor kemanusiaan yang diciptakan secara khusus, ”Kepala Staf Umum menekankan.
Gerasimov juga menekan situasi di tepi timur sungai Eufrat di mana AS dilaporkan berusaha menciptakan formasi kuasi-negara Kurdi.
“Situasi di perbatasan timur sungai Eufrat memburuk. Amerika Serikat bergabung kembali dengan Kurdi Suriah dan sedang mencoba untuk membuat formasi kuasi-negara yang independen dari pemerintah pusat di sana.
Mereka sudah membentuk pemerintahan yang disebut Federasi Demokratis Suriah Utara. Amerika mendukung aspirasi separatis Kurdi dengan mengirimkan senjata dan peralatan militer kepada mereka, dan dengan demikian memungkinkan mereka untuk menindas suku2 Arab, ”katanya.
Jenderal itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa teroris ISIS di Suriah sebagian besar ada disisi timur Sungai Eufrat, di wilayah yang dikuasai AS.
“Pada bulan Desember tahun lalu, fase aktif operasi untuk menghancurkan Kelompok bersenjata di Suriah telah selesai. Hari ini, militan Daesh (ISIS) berada di sebelah timur Euphrates, di wilayah yang dikuasai oleh tentara AS, ”kata Gerasimov.
“AS selalu bilang bahwa mereka melakukan serangan melawan Daesh (ISIS) di timur Suriah. Tetapi yang kita lihat adalah sebaliknya. Kantung kantung ‘tidur’ teroris itu kini malah menjadi aktif dan sebagai hasilnya, kini Daesh (ISIS) telah mulai memperluas zona pengaruhnya di timur negara itu. ”
NATO MEMBERI WAKTU 60 HARI KEPADA RUSIA ATAS NASIB PERJANJIAN SENJATA NULIR INF
Selasa lalu Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mendesak Moskow untuk menunjukkan kepatuhannya terhadap Traktat Perjanjian nuklir Jarak sedang (INF) dalam waktu 60 hari seperti yang diusulkan oleh Amerika Serikat, tetapi dia juga mengancam bahwa aliansi (NATO) akan mempersiapkan opsi pemutusan (sefihak) perjanjian itu.
Berbicara di sebuah Konferensi pers di Brussels, Stoltenberg mengatakan bahwa Rusia tidak boleh melewatkan “kesempatan terakhirnya” untuk mempertahankan perjanjian pengawasan senjata penting antara Moskow dan Washington itu.
Dalam konferensi pers di Brussels Menteri pagi sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa AS akan menangguhkan ketaatannya pada Perjanjian INF dalam 60 hari kecuali jika Rusia mau kembali memathuhi secara penuh perjanjian tersebut.
Para menteri luar negeri negara anggota NATO telah berkumpul di Brussels untuk membahas tantangan keamanan utama yang dihadapi aliansi itu, termasuk situasi di Timur Tengah dan Afrika Utara, serta Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF).
“PERESVET” , SENJATA LASER RUSIA YANG MASIH PENUH MISTERI
Karakteristik dari sistem laser canggih Rusia “Peresvet” masih tetap menjadi rahasia meskipun sudah dilucurkan kedalam dinas militer Rusia. Sementara beberapa ahli memperkirakan senjata ini akan berfungsi sebagai sistem pertahanan udara, yang mampu menjatuhkan jet dan rudal musuh, yang lain mennggambarkan alat ini bisa digunakan dalam peperangan elektronik yang dapat membutakan sistem senjata musuh yang canggih.
Kemenhan Rusia telah mengeluarkan sebuah video, yang menampilkan proses pengerahan dan persiapan senjata laser tempur Rusia “Peresvet”, yang telah memasuki layanan tempur eksperimental pada 1 Desember.
https://www.youtube.com/watch?v=BOLcL0C1kzQ
Setelah menjalani pengarahan khusus, para tentara (Rusia) itu mulai mengoperasikan “Peresvet” “, sekarang mereka mempraktekkan eksekusi dari semua tahapan penerapan sistem canggih itu secara tepat waktu .
Sangat sedikit info yang diketahui tentang sistem senjata laser ini, yang pertama kali terungkap dalam pidato Presiden Rusia Vladimir Putin didepan Majelis federal Rusia pada 1 Maret 2018.
Diharapkan ini akan menjadi sistem pertahanan udara yang dapat melacak dan menembak jatuh pesawat dan rudal yang musuh. Beberapa orang memperkirakan system ini akan bertugas sebagai sistem “pembuta” senjata lawan yang membuat mereka tidak bisa beroperasi. Penamaan senjata ini dengan “Peresvet” dipilih oleh warga Rusia melalui voting online.
PETINGGI MILITER RUSIA : KEHADIRAN NATO DIARTIK MENINGKATKAN POTENSI KONFLIK
Menurut komandan Armada Utara Rusia Admiral Nikolai Evmenov, negara-negara non-Arktik sedang berusaha untuk menguasai sumber daya di wilayah Arktik.
“Kita harus mencermati peningkatan kehadiran pasukan gabungan NATO dalam skala besar di wilayah Arktik dalam waktu dekat, dan sebagai konsekuensinya akan tumbuh potensi konflik di sana,” kata Evmenov Forum Internasional tentang “Arctic: Hari Ini dan Masa Depan ” di St. Petersburg.
Dia menambahkan bahwa daftar negara-negara non-Arktik yang berusaha untuk mendapatkan akses ke wilayah tersebut termasuk Brasil, Jepang, Cina, Korea Selatan, India, dan beberapa negara Eropa.
Menurut Evmenov, Arktik berubah menjadi “salah satu pusat produksi hidrokarbon dunia dan hub (Pusat aktivitas) tinggi untuk komunikasi transportasi internasional”, yang menarik berbagai aktor internasional yang dapat mengancam kepentingan nasional Rusia.
Pada awal musim gugur ini diwilayah ini kita menyaksikan latihan (militer NATO) Trident Juncture. Yang secara keseluruhan melibatkan 50.000 tentara dan peralatan dari 29 negara anggota NATO, serta mitra strategis mereka Swedia dan Finlandia juga ambil bagian.
Latihan itu, bagaimanapun telah memprovokasi oposisi beberapa politisi diNorwegia dan menyebabkan memburuknya hubungan antara AS dan Rusia, serta menempatkan Norwegia di antara sebuah batu dan posisi yang sulit.
SEORANG PEMBANGKANG KERAJAAN SAUDI TUNTUT PERUSAHAAN SPYWARE ISRAEL KARENA MERETAS PONSELNYA
Seorang pembangkang Arab Saudi yang tinggal di Kanada menggugat sebuah perusahaan spyware Israel dengan alasan bahwa perusahaan itu telah meretas ponselnya dan memantau komunikasinya dengan kolumnis Saudi yang sekarang terbunuh Jamal Khashoggi untuk kepentingan Riyadh.
Omar Abdulaziz telah mengajukan gugatan terhadap NSO Group di Israel di mana firma cyber itu bermarkas besar, New York Times melaporkan Senin.
Pembangkang Kerajaan Saudi itu menuduh bahwa orang yang sama dengan tertuduh pembunuh Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul Turki telah menghubungi dia dan mendesaknya untuk pulang kembali ke Arab Saudi. Dia menyimpan rekaman dari beberapa percakapan itu.
Menurut dokumen pengadilan, Abdulaziz kemudian menerima pesan sms yang seolah-olah berisi tautan untuk melacak parcel (paket). Tapi Abdulaziz tidak hal tahu bahwa tautan sms itu adalah penyamaran yang digunakan oleh spyware NSO Group.
Citizen Lab, pengawas internet Kanada akhirnya menginformasikan kepada Abdulaziz bahwa ponselnya telah dimonitor. Gugatan itu mengatakan bahwa setelah ponselnya menderita infeksi dari spyware Israel, pemerintah Saudi bisa mengakses komunikasi antara Abdulaziz dan Khashoggi yang “berkontribusi secara signifikan terhadap keputusan untuk membunuh Khashoggi,” seperti dikutip oleh Times of Israel.
Setelah ponselnya diretas, Petugas Saudi kemudian menyerbu rumah keluarga Abdulaziz di Jeddah dan menahan dua saudara laki-lakinya, menurut Times of Israel. Mereka sekarang masih berada di tahanan fihak keamanan Saudi.
NSO Group mengatakan bahwa gugatan itu “tidak berdasar” dan gagal menunjukkan bahwa perusahaan teknologi itu terlibat dalam apa yang terjadi pada Abdulaziz dan keluarganya.
Kelompok Amnesti hak asasi manusia International telah mempertimbangkan tindakan hukum terhadap NSO Group, dan menuduh bahwa perusahaan itu secara diam-diam menjual produk perangkat lunaknya ke “rezim yang melanggar hak asasi manusia,” dan kemudian menggunakan spyware itu terhadap target mereka, baik mereka yang dianggap pembangkang, aktivis atau bahkan Amnesty International sendiri, Sputnik melaporkan 29 November lalu.
Amnesti hak asasi juga telah meminta Kementerian Pertahanan Israel untuk melarang penjualan lisensi perangkat lunak NSO Group itu kepada prinsipal asing, tetapi kemenhan Israel menolak usulan ini.
Tahun lalu , sebuah Penyelidikan yang dilakukan surat kabar Israel Haaretz menemukan apa yang dikatakannya sebagai bukti bahwa NSO Group menawarkan untuk menjual program spyware yang disebut “Pegasus” kepada pemerintah Saudi.
Pegasus menginfiltrasi ponsel Anda dengan mengirimi Anda pesan teks dengan tautan sebagai umpan. Jika Anda mengeklik tautan tersebut, NSO Group dapat mengambil alih kontrol penuh atas ponsel Anda, termasuk akses tanpa henti ke sakelar on-off , kamera dan mikrofon diperangkat Anda.
Fihak Amnesty sendiri menemukan Pegasus telah digunakan dalam upaya untuk meretas ponsel milik karyawan Amnesty. Tapi NSO Group menanggapi hal itu dengan menyatakan bahwa Pegasus “ditujukan secara eksklusif untuk penyelidikan dan pencegahan kejahatan dan terorisme,” Sputnik melaporkan.
Bulan lalu, mantan kontraktor Keamanan Nasional AS Edward Snowden mengungkap i peran Kelompok NSO dalam pembunuhan Khashoggi saat berpidato di depan audiensi di Israel.
JEPANG KEMBALI SUMBANG $5JUTA UNTUK REKONSTRUKSI SURIAH
Pemerintah Jepang telah memberikan bantuan keuangan ke Pemerintah Suriah senilai $5juta untuk merehabilitasi kota “Harasta” di wilayah Ghouta timur Damaskus.
Selasa lalu , Kedutaan Jepang di Suriah mengumumkan di Twitternya bahwa “bantuan keuangan itu diberikan n oleh pemerintah Jepang melalui Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) di Suriah, untuk merehabilitasi infrastruktur di Ghouta timur termasuk Harasta city.
Dengan demikian, total bantuan kemanusiaan Jepang ke Suriah sejak 2012 telah mencapai $ 445 juta.
Proyek di Suriah ini akan fokus untuk mendukung ketahanan populasi lokal yang mengalami kehancuran parah yang diakibatkan oleh perang dan untuk menghidupkan kembali mata pencaharian mereka dalam kerangka Rencana Respons Kemanusiaan negara.
Daerah Ghouta Timur sangat menderita karena kegiatan para Terotis, namun belum lama ini telah dibebaskan dari teroris dan banyak warga Suriah yang mulai kembali ke rumah mereka di daerah tersebut.
MILITER SAUDI DIKONSENTRASIKAN KE RIYADH MENCEGAH KEMUNGKINAN KUDETA
Putra Mahkota Arab Saudi telah menyebar pasukan kerajaan dalam menanggapi desas-desus akan adanya anggota keluarga kerajaan yang berencana untuk menggulingkannya dengan kudeta, Media Emirat melaporkan.
Personil dan peralatan militer dilaporkan telah dikerahkan dari bagian timur dan barat Arab Saudi ke Riyadh disaat Putra Mahkota MBS sedang menghadiri KTT G20 di Argentina.
Perombakan militer apapun kemungkinan akan dijadikan langkah pre-emptive untuk mencegah setiap potensi pergerakan ketika sang sementara Putra Mahkota, MBS, berada di luar negeri.
Laporan yang dibuat di media Emirat itu dikeluarkan bertepatan dengan wawancara dengan seorang pangeran Saudi yang tidak sefaham 9dengan MBS) yang mengklaim akan adanya kudeta kerajaan sebentar lagi, dan fihak oposisi sedang memobilisasi kekuatan guna melawan Putra Mahkota.
Pangeran Khalid bin Farhan al-Saud, yang tinggal di pengasingan di Jerman, mengatakan bahwa kelompok oposisi telah terbentuk di Arab Saudi dengan satu tujuan: untuk menggulingkan Putra Mahkota MBS.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan al-Khaleej Online, Pangeran Khalid mengatakan bahwa gaya pemerintahan Putra Mahkota adalah “bodoh dan delusional’.
Dia mengatakan bahwa jika keluarga kerajaan dan negara lain memutuskan untuk beralih menentang Raja Salman dan Putra Mahkota ‘gelombang kekerasan kemungkinan akan terjadi karena penguasa kerajaan Saudi menggunakan metode yang “ bodoh dan barbar”’.
“Saya berharap akan ada kudeta lunak yang akan menggulingkan “pemerintahan dibalik layar” dan kemudian mengambil kendali lembaga keamanan penting , dan kemudian memecat Putera Mahkota dan raja.” Kata-katanya itu didukung laporan bahwa ada konspirasi yang berkembang di antara anggota-anggota “Dinasti Saud” untuk memastikan putra tersayang Raja itu tidak akan menjadi Raja ketika Raja Salman yang berusia 82 tahun itu meninggal.
Tidak seperti monarki Eropa, Dinasti Saud yang terdiri dari ratusan pangeran, dimana suksesi penggantian Raja diambil dari garis kesukuan, dan tidak secara otomatis jatuh ke putra tertua.
Konsultasi selalu diminta dari setiap garis keluarga sebelum Raja yang baru dipilih , tetapi karena Putra Mahkota sekarang (MBS) secara de facto adalah penguasa , maka upaya untuk menyingkirkannya dari kesetaraan (untuk menjadi Raja) mungkin akan punya konsekuensi terjadinya kekerasan.
Kandidat yang disukai dari fihak oposisi adalah Pangeran Ahmed bin Abdulaziz 76tahun, adik lelaki dari Raja Salman dan paman dari MBS. Pangeran Ahmed adalah satu dari hanya tiga orang anggota “Dewan Kesetiaan”, yang terdiri dari anggota senior keluarga yang berkuasa, yang pada 2017 menentang MBS untuk menjadi putra mahkota, dua sumber Saudi mengatakan pada saat itu.
Pangeran Ahmed bin Abdil aziz
Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa Pejabat senior AS telah mengindikasikan bahwa mereka akan mendukung Pangeran Ahmed, yang telah menjadi deputi menteri dalam negeri selama hampir 40 tahun ini, Kata sumber di Saudi dengan pengetahuan langsung tentang masalah ini.
RUSIA SUKSES UJI COBA SISTEM PERTAHANAN UDARA YANG DIPERBAHARUI
“Pasukan Pertahanan Antariksa (Aerospace Forces) berhasil melakukan uji peluncuran rudal yang ditingkatkan kemampuannya dari sistem pertahanan anti-rudal Rusia di tempat pengujian Sary Shagan (Republik Kazakhstan),” kata Kementerian Pertahanan Rusia.
Menurut Kolonel Sergei Grabchuk petugas pada departemen yang mengoperasikan sistem pertahanan anti-rudal Angkatan Udara Rusia, setelah serangkaian uji coba sistem pertahanan anti rudal yang baru itu menegaskan bahwa “Rudal itu sukses mencapai karakteristik yang ditetapkan dan berhasil menyelesaikan tugasnya menghancurkanl target konvensional dengan akurasi yang telah ditetapkan”.
Sistem pertahanan udara baru berada dalam pelayanan Angkatan Udara Rusia dan dirancang untuk melindungi terhadap serangan udara.
MENLU TURKI : SISTEM S-400 RUSIA LEBIH UNGGUL DARI SISTEM PATRIOT BUATAN AS
Menurut Menlu Turki Mevlut Cavusoglu, sistem pertahanan udara S-400 yang dibeli dari Rusia jauh lebih unggul daripada sistem pertahanan udara Patriot yang dibuat oleh AS dan inilah mengapa Turki memilih S-400.
Menlu Turki menjelaskan bahwa selama sekitar satu dekade Turki berusaha untuk membeli sistem pertahanan udara, termasuk MIM-104 Patriot dari AS, namun apa yang disebut sistem rudal pencegat yang “high-end” itu “tidak berfungsi” ketika diuji coba .
Mengingat Patriot gagal memenuhi persyaratan pertahanan udara militer Turki, Turki kemudian memeilih opsi dari negara lain.
Cavusoglu mengklaim bahwa pada saat Turki berhasil melakukan kontrak dengan Rusia untuk pembelian S-400, kebutuhan militer untuk sistem pertahanan udara modern yang sangat efektif adalah sangat “mendesak”.
Cavusoglu menegaskan kembali. “Rusia memberikan kesepakatan (jual beli) yang terbaik dan transaksi itu telah dilakukan, dan mari kita lihat di masa mendatang siapa yang akan membuat proposal terbaik”.
Menurut sumber itu , militer Turki akan membeli empat batalion S-400 ( 32 peluncur individual, masing-masing memliki empat rudal tembak) dari Rusia, senilai 2,5 miliar dolar.
PASUKAN AS DI AL TANAF SERANG PASUKAN SURIAH DENGAN RENTETAN ROKET
Pasukan AS yang ditempatkan diperbatasan pangkalan militer Al-Tanaf telah menyerang posisi Tentara Suriah di jantung gurun Al-Badiyah Suriah.
Beberapa saat lalu Sumber militer mengumumkan u bahwa pasukan AS telah menembakkan 14 rudal ke lokasi pasukan pemerintah yang terletak di dekat daerah Al-Sukhnah di timur Palmyra.
Sumber itu membantah ada korban tentara (Suriah) dan hanya menderita kerugian dalam material. AlTanaf dikenal sebagai nama area “55 km”, di mana ratusan pemberontak Suriah yang didukung AS beroperasi di sana, dan mendapat pelatihan oleh penasehat militer dari AS.
“Al-Tanf” terletak di jalan raya Damaskus-Baghdad di perbatasan dengan Irak dan tidak jauh dari perbatasan Yordania. Washington membenarkan pasukannya kehadirannya di daerah Al-Tanf dengan alasan guna memerangi “Daesh” atau “ISIS”.
Patut dicatat bahwa dalam dua hari ini wilayah selatan Suriah telah mengalami serangan dari Israel, di mana pertahanan udara Suriah berhasil mencegat semua rudal yang datang dan menghancurkan seluruhnya.
Wawancara 75 menit Washington Post dengan Putra Mahkota Arab Saudi ini sudah dilakukan pada bulan 22 maret 2018 lalu, tapi informasi ini sangat disayangkan untuk dilewatkan, terutama untuk memahami siapakah sebenarnya negara dibalik merebaknya radikalisme dalam Islam.
Yang kita maksud adalah Radikalisme skala global yang bisa mengacaukan dan menghancurkan suatu negara, yang idenya dari musuh Islam Israel, kemudian didanai dan dipersenjatai oleh negara-negara Teluk sekutu setia Israel, untuk tujuan meruntuhkan penguasa yang tidak mau tunduk, atau menolak bersekutu dengan Israel.
Tidak segan mereka mengeluarkan jutaan dolar untuk mendanai dan mempersenjatai terorisme, demi menyenangkan tuannya dengan mensukseskan agenda Israel menghancurkan negara penentangnya.
Menurut Washington Post, wawancara dengan MBS itu awalnya tidak direkam (off the record). Namun, kedutaan Saudi kemudian menyetujui untuk menerbitkan bagian bagian tertentu dari wawancara tersebut.
Pada awalnya, penyebaran faham Wahabisme yang didanai oleh Saudi adalah dilakukan atas permintaan dari negara-negara Barat kepada Riyadh guna membantu melawan pengaruh Uni Soviet pada era Perang Dingin, Pangeran Mahkota Muhammad bin Salman (MBS) mengatakan kepada Washington Post.
Menurut MBS, penyebaran ideologi Wahabi yang didanai oleh Saudi dimulai pada paruh kedua abad 20 setelah sekutu Barat Arab Saudi (AS dan Negara2 Eropa) mendesak Arab Saudi untuk berinvestasi (menyebarkan Wahabiisme), dengan cara (kedok) membangun Masjid dan Madrasah di luar negeri dengan dalih untuk membantu melawan pengaruh Uni Soviet dalam era Perang Dingin.
“Para sekutu kami itu (AS dan negara Eropa) telah menuntut kami agar menggunakan sumber daya kami untuk menyelesaikan tugas ini,” kata Muhammad Bin Salman.
Putra Mahkota juga mengakui bahwa pergantian penguasa dalam pemerintah Saudi yang terjadi secara berturut-turut, telah membuat semuanya kehilangan arah, dan menurutnya sekarang “kita harus mengembalikan semuanya kejalurnya.”
Dalam sebuah wawancara 60 menit dengan TV CBS, putra mahkota membahas banyak sekali topik termasuk upaya reformasinya di dalam negeri, doktrin kaku yang lamban yang telah lama membuat Arab Saudi lambat merespon terhadap revolusi Iran tahun 1979, setelah itu Arab Saudi ingin meniru revolusi “model Iran” itu.
“Sebelum tahun 1979 Arab Saudi tidaklah seperti ini. Setelah tahun 1979 Arab Saudi dan seluruh wilayahnya telah mengalami kebangkitan . … Semua yang kami lakukan adalah untuk kembali keawal, yaitu Islam moderat yang terbuka bagi semua agama dan dunia dan semua tradisi dan seluruh manusia,” kata MBS.
“Saya percaya Islam adalah agama yang masuk akal, Islam itu sederhana, tapi orang-orang telah berusaha membajaknya,” kata MBS kepada Washington Post.
MBS juga mengatakan bahwa sumber pendanaan saat ini kebanyakan berasal dari “Yayasan” yang berbasis di Saudi, bukan dari pemerintah.
Topik lain dalam wawancara ini adalah termasuk munculnya tulisan di media AS yang menyatakan MBS telah mengatakan bahwa penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner itu sudah dalam genggamannya.
MBS membantah laporan bahwa ketika dia bertemu Kushner yang juga menantu Donald Trump di Riyadh pada bulan Oktober lalu itu, dia telah meminta persetujuan, dan mendapat lampu hijau dari Kushner untuk melakukan tindakan keras terhadap tuduhan korupsi (bebarapa anggota kerajaan) yang menyebabkan penangkapan besar besaran atas banyak keluarga kerajaan tak lama setelah pertemuan itu.
Menurut MBS, penangkapan itu adalah murni masalah domestik dan telah biasa dilakukan Kerajaan selama bertahun-tahun ini.
MBS mengatakan, bahwa adalah sesuatu hal yang “benar-benar gila” baginya, jika mau bertukar informasi rahasia dengan Kushner, atau mencoba menggunakan (Khusner) demi (melobi) kepentingan Saudi dalam pemerintahan Trump.
Dia menyatakan bahwa hubungan mereka adalah dalam konteks pemerintahan yang normal, tetapi dia mengakui bahwa dia dan Kushner telah “bekerja bersama sebagai teman, lebih dari sekedar mitra.”
Dia juga menyatakan bahwa dia juga memiliki hubungan baik dengan Wakil Presiden Mike Pence dan pejabat yang lain di dalam Gedung Putih.
Putra mahkota MBS juga berbicara tentang perang di Yaman, di mana koalisi yang dipimpin Saudi terus melancarkan serangan pemboman terhadap pemberontak Houthi dalam upaya untuk mengembalikan kembali Abdrabbuh Mansur Hadi sebagai presiden. Konflik itu telah membunuh ribuan orang, dan menyebabkan banyak orang mengungsi dan mendorong negara (Yaman) itu ke jurang kelaparan, dan merebaknya wabah kolera yang besar.
Meskipun koalisi Saudi banyak dituduh sebagai penyebab sejumlah besar kematian warga sipil dan mengabaikan nyawa sipil, tapi tuduhan itu ditolak oleh Riyadh, putra mahkota mengatakan bahwa negaranya belum punya “kesempatan” untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di negara (Yaman) itu. “Tidak ada opsi bagus dan opsi buruk. Pilihannya hanya antara yang buruk dan yang terburuk,” kata MBS.
Pada tanggal 1 desember 2018 kemarin, Komunitas pro-Suriah di Berlin melakukan unjuk rasa didepan gedung Komisi Eropa yang meminta Uni Eropa untuk mencabut sanksi yang tidak adil terhadap Suriah. Mirip seperti yang terjadi diIndonesia, unjuk rasa semacam ini kemudian dihadapkan dengan pengunjukrasa lain yang menyebut dirinya anti Suriah.
Seorang pengunjuk rasa dengan sangat cerdas menyebut bahwa sanksi ekonomi adalah senjata “kotor yang mematikan” bagi rakyat kecil. Sanksi tidak akan berpengaruh kepada pemerintahan tapi akan menghantam rakyat kecil yang tidak berdosa.
Seperti kita ketahui sanksi barat yang diterapkan terhadap Suriah adalah sangat luas, bahkan sampai larangan masuknya obat obatan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup seseorang, seperti halnya obat obatan anti kanker dan sebagainya.
Sudah delapan tahun tahun rakyat Suriah secara proxy diserang oleh puluhan negara musuh Islam dan dikenakan berbagai macam sanksi ekonomi dari Negara barat yang tidak jelas alasannya. Tidak ada simpati apapun dari beberapa pemimpin Negara muslim manapun, tapi mereka malah membantu proyek musuh Islam untuk menghancurkan Suriah dengan mengirim militant, mempersenjatai dan mendanai proxy mereka itu.
Keadaan yang lebih parah terjadi atas saudara saudara Muslim kita diYaman dalam lebih tiga tahun terakhir ini, karena Bandara dan pelabuhan lautnya diblokir agar tidak ada bantuan internasional yang masuk. DiYaman, Negara Negara teluk malah bukan lagi hanya mengirim proxy mereka, tapi secara terang terangan mengrimkan tentaranya dan membombardir dari udara.
Bagaimana bisa kita bilang kita semua Muslim adalah saudara? Bagaimana bisa kita bilang Islam adalah rahmat bagi seluruh alam? Bagaimana bisa kita meneriakkan Ukhuwah Islamiyah?, sementara kita menutup mata atas kesengsaraan luar biasa yang menimpa saudara saudara muslim kita itu.
Kita sedang berada diera akhirzaman yang sangat aneh dan misterius. Walaupun kita punya mata dan kita punya hati, tapi faktanya kita tidak bisa melihat dan tidak bisa merasakan penderitaan mereka. Urusan dunia telah membutakan mata dan hati kita.
Dajjal telah membutakan mata dan hati kita itu, Hadist menyebut mata kanan Dajjal adalah buta, makanya adalah Dajjal tidak bisa melihat kebenaran dan melakukan hal hal yang benar. Parahnya lagi kita lupa bahwa Dajjal adalah ahli dalam menyamarkan jalan keneraka seakan jalan kesorga, dan jalan kesorga disamarkan seakan jalan keneraka.
Mudah mudahan kita bukan termasuk orang yang dibutakan oleh Dajjal, tapi, Nuur dan hidayah memang tidak bisa dibeli.
Sebuah laporan yang diterbitkan New York Times telah menyatakan bahwa seorang pejabat intelijen Saudi yang dekat dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) tahun lalu telah meminta untuk membunuh beberapa pejabat Iran, termasuk pemimpin Pasukan Quds dari IRGC (garda revolusi Iran) . Sputnik kemudian mendiskusikan hal ini dengan Penasehat Menlu Iran Hossein Sheikholeslam dan pegamat Timur Tengah, Hasan Royvaran.
The New York Times melaporkan bahwa para perwira intelijen Arab Saudi telah mebuat rencana operasi berbiaya $2 miliar untuk menggunakan operasi intelijen swasta guna mencoba menyabotase ekonomi Iran” dan “meminta sekelompok kecil pengusaha untuk menggunakan perusahaannya untuk membunuh musuh-musuh Kerajaan Saudi diIran.”
Diplomat Hossein Sheikholeslam, yang pada waktu itu menjabat sebagai penasehat kepala Kemenlu Iran, mengatakan kepada Sputnik bahwa Arab Saudi memang benar-benar memberikan bantuan keuangan kepada lawan-lawan Iran untuk mencoba “melumpuhkan” (ekonomi) Iran.
“Pangeran Saudi sudah tidak sabar untuk menjadi raja. Tampaknya kejahatan yang dilakukan di Turki terhadap jurnalis Saudi (Jamal Khashoggi) telah mencabut masa depannya. Berulang kali mereka mengatakan bahwa mereka akan membuat sabotase ke Iran untuk menyulitkan situasi di Iran. Semua pernyataan Putra Mahkota adalah tentang hal ini, “kata pejabat itu.
Sheikholeslam lebih lanjut mencatat bahwa “memang, Arab Saudi secara resmi memamsok semua jenis bantuan, termasuk pendanaan kepada organisasi teroris termasuk Mujahedin-e-Khalq (MeK, kelompok oposisi radikal sayap kiri di Iran). Organisasi ini, serta Mossad (Dinas iNtelijen Israel) telah melakukan beberapa sabotase di Iran, itu semua bukan tanpa bantuan dan dukungan dari Saudi. Serangan teroris terakhir mereka (diIran) adalah di Ahvaz. Mereka sendiri secara resmi telah menyatakan bahwa Iran perlu dilumpuhkan. Itu sangat alami dan artikel NYT itu tidak jauh dari kebenaran. . “
Menurut Pengamat Timur Tengah dan ilmuwan politik Hasan Royvaran, AS ingin memperlebar jarak antara Iran dan Arab Saudi. Dia mengatakan bahwa publikasi semacam itu terkait dengan pembunuhan seorang jurnalis Saudi dan sikap beberapa anggota kongres di AS terhadap Putra Mahkota. Ahli politik timteng itu juga mencatat bahwa Kerajaan Arab Saudi telah menyebabkan kerusakan besar pada ekonomi Iran melalui gangguan langsung.
Saya pikir ini terkait dengan kasus Khashoggi. Media di AS dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok seperti New York Times menentang MBS dan menyuarakan pengunduran dirinya dari pemerintah. Beberapa anggota kongres memiliki posisi yang sama yang menyatakan bahwa MBS membahayakan kepentingan nasional AS. Mungkin karena alasan ini, mereka mengangkat topik ini. Sebagai orang Iran, saya percaya ini dan menganggap ini bukan sebagai propaganda melawan pangeran Saudi, tetapi sebagai kenyataan, karena setelah gelombang pertama sanksi Amerika terhadap Iran, banyak yang mulai membeli mata uang (US$) , yang menyebabkan penurunan nilai mata uang nasional Iran, “katanya.
Royvaran juga mencatat bahwa Arab Saudi memiliki operasi di dalam negeri Iran yang membantu Kerajaan Saudi untuk melancarkan perang ekonomi guna mengacaukan situasi dalam negeri Iran, dia menekankan bahwa pemerintah Iran telah membentuk pengadilan khusus untuk menangani kejahatan ekonomi dan menghukum mereka yang terlibat dalam operasi (sabotase) di bidang keuangan. Selama ini Persidangan pengadilan yang diadakan membuat menjadi jelas bahwa (para terdakwa) memiliki koneksi dengan negara-negara asing. Dan sekarang kita dapat menyimpulkan bahwa Arab Saudi mungkin menjadi salah satu pendukung mereka. “
“Setelah diterapkannya sanksi gelombang kedua (oleh AS), meskipun faktanya sanksi ini lebih kuat (daripada putaran pertama), tapi Iran tidak mengalami gejolak ekonomi , dan malah secara bersamaan terjadi penguatan rial Saudia , tentu hal ini tentu mengejutkan fihak AS. Dolar malah melemah “Saat sanksi periode pertama di Iran lebih dari $20 miliar dilemparkan ke pasar. Ini menyebabkan orang tidak memiliki banyak uang tunai, jelas ini ada beberapa pihak ketiga yang terlibat.”
Pakar Timur Tengah itu juga mengatakan kepada Sputnik bahwa kendatipun Arab Saudi melakukan intervensi dalam ekonomi Iran, dia yakin bahwa sepertinya Saudi tidak mungkin terlibat dalam rencana untuk membunuh pejabat tinggi Iran.
“Mengenai fakta bahwa mereka mengembangkan rencana untuk membunuh Jenderal Qassim Suleimani, kemungkinan besar ini tidak benar. Kita harus waspada terhadap klaim AS bahwa Arab Saudi berada di balik semua ini. Tidak dapat diklaim dengan kepastian seratus persen bahwa MBS terlibat, karena perseteruan bekepanjangan antara Iran dan Arab Saudi adalah sepenuhnya kepentingan AS, “kata pakar itu.
Lebih lanjut dia menekankan bahwa MBS meminta agar OPEC memangkas produksi minyaknya sebesar 1 juta barel per hari, tentu ini “benar-benar tidak sejalan dengan kebijakan AS.”
Royvaran menyimpulkan bahwa kemungkin, dengan keinginannya ini MBS sedang mencari persesuaian dengan Iran , sedang AS dengan menerbitkan berita semacam itu sedang berusaha untuk memperbesar jarak antara Iran dan Kerajaan Saudi. Saya pikir ini bisa menjadi kasus, dan orang seharusnya tidak sepenuhnya percaya semua berita yang dipublikasikan di pers Amerika. “
Di tengah kehebohan internasional atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, beberapa anggota keluarga penguasa Arab Saudi kini sedang membuat keruh suasana yang bertujuan mencegah Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MBS) menjadi Raja, tiga sumber yang dekat dengan istana kerajaan mengungkapkan.
Puluhan pangeran dan sepupu dari garis garis keturunan yang kuat dinasti Al Saud ingin melihat perubahan dalam garis suksesi tetapi tidak akan bertindak apapun selama Raja Salman , ayah pangeran mahkota yang berusia 82 tahun itu masih hidup, kata sumber tersebut.
Mereka mengakui bahwa raja tidak mungkin memusuhi putra kesayangannya. Dilain fihak , mereka kini sedang membicarakan dengan anggota keluarga lain tentang kemungkinnan bahwa setelah kematian raja (Salman), maka Pangeran Ahmed bin Abdulaziz 76 thn,yang merupakan adik lelaki dari Raja Salman dan paman dari sang putra mahkota (MBS) , dapat mengambil alih tahta, menurut sumber itu.
Pangeran Ahmed, satu-satunya saudara laki-laki Raja Salman yang masih hidup ini akan mendapat dukungan dari anggota keluarga, fihak militer (keamanan) dan beberapa kekuatan Barat, salah satu sumber diSaudi mengatakan.
Pangeran Ahmed kembali ke Riyadh pada bulan Oktober lalu setelah dua setengah bulan berada di luar negeri (Inggris). Selama perjalanannya diluar negeri itu ia mengeluarkan kritik atas kepemimpinan Saudi saat menyambut para pengunjuk rasa di luar kediamannya London yang meneriakkan kejatuhan dinasti Al Saud.
Dia adalah salah satu dari tiga orang anggota “Dewan Kesetiaan” (kepada Raja) , dewan yang anggotanya terdiri dari keluarga senior yang berkuasa , yang pada tahun 2017 dia menentang MBS untuk menjadi putra mahkota , dua sumber Saudi mengatakan pada saat itu.
Baik Pangeran Ahmed maupun wakilnya tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Dan para Pejabat di Riyadh juga tidak segera menanggapi permintaan dari Reuters untuk mengomentari masalah suksesi itu.
Keluarga Kerajaan dinasti Al Saud terdiri dari ratusan pangeran. Tidak seperti monarki Eropa yang khas, dalam Kerajaan Saudi tidak ada suksesi otomatis dari ayah ke putra sulung. Sebaliknya, tradisi kesukuan kerajaan menentukan bahwa raja dan anggota keluarga senior dari masing-masing garis keturunan (Saud bin abdul Azizi) memilih ahli warisnya masing masing yang mereka anggap paling sesuai untuk menjadi memimpin.
Menurut sumber Saudi yang punya pengetahuan langsung tentang masalah ini. Dalam beberapa pekan terakhir , para Pejabat senior AS telah mengindikasikan kepada penasehat Saudi bahwa mereka akan mendukung Pangeran Ahmed, yang menjadi deputi menteri dalam negeri selama hampir 40 tahun ini sebagai calon pengganti Raja,
Sumber-sumber Saudi ini mengatakan bahwa mereka yakin Pangeran Ahmed tidak akan mengubah arah atau membalikkan salah satu reformasi sosial atau ekonomi yang dilakukan oleh MbS, dia akan menghormati kontrak pengadaan militer yang ada dan akan memulihkan persatuan keluarga.
Seorang pejabat senior AS mengatakan Gedung Putih tidak akan terburu-buru untuk menjauhkan diri dari putra mahkota MBS meski ada tekanan dari anggota parlemen dan keluarnya hasil penyelidikan CIA bahwa MBS adalah yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi, meskipun hal itu bisa saja berubah setelah Trump mendapat laporan definitif tentang pembunuhan itu dari komunitas intelijen.
Pejabat itu juga mengatakan bahwa Gedung Putih melihat (suksesi Raja Saudi itu) sebagai sesuatu yang patut dicatat. Dalam pidatonya senin 19/11 kemarin, Raja Salman tampaknya tetap berdiri dibelakang putranya dan tidak mengutip langsung soal insiden pembunuhan Khashoggi, kecuali hanya memuji apa yang telah dilakukan olh jaksa penuntut umum Saudi.
Pada sabtu lalu , Presiden Donald Trump menyebut hasil kesimpulan CIA bahwa MBS adalah yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi adalah “sangat prematur” tetapi “mungkin saja” ada benarnya, dan Trump mengatakan dia akan mendapat laporan lengkap tentang kasus tersebut pada hari Selasa 20/11.
Sumber-sumber Saudi mengatakan bahwa sikap pejabat AS yang mencoba “mendinginkam” MBS itu bukanlah karena perannya yang dicurigai terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.
Mereka juga diingatkan karena putra mahkota itu belum lama ini mendesak kementerian pertahanan Saudi untuk mempertimbangkan kemungkinan membeli pasokan senjata alternatif dari Rusia, kata sumber tersebut.
Dalam sebuah surat bertanggal 15 Mei yang dibaca oleh Reuters, putra mahkota MBS telah meminta agar kementerian pertahanan Saudi “fokus pada pembelian sistem senjata dan peralatan di bidang yang paling mendesak” dan memastikan tentara mereka mendapatkan pelatihan dalam penggnaan senjata itu, termasuk dalam pembelian sistem pertahanan rusal darat kedarat Rusia S-400.
Pembunuhan brutal Khashoggi diKonsulat Saudi di Turki agustus lalu , yang adalah seorang yang sering mengkritik MBS itu telah mengundang kecaman global, termasuk dari banyak politisi dan pejabat di Amerika Serikat, sekutu penting Saudi. CIA percaya putra mahkota MBS adalah yang memerintahkan pembunuhan itu, menurut sumber AS yang akrab dengan hasil investigasi CIA tersebut.
Sejak diangkat menjadi putra Mahkota, MBS telah memperoleh popularitas atas reformasi sosial dan ekonomi tingkat tinggi yang dilakukannya termasuk mengakhiri larangan mengemudi perempuan dan mebolehkan membuka bioskop di kerajaan yang konservatif itu.
MBS telah melakukan banyak reformasi yang disertai dengan tindakan keras jika ada yang berbedaan pendapat dengannya, pembersihan atas para anggota keluarga kerajaan dan pengusaha atas tuduhan korupsi, dan melakukan perang yang mahal di Yaman.
Dia juga telah menyingkirkan beberapa anggota senior keluarga kerajaan dan memegang kuasa atas atas badan keamanan (militer) dan intelijen Saudi.
Sebelum kemunculannya , pertama kali dia telah menggulingkan pemegang putra mahkota sebelumnya yang juga menteri dalam negeri Mohammed bin Nayef (MBN), 59 tahun pada bulan Juni 2017. Kemudian ia menyingkirkan Pangeran Miteb bin Abdullah, 65 tahun, putra almarhum Raja Abdullah sebagai kepala Garda Nasional dan menahannya sebagai bagian dari kampanye antikorupsi yang dilakukannya.
Ketika sekitar 30 pangeran lainnya ditangkap, dianiaya dan dipermalukan dan kekayaan mereka dilucuti, tapi MBS malah makin bersinar di istana dengan kapal pesiarnya yang seharga $500 juta, dan dia juga membuat rekor baru di pasar seni internasional saat membeli lukisan karya seorang insinyur Italia. dan pelukis Leonardo Da Vinci.
Sebagai akibatnya, seluruh anggota Kerajaan Saud yang lain makin tenggelam .
Menurut salah satu sumber Saudi, banyak pangeran dari kalangan senior di keluarga percaya bahwa perubahan dalam garis suksesi itu “tidak akan memancing perlawanan apa pun dari pihak keamanan atau badan intelijen yang dia kendalikan” karena kesetiaan mereka kepada keluarga yang lebih luas. “Mereka (aparat keamanan) akan mengikuti konsensus yang telah disepakati oleh keluarga kerajaan.”
Amerika Serikat sebagai sekutu kunci dalam hal ekonomi dan keamanan Saudi , kemungkinan akan menjadi faktor penentu dalam hal-hal yang terungkap di Arab Saudi, kata sumber dan diplomat Saudi.
Trump , menantu yang juga penasehatnya Jared Kushner telah membina hubungan pribadi yang mendalam dengan putra mahkota. Salah seorang dalam kerajaan Saudi mengatakan bahwa MBS yakin bahwa dia masih mendapt dukungan dari mereka (AS) dan bersedia untuk menyingkirkan beberapa orang (pejabat diAS) untuk menenangkan AS”.
Tetapi Trump dan pejabat tinggi pemerintahnya telah mengatakan bahwa para pejabat Saudi harus bertanggung jawab atas keterlibatan apa pun dalam kematian Khashoggi dan telah menjatuhkan sanksi terhadap 17 warga Saudi atas dugaan peran mereka , termasuk salah satu pembantu terdekat MBS.
Sementara itu para anggota parlemen AS sedang mendorong undang-undang untuk menghukum Riyadh atas pembunuhan itu, dan baik para senator Republik dan Demokrat telah mendesak Trump untuk bersikap keras kepada putra mahkota MBS.
Raja Salman (82 thn), sadar akan konsekuensi dari terjadinya ketegangan besar dengan Amerika Serikat dimana kemungkinan Kongres dapat saja mencoba untuk membekukan aset Saudi diAS.
Mereka yang telah bertemu raja baru-baru ini mengatakan dia tampaknya menyangkal tentang peran MBS dalam pembunuhan Khasoggi, dan percaya adanya konspirasi untuk menentang kerajaan. Namun mereka menambahkan bahwa sang raja terlihat terbebani dan khawatir.
Ketika raja meninggal atau tidak lagi dapat memerintah, maka “Dewan Kesetiaan” yang beranggotakan 34 orang yang merupakan sebuah badan yang mewakili setiap garis keluarga yang berkuasa untuk memberikan legitimasi kepada keputusan suksesi, tidak akan secara otomatis menyatakan bahwa MBS adalah raja yang baru.
Bahkan sebagai putra mahkota, MBS masih membutuhkan dewan untuk meratifikasi pengangkatannya (menjadi raja), salah satu dari tiga sumber Saudi mengatakan.
Sementara ini dewan itu memang menyetujui keinginan Raja Salman untuk menjadikan putra mahkota MBS, tapi itu tidak menjamin akan menerima MBS menjadi raja ketika ayahnya meninggal, terutama mengingat bahwa ia telah berusaha menyingkirkan beberapa anggota “dewan kesetiaan”.
Sumber-sumber diSaudi mengatakan, bahwa MBS telah menghancurkan pilar-pilar institusional yang telah berjalan hampir seabad dalam sejarah pemerintahan dinasti Al Saud, keluarga, ulama, suku dan keluarga kerajaan yang pebisnis.
Mereka menyebut apa yang terlihat dalam keluarga ini sebagai ketidakstabilan. Terlepas dari kontroversi atas pembunuhan Khashoggi, MBS terus melanjutkan agendanya.
Beberapa orang dalam istana percaya bahwa ia telah membangun buat ayahnya sebuah istana yang baru di Laut Merah yang terpencil di daerah Sharma, di lokasi pengembangan Kota Neom yang dibangun hanya dalam satu tahun dengan biaya $ 2 miliar , sebagai kandang emas untuk masa pensiunnya.
Daerah ini terisolasi, bahkan kota terdekat dari Tabouk saja berjarak lebih dari 100 km jauhnya. Tempat tinggal disana itu akan menjaga raja agar tidak terlibat lagi dalam sebagian besar urusan negara, salah satu sumber yang dekat dengan keluarga kerajaan mengatakan.
Artikel ini lebih banyak berisi analisa kontributor Portal berita Israel “Haaretz” Amos Harel tentang perkembangan situasi di Suriah dan Lebanon yang sepertinya mirip yang akan terjadi diSuriah , karena nampaknya Rusia akan membela Lebanon jika Israel menyerang Lebanon. Akhir akhir ini terlihat gejala adanya minat Rusia dalam membantu Lebanon dalam hal pertahanannya.
Dalam minggu ini, beberapa laporan telah media menuduh bahwa militer Israel sedang berlatih untuk menghancurkan sistem pertahanan udara buatan Rusia termasuk S-300 yang baru-baru ini dikirimkan ke Suriah. Laporan itu seiring dengan harapan AS terhadap Rusia agar Tel Aviv bisa melanjutkan serangan udaranya terhadap apa yang disebut “target Iran” di Republik Arab Suriah.
Peringatan Moskow terhadap masih akan adanya serangan Israel ke Suriah, serta peningkatan minat Rusia dalam berbagai peristiwa di Lebanon, telah mengkhawatirkan perkembangan dan ada ‘bahaya nyata’ menutup “ruang peluang operasi” Militer Israel “di negara-negara ini, Kontributor Portal berita Haaretz Amos Harel menulis.
Dalam beberapa tahun terakhir, pengamat itu mencatat, Tel Aviv telah “mengeksploitasi pergolakan di dunia Arab untuk memperluas kegiatan ofensifnya,” yang terlibat dalam “ratusan serangan udara dan operasi khusus” di Suriah dan Libanon , yang dikatakan difokuskan pada “mencegah Iran dari penyelundupan persenjataan modern kepada Hizbullah, “dan” mencegah perkembangan kekuatan militer Iran di Suriah. ”
Sebagai catatan, Iran telah membantah bahwa ia memiliki kekuatan militer besar di Suriah, dan Iran mengatakan bahwa operasinya terbatas pada penasehat militer yang membantu pasukan Suriah dalam perjuangan mereka melawan Teroris.
Setelah dijatuhkannya secara tidak sengaja pesawat pengintai Rusia oleh pertahanan udara Suriah pada insiden serangan Israel 17 September lalu , fihak militer Rusia menyalahkan kecerobohan Israel, dan serangan Israel itu sekarang berhenti.
“Apakah Rusia benar-benar masih marah atas insiden jatuhnya pesawat IL-20 itu … atau mereka hanya mengeksploitasi untuk mendikte aturan strategis baru di utara, hasilnya tetap sama saja,” Harel berpendapat menunjuk Kepada ucapan Presiden Rusia Vladimir Putin hari Kamis lalu bahwa dia tidak memiliki rencana untuk bertemu dengan PM Israel dalam waktu dekat.
Harel mencatat , dalam berbagai cara Rusia telah menjelaskan kepada Israel bahwa “status quo ante” telah hilang,” dia mengisyaratkan bahwa Moskow nampaknya tidak akan lagi memungkinkan Tel Aviv untuk bisa mengganggu “Kepentingan utama” Rusia di Suriah, pemulihan kekuasaan pemerintah Suriah atas negara dan penandatanganan kontrak Presiden Assad ” yang akan melindungi keamanan dan kepentingan ekonomi Moskow di negara ini.
Menurut Harel, Rusia mungkin akan menghadap opsi militer Israel di Libanon, juga karena adanya analisa yang menunjuk pada apa yang dia katakan sebagai “meningkatnya minat ” Putin di negara (Lebanon) itu akhir akhir ini.
“Dalam skenario terburuk, payung pertahanan – keduanya nyata dan simbolis – bahwa Rusia telah menyebar di barat laut Suriah dan itu akan diperluas ke Lebanon, ini akan semakin mempersulit kalkulus Israel,” kata pengamat itu.
Putin dan PM Israel Benjamin Netanyahu telah membahas Lebanon ketika pembicaraan mereka pada bulan Oktober, dan dilakukan lagi pada pertemuan mereka pada hari Minggu, dimana Netanyahu menggambarkan pembicaraan terakhirnya dengan Putin itu sebagai “ceramah singkat” tanpa merinci maksudnya.
Akhirnya, Harel menyatankan bahwa dia sedanga “mencoba untuk mencari tahu apa yang diinginkan Putin, di Suriah dan mungkin juga di Lebanon,” ini jauh lebih menantang daripada “bermain catur” dengan gerakan Hezbollah.
“Netanyahu agaknya telah mengisyaratkan masalah ini, antara lain ketika dia berbicara tentang pertimbangan keamanan yang tidak dapat dia katakana ke publik, pada saat peringatan almarhum Ben-Gurion awal pekan ini,” pengamat itu berspekulasi.
Kabinet Netanyahu mengalami perombakan besar pekan ini setelah menteri pertahanan Avigdor Lieberman mengundurkan diri, dimana dia menuduh PM Israel telah “menyerah pada teroris Hamas” setelah Tel Aviv sepakat melakukan gencatan senjata dengan Palestina di Gaza pada Selasa lalu. Mundurnya Lieberman kemudian diikuti oleh pengunduran diri menteri imigrasi Sofa Landver.
Dalam komentarnya tentang gencatan senjata Gaza di peringatan Ben-Gurion Rabu lalu , Netanyahu mengatakan bahwa “Pada saat krisis, saat pengambilan keputusan yang menentukan mengenai keamanan, pada saat itu masyarakat tidak dapat lagi menjadi mitra untuk meentukan pertimbangan penting yang harus disembunyikan dari musuh.” Pernyataan PM Israel itu menimbulkan spekulasi di media Israel tentang apa yang sebenarnya dimaksud oleh Netanyahu.
RUSIA MULAI MEMASANG SISTEM RADAR CANGGIH DIAREA RUSIA TENGAH
Dalam beberapa bulan terakhir Angkatan Bersenjata Rusia telah mengamati peningkatan nyata kegiatan pengintaian NATO di perbatasannya. Pekan lalu pesawat pesawat Rusia berulang kali mencegah pesawat mata-mata asing memasuki wilayah udara Rusia.
Mulai Sabtu kemarin Rusia telah mengoperasikan Sistem radar Nebo-UM baru di wilayah selatan Rusia guna mendukung kendali wilayah udara, layanan media dari Distrik Militer Barat Rusia melaporkan.
Stasiun radar baru itu dikerahkan di wilayah Voronezh, dan akan memantau wilayah udara di ketinggian menengah dan tinggi, dan ini makin “meningkatkan kemampuan tempur Distrik Militer Barat dalam mengendalikan wilayah udara di bagian selatan Rusia tengah,” kata pernyataan pers.
Sistem radar Nebo-UM adalah varian modern dari seri Nebo-U dari VHF / multiband 3D-radar, yang NATO memeberinya julukan “Tall Rack”. Sistem radar mobile segala cuaca dirancang ini mampu untuk mendeteksi pesawat, rudal jelajah, hulu ledak balistik dan hulu ledak hipersonik pada jarak hingga 600 km. Juga mampu menentukan asal mereka diluncurkan dan mengirimkan data ini ke pusat komando dan atau sistem pertahanan udara lokal. Sistem Radar ini bekerja dalam mode mandiri dan sebagai bagian dari jaringan pertahanan udara yang lebih luas.
DALAM SEMINGGU TERAKHIR RUSIA MENDETEKSI 14 PESAWAT MATA MATA ASING DEKAT PERBATASANNYA
Dalam seminggu terakhir Rusia telah mendeteksi 14 pesawat pengintai asing di dekat perbatasannya , surat kabar resmi Angkatan Bersenjata Ruisa Krasnaya Zvezda menyatakan pada hari Jumat.
Dalam tujuh hari terakhir Jet jet tempur Rusia telah tiga kali dikerahkan untuk mencegah pesawat2 asing memasuki wilayah udara Rusia, Kata surat kabar itu. Tapi sejauh ini belum ada data yang menunjukkan adanya pelanggaran wilayah.
Ini bukan pertama kalinya militer Rusia mendeteksi adanya pesawat mata-mata asing yang melakukan kegiatan pengintaian di dekat perbatasan Rusia. Sebelumnya, Krasnaya Zvezda juga telah menerbitkan infografik yang menunjukkan adanya tujuh belas pesawat asing yang telah dideteksi pada awal bulan ini.
BELGIA KLAIM CEGAT PESAWAT RUSIA DIAREA BALTIK
Hier, les #F16s@beairforce, actuellement déployés dans la région de la Baltique afin de préserver l’intégrité de l’espace aérien @NATO, ont intercepté des avions de combat Flanker russes sans plan de vol. Protéger votre sécurité, c’est notre mission @BelgiumDefence, pic.twitter.com/76KFAj2nY2
Angkatan Udara Belgia mengatakan bahwa jet F-16 Fighting Falcon yang dikerahkan di Baltik telah dikerahkan untuk mencegat pesawat Rusia yang diduga terbang tanpa rencana penerbangan di daerah itu.
“Kemarin, Pesawat F16 beairforce yang saat ini ditempatkan di Wilayah Baltik untuk menjaga integritas wilayah udara NATO, telah mencegat pesawat jet Flanker Rusia yang terbang tanpa rencana penerbangan,” tulis Angkatan Udara Belgia di Twitter pada Rabu malam.
Insiden itu menyusul penerbangan yang dilaporkan sebelumnya dimana dua pesawat pembom Su-24 Fencer Rusia terbang di atas kapal Angkatan Laut Belgia di wilayah Laut Baltik Kamis lalu. Dilain fihak Angkatan Bersenjata Rusia berulang kali melaporkan tentang pesawat pengintai asing yang mencoba menyeberang ke wilayah udara Rusia.
Pada akhir Oktober lalu Menhan Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa jet Rusia telah dikerahkan lebih dari 120 kali sejak awal tahun untuk mencegah pesawat asing memasuki wilayah udara Rusia secara ilegal.
Moskow telah berulang kali mengatakan bahwa pesawat militernya selalu melakukan penerbangan sesuai dengan hukum internasional dan selalu menghindari menyeberang perbatasan negara-negara lain secara ilegal.
MENLU RUSIA : AS SEDANG MELAKUKAN AKTIFITAS MILITER BERBAHAYA DIPERBATASAN RUSIA
Amerika Serikat sedang mendorong aktifitas militer yang berbahaya di perbatasan Rusia dan kebijakan subversif ini akan membahayakan keamanan Eropa, Menlu Rusia Sergey Lavrov mengatakan dalam sebuah wawancara dengan koran Portugis Publico.
Lavrov mengecam permainan geopolitik yang dimainkan AS dan beberapa sekutu ideologisnya dan “kebutaan birokrasi” dari Uni Eropa untuk memicu krisis Ukraina. Lavrov menyatakan keyakinannya bahwa krisis ini telah menghancurkan “atmosfer kepercayaan,” yang telah diciptakan oleh para pemimpin Rusia dan negara-negara utama Eropa” selama bertahun-tahun terakhir.
“Bangunan dialog antara Rusia dan Uni Eropa telah mengalami kerusakan serius. Para produsen di Eropa telah menderita kerugian miliaran dolar, rezim Kiev (Ukraina) mengobarkan perang terhadap rakyatnya sendiri, konflik baru muncul di Eropa, sementara AS tidak menderita kerugian sama sekali … Selain itu (AS) malah mandapat keuntungan dari situasi untuk mendorong kegiatan militer yang berbahaya di perbatasan Rusia ini , dan untuk mengkampanyekan perlombaan senjata di wilayah kami, sementara kami semua selalu berharap jangan sampai ada perang dingin baru lagi di sana, “kata Lavrov.
Dia menambahkan bahwa keamanan rakyat Eropa telah dikorbankan bagi kebijakan subversif yang dilakukan oleh fihak luar negeri (AS)”.
Pada tanggal 5 November lau , Rusia menndeteksi setidaknya ada empat pesawat mata-mata dan pesawat pengintai AS yang beroperasi di sepanjang perbatasan Rusia, sementara ada dua lainnya yang terbang di dekat pangkalan milter Rusia di Suriah barat.
PERTAHANAN UDARA SURIAH MENKLAIM JATUHKAN PESAWAT DAN 4 RUDAL ISRAEL
Televisi Suriah melaporkan bahwa pertahanan udaranya telah menjatuhkan pesawat tempur Israel dan empat rudal Israel. Tapi militer Israel (IDF) menyebut laporan Suriah itu salah, tidak ada pesawat Israel yang ditembak jatuh; sebuah rudal ditembakkan ke sebuah area terbuka di Dataran Tinggi Golan.
Kamis kemarin, Kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan bahwa angkatan udara Suriah terus mengusir “agresi” Israel atas Suriah selatan dan pertahanan udaranya telah menjatuhkan beberapa “target musuh” yang terbang di atas kota al-Kiswah dimana ada pangkalan militer di selatan Damaskus itu. Juru Bicara IDF membantah laporan ini.
Kantor berita Rusia RIA mengutip sumber keamanan Suriah mengatakan bahwa ” pertahanan udara Suriah telah menembak jatuh pesawat perang Israel dan empat rudal.” Selain itu, televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa “serangan Israel itu tidak mencapai sasarannya karena rudal musuh itu ditembak jatuh.”
Serangan itu terjadi di al-Kiswah, sebuah kota di selatan Damaskus, yang hanya berjarak 50 kilometer dari perbatasan Israel. Kantor berita Suriah lainnya mengklaim bahwa situs-situs yang menjadi sasaran Israel itu adalah milik milisi Iran, tetapi laporan ini belum dikonfirmasi.
Ini bukan pertama kalinya adanya laporan serangan terhadap al-Kiswah. Mei lalu, juga terjadi serangan terhadap fasilitas militer Iran di selatan Damaskus, yang dikaitkan dengan Israel, telah menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk delapan orang Iran.
Target pada saat itu adalah roket jarak menengah dengan hulu ledak yang cukup berat. Enam bulan sebelumnya, pangkalan Iran dibom di daerah yang sama, tiga minggu setelah BBC mempublikasikan citra satelit dari situs tersebut.
PESAWAT ISRAEL SERANG POSISI MILITER IRAN DI SURIAH
BREAKING: #Israel|i Air Force just restarted its airstrikes in #Syria again with the Green light of #Russia. #Israel Air Force’s F-16Is fired multiple Delilah cruise missiles & used smart bombs to target weapon caches of #IRGC proxies & #Syria Army in S & SE. #Damascus. pic.twitter.com/aJTpn1X3qn
Sebuah video yang direkam beberapa saat lalu menunjukkan adanya serangan udara Israel kewilayah Suriah. Pesawat pesawat F16 Israel itu menembakkan rudal jelajah Delilah dan “smart bom” yang menarget sasaran posisi militer Iran di Suriah diselatan dan tenggara Damaskus.
Sementara dalam rekaman lain otoritas Suriah mengklaim bahwa mereka telah menembak jatuh beberapa rudal Delilah yang diluncurkan oleh pesawat2 Israel ke wilayah Al-Kiswah and Khanakir, diselatan Damaskus itu.
MILITER RUSIA : ISIS SEDANG MERENCANAKAN SERANGAN KIMIA BARU DISURIAH
Para teroris ISIS Islam sedang merencanakan untuk membasmi milisi Kurdi dengan bom-bom berisi bahan kimia di Deir ez-Zor, Suriah, kata fihak militer Rusia. Para teroris itu kemudian ingin menuduhkan serangan kimia itu kefihak Damaskus agar hal itu memicu serangan udara baru keSuriah yang dipimpin AS.
ISIS telah memproduksi bom mortir berisi bahan kimia beracun di timur provinsi Deir ez-Zor, kata militer Rusia, Rabu lalu. Selongsong peluru yang diisi dengan bahan kimia oleh 11 awak teroris, yang mendapat pelatihan dari fihak asing yang datang ke Suriah khusus untuk melakukan serangan “Falsa flag” itu.
Militan ISIS berusaha untuk merebut posisi yang dikuasai oleh Pasukan Demokrat Suriah (SDF/pemberontak Suriah) yang didukung AS, untuk kemudian menuduhkan bahwa Damaskus yang melakukan serangan itu.
Para teroris itu berusaha untuk memicu serangan udara besar-besaran dari koalisi pimpinan AS terhadap pasukan pemerintah, kata fihak militer. Rusia akan mengirim sistem peringatan dini senjata nuklir, senjata biologi dan dan kimia (NBC) serta para ahli NBC ke lokasi itu memantau kegiatan ISIS itu, tambahnya.
Teroris ISIS saat ini menguasai sebuah area di ujung timur negara (Suriah) yaitu di tepi kiri sungai Eufrat. SDF (pemberontak Suriah) selama ini memerangi mereka selama berbulan-bulan namun belum berhasil membasmi militan itu meski mendapat dukungan serangan udara dari koalisi pimpinan AS.
Serangan-serangan udara (AS) itu tampaknya malah menelan banyak korban sipil, dimana media lokal secara rutin melaporkan korban yang terjadi. Koalisi (AS) juga dituduh telah menggunakan bom bom terlarang di daerah itu yaitu bom fosfor putih untuk menargetkan pemukiman di wilayah yang diduduki ISIS itu.
Peringatan fihak Moskow itu dikeluarkan tak lama setelah serangan kimia di kota Aleppo, di mana militan anti-pemerintah telah menembaki bagian barat kota dengan “zat beracun,” yang menimpa lebih dari 50 orang . Akan tetapi serangan kimia itu belum menarik banyak perhatian dari komunitas internasional, malah memancing serangan udara (dari militer Rusia) terhadap para penyerang itu.
REKAMAN INSIDEN KAPAL INGGRIS YANG DISAMBUT 17 JET RUSIA DILAUT HITAM
Pada 25 November lalu , Channel 5 Inggris menayangkan cuplikan video luar biasa yang menunjukkan “momen menegangkan ” saat Kapal perang Inggris HMS Duncan yang sedang memimpin armada NATO di Laut Hitam. Rekaman itu menunjukkan Kapal perusak pertahanan udara Ingris itu dikejutkan oleh kemunculan 17 jet tempur Rusia di lepas pantai Crimea.
The Mail Online merilis rekaman maneuver pesawat2 Rusia yang dianggap sebagai sikap “permusuhan kurang ajar” dari fihak Rusia di lepas pantai wilayah mereka sendiri. Rekaman itu terjadi pada Mei 2018 lalu.
Insiden itu lebih seru dari insiden beberapa hari lalu saat sebuah pesawat pembom Tu-142 Rusia melintas disisi sebuah kapal induk AS yang sedang mengambil bagian dalam latihan besar NATO “Trident Juncture” di luar Norwegia.
SETELAH INSIDEN SELAT KERCH RUSIA KERAHKAN RUDAL PERTAHANAN PANTAI
Sebuah iring iringan besar perangkat militer Rusia, termasuk sistem rudal anti-kapal, terlihat bergerak menuju kota Kerch diKrimea, setelah terjadinya insiden penjaga perbatasan Rusia yang menangkap 3 kapal Ukraina yang melanggar perbatasan Rusia.
Video yang diperoleh secara eksklusif oleh agen video Ruptly menunjukkan seluruh iringan truk militer Rusia serta beberapa Sistem Pertahanan rudal Pantai ‘Bal’ yang bergerak di sepanjang jalan di Crimea.
Pasukan dan peralatan Militer itu sedang dipindahkan ke daerah dekat kota Kerch, menyusul insiden menegangkan kapal Rusia dengan sekelompok kapal Ukraina yang melanggar batas perairan Rusia , meskipun telah diberi peringatan berulang kali di Selat Kerch.
Sistem Pertahanan Pantai “Bal” dilengkapi dengan delapan rudal anti-kapal perusak X-35, yang mampu menghantam kapal dengan tonase hingga 5.000 ton pada jarak hingga 20 kilometer.
Video itu dirilis beberapa jam setelah kepala Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengakui bahwa agen intelijen mereka berada di kapal yang memasuki perairan Rusia itu. Dinas keamanan Pantai Rusia FSB sebelumnya menuduh fihak SBU telah menngkooordinasikan “provokasi,” dan juga mengeluarkan pengakuan atas salah satu dari dua perwira SBU yang ditahan dan diinterogasi setelah pengejaran itu berakhir.
Moskow mengatakan, kapal-kapal Ukraina itu gagal untuk melewati selat sempit seperti yang mereka mau, dan melakukan manuver berbahaya sementara juga mengabaikan perintah penjaga perbatasan Rusia.
Setelah terjadi permainan kucing-dan-tikus yang intens selama berjam-jam dan berhasil menghalangi kapal Ukraina itu , para penjaga Pantai Rusia merasa tidak ada pilihan lain selain melepaskan tembakan dan menahan kapal-kapal Ukraina itu. Beberapa orang kru Kapal Ukraina yang terluka oleh pecahan peluru segera dirawat di rumah sakit.
Kiev kemudian menuduh Rusia melakkan “agresi” dan, pada hari Senin, memberlakukan darurat militer di wilayahnya yang berbatasan dengan Rusia serta sepanjang pantai Laut Hitam dan Laut Azov.
Dilain fihak , Moskow menuduh Kiev telah melancarkan provokasi yang direncanakan yang bertujuan memnulut konflik antara dua tetangga dan dipakai sebagai upaya pembenaran untuk menerapkan undang-undang darurat militer menjelang pemilihan presiden pada bulan Maret 2019 nanti, di mana Presiden Petro Poroshenko adalah pendukung atas beberapa kandidat.
MILITER RUSIA TAHAN TIGA KAPAL UKRAINA YANG MELEWATI BATAS PERAIRAN DENGAN RUSIA
Pada 25 November kemarin , Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) mengumumkan bahwa tiga kapal perang Ukraina yaitu Berdyansk, Nikopol dan Yana Kapu , telah ditahan setelah secara ilegal melewati batas maritim dengan Rusia.
Sebuah video, menunjukkan tiga kapal dari Angkatan Laut Ukraina yang ditangkap di Laut Hitam dan dikawal menuju ke pelabuhan Kerch yang menyebar secara online pada hari Minggu, Menurut seorang koresponden dari saluran televisi Kementerian Pertahanan Rusia Zvezda, kapal-kapal itu sekarang ditutupi dengan jaring kamuflase.
Tiga kapal Ukraina Berdyansk, Nikopol, Yana Kapu itu melanggar perbatasan negara Rusia yang bergerak melalui Selat Kerch dari Laut Hitam, yang mendorong Rusia untuk mengerahkan penjaga perbatasan, kapal patroli militer, dan pesawat militer untuk menghentikan apa yang digambarkan FSB sebagai tindakan ‘provokasi’ yang diatur oleh Kiev.
Kapal-kapal itu tidak bereaksi terhadap permintaan kapal Rusia yang mengawal mereka yang membuat manuver berbahaya, kata FSB. Sebuah kasus pidana telah dimulai di bawah KUHP Rusia Pasal 322.3 yaitu palanggaran perbatasan illegal atas negara, kata juru bicara FSB pada hari Minggu.
MENANGGAPI PENANGKAPAN 3 KAPAL PERANGNYA , PRESIDEN UKRAINA BERLAKUKAN DARURAT MILITER
Setelah penangkapan tiga kapal Angkatan Laut Ukraina oleh penjaga perbatasan Rusia karena melanggar perbatasan maritim di dekat Selat Kerch, Presiden Ukraina Petro Poroshenko menandatangani sebuah keputusan darurat militer untuk ‘melindungi negara’ yang akan berlaku hingga 25 Januari 2019.
Salah satu aspek penting kehidupan warga Ukraina yang akan terpengaruh oleh pemberlakuan darurat militer itu adalah hak mereka untuk berpartisipasi dalam pemilihan dan referendum.
Undang-undang darurat militer yang diusulkan itu akan berlangsung selama 60 hari, yang berarti bahwa itu setidaknya akan mempengaruhi kampanye pemilihan presiden yang akan dimulai pada 2019, dan penerapan hukum itu dapat diperpanjang, bahkan dapat mempengaruhi pemilihan itu sendiri, yang dijadwalkan untuk 31 Maret 2019. Dengan kata lain, Presiden Petro Poroshenko akan dapat mempertahankan posnya selama keadaan darurat militer berlangsung.
Meskipun hak-hak dasar tertentu rakyat Ukraina tidak akan dikurangi meski dalam darurat militer, Ukraina masih bisa memangkas beberapa hak rakyatnya, kecuali hak untuk memilih dalam pemilu. Pemerintah Ukraina akan dapat melarang setiap pertemuan, pemogokan, dan unjuk rasa jika dianggap aktivitas mereka sebagai ‘mengancam’ keamanan. Kiev juga akan dapat memberlakukan jam malam dan membatasi pergerakan warga negara di seluruh negeri, jika dianggap perlu.
JET JET RUSIA BOMBARDIR TERORIS YANG MENYERANG ALEPPO DENGAN SENJATA KIMIA
Kemenhan Rusia mengkonfirmasi bahwa jet jet tempurnya telah membombardir posisi teroris yang dilaporkan telah menyerang Aleppo dengan gas klorin mematikan pada hari Sabtu lalu.
Menurut kemenhan Rusia dinas intelijennya telah mengidentifikasi suatu lokasi di zona eskalasi Idlib, sebagai asal tembakan senjata yang digunakan dalam serangan gas diAleppo. Mereka juga menemukan bahwa para teroris sedang mempersiapkan serangan gas beracun lainnya. Semua target telah dihancurkan dan Turki telah diberi peringatan sebelumya tentang serangan Rusia itu melalui saluran hotline.
Pernyataan itu lebih lanjut mencatat bahwa teroris dari kelompok al-Nusra menggunakan peluru buatan tangan kaliber 120-mm yang diisi dengan zat beracun untuk menembaki Aleppo.
“Analisis awal atas bekas selongsong peluru itu menunjukkan bahwa teroris menggunakan amunisi 120-mm buatan tangan, yang diisi dengan zat beracun dengan cara yang diimprovisasi,” kata pejabat itu kepada para wartawan.
Sebelumnya pada hari itu juga Damaskus menuduh negara-negara barat yang tidak disebutkan telah memasok senjata ke kelompok-kelompok teroris bersenjata sehingga mereka bisa melakukan “false flag” serangan kimia dan kemudian akan menyalahkan kepada pemerintah Suriah.
Suriah juga mendesak PBB untuk mengambil “tindakan hukuman” terhadap negara-negara yang mendukung penyerang Aleppo.
Kemenlu Rusia menggambarkan serangan kimia ke Aleppo ini sebagai “upaya untuk merusak proses normalisasi Suriah”, Kemenlu Rusia menambahkan bahwa itu harus “dikutuk tanpa syarat” oleh seluruh komunitas internasional.
Kantor berita milik pemerintah Suriah SANA, melaporkan pada hari Sabtu bahwa warga sekitar Aleppo telah dibombardir dengan pelurru berisi klorin dan meracuni sedikitnya 107 orang.
MILITAN MENYERANG PEMUKIMAN DI ALEPPO DENGAN SENJATA KIMIA
Menurut kantor berita SANA (sabtu 24/11) , militan telah menembakkan peluru yang diisi gas klorin di lingkungan al-Khalidiye. Mereka menembaki permukiman al-Khalidiye dan Al Zahraa serta Sungai Nil yang menyebabkan sedikitnya 41 orang dikirim ke rumah sakit. Para korban menderita mati lemas diduga disebabkan oleh gas klorin.
Sabtu kemarin Kepala departemen kesehatan kota Aleppo Ziad Haj Taha mengatakan bahwa 50 penduduk kota itu terluka dalam serangan oleh militan dengan selongsong peluru yang diisi klorin di daerah pemukiman kota. “Dari mereka yang terluka, 25 dirawat di rumah sakit ke rumah sakit ar-Razi, 25 ke Aleppo University Hospital.
#Aleppo Hospital: Militants bombarded Al-Khadiya, the Al-Zahra Association and the Nile street in Aleppo City with chlorine-filled shells. pic.twitter.com/TbYCGreYNM
Layanan ambulans terus memberikan bantuan kepada para korban penggunaan gas beracun oleh kelompok-kelompok teroris, yang kemungkinan adalah klorin,” kata Taha.
Kota Aleppo sendiri telah dibebaskan oleh pasukan pemerintah Suriah dari kelompok-kelompok teroris pada tahun 2016 tetapi militan masih terus menembaki kota itu dari pinggiran kota Aleppo.
Sebelumnya, Pusat Rusia untuk rekonsiliasi Suriah telah memperingatkan bahwa militan sedang mempersiapkan serangan bahan kimia di Suriah. Menurut Kemenhan Rusia, teroris dari Partai Islam Turkistan telah mengirimkan sedikitnya 20 kontainer dengan masing masing berisis 10 liter klorin ke Suriah.
Kemenhan Rusia juga telah memperingatkan bahwa kelompok teroris Tahrir al-Sham yang berafiliasi dengan Front Nusra, sedang merencanakan serangan kimia terhadap warga sipil di Suriah untuk memprovokasi negara-negara barat untuk melakukan pembalasan terhadap Damaskus.
Sebelumnya, negara-negara Barat telah menuduh pasukan Presiden Bashar Assad melakukan serangan dengan menggunakan senjata kimia di kota Suriah Douma pada 7 April (2018). Kemenlu Rusia mengatakan bahwa isu keracunan gas di Douma tersebar untuk membenarkan campur tangan asing. (Sebelum serangn april itu) Staf umum Angkatan Bersenjata Rusia telah memperingatkan akan adanya provokasi yang direncanakan di Suriah pada 13 Maret lalu.
Menanggapi dugaan serangan senjata kimia (april 2018) itu , Amerika Serikat, Inggris dan Prancis kemudian menyerang sejumlah target di Suriah.
Masyarakat internasional telah menyuarakan keprihatinan tentang penggunaan senjata kimia diSuriah sejak dugaan penggunaan gas sarin di Damaskus pada tahun 2013. Setelah insiden tersebut, Suriah bergabung dengan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) dan sepakat untuk menghancurkan bahan kimia persenjataan senjata. Pada tanggal 4 Januari 2016, OPCW mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa penghancuran senjata kimia Suriah telah selesai.
AS KELUARKAN ISU SENJATA KIMIA SEBAGAI INTIMIDASI BARU KE IRAN
Setelah AP (associated Press) minggu lalu mengungkap bahwa AS sedang mengatur untuk menuduh bahwa Iran telah melanggar larangan internasional terhadap senjata kimia, seorang diplomat AS mengatakan kepada Agen senjata kimia global di Den Haag bahwa Iran belum mengungkapkan semua kemampuan senjata kimianya.
Pada hari Kamis lalu Perwakilan tetap AS untuk OPCW Kenneth Ward mengatakan pada pertemuan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) bahwa Iran telah melanggar konvensi non-proliferasi internasional.
“AS telah lama memiliki kekhawatiran bahwa Iran melaksanakan program senjata kimia yang tidak dijelaskan kepada OPCW,” kata Ward pada konferensi OPCW.
“Amerika Serikat juga prihatin bahwa Iran juga sedang malukan proyek senjata kimia sistem syaraf yang ditujukan untuk tujuan ofensif,” tambahnya.
Dia menghubungkan hal ini dengan tuduhan Gedung Putih dan tema bahwa Iran dan Rusia telah “memungkinkan” Suriah menyerang warga sipil dengan bahan (penyarang) saraf, menurut klaim pejabat di Barat.
Secara khusus Ward mengklaim Iran telah menyembunyikan fasilitas produksi untuk mengisi bom udara (dengan senjata kimia) sementara secara bersamaan mempertahankan program rahasia untuk pengadaan bom beracun yang dilarang,termasuk menyerang saraf.
Sementara sejumlah komentator mengakui kurangnya bukti untuk mendukung klaim itu , dan menganggap sebagai sesuatu hal yang tidak pernah menghentikan pejabat AS untuk membuat tuduhan seperti itu seperti keIrak, Libya, atau Suriah .
Ward hanya mengutip informasi sejarah dari tahun 1980-an yang menuduh Iran telah mengirimkan bahan kimia terlarang dan amunisi ke Qadafi diLibya .
ironisnya AS telah memasok Saddam Hussein dengan peralatan dan kemampuan produksi kimia selama periode tahun 1980-an, menurut dokumen yang belum lama ini digali oleh CIA.
AS KEMBANGKAN RUDAL HIPERSONIK DAN NUKLIR TAKTIS BERBASIS KAPAL SELAM
Angkatan Laut AS sedang mengembangkan Rudal hipersonik yang dapat diluncurkan dari bawah air untuk digunakan dalam program Serangan Global cepat, kata Wakil panglima Angkatan Laut AS Johnny Wolfe.
Senjata ini sedang dikembangkan dibawah Program Sistem Strategis Angkatan Laut AS (SSP), yang biasanya bertugas mengembangkan senjata nuklir.
Berbicara di Simposium Simposium Angkatan Laut tahunan awal bulan ini, Wolfe menjelaskan bahwa AS bertujuan untuk dapat mencapai target manapun pun di seluruh dunia pada saat tertentu dalam rentang waktu satu jam. Untuk bisa melakukan hal itu, AS membutuhkan senjata hipersonik dengan booster (pendorong) yang dapat diluncurkan dari platform apa pun.
Dan dengan demikian, siapa saja tidak akan benar-benar tahu dari mana rudal itu diluncurkan. Kemungkinan varian senjata itu termasuk jenis yang bisa diluncurkan dari kapal permukaan dan kapal selam. Oleh karena itu, tim pengembangan menggunakan persyaratan yang paling ketat: yaitu peluncur bawah laut dari kapal selam.
Menurut wakil panglima AL AS itu, misil masa depan itu tidak hanya akan digunakan oleh Angkatan Laut, tetapi juga oleh semua cabang militer lainnya. Ini akan digunakan untuk semua layanan ketika mereka mencari platform seperti apa yang mereka inginkan untuk menyebarkan kemampuan seperti ini, “kata Wolfe.
Wolfe juga menyatakan bahwa SSP juga telah menerima pesanan untuk mengembangkan senjata nuklir taktis untuk mengejar sistem rudal canggih Rusia yang baru-baru ini diumumkan.
Senjata nuklir ini akan menjadi saingan langsung terhadap apa yang diyakini Rusia bahwa hanya Rusia yang saat ini memiliki dan kami tidak miliki,” kata Wolfe. “Kami akan memiliki kemampuan itu sebagai respon langsung ke Rusia.”
Menurutnya, SSP hanya akan menerapkan kembali program nuklir W76 lama dari teknologi tahun 1970an. Kenapa Washington memutuskan untuk menggunakan teknologi kuno seperti itu adalah karena AS dilarang menguji senjata nuklir baru, dan sebagian besar komponen untuk W76 sudah diuji sebelum adanya larangan internasional itu.
“Kami baru saja menguji semua yang perlu kami uji untuk program itu (W76), hal itu memberi kami keyakinan bahwa ketika kami melakukan ini, system itu pasti akan bekerja,” kata Wolfe. “Kami tidak perlu melakukan uji coba lagi , kami memiliki semua model yang tepat selama beroperasinya program 76 dan 76-1 yang kami gunakan sekarang itu.” “Kami yakin 100% bahwa ketika kami mengoperasikannya di lapangan, semuanya akan bekerja seperti yang direncanakan” , tambahnya.
Namun masalah yang dihadapi militer AS bukanlah di hulu ledak, tapi adalah pada (roket) pengangkut rudal. Rudal Trident D5 yang lama sekarang tidak lagi diproduksi, dan sejak AS secara berkala menguji D5 untuk menguji apakah rudal itu masih dapat diandalkan, ini akan membuat (AS) cepat atau lambat kehabisan rudal, Wolfe mengakui.
Untuk mengatasi situasi ini, SSP harus mengembangkan rudal jelnis baru yang dijuluki Trident D5 LE2, yang harus dimasukkan ke dalam parameter ukuran lama. Akibatnya, mesin (pendorong) harus tetap sama dengan yang lama. Yang dapat dimodivokasi oleh para insinyur hanyalah pada sistem elektroniknya.
“Soal Motor pendorong ( roket), seperti yang saya tunjukkan pada Anda , pendorongnya masih akan tetap sama karena diameter tabungnya itu sama, tingginya sama, dan itu yang kita perlukan sejauh ini . Jadi penggeraknya akan tetap sama , namun semua hal yang bersifat front-end, bagian peralatan, elektronik, semuanya akan diperbaharui, ” kata Wolfe kepada wartawan setelah pidatonya.
IRAN AKHIRNYA MERILIS VIDEO SERANGAN DRONENYA KE ISIS DISURIAH DAN IRAQ
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) akhirnya merilis rekaman udara terbaru yang menunjukkan serangan udara intensif yang dilakukan oleh drone buatan mereka sendiri terhadap kelompok teroris ISIS di Suriah dan Irak.
Video itu menunjukkan drone tempur ‘Shahed-129’ sedang melakukan beberapa serangan udara pada posisi ISIS di provinsi Deir Ezzor yang kaya minyak, Suriah tengah dan sepanjang perbatasan dengan Irak.
Komandan Angkatan udara Garda Revolusi Iran IRGC mengatakan dalam wawancara televisi pada Rabu malam , bahwa pangkalan AS di Afghanistan, UEA, dan Qatar serta kapal induk AS di Teluk Persia semuanya dalam jangkauan rudal Iran.
Dia menunjuk ke Pangkalan Udara Al Udeid AS di Qatar, Pangkalan Udara Al-Haafra di UEA, dan Kandahar Airfield di Afghanistan, dan mengatakan pangkalan tersebut digunakan untuk mengancam Iran tetapi sekarang yang mereka lakukan itu hanyalah peluang opurtunis.
Shahed 129 adalah Drone (UCAV) buatan Iran bermesin tunggal, berdaya tahan terbang lama , berketinggian sedang, yang dirancang oleh Shahed Aviation Industries untuk Garda Revolusi Iran (IRGC).
Drone Shahed 129 mampu melakukan misi tempur dan pengintaian dan memiliki daya tahan 24 jam. Dalam hal ukuran, bentuk dan kemampuannya mirip dengan drone Predator MQ-1 buatan AS.
SURIAH DAN HEZBOLLAH KEMBANGKAN SENJATA ELECTRONICS JAMMING GUNA MENGACAUKAN SERANGAN UDARA ISRAEL
Militer Suriah dan Hezbollah sedang mengembangkan senjata elektronik untuk menangkal serangan udara Israel yang menggunakan pemandu GPS yang menyerang Suriah dan Lebanon , layanan berita Channel 2 Israel melaporkan.
Mengutip para pejabat militer Israel yang mengklaim bahwa tidak hanya Israel yang mengetahui upaya yang dituduhkan kepada militer Suriah dan Hizbullah untuk mengembangkan senjata yang memblokir sinyal GPS guna menangkal serangan udara Israel, tetapi Israel juga sudah mengembangkan sistem yang penangkal seperti itu.
Sebagian dari upaya itu adalah ketika belum lama ini diadakannya sebuah latihan yang dilakukan oleh militer Israel untuk mempelajari pengaruh GPS-jamming yang dilakukan oleh calon musuh pada pasukannya selama operasi.
Untuk sebuah angkatan udara modern seperti Israel, rudal yang dipandu GPS adalah kunci untuk menyerang target dalam jarak jauh dengan presisi tinggi dan dengan risiko minimum bagi pilot dan pesawat yang terlibat dalam serangan semacam itu. Teknik pemandu rudal yang lain yaitu dengan pemandu laser, ini mengharuskan pesawat untuk mendekati target (meningkatkan risiko ditembak) dan dapat terganggu oleh kondisi cuaca buruk.
Belum lama ini Pemerintah dan militer Israel menyatakan bahwa pasukan Israel berniat untuk terus melakukan operasi di Suriah meskipun akhir2 ini agak mengendor sehubungan dengan adanya pengiriman sistem pertahanan udara S-300 Rusia yang canggih kepada militer Suriah.
AS AKAN BERI SANKSI SEMUA FIHAK YANG TERLIBAT PENGIRIMAN MINYAK KESURIAH
AS sebgai kakitangan Israel selalu menghalalkan segala cara untuk menindas Negara Negara yang berdiri tegak melawan Israel. Menggunakan Sanksi Ekonomi Sebagai Senjata Perang adalah cara cara setan yang tidak berperikemanusiaan yang akan menyengsarakan sampai kerakyat kecil. Kita pernah membuat artikel pendek yang mengulas tentang metode perang yang biadab , tak bermoral dan arogan dari AS itu. Kita semua sudah sangat hafal dengan segala alasan dan argumen yang diciptakan sebagai alasan pembenaran atas penerapan sanksi2 seperti itu. Setelah lebih 7 tahun kesengsaraan rakyat Suriah karena perang yang mereka ciptakan itu, kini mereka masih akan mencekik rakyat Suriah .
AS telah menerapkan sanksi baru terhadap apa yang disebut sebagai jaringan pengiriman minyak ke Suriah, termasuk diantarany perusahaan dan individu Rusia dan Iran. Washington mengatakan akan mengganggu pengiriman ke pelabuhan milik Suriah.
Enam orang telah dijatuhi sanksi atas pengiriman minyak ke Suriah, Departemen Keuangan AS mengatakan. Tiga lembaga lain juga telah dijatuhi sanksi.
Selain langkah-langkah baru itu, US Coast Guard (penjaga pantai AS) telah mengeluarkan peringatan peringatan akan adanya “risiko sanksi yang signifikan” pada pengiriman minyak ke Suriah. AS telah berjanji bahwa itu akan “mengganggu” setiap percobaan pengiriman ke pelabuhan milik pemerintah di Suriah.
Departemen Keuangan AS mengklaim bahwa individu dan perusahaan yang akan dikenai tindakan tersebut disebut sebagai terlibat dalam “skema yang kompleks dan jahat” untuk mendukung rezim pemimpin Suriah Bashar Assad. AS mengklaim bahwa impor minyak ke Suriah dari Iran itu bertentangan dengan sanksi Amerika. Pemerintah Suriah kemudian juga diduga mentransfer uang tunai kepada kelompok militan Islam Hamas dan Hezbollah, atas petunjuk Iran.
Depkeu AS juga mengklaim bahwa perusahaan-perusahaan Rusia bertindak sebagai perantara, mengambil uang dari Iran dan mengirimkan minyak ke Suriah. Dalam satu kasus yang diperinci dalam siaran pers Depkeu AS, dikatakan bank sentral Iran mentransfer uang ke perusahaan farmasi Iran, yanga diharapkan agar atas nama kemanusiaan ini akan mengusir para pengamat AS.
Uang itu kemudian diduga ditransfer ke bank Rusia, lalu ke perusahaan Rusia yang mengirim minyak dari Iran ke Suriah. Departemen Keuangan AS juga mengklaim bahwa Sepanjang perjalanannya, kapal-kapal Rusia itu akan mematikan sistem pelacakan GPS mereka untuk menyembunyikan asal barang mereka.
Setelah uang tunai masuk ke Bank Sentral Suriah, diduga uang itu kemudian dikirim ke unit Hizbullah dan Hamas yang beroperasi di Libanon dan di wilayah Palestina.
Sementara operasi itu dilukiskan sebagai konspirasi besar yang digali oleh AS, sanksi terbaru AS sedang diciptakan melalui kampanye yang sedang berlangsung melawan Iran dan sekutu-sekutunya.
Ketika AS menjatuhkan sanksi ekonomi sepenuhnya kepada Teheran pada awal bulan ini, sanksi itu menarget perbankan, pengiriman barang , dan sektor minyak negara itu. Bank-bank yang memberikan layanan kepada Hamas dan Hezbollah dikenai sanksi, seperti perusahaan pelayaran yang memindahkan pasukan Iran dan pasokannya di sekitar Timur Tengah.
Menghadapi ancaman hukuman AS itu , seminggu kemudian sistem pengiriman keuangan SWIFT memutus layanannya ke bank sentral Iran, ini membuat Iran semakin sulit untuk menyelesaikan tagihan impor dan ekspornya.
IRAN MENGKLAIM TELAH MEMBUAT “FATHER OF BOMBS” MENYAINGI “MOTHER OF BOMBS” BUATAN AS
Seorang komandan tertinggi dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa Iran memiliki “bapak segala bom” yang membayangi senjata non-nuklir AS yang paling kuat.
Bom itu dikembangkan atas permintaan khusus dari IRGC, komandan Angkatan Udara Aerospace Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara pada hari Jumat.
“Setelah diajukannya proposal oleh Angkatan Udara dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Organisasi Industria Pertahanan Iran kemudian memproduksi bom berkekuatan 10 ton. Bom bom itu sekarang sudah ada di tangan kami, ”PressTV mengutip komandan itu.
“Bom Bom itu dapat diluncurkan dari pesawat Ilyushin (pesawat angkut raksasa buatan Rusia) dan mereka sangat merusak,” tambahnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang kemampuan senjata itu.
Komandan itu menyebut bahwa perangkat itu adalah “bapak dari semua bom,” jika dibandingkan a dengan Bom buatan AS GBU-43/B (MOAB=Massive Ordnance Air Blast Bomb) yang selama ini dianggap “Induk segala bom”, Karena bom buatan Amerika itu berbobot 9,8 ton yang setara dengan 11 ton TNT, komandan IRGC mungkin mengacu pada bobot bom buatan Iran yang baru itu daripada menyebut potensi destruktifnya.
MOAB buatan AS dikembangkan pada tahun 2003 dan pertama kali digunakan dalam pertempuran pada bulan April tahun ini, ketika AS menjatuhkannya di Afghanistan pada kompleks terowongan gunung yang digunakan oleh teroris ISISdiAfghanistan.
Namun demikian, bom Iran yang baru ini mungkin akan memicu perselisihan tentang sebutan “bapak segala bom”, karena Rusia telah lebih dudlu memiliki persenjataan non-nuklir yang dikenal sebagai “bapak segala bom.”
“The Aviation Thermobaric Bomb of Increased Power” buatan Rusia yang dikenal sebagai ‘bapak semua bom’ (FOAB), telah berhasil diuji coba oleh Rusia pada tahun 2007, dengan hasil yang mengesankan untuk ukuran bom non-nuklir , yaitu menghasilkan kekuatan setara 44 ton (TNT) ketika diledakkan. Bom itu meledak di udara, menguapkan targetnya, meruntuhkan struktur bangunan, dan meninggalkan bekas ditanah seperti bulan yang hangus.
RUSIA TIDAK MAU TERSERET PERLOMBAAN SENJATA, TAPI AKAN MERESPON KELUARNYA AS DARI PERJANJIAN INF
https://www.youtube.com/watch?v=Iiv7f1bgc2Y
Moskow tidak akan mengabaikan dan akan menanggapi keputusan Washington untuk secara sepihak menarik diri dari perjanjian senjata nuklir INF (Intermediate Range Nuclear Force), kata Presiden Rusia Vladimir Putin, dia menambahkan bahwa Rusia tidak perlu terseret dalam perlombaan senjata .
Rusia masih siap untuk melanjutkan dialog dengan AS mengenai perjanjian bilateral yang melarang rudal jarak menengah, yang telah menjadi salah satu pilar perlucutan senjata nuklir itu , Namun, AS harus “menyikapi masalah ini dengan tanggung jawab penuh,” kata presiden Rusia itu .
Dia menambahkan bahwa keputusan Washington untuk menarik diri dari perjanjian “tidak bisa dan tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa direspon.” Kata Putin pada pertemuan pemerintah di Sochi.
Putting mengingatkan bahwa “Ini bukan ancaman kosong”. Dia mengatakan bahwa Rusia sebelumnya telah memperingatkan AS agar tidak meninggalkan perjanjian ABM (Anti Ballistic Missile) yang mengatur sistem rudal itu dan memperingatkan Washington tentang kemungkinan pembalasan.
“Sekarang, kami memiliki senjata hipersonik yang mampu menembus pertahanan rudal,” kata Putin,
Presiden juga meminta pemerintah dan pejabat militer untuk mengembangkan “langkah konkrit” yang dapat diambil Rusia sebagai tanggapan terhadap penarikan AS dari Perjanjian INF.
Moskow tidak akan mengizinkan siapa yang mau menyeret Rusia dalam perlombaan bersenjata lagi, kata pemimpin Rusia itu. Sebaliknya, Rusia berencana untuk fokus pada ” Pengembangan yang seimbang” antara Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Pasukan Rusia diharapkan untuk mengadopsi teknik pelatihan militer baru, dan menggunakan pengalaman tempur yang mereka dapat di Suriah. Rusia juga akan terus memodernisasi perangkat militernya.
Putin mengatakan dia berharap bahwa “akal sehat” akan menang dan AS akan mau melanjutkan dialog dengan Rusia di bidang stabilitas strategis dan keamanan kolektif atas dasar “tanggung jawab bersama.”
Perjanjian senjata INF yang telah berusia 30 tahun itu melarang kepemilikan dan pengembangan rudal jarak pendek dan menengah. Tapi AS telah mengklaim bahwa Rusia telah melanggar kesepakatan INF dengan membuat rudal-rudal yang dilarang perjanjian INF.
Moskow telah menyanggah tuduhan tersebut dan menuduh AS sebagai tidak mematuhinya, dengan alasan ini dibuat agar pihak AS dapat mengaktifkan lagi kompleks pertahanan rudal yang ditempatkan di Eropa Timur dan menggunakannya sebagai basis peluncur jarak menengah ofensif.
Pada bulan Oktober lalu , Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menegaskan kembali keinginan Presiden AS Donald Trump untuk menarik diri dari perjanjian INF selama kunjungannya ke Moskow. Alasannya adalah dugaan bahwa Rusia tidak mematuhi perjanjian itu lagi , dan ia juga menyebut adanya perkembangan pesat militer China yang sedang berlangsung sebagai dalih.
CIA MENYEBUT MBS YANG MENYURUH PEMBUNUHAN KHASOGGI
Badan Intelijen Pusat AS (CIA) telah menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) telah memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Klaim CIA itu dikeluarkan setelah munculnya berbagai cerita yang bertentangan yang dikeluarkan oleh media dan pejabat intelijen Saudi yang menekankan bahwa seandainya agen intelijen Saudi terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, maka putra mahkota kerajaan tidak ada hubungannya dengan kasus itu.
Para pejabat CIA mengatakan bahwa mereka sangat yakin atas temuan mereka tentang pembunuhan Khashoggi itu, di antara berbagai sumber intelijen, percakapan telepon yang dilakukan oleh Khalid bin Salman (saudara laki-laki Mohammad, dan duta besar Saudi untuk AS) dengan Khashoggi yang memastikan dia akan aman untuk masuk ke konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil buku nikah.
Laporan CIA mengatakan bahwa percakapan telepon antara Khalid dengan Khashoggi ini atas saran putra mahkota (MBS), apakah Khalid tahu (kedatangannya ke Konsulat Saudi ) ini akan mengakibatkan kematian Khashoggi masih belum jelas.
Secara keseluruhan, kesimpulan CIA yang sekarang dipublikasikan secara luas telah mempersulit upaya pemerintah Trump yang berniat untuk menahan reaksi terhadap Arab Saudi dan tentu saja ini akan makin meningkatkan tekad Turki yang ingin melihat para petinggi Saudi tertentu dihukum.
PUTIN MEMPERMUDAH ORANG YANG AKAN BERMIGRASI KERUSIA
Bertolak belakang dengan kebijakan AS yang sedang gencar melawan imigran, Putin baru saja menandatangani undang-undang baru yang membuat para imigran lebih mudah berimigrasi ke Rusia.
Juga, dalam waktu dekat, Rusia akan mengadvokasi imigran untuk bisa memiliki kewarganegaraan ganda, artinya calon imigran tidak lagi perlu lagi meninggalkan kewarganegaraan di negara asal mereka.
Info yang terkait lain adalah , Patriarch Kirill kepala Gereja Ortodoks Rusia baru-baru ini mengatakan bahwa Gereja mungkin dapat memberikan bantuan imigrasi bagi umat Kristen Ortodoks yang sedang menjalani proses tersebut.
“Rusia akan secara tegas membela hak dan kepentingan warganya di luar negeri di tengah meningkatnya ketegangan di dunia.” Kata Putin.
TENTARA SURIAH BERHASIL SEPENUHNYA REBUT AREA AL-SAFA DARI ISIS
Setelah beberapa hari pertempuran sengit di seluruh area vulkanik Al-Safa di Suriah selatan, Angkatan Darat Suriah telah berhasil sepenuhnya membebaskan kawasan itu dari teroris ISIS.
Kekuatan ujung tombak operasi pemerintah ini adalah Divisi Mekanik ke-4 elit, yang didukung artileri berat dan dukungan udara, faksi pro-pemerintah lainnya termasuk kelompok Druze dan kelompok mantan pemberontak juga memainkan peran kunci dalam operasi ini .
Sejak pertempuran untuk Al-Safa dimulai hampir empat bulan yang lalu ratusan teroris telah terbunuh; Tentara Suriah juga telah kehilangan pasukannya yang mencapai ratusan orang.
Bagi ISIS, awal dari beakhirnya mereka ini terjadi setelah Angkatan Darat Suriah berhasil merebut perbukitan tertinggi di wilayah Al-Safa, yang memberi mereka penguasaan atas wilayah yang tersisa yang dikuasai kelompok teroris lebih jauh lagi ke selatan.
Laporan awal menunjukkan bahwa semua elemen ISIS yang masih bertahan telah dinetralisir, beberapa militant kemungkinan telah melarikan diri ke padang poasir kearah timur.
Tentara Suriah saat ini sedang membersihkan ranjau didaerah-daerah yang belum lama ini direbut kembali , sebagai bagian dari operasi pembersihan menyeluruh.
RABBI YAHUDI ORTHODOX: JANGAN SAMAKAN KAMI DENGAN YAHUDI PENDUKUNG ZIONIS
Most Haredi Jews worldwide are anti-Zionist, or at least non-Zionist. (Don’t conflate with the so-called “modern’ Orthodox” or the Mizrachi fanatic Zionist settlers who have a similar look (Wear a Kippah etc.) but are just the opposite of the original orthodox Jews. pic.twitter.com/IwSQuxsjNU
Sebagian besar orang Yahudi Haredi di seluruh dunia adalah anti-Zionis, atau setidaknya non-Zionis. Jangan menyamakan dengan mereka yang disebut “Yahudi modern Ortodoks ” atau para pemukim Zionis (diIsrael) yang fanatik Mizrachi , Mungkin mereka memiliki penampilan yang sama dengan kami (Memakai Kippah/peci Yahudi, kelabang samping dsb) , tetapi mereka sebenarnya bertolak belakang dengan orang Yahudi ortodoks asli.
UTUSAN TETAP SURIAH DI PBB : KAMI AKAN MEREBUT KEMBALI GOLAN DARI ISRAEL DENGAN CARA DAMAI MAUPUN PERANG
Al-Jaafari: “we will restore Golan by peace or by war.. this is our message to Israel and its envoy.” pic.twitter.com/8zosdNneUX
Pada hari jum’at lalu sebagian besar negara anggota PBB telah memberikan suara yang mendukung rancangan resolusi Majelis Umum PBB yang menekankan pengembalian kedaulatan Suriah atas Golan yang diduduki (Israel) dan mempertimbangkan agar semua prosedur yang diadopsi oleh Israel di Golan sebagai batal demi hukum.
Rancangan resolusi itu didukung oleh 151 negara anggota dan ditentang oleh Amerika Serikat dan “Israel” sementara 14 negara abstain dari pemungutan suara. Ini adalah sesi pertemuan ke-28 Komite Keempat Majelis Umum PBB dalam Sidang ke-73.
Setelah pemungutan suara, Perwakilan tetap Suriah untuk PBB Bashar Al-Jaafari mengatakan bahwa “Hasil pemungutan suara yang mayoritas besarnya mendukung rancangan resolusi ini telah mengirimkan pesan yang jelas ke Israel bahwa pendudukannya atas Golan diSuriah telah ditolak, karena melanggar aturan Piagam PBB dan prinsip-prinsip Hukum Internasional, dan Israel harus mengakhiri pendudukannya atas semua wilayah Arab yang diduduki dan segera menghentikan pelanggarannya terhadap hak asasi manusia dan Internasional Hukum Humaniter termasuk Konvensi Jenewa (IV) yang diadopsi pada tahun 1949.
” Dia menegaskan kembali bahwa hasil voting itu juga telah menekankan bahwa upaya pendudukan Israel untuk mencaplok Golan adalah batal demi hukum dan tidak ada efek hukum berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan No. 497 tahun 1981.
Dia menunjukkan bahwa rakyat didataran tinggi Golan Suriah yang diduduki telah menolak semua upaya pendudukan yang bertjuan “meyahudikan” Golan itu, yang terakhir kali , mereka (rakyat Golan) telah menggagalkan apa yang disebut “Pemilihan Dewan Lokal” yang diselenggarakan (Israel) pada 30 Oktober lalu.
Al-Jaafari juga mengatakan bahwa sikap AS terhadap rancangan resolusi di Golan Suriah yang diduduki tidak mengherankan, karena Washington adalah mitra kunci pendudukan Israel dalam perang dan tindakan agresi terhadap wilayah tersebut dan selalu membela entitas Israel terhadap pertanggungjawaban apa pun atas catatan kriminalnya selama beberapa decade ini.
Dia menambahkan bahwa AS juga merupakan mitra Israel dalam mencuri sumber daya (minyak) diGolan melalui perusahaan-perusahaan AS seperti Genie, Afek dan AES yang secara ilegal melakukan penggalian minyak di Golan.
Selain itu, al-Jaafari mengatakan Amerika Serikat sendiri juga sedang melakukan pendudukan dengan kehadiran pasukannya di wilayah Suriah dan melindungi para teroris Daesh (ISIS) di daerah al-Tanf Suriah dan utara Deir Ezzor serta di beberapa negara di dunia.
Al-Jaafari melanjutkan dengan mengatakan bahwa perwakilan Israel di PBB telah gagal untuk memahami pesan hukum dan politik yang dikirim oleh suara mayoritas ini. Dia menambahkan bahwa perwakilan ini juga menggunakan istilah “Golan Heights” (dataran tinggi Golan) yang tidak benar, karena Golan terdiri dari ketinggian , lembah, dataran, sungai, mata air, dan Danau Tiberias, yang semuanya adalah wilayah Suriah sebagaimana diakui oleh negara-negara anggota PBB, dan semuanya akan kembali ke Suriah apakah Israel suka atau tidak.
VIDEO : RANJAU BESAR MEMBUNUH SATU REGU PASUKAN KOALISI SAUDI
Sebuah rekaman video yang mencengangkan yang dirilis oleh media Houthi yang menunjukkan saat sebuah bom (ranjau) besar yang ditanam oleh pasukan kelompok pemberontak (Houthi) di Yaman telah meledakkan satu regu pasukan Koalisi Saudi saat mereka melintasi sebuah halaman di kota Houdaidah.
https://www.youtube.com/watch?v=A02ONMby2TY
Menurut informasi yang diberikan oleh media Houthi, yang ditampilkan dalam video itu adalah penyergapan yang terjadi di daerah Medina , Houdaidah.
Terlihat jelas dari rekaman itu bahwa seluruh anggota kesatuan setingkat peleton atau setidaknya 20 prajurit terbunuh oleh ledakan itu.
Bom ranjau itu tampaknya telah ditanam di bawah Lori flatbed yang dalam video terlihat di sisi kanan, dimana para prajurit itu berjalan lewat dalam formasi jajaran yang terpisah.
Houdaidah saai ini dikuasai oleh pemberontak Houthi dan unsur-unsur tentara Yaman yang menentang Mansor Hadi, Saat ini Houdaidah sedang mendapat serangan besar dari pasukan Koalisi Saudi , sebagian besar pasukan darat (koalisi Saudi) yang menyerang kota Houdaidah adalah tentara bayaran yang didukung oleh bbeberapa negara Teluk.
TENTARA SURIAH BERSIAP SERANG MILITAN YANG MELANGGAR ZONA PENYANGGA IDLIB
Tentara Suriah dilaporkan sedang melakukan persiapan akhir untuk melakukan serangan darat terhadap kelompok-kelompok militan di Suriah utara, yaitu di bagian yang dikuasai pemberontak di daerah Idlib, Hama dan Aleppo , terlepas dari fakta bahwa rencana serangan sebelumnya telah dibatalkan. kali ini adanya operasi militer itu telihat semakin dekat.
Menurut informasi media yang bocor yang dirilis oleh sumber semi resmi (yaitu akun medsos wartawan Suriah), tank Tentara Suriah, pasukan artileri dan pasukan tempur sedang bergerak ke titik tolak terakhir mereka melintasi perbatasan Idlib.
Bocoran info itu menunjuk ke arah akan adanya operasi “terbatas” yang akan berlangsung dalam ruang zona penyangga Idlib itu sendiri (bukan serangan besar untuk menetralkan kelompok militan di Suriah utara secara keseluruhan).
Serangan itu nampaknya ditujukan untuk menetralkan potensi seangan kelompok-kelompok militant dan faksi-faksi pemberontak bersenjata lainnya dalam zona eskalasi 15-20 kilometer yang seharusnya mereka mundur dari lebih dari satu bulan lalu seperti hasil perjanjian Sochi.
Sumber itu mengatakan bahwa netralisasi potensi serangan (militant) ini akan melibatkan penempatan dan penghancuran lokasi senjata berat militan, pusat komando dan gudang senjata mereka.
Penggunaan kekuatan udara dan artileri saja dianggap tidak mampu mennyelesaikan tugas ini, sehingga kekuatan darat adalah yang sebenarnya harus dikirim.
Kelompok militan telah berulang kali melanggar gencatan senjata di Suriah utara dan tidak mundur (dari zona penyangga) seperti yang disepakati di Sochi. Dan pada hari Jumat lalu adalah puncaknya ketika terjadi pembunuhan lebih dari 24 orang Suriah oleh para militant yang melancarkan serangan kegaris (pertahanan) pemerintah di barat laut pedesaan provinsi Hama.
ULAMA SURIAH : TENTANG JANJI PALSU ERDOGAN , KETERLIBATAN TURKI DAN KEPENTINGAN IKHWANUL MUSLIMIN
Berbicara kepada Al-Nujaba TV, Ulama besar Suriah Ahmad Badreddin Hassoun menceritakan kunjungan terakhirnya keTurki dan bertemu dengan Erdogan tahun 2011 tepat sebelum dimulainya perang Suriah dan dia mengungkap janji janji palsu yang disampaikan Presiden Turki kepada Bashar al-Assad.
Dengan hampir delapan tahun terakhir perang Suriah ini , Hassoun secara efektif membuktikan bahwa Turki (dan Qatar) adalah pendukung sejati dari pemberontakan (2011) diSuriah yang terinspirasi oleh apa yang dilakukan Ikhwanul Muslimin 2011, dan kemudian didukung oleh Amerika Serikat,
Arab Saudi dan kekuatan lainnya (regional dan ekstra-regional) mendukung kedua faksi yang berbeda tapi serupa untuk kepentingan mereka masing masing.
Ulama besar Suriah itu mengatakan bahwa ia mengunjungi Turki pada tahun 2011 dan selama pertemuan dengan Erdogan setelah shalat Jumat, Erdogan menyatakan bahwa “Arab spring sedang menimpa kita, dan jika ada sesuatu yang buruk terjadi pada Anda (Suriah), maka kita (Turki) akan membantu Anda. ”
Ketika menyampaikan pesan tersebut ke Presiden Assad setelah kembali ke Suriah, presiden Suriah itu menanggapinya dengan ketawa dan mengatakan “kami tidak membutuhkan bantuan (Turki), kami membutuhkan Turki untuk menghapus kutukan mereka (Ikhwanul Muslimin) dari kami.
”Hassoun menyatakan bahwa tanggapan (Assad) ini membingungkannya dan bahwa dia kemudian bertanya “mengapa kamu mengatakan itu? Khan Erdogan adalah sekutu kami, dia sering datang ke Damaskus . Dan jawaban Assad adalah“ Erdogan tidak pernah datang ke sini kecuali selalu hanya untuk meminta kami mengizinkan kelompok (Ikhwanul Muslimin) agar bisa kembali ke panggung politik (Suriah).
”Hassoun menutup pembicaraannya dengan Al-Nujaba TV dengan mengatakan bahwa ” pemerintah (Suriah) adalah lembaga politik dan kami tidak ingin membawa agama apa pun ke dalam politik.”
Turki secara resmi mulai mendukung kelompok pemberontak Suriah pada tahun 2012, sekitar satu tahun setelah mulainya kerusuhan , namun buktinya seperti yang diungkap pada kesaksian awal Hassoun menunjukkan bahwa intelijen asing Turki mendukung kelompok-kelompok pemberontak di Suriah sejak hari pertama Perang Suriah.
MENLU SAUDI TUDUH QATAR DAN TURKI MENYEBAR KAMPANYE ANTI SAUDI ATAS TERBUNUHNYA KHASHOGGI
Kamis kemarin Menlu Arab Saudi Adel Jabeir menyatakan bahwa Media Qatar dan media Turki telah melancarkan kampanye anti-Riyadh skala penuh setelah adanya kasus kematian wartawan Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul.
“Media Turki dan Qatar telah melancarkan kampanye anti-Saudi yang kuat dan masih terus berlangsung. Itu sangat menyedihkan karena kejahatan ini sedang diselidiki oleh badan peradilan,” kata Jubeir pada konferensi pers di Riyadh yang disiarkan oleh Al- Televisi Arabiya.
Dia menunjuk bahwa mereka yang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi akan dihukum sesuai dengan undang-undang Saudi. Dari sudut pandang sang Menlu , beberapa pihak mencoba mempolitisasi penyelidikan pembunuhan dengan membocorkan berbagai rumor ke media.
“Akan lebih baik bagi semua orang, jika seseorang yang memiliki informasi, yang dapat memperjelas situasi, akan memberikannya kepada para penyelidik, bukannya menyebarkan data ini melalui media,” tambah Menlu Saudi itu.
Sebagian Video (CCTV) hasil penyelidikan Turki yang diserahkan ke pemerintah AS yg menunjukkan adanya seseorang yg memakai baju yang dimiripkan dengan baju Khashoggi yang keluar dari pintu belakang kantor Konsulat Saudi di Istanbul. Mungkin ini ditujukan untuk dijadikan bukti bahwa Khashoggi telah meninggalkan kantor Konsulat.
MEMBALAS SERANGAN ISRAEL MINGGU KEMARIN, HAMAS TEMBAKKAN 300 ROKET KEISRAEL
RAW FOOTAGE: The skies of southern Israel RIGHT NOW. Dozens of rockets are being fired from #Gaza at Israeli civilians. pic.twitter.com/Iu6QwzUo8l
Israel dihujani tembakan roket dari Jalur Gaza pada hari Senin kemarin, ini hanya sehari setelah serangan (Israel) yang mematikan di mana seorang perwira Israel dan tujuh orang Palestina tewas.
Sebuah rudal anti-tank yang diluncurkan dari Gaza menghantam bus di Israel selatan, melukai seorang tentara berusia 19 tahun. Prajurit itu dievakuasi ke Soroka Medical Centre di Be’er Sheva bersama dengan sopir berusia 25 tahun yang menderita shock.
Beberapa proyektil lainnya yang ditembakkan dari Gaza menghantam Israel termasuk di Sderot, di mana enam orang menderita luka ringan akibat pecahan peluru, di Ashkelon sebuah roket melukai seorang bocah berusia 16 tahun dan merusak rumah dan mobil, dan di Netivot, sebuah rumah mendapat hantaman langsung.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan sistem pertahanan rudal Iron Dome berhasil mencegat 60 roket dari total sekitar 300 yang diluncurkan dari Gaza.
Sebagian besar roket meledak di daerah terbuka. Sirene terdengar di Israel selatan sepanjang sore dan malam hari, termasuk di Be’er Sheva dan Ashkelon dan di dekat Laut Mati.
IDF kemudian melancarkan serangkaian udara di Jalur Gaza sebagai tanggapan atas beberapa putaran serangan roket.
Militer (Israel) mengatakan mereka telah menyerang lebih dari 70 sasaran Hamas dan Jihad Islam dengan menggunakan jet, helikopter dan tank tempur. Target termasuk tiga terowongan untuk menyerang, pos pengamatan, tempat pembuatan senjata dan lokasi peluncuran.
IDF mengatakan , serangan itu juga menghantam studio TV Al-Aqsa milik Hamas di Gaza City. Laporan di Gaza mengatakan Angkatan Udara Israel menembakkan rudal peringatan sebelum menyerang gedung itu , yang kemudian dilakukan dievakuasi sebelum serangan.
“Stasiun itu mengobarkan kebencian terhadap Israel dan warganya, ini menunjukkan bagaimana metode melakukan serangan terhadap warga sipil dan tentara,” kata jurubicara IDF dalam sebuah pernyataan.
Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan Israel itu. Laporan dari Gaza mengatakan para pejabat senior intelijen Mesir sedanga terlibat dalam upaya untuk mencapai gencatan senjata.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membahas eskalasi di perbatasan selatan di markas IDF di Tel Aviv dengan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman, Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Gadi Eisenkot dan anggota senior dari lembaga pertahanan dan IDF.
Sumber diplomatik mengatakan, bahwa “keputusan operasional telah dibuat” dan kabinet keamanan akan berkumpul kembali pada hari Selasa. Sebuah sumber memperkirakan bahwa sementara Israel akan menanggapi gejolak itu dan kemungkinan untuk memulihkan kedamaian akan tetap ada.
IDF Juru Bicara Brig. Jenderal Ronen Manelis mengatakan bahwa “Hamas menggiring Jalur Gaza menuju kehancuran” dan akan merasakan kekuatan penuh dari respon IDF dalam beberapa jam mendatang. Menurut IDF, Hamas mengevakuasi markas dan beberapa pos terdepan sebelum roket pertama diluncurkan dari Gaza ke Israel.
Dalam sebuah pernyataan bersama, faksi Palestina memperingatkan Israel bahwa jika “agresinya berlanjut sebagai tanggapan terhadap serangan roket yang merupakan respon terhadap serangan (Israel) kemarin di Khan Younis , maka faksi Palestina akan meningkatkan tembakan roket dan jangkauan ke Israel.”
Jihad Islam secara terpisah mengeluarkan pernyataan pada Senin malam, : “Orang Israel tidak akan aman selama orang Palestina tidak aman, bermain dengan nyawa orang Palestina bukanlah tanpa resiko yang harus dibayar.”
Sebelumnya, Jihad Islam telah berjanji untuk membalas operasi Israel hari Minggu itu. Faksi-faksi Palestina juga mengomentari serangan di bus, bahwa “para pejuang faksi berhasil menyerang sebuah bus yang penuh dengan tentara dengan rudal Kornet.” Diklaim bahwa serangan itu telah mengakibatkan kematian dan cedera para prajurit (Israel) didalam bus itu. tapi IDF mengatakan bahwa hanya seorang tentara yang terluka.
Eskalasi terakhir ini terjadi sehari setelah seorang perwira Israel berusia 41 tahun tewas dan lainnya luka ringan dalam sebuah operasi di Jalur Gaza selatan. Setidaknya tujuh orang Palestina tewas, termasuk seorang komandan di sayap militer Hamas. Hamas mengklaim bahwa enam korban tersebut adalah anggota dari organisasinya.
ARAB SAUDI LARANG ORANG PALESTINA UNTUK IBADAH HAJI
Ada beberapa poin penting yang bisa disimpulkan dari kebijakan aneh penguasa Arab saudi ini, pertama mereka nampaknya akan mulai terang terangan tentang hubungan dekatnya dengan Israel yang selama puluhan tahun ini hanya dilakukan dengan sembunyi sembunyi. karena jelas ini adalah kebijakan yang mendukung Israel. Kedua, tidak lama lagi kemungkinan Israel akan memproklamirkan bahwa seluruh kota Yerusalem adalah Ibukotanya. Ini bisa dibaca dari kebijakan yang melarang warga Yerusalem yang tidak punya kewarganegaraan resmi Israel tidak lagi boleh memakai visa sementara untuk masuk Saudi. Hemm.. adanya deal deal rahasia dengan Israel sangat kental terasa bau-baunya.
Arab Saudi telah melarang warga Palestina dan Muslim Israel (yg tidak punya kewarganegaraan resmi) untuk memasuki negara itu dengan paspor sementara, ini akan mengakhiri kesempatan mereka untuk melakukan ibadah haji ke tempat suci umat Islam di Mekkah.
Seoirang Muslim seharusnya mencoba untuk behaji ke Mekah sekali dalam hidup mereka jika mungkin untuk ziarah Haji atau Umrah.
Mengingat bahwa Israel dan Arab Saudi tidak secara resmi memiliki hubungan diplomatik, warga Palestina di Israel harus mengajukan permohonan paspor Yordania sementara untuk pergi ibadah haji ke Mekkah.
Dalam serangkaian langkah terbaru yang membatasi akses warga Palestina untuk masuk ke ke Kerajaan Saudi , paspor sementara ini tidak akan diterima lagi. Para pengungsi Palestina di Yordania dan Lebanon, serta mereka yang tinggal di Yerusalem Timur yang diduduki Israel telah dilarang mendapatkan visa.
Pembatasan perjalanan meningkat ini akan berpengaruh pada hampir 3 juta orang Palestina.
“Keputusan itu mempengaruhi setiap Arab dan Muslim yang memiliki hak untuk beribadat.” Anggota parlemen Yordania Said Abu Mahfouz mengatakan kepada Middle East Eye. Sekitar 6.600 orang dari Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Gaza pergi Haji tahun 2017, dan hingga 70.000 melakukan Umrah sepanjang tahun (2017).
Haaretz melaporkan bahwa para pejabat Yordania dan anggota komite Haji Israel mengatakan langkah itu bisa menjadi cara bagi Arab Saudi untuk mulai mengizinkan warga Muslim Israel untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi, sebagai bagian dari pemanasan persekutuan (terbuka) antara kedua negara.
Sementara itu, sumber diplomatik Yordania menegaskan kepada Middle East Eye bahwa langkah itu adalah bagian dari kesepakatan dengan Israel untuk mengakhiri “identitas orang Palestina dan hak untuk kembali bagi pengungsi.”
Warga Palestina di Jerusalem Timur telah diberitahu bahwa mereka dapat mengajukan permohonan paspor sementara dari Otoritas Palestina, yang menjalankan pemerintahan di Tepi Barat, dan untuk mendapatkan visa Saudi.
Namun, ini dapat mempengaruhi status hukum mereka. Setelah Israel mencaplok Yerusalem Timur dalam perang 1967, penduduk setempat diakui sebagai penduduk Yerusalem Timur , tetapi jika mereka mendapatkan paspor dari (otoritas Palestina) PA, ini dapat digunakan (Israel) untuk mencabut hak tempat tinggalnya Yerusalem Timur , dan hal ini makin memperkuat harapan Israel untuk mengklaim seluruh kota (Yerusalem) yang disengketakan sebagai ibukotanya.
Garis resmi tentang hubungan diplomatik Arab Saudi dengan Israel adalah bahwa hal terakhir (yang harus dilakukan Israel) adalah harus terlebih dahulu menarik diri dari wilayah yang direbutnya selama Perang Enam Hari 1967, yaitu Tepi Barat, Yerusalem Timur, Gaza, Semenanjung Sinai, dan Dataran Tinggi Golan.
JUTAAN DOLAR BANTUAN AS TELAH MENGALIR KEKELOMPOK TERORIS DISURIAH
https://www.youtube.com/watch?v=ogsC-SDJLyQ
Sebuah laporan dari Pentagon yang baru dirilis minggu ini telah mengungkapkan bahwa bantuan kemanusiaan AS berulang kali sampai ketangan kelompok-kelompok teroris termasuk Al-Qaeda, dalam setahun terakhir.
Laporan tersebut mengidentifikasi banyak contoh di mana bantuan AS “secara sadar dialihkan” ke kelompok-kelompok teroris di Suriah, termasuk salah satu kelompok yang terkuat di kawasan itu, kata laporan Inspektur Jenderal Pentagon yang dipublikasikan Senin.
Laporan itu mengatakan, “Sejak akhir 2017, investigasi USAID OIG telah menemukan banyak contoh kemungkinan pengalihan bantuan kepada kelompok-kelompok bersenjata di Provinsi Idlib di Suriah barat laut, termasuk Ha’yat Tahrir Al-Sham (HTS) sebuah Organisasi Teroris Asing yang dipilih. ”
HTS muncul sebagai kelompok teror baru dalam dua tahun terakhir yang dengan cepat tumbuh menjadi ancaman utama di kawasan itu, yang menjadi salah satu kelompok teror paling kuat di Idlib, Suriah, menurut Reuters. Pada bulan Agustus lalu , Turki menetapkan HTS sebagai kelompok teroris, mengacu pada hubungan mereka dengan Al Qaeda dan ISIS. Yang sebelumnya ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh AS pada awal 2018.
“Satu penyelidikan menemukan bahwa karyawan LSM secara sadar mengalihkan ribuan peralatan makanan yang didanai USAID senilai jutaan dolar kepada penerima yang tidak memenuhi syarat (termasuk pejuang HTS) dan kemudian menyerahkan daftar penerima yang dipalsukan.
Penyelidikan ini mengakibatkan USAID menangguhkan program tersebut dan fihak LSM telah mengakhiri pekerjaan puluhan orang dari Maret hingga Mei 2018, ”tambah laporan Pentagon itu.
Investigasi USAID mengidentifikasi risiko yang terkait dengan dana yang berakhir di tangan yang salah, dan mendorong serangkaian perubahan terhadap bantuan yang diberikan ke wilayah tersebut.
ORGANISASI ZIONIS AS BERI PENGHARGAAN KEPADA JOHN BOLTON
Organisasi Zionis Amerika (ZOA) baru-baru ini telah memberi penghargaan “Israel defence award” (Penghargaan Pembela Israel) kepada Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton dalam acara makan malam pemberian penghargaan tahunan, yang berlangsung di New York pada Minggu malam.
Penerima penghargaan lainnya termasuk Duta Besar AS untuk Jerman Richard Grenell serta pembawa acara Fox News Mark Levin. Baik Grenell dan Levin adalah orang yg dekat dengan Bolton, dimana sebelumnya menjabat sebagai juru bicara Bolton dan yang terakhir telah bekerja sama dengan Bolton di Departemen Kehakiman dalam pemerintahan Ronald Reagan.
Meskipun Bolton telah menerima beberapa penghargaan dari “lobi Israel” di masa lalu, karena promosi kuat Zionisme dan kebijakan pemerintah Israel, penghargaan yang paling baru ini sangat penting , karena ZOA bertanggung jawab (mempromosikan) penunjukan Bolton sebagai Penasihat Keamanan Nasional dalam pemerintahan Trump.
Sejak agustus 2017 , di bawah kepemimpinan presidennya, Morton Klein telah memimpin kampanye untuk menyingkirkan mantan Penasihat Keamanan Nasional HR McMaster dari jabatannya karena sikap “anti-Israel” dari McMaster, terutama juga karena dukungannya untuk (tetap mempertahankan) kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) .
JUBIR KEMENLU RUSIA : RENCANA PENGGUNAAN NUKLIR TERBATAS AS = BERMAIN MAIN DENGAN SETAN
Strategi penggunaan senjata nuklir terbatas yang dikembangkan AS akan mengarah pada bencana global daripada mencapai kemenangan dalam perang, kata jubir Kemenlu Rusia Maria Zakharova kepada wartawan pada hari Kamis.
“Ada suara-suara yang semakin keras di AS yang berusaha meningkatkan peran senjata nuklir dan memperluas kemungkinan penggunaan persenjataan nuklir ,” kata diplomat itu sambil mengatakan bahwa perlunya dijelaskan apa yg AS sebut “mitos ancaman Rusia” itu , TASS melaporkan.
Pendekatan (penggunaan nuklir terbatas) yang mengkawatirkan ini disuarakan oleh Elbridge Colby, mantan Asisten Deputi Menhan AS untuk Strategi dan Pengembangan Militer pada Majalah Kemenlu AS.
Mantan pejabat tinggi Pentagon itu menyerukan untuk tidak hanya meningkatkan potensi nuklir Amerika tetapi pada kenyataannya untuk mempersiapkan untuk melaksanakan “operasi nuklir terbatas”.
“Saya ingin ada klarifikasi, di mana operasi nuklir terbatas ini akan dilakukan?” Zakharova bertanya, dan “di benua mana strategi ini akan laksanakan , dan apakah itu bisa dilaksanakan?” Sikap ini tentunya bukanlah sekedar asumsi seorang perwira militer pensiunan, katanya.
“Tesis serupa juga diabadikan dalam doktrin nuklir AS yang diperbarui, yang diterbitkan pada awal Februari lalu,” katanya, “terlebih lagi, Washington telah mengumumkan rencana untuk membuat hulu ledak nuklir dan sarana pengirimannya, yang dirancang untuk digunakan.”
Dalam kerangka strategi ini, para analis AS telah mulai secara serius mempertimbangkan konsep perang nuklir terbatas dan tampaknya, beberapa dari mereka telah memikirkan hal ini dan menilai bahwa AS dan sekutu-sekutunya akan dapat memperoleh kemenangan dalam perang itu”.
Rusia percaya bahwa kebijakan ini “tidak bertanggung jawab dan sangat berbahaya,” , “kami benar-benar yakin bahwa tidak akan ada pemenang dalam perang nuklir dan itu tidak boleh dilakukan.” “Menggunakan senjata nuklir dalam serangan yang tepat sama saja dengan bermain dengan iblis,” kata Zakharova memperingatkan.
Ketentuan-ketentuan tentang itu telah tertulis dalam kesepakatan nuklir dengan AS untuk mengurangi ancaman nuklir, termasuk Perjanjian 1971 untuk Mengurangi Risiko bencana Perang Nuklir Antara AS dan Uni Soviet dan Perjanjian 1973 tentang Pencegahan Perang Nuklir, katanya.
ARAB SAUDI MEMBELI 500 TANK MERKAVA BUATAN ISRAEL
Melalui perusahaan Spanyol Riyad membeli sejumlah 500 tank Merkava. Ini adalah kontrak militer rahasia terbesar dalam sejarah Arab Saudi dan Israel.
500 tank ini dibeli oleh perusahaan Spanyol dan dibayar tunai oleh Mohammed Bin Salman. Tank-tank itu akan dikirimkan oleh Angkatan Laut Spanyol dalam waktu 6 bulan.
Dengan cara yang sama perusahaan Spanyol ini akan mengambil alih pelatihan tentara Saudi dalam penggunaan tank-tank ini. Putra Mahkota Arab Saudi bermaksud untuk membeli seribu lebih tank itu dari Israel guna membentuk pasukan yang dilengkapi dengan 1500 tank Merkava.
Transaksi yang baru nantinya juga akan diselesaikan secara tunai oleh MBS (Muhammad bin Salman) . 400 perwira Angkatan Bersenjata Israel juga harus dikirim ke Riyadh untuk melatih 6.000 tentara Saudi dalam penggunaan tank Merkava dan perlengkapan militer buatan Israel lainnya.
Tank-tank tersebut dirancang untuk tahan dalam suhu gurun tinggi, dan akan digunakan di padang pasir Rub al-Khali.
Khabar ini muncul hanya beberapa minggu setelah PM Israel Benyamin Netanyahu mendesak pejabat senior Gedung Putih untuk selalu mendukung MBS.
Dalam hal ini Netanyahu telah melakukan pembicaraan dengan otoritas Gedung Putih di mana untuk membela hati dan jiwa sang pangeran (MBS). Upaya juga telah dilakukan untuk mencari negara suaka bagi Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Putra Mahkota Arab Saudi saat ini di mata dunia adalah tersangka utama dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.
SEBUAHRENCANA SERANGAN PALSU SENJATA KIMIA DI IDLIB BOCOR
Situs Sputnik arabic melaporkan bahwa Tahrir al-Sham (tadinya El Nusra) dan partai Turkistani (dukungan Turki) telah memindahkan sejumlah 4 silinder gas klorin dari gudang Tahrir al-Sham dekat rumah sakit Jisr al-Shughour ke kota-kota kecil al-Ziyarah dan al-Mansourah di Al-Ghaab Plain di barat laut Hama yang berada di zona demiliterisasi yang disetujui dalam Perjanjian Sochi.
Lebih lanjut dikatakan bahwa kargo gas beracun dikirim ke milisi al-Turkistani dan milisi Liwa Soqour al-Ghaab yang berafiliasi dengan Front Pembebasan Nasional (FSA), dikatakan bahwa teroris sedang bersiap untuk melancarkan serangan palsu senjata kimia untuk kemudiam dituduh ke militer Suriah, yang seakan sebagai serangan terhadap militan di Hama Utara dan Barat Laut yang akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.
Wilayah Al-Ziyarah dan al-Mansourah berada di Al-Ghaab Plain di zona demiliterisasi Hama Barat Laut dan saat ini dikuasai oleh militant Liwa Soqour dan al-Turkistani yang berafiliasi dengan pasukan Turki.
Pada hari Selasa, lebih dari 30 anggota teroris Tahrir al-Sham Hay’at dan Organisasi “white helmet” yang pro-militan ditangkap setelah adanya informasi bocor tentang adanya pengiriman kargo senjata kimia oleh militan di provinsi Idlib.
Situs Sputnik Arabic mengutip sumber tanpa nama pengungkapan bahwa teroris Tahrir al-Sham dan Jeish al-Izzah telah menangkap 29 anggota mereka sendiri dan juga 5 anggota Helm Putih dan menuduh mereka terlibat dalam pengungkapan informasi tentang senjata kimia dan beracun. gas, termasuk lokasi penyimpanannya dan transfernya ke lokasi baru.
Tiga hari lalu kelompok Tahrir al-Sham dan Jeish al-Izzah membentuk komite gabungan untuk menyelidiki dan menemukan siapa yang di balik kebocoran informasi tentang senjata kimia itu.
RUSIA SUKSES MELENGKAPI RUDAL JELAJAH UDARANYA DENGAN PENANGKAL ELEKTRONIK
Rusia telah menyelesaikan pembangunan dan memulai produksi massal sistem Senjata elektronik (electronics warfare) untuk dipasang pada rudal jelajah , Vladimir Mikheev penasihat untuk wakil direktur utama Urusan Teknologi Radio Elektronik (KRET) mengatakan kepada Sputnik.
“Hari ini, rudal jelajah kami telah memiliki sistem pertahanan udara yang lengkap, karena senjata strategis seperti itu (rudal jelajah) harus dilindungi dengan sangat baik. Sistem Senjata electronics (EW=electronics warfare) ini telah berhasil melewati semua tes dan sedang dalam produksi massal,” kata Mikheev di sela-sela Pameran Airshow China 2018.
Mikheev menyebutkan bahwa sistem EW ini terutama akan dipasang pada rudal jelajah X-101 dan X-102 yang dibawa oleh pesawat pembom strategis Tu-95, Tu-160 dan Tu-22M3 Rusia.
Tahun lalu Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa rudal jelajah X-101 yang canggih, yang digunakan di Suriah, menunjukkan tingkat keandalan yang tinggi.
“Mengenai penggunaan senjata kami, termasuk dalam perang melawan teroris di Republik Arab Suriah, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada fihak militer dan para perancang salah satu sistem rudal X-101 kami yang canggih, yang telah menunjukkan tingkat keandalan yang sangat tinggi,
“kata Putin. X-101 adalah rudal jelajah strategis terbaru dari udara-ke-darat Rusia yang dirancang dengan penggunaan teknologi modern yang mengurangi visibilitas radar. Rudal itu bisa dilengkapi dengan hulu ledak nuklir dan jangkauannya mencapai 4.500 kilometer (2.800 mil).
Rusia telah berulang kali menggunakan rudal jelajah X-101 untuk menyerang teroris di Suriah. Viktor Bondarev, ketua Komite Pertahanan dan Keamanan Dewan Tinggi parlemen Rusia sebelumnya mengatakan bahwa rudal udara strategis X-101 telah sepenuhnya sesuai dengan persyaratan perjanjian “START”.
AS BERENCANA HENTIKAN DUKUNGANNYA KE KOALISI SAUDI DALAM MENYERANG YAMAN
Tapi seperti biasanya ucapan pejabat AS hanyalah pemanis bibir , berkali kali baik Trump maupun Obama telah menyatakan akan menarik pasukannya dari Suriah dan Afghanistan tapi semua hanya bohong belaka.
Pemerintahan Donald Trump akan mengakhiri dukungan pengisian bahan bakar pesawat koalisi Saudi, dan menghentikan aspek yang paling nyata dan kontroversial dari dukungan AS untuk perang tiga tahun kerajaan Saudi di Yaman, orang-orang yang akrab dengan masalah tersebut menyatakan.
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kritik atas perilaku brutal Arab Saudi dalam perang (Yaman). Anggota parlemen dari dua partai (Republik dan Demokrat) telah menuntut agar Amerika Serikat menangguhkan penjualan senjata ke Riyadh dan meneghentikan pengisian bahan bakar udara pesawat yang diterbangkan oleh koalisi pimpinan Saudi, yang oleh kelompok-kelompok pemantau telah dituduh membunuh ribuan warga sipil tak bersenjata.
Sementara orang-orang yang akrab dengan masalah ini mengatakan bahwa sebuah keputusan diperkirakan akan dipublikasikan dalam beberapa hari mendatang, Kolonel Robert Manning III, juru bicara Pentagon, mengatakan: “Kami sedang mendiskusikan dengan mitra kami tetapi tidak kami belum bisa mengumumkan saat ini.”
“Ini menandai pertama kalinya bahwa Amerika Serikat telah mengambil langkah konkret untuk mengendalikan upaya perang yang dilakukan Saudi,” kata Bruce Riedel, seorang mantan perwira CIA. “Dua pemerintahan (Obama dan Trump) pada dasarnya telah memberi Saudi cek kosong untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan. Sekarang akan lebih sulit bagi Saudi untuk melakukan serangan udara jauh ke dalam wilayah Yaman, ”
Keputusan itu diperkirakan memiliki dampak yang kecil pada operasi udara oleh Uni Emirat Arab, anggota koalisi yang hanya perlu tebang dengan melewati Laut Merah di Eritrea. Pemerintah UEA berdalih dengan mengatakan operasi udaranya terutama ditujukan untuk menyerang militan Al-Qaeda daripada pemberontak Houthi.
Koalisi Saudi mulai melancarkan operasinya melawan para pemberontak Houthi di Yaman pada tahun 2015 karena khawatir kebangkitan mereka akan memberi Iran pijakan di Semenanjung Arab.
DITEMUKAN KUBURAN MASAL HASIL PEMBOMAN KOALISI AS DIKOTA RAQQA
Sebuah kuburan masal telah ditemukan yang berisi 8.000 mayat warga Suriah yang tewas dalam serangan pemboman koalisi pimpinan AS di Raqqa Suriah setelah puing-puing dibersihkan sebagian kota, Juru Bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova menyatakan pada hari Kamis.
“Pekan lalu, pemerintah Suriah, dalam surat-suratnya yang ditujukan kepada sekjend PBB dan presiden DK PBB memberikan data statistik yang tragis atas korban serangan bom koalisi (AS) di kota Raqqa selama ‘pembebasan’ dari “katanya.
“Mayat lebih dari 4.000 orang ditemukan saat membersihkan puing-puing di dua lingkungan perumahan kota yang tersisa dari serangan udara dan juga di sekitar stadion dan kebun binatang. Kebanyakan mayat ma wanita, orang tua dan anak-anak.
Selain itu ditemukan juga kuburan masal lain juga ditemukan di mana lebih dari 2.500 orang dimakamkan di sebuah peternakan dekat klinik pediatrik dan Rumah Sakit Nasional, sementara area pemakaman masal lain ditemukan di dekat Al-Panorama di mana 1.500 korban serangan bom dikubur.
Menurut Jubir itu, statistik itu ternyata sangat kontras dengan “ungkpaan AS dan negara-negara Barat lainnya berkenaan dengan perlindungan hak-hak azazi diSuriah,” dan “informasi yang diberikan dalam laporan terbaru oleh berbagai LSM Barat mengenai situasi di Raqqa. ”
KEMELUT RUU YANG MENGANCAM KEBERADAAN GEREJA GEREJA KRISTEN KUNO DIISRAEL
Tidak hanya umat Islam yang mendapat perlakukan sewenang wenang oleh penguasa Israel, umat Nasranipun juga terancam mendapat perlakuan serupa.
Sekelompok anggota parlemen AS termasuk seorang senator papan atas demokrat dan tujuh anggota kongres telah mengirim surat kepada Menlu Mike Pompeo memprotes langkah Israel tentang apa yang disebut “RUU properti,” yang bertujuan untuk menasionalisasi properti yang tadinya dimiliki oleh gereja dan dijual ke pengusaha swasta untuk dibangun Perumahan.
Surat itu ditandatangani oleh gabungan politisi republikan dan demokrat termasuk Senator Maryland Chris Van Hollen dan anggota Kongres Gus Bilirakis, Jeff Fortenberry, Randy Hultgren, James McGovern, Robert Aderholt, Andy Harris dan Anna Eshoo.
“Kami prihatin bahwa RUU ini mengancam keberlanjutan keberadaan sejarah Kristen di Yerusalem,” Jerusalem Post mengutip surat yang ditulis para anggota parlemen kepada Pompeo itu.
Politisi Israel Kulanu MK Rachel Azaria adalah orang yang mengusulkan RUU itu, yang ditandatangani oleh 61 anggota parlemen, sebagai tanggapan atas penjualan Gereja Ortodoks Yunani yang menguasai lahan 50 hektar tanah di ibukota yang berisi lebih dari 1.000 unit rumah, ke kelompok investor anonim.
RUU itu mengusulkan bahwa hak atas tanah yang disewakan kepada JNF atau siapa pun oleh Gereja Ortodoks Yunani dan kemudian dijual, akan diserahkan ke negara bagian. Negara akan memberi kompensasi kepada siapa saja yang membeli hak dari gereja itu.
Para anggota parlemen menulis bahwa hasil RUU itu akan membuat Gereja gereja “tidak mungkin lagi bisa memberikan pelayanan mereka kepada masyarakat luas.”
Mereka meminta agar pemerintah AS melakukan segala daya upaya untuk bekerja dengan pemerintah Israel guna menyelesaikan masalah ini dan memastikan penyelesaian yang permanen atas masalah-masalah properti gereja ini.”
Dalam surat terakhir yang dikirim oleh Netanyahu kepada pemimpin gereja pada bulan Juli, dia mengatakan kepada mereka bahwa : “sejak menerima surat Anda, Menteri Tzahi Hanegbi telah bertemu dengan perwakilan dari kementerian pemerintah terkait untuk mempelajari isu-isu itu dan untuk mencari solusi yang adil.
Dia memiliki juga merekomendasikan bahwa undang-undang spesifik yang dipertanyakan ditarik. ”
MENLU RUSIA : TERORIS DI SURIAH DAN IRAQ BELUM SEPENUHNYA DIHANCURKAN KARENA ADA DUKUNGAN DARI LUAR
Pertempuran melawan teroris yang tersisa di Suriah dan Irak masih berlangsung meskipun ada klaim (mereka sudah habis) dari para pemimpin dunia. Menteri Luar Negeri Rusia Berbicara pada konferensi pers pada hari Rabu lalu.
Sergei Lavrov mengatakan bahwa perang melawan teroris masih berlangsung karena mereka mendapat dukungan dari pihak luar.
“Terorisme di Suriah dan Irak belum sepenuhnya dihancurkan karena kelompok-kelompok ini mendapat pasokan dari luar,” katanya kepada wartawan.
Pernyataan dari Lavrov ini dikeluarkan hanya beberapa jam setelah FSB Rusia mengatakan bahwa mereka memiliki informasi tentang kemungkinan merger antara Al-Qaeda dan ISIS.
Di Suriah, kelompok-kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda dan ISIS/Daesh telah bekerja bersama selama beberapa tahun ini, terutama diProvinsi Idlib.
Tahun lalu, Hay’at Tahrir Al-Sham dan ISIS/Daesh bentrok selama beberapa minggu di pedalaman selatan Idlib. ISIS/Daesh sekarang mengandalkan kantung kantung mereka di Idlib untuk merusak dan mengacaukan faksi pemberontak.
RUSIA MENYEBARKAN SISTEM PERSENJATAAN ELEKTRONIK “SAMARKAND”
Kementerian Pertahanan Rusia telah menempatkan sistem persenjataan elektronik terbaru “Samarkand” di daerah-daerah strategis, termasuk di Kaliningrad.
Menurut dokumentasi yang terungkap, setidaknya ada 13 unit EW Samarkand-U, Samarkand SU-PRD-K2, dan sistem Samarkand PU-PRD-D telah dikerahkan di Rusia.
Sistem itu disebarkan di daerah Arkhangelsk, Kaliningrad, Moskow, Murmansk, Nizhny Novgorod, Krasnodar dan Primorsky Krai, daerah Otonomi Yahudi dan di Belarus. Sistem senjata elektronik ini juga dikerahkan di fasilitas Angkatan Laut Federasi Rusia.
Dalam pesan yang diposting di situs web Kementerian Pertahanan Rusia dinyatakan bahwa “pada tahun 2017, sistem peralatan perang elektronik canggih Armada Utara Rusia telah menerima system kompleks “Svet” dan “Samarkand” terbaru. Militer Rusia tidak pernah secara resmi mengungkapkan tujuan system kompleks ini dan bagaimana karakteristiknya.
SISTEM SENJATA ELEKTRONIK “SAMARKAND” RUSIA DAPAT DENGAN MUDAH MELUMPUHKAN PERSENJATAAN NATO
Sistem Persenjatam perang elektronik Rusia “Samarkand” akan sepenuhnya dapat menetralisir sistem kontrol (elektronik) NATO dengan biaya yang minimal, Yury Knutov, direktur Museum Angkatan Pertahanan Udara, mengatakan kepada saluran TV Zvezda.
“Sistem Kompleks ini, tentu saja, mampu sepenuhnya melumpuhkan komando dan sistem kontrol NATO, yang memungkinkan kita untuk benar-benar menahan kekuatan aliansi dari agresi dengan biaya minimal, dalam kerangka anggaran Kementerian Pertahanan,” Kata pengamat militer Rusia , Knutov,
Amerika Serikat telah mempersiapkan perang sungguhan dengan Rusia sejak tahun 2000-an. “Kemudian timbul teori tori, tetapi sekarang mereka (AS) terus melanjutkan dengan berlatih militer secara nyata (Trident Juncture 2018 diperbatasan dengan Rusia).
Hal terburuk dari latihan perang ini adalah mereka telah mengirimkan peralatan tempurnya mereka untuk latihan perang, tetapi mereka akan meninggalkan separuh dari piranti perangnya di pangkalan pangkalan NATO di Eropa,” Direktur Museum Angkatan Pertahanan Udara Rusia itu mengatakan.
Info yang dipublikasikan di situs pengadaan Rusia mengatakan bahwa setidaknya ada 13 Samarkand-U, Samarkand SU-PRD-K2 dan Samarkand PU-PRD-D telah dikerahkan di Rusia di Kaliningrad, Murmansk, Arkhangelsk, Moskow dan daerah Nizhny Novgorod, sebagai juga di Wilayah Primorsky dan Krasnodar dan di Daerah Otonomi Yahudi. Selain itu, sistem Samarkand Rusia juga dikerahkan di wilayah Belarus.
Lebih detail tentang apa , bagaimana dan cara kerja bekerjanya sistem Perangkat perang elektronik Rusia ini silahkan baca dihalaman berikut.
IRAN AKAN MULAI PRODUKSI MASAL PESAWAT TEMPURNYA SENDIRI
Pada pameran pertahanan agustus lalu , Iran telah memamerkan jet jet tempur yang “benar-benar buatan sendiri” untuk pertama kalinya.
Pesawat2 tempur itu akan diproduksi dalam dua versi, sebagai pesawat tempur satu kursi dan dua kursi yang akan digunakan untuk misi dukungan perahanan udara serta untuk pelatihan pilot.
Pesawat itu tampaknya menarik perhatian Presiden Iran Hassan Rouhani, yang terlihat duduk di kokpit pesawat baru selama pameran udara.
Pernyataan Menhan Iran Amir Hatami itu dikeluarkan hanya dua hari sebelum sanksi AS yang menargetkan pengiriman, keuangan dan sektor energi Iran akan mulai diberlakukan.
Teheran telah berulang kali menolak langkah-langkah sanksi dari AS dengan mengatakan akan tetap mampu mengelola ekonominya meskipun ada tekanan AS.
Sebelumnya pada hari Sabtu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam kebijakan Presiden AS Donald Trump dengan mengatakan bahwa dia (Trump) telah “mempermalukan” prestise AS, sementara Khamanei juga mengklaim bahwa kekuatan Amerika pada kenyataannya adalah telah “menurun.”
UPDATE SERANGAN KOALISI ZALIM ARAB SAUDI DIYAMAN
Setidaknya tujuh warga sipil Yaman tewas pada hari Minggu ketika pesawat koalisi pimpinan-Saudi menargetkan daerah pemukiman di provinsi Yaman barat laut Hajjah, Sada’a, dan provinsi pesisir barat Hodeida.
Di Hajjah, serangan udara Saudi menghantam sebuah mobil yang sedang melakukan perjalanan di jalan di daerah Bani Hassan di distrik Abs pada Minggu sore, mengakibatkan empat orang tewas dan satu orang terluka, termasuk seorang wanita.
Di Sada’a, markas Ansar Allah (Houthi), seorang wanita terbunuh dan seorang lainnya terluka ketika penjaga perbatasan Saudi menembakkan peluru artileri ke daerah pemukiman di daerah perbatasan Shada. Jalan kecil di Munabeh daerah perbatasan yang terletak di sebelah timur Shada terputus setelah serangan Saudi pada hari Senin.
Di Hodeida, dua warga sipil tewas dan enam lainnya, termasuk anak-anak terluka ketika pesawat Uni Emirat Arab (UAE) menargetkan Jalan Zayed di distrik al-Hali provinsi Hodeida.
Pusat Hak azazi dan Pengembangan resmi di Yaman, sebuah organisasi non-pemerintah mengatakan kepada MintPress bahwa serangan Koalisi militer Saudi terhadap Yaman telah mengakibatkan kematian 15.185 warga sipil, termasuk 3.527 anak laki laki dan 2.277 anak-anak. perempuan.
Sebanyak 23.822 warga sipil, di antaranya 3.526 anak-anak dan 2.587 wanita, menderita luka-luka dan saat ini menderita kekurangan pasokan medis dan perawatan yang diakibatkan oleh pemblokiran oleh Saudi yang meliputi blokade udara dan laut.
Pusat Hak azazi itu lebih lanjut mencatat bahwa koalisi pimpinan Saudi telah menyebabkan kematian hampir 2.200 warga Yaman dari merebaknya kolera.
Pusat hak azazi itu juga mencatat bahwa serangan udara koalisi telah mengakibatkan penghancuran 15 bandara dan 14 pelabuhan, dan merusak 2.559 jalan dan jembatan, di samping 781 fasilitas penyimpanan air, 191 pembangkit listrik, dan 426 menara telekomunikasi.
Selanjutnya dikatakan bahwa pemboman oleh Saudi dan UEA telah menghancurkan setidaknya 421.911 rumah, 930 masjid, 888 sekolah, 327 rumah sakit dan fasilitas kesehatan, dan 38 organisasi media, sementara juga 4.500 sekolah tidak bisa beroperasi dan lebih dari 4 juta orang menjadi pengungsi dinegerinya sendiri.
RUSIA TAMBAH KAPAL PERANGNYA UNTUK MENGGEMPUR MILITAN DI IDLIB
Angkatan Laut Rusia telah mengerahkan sejumlah besar kapal perangnya di lepas pantai Suriah karena Kesepakatan Sochi terus runtuh.
Menurut laporan media Rusia telah mengirim frigate Admiral Makarov mereka dengan rudal jelajah Kalibr jarak jauh ke Laut Tengah, kapal kapal perang ini akan bergabung dengan Kapal perang Laksamana Grigorovich, kapal Laksamana Essen dan Pytlivy frigat, kapal pendaratan Nikolai Filchenkov dan korvet misil Vishny Volochek.
Langkah ini oleh Angkatan Laut Rusia dimaksudkan tampaknya sebagai tanggapan terhadap pelanggaran gencatan senjata terus menerus yang dilakukan oleh para pemberontak dan militan ISIS di dalam zona penyangga Idlib.
Satu sumber militer di Damaskus mengatakan kepada Al-Masdar News sore ini bahwa penumpukan angkatan laut Rusia dilakukan sebagai tanggapan terhadap pelanggaran gencatan senjata dan penolakan kelompok-kelompok bersenjata untuk meninggalkan zona penyangga.
MBS LUNCURKAN PROYEK PENGEMBANGAN NUKLIR DI ARAB SAUDI
Putra mahkota Saudi pada hari Senin meluncurkan sebuah proyek untuk membangun reaktor riset nuklir pertama di kerajaan itu, Agen berita Saudi melaporkan.
Putra Mahkota Mohammed bin Salman meluncurkan tujuh proyek strategis di bidang energi terbarukan, energi atom, desalinasi air, obat genetik dan industri pesawat terbang dalam kunjungannya ke King Abdulaziz City untuk Sains dan Teknologi (KACST) pada hari Senin.
DUBES UKRAINA DIPBB : RUSIA TERUS MEMPERKUAT MILITERNYA DIKRIMEA
Rusia terus mempersiapkan infrastruktur militernya di Krimea guna mengerahkan senjata nuklir di daerah itu, Perwakilan Tetap Ukraina untuk PBB, Volodymyr Yelchenko, mengatakan di Dewan Keamanan PBB tentang situasi di Ukraina yang diadakan di New York 30 Oktober lalu.
“Di Krimea , aktifitas militer sedang berlangsung dengan kecepatan penuh. Rusia telah menggandakan kekuatan militernya di semenanjung itu dan melanjutkan persiapan infrastruktur militernya di Krimea guna penyebaran senjata nuklir termasuk perbaikan fasilitas penyimpanan nuklir nuklir era Uni Soviet,” kata Yelchenko.
Dia menambahkan bahwa Rusia telah menggunakan Laut Azov sebagai jalur tambahan untuk memasok pasukannya di Donbas dengan senjata dari wilayah Crimea. “Menurut informasi kami, Rusia belum menyerah hanya pada gagasan untuk memiliki jalan darat ke Crimea.
Menurutnya, Ancaman serangan maritim dari arah Azov dalam kasus konfrontasi militer berskala besar tetap menjadi sumber destabilisasi keamanan di wilayah Donetsk, “kata Duta Besar itu.
Seperti yang dilaporkan UNIAN sebelumnya, Rusia telah memukimkan sekitar 108.000 warga Rusia diKrimea untuk mengubah demografi (penyebaran penduduk) di seluruh semenanjung itu.
Sementara dilaporkan, sebuah iring iringan kendaraan militer Rusia yang sangat panjang bergerak menuju Krimea.
ANGKATAN LAUT AS DAN JEPANG LAKUKAN MILITER BESAR “KEEN SWORD”
Western Pacific: Japan and US have mobilized 57,000 sailors, marines and airmen featuring simulated air combat, amphibious landings and ballistic missile defense drills https://t.co/JPfdfQq5Etpic.twitter.com/G048fqbs3X
Sabtu kemarin Jet-jet tempur AS melesat di perairan Pasifik Barat ketika kapal induk USS Ronald Reagan yang bertenaga nuklir bergabung dengan kapal perusak Jepang dan sebuah kapal perang Kanada untuk sebuah latihan perang terbesar yang pernah dipentaskan di dan sekitar Jepang.
Jepang dan Amerika Serikat telah memobilisasi 57.000 marinir, dan penerbang untuk latihan dua tahunan “Keen sword”, latihan kali ini melibatkan 11.000 lebih banyak dari pada latihan tahun 2016, dengan simulasi pertempuran udara, pendaratan amfibi, dan latihan pertahanan rudal balistik.
Pasukan Jepang yang terdiri atas 47.000 personel mewakili seperlima pasukan bersenjata nasional. “Kami di sini untuk menstabilkan, dan mempertahankan kemampuan kami jika diperlukan.
Latihan seperti Keen Sword adalah hal yang perlu kita lakukan, ” kata Laksamana Muda Karl Thomas, komandan Satuan tempur Kapal induk AS.
Delapan kapal lainnya bergabung dengan kapal induk untuk latihan perang anti kapal selam dalam unjuk kekuatan di perairan yang menjadi ketakutan Washington dan Tokyo akan semakin berada di bawah pengaruh Beijing.
“Aliansi AS-Jepang sangat penting untuk stabilitas di wilayah ini dan Indo Pasifik secara lebih luas,” Laksamana Muda Hiroshi Egawa, komandan kapal Jepang mengatakan di atas kapal induk Ronald Reagan.
PESAWAT MATA2 RUSIA MUNCUL DITENGAH LATIhAN BESAR NATO DIDEKAT PERBATASAN RUSIA
Sebuah pesawat pembom Tu-142 Rusia melintas disisi sebuah kapal induk AS yang sedang mengambil bagian dalam latihan besar NATO “Trident Juncture” di luar Norwegia.
Foto-foto spektakuler dari terbang lintas itu diduga memicu kegemparan media, sementara Moskow menyebut hal itu sebagai penerbangan rutin.
Pesawat itu muncul di udara pada saat para mariner berada di atas kapal unggulan dari Armada Keenam AS USS Mount Whitney , mereka sedang berkumpul di dek untuk foto bersama.
Terbang lintas pesawat mata mata maritime Rusia itu menyuguhkan kesempatan langka bagi para mariner AS untuk melihat langsung Tu-142, yang oleh NATO beri nama sandi ‘Bear-F.’
“Ini adalah pesawat pengintai patroli maritim jarak jauh,” kata salah seorang marinir.
Military.com melaporkan bahwa tentara AS “terpana” ketika menyaksikan secara langsung “beruang Rusia” itu diudara untuk pertama kalinya.
Tetapi tabloid The Sun menyebut insiden dalam latihan NATO yang melibatkan 29 negara itu itu sebagai “bertaruh untuk perang habis-habisan dengan 29 negara sekutu AS”.
Latihan “Trident Juncture 18” berlangsung di Norwegia , ini adalah latihan terbesar NATO dalam beberapa dekade, yang melibatkan sekitar 50.000 tentara, 10.000 kendaraan tempur, 65 kapal, dan 250 pesawat.
Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan bahwa dua pesawat anti-kapal selam Tu-142 itu sedang melakukan penerbangan yang direncanakan di atas perairan netral Laut Norwegia pada hari Jumat. Pesawat telah menghabiskan 12 jam di udara dan berhasil kembali ke pangkalan di Wilayah Vologda di Rusia utara.
YAHUDI ULTRA ORTHODOX DIISRAEL BERUNJUK RASA MENENTANG WAJIB MILITER
https://www.youtube.com/watch?v=Dnd3-jhmYJI
Komunitas Yahudi ultra Ortodoks Israel berunjuk rasa untuk memprotes penangkapan seorang mahasiswa bernama Yeshiva yang berusaha menghindari wajib militer.
Puluhan orang Yahudi ultra-Ortodoks telah bentrok dengan polisi Israel di kota Bnei Brak saat memprotes rancangan undang-undang militer negara itu, yang mengharuskan sebagian besar warga untuk mendaftar wajib militer.
Secara tradisional , Komunitas Yahudi ultra-Ortodoks telah menikmati perlakuan khusus , dimana selama ini mereka memiliki pilihan untuk tidak ikut dinas militer dan hanya mengabdikan diri mereka pada pelajaran agama.
KOREA UTARA AKAN LANJUTKAN PROGRAM RUDAL NUKLIR JIKA SANKSI AS TIDAK DICABUT
Korea Utara (DPRK) memperingatkan bahwa mereka siap untuk melanjutkan kebijakannya untuk meningkatkan persenjataan nuklirnya jika Amerika Serikat tidak mulai mencabut sanksi ekonomi, Interfax melaporkan, mengutip Associated Press.
Kementerian Luar Negeri Korea utara mengeluarkan pernyataan yang mengatakan tentang melanjutkan kembali kebijakan pembangunan ekonomi dan produksi senjata nuklirnya secara bersamaan.
Ini akan terjadi jika Amerika Serikat tidak juga mengubah kebijakan sanksinya terhadap Korea Utara.
Korut mengingatkan AS bahwa para pemimpin kedua negara, Kim Jong-un dan Donald Trump telah mencapai kesepakatan diSingapura dimana Korea Utara harus menghentikan uji coba nuklir dan membongkar beberapa fasilitas militernya.
DIPLOMAT SENIOR RUSIA : KAMI SEDANG MEMPERSIAPKAN PERANG
Andrei Belousov, wakil direktur Departemen Nonproliferasi dan Kontrol Senjata Kementerian Luar Negeri Rusia, baru-baru ini membuat pernyataan penting bahwa Rusia sedang menyiapkan diri untuk berperang :
Berikut kutipannya dalam bahasa Rusia :
“Тут недавно на заседании Соединенные Штаты заявили, что Россия готовится к войне. Да, Россия готовится к войне, я это подтверждаю. Да, мы готовимся защищать нашу родину, нашу территориальную целостность, наши принципы, наших людей. Мы готовимся к такой войне. Но у нас есть серьезные отличия от Соединенных Штатов Америки. И в лингвистическом плане это отличие заключается всего в одном слове, что в русском языке, что в английском языке: Российская Федерация готовится к войне, а Соединенные Штаты Америки готовят войну”
Terjemahannya kira kira :
“Baru-baru ini pada pertemuan dengan fihak AS , telah dinyatakan bahwa Rusia sedang mempersiapkan perang. Ya, Rusia sedang mempersiapkan perang, saya bisa memastikannya. Ya, kami sedang mempersiapkan untuk mempertahankan tanah air kami, integritas teritorial kami, prinsip-prinsip kami, nilai-nilai kami, rakyat kami. Kami sedang mempersiapkan perang seperti itu. Tetapi ada perbedaan besar antara kami dan Amerika Serikat. Secara linguistik, perbedaan ini hanya dalam satu kata, dalam bahasa Rusia dan Inggris: Rusia sedang mempersiapkan perang sementara Amerika Serikat sedang mempersiapkan sebuah perang ”
IRAQ PERKUAT PERBATASANNYA DENGAN SURIAH SETELAH MEREBAK BENTROKAN ANTARA SDF DAN ISIS
Irak telah mengirimkan bantuan militer ke perbatasannya dengan Suriah di tengah bentrokan baru antara militan yang didukung AS dan teroris ISIS di wilayah tersebut.
Pasukan Irak termasuk pasukan paramiliter Hashd al-Sha’abi, telah dikirim ke perbatasan Suriah karena kekhawatiran bahwa teroris Daesh bisa saja mengulangi serangan seperti pada tahun 2014.
Penguatan diperbatasan terjadi ketika elemen-elemen Daesh (ISIS) belum lama ini merebut beberapa wilayah yang dikuasai oleh Pasukan Demokratis Suriah (SDF) dan koalisi yang didukung AS terutama militan Kurdi, di sekitar kota Hajin di timur Suriah, provinsi Dayr al-Zawr.
Militer Irak mengatakan bahwa dua brigade tentara Irak, masing-masing dengan 3.000 hingga 5.000 tentara, telah dikirim ke daerah perbatasan dalam upaya untuk mencegah teroris menyeberang.
Pasukan paramiliter Iraq Hashd al-Sha’abi juga mengumumkan pengerahan 20.000 pejuangnya “untuk menjaga keamanan perbatasan setelah beberapa desa Suriah jatuh di bawah kendali ISIS (Daesh).”
Selain itu, Letnan Kolonel Abbas Mohammad, kepala unit perbatasan Irak, menegaskan kehadiran pasukannya disepanjang perbatasan Suriah.
“Semua tindakan telah diambil: kami memiliki menara kontrol, pos pengamatan, gundukan tanah dan parit,” dan “mundurnya SDF tidak akan menjadi ancaman bagi Irak.” Katanya
Sementara itu, seorang wartawan video AFP melaporkan bahwa selain tentara, Irak telah mengirim kendaraan militer, helikopter dan mobil lapis baja ke wilayah perbatasan.
Jenderal Irak Qassem al-Mohammadi, yang memimpin operasi kontra-terorisme di Provinsi Anbar barat Irak, memperingatkan bahwa posisi militan Daesh (ISIS) hanya “lima atau enam kilometer jauhnya, di dalam wilayah Suriah.”
ISRAEL ANCAM AKAN SERANG PABRIK RUDAL MILIK HIZBULLAH DILEBANON
Israel dilaporkan mengirim pesan kepada pemerintah Libanon melalui Paris yang menuntut dilakukan tindakan terhadap pabrik-pabrik roket kelompok Hizbullah di negara itu, dan jika Libanon menolak untuk melakukannya, Israel dapat mengambil tindakan militer.
Pesan itu disampaikan oleh wakil penasihat keamanan nasional Israel Eitan Ben-David kepada Orléan la-Chevalier, penasihat utama Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam kunjungan terakhir di Yerusalem pada hari Senin, menurut berita Channel 10 Israel.
“Pemerintah Lebanon harus berhati-hati jika menyangkut pabrik roket Hizbullah. Jika masalah itu tidak ditangani melalui cara diplomatik oleh pemerintah Lebanon, Israel akan bertindak sendiri, ” kata pesan itu , menurut laporan yang mengutip sumber diplomatik Barat.
Ben-David meminta agar la-Chevalier menyampaikan pesan itu kepada Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri. Perancis memiliki hubungan erat dengan Lebanon, dan dianggap dekat dengan Hariri.
Kantor Perdana Menteri (Israel) menolak berkomentar tentang laporan itu.
Ben-David mengatakan Israel akan bersabar, dan bersedia menunggu untuk melihat apakah Libanon mengambil langkah terhadap pabrik-pabrik itu, dan tidak akan membiarkan mereka terus berkembang tanpa hambatan.
(Pabrik roket) itu sebagian besar didanai oleh Iran, Hizbullah tetap populer di Lebanon, di mana ia telah berubah menjadi kekuatan politik yang kuat yang bersekutu dengan Presiden Michel Aoun. Banyak politisi (Lebanon) menolak keras seruan untuk memaksa Hizbullah melucuti senjatanya.
Aoun baru-baru ini membantah klaim Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa Iran telah meningkatkan jumlah rudal Hizbullah di fasilitas rahasia di Beirut. Beberapa hari kemudian Aoun membawa wartawan dan diplomat dalam sebuah kunjungan ke beberapa lokasi yang diduga itu.
Netanyahu telah mengungkapkan beberapa lokasi (diLebanon) dalam pidatonya di Majelis Umum PBB dalam upaya untuk mendorong tindakan internasional. Dia mengklaim teknologi akan memungkinkan rudal itu bisa menyerang dengan akurasi 10 meter (32 kaki) dari targetnya.
Bulan lalu, Fox News melaporkan bahwa Iran telah mengirimkan komponen GPS canggih ke Hizbullah yang akan memungkinkan kelompok teroris untuk membuat roket yang tadinya roket tanpa pemandu menjadi peluru kendali presisi.
BRASIL BERNIAT PINDAKAN KEDUBESNYA DI TEL AVIV KEYERUSALEM
Brasil berniat untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, presiden terpilih negara itu Jair Bolsonaro mengumumkan di halaman Facebook-nya pada hari Kamis, dia tidak membuang waktu dalam menyatakan niat untuk melaksanakan salah satu ikrar kampanyenya itu.
“Seperti yang dinyatakan sebelumnya selama kampanye kami, kami bermaksud untuk mentransfer Kedutaan Besar Brasil dari Tel Aviv ke Yerusalem. Israel adalah negara berdaulat dan kami akan menghormati itu, ”tulisnya.
Bolsonaro adalah seorang populis, ultra-konservatif, penganut Kristen Evangelis yang kemenangannya hari Minggu menandakan perubahan ke arah Brasil yang mengagetkan dimana dalam 15 tahun terakhir Brasil diperintah oleh Partai Pekerja sayap kiri. Ini juga merupakan pergeseran “tektonik” dalam hubungan negaranya dengan Israel.
Dalam sebuah wawancara Kamis dengan portal berita Israel Hayom, Bolsonaro mengulangi janjinya untuk memindahkan kedutaan Brasil.
“Israel adalah negara berdaulat. Jika Anda memutuskan memindahkan ibukota Anda, kami akan bertindak menyesuaikan. Ketika saya ditanya selama kampanye apakah saya akan melakukannya (relokasi kedutaan) jika saya menjadi presiden, saya mengatakan ya, dan bahwa Anda adalah orang-orang yang memutuskan ibukota Israel, bukan orang lain, ”katanya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu segera menelepon Bolsonaro tak lama setelah kemenangannya dalam pemilu untuk memberi selamat kepadanya, dan mengatakan bahwa dia bermaksud menghadiri pelantikannya pada 1 Januari.
Jika Brasil memang melanjutkan langkah kedutaan, itu artinya akan bergabung dengan Amerika Serikat dan Guatemala, yang telah lebih dulu mengambil langkah serupa.
“Saya mengucapkan selamat kepada teman saya Presiden Brasil yang baru terpilih Jair Bolsonaro, karena niatnya untuk memindahkan Kedutaan Brasil ke Yerusalem,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan ketika sedang berkunjung ke Bulgaria, “Ini adalah langkah yang bersejarah, adil dan mengharukan.” Katanya.
NETANYAHU MINTA TRUMP UNTUK TETAP MENJALIN KEDEKATAN DENGAN MBS
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meminta para pejabat senior di Gedung Putih untuk tetap terus mendukung Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman , meski ada kasus pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi, Washington Post melaporkan pada hari Kamis kemarin.
Mengutip para pejabat AS, laporan tersebut menyatakan bahwa Netanyahu menggambarkan Putra Mahkota sebagai “sekutu strategis” nya di Timur Tengah.
Laporan itu mengatakan bahwa pesan serupa juga disampaikan ke Gedung Putih oleh Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sissi.
Netanyahu baru-baru ini mengunjungi Oman, negara Teluk yang belum menjadi tuan rumah Perdana Menteri Israel sejak tahun 1990-an, sebagai pertanda adanya menghangatnya hubungan antara Israel dan monarki Arab di Teluk.
Dalam perjalanan ke Oman, pesawat Perdana Menteri Israel terbang di atas Arab Saudi. Selain itu, ada sejumlah laporan dalam beberapa bulan terakhir tentang peningkatan kerja sama intelijen Israel-Saudi.
Arab Saudi dan juga MBS (Muhammad bin Salman) telah mendapat kecaman keras karena kemacetan mereka dalam penyelidikan atas hilangnya dan meninggalnya Khashoggi.
Kerajaan (Saudi) juga telah mengubah penjelasannya beberapa kali sejak kasus ini pertama kali menyebar ke publik.
Pada hari Rabu lalu karena adanya pembunuhan (Khassogi) itu , sekelompok senator Partai Republik mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menunda negosiasi dengan Arab Saudi tentang perjanjian energi atom yang berpotensi menguntungkan itu.
Hari Rabu itu juga, kantor kejaksaan Istanbul mengatakan bahwa Khashoggi telah mati lemas segera setelah dia memasuki konsulat Arab Saudi pada 2 Oktober dalam pembunuhan yang direncanakan sebelumnya, dan tubuhnya kemudian dipotong-potong dan dibuang.
Juga dikatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tidak ada hasil nyata yang dicapai dalam pembicaraan kepala Kejaksaan (Turki) Irfan Fidan di Istanbul pekan ini dengan jaksa penuntut umum Saudi Saud al-Mojeb.
Minggu lalu Direktur CIA Gina Haspel dilaporkan mendengar rekaman audio kematian wartawan Saudi itu. Dan Haspel pergi telah ke Turki untuk meninjau intelijen tentang insiden Khashoggi itu.
Jaksa penuntut umum Arab Saudi mengadakan pembicaraan semalam dengan para pejabat intelijen Turki tentang penyelidikan atas pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, kantor berita Demiroren menyatakan.
PUTIN Vs BOLTON : HANYA ANAK PANAH YANG TERSISA DILAMBANG NEGARA AS
Presiden Rusia Vladimir Putin menyindir lambang negara Amerika Serikat saat menjadi tuan rumah penasihat keamanan nasional Presiden AS Donald Trump Selasa, mengatakan dia mempertanyakan apakah elang dilambang Negara AS itu telah mencabut semua zaitun dari cabangnya.
Saat duduk bersama John Bolton di Kremlin, Putin menyebutkan niat Trump untuk menarik AS keluar dari perjanjian pembatasan senjata (INF 1987). Dia mengatakan Moskow juga prihatin akan keraguan Washington tentang perpanjangan perjanjian nuklir bersejarah dan rencana AS untuk menyebarkan elemen pertahanan rudal di luar angkasa.
Pemimpin Rusia itu kemudian merujuk pada lambang Negara Amerika Serikat, yang ada gambar seekor elang botak yang memegang 13 anak panah dan sebuah cabang zaitun dengan 13 buah zaitun disisi lain. “Saya punya pertanyaan: Apakah elang Anda telah memakan semua zaitun itu dan hanya menyisakan anak panah?” Putin bertanya sambil tertawa.
“Semoga, saya akan memiliki beberapa jawaban untuk Anda,” katanya. “Tapi saya tidak membawa lagi zaitun itu .” “Itu yang saya pikirkan,” kata Putin.
Pemimpin Rusia itu lebih lanjut menunjukkan lambang Negara AS, dia mengutip moto yang ditulis pada gulungan pita yang dipegang elang di paruhnya “e pluribus unum” atau “Out of Many, One” (meski berbeda tapi tetap satu) , sebagai refleksi kebutuhan untuk menemukan kesamaan meskipun ada berbagai sudut pandang.
Putin dan Bolton tertawa ketika mereka saling bertukar candaan di awal pertemuan, menetapkan nada yang mudah menjelang apa yang diharapkan menjadi diskusi tegang yang diberikan pernyataan akhir pekan Trump tentang meninggalkan Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF).
Berbicara pada konferensi pers setelah pembicaraan dengan Putin, Bolton menekankan bahwa AS yakin bahwa Rusia telah melanggar perjanjian dengan menguji dan menggunakan rudal jelajah berbasis darat.
Putin juga menekankan perlunya mempertahankan dialog, mengatakan ia siap untuk bertemu dengan Trump di Paris bulan depan dalam acara peringatan yang menandai berakhirnya Perang Dunia I.
Putin mengatakan pertemuan terakhirnya dengan Trump di Helsinki pada bulan Juli ada manfaatnya meskipun diskusi mereka berlangsung sulit, dia menambahkan bahwa dia akan terbuka untuk bertemu dengan Trump di Prancis “jika pihak AS tertarik pada kontak seperti itu.”
Bolton menjawab bahwa Trump akan siap bertemu Putin di Paris di sela-sela acara peringatan yang menandai 100 tahun gencatan Senjata, pada 11 November nanti. “Terlepas dari perbedaan kami yang ada karena kepentingan nasional kami yang berbeda, tetaplah perlu untuk melakukan dialog.
UNI EROPA HANYA MAU IKUT MEREKONSTRUKSI SURIAH JIKA ASSAD TELAH DILENGSERKAN
Uni Eropa mengambil sikap tegas terhadap upaya pendanaan bagi rekonstruksi di Suriah sampai penyelesaian politik dan transisi (kepemimpinan) dilakukan, jurubicara Komisi Eropa untuk urusan luar negeri dan kebijakan keamanan Maja Kocijancic , mengatakan.
“Kami hanya ingin bicara masalah rekonstruksi pada titik ketika transisi di Suriah sedang berlangsung. Seperti yang Anda ketahui, ini belum terjadi. Konflik masih berlangsung, ”kata Kocijancic.
Komentar Kocijancic dikeluarkan hanya sehari setelah Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden Suriah Bashar Al-Assad akhirnya akan dilengserkan dari jabatannya di Suriah.
Sementara AS dan Uni Eropa menolak untuk membiayai upaya rekonstruksi di Suriah saat ini, dan Damaskus telah mencari tempat lain untuk mendapat bantuan guna membangun kembali negaranya.