Update WW3 Dec 2018

TRUMP PUTUSKAN MEMPERLAMBAT PENARIKAN PASUKANNYA DARI SURIAH

Presiden Donald Trump telah memerintahkan untu memperlambat penarikan pasukan Amerika Serikat dari Suriah, kata Senator partai  Republik Lindsey Graham.

“Saya pikir kita berada dalam situasi jeda,” kata Senator partai Republik dari Carolina Selatan itu di luar Gedung Putih pada hari Minggu.

Pada 19 Desember lalu Trump mengumumkan penarikan semua sekitar 2.000 tentara dari Suriah dimana para pembantunya mengharapkan hal itu dilakukan dengan cepat.

Graham adalah seorang kritikus blak-blakan atas keputusan Trump itu yang telah menuai kritik bipartisan. Sebelumnya dia telah memperingatkan bahwa menarik pasukan AS dari Suriah  akan merusak keamanan nasional yang akan membuat ISIS bangkit kembali, dan juga mengkhianati pejuang Kurdi yang didukung AS yang memerangi sisa-sisa ISIL, dan juga akan meningkatkan kemampuan Iran untuk mengancam Israel.

Presiden AS itu telah menyatakan telah mengalahkan ISIL di Suriah, meskipun kantong mereka masih tetap ada.

Sejak Trump mengumumkan penarikan itu , dua pejabat senior pemerintah mengundurkan diri, yaitu Menhan Jim Mattis dan utusan AS untuk Suriah Brett McGurk.

Para kritikus berpendapat bahwa penarikan pasukan AS itu akan membuat  Iran dan Rusia semkakin kuat diSuiriah, dimana selama ini mereka mendukung pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Penasihat Keamanan Nasional John Bolton diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Israel dan Turki minggu depan untuk membahas rencana presiden dengan para  sekutu Amerika.

Dalam penampilannya di CNN,  Graham memberi saran untuk mempertimbangkan keputusan  Trump dan Trump tampaknya setuju untuk mempertimbangkan keputusannya untuk memperlambat penarikan  kembali pasukannya dari  Suriah.

“Saya akan memintanya untuk duduk bersama jendral-jendralnya dan mempertimbangkan kembali bagaimana cara yang pas untu melakukan ini. Perlambat penarikan  ini. dan memastikan kita melakukannya dengan benar. dan memastikan ISIS tidak pernah akan bangkit kembali,” kata Lindsey Graham.

 

PARA SENATOR AS PENENTANG RUU DUKUNGAN  PERANG YAMAN MENERIMA SUAP DARI PARA PELOBI SAUDI

Sen. Bernie Sanders on Wednesday called for the US to end its support for Saudi Arabia in the Yemen conflict.

Rabu lalu , para senator AS membuat pukulan  bersejarah bagi hubungan AS dengan sekutu Arab Saudi, dengan memilih untuk mengajukan  resolusi (RUU) yang akan mengakhiri semua dukungan militer AS  untuk perang yang dipimpin Saudi di Yaman

Tetapi setidaknya ada lima Senator dari partai Republik yang menentang RUU itu yang  telah menerima dana dari pelobi yang bekerja untuk Arab Saudi, sebuah fakta yang menggambarkan bagaimana kerajaan teluk itu menggunakan kekayaannya yang sangat besar untuk mempengaruhi kebijakan luar negeri AS.

Menurut laporan  Center for International Policy yang dirilis bulan lalu,  Senator Republik Roy Blunt dari Missouri, John Boozman dari Arkansas, Richard Burr dari North Carolina, Mike Crapo dari Idaho, dan Tim Scott dari South Carolina menerima kontribusi  keuangan dari perusahaan pelobi yang bekerja untuk Arab Saudi,

Laporan itu menyebut senator Roy Blunt sebagai salah satu dari 10 penerima dana kampanye dari perusahaan-perusahaan yang mewakili Arab Saudi pada 2017, bersama dengan anggota parlemen Demokrat seperti Heidi Heitkamp dari North Dakota, Joe Manchin dari West Virginia, dan Robert Menendez dari New Jersey. Tahun lalu Roy Blunt diduga telah  menerima $19.250 sebagai dana kampanye dari perusahaan yang terkait dengan Kerajaan Saudi.

Menurut laporan itu , pada saat itu Senator Boozman dan Crapo menerima dana kontribusi $1.000 dari Squire Patton Boggs PAC, yang bekerja untuk Arab Saudi. Dan Boozman, Crapo, Burr dan Scott semuanya diduga menerima sumbangan sekitar $ 2.000 pada hari-hari ketika mereka dihubungi oleh pelobi Saudi.

Tidak ada satupun senator yang mau segera menanggapi permintaan komentar atas dugaan itu.

Diperkirakan pada 2017 Arab Saudi menghabiskan sekitar $27 juta untuk melobi (para senator AS). Departemen Kehakiman menunjukkan bahwa pemerintah Saudi telah menghabiskan hampir $7 juta untuk agen asing pada tahun 2018.

Pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Turki telah memberikan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada hubungan persahabatan antara kedua negara dan membantu meningkatkan upaya untuk menghentikan perang yang dipimpin Saudi, yang telah menyebabkan wabah kolera di Yaman dan salah satu  kelaparan terbesar dalam beberapa dekade ini.

Saat pemungutan suara, para senator memilih 63 yang  mendukung dan 37 menentang bagi pengajuan resolusi pada hari Selasa lalu. Pemungutan suara adalah langkah prosedural yang akan begi RUU itu untu bisa bergerak maju di Senat, tetapi House of representative (DPR AS) belum bertindak masalah Yaman ini.

“Saya memuji Senat yag telah mengajukan resolusi bipartisan guna mengakhiri dukungan AS untuk koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman. Adalah hal yang gila jika Kongres yang telah menghabiskan waktu  selama ini tapi tidak mengambil tindakan formal untuk menghentikan keterlibatan AS dalam kekejaman yang dilakukan (koalisi Saudi) di Yaman.

Terima kasih kepada 63 senator, yang hari ini telah mengambil langkah untuk “menghentikan itu’ kata  “Ted Lieu, seorang  anggota Kongres dari partai Demokrat dari California  dalam sebuah pernyataan.

Presiden Donald Trump adalah sekutu setia Arab Saudi yang telah menggembar-gemborkan pembelian senjata yang menguntungkan  AS dari negara itu dan  koneksi keuangan pribadinya ke negara tersebut  (Saudi) kini sedang dalam pengawasan, dimana Trump telah mengancam akan memveto RUU itu jika sudah sampai dimejanya.

 

PUTIN : RUDAL HIPERSONIK AVANGARD  SIAP BEROPERASI PADA 2019

Sistem rudal hipersonik baru Rusia, yang Presiden Vladimir Putin klaim “kebal” terhadap sistem pertahanan AS  akan mulai beroperasi pada 2019, kata pemimpin Rusia itu setelah uji coba rudal itu Rabu lalu.

“Rusia adalah negara  pertama di dunia yang memiliki  senjata strategis jenis baru ini dan rudal ini akan memastikan keamanan negara kita dan rakyat kita untuk  beberapa dekade mendatang,” kata Putin yang dikutip  kantor berita Tass.

“Ini adalah hadiah tahun baru yang luar biasa  bagi negara,” kata Tass mengutip Putin. Sistem rudal  hipersonik “Avangard”  diuji coba dari pangkalan udara militer Dombarovsky di Rusia barat daya.

Laporan sebelumnya mengatakan Avangard memiliki jangkauan antar benua dan kemampuan untuk terbang dengan kecepatan  20 Mach (20x kecepatan suara)  atau lebih dari 15.000 mil/jam, dan material kompositnya mampu menahan suhu permukaan akibat gesekan udara yang mencapai 2000 derajat Celsius.

Saat mendekati targetnya,  rudal dengan hulu ledak yang dapat bermanuver dapat menyesuaikan ketinggian dan arah untuk menghindari pertahanan udara target dan terbang cukup rendah untuk menghindari sebagian besar pencegat, Tass melaporkan.

“Praktis rudal ini akan kebal,” kata Putin ketika dia membanggakan Rudal  Avangard dalam  pidatonya didepan Parlemen Rusia maret lalu.

Sementara belum ada pernyataan  dari  Pentagon atau Departemen Luar Negeri AS yang mengomentari pernyataan Putin pada hari Rabu itu.

Pada maret lalu Jenderal John Hyten, Kepala  Komando Strategis AS, memperingatkan  bahwa   satelit dan radar pendeteksi rudal AS saat ini tidak akan mampu melacak senjata seperti Avangard itu.

“Kita akan membutuhkan serangkaian sensor yang berbeda untuk melihat ancaman hipersonik,” kata Hyten kepada CNN pada saat itu.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Presiden Rusia Vladimir Putin,  Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov,  dan pejabat tinggi lainnya terlihat mengawasi uji coba peluncuran  rudal  hipersonik Avangard dari ruang kendali Kementerian Pertahanan di Moskow pada hari Rabu.

Russian Defense Minister Sergei Shoigu, fourth left, Russian President Vladimir Putin, fifth left, Chief of General Staff of Russia Valery Gerasimov, sixth left, and other top officials oversee the test launch of the Avangard hypersonic glide vehicle from the Defense Ministry's control room in Moscow on Wednesday. In the test, the Avangard was launched from the Dombarovskiy missile base in the southern Ural Mountains. The Kremlin says it successfully hit a designated practice target on the Kura shooting range on Kamchatka.

Dalam pengujian tersebut, Avangard diluncurkan dari pangkalan rudal Dombarovskiy di Pegunungan Ural selatan. Kremlin mengatakan itu berhasil mencapai target latihan yang ditunjuk pada rentang penembakan Kura di Kamchatka.

Selain Rusia, AS dan Cina juga sedang melakukan penelitian  senjata hipersonik. Beijing mengatakan pihaknya berhasil menguji coba roket  hipersonik pada Agustus lalu dengan  menerbangkan  Starry Sky 2 dengan kecepatan 6 Mach.

Awal tahun ini Angkatan Udara AS  memberikan kontrak senilai $ 928 juta kepada Lockheed Martin untuk mengembangkan rudal hipersonik. Sementara itu pada bulan Desember ini, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Riset dan Teknik Michael D. Griffin mengatakan kepada wartawan bahwa AS  diharapkan dapat memiliki  kemampuan pertahanan yang bisa diterapkan  terhadap senjata hipersonik pada pertengahan dekade kedepan.

Pengumuman keberhasilan Rudal Avangard itu dikeluarkan kurang dari sebulan setelah Washington mengatakan bahwa dalam tempo 60hari AS akan keluar dari  perjanjian nuklir INF kecuali jika Rusia kembali mematuhinya.

Perjanjian Pembatasan Nuklir jarak sedang (INF) 1987 mengatur kedua negara untuk menghilangkan rudal balistik dan rudal yang diluncurkan dengan peluncur darat yang berjarak jangkau antara 300 dan 3.400 mil.

Secara khusus AS menyebyt bahwa Rusia telah melanggar perjanjian  INF ketika negara itu mengembangkan  sistem rudal 9M729 pada 2017. Rusia membantah melanggar pakta tersebut. karena  Avangard yang memiliki jangkauan antar benua tidak  tercakup dalam perjanjian INF.

 

PASUKAN SURIAH MULAI MEMASUKI KOTA MANBIJ

Pasukan pemerintah Suriah telah memasuki kota  Manbij di utara Suriah untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir, kata seorang juru bicara militer Suiah.

Milisi Kurdi yang menguasai daerah itu mundur (dari Manbij) dan mempesilahkan pasukan Suriah untuk masuk dan merebut kembali kota itu atas kekhawatiran  bahwa pasukan Turki akan melancarkan serangan baru. Karena Turki menganggap pasukan YPG Kurdi sebagai bagian dari kelompok teroris.

Konsekuensi dari pengumuman mendadak Presiden Trump untuk menarik semua pasukan AS dari Suriah itu sekarang mulai  terlihat di lapangan. Manbij adalah kota penting yang strategis di Suriah utara yang hingga hari ini berada di bawah penguasaan  pasukan Kurdi yang didukung AS.

Suku  Kurdi  yang melakukan perang  perang melawan ISIS  melihat keputusan Trump ini sebagai pengkhianatan.

Tanpa dukungan Amerika, para pemimpin Kurdi sekarang dipaksa untuk memilih apa yang mereka anggap sebagai pilihan yang paling buruk. Mereka  berharap bahwa kehadiran tentara pemerintah Suriah   yang didukung oleh Rusia dan Iran  akan mencegah Turki melancarkan serangan terhadap pasukan Kurdi.

Turki telah mengintensifkan aktivitas militernya di dekat posisi yang dikuasai oleh para pejuang Kurdi sejak pengumuman penarikan Pasukan AS oleh Presiden Trump pada 19 Desember lalu.

Tentara AS telah bekerja sama secara erat dengan pasukan Kurdi yang membentuk  aliansi  Pasukan Demokrat Suriah (SDF)  dalam pertempuran melawan IS. Tetapi kebijakan AS ini membuat marah Turki, yang kemudian memerangi milisi Kurdi di kota terdekat Afrin. Hal ini embuat  frustrasi Turki karena  merupakan  penundaan atas perjanjian  yang disepakati dengan AS  pada februari lalu untuk membersihkan Manbij dari pejuang Kurdi.

 

PRESIDEN ERDOGAN : SURIAH SEDANG MELAKUKAN OPERASI PSIKOLOGIS DIMANBIJ

Turkish President Says Syrian Army Runs “Psychological Operation” In Manbij

Menanggapi  penyebaran Pasukan Arab Suriah (SAA) yang dilaporkan telah memasuki Manbij, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pemerintah Damaskus sedang menjalankan “operasi psikologis” di kota utara Suriah itu.

“Tujuan Turki adalah untuk memeberi pelajaran kepada kelompok teror YPG (Unit Perlindungan Rakyat)  / PKK (Partai Pekerja Kurdistan), dan kami bertekad untuk mewujudkannya,” kata Erdogan menurut  menurut agen beritan Anadolu.

“Kami menentang pemisahan Suriah. Target kita adalah kelompok-kelompok teroris yang tinggal disana. Jika kelompok itu telah  pergi, maka tidak ada lagi pekerjaan yang tersisa untuk kita, “tambah presiden Turki itu.

Beberapa jam yang lalu, YPG mengumumkan bahwa “pasukannya telah ditarik” dari Manbij karena ancaman Turki. Kemudian Kelompok bersenjata Kurdi itu meminta Pasukan Suriah SAA untuk memasuki kota strategis dan sekitarnya dan tentara Suriah menjawab permintaan itu dengan cara yang benar.

Delegasi Turki tingkat tinggi, termasuk Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, pembantu presiden Ibrahim Kalin, Menteri Pertahanan Nasional Hulusi Akar dan kepala intelijen Hakan Fidan  dijadwalkan akan mengunjungi  Moskow pada 29 Desember besok. Masalah Manbij kemungkinan akan menjadi inti pembicaraan antara  Turk dan Rusia.

 

KHAWATIR SERANGAN TURKI , YPG MENYERAHKAN MANBIJ KE TENTARA SURIAH

YPG Surrenders Manbij To Syrian Army (Official Statement)

Beberapa saat yang lalu Pasukan  Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) telah menyerahkan kota Manbij dan daerah-daerah lain yang selama ini dikuasai oleh Pasukan Kurdi itu wilayah di Suriah utara.

Kelompok itu menyatakan bahwa keputusan tersebut dimotivasi oleh adanya  ancaman invasi Turki ke kota kota itu  dan menekankan bahwa mereka kini  akan fokus pada upaya  memerangi ISIS.

Menurut sumber pro-pemerintah, pasukan tentara Suriah telah mulai mengambil alih posisi di dekat Manbij.

 

ARAB SAUDI LAKUKAN PEROMBAKAN  BESAR KABINETNYA

Ibrahim Al-Assaf is the new Saudi Foreign Minister replacing Adel Al-Jubair in Major Cabinet Reshuffle. (AFP/ File Photo/Fayez Nureldine)

Menlu Arab Saudi yang baru Ibrahim Al-Assaf

Kerajaan Arab Saudi dalam sebuah dekritnya   telah  mengumumkan restrukturisasi Kabinet, Dimana Menlu Adel Al Jubeir yang selama ini gencar meneriakkan “Assad must go” sekarang malah justru dia yang dicopot jabatannya sebagai Menteri luar negeri.

Berikut adalah daftar Nama Pejabat dan beberapa Posisi baru dalam Kabinet Kerajaan Arab Saudi :

Ibrahim Al-Assaf (mantan Menteri keuangan yang pernah ditahan dihotel Ritz Carlton atas tuduhan korupsi ) diangkat sebagai Menteri Luar Negeri yang baru menggantikan  Adel Al-Jubeir.

Abdullah bin Bandar bin Abdul Aziz diangkat sebagai Menteri Garda (Pertahanan) Nasional, dan Mohammed bin Saleh Al-Ghofeily dicopot jabatannya   sebagai penasihat Garda Nasional.

Sementara , Khaled Al-Harbi diangkat sebagai kepala Direktorat Keamanan Publik menggantikan Saud bin Abdul Aziz Hilal. Musaed Al Aiban diangkat sebagai penasihat Keamanan Nasional Arab Saudi.

Pangeran Abdul Aziz bin Turki Al-Faisal diangkat sebagai ketua Otoritas Olahraga Umum menggantikan Turki Al Asheikh, yang ditunjuk sebagai ketua Otoritas Hiburan Umum.

Pangeran Sultan bin Salman dicopot dari jabatannya  sebagai presiden Komisi  Pariwisata dan Warisan Nasional (SCTH), dan digantikan oleh Ahmad Al-Khateeb.

Sebuah pos  baru yang disebut Komisi Umum untuk Pameran dan Konferensi akan dibentuk, dan CEOnya akan ditunjuk berdasarkan keputusan kerajaan.

Menteri Perdagangan dan Investasi Dr. Majed Al-Qassabi juga akan bertanggung jawab atas Komisi Umum untuk Pameran dan Konferensi

Pangeran Mohammed bin Nawaf bin Abdulaziz, dicopot jabatannya sebagai duta besar di London.

Turki Al-Shabana diangkat sebagai Menteri Media, dan Hamad Al-Sheikh diangkat sebagai Menteri Pendidikan.

Ahmed bin Mohammad Al-Issa, dicopot dari jabatannya  sebagai Menteri Pendidikan, dan  diangkat sebagai penasihat Pengadilan Kerajaan dan kepala Komisi Evaluasi Pendidikan Publik Saudi.

Awad bin Saleh Al Awad, yang dicopot dari jabatannnya  Menteri Media, telah kembali  ditunjuk sebagai penasihat Pengadilan Kerajaan.

Iman Al-Mutairi diangkat sebagai asisten Menteri Perdagangan. Dan Turki bin Talal menggantikan Faisal bin Khaled sebagai gubernur wilayah Asir.

Pangeran Badr bin Sultan dibebaskan dari jabatannya dan digantikan oleh Pangeran Faisal bin Nawaf sebagai gubernur wilayah Al-Jouf. Mansour bin Mohammad bin Saad Al Saud diangkat sebagai gubernur Hafr Al-Batin.

Badr bin Sultan bin Abdulaziz Al Saud diangkat sebagai Wakil Gubernur Wilayah Makkah. Dan Pangeran Turki bin Saud bin Mohammed diangkat sebagai Penasihat Pengadilan Kerajaan.

 

AS KELUAR SURIAH , TAPI BANGUN 2 BASIS MILITER BARU DI IRAQ

Salah seorang pejabat Irak mengungkapkan  bahwa AS akan  membangun dua pangkalan militer baru didekat dengan perbatasan Suriah.

Farhan Al Dalimi seorang anggota dewan Al-Anbar, mengumumkan bahwa AS. akan membangun dua pangkalan militer baru di dekat perbatasan Irak. Satu pangkalan akan dibangun disebelah utara distrik Al Ramanah yang terletak di utara Al-Qaem, dan pangkalan lainnya aka nada di kawasan strategis Ar Rutbah di selatan provinsi Al-Anbar.

Dikatakan bahwa alasan untuk membangun dua pangkalan ini adalah untuk melawan ancaman ISIS dan untuk mencegah pengaruh teroris di wilayah-wilayah yang dibebaskan.

Perlu disebutkan bahwa berita ini dikeluarkan setelah  minggu lalu presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan perintah penarikan pasukan AS dari wilayah Suriah.

 

UEA KEMBALI BUKA KANTOR  KEDUBESNYA DISURIAH

Bahrain

 

Kedutaan Uni Emirat Arab (UEA) akan dibuka kembali di Damaskus pada hari Kamis setelah ditutup  enam tahun terakhir. Hal ini  akan menjadikannya sebagai kedutaan Negara Arab pertama yang mulai dibuka kembali  di Suriah setelah ditutup sebagai akibat dari perang, sumber di Kementerian luar negeri Suriah  mengatakan pada Sputnik.

“Kedutaan UEA di Damaskus akan dibuka kembali pada tengah hari (Kamis) itu,” kata sumber itu. Persiapan akhir untuk pembukaan misi diplomatik sedang berlangsung, seorang koresponden Sputnik melaporkan dari tempat kejadian. Sementara  Gedung kedutaannya sendiri telah direnovasi pada awal minggu ini.

Selama konflik diSuriah yang dimulai pada 2011, lebih dari 30 negara telah menutup kedutaan mereka atau memindahkan staf diplomatiknya ke Beirut, termasuk Amerika Serikat, Arab Saudi, dan misi Uni Eropa.

Uni Emirat Arab menutup misi diplomatik dan memanggil duta besar dari Suriah pada 2012 karena krisis Suriah. UEA adalah negara Arab pertama yang memulihkan  kedutaan besarnya di Suriah.

Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mikdad sebelumnya mengatakan bahwa Damaskus menyambut baik dibukanya  kembali Kantor kantor  kedutaan negara-negara Arab di Suriah.

 

MENLU JERMAN : AS TIDAK BOLEH MENEMPATKAN RUDAL NUKLIRNYA DIEROPA

Image result for Jerman Heiko Maas PIC

Dalam sebuah debat pengendalian senjata ,  Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan bahwa rudal nuklir Amerika itu tidak boleh ditempatkan di Jerman, atau di mana pun di Eropa,  “Penempatan rudal jarak menengah (AS) itu akan mendapat perlawanan luas di Jerman,” kata Maas dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Jerman DPA.

AS berencana mundur dari perjanjian Pembatasan Rudal jarak sedang INF yang telah berusia 30 tahun itu  yang telah mencegah Washington untuk menempatkan rudal sejenis itu di Eropa. Kedua negara (AS dan Rusia) saling menuduh telah melanggar perjanjian INF, tapi keduanya membantah telah melanggar perjanjian itu.

“Harusnya Eropa tidak menjadi menjadi tempat perdebatan tentang penumpukan senjata,” kata Maas.

Menyebarkan senjata nuklir sebagai tanggapan atas dugaan adanya pelanggaran perjanjian adalah logika era Perang Dingin, Menlu  Jerman itu percaya  bahwa  “Penggunaan senjataan nuklir  merupakan respon yang salah,” katanya. “Kebijakan era  80-an  tidak akan bisa membantu menjawab tantangan  hari ini.”

AS menuduh Rusia telah mebuat  rudal yang dilarang dalam perjanjian INF, sementara   Moskow mengatakan sistem pertahanan rudal Amerika yang sudah ditempatkan di Eropa Timur itu  dapat dengan mudah diubah menjadi peluncur rudal balistik ofensif.

Pada bulan Oktober lalu, AS mengumumkan akan menarik diri dari perjanjian INF kecuali jika Rusia menghentikan adanya dugaan pelanggaran itu, dan pada bulan Desember ini AS memberi Rusia tenggat waktu 60 hari untuk mematuhi.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov, Moskow telah diberitahu oleh AS bahwa keputusan itu telah final, dan bukan saatnya membuat upaya untuk memulai dialog.

Rusia telah memperingatkan bahwa negaranya terpaksa  harus merespons jika rudal rudal AS itu ditempatkan di Eropa, dan menjadikan lokasi rudal mereka  tersebut menjadi sasaran potensialnya.

 

BUNKER SUPER MEWAH ANTI BOM NUKLIR YANG DISIAPKAN PARA ELITE DUNIA

Mereka memelesetkannya sebagai persiapan Doomsday (hari kiamat atau hari kehancuran dunia) , tapi sebenarnya para  elite dunia (Ya’juj Ma’juj dan pengikutnya) itu sangat tahu , mereka membangun bunker bunker super mewah itu untuk persiapan perang nuklir, karena memang merekalah panitianya.

Tapi  Bunker super mewah itu tidak akan bisa menjamin keselamatan mereka, Quran Surat An Nisa 78 menyatakan, meski kamu berada didalam bangunan yang sangat kokoh sekalipun  jika maut menjemput maka kamu tidak dapat menolaknya.

 

PERAYAAN NATAL DIJALANAN PINGGIRAN KOTA DAMASKUS

Untuk pertama kalinya kembali telihat sasana perayaan Natal pertama yang damai dijalan pinggiran Kota Damaskus sejak dihancurkannya teroris diarea itu.

Negara Multi etnis multi agama yang diberkahi Allah itu dipropagandakan barat dan Israel sebagai negara yang dipimpin diktator yang menekan minoritas sebelum dan selama mereka menyerang Suriah dengan berbagai macam kelompok proxinya.

Ehmm… betapa indahnya keberagaman di Suriah. Sebuah keindahan   yang tidak bisa ditemui dinegara negara muslim yang lain.

Para penyerang yang didukung dana dan senjata dari ratusan negara pengikut Dajjal itu tidak bisa menembus Damaskus. Hadist menyebut  Malaikat membentangkan sayapnya diatas Suriah.

 

MILITER SURIAH HADANG SERANGAN RUDAL DARI PESAWAT  ISRAEL

Sistem pertahanan rudal Suriah telah  menghadang  rudal rudal yang menuju target di Damaskus selasa malam (25/12) kemarin, menurut Agen berita  resmi Suriah.Ditambahkan bahwa rudal rudal itu  datang  dari wilayah udara Lebanon, dimana dilaporkan sebelumnya   pesawat pesawat  Israel telah menyusup kewilayah itu.

Serangan itu datang dalam beberapa gelombang dan dilaporkan berlangsung setidaknya satu setengah jam, namun kerusakan yang ditimbulkan sangat terbatas, karena mayoritas rudal berhasil dicegat sebelum mereka mencapai target.

Menurut sumber militer Suriah yang dikutip oleh SANA (kantor berita Suriah), ada depot amunisi yang rusak dalam serangan itu dan tiga prajurit Suriah mengalami luka-luka.

 

Laporan media  menyatakan  bahwa Israel berada di belakang serangan itu, dimana  dikatakan  menargetkan Posisi senjata Iran di sebelah barat ibukota Suriah.

Menurut Kantor Berita Nasional Libanon,  Sebuah pesawat tempur  Israel terlihat terbang di ketinggian rendah di atas Lebanon,  Israel diketahui secara ilegal sering  menggunakan wilayah udara negara itu  yang perbatasannya lebih dekat ke Damaskus daripada wilayahnya  untuk menghindari deteksi dan intersepsi.

Tak lama setelah insiden itu dalam Tweetnya fihak tentara Israel (IDF)  menyatakan bahwa pertahanan udaranya berhasil  mencegat rudal anti-pesawat Suriah. Tidak ada korban maupun  kerusakan, katanya.
Setengah jam setelah gelombang serangan pertama, serangan  kedua   berlangsung kembali  di atas langit Suriah.

 

IRAN : KAPAL INDUK AS YANG ADA DITELUK BUKAN ANCAMAN TAPI KAMI SIAP MERESPON

Image result for USS John C. Stennis PIC

Iran siap menanggapi tindakan bermusuhan apapun dari AS,  tetapi tidak menganggap kedatangan kapal induk AS diperairan  Teluk pekan lalu sebagai ancaman yang signifikan, kata seorang komandan angkatan laut Iran, Senin kemarin.

Kapal induk USS John C. Stennis memasuki Teluk pada hari Jumat lalu , yang mengakhiri ketidakhadiran yang lama kapal induk AS di wilayah tersebut saat ketegangan meningkat antara Teheran dan Washington.

“Kehadiran kapal perang AS ini bukan hal  signifikan bagi kami,”  Kata Laksamana Muda Habibollah Sayyari seperti dikutip oleh kantor berita semi-resmi ISNA. Tapi “Kami tidak akan membiarkan kapal perang ini mendekati perairan teritorial kami di Teluk Persia,” kata Sayyari.

Sayyari mengatakan angkatan laut AS diizinkan untuk berlayar di perairan internasional dekat Iran, seperti angkatan laut Iran dapat berlayar di Samudra Atlantik di dekat perairan AS.

Dia mengatakan , bagaimanapun Iran tetap  waspada terhadap kemungkinan adanya  ancaman. “Mereka tidak memiliki keberanian atau kemampuan untuk mengambil tindakan apa pun terhadap kita. Kami memiliki cukup kemampuan untuk melawan tindakan mereka dan kami telah sepenuhnya berlatih untuk itu. ”

Pasukan Pengawal Revolusi elit Iran sedang melakukan latihan perang di Teluk pada hari Sabtu di mana kapal angkatan laut, helikopter, drone, peluncur roket dan unit komando mengambil bagian.

Memuji “keberhasilan” latihan perang itu, juru bicara Garda Revolusi Iran Brigadir Jenderal Ramezan Sharif mengatakan pada hari Senin: “Teluk Persia dan Teluk Oman telah jauh lebih aman  dalam 10 bulan terakhir tanpa adanya kapal induk AS. ”.

Perang kata-kata antar AS dan Iran telah meningkat sejak Presiden AS Donald Trump menyatakan keluara dari  kesepakatan nuklir dengan Iran yang telah disepakati bersama dengan kekuatan nuklr lain pada Mei lalu , dan menerapkan kembali sanksi baru ke Iran pada sektor perbankan dan energi.

 

TURKI KEMBALI TAMBAH PASUKANNYA DIPERBATASAN SURIAH

Hanya beberapa hari setelah mengumumkan niatnya untuk menunda serangan  militer terhadap gerilyawan Kurdi. Militer Turki telah mengirim konvoi bala bantuan militer baru ke perbatasannya dengan Suriah,

Ankara telah mengirim sekitar 100 kendaraan, termasuk truk pick-up, yang dilengkapi dengan senapan mesin ke perbatasan dengan Suriah, menurut Reuters.

Agen berita tersebut  mengatakan bahwa konvoi Turki itu bergerak menuju ke Kalis yang berbatasan dengan kota di provinsi Hatay di Turki selatan, termasuk diantaranya adalah tank, senjata, senapan mesin dan bus yang mengangkut anggota pasukan khusus.

“Sebagian dari peralatan militer dan tentara itu akan dikerahkan di titik-titik di perbatasan dan beberapa diantaranya akan menyeberang keseluruh wilayah Elbeyli diSuriah”. Daerah Elbeyli berjarak 45 km di kota Manbij utara, yang selama ini telah menjadi fokus ketegangan antara Ankara dan Washington.

Pada hari Rabu lalu  Turki juga telah  mengirim bala bantuan militer, termasuk pengangkut personel lapis baja, ke provinsi Hatay dan kemudian ke Suriah untuk memperkuat pasukan militernya di sana.

Belum lama ini Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan  bahwa dia akan menunda operasi militer yang sudah direncanakan terhadap militan Kurdi di Suriah utara karena adanya keputusan AS  untuk menarik pasukannya dari Suriah.

 

NETANYAHU :  ISRAEL AKAN TETAP INTENSIFKAN SERANGAN KESURIAH MESKI TANPA AS

Berbicara pada KTT Israel-Yunani-Siprus kelima yang diadakan di kota Beersheba selatan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk mengintensifkan upayanya di Suriah.

“Kami akan terus bertindak di Suriah untuk mencegah upaya Iran secara militer membentengi dirinya dari  kami. Kami tidak akan mengurangi upaya kami, kami akan meningkatkan upaya kami. Saya tahu kami melakukannya dengan  dukungan penuh dari AS ”, kata Netanyahu.

PM Israel mengatakan bahwa sebelumnya ia telah diperingatkan tentang penarikan pasukan AS dari Suriah lewat  percakapan telepon dengan Presiden Donald Trump pada hari Senin dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Selasa.

Tak lama setelah pidato (Netanyahu) itu, Dubes Israel untuk PBB Danny Dannon mengatakan bahwa Tel Aviv memiliki “keprihatinan” tentang Suriah.

“Kami prihatin tentang Suriah, dan kehadiran pasukan Iran di Suriah dan kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi rakyat kami, tak peduli  apakah Anda memiliki pasukan AS, pasukan Rusia, atau negara lain. Kami akan terus tetap dengan kebijakan kami untuk tidak mengizinkan Iran membangun pangkalan mereka didekat perbatasan kami ”, kata Dannon.

Sejauh ini, Iran belum menanggapi pernyataan para pejabat Israel itu, tetapi telah berulang kali menekankan bahwa pasukannya mempertahankan kehadiran penasihat eksklusif di Suriah, dan membantah punya rencana untuk membangun basis militer permanen di negara itu.

 

SEJUMLAH 3000 PRAJURIT RUSIA  LATIHAN PENANGANAN PASKA SERANGAN NUKLIR

Para prajurit dari Pasukan umum ke-49 Rusia  berpartisipasi dalam latihan militer skala besar untuk mempraktikkan penonaktifan benda-benda yang terkontaminasi setelah terjadinya serangan nuklir besar-besaran, Layanan pers Distrik Militer  Rusia selatan menyatakan, Sabtu.

“Di wilayah wilayah Stavropol dan Kuban, lebih dari 3.000 prajurit ikut serta dalam latihan pendeteksian radiasi nuklir, kimia dan bakteriologis,  serta latihan menonaktifkan kontaminasi dari senjata nuklir , senjata dan peralatan militer lain ,” kata layanan pers itu.

Lebih dari 300 unit peralatan khusus digunakan dalam latihan itu, termasuk laboratorium bergerak mutakhir untuk analisis radiasi dan bahan kimia.

 

VIDEO KONVOI PENARIKAN PASUKAN AS DARI SURIAH

Sebuah video yang dirilis oleh portal berita Turki “Yeni Safak” menunjukkan konvoi Kendaraan militer  AS yang ditarik dari wilayah Suriah dan dilaporkan sedang bergerak menuju perbatasan Iraq. Saat ini ada sekitar 2000 pasukan AS yang secara ilegal berada diSuriah dengan dalih membasmi ISIS.

 

SUASANA KOTA ALEPPO – SURIAH SETELAH DUA TAHUN DIBEBASKAN DARI TERORIS

 

 

BERBEDA VISI DENGAN TRUMP, MENHAN AS “MAD DOG”  MATTIS MENGUNDURKAN DIRI

Mattis, in his resignation letter, emphasised the importance of standing up for US allies [File: Manuel Balce Ceneta/AP Photo]

Kamis kemarin secara tiba yiba Menteri Pertahanan AS Jim Mattis  mengumumkan pengunduran dirinya , ini hanya sehari setelah Presiden Donald Trump menolak sarannya untuk tidak menarik pasukan dari Suriah dan mendororong  diskusi untuk menarik pasukan dari Afghanistan.

Mattis akan mengundurkan diri pada akhir Februari nanti setelah dua tahun penuh sebagai menhan AS,

Dalam surat pengunduran dirinya, Mattis mengatakan kepada Trump bahwa dia akan mengundurkan diri dengan alasan  karena “Anda (Trump) memiliki hak untuk memiliki Menhan yang pandangannya lebih selaras dengan Anda”.

Dalam Twiternya Trump menulis  bahwa Mattis mengundurkan diri,  tetapi mantan Kepala Pentagon itu tidak mengatakan itu.

Keputusan Trump untuk menarik keluar pasukannya dari Suriah telah dikritik tajam karena meninggalkan sekutu Kurdinya, yang mungkin akan menghadapi serangan Turki begitu pasukan AS pergi, dan hal ini telah ditentang keras oleh Pentagon.

Dalam surat pengunduran dirinya Mattis menekankan pentingnya membela sekutu AS . ini merupakan  kritik tidak langsusng atas keputusan Trump  tentang masalah ini dan masalah lainnya.

“Ketika AS masih tetap menjadi bangsa yang sangat penting di dunia bebas, tapi kami tidak dapat melindungi kepentingan kita atau menjalankan peran itu secara efektif tanpa mempertahankan aliansi kuat dan menunjukkan rasa hormat kepada para sekutu-sekutu itu (Kurdi dan FSA),” tulis Mattis.

Mantan asisten Menlu AS dan pejabat senior didewan keamanan nasional  Philip J Crowley mengatakan,  di balik keputusan Trump untuk menarik pasukan dari Suriah dan desas-desus akanadanya  penarikan sebagian dari Afghanistan “adalah mengurangi segala bentuk proses strategis dalam Sistem keamanan nasional Amerika “. “Ini adalah keputusan yang sangat beresiko ,” katanya kepada Al Jazeera.

 

AS SETUJUI PENJUALAN SISTEM PERTAHANAN PATRIOT KETURKI SENILAI US$3,5M

Patriot package offered to Turkey includes 80 missiles, 60 PAC-3 missile interceptors and related equipment [AP]

Amerika Serikat menyatakan telah menyetujui penjualan Rudal Patriot seniai US$3.5 milyar keTurki di tengah ketegangan yang terjadi diantara para sekutu NATO atas rencana Ankara untuk membeli (S-400) dari Rusia.

Rabu lalu Deplu AS mengatakan telah memberitahu Kongres AS tentang rencana untuk penjualan paket Sistem pertahanan Patriot kepada Turki yang meliputi 80 rudal Patriot, 60 pencegat rudal PAC-3 dan peralatan lain yang terkait.

“Rencana Penjualan senjata ketUrki itu akan meningkatkan kemampuan pertahanan militer Turki menjaga terhadap agresi musuh dan melindungi sekutu NATO yang mungkin sedang melatih dan beroperasi di dalam wilayah Turki,” kata sebuah pernyataan.

Tahun lalu Ankara  mengumumkan kesepakatan untuk membeli rudal S-400 dari Rusia, dan mengabaikan teguran dari sekutu-sekutunya di NATO, sebuah blok yang awalnya dibentuk sebagai benteng melawan bekas Uni Soviet.

Seorang pejabat Deplu AS yang berbicara dengan kantor berita AFP, mengatakan bahwa langkah Turki itu membahayakan partisipasinya dalam program2 militer AS lainnya seperti keinginan membali  jet tempur F-35 yang didambakan  jika negara itu masih akan meneruskan pembelian  S-400 Rusia. Dibawah hokum AS , Turki juga dapat menghadapi sanksi atas pembelian system pertahanan Rusia itu, kata pejabat itu, yang tidak mau disebutkan namanya.

Pembelian senjata Turki dari Rusia “akan memiliki konsekuensi serius bagi kemampuan AS untuk melakukan bisnis dengan Turki di seluruh spektrum perdagangan pertahanan,” kata pejabat itu.

“Adalah penting bahwa negara-negara NATO harus memiliki  peralatan militer yang dapat dioperasikan bersama dalam sistem NATO. Sistem Rusia tidak akan memenuhi standar itu,” tambahnya.

Pengumuman itu dikeluarkan  beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS telah mengalahkan kelompok ISIS di Suriah, yang menjadi alasan n penarikan pasukan AS, yang ada wilayah utara Suriah , daerah yang dikuasai militant Kurdi.

 

TANGGAPAN PUTIN SOAL RENCANA PENARIKAN PASUKAN AS DISURIAH

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan keputusan Donald Trump untuk menarik militer AS dari Suriah sebagai sebagai langkah yang benar, tapi  dia  mengatakan tidak mengerti apa maksud (sebenarnya) dibalik ini.

Berbicara kepada para wartawan selama sesi tanya jawab tahunan, Presiden Rusia mengatakan bahwa pasukan Amerika tidak memiliki dasar hukum (Ilegal) dalam operasinya di Suriah, dan jika Washington serius untuk menarik pasukannya, itu akan menjadi keputusan yang tepat.

Putin mencatat bahwa AS telah sering mengumumkan “penarikan” dari Afghanistan pada berbagai kesempatan, namun masih tetap di negara itu setelah tujuh belas tahun.

Mengenai penarikan pasukan AS (dari Suriah), saya tidak tahu apa (maksud dibalik) itu. AS telah berada di Afghanistan selama 17 tahun, dan hampir setiap tahun mereka mengatakan bahwa mereka akan menarik keluar  pasukannya. Tetapi faktanya mereka masih saja ada di sana.

“Kami tidak melihat ada tanda-tanda penarikan militer AS (dari Suriah), tetapi kami tidak menutup adanya  kemungkinan itu . Apalagi kita kerana memang  kita sedang mencari solusi politiknya , ”tambah Putin.

 

ALASAN KEBERADAAN ILEGAL PERANCIS UNTUK TETAP ADA  DISURIAH

France Takes Steps To Replace U.S. Forces In Northeastern Syria

Perancis memutuskan akan tetap mempertahankan pasukannya di Suriah, meskipun AS memutuskan  untuk menarik pasukannya keluar dari Suriah, Menteri Urusan Eropa Perancis Nathalie Loiseau mengatakan pada 20 Desember kemarin.

“Untuk saat ini, tentu saja kami akan tetap tinggal di Suriah karena perang melawan ISIS adalah sangat penting,” tulis Hurriyet Daily News mengutip menteri Perancis dii TV CNews.

Setelah pengumuman Loiseau itu , menteri pertahanan Prancis mengatakan bahwa ISIS belum dikalahkan. Pernyataan itu tampaknya merupakan tanggapan yang berlawanan terhadap Presiden AS Donald Trump, yang mengklaim sehari sebelumnya bahwa kelompok teroris itu dikalahkan.

“ISIS telah lebih melemah dari sebelumnya, tetapi belum dihapus dari peta tapi tidak lagi  mengakar. Jadi secara definitive masih perlu mnegalahkan kantong terakhir  organisasi teroris ini  secara militer, ” Menhan Perancis  Florence Parly, mengatakan di Twitter.

Paris  yang dilaporkan terkejut oleh keputusan AS itu , akan mencoba untuk “memastikan keamanan” dari Kurdi Suriah yang bertempur dengan koalisi pimpinan AS melawan ISIS, menurut Agnes Von der Muhll, juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis.

“AS harus melindungi populasi diSuriah timur laut dan stabilitas daerah ini menjadi pertimbangan untuk menghindari tragedi kemanusiaan lebih lanjut dan menguatnya kembalinya para teroris,” kata Washington Examiner mengutip diplomat (Jubir kemenlu) Prancis itu.

Age berita Perancis (AFP) mengatakan bahwa dua komandan senior Pasukan Demokratis Suriah (SDF), Riad Darar dan Ilham Ahmed  akan mengunjungi Paris pada 21 Desember dan mengadakan pembicaraan tentang penarikan AS dari Suriah.

Pengamat lokal percaya bahwa Perancis sedang mencoba untuk mengambil keuntungan dari situasi ini dengan  menggantikan peran pasukan AS di Suriah timur laut. Sebuah tugas yang kemungkinan besar akan gagal dilakukan oleh  Paris karena kompleksitas situasi di Suriah.

 

TRUMP AKUI KEBIJAKAN TIMTENGNYA ADALAH DEMI KEPENTINGAN ISRAEL

US President Donald Trump and Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu embrace at the Israel museum in Jerusalem, May 23, 2017. (AP/Sebastian Scheiner)

Dalam wawancara belum lama ini dengan Washington Post, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa kebijakan2  Timur Tengahnya termasuk pendudukan ilegal militer AS di hampir sepertiga wilayah Suriah, penerapan sanksi keIran yang agresif, dan tanggapan Trump atas pembunuhan  jurnalis Saudi Jamal Khashoggi ,  tidaklah  dilandasi oleh kepentingan negaranya terhadahap kebutuhan minyak tetapi semata mata demi  kepentingan  Israel.

Ketika ditanya oleh wartawan Washington Post Josh Dawsey tentang apakah dia mendukung pemberian sanksi  yang  keras terhadap pemerintah Saudi karena diduga bertanggung jawab atas kematian Khashoggi pada awal Oktober lalu . Trump menanggapi  bahwa dia akan “mendengarkan” mereka yang menyerukan peningkatan sanksi dan   bahwa Timur Tengah adalah “bagian dunia yang berbahaya, dan keras.”

Trump melanjutkan bahwa selama ini  Arab Saudi telah menjadi “sekutu hebat ”  AS  dan  “tanpa mereka (Saudi) , maka Israel akan jauh lebih banyak mendapat masalah. Kita harus memiliki perimbangan terhadap Iran. ”

Pernyataan Trump  ini tampaknya memperkuat  klaim yang dibuat dalam laporan belum lama ini bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertanggung jawab atas keputusan Trump yang berdiri dibelakang  Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) saat runtuhnya (kredibilitasnya ) atas kasus  kematian Khashoggi, dimana beberapa orang dipemerintahan  dan intelijen AS telah mengklaim bahwa kasus itu telah  direncanakan sebelumnya dengan persetujuan MBS.

Netanyahu mengatakan kepada Gedung Putih bahwa MBS adalah “sekutu strategisnya” dan harus didukung terlepas dari tuduhan keterlibatannya dalam kematian mantan kolumnis Washington pos di konsulat Saudi di Istanbul itu.

Trump menyebut “Adalah Sangat penting untuk  tetap membuat  Arab Saudi sebagai sekutu, jika kita akan tinggal di belahan  dunia (Timteng) itu. Sekarang, kenapa  kita akan tetap  tinggal di Timteng ? Salah satu alasannya adalah Israel. Minyak menjadi semakin tidak berarti  karena sekarang kami memproduksi lebih banyak minyak g daripada sebelumnya. Jadi, Anda tahu, secara  tiba-tiba kita telah sampai pada titik di mana Anda tidak harus berada di sana lagi.

 

AS KEMBALI MENYATAKAN AKAN MEMULANGKAN SELURUH PASUKANNYA DISURIAH

US Military

Militer AS sedang mempersiapkan untuk menarik pasukannya dari Suriah, orang-orang yang tahu  dengan masalah itu mengatakan Rabu kemarin. Ini adalah sebuah langkah yang menandai pembalikan tiba-tiba strategi militer Amerika di Timur Tengah.

AS telah memulai penarikan pasukannya dari Suriah, Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan. Namun ditambahkan bahwa langkah itu tidak berarti akhir dari Serangan  militer di negara yang diSuriah, tetapi menandai “fase baru” dalam perang melawan Negara Islam  ISIS.

Menanggapi rencana Gedung Putih itu, Juru bicara Presiden Rusia Maria Zakharova mengatakan  “Tentu saja, kami berharap pernyataan Trump tentang penarikan pasukan dari Suriah itu  serius dan tulus, tetapi, Kami telah terbiasa dengan kebohongan dan rekayasa dari rekan kami dari AS , bahan tidak hanya pada tingkat media.”

“Kemenangan atas ISIS di Suriah ini tidak menandakan akhir dari Koalisi Global atau perang ini. Kami  mulai memulangkan  pasukan Amerika Serikat , tapi kami sedang  bertransisi ke fase berikutnya dari Perang ini, ”kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders.

Para pejabat AS mulai memberi tahu para mitranya di Suriah timur laut tentang rencana mereka untuk segera memulai penarikan pasukan Amerika dari wilayah di mana mereka berusaha untuk mengakhiri apa yang mereka sebut “Perang melawan ISIS, kata orang-orang dekat itu.

“Pentagon memeerintah untuk memindahkan pasukan dari Suriah secepat mungkin,” kata seorang pejabat AS. Langkah ini mengikuti seruan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang memeperingatkan  Donald Trump akan melancarkan serangan terhadap mitra Kurdi Amerika di Suriah.

Presiden AS mengatakan di Twitternya  bahwa Militer AS telah mengalahkan ISIS di Suriah, yang merupakan satu-satunya alasan AS berada di sana .

 

RUSIA AKAN MEMBALAS AKSI NATO DIPERBATASANNYA DENGAN MENEMPATKAN BASIS MILITER DIVENEZUELA

Dengan kemungkinan penghentian perjanjian perlucutan senjata nuklir, Moskow meningkatkan kehadirannya di dekat perbatasan AS.

Rusia sedang mempersiapkan kehadiran militer jangka panjang di Amerika Tengah. Dalam rangka  inilah penerbangan ke Venezuela dari satuan udara Rusia yang dipimpin oleh pembom trategis Tu-160 dilakukan.

Latihan bersama yang melibatkan  pilot dari kedua negara , tampaknya  hanya satu langkah dari rencana jangka panjang  yang telah direncanakan setelah kunjungan ke Presiden Venezuela Nicolas Maduro pekan lalu ke Moskow, Portal berita Rusia enovosty.com  menginformasikan.

Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengomentari langkah Rusia ini dengan mengatakan bahwa pengiriman pembom strategis Tu-160  Rusia ke Venezuela adalah “menghambur-hamburkan dana publik oleh dua pemerintah yang korup.”

Menurut sumber militer , pimpinan Federasi Rusia memutuskan (dan Maduro tidak keberatan) untuk menyebarkan Pesawat  strategis Rusia di salah satu pulau Venezuela di Karibia, di mana ada pangkalan angkatan laut dan lapangan udara militer.

Ada sebuah pulau kecil bernama  Orchila yang  terletak 200 km timur laut Caracas, yang para ahli Rusia dan komando Angkatan Bersenjata Rusia sudah mengunjungi 10 tahun yang lalu.

“Kami sekarang ingin  tidak hanya bekerjasama teknis militer konvensional, tapi ingin  memperdalam dan mengembangkan kerja sama di tingkat operasional,” kata menteri Venezuela dalam pertemuan dengan Shoigu pada April 2018.

Pekan lalu, Menhan Rusia  Sergei Shoigu menyatakan  bahwa  penerbangan pesawat militer Rusia ke  Venezuela akan terus berlanjut, dan kapal-kapal perang Angkatan Laut akan memasuki pelabuhan-pelabuhan di negara ini.

 

Nicholas Maduro tidak Diinginkan AS

Terpilihnya Nicolas Maduro menjadi presiden Venezuela memang tidak dikehendaki oleh AS sejak awal.

Pada September lalu Presiden Donald Trump menyatakan bahwa  pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dapat dengan mudah digulingkan oleh AS dengan cara kudeta militer  dan dengan cara meningkatkan tekanan keuangan dengan cara  menekan  lingkaran dalam presiden Venezuela  itu dengan sanksi2 baru.

Trump menolak untuk menanggapi pertanyaan tentang apakah intervensi militer yang dipimpin AS di negara yang dilanda krisis itu mungkin akan dilakukan, dengan mengatakan bahwa dia tidak bisa  mengungkapkan strategi militer. “Ini adalah rezim yang, sejujurnya, dapat digulingkan dengan sangat cepat oleh militer jika militer memutuskan untuk melakukan itu,” kata Trump dalam komentar di sela-sela Majelis Umum PBB.

“Ini adalah tempat yang benar-benar buruk di dunia saat ini.” Sebelumnya pada hari itu, administrasi Trump menerapkan  sanksi keuangan terhadap empat anggota lingkaran dalam Maduro, termasuk istri dan wakil presiden negara, atas tuduhan korupsi.

 

MENLU RUSIA : KAMI TIDAK INGIN BERPERANG DENGAN UKRAINA

Rusia tidak ingin berperang melawan Ukraina tetapi akan menanggapi dengan cara yang sama, jika Kiev melakukan provokasi di perbatasan dengan Krimea, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan kepada stasiun radio Komsomolskaya Pravda pada hari Senin.

“Kami tidak akan berperang melawan Ukraina, aku berjanji padamu,” dia bersumpah.

 

Republik Donbass
Dia menekankan bahwa masalah domestik Ukraina “jauh lebih luas dan lebih dalam” daripada yang diproklamasikan sendiri secara sefihak oleh Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Lugansk  (DPR, LPR). Itu sebabnya Rusia tidak bisa begitu saja mengenali DPR dan LPR, karena itu sama saja dengan meninggalkan sisa Ukraina di tangan rezim Nazi.

“Jika  Anda ingin mengakui LPR dan DPR lalu  apa selanjutnya? Merebut sebagian wilayah  Ukraina lalu menyerahkannya pada Nazi?” katanya, ketika ditanya mengapa Rusia menolak mengakui republik yang memproklamirkan diri itu.

 

Provokasi didekat  Krimea

Dia melihat  bahwa Kiev sedang merencanakan lebih banyak provokasi (militer) di perbatasan dengan Rusia. “Saya yakin akan ada lebih banyak provokasi,” dia memperingatkan. “” .  Poroshenko (presiden Ukraina)  merencanakan provokasi bersenjata di perbatasan dengan Rusia, di perbatasan dengan Krimea selama sepuluh hari terakhir dibulan Desember ini.

Menlu Rusia berjanji  bahwa Rusia tidak akan membiarkan masalah yang belum terselesaikan. “Jawabannya adalah: mereka akan menyesalinya. Ini adalah negara kami, ini adalah perbatasan kami. Kami tidak akan membiarkan  dia (Presiden Ukraina Pyotr Poroshenko)  untuk mencoba dengan bebagai cara untuk melindungi kepentingannya, cara dia melihatnya, dan melanggar hak-hak dengan cara yang Kriminal itu  akan dihadang  sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional, “Lavrov menekankan.

Diplomat utama Rusia itu menunjukkan bahwa rezim yang ada di Kiev saat ini mirip dengan neo-Nazi.

“Kami tidak sedang melawan rezim Ukraina. Yang ada adalah  warga Ukraina yang tinggal di Donbass yang berjuang melawan rezim Ukraina, yang memiliki karakteristik Nazi dan neo-Nazi total,” Lavrov menunjukkan.

Menurut data Rusia, Poroshenko telah membahas tentang provokasi di perbatasan dengan Crimea ini dengan para sponsor Baratnya (AS). “Mereka menasihatinya untuk menahan aksi-aksi militer agar mereka tetap bisa melakukan propaganda bahwa Rusia telah melakukan serangan terhadap Ukraina dan itulah sebabnya Rusia perlu dihantam sanksi, tetapi tindakan militer diharapkan  tidak akan  berubah menjadi tindakan yang akan diikuti dengan respon (militer Rusia) skala penuh, “Lavrov menekankan.

Diplomat utama Rusia itu menekankan bahwa provokasi Kiev itu sedang berlangsung. “ Pasukan kami sedang  membuat setiap upaya yang diperlukan untuk menggagalkan insiden ini.”
Perjanjian Minsk

Perjanjian Minsk adalah satu-satunya cara untuk mengatasi krisis di wilayah Donbass, katanya. “Tidak ada alternatif yang bisa menggatikan  perjanjian Minsk,” menlu Rusia  itu menekankan. “Saya juga pernah mengatakan hal yang sama tahun lalu.” Menanggapi pernyataan wartawan bahwa “perjanjian Minsk” diduga tidak berjalan, ia mengatakan, “Dalam beberapa hal Piagam PBB juga telah dilanggar , dan  sering kali tidak berjalan. Namun kita tidak boleh menyerah dan menjadi panik.

 

Rezim Ukraina

Lavrov mengatakan rezim Ukraina saat ini mirip dengan neo-Nazi. “Kami tidak berjuang melawan rezim Ukraina. Yang ada adalah Rakyat  Ukraina yang tinggal di Donbass, yang sedang berperang melawan rezim Ukraina, yang memiliki semua karakteristik Nazi dan neo-Nazi,” kata Lavrov.

Ketika ditanya mengapa Moskow tidak memutuskan hubungan dengan Kiev, Lavrov menekankan: “Kami memiliki hubungan dengan negara Ukraina, negara Ukraina jauh lebih penting bagi kami daripada rezim itu, yang saat ini berkuasa berkat pengkhianatan Barat atas semua norma-norma hukum internasional dan perilaku internasional. ”

“Rakyat Ukraina tidak ada hubungannya dengan mereka itu, dan saya yakin bahwa sebagian besar warga Ukraina menginginkan perdamaian ke negara mereka dan ingin mengganti rezim yang memalukan ini dan melanjutkan hubungan normal dengan Rusia,” katanya.

Untuk tujuan ini, masalah domestik Ukraina harus diselesaikan, yang “jauh lebih luas dan lebih dalam dari sekadar Republik Rakyat Lugansk dan Republik Rakyat Donetsk.”

 

KAPAL MATA MATA INGGRIS MEMASUKI LAUT HITAM

Menurut foto foto yang dirilis secara online, Kapal pengintai Inggris HMS Echo dinfokan telah memasuki Laut Hitam.  HMS Echo transit melewati selat  Bosporus pada 18 Desember.

Ini adalah untuk  pertama kalinya  kapal Inggris mengunjungi Laut Hitam sejak insiden antara  angkatan laut Ukraina dan penjaga pantai Rusisan di Laut Hitam, dekat Selat Kerch pada 25 November lalu .

HMS Echo adalah kapal mata mata  hidrografi multi-fungsi dari Angkatan laut Inggris. Kapal ini a dirancang untuk melakukan operasi survei untuk mendukung operasi kapal selam atau operasi amfibi dan mampu untuk mengawali operasi  pembersihan ranjau  .

Langkah yang dilakukan kapal ini  serta peningkatan operasi pengumpulan data intelijen AS akhir akhir  ini di wilayah itu adalah bagian dari persiapan AS-NATO yang lebih luas untuk kemungkinan konflik di kawasan itu.

 

PASUKAN RUSIA TEMUKAN SENJTA2 BUATAN AS DAN ISRAEL DISURIAH SELATAN

Pasukan Suriah dan polisi militer Rusia, bersama dengan kelompok  warga sipil  berhasil menyita senjata, roket dan peralatan militer, beberapa di antaranya adalah buatan AS dan Israel, dari sisa-sisa kelompok teroris bersenjata di provinsi Daraa.

Sejak awal bulan ini  dinas keamanan Suriah telah merebut beberapa gudang besar di pertanian Daraa al-Balad dan di pinggiran kota perbatasan Naseeb. Beberapa terowongan itu berjarak  antara 6 meter dan 15 meter, beberapa dari mereka hanya beberapa meter dari perbatasan Yordania.

Senjata yang disita termasuk diantaranya Senjata berat dan ringan, berbagai amunisi, termasuk senjata buatan AS dan Israel, rudal permukaan-ke-udara dengan  peluncurnya, rudal TOW buatan AS dan rudal anti-tank (B9 dan RPG).

Di selatan Damaskus, pihak berwenang (suriah) dan polisi militer Rusia, dengan bantuan penduduk setempat  juga menemukan tempat persembunyian, berbagai jenis senjata, amunisi dan peralatan untuk memproduksi bahan peledak.

FOTO CITRA SATELIT PENCURIAN MINYAK OLEH MILITAN YANG DIDUKUNG AS 

Foto Citra satelit menunjukkan adanya  ratusan Truk tangki milik militan yang didukung AS dari Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang penuh muatan dengan hasil jarahan minyak Suriah. Mereka terlihat sedang  antri untuk kemudian dikirim ke wilayah Turki dan Irak.

Menurut gambar citra satelit , ini adalah  daerah yang terletak di utara kota Raqqa, yang dikuasai oleh Pasukan Demokrat Suriah dan koalisi AS. Citra satelit diambil oleh angkatan udara Rusia.

Menurut sebuah sumber pribadi, jumlah truk truk tanki itu ada sekitar 1925, yang setiap hari mengirim minyak  ke negara-negara tetangga  “Irak dan Turki” melalui berbagai rute penyelundupan, dan hasil dari minyak curian itu  kemudian serahkan untuk pembiayaan  organisasi ISIS.

Pencurian minyak Suriah itu terjadi  tepat didepan mata Pasukan koalisi pimpinan AS yang tidak mengambil tindakan atau posisi apa pun untuk menghentikan perdagangan ilegal ini, jadi  ini adalah jelas merupakan pencurian minyak terbesar  terkemuka.

Di sisi lain, sebagian dari keuntungan finansial itu juga diberikan  kepada para pemimpin Kurdi.

Setahun setelah pembebasan Eufrat barat (Oleh pasukan Suriah), SDF (pemberontak Suriah dukungan AS) tidak melakukan perbaikan infrastruktur apapun, bahkan disana tidak ada rumah sakit ataupun  sekolah  meskipun melimpah (uang) dari hasil minyak curian.

 

MENLU IRAN :  SAUDI YANG MEMPERSENJATAI HOUTHI, SAUDI INGIN TERUS ADA KETEGANGAN

Tribesmen loyal to Houthi rebels ride on a patrol truck during a gathering aimed at mobilizing more fighters into battlefronts in several Yemeni cities, in Sanaa, Yemen, Thursday, Aug. 11, 2016.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif sekali lagi membantah tuduhan bahwa Iran telah memasok  senjata kepada gerakan Houthi di Yaman untuk mendukung perjuangannya melawan pemerintah.

 

“Kami tidak pernah memberikan senjata kepada Houthis. Kaum Houthi menggunakan senjata yang diberikan  oleh Arab Saudi … Mereka mendapat uang dari Saudi untuk membeli senjata  dari Rusia,  dari China, dan  dari Korea Utara … Anda salah alamat  jika Anda bertanya kepada Iran, “kata Zarif di Forum Doha di Qatar.

 

Image result for Mohammad Javad Zarif PIC

Zarif menekankan bahwa pemboman koalisi pimpinan Saudi terhadap rakyat  Yaman adalah fakta yang jelas yang tidak membutuhkan bukti tambahan lagi.

“Saya tidak perlu menunjukkan bukti apapun tentang jet jet  yang terbang di atas Yaman dan  membom orang  orang Yaman itu . Jelas Itu adalah jet buatan Amerika, dan diawaki oleh para pilot militer Saudi, Jadi asumsi saya  … Ada fakta tentang senjata AS, ada fakta tentang Pemboman oleh Saudi “, katanya.

Arab Saudi berkeinginan  untuk meningkatkan ketegangan di kawasan itu, dan contoh contohny  adanya  blokade dagang Saudi terhadap Qatar dan operasi militernya di Yaman telah  membuktikan hal itu , menlu Iran  menekankan.

“Sangat disayangkan, Arab Saudi tidak ingin mengurangi ketegangan (diYaman) itu. Sebenarnya   Arab Saudi mempunyai  kepentingan  untuk selalu meningkatkan ketegangan . Lihatlah apa yang mereka lakukan dengan Qatar. Lihatlah bagaimana mereka Menahan  perdana menteri negara lain (PM Lebanon). Lihat apa mereka lakukan di Yaman “, kata Zarif.

Yaman telah dilanda konflik bersenjata antara pasukan pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pemberontak Houthi selama beberapa tahun. Koalisi pimpinan Saudi telah melakukan serangan udara terhadap Houthis atas permintaan Hadi sejak Maret 2015.

Akhir akhir ini pertempuran  semakin intensif di dekat kota Hodeida yang dikuasai oleh Houthis, di mana pemberontak menerima supply  kemanusiaan dan Kargo perdagangan. Tapi kemudian Pemerintah Yaman  mengklaim bahwa kota pelabuhan (Hudaeda) itu telah mendapat pasokan senjata dari Iran.

Pada hari Kamis lalu , sebuah Pembicaraan  yang dimediasi PBB tentang Yaman di Swedia antara pihak yang bertikai menghasilkan kesepakatan untuk menghentikan peertempuran  dan menarik pasukan dari  Hodeida.

Para pihak sepakat untuk membentuk komite pemantau yang diketuai oleh PBB sebagai tambahan untuk membangun koridor kemanusiaan ke kota Taiz. Kedua belah pihak juga sepakat untuk bertukar  lebih dari 4.000 tahanan perang pada akhir Januari 2019.

 

AUSTRALIA RESMI MENGAKUI YERUSALEM BARAT SEBAGAI IBUKOTA ISRAEL

Hari satu kemarin Australia mengumumkan  bahwa mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel, dan akan memindahkan kedutaan Tel Aviv setelah kesepakatan damai tercapai.

“Australia sekarang mengakui Yerusalem Barat, yang merupakan tempat kedudukan Knesset (Parlemen Israel) dan banyak lembaga pemerintahan lain, adalah ibu kota Israel,” kata Perdana Menteri Australia, Scott Morrison.

“Ini adalah hak setiap negara untuk menentukan ibukota nasionalnya,” kata Morrison dalam sebuah pidato di Sydney Institute, sebuah forum urusan publik. “Kami berharap akan  memindahkan kedutaan kami ke Yerusalem Barat ketika secara praktis situasinya mendukung dan setelah penentuan status akhir (dari Yerusalem),” tambahnya.

Pengumuman ini membuat Australia menjadi salah satu dari segelintir negara yang mengakui  Yerusalem (barat) sebagai ibu kota Israel, dan ini menandai perubahan  kebijakan jangka panjang Australia mengenai negosiasi antara Israel dan Palestina.

Pada hari jumat lalu Departemen Luar Negeri Australia mengeluarkan peringatan  bagi warga yang melakukan perjalanan ke Indonesia untuk menghindari unjuk rasa  di kedutaan dan konsulatnya di Indonesia.

 

TURKI AKAN MEMULAI OPERASI MILITER DISISI TIMUR SUNGAI EUFRAT

eastern Euphrates

Para pejuang yang didukung Turki yang disebut  Tentara Pembebasan Suriah  (FSA) sedang mempersiapkan untuk melancarkan operasi militer ditepi timur Sungai Eufrat, dimana Turki akan mengumumkan dalam beberapa hari lagi.

Surat kabar Turki Yeni Shafak melaporkan Kamis (13/12) bahwa 14.000 pejuang dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) telah dipersenjatai  untuk melakukan operasi dengan peralatan lengkap, amunisi dan senjata.

Sementara itu, juru bicara “Tentara Nasional” (Turki)  Yousef Hammoud, memastikan  akan adanya pengerahan  14 ribu pejuang dari semua faksi tempur itu .

Dalam beberapa hari ini Turki telah mengumumkan untuk melancarkan operasi militer terhadap “Pasukan Demokratisk Suriah” (SDF) disisi timur sungai  Eufrat.

“Turki akan memulai serangan  untuk membersihkan Eufrat timur dari organisasi teroris separatis dalam beberapa hari,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada konferensi pers.

Menurut saluran “Trt Haber” Tentara Turki telah mengirim kendaraan militer dan tank ke perbatasan dengan Suriah, serta pasukan Khusus ke beberapa posisi di perbatasan.

Surat kabar Turki “STAR” juga melaporkan adanya kedatangan 30 kendaraan lapis baja  menuju  Afrin yang  juga melewati wilayah Qirkhan.

 

INGGRIS AKAN BUKA BASIS MILITER BARU DIKUWAIT

Military Base

Pemerintah Inggris kini telah mencapai kesepakatan dengan Kuwait untuk mendirikan pangkalan militer di negara Teluk , Middle East Monitor  mengutip surat kabar Kuwaiti Al-Rai.

Media outlet menulis bahwa pejabat dari kedua negara (Inggris dan Kuwait( dijadwalkan bertemu Kamis untuk membahas kerja sama bilateral di berbagai bidang seperti militer, keamanan, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Baik Inggris, maupun otoritas Kuwait belum mengomentari laporan tersebut.

Gerai berita  Kuwait lainnya, Al-Qabas  mengacu pada sumber anonim yang mengatakan bahwa pangkalan Inggris akan terbatas dan akan mulai segera beroperasi.

Al-Rai mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Khalid Al-Jarallah yang mengatakan bahwa Pangkalan Militer Inggris tidak ada hubungannya dengan sengketa perbatasan yang sudah berlangsung lama dengan negara tetangganya Arab Saudi. Kuwait dan Arab Saudi sepakat untuk mendirikan Zona Netral Dipartisi (PNZ) pada tahun 1922 untuk menyelesaikan sengketa teritorial atas sumber daya minyak bersama.

Pada Oktober 2018, Dubes  Inggris untuk Kuwait Michael Davenport menyatakan bahwa pertemuan yang dijadwalkan  bulan Desember akan fokus pada aspek operasional dan logistik dari kehadiran pasukan Inggris di Kuwait. “Kami melihat semua kemungkinan. Kami tidak berbicara tentang pengerahan pasukan yang besar … saya rasa tidak, tetapi kami melihat apa yang mungkin bisa dilakukan  oleh Inggris dan Kuwait. Seperti yang saya katakan, ini baru  pada tahap permulaan, ”, katanya.

Pada awal November lalu, 5.500 Pasukan Inggris bergabung  dalam Latihan  perang terbesar mereka dalam hampir dua dekade terakhir dan saat itu Menhan Inggris Gavin Williamson mengumumkan bahwa Inggris akan membuka pangkalan Militer  baru yang besar di negara Teluk untuk memperluas pengaruhnya di Tengah Timur. Pasukan Inggris akan dikerahkan ke pangkalan Oman pada Maret 2019, tambahnya.

 

RUSIA AKAN KEMBANGKAN SENJATA ‘UNIK” JIKA AS KELUAR DARI PERJANJIAN INF

Sarmat intercontinental ballistic missile complex

Moskow dan Washington harus mengadakan dialog tentang kelanjutan nasib Perjanjian Rudal Nuklir Jarak sedang (INF), sehingga bisa disesuaikan dengan situasi saat ini dan terbatas hanya di Eropa, Ketua Komisi Pertahanan dan Keamanan Rusia Viktor Bondarev mengatakan kepada Sputnik pada hari Selasa.

“Kesalahpahaman saat ini terhadap Perjanjian INF dapat diselesaikan dengan negosiasi habis habisan  antara Rusia dan Amerika Serikat. Yang hasilnya bisa merupakan penyesuaian2 atas Perjanjian itu,” kata Bondarev.

“Sebagai contoh, kita dapat membatasi zona operasinya di area Eropa, sementara mengizinkan penyebaran rudal jarak menengah dan  pendek di wilayah lain dijika dipandang  kebutuhan obyektif untuk itu,” tambah anggota parlemen Rusia itu.

“Kami masih menganggap perlu untuk mematuhi Perjanjian INF itu dan mengadvokasi pelestariannya. Ini adalah posisi resmi dari pemimpin Rusia. Namun, jika AS  mengakhiri perjanjian, kami harus menanggapinya dengan serangkaian tindakan, termasuk mempercepat pengembangan jenis senjata yang unik, “kata Bondarev.

Pada bulan Oktober lalu Presiden AS Donald Trump menyatakan keinginan negaranya untuk mundur dari Perjanjian INF atas dugaan pelanggaran perjanjian Rusia.  Rusia sendiri telah berkali-kali menekankan bahwa negaranya secara ketat maish mematuhi kewajiban yang digariskan dalam perjanjian itu.

Perjanjian INF ditandatangani pada 1987 oleh pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev dan kemudian Presiden AS Ronald Reagan. Kedua  pemimpin sepakat untuk menghancurkan semua rudal balistik atau rudal yang diluncurkan dari darat dengan jangkauan antara 500 dan 5.500 kilometer (310 dan 3.400 mil).

 

AS AKAN MULAI PRODUKSI BOM NUKLIR GRAVITASI B61-12 PADA TAHUN 2020

Sandia Labs mechanical engineer Ryan Schultz adjusts a microphone for an acoustic test on a B61-12 system

Menurut sebuah pengumuman belum lama ini, Angkatan Udara AS telah memastikan kepada Boeing untuk mulai memproduksi perangkat keras untuk bom gravitasi nuklir B61-12.

Bom nuklir B61-12 itu telah melewati fase “Milestone C”, salah satu langkah sebelum dimulainya fase konstruksi menjelang akhir Oktober, Pusat Senjata Nuklir Angkatan Udara di Pangkalan Angkatan Udara AS di Kirtland baru-baru ini mengungkapkan.

Dalam pengumuman 4 Desember itu , Basis militer yang bermarkas di New Mexico mengatakan bahwa selama tahap produksi, pengujian akan dilakukan dalam situasi yang  mirip dengan  dunia nyata. “Dalam uji coba penerbangan menunjukkan bahwa sistem ini bekerja dengan sangat baik di lingkungan yang diinginkan,” kata Kolonel Paul Rounsavall pemimpin senior divisi material untuk proyek bom Nuklir ini.

Menurut laporan, Boeing sudah dipastikan akan mulai memproduksi Kit ekor bom itu pada tahun 2020,

B61-12

Fihak  Angkatan Udara (AS)  sedang membangun kit ekor untuk bom nuklir yang bisa dikendalikan, sementara Departemen Urusan Keamanan Nuklir Nasional semi-otonom (NNSA) ditugaskan untuk merakit bom nuklir itu, Angkatan Udara juga ditugaskan untuk memastikan bahwa bom nuklir itu bisa terintegrasi dengan pesawat B-2 dan F-15.

Militer berharap senjata itu akan menggantikan bom bom nuklir yang telah tua. Menurut Kantor keuangan Negara, NNSA memperkirakan program bom nuklir B61-12 ini akan menelan biaya $7,6 miliar, meskipun perkiraan independen memperkirakan akan menelan  biaya sekitar $10 miliar.

 

UTUSAN MILITER SAUDI DAN UEA TOUR KELILING WILAYAH YANG DIDUDUKI PEMBERONTAK SURIAH

Syria

Sumber media dan aktivis mengatakan bahwa pasukan  UEA dan Arab Saudi bersama  dengan pasukan koalisi pimpinan AS melakukan tur keliling  daerah-daerah yang dikuasai Pasukan Demokrat Suriah SDF (Pemberontak Suriah) di Suriah utara.

Pasukan kedua Negara Arab itu  mengunjungi beberapa posisi militer Koalisi AS  di desa-desa Al-Atto, Zawar Maghar, dan Sheikh Tahtani, serta disekitar Manbj di pedesaan Aleppo timur laut.

Situs web oposisi mengatakan bahwa para pasukan itu bertemu dengan para pemimpin Arab setempat yang berafiliasi dengan SDF dalam upaya membentuk dan melatih kelompok-kelompok militant di daerah tersebut.

Delegasi Arab Saudi dan UEA itu telah  bertemu akhir November lalu dengan para pejabat di (SDF) untuk membahas dukungan logistik, sementara Kedutaan Saudi di Turki membantah laporan tersebut.

Surat kabar Turki “Yeni Shafak”, mengungkapkan sebelumnya bahwa Arab Saudi dan UEA telah mengirim pasukan militer ke wilayah yang dikuasai SDF disisi timur sungai  Euphrates, dan mencatat bahwa hal itu dilakukan di bawah perlindungan pasukan AS, yang bersamaan  dengan persiapan pasukan Turki untuk melancarkan operasi militer yang diperluas bersama dengan pemberontak Suriah.

Situs Kurdi mengutip sumber di SDF yang mengatakan bahwa “Tentara dan kendaraan berat milik negara Arab teluk sedang berjuang bersama Pasukan Demokratik Suriah SDF (Pemberontak Suriah) di pedesaan Deir al-Zur disisi timur sungai Euphrates.”

Pasukan pemberontak Suriah SDF  yang mendapat dukungan AS menguasai sebagian besar wilayah utara dan timur laut Suriah setelah kelompok Da’esh (ISIS) telah diusir dan sementara fihak Kurdi  juga menjalankan urusan pemerintahannya sendiri.

 

Donald Trump : ISIS Akan Dibasmi Dalam Sebulan Lagi

Mereka yang mendanai dan mempersenjatai ISIS sekarang mengaku bahwa mereka yang menghancurkan. Tampaknya beberapa minggu mendatang akan ada gerakan baru dari para militan dan Pemberontak Suriah disekitar sungia Eufrat. Dan pendukungnya masih dari fihak2 yang sama, yaitu  beberapa negara Arab Teluk, Turki dan AS. 

Selasa kemarin Presiden AS Donald Trump mengatakan  bahwa dalam waktu satu bulan kedepan teroris Daesh (ISIS) akan dihancurkan  dari daerah daerah yang  mereka kuasai  di Suriah.

“Kami telah melakukan pekerjaan yang  sangat sangat besar terhadap ISIS. Diseluruh dunia hanya sedikit lagi yang tersisa di wilayah itu” kata Trump, “Dalam 30 hari lagi, tidak akan ada mereka  yang tersisa.”

Trump mengeluarkan komentar itu ketika dia menandatangani  RUU Pertanggungjawaban Genosida di Irak dan Suriah. RUU itu akan  akan menggiring  Daesh (ISIS) sebagai fihak yang bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan terhadap komunitas agama dan etnis di Irak dan Suriah dan memberikan bantuan kepada kelompok yang teraniaya.

Pasukan yang didukung AS saat ini “memerangi” Daesh (ISIS) di kantong terakhir yang dikuasai di Suriah timur.

 

PASUKAN KHUSUS AS LAKUKAN LATIHAN INVASI , MAU INVASI KEMANA LAGIKAH?

C-130 Hercules

Angkatan Udara AS melakukan latihan besar untuk mensimulasikan invasi ke wilayah asing di Nevada . Sebuah pesawat kargo C-17 dan C-130 yang membawa kargo terbang dalam “jalur conga” untuk sebuah latihan yang disebut Joint Forcible Entry 18, yang berlangsung di wilayah barat daya AS, TheDrive,com melaporkan.

Inti dari latihan ini adalah untuk melatih operasi di mana pasukan udara dan darat masuk  ke wilayah asing secara massal dan menyiapkan serangan melawan musuh bersenjata kelas dunia.

Pelacak pesawat seperti CivMilAir memberikan beberapa jepretan foto tentang jenis pesawat  yang sedang terbang dan posisi mereka selama latihan, yang diadakan 8 Desember itu.

Menurut Thedrive.com Latihan ini terutama melibatkan pesawat dari Komando Mobilitas Udara (AMC) , yang  menunjukkan ini adalah latihan khusus untuk AMC Komando angkatan Udara  AS yang dalam hal ini memang mereka  mempunyai  tugas khusus  semacam itu.

Menurut doktrin pertahanan bersama AS, Latihan entri (invasi) bersama (Angkatan darat ,laut dan udara) secara paksa adalah penggabungan semua kekuatan dalam satu misi. Personil dan aset dari Marinir, Angkatan Darat, Angkatan Laut dan  Angkatan Udara, dalam Operasi Khusus seperti ini semuanya akan dikerahkan.

Tahun lalu, Komando Mobilitas Udara Angkatan Udara AS melakukan latihan yang serupa bersama dengan pasukan Inggris, Australia, Selandia Baru dan Kanada. Salah satu komandan AS yang mengawasi latihan itu mengatakan pada saat itu bahwa Pesawat 13 C-17 Globemasters dan 19 C-130 Hercules menurunkan peralatan dan 377 orang  tentara ke sebuah lapangan terbang di negara bagian Washington. “Perencanaan dan kolaborasi bersama antara staf dan perintah sangat penting,” kata Letnan Kolonel AS Ricky Taylor dalam siaran pers pada saat itu.

 

RATUSAN YAHUDI ULTRA ORTHODOX DEMO TOLAK WAJIB MILITER

Ratusan orang Yahudi ultra-Ortodoks memblokir lalu lintas dengan menggelar aksi besar-besaran di tengah Jalan Zhabotinsky di Bnei Brak, Israel.

Demonstrasi yang diselenggarakan oleh gerakan Fraksi Yerushalmi, yang diadakan di jalan di kota Bnei Brak pada 10 Desember kemarin adalah aksi solidaritas terhadap  aksi serupa di Yerusalem yang  memprotes penangkapan Yitzhak Aryeh  yang ditahan dua minggu lalu karena  tidak mau ikut wajib militer Israel (IDF).

Para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang telah menjadi tradisi dalam unjuk rasa seperti itu: “Kami memilih mati daripada ikut wajib militer,” menurut laporan.

Pasukan polisi yang diperkuat tiba di tempat unjuk rasa, dan para demonstran diminta untuk membebaskan jalan. Setelah mereka menolak mematuhi persyaratan ini, pasukan keamanan mulai menahan peserta yang paling aktif.

Sebelumnya, pada hari Kamis 1 November lalu, ratusan pengikut dan pendukung sayap Yerusalem memblokir lalu lintas di jalan-jalan Zhabotinsky dan Aronovich di Bnei Brak untuk memprotes penangkapan seorang pria muda  religius yang menolak wajib militer.

 

DUA BOMBER STRATEGIS RUSIA TERBANG NONSTOP KE VENEZUELA

Dua buah Pesawat pembom strategis Rusia TU-160  telah terbang dari Rusia selama 13 jam non stop menuju Venezuela. Even ini memberi sinyal tegas kepada AS , bahwa pesawat pembom nuklir strategis  itu juga mampu terbang langsung dari Rusia ke kawasan AS dan menjadi ancaman nyata bagi AS. Kedua Pesawat telah  menempuh jarak lebih 10.000km atau sekitar setengah keliling dunia. 

Menhan AS Mike Pompeo langsung mengeluarkan kritik pedas dengan mengatakan “Rakyat Rusia dan Rakyat Venezuela harus melihat ini apa adanya, bagaimana  dua pemerintah korup yang menghambur-hamburkan uang rakyat , dan mematikan kebebasan rakyat disaat rakyatnya  menderita, ”tulisnya dalam tweetnya.

Bomber supersonik TU-160 Rusia   memiliki spesifikasi sbb :

Top speed: 2,220 km/h
Range: 12,300 km
Length: 54 m
Wingspan: 56 m
Max load : 40 Ton

Senin kemarin dua Pesawat pembom strategis jarak jauh Rusia mendarat di Venezuela  untuk apa yang dikatakan pemerintah (Rusia) sebagai  latihan angkatan udara yang ditujukan untuk memperkuat pertahanan negara Amerika Selatan yang dikuasai sayap kiri itu.

Jenderal Vladimir Padrino, menteri pertahanan Venezuela  menyambut langsung sekitar 100 pilot Rusia dan personel lainnya setelah dua TU-160 dan dua pesawat lainnya mendarat di bandara internasional di Caracas, Venezuela.

Padrino mengatakan bahwa even  itu menunjukkan bahwa “kami juga sedang bersiap  untuk mempertahankan Venezuela sampai keinci terakhir bila diperlukan.”

Presiden Nicolas Maduro sering menuduh Amerika Serikat berkomplot melawan pemerintahannya, yang telah mengtur jatuh miskinnya  sebuah negara kaya minyak itu  ke dalam krisis ekonomi yang parah.

Menurut pengumuman militer Rusia di Moskow.Selain kedua pembom itu, datang juga pesawat angkut AN-124 dan pesawat penumpang IL-62,

Padrino mencatat bahwa pesawat Rusia sebelumnya pernah berkunjung pada tahun 2013, tetapi kedatangan  mereka saat ini adalah merupakan bagian dari pengalaman baru (berbeda).

Dia mengatakan latihan akan diadakan untuk “meningkatkan tingkat interoperabilitas dari sistem pertahanan aerospace” dari kedua negara.

Tidak jelas berapa lama kedatangan  pasukan Rusia akan berlangsung, dan Padrino tidak memberikan rincian tentang latihan yang direncanakan itu. Dalam beberapa tahun terakhir, Venezuela telah membeli jutaan dolar peralatan militer dari Rusia, katanya.

 

KOMANDAN IRGC IRAN : SANKSI SANKSI YANG DITERAPKAN AS KE IRAN TIDAK EFEKTIF

Iranian Revolutionary Guards commander Brigadier General Mohammad Ali Jafari

Pada hari selasa kemarin , Komandan Garda Revokusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps IRGC) Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari mengatakan  bahkan para   musuh  Republik Islam (Iran) sendiri  mengakui bahwa sanksi terhadap Iran tidak efektif.

Pada sebuah  upacara lokal di Birjand Provinsi Khorasan Selatan Jafari, kepala Korps Garda Revolusi Islam itu  mengatakan bahwa prestasi Iran tidak hanya diungkapkan oleh pejabat pemerintah tetapi kekuatan oposisi asing juga “kecewa dengan tekanan dan sanksi” yang telah diterapkan (keIran), IRNA melaporkan.

“Kekuatan AS menurun. Musuh tidak berani mengangkat isu menggulingkan Penguasa Republik Islam dan impian mereka tidak akan pernah terwujud, ”kata Jafari, menurut Mehr News Agency.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa aspirasi Presiden AS Donald Trump untuk mendiktekan keinginannya ke Iran tidak dapat dicapai karena momen Iran membungkuk ke AS tidak dapat ditemukan dalam sejarah.

Sebelumnya, pada Selasa Pejabat senior militer Iran itu menegaskan bahwa Teheran telah sukses melakukan uji coba  rudal balistik jarak menengah pada 1 Desember lalu , seperti  dikutip kantor berita Fars.

Utusan Khusus AS untuk Iran Brian Hook mendesak Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi pada Republik Islam dalam menanggapi uji coba tersebut, namun Teheran bersikeras bahwa uji coba itu  sepenuhnya sesuai dengan perjanjian nuklir 2015 dan bahwa (Iran) itu tidak pernah merencanakan untuk membuat rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir tetapi hanya bertujuan untuk memastikan pertahanan negara.

Kesepakatan nuklir Iran 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), membuat Iran menghentikan program nuklirnya sebagai ganti pencabutan sanksi. Namun mei 2018 lalu Washington memutuskan untuk mundur dari kesepakatan itu, dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran sejak  Agustus dan September lalu.

 

LATIHAN  PELUNCURAN RUDAL DARI KAPAL DAN KAPAL SELAM RUSIA

Kapal-perang  Rusia dan kapal selam yang meluncurkan rudal , akan mampu menyerang kapal musuh berjarak ratusan kilometer jauhnya dengan ketepatan yang luar biasa. Beberapa versi rudal Rusia bahkan mampu menembus pertahanan kapal musuh karena bisa  mencapai kecepatan supersonik saat mendekati target.

Angkatan Laut Rusia telah melaporkan uji coba  peluncuran yang sukses dari rudal jelajah caliber 3M-54 (Kode NATO  : SS-N-27 Sizzler) yang dilakukan oleh kapal selam bertenaga nuklir Severodvinsk yang saat ini ditempatkan di Laut Barents. Peluncuran ini  merupakan bagian dari latihan militer dan  mencapai target yang terletak sekitar 700 kilometer jauhnya.

Latihan tempur  itu dilakukan dari permukaan laut di salah perairan Barents. Misil yang diluncurkan itu menargetkan sasaran di Chizha di wilayah Arkhangelsk,” , mnurut laporan angkatan laut itu (Rusia).

Rudal caliber itu  bisa digunakan pada kapal kapal permukaan dan kapal selam, yang mampu mencapai target hingga beberapa ratus kilometer (tergantung pada modifikasi) dan mampu membawa hingga 450 kilogram hulu ledak. Beberapa versinya bahkan dapat mencapai kecepatan supersonik ketika saat saat akhir mendekati target guna  mencegahnya dijatuhkan oleh pertahanan anti-rudal dari kapal (musuh).

 

ISRAEL SIAP MENERIMA 200.000 IMIGRAN YAHUDI DARi PERANCIS

Barges are moored together near the Eiffel Tower as high waters cover the banks of the Seine River in Paris, France, after days of almost non-stop rain caused flooding in the country, June 2, 2016

Merebaknya sikap dan propaganda  anti ras Yahudi dan antisimetisme di AS dan diEropa khususnya  Perancis   sepertinya memang “by designed” untuk tujuan agar orang orang Yahudi dEropa dan AS mau pindah  keIsrael, Kita semua tahu Pemukiman bagi mereka yang mau kembali keIsrael telah dan terus dibangun oleh pemerintah Israel.

Hari  Minggu kemarin , Pemerintah Israel membahas kesiapannya untuk menerima gelombang baru imigran di tengah peningkatan antisemitisme di Prancis, Ynet melaporkan.

Menyusul hasil pertemuan dipemerintah (Israel), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memerintahkan pembentukan program nasional untuk mendorong repatriasi  pengungsi Yahudi dari Perancis ke Israel. Menurut media lokal, cetak biru program ini juga akan diperkenalkan ke komisi antar pemerintah tentang integrasi.

Ynet melaporkan bahwa Menteri Urusan Diaspora Israel  Naftali Bennett, memperkirakan bahwa sekitar 200.000 orang Yahudi di Perancis dapat dipulangkan ke Israel dalam waktu dekat.

Menurut laporan,  Eropa  melihat meningkatnya tingkat  “xenofobik” (kekhawatiran terhadap ras asing) dan orasi  kebencian (terhadap Yahudi) di tengah krisis migrasi berkepanjangan di kawasan itu, seperti dilaporkan Komisi Eropa terhadap Rasisme dan Intoleransi (ECRI) yang dikeluarkan pada musim panas 2018.

ECRI memperingatkan bahwa di beberapa negara, ada “kecenderungan untuk menggambarkan multikulturalisme sebagai ide berbahaya dan untuk mengejar pola yang  meniadakan dan menentang nilai hak asasi manusia dan universalitas mereka,” dikutip oleh Ynet.

Menurut ECRI, kecenderungan itu dapat menghambat kohesi sosial dan memicu tindakan permusuhan, diskriminasi, orasi kebencian, atau bahkan kekerasan fisik.

 

ISRAEL INGIN MERESMIKAN HUBUNGANNYA DENGAN ARAB SAUDI 

Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends the weekly cabinet meeting at the Prime Minister's office in Jerusalem, Sept. 16, 2018

Pada bulan November 2017 lalu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui bahwa meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Riyadh, negara Yahudi itu memiliki “hubungan” dengan Arab Saudi yang “telah menjadi rahasia umum”.

Stasiun TV Israel Hadashot telah mengutip beberapa  sumber yang mengatakan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tertarik untuk memformalkan hubungan  antara Istael  dan Arab Saudi menjelang pemilu Israel November 2019.

Sumber itu mengutip ucapan seorang  pejabat AS yang tidak disebutkan namanya dan Yossi Cohen kepala badan intelijen nasional Israel Mossad  yang diduga berkaitan dengan masalah ini. Tapi Netanyahu belum mengomentari laporan TV Hadashot itu.

Sebelumnya, Times of Israel melaporkan bahwa negara Yahudi itu sedang dalam pembicaraan dengan Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya guna mendorong mereka untuk membangun hubungan diplomatik formal dengan Israel.

Pada akhir Oktober lalu , media Israel mengutip situs berita Uni Emirat Arab Al-Khaleej yang mengatakan bahwa Arab Saudi dan Israel telah mengadakan pertemuan rahasia “di Washington dan London” yang menghasilkan kesepakatan senilai sekitar $250 juta.

Perjanjian tersebut secara khusus mengatur transfer teknologi spionase Israel ke kerajaan Saudi. Belum ada pihak yang terlibat kesepakatan yang  telah mengkonfirmasi informasi tersebut.

Pada Maret lalu , Perdana Menteri Israel Netanyahu menegaskan bahwa pemerintah Saudi telah membuka wilayah udara negaranya untuk pesawat Air India yang terbang dari New Delhi ke Israel. Awal tahun ini, dia mengakui bahwa  negara Yahudi itu memiliki “hubungan” dengan Arab Saudi yang  telah menjadi rahasia umum”.

Pada bulan yang sama, Kepala Staf  Pertahanan Israel Gadi Eisenkot mengungkapkan bahwa negaranya siap berbagi intelijen dengan Riyadh untuk “menghadapi Iran”, yang dianggap sebagai ancaman bersama  oleh Israel dan Arab Saudi.

 

ISRAEL : RUSIA TELAH MENGERAHKAN S-300 DISELATAN SURIAH

S-300

Rusia telah mengerahkan rudal-rudal pertahanan udara “S-300”, yang diserahkan kepada pemerintah Suriah, di Deir Ezzor Suriah timur, menurut situs web Israel  “DEBKAfile” .

Situs itu  mengutip sumber militer Israel yang mengatakan bahwa  pada hari Senin kemarin  (10/12) Kemenhan  Rusia telah memerintahkan untuk memindahkan  satu  batalyon rudal anti-pesawat dengan operator Rusia dari daerah Misyaf di barat Hama ke Deir al-Zour.

Situs web Israel itu menunjukkan bahwa batalion itu dilengkapi dengan delapan peluncur  roket  yang  masing masing  punya 50 hingga 70 roket. Tidak ada pernyataan dari Kemenhan Rusia tentang penempatan S-300 itu , sementara Israel sejauh ini tidak secara resmi mengomentari langkah Rusia .

Pada bulan Oktober lalu surat kabar Israel Haaretz menerbitkan gambar yang menunjukkanadanya  empat peluncur S300 di dekat Misyaf barat Hama diSuriah tengah. Situs web Israel itu mengatakan “Sumber militer kami mencatat bahwa ini adalah untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun intervensi militer Rusia di Suriah Moskow telah memberanikan diri untuk mengerahkan pasukannya sendiri di timur.”

“Batalyon rudal S-300 yang baru dikerahkan itu bertujuan untuk membatasi serangan  Angkatan Udara AS atas Suriah timur”.

Pada bulan Februari lalu  Kemenlu  Rusia mengakui info tentang terbunuhnya  “warga Rusia” di kota Deir al-Zour setelah ditargetkan oleh beberapa serangan udara yang dilakukan oleh pesawat udara Aliansi Internasional (Koalisi AS).

 

UKRAINA AKAN RESMI  MENGAKHIRI HUBUNUGAN  PERSAHABATAN  DENGAN RUSIA

Poroshenko on Dec 10 to sign bill terminating friendship treaty with Russia

Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan bahwa pada hari Senin 10 Desember mendatang  dia akan menandatangani RUU tentang penghentian Perjanjian Persahabatan dengan Federasi Rusia, dan sejak  April 2019 nanti resmi akan  menjadi undang-undang.

“Ada makna  simbolik tertentu dalam kenyataan bahwa Perjanjian  persahabatan dengan Rusia itu akhirnya dihentikan. Saya teah menyerahkan  RUU itu  kepada Verkhovna Rada (Parelemen Ukraina) . RUU Itu juga sudah melalui voting  dua hari lalu dan pada hari Senin (10/12)  nanti saya akan menandatanganinya, “Poroshenko mengatakan hal itu pada hari Sabtu di Lviv dalam acara  perayaan ulang tahun ke 150 dari terbentuknya  masyarakat Prosvita.

Pada 6 desember 2018 lalu para wakil rakyat  Ukraina telah menyetujui diakhirinya  Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Kemitraan antara Ukraina dan Federasi Rusia. Ketua Verkhovna Rada, Andriy Parubiy, menandatangani RUU itu.

 

AS KEMBALI KERAHKAN KAPAL INDUK KETIMUR TENGAH 

USS John C. Stennis

Setelah dua hari lalu  Pentagon  mengumumkan bahwa AS dan sekutunya (militan) di Suriah timur akan melatih 35.000 hingga 40.000 milisi lokal tambahan  guna “menjamin stabilitas” di kawasan itu menyusul kekalahan teroris ISIS. Kini sebuah gugus satuan  tempur yang dipimpin oleh Kapal induk  kelas Nimitz USS John C. Stennis telah tiba di Timur Tengah, setelah selama delapan bulan  tidak ada satupun Kapal induk  AS yang berbasis di wilayah tersebut, Angkatan Laut AS melaporkan.

Kesatuan tempur itu berasal  dari  Armada Angkatan laut ke-5, yang bertanggung jawab atas kegiatan angkatan laut AS di Laut Arab dan Teluk Persia, dan akan ditempatkan di wilayah tersebut setidaknya selama dua bulan.

Menurut agen berita yang didanai pemerintah AS  Voice of America, Satuan tempur  itu akan dikerahkan untuk “membantu memerangi  kelompok teror ISIS di Irak dan Suriah serta perang di Afghanistan.”

Selain itu, seorang pejabat Dephan AS telah mengkonfirmasi laporan sebelumnya bahwa AS sedang meningkatkan kehadirannya di wilayah itu sebagai “pesan” kepada  Teheran, dia  mengatakan kepada VOA bahwa  mereka berada diteluk “hanya utuk  unjuk kekuatan kepada Iran.”

Kehadiran Satuan kapal induk itu diharapkan memiliki efek yang sama terhadap pangkalan AS di at-Tanf, Suriah selatan, pejabat itu menambahkan.

AS membentuk garnisun ilegal di at-Tanf (Suriah) pada 2016, dengan alasan pemembenaran untuk memerangi  ISIS.  Tapi Damaskus dan sekutunya telah berulang kali menuduh AS telah menggunakan pangkalan itu untuk melatih  dan mempersenjatai  milisi ISIS agar tetap bisa  melanjutkan perangnya melawan pemerintah Suriah.

Pada hari Kamis kemarin , Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph Dunford mengatakan bahwa AS harus melatih 35.000 hingga 40.000 lebih “pasukan lokal” untuk “memberikan stabilitas” di Suriah timur,  dilokasi yang kini dikuasai  Kurdi Suriah yang didukung AS  setelah kekalahan ISIS diwilayah itu .

Washington, yang sejak awalnya membenarkan kehadirannya di Suriah dengan alasan  perang melawan terorisme, telah mengubah alasannya untuk tetap di negara itu menyusul kemerosotan ISIS.

Pada bulan September lalu , penasihat keamanan nasional John Bolton mengatakan bahwa militer AS akan tetap di Suriah sampai milisi yang didukung Iran juga telah meninggalkan negara itu.

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat pada bulan Mei, setelah AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklirnya dengan AS  dan AS mulai  menerapkan serangkaian sanksi keras.

 

JENDRAL DUNFORD : AS AKAN KEMBALI MELATIH DAN MEMPERSENJATAI 40.000 MILITAN BARU DISURIAH 

President Trump will name Army Chief of Staff Gen. Mark Milley to succeed Chairman of the Joint Chiefs of Staff Gen. Joseph Dunford, Fox News has learned.  (YouTube)

Dengan alasan untuk  “memberikan stabilitas” di Suriah, AS perlu melatih dan mempersenjatai lagi  sekitar 40.000 pejuang lokal, tetapi jumlah mereka baru ada  20 persen  sekarang ini, Ketua Kepala Staf Gabungan General Joseph Dunford mengatakan.

“Kehadiran kami di Suriah saat ini adalah berkelanjutan (tidak pasti kapan berakhirnya) dan dapat disesuaikan berdasarkan kondisi,” tambah Dunford dalam  acara “Transformers : Defense” yang diselenggarakan oleh Washington Post pada hari Kamis.

Pada maret 2018 lalu Presiden Donald Trump pernah mengumumkan  bahwa AS akan “segera” meninggalkan Suriah dan faktanya secara resmi hal itu tidak pernah dilakukan ,  tetapi komentar Dunford itu menunjukkan bahwa pendirian Washington adalah bertentangan dengan presiden AS, seperti halnya yang terjadi terhadap Afghanistan.

Sejak 2014, AS telah mengirim sekitar dua ribu pasukan operasi khusus ke Suriah, dengan alasan kebutuhan untuk mengalahkan teroris ISIS . tapi Damaskus telah mencela kehadiran mereka itu  sebagai sebagai upaya pendudukan ilegal.

Faktanya , kehadiran Pasukan AS di Suriah secara resmi hanya membantu Pasukan Demokrat Suriah (pemberontak Suriah) , sebuah  milisi proksi yang sebagian besar terdiri dari Kurdi dan beberapa pejuang Arab local  yang kekuatan pasukannya diperkirakan sekitar 65.000-70.000.

Wilayah yang dibebaskan dari ISIS oleh SDF (pemberontak Suriah)  belum dikembalikan kepenguasaan  pemerintah; sebaliknya, para pejuang yang didukung AS itu  telah membentuk struktur pemerintahan paralel di sana.

SDF tampaknya bernasib agak lebih baik daripada kekuatan lain dikembangkan AS di Suriah . Pada 2015, munculnya “pemberontak moderat” yang dilatih diTurki dan dipersenjatai oleh AS dengan mudah dikalahkan dan menyerah kepada kelompok Al-Nusra  begitu mereka mulai memasuki Suriah.

Pada 2015 Pentagon telah memberikan dana $500 juta untuk program itu , dan pada 2016 kembali  meminta lagi (kepemerintah AS) sejumlah $600 juta untuk tujuan melatih 15.000 militan  selama tiga tahun.

Turki tidak suka dengan peran penting pejuang Kurdi sebagai  kekuatan proxy (bentukan AS) itu , dan pada agustus 2016  menyerang Suriah  dalam upaya untuk menjaga agar SDF tetap berada di tepi kiri Sungai Eufrat. 

 

PROVOKASI TERBARU SEJAK PERANG  DINGIN, KAPAL PERANG AS MENDEKATI PERAIRAN SELATAN RUSIA 

Sebuah Kapal perusak AS berlayar di lepas pantai Rusia, dekat pangkalan Armada Pasifik di Vladivostok, ini adalah  aksi (provokasi) pertama mereka  sejak Perang Dingin. Kapal AS lainnya juga  diharapkan segera  tiba di Laut Hitam  di tengah ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

Kapal USS MCCampbell (DDG-85) itu memasuki perairan dekat Pantai Peter the Great  (Peter yg agung) untuk apa yg mereka sebut “Menantang klaim berlebihan maritim  Rusia dan menjunjung tinggi hak, kebebasan, dan penggunaan sah dari laut” yang dinikmati oleh AS dan Negara  lainnya, Letnan Rachel McMarr, seorang juru bicara Armada Pasifik AS, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Angkatan Laut AS menyebut aksi  tersebut sebagai i “Freedom of Navigation Operation” (FONOP). Terakhir kali operasi FONOP seperti ini dilakukan di daerah ini pada 1987, saat puncak ketegangan Perang Dingin dengan Uni Soviet.

“Operasi-operasi ini menunjukkan AS akan terbang, berlayar dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan,” kata McMarr. “Itu adalah hal yang  benar seprti yang kita lakukan di Laut Jepang, dan  tempat2 lain di seluruh dunia.”

Nama Pantai “Peter the Great” adalah  nama  kaisar pertama Rusia, dan saat ini ditaburi  dengan basis Armada Pasifik Rusia.

Washington tidak mengakui klaim teritorial Rusia di Laut Jepang, dimana  seorang pejabat Angkatan Laut AS mengatakan kepada CNN bahwa mereka masih berada jauh dari  batas 12 mil laut yang disebut dalam  Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Tapi sementara Rusia telah meratifikasi konvensi itu , tapi  AS sendiri belum melukannya.

Itu belum apa apa, Angkatan Laut AS juga  merencanakan untuk mengirim kapal perangnya  ke Laut Hitam dalam waktu dekat. CNN melaporkan bahwa Departemen Luar Negeri telah memberi tahu Turki tentang niat untuk mengirim kapal perang melalui  selat Bosporus dan Dardanelles, dimana   berdasarkan ketentuan Konvensi Montreux tahun 1936, pemberitahuan harus dilakukan 15 hari sebelumnya.

Perjanjian Montreux 1936 itu juga membatasi kehadiran kapal dari negara-negara yang tidak berbatasan dengan Laut Hitam hingga maksimal 21 hari. Terakhir kali  AS mengirim kapalnya di daerah itu pada bulan Oktober (2018) lalu.

Seorang Pejabat AS secara anonim mengatakan kepada CNN bahwa tindakan itu merupakan tanggapan atas insiden  antara kapal penjaga pantai Rusia dan tiga kapal Ukraina di Selat Kerch yang menghubungkan Laut Azov ke Laut Hitam pada bulan lalu.

AS juga telah berulang kali mengirimkan kapal perangnya ke bagian Laut China Timur yang menimbulkan protes berulang dari China, dan yang terakhir terjadi pada pekan lalu, dimana ketika kapal penjelajah rudal USS Chancellorsville (CG-62) berlayar melintasi wilayah itu.

 

CFO HUAWEI DITAHAN DIKANADA KARENA DIANGGAP MELANGGAR LARANGAN TRANSAKSI DENGAN IRAN

Huawei's Executive Board Director Meng Wanzhou attends the VTB Capital Investment Forum Russia Calling! in Moscow

Jumat kemarin Kejaksaan Kanada mengatakan  bahwa AS telah meminta ekstradisi Direktur  Keuangan Huawei (CFO) Meng Wanzhou yang  dicurigai terlibat dalam konspirasi untuk menipu beberapa lembaga keuangan dan melanggar larangan sanksi AS terhadap Iran.

Belum  jelas berapa besar tuntutan yang akan dia hadapi, tetapi paling tidak dia akan menghadapi  hukuman maksimal 30 tahun di balik jeruji besi.

Meng, Direktur Keuangan/ CFO (Cheaf Finance Officer)  dari perusahaan raksasa Huaei dan ketua dewan telekomunikasi Cina, telah ditangkap di Vancouver (Kanada) pada hari Sabtu minggu lalu tetapi sampai hari rabu, Departemen Kehakiman AS tidak mengumumkan penangkapan itu.

Globe and Mail Kanada melaporkan, bahwa berdasarkan sumber dari penegak hukum, diungkapkan  bahwa dia telah ditangkap karena dianggap melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Perintah pembungkaman, atau di Kanada  disebut sebagai  larangan publikasi, dikenakan pada kasus Meng. Beberapa media telah menentang lelucon di pengadilan seperti ini. Tapi menurut laporan BBC larangan itu akhirnya dicabut  oleh hakim di Vancouver,

Jaksa (diKanada) menuduh bahwa Meng telah menipu para pengacara  diAS soal hubungan antara perusahaan SkyCom dan Huawei. Menggunakan SkyCom sebagai proxy rahasia, Huawei telah menjual produknya  ke Iran , dan in dianggap melanggar  penetapan sanksi AS kepada Iran dan telah berlangsung antara 2009 dan 2014.

Huawei adalah produsen peralatan telekomunikasi terbesar kedua di dunia,

AS telah menerapkan sejumlah langkah untuk menghambat transfer  teknologi dari Huawei dan produsen telekomunikasi lain seperti  ZTE Corp. Produk Huawei juga telah dilarang oleh Pentagon untuk  dijual di pangkalan militer AS.

Kasus ditahannya  Direktur keuangan Huawei diKanada ini adalah bukan kasus kriminal biasa , tapi lebih kepada soal politik antara AS, China dan Iran.

 

KETUA PARLEMEN RUSIA : KAMI BELUM PERNAH MENGUJI COBA RUDAL BALISTIK ISKANDER-M

Image result for ISKANDER-M PIC

Rusia belum  pernah melakukan uji coba sistem rudal balistik taktis Iskander-M  seperti yang diklaim oleh AS, dan oleh karena itu kami tidak pernah melanggar Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF), Ketua Parlemen  Duma  Rusia untuk Bidang Pertahanan Vladimir Shamanov mengatakan pada hari Kamis.

“Mereka mencela kami atas misil Iskander-M, yang diduga, menurut informasi rahasia dan bukti yang ada (pada mereka)  kami telah melakukan  uji coba. Saya katakan dengan sebenarnya bahwa belum pernah  ada uji coba (yang telah dilakukan) , dan kami hanya menguji coba rudal lain “, Shamanov mengatakan pada sidang pleno di majelis rendah Rusia.

Komentar itu dikeluarkan menyusul adanya pernyataan Menlu AS Mike Pompeo, selasa lalu yang mengatakan bahwa Washington akan menghentikan kepatuhannya terhadap Perjanjian INF dalam 60 hari kecuali Rusia kembali ke kepatuhan penuh dengan perjanjian tersebut. Langkah ini sejalan dengan pernyataan yang dibuat sebelumnya oleh Presiden AS Donald Trump yang bersikeras bahwa Moskow telah melanggar perjanjian itu dan dengan demikian memaksa Washington untuk keluar dari perjanjian INF. Tapi Rusia beberapa kali membantah klaim bahwa mereka telah  melanggar ketentuan2 dalam perjanjian itu.

Sementara  Moskow sendiri  telah berulang kali menuduh Washington melanggar Perjanjian INF. Rusia telah menyatakan bahwa AS telah  mengerahkan peluncur  rudal Tomahawk di Rumania dan Polandia, dan ini adalah sesuatu yang dilarang oleh perjanjian tersebut. Rusia juga menunjukkan fakta bahwa AS sedang mengembangkan Drone tempur dan membiayai penelitian pengembangan rudal jelajah berbasis darat.

Perjanjian INF ditandatangani antara Uni Soviet dan AS pada Desember 1987 dan meminta pihak-pihak untuk menghancurkan rudal balistik dan Rudal jelajah berbasis darat mereka dengan kisaran antara 500 dan 5.500 kilometer (dari 311 hingga 3.317 mil).

Kita tidak tahu yang dimaksud oleh ketua Parlemen Rusia bahwa mereka belum pernah menguji coba Rudal Balistik Iskander-M yang menjadi momok bagi AS itu, tapi paling tidak pada tahun 2016, Rusia telah beberapa kali  melakukan “Firing test” (tanpa war head)  atas rudal taktis yang punya akurasi tinggi dan mampu bermanuver menghindari anti serangan udara lawan  itu. Jadi bisa dikatakan Rudal jarak sedang ini sebagai tidak bisa dijatuhkan. Sebuah kemampuan yang membuat keder AS karena  belum dimiliki oleh Rudal rudal AS.

 

SELAMA 2018 , 23.000 MILTAN  DITUMPAS  &  40.000 PEMBERONTAK BERGABUNG KEMBALI KEPASUKAN SURIAH

Syrian Troops Eliminated 23,000 Militants In 2018: Russian General Staff

Selama tahun 2018  pasukan Suriah telah menewaskan  23.000 militan dan membebaskan 387 permukiman di Suriah, Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov mengatakan dalam satu briefing bagi  militer asing pada 5 Desember kemarin.

Gerasimov menyebut  pasukan Suriah  yang telah memperoleh pengalaman tempur yang cukup di bawah kepemimpinan penasihat militer Rusia, berhasil melakukan operasi untuk mengambil alih kawasan Ghouta Timur, Homs dan area n de-eskalasi selatan.

Dia menambahkan bahwa lebih dari 40.000 anggota kelompok bersenjata oposisi “moderat” telah bergabung kembali dengan pasukan pemerintah. Selain itu para militan yang bergabung itu  secara sukarela menyerahkan 650 senjata dan peralatan militer kepada Tentara Suriah.“Peran yang peting juga  dimainkan oleh Pusat Rusia untuk rekonsiliasi atas fihak2 yang bertikai.

Selama operasi ini, lebih dari 230.000 orang berhasil dikeluarkan  dari zona de-eskalasi melalui koridor kemanusiaan yang diciptakan secara khusus, ”Kepala Staf Umum menekankan.

Gerasimov juga menekan situasi di tepi timur sungai Eufrat di mana AS dilaporkan berusaha menciptakan formasi kuasi-negara Kurdi.

“Situasi di perbatasan timur sungai Eufrat memburuk. Amerika Serikat bergabung  kembali dengan Kurdi Suriah dan sedang mencoba untuk membuat formasi kuasi-negara yang independen dari pemerintah pusat di sana.

Mereka sudah membentuk pemerintahan  yang disebut Federasi Demokratis Suriah Utara. Amerika mendukung aspirasi separatis Kurdi dengan mengirimkan senjata dan peralatan militer kepada mereka, dan dengan demikian memungkinkan mereka untuk  menindas suku2 Arab, ”katanya.

Jenderal itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa teroris ISIS di Suriah sebagian besar ada disisi timur Sungai Eufrat, di wilayah yang dikuasai AS.

“Pada bulan Desember tahun lalu, fase aktif operasi untuk menghancurkan Kelompok  bersenjata di Suriah telah selesai. Hari ini, militan Daesh (ISIS) berada di sebelah timur Euphrates, di wilayah yang dikuasai oleh tentara AS, ”kata Gerasimov.

“AS  selalu bilang bahwa mereka melakukan serangan  melawan Daesh (ISIS) di timur Suriah. Tetapi yang  kita lihat adalah sebaliknya. Kantung kantung   ‘tidur’  teroris itu kini malah  menjadi aktif dan sebagai hasilnya, kini Daesh (ISIS) telah mulai memperluas zona pengaruhnya di timur negara itu. ”

 

NATO MEMBERI WAKTU 60 HARI KEPADA RUSIA ATAS NASIB PERJANJIAN SENJATA NULIR INF

NATO Secretary-General Jens Stoltenberg is holding a press-conference.

Selasa lalu Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mendesak Moskow untuk menunjukkan kepatuhannya terhadap Traktat Perjanjian nuklir Jarak sedang (INF) dalam waktu 60 hari seperti yang diusulkan oleh Amerika Serikat, tetapi dia juga mengancam bahwa aliansi (NATO) akan mempersiapkan opsi pemutusan (sefihak) perjanjian itu.

Berbicara di sebuah Konferensi pers di Brussels, Stoltenberg mengatakan bahwa Rusia tidak boleh melewatkan “kesempatan terakhirnya” untuk mempertahankan perjanjian pengawasan senjata penting antara Moskow dan Washington itu.

Dalam konferensi pers di Brussels Menteri pagi sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan  bahwa AS  akan menangguhkan ketaatannya pada Perjanjian INF dalam 60 hari kecuali jika Rusia mau kembali memathuhi secara  penuh  perjanjian tersebut.

Para menteri luar negeri negara anggota NATO telah berkumpul di Brussels untuk membahas tantangan keamanan utama yang dihadapi aliansi itu, termasuk situasi di Timur Tengah dan Afrika Utara, serta Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF).

 

“PERESVET” , SENJATA LASER RUSIA YANG MASIH PENUH MISTERI

Combat laser system Peresvet

Karakteristik dari sistem laser canggih Rusia “Peresvet” masih tetap menjadi rahasia meskipun sudah dilucurkan kedalam  dinas militer Rusia. Sementara beberapa ahli memperkirakan  senjata ini  akan berfungsi sebagai sistem pertahanan udara, yang mampu menjatuhkan jet dan rudal musuh, yang lain mennggambarkan alat ini bisa digunakan dalam peperangan elektronik yang dapat  membutakan sistem senjata  musuh yang canggih.

Kemenhan  Rusia telah mengeluarkan sebuah video, yang menampilkan proses pengerahan  dan persiapan senjata  laser tempur Rusia “Peresvet”, yang telah memasuki layanan tempur eksperimental  pada 1 Desember.

Setelah menjalani pengarahan  khusus, para  tentara (Rusia)  itu mulai mengoperasikan “Peresvet” “, sekarang mereka mempraktekkan eksekusi dari semua tahapan penerapan sistem canggih itu secara tepat waktu .

Sangat sedikit info yang diketahui tentang sistem senjata laser ini, yang  pertama kali terungkap dalam  pidato Presiden Rusia Vladimir Putin didepan Majelis federal Rusia pada 1 Maret 2018.

Diharapkan ini akan  menjadi sistem pertahanan udara yang dapat melacak dan menembak jatuh pesawat dan rudal yang musuh. Beberapa orang memperkirakan system ini  akan bertugas sebagai  sistem “pembuta” senjata lawan yang  membuat mereka tidak bisa beroperasi. Penamaan senjata ini  dengan “Peresvet”  dipilih oleh warga Rusia melalui voting online.

 

PETINGGI MILITER RUSIA : KEHADIRAN NATO DIARTIK MENINGKATKAN POTENSI KONFLIK 

Base of the Russian Defense Ministry in Arctic

Menurut komandan Armada Utara Rusia Admiral Nikolai Evmenov, negara-negara non-Arktik sedang berusaha untuk menguasai  sumber daya di wilayah Arktik.

“Kita harus mencermati  peningkatan  kehadiran  pasukan gabungan NATO dalam skala besar di wilayah Arktik dalam waktu dekat,   dan  sebagai konsekuensinya akan tumbuh potensi konflik di sana,” kata Evmenov Forum Internasional tentang   “Arctic: Hari Ini dan Masa Depan ”    di St. Petersburg.

Dia menambahkan bahwa daftar negara-negara non-Arktik yang berusaha untuk mendapatkan akses ke wilayah tersebut termasuk Brasil, Jepang, Cina, Korea Selatan, India, dan beberapa negara Eropa.

Menurut Evmenov, Arktik berubah menjadi “salah satu pusat produksi hidrokarbon dunia dan hub (Pusat aktivitas) tinggi  untuk komunikasi transportasi internasional”, yang menarik berbagai aktor internasional yang dapat mengancam kepentingan nasional Rusia.

Pada awal musim gugur ini  diwilayah ini kita  menyaksikan latihan (militer NATO) Trident Juncture. Yang secara keseluruhan melibatkan  50.000 tentara dan peralatan dari  29 negara anggota NATO, serta mitra strategis mereka Swedia dan Finlandia juga ambil bagian.

Latihan itu, bagaimanapun  telah  memprovokasi oposisi beberapa politisi diNorwegia dan menyebabkan  memburuknya hubungan  antara AS dan Rusia, serta menempatkan Norwegia di antara sebuah batu dan posisi yang sulit.

 

SEORANG PEMBANGKANG KERAJAAN SAUDI TUNTUT PERUSAHAAN SPYWARE ISRAEL KARENA MERETAS PONSELNYA 

The logo of the Israeli NSO Group company is displayed on a building where they had offices until few months ago in Herzliya, Israel, Thursday, Aug. 25, 2016.

Seorang pembangkang Arab Saudi yang tinggal di Kanada menggugat sebuah perusahaan spyware Israel dengan alasan bahwa perusahaan itu  telah meretas ponselnya dan memantau komunikasinya dengan kolumnis Saudi yang sekarang terbunuh Jamal Khashoggi untuk kepentingan  Riyadh.

Omar Abdulaziz telah mengajukan gugatan terhadap NSO Group di Israel di mana firma cyber itu bermarkas besar, New York Times melaporkan Senin.

Pembangkang Kerajaan Saudi itu menuduh bahwa orang yang sama dengan tertuduh  pembunuh Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul  Turki telah  menghubungi dia dan mendesaknya untuk pulang kembali ke Arab Saudi. Dia menyimpan rekaman dari beberapa percakapan itu.

Menurut dokumen pengadilan, Abdulaziz kemudian menerima pesan sms yang seolah-olah berisi tautan untuk melacak parcel (paket). Tapi Abdulaziz tidak hal tahu bahwa tautan sms itu adalah penyamaran yang digunakan oleh spyware NSO Group.

Citizen Lab, pengawas internet Kanada  akhirnya menginformasikan kepada Abdulaziz bahwa ponselnya telah dimonitor. Gugatan itu mengatakan bahwa setelah ponselnya menderita infeksi dari spyware Israel, pemerintah Saudi bisa  mengakses komunikasi antara Abdulaziz dan Khashoggi yang “berkontribusi secara signifikan terhadap keputusan untuk membunuh Khashoggi,” seperti dikutip oleh Times of Israel.

Setelah ponselnya diretas, Petugas  Saudi kemudian  menyerbu rumah keluarga Abdulaziz di Jeddah dan menahan dua saudara laki-lakinya, menurut Times of Israel. Mereka sekarang masih  berada di tahanan fihak keamanan Saudi.

NSO Group mengatakan  bahwa gugatan itu “tidak berdasar” dan gagal menunjukkan bahwa perusahaan teknologi itu terlibat  dalam apa yang terjadi pada Abdulaziz dan keluarganya.

Kelompok  Amnesti hak asasi manusia  International telah mempertimbangkan tindakan hukum terhadap NSO Group, dan menuduh bahwa perusahaan itu secara diam-diam menjual produk perangkat lunaknya ke “rezim yang melanggar hak asasi manusia,” dan kemudian menggunakan spyware itu terhadap target mereka, baik  mereka yang dianggap pembangkang, aktivis atau bahkan Amnesty International sendiri, Sputnik melaporkan 29 November lalu.

Amnesti hak asasi juga telah meminta Kementerian Pertahanan Israel untuk melarang penjualan lisensi perangkat lunak NSO Group itu kepada prinsipal asing, tetapi kemenhan Israel  menolak usulan ini.

Tahun lalu , sebuah Penyelidikan yang dilakukan  surat kabar Israel Haaretz  menemukan apa yang dikatakannya sebagai bukti bahwa NSO Group menawarkan untuk menjual program spyware yang disebut “Pegasus” kepada pemerintah Saudi.

Pegasus menginfiltrasi ponsel Anda dengan mengirimi Anda pesan teks dengan tautan sebagai umpan. Jika Anda mengeklik tautan tersebut, NSO Group dapat mengambil alih kontrol penuh atas ponsel Anda, termasuk akses tanpa henti ke sakelar on-off , kamera dan mikrofon diperangkat Anda.

Fihak Amnesty sendiri menemukan Pegasus telah digunakan dalam upaya untuk meretas ponsel milik karyawan Amnesty. Tapi NSO Group menanggapi hal itu  dengan menyatakan bahwa Pegasus “ditujukan  secara eksklusif untuk penyelidikan dan pencegahan kejahatan dan terorisme,” Sputnik melaporkan.

Bulan lalu, mantan kontraktor  Keamanan Nasional AS Edward Snowden mengungkap i peran Kelompok NSO dalam pembunuhan Khashoggi saat berpidato di depan audiensi di Israel.

 

JEPANG KEMBALI SUMBANG $5JUTA UNTUK REKONSTRUKSI SURIAH 

Pemerintah Jepang telah memberikan  bantuan keuangan ke Pemerintah Suriah senilai $5juta untuk merehabilitasi kota “Harasta” di wilayah Ghouta timur Damaskus.

Selasa lalu , Kedutaan Jepang di Suriah mengumumkan di Twitternya  bahwa “bantuan keuangan itu diberikan n oleh pemerintah Jepang melalui Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) di Suriah, untuk merehabilitasi infrastruktur di Ghouta timur termasuk Harasta city.

Dengan demikian, total bantuan kemanusiaan Jepang ke Suriah sejak 2012 telah mencapai $ 445 juta.

Proyek di Suriah ini akan fokus untuk mendukung ketahanan populasi lokal yang mengalami  kehancuran parah yang diakibatkan oleh perang  dan untuk menghidupkan  kembali mata pencaharian mereka dalam kerangka Rencana Respons Kemanusiaan negara.

Daerah Ghouta Timur sangat menderita karena kegiatan para Terotis, namun belum lama ini telah dibebaskan dari teroris dan banyak warga Suriah yang mulai kembali ke rumah mereka di daerah tersebut.

 

MILITER SAUDI DIKONSENTRASIKAN KE RIYADH MENCEGAH KEMUNGKINAN KUDETA

Mohammad bin Salman (Twitter)

Putra Mahkota Arab Saudi telah menyebar pasukan kerajaan dalam menanggapi desas-desus akan adanya anggota keluarga kerajaan yang berencana untuk menggulingkannya dengan kudeta, Media Emirat melaporkan.

Personil dan peralatan  militer  dilaporkan telah dikerahkan  dari bagian timur dan barat Arab Saudi ke Riyadh disaat Putra Mahkota MBS sedang menghadiri KTT G20 di Argentina.

Perombakan militer apapun  kemungkinan akan dijadikan  langkah pre-emptive untuk mencegah setiap  potensi  pergerakan  ketika sang sementara Putra Mahkota,  MBS, berada di luar negeri.

Laporan yang dibuat di media Emirat itu dikeluarkan  bertepatan dengan wawancara dengan seorang pangeran Saudi yang tidak sefaham 9dengan MBS)  yang mengklaim akan adanya kudeta kerajaan sebentar lagi, dan fihak oposisi sedang memobilisasi kekuatan guna melawan Putra Mahkota.

Pangeran Khalid bin Farhan al-Saud, yang tinggal di pengasingan di Jerman, mengatakan bahwa kelompok oposisi telah terbentuk di Arab Saudi dengan satu tujuan: untuk menggulingkan Putra Mahkota MBS.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan al-Khaleej Online, Pangeran Khalid mengatakan bahwa gaya pemerintahan Putra Mahkota adalah “bodoh dan delusional’.

Dia mengatakan bahwa jika keluarga kerajaan dan negara lain memutuskan untuk beralih menentang  Raja Salman dan Putra Mahkota ‘gelombang kekerasan kemungkinan akan terjadi karena  penguasa kerajaan Saudi  menggunakan metode yang “ bodoh dan barbar”’.

“Saya berharap  akan ada kudeta lunak yang akan menggulingkan “pemerintahan dibalik layar”  dan kemudian mengambil kendali lembaga keamanan penting , dan kemudian memecat Putera Mahkota dan raja.” Kata-katanya itu didukung laporan bahwa ada konspirasi yang berkembang di antara anggota-anggota “Dinasti Saud” untuk memastikan putra tersayang Raja itu tidak akan menjadi Raja ketika Raja Salman yang berusia 82 tahun itu meninggal.

Tidak seperti monarki Eropa, Dinasti  Saud yang terdiri dari ratusan pangeran, dimana  suksesi penggantian Raja diambil dari  garis kesukuan, dan tidak  secara otomatis jatuh ke putra tertua.

Konsultasi selalu diminta dari setiap garis  keluarga  sebelum Raja yang baru dipilih , tetapi karena Putra Mahkota sekarang (MBS) secara de facto adalah penguasa , maka upaya untuk menyingkirkannya dari kesetaraan (untuk menjadi Raja)  mungkin akan punya konsekuensi terjadinya kekerasan.

Kandidat yang disukai dari fihak oposisi adalah Pangeran Ahmed bin Abdulaziz 76tahun, adik lelaki  dari Raja Salman dan paman dari MBS. Pangeran Ahmed adalah satu dari hanya tiga orang anggota “Dewan Kesetiaan”, yang terdiri dari anggota senior keluarga yang berkuasa, yang pada 2017 menentang MBS untuk menjadi putra mahkota, dua sumber Saudi mengatakan pada saat itu.

Prince Ahmed bin Abdulaziz, 76, younger full brother of King Salman and uncle to the crown prince is the preferred candidate for the throne, according to sources within the Saudi court

Pangeran Ahmed bin Abdil aziz

Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa Pejabat senior AS telah mengindikasikan  bahwa mereka akan mendukung Pangeran Ahmed, yang telah menjadi deputi menteri dalam negeri selama hampir 40 tahun ini, Kata sumber di Saudi dengan pengetahuan langsung tentang masalah ini.

 

RUSIA SUKSES  UJI COBA SISTEM PERTAHANAN UDARA YANG DIPERBAHARUI

“Pasukan Pertahanan  Antariksa (Aerospace Forces)  berhasil melakukan uji peluncuran  rudal yang ditingkatkan kemampuannya dari sistem pertahanan anti-rudal Rusia di tempat pengujian Sary Shagan (Republik Kazakhstan),” kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Menurut Kolonel Sergei Grabchuk  petugas pada  departemen yang mengoperasikan sistem pertahanan anti-rudal Angkatan Udara Rusia, setelah serangkaian uji coba sistem pertahanan anti rudal yang  baru itu menegaskan bahwa  “Rudal itu sukses mencapai  karakteristik yang ditetapkan  dan berhasil menyelesaikan tugasnya  menghancurkanl target konvensional dengan akurasi yang telah ditetapkan”.

Sistem pertahanan udara baru berada dalam pelayanan  Angkatan Udara Rusia dan dirancang untuk melindungi terhadap serangan udara.

 

MENLU TURKI : SISTEM S-400 RUSIA LEBIH UNGGUL DARI SISTEM PATRIOT BUATAN AS

S-400

Menurut Menlu Turki Mevlut Cavusoglu, sistem pertahanan udara S-400 yang dibeli dari Rusia jauh lebih unggul  daripada sistem pertahanan udara Patriot yang dibuat oleh AS dan inilah mengapa Turki memilih S-400.

Menlu Turki menjelaskan bahwa selama sekitar satu dekade Turki berusaha untuk membeli sistem pertahanan udara, termasuk MIM-104 Patriot  dari AS, namun apa yang disebut sistem rudal pencegat yang “high-end” itu   “tidak berfungsi” ketika diuji coba .

Mengingat Patriot gagal memenuhi persyaratan pertahanan udara militer Turki, Turki kemudian memeilih opsi dari negara lain.

Cavusoglu mengklaim bahwa pada saat Turki berhasil melakukan kontrak dengan Rusia untuk pembelian S-400, kebutuhan militer untuk sistem pertahanan udara modern yang sangat efektif adalah sangat “mendesak”.

Cavusoglu menegaskan kembali. “Rusia memberikan kesepakatan (jual beli)  yang terbaik dan   transaksi itu telah dilakukan,  dan mari kita lihat  di masa mendatang  siapa yang akan membuat proposal terbaik”.

Menurut sumber itu , militer Turki akan membeli empat batalion  S-400   ( 32 peluncur individual, masing-masing memliki  empat rudal tembak) dari Rusia, senilai 2,5 miliar dolar.

 

PASUKAN AS DI AL TANAF SERANG PASUKAN SURIAH DENGAN RENTETAN ROKET

US forces attack Syrian military

Pasukan AS yang ditempatkan diperbatasan  pangkalan militer Al-Tanaf  telah menyerang posisi Tentara Suriah di jantung gurun Al-Badiyah Suriah.

Beberapa saat lalu Sumber militer mengumumkan u bahwa pasukan AS telah menembakkan 14 rudal ke lokasi pasukan pemerintah yang terletak di dekat daerah Al-Sukhnah di timur Palmyra.

Sumber itu membantah ada korban tentara (Suriah) dan hanya menderita kerugian dalam material. AlTanaf dikenal sebagai nama area “55 km”, di mana ratusan pemberontak Suriah yang didukung  AS beroperasi di sana, dan mendapat pelatihan oleh penasehat militer dari AS.

“Al-Tanf” terletak di jalan raya Damaskus-Baghdad di perbatasan dengan Irak dan tidak jauh dari perbatasan Yordania.  Washington membenarkan pasukannya kehadirannya di daerah Al-Tanf dengan alasan guna memerangi “Daesh” atau “ISIS”.

Patut dicatat bahwa dalam dua hari ini wilayah selatan Suriah telah mengalami  serangan dari  Israel, di mana pertahanan udara Suriah berhasil  mencegat semua rudal yang datang dan menghancurkan  seluruhnya.

This entry was posted in Update WW3 2018 and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + = 15