Update WW3 Mar 2018

RUSIA SUKSES UJI COBA KEDUA RUDAL ICBM TERBESAR DIDUNIANYA 

Sarmat ICBM

Rusia telah sukses melakukan uji coba peluncuran (drop test)  kedua rudal balistik antar benua terbaru Sarmat (ICBM), kata Kementerian Pertahanan, Jumat.

“Uji coba  yang dilakukan di pelabuhan antariksa Plesetsk ini guna memastikan  karakteristiknya selama pra-peluncuran dan fase penerbangan awal,” kata kementerian pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan  surat kabar Krasnaya Zvezda (Red Star).

Uji coba “drop test” yang pertama dilakukan pada Desember lalu.

Presiden Vladimir Putin mengatakan dalam pidato tahunannya di parlemen awal bulan ini bahwa Rusia telah memulai fase aktif pengujian Sarmat.

Wakil Menteri Pertahanan Yuri Borisov mengatakan  bahwa industri pertahanan nasional siap untuk menghasilkan sejumlah ICBM terbaru yang diperlukan untuk menggantikan rudal Setan yang sudah ketinggalan jaman. Dia mencatat bahwa Sarmat dapat menghancurkank kapal induk, kapal perusak dan kapal penjelajah.

RUSIA BALAS MENGUSIR 59 DIPLOMAT NEGARA NEGARA EROPA DAN 60 DIPLOMAT AS

Russia summoned senior envoys from most of the countries that have expelled Russian diplomats [Anadolu]

Hari Jum’at kemarin Rusia mengusir 59 diplomat dari 23 negara  dan mengatakan pihaknya berhak untuk mengambil tindakan terhadap empat negara lainnya dalam kebuntuan yang makin memburuk dengan Negara Negara Barat atas tuduhan peracunan mata-mata Rusia dan putrinya di Inggris.

Sehari sebelumnya  telah Moskow memerintahkan pengusiran 60 diplomat AS dan penutupan konsulat AS di St Petersburg, kota terbesar kedua Rusia  sebagai pembalasan atas pengusiran terbesar para diplomat sejak era Perang Dingin itu.

Rusia telah memanggil pulang para utusan seniornya dari sebagian besar negara-negara barat yang telah mengusir diplomat Rusia dan mengatakan kepada mereka bahwa Rusia akan mengusir dengan jumlah yang sepadan.

Rusia menolak tuduhan (tanpa bukti) Inggris bahwa Rusia  berdiri di belakang serangan racun saraf bekas mata mata dan putrinya itu dan telah menyatakan  tuduhan itu sebagai bagian dari upaya  Barat untuk menyabot hubungan Timur-Barat dan mengisolasi Moskow.

MENYUSUL 18 NEGARA EROPA , AS JUGA AKAN  MENGUSIR 60 DIPLOMAT RUSIA  

Illustrative: Protesters hold signs during a demonstration calling to end the war in Syria near the Russian Embassy in Tel Aviv on December 18, 2016.(Tomer Neuberg/Flash90)

Amerika Serikat mengatakan  akan mengusir 60 diplomat Rusia, ini adalah upaya AS bergabung dengan solidaritas negara2  di seluruh Eropa yang memberi sanksi ke Rusia atas tuduhan (tanpa bukti)  karena adanya serangan racun saraf terhadap mantan mata-mata Rusia di Inggris yang mereka tuduhkan ke Moskow.

Juga Ini adalah tindakan paling tegas yang dilakukan Presiden AS Donald Trump terhadap Rusia sejak menjadi presiden. Selama ini dia banyak  dikritik oleh partai Demokrat dan  Partai Republik sendiri karena gagal menjadi musuh yang tangguh terhadap Rusia , setelah kasus  tuduhan AS atas campur tangan Rusia dalam sistem pemilu AS, termasuk kampanye presiden 2016.

Perdana Menteri Inggris Theresa May, menyambut baik solidaritasn 18 negara eropa yang telah mengumumkan rencana untuk mengusir para pejabat Rusia. Mereka termasuk 14 negara Uni Eropa. Secara keseluruhanini sudah 100 diplomat Rusia telah diusir. Ini adalah pengusiran diplomat  Barat terbesar terhadap para diplomat Rusia sejak era puncak Perang Dingin.

CHINA MENJUAL TEKNOLOGI RUDAL BALISTIK MULTI HULU LEDAK KE PAKISTAN

Akademi Ilmu Pengetahuan Cina baru-baru ini mengumumkan penjualan teknologi penginderaan  rudal balistik multi hulu ledak mutakhir ke Pakistan.

Peralatan ini disebut sebut sebagai sistem pemantauan optik canggih yang mampu mengumpulkan data data penting yang  lebih baik  dalam peluncuran rudal balistik. The South China Morning Post melaporkan pekan lalu bahwa peralatan itu akan mempercepat Pakistan dalam pengembangan rudal balistik multi-hulu ledak (MIRV) Multiple independently targetable reentry vehicle.

Secara khusus, termasuk didalamnya adalah system kamera yang mampu melacak target untuk beberapa hulu ledak secara bersamaan.  Hal ini akan sangat membantu Pakistan untuk mengembangkan system  rudal MIRV pertamanya.

Kemampuan MIRV China  baru-baru ini telah sukses diuji pada rudal DF-41 China, yang dapat membawa hingga sepuluh hulu ledak.

Maret lalu  Pakistan telah melakukan uji coba peluncuran pertama rudal balistik “Ababeel ” yang memiliki kemampuan nuklir, yang merupakan rudal dengan muatan MIRV pertama di Asia selatan.”

Menurut  lembar fakta dari Arms Control Association bulan ini, Pakistan adalah pemilik senjata nuklir yang bukan penandatangan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir tahun 1968, dan saat ini  sedang membangun rudal balistik baru, rudal jelajah dan juga sistem peluncur nuklir berbasis laut.”.  Diperkirakan Pakistan saat ini telah mempunyai  hulu ledak nuklir  sekitar 130 hingga 140 buah.

RUSIA MEMASANG SISTEM  RUDAL PERTAHANAN PANTAI DIDEKAT PERBATASAN UKRAINA

Rusia memasang tidak kurang 3 unit sistem pertahanan rudal pantai didekat Ukraina, dalam video amatir ini terlihat sistem itu dikerahkan menuju Taganrog, Rostov Oblast yang berbatasan dengan Ukraina.

 

HAMPIR 5000 MILITAN DAN KELUARGANYA DIEVAKUASI DARI GOUTHA TIMUR

Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk para  oposisi /pemberontak Suriah Yuri Evtushenko mengatakan bahwa  sejumlah 396 militan dan 592 anggota keluarganya telah diungsikan  dari Ghouta Timur melalui koridor kemanusiaan dengan bus, hal itu dikatakannya dari  dekat pemukiman Arbin pada hari Sabtu.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa dalam dua hari terakhir  sejumlah 4.979 militan dan keluarga mereka telah dievakuasi dari daerah kantong (Goutha timur) tersebut. Mereka akan dibawa ke pemukiman Qalaat al-Madiq di zona deeskalasi  Idlib, demikian  pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Menurut Evtushenko penarikan para militan didahului oleh negosiasi “panjang dan kompleks”  dengan kelompok bersenjata Faylaq al-Rahman.

Tujuh belas bus telah digunakan untuk evakuasi para militan dari pemukiman Arbin melalui koridor kemanusiaan ke provinsi Idlib, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan.

Sebagai akibat dari perjanjian tersebut, gerilyawan dan kelompok bersenjata Ahrar al-Sham dievakuasi dari pemukiman Harasta al-Basal  dibawah pengawasan  polisi Suriah dan Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah.

Ghouta timur berada dalam kendali ara militan sejak tahun 2012.

PASUKAN SURIAH BERI KESEMPATAN TERAKHIR KEPADA KELOMPOK JAISH AL ISLAM DIKOTA DOUMA

Tentara Suriah telah  membuat kemajuan pesat dalam  merebut daerah daerah  di Ghouta Timur dari militan, hal itu telah memberikan ultimatum kepada kelompok Jaish al-Islam untuk meninggalkan Douma.

Menurut Fars News Agency, tentara Suriah mengatakan kepada kelompok militan untuk mengevakuasi pasukannya dan menyerahkan kendali ke Damaskus.

Jika kelompok  Jaish al-Islam menolak untuk mematuhi, maka tentara Suriah akan melancarkan serangan ke  daerah Douma yang merupakan satu-satunya kota di bagian utara  yang masih di bawah pendudukan militan.

Menurut laporan oleh kantor berita Fars, Jaish al-Islam belum menerima permintaan tentara Suriah dan  Komandan kelompok militan Osam Bawizani mengatakan bahwa mereka tidak akan mundur dari Ghouta Timur, dan akan meminta kelompok militan lain untuk membantu Jaish al-Islam dengan memulai operasi melawan tentara.

Namun, kelompok militan lainnya telah dikalahkan oleh tentara Suriah dan sebagian besar dari mereka telah meninggalkan wilayah tersebut. Tentara Suriah dan sekutu-sekutunya telah menguasai 90% Ghouta Timur  selama operasi militer sebulan terakhir.

PENJUALAN SISTEM ANTIRUDAL S-400 RUSIA KENEGARA LAIN  AKAN DIKENAI SANKSI OLEH AS

S-400 Triumf anti-aircraft weapon systems during combat duty drills of the surface to air-misile regiment in the Moscow Region.

Perang dagang total nampaknya akan terus  dilakukan AS terhadap Rusia dan para sekutunya terutama China. Setelah rencana penerapan tarif baru impor baja dan aluminium yang akan memukul China, kini AS berencana memberikan sanksi jika Rusia menjual sistem pertahanan udara S-400 kenegara lain.

Sekelompok anggota parlemen AS yang dipimpin oleh Senator Bob Menendez dalam sebuah surat kepada Departemen Luar Negeri AS menyatakan  bahwa setiap penjualan sistem pertahanan udara S-400 Rusia bisa mengarah pada langkah-langkah sanksi baru kepada Rusia sebagaimana diatur dalam Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act  (CAATSA).

“Kami menulis surat hari ini untuk secara khusus mempertanyakan  tentang negosiasi  antara Rusia dan negara-negara tertentu atas penjualan sistem pertahanan udara S-400 ,  dan apakah kesepakatan seperti   ini dapat dikenai sanksi CAATSA ,” bunyi surat itu. “Dalam keadaan apa pun, penjualan S-400 akan dianggap sebagai ‘transaksi signifikan’ dan kami berharap setiap penjualannya harus dicermati.”

Para anggota parlemen juga meminta agar Departemen Luar Negeri memberikan analisis rinci tentang status terkini pembicaraan penjualan S-400 Rusia dengan Cina, Turki, India, Arab Saudi, Qatar, dan negara lain.

Kongres AS mengeluarkan CAATSA musim panas lalu sebagai tanggapan atas tuduhan bahwa Rusia berusaha untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS 2016. Trump telah menandatanganinya menjadi undang-undang pada 2 Agustus 2017.

NEGARA NEGARA UNI EROPA AKAN MENGUSIR PARA DIPLOMAT RUSIA

U.K. Prime Minister Theresa May (right) is shown the areas in Salisbury visited by Sergei Skripal and his daughter after they were exposed to a nerve agent.

Puluhan diplomat Rusia kemungkinan  akan diusir dari Negara negara Uni Eropa setelah  sepuluh anggota Negara  Uni Eropa mengindikasikan bahwa mereka bersiap untuk mengikuti jejak Inggris itu.

27 pemimpin Uni Eropa lainnya sepakat dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May  bahwa itu “sangat mungkin” Rusia bertanggung jawab atas serangan racun syaraf  terhadap mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya yang berada diSalisbury Inggris. Rusia membantah keras tuduhan itu.

Perancis, Polandia, Irlandia, Kroasia, Republik Ceko, Lithuania, Latvia, Denmark, Estonia dan Belanda terlibat dalam  diskusi tentang tindakan  deportasi terhadap  mata mata yang dicurigai setelah PM Inggris Theresa May berbagi hasil intelijen tentang serangan racun saraf terhadap mantan intel Rusia pada pertemuan Dewan Eropa.

Kanselir Jerman, Angela Merkel  juga mengisyaratkan bahwa ia mungkin bersiap untuk ikut menggertak Vladimir Putin, dan demi solidaritas negara2 Uni Eropa terhadap Inggris mereka memanggil pulang para duta besarnya yang ada di Moskow.

AS DAN TERORIS BENTUKANNYA SEDANG MENYIAPKAN SERANGAN SENJATA KIMIA DISURIAH

Jabhat al-Nusra militants at the entrance of Idlib city

Provokasi yang dilakukan oleh kelompok militan yang dilatih AS dalam menggunakan senjata kimia akan menjadi dalih pembenaran bagi Amerika Serikat untuk menyerang Suriah, atas situasi ini  Moskow  telah melakukan langkah persiapan  termasuk melibatkan angkatan laut, kata Staf Umum Rusia.

“Kami mencatat bukti adanya  persiapan untuk kemungkinan adanya serangan (kimia) itu. Pasukan  angkatan laut (Rusia) dengan rudal  jelajah sedang  dibentuk di bagian Timur Laut Tengah, di Teluk Persia dan di Laut Merah,” kepala Direktorat Operasional Utama Rusia Staf Umum Rusia  Kolonel Jenderal Sergey Rudskoy mengatakan.

Dia menekankan bahwa belum  jelas  siapa yang ingin didukung AS dalam rencana serangan kimia  ini, apakah teroris Jabhat al-Nusra   atau sekutu mereka yang saai ini meneror Ghouta Timur.

Menurut Rudskoy, militan Front al-Nusra dari Ghouta Timur baru-baru ini mengintensifkan penembakan ke Damaskus, tentara sekarang sedang melakukan operasi untuk melenyapkan para teroris itu.

“Gerilyawan Jabhat al-Nusra bersama dengan aktifis “White helmet”  sedang mempersiapkan serangan kimia bertahap terhadap komunitas  Alghabit dan Kalbb Lusa yang terletak 25 km  ke barat laut  Idlib.  Ada 20 kontainer klorin yang mereka miliki,” kata Staf Umum Rusia.

Jenderal Rusia tersebut  memastikan  bahwa insiden (serangan kimia) semacam itu akan disiarkan secara luas di media asing.

“Di wilayah kota At-Tanf, para instruktur Amerika telah menyiapkan beberapa kelompok militan untuk melakukan provokasi di selatan Suriah,” kata Rudskoy.

Menurut Rudskoy  bahan kimia  beracun tersebut telah dikirim ke Suriah selatan dengan kedok konvoi bantuan kemanusiaan.

Rudskoy mencatat bahwa provokasi tersebut  bertujuan untuk menciptakan dalih pembenaran  bagi AS untuk melakukan serangan terhadap pemerintah Suriah.

RUSIA MEMBALAS DENGAN MENGUSIR 23 DIPLOMAT INGGRIS DARI RUSIA

The car of British Ambassador to Russia Laurie Bristow, who was summoned at the Russian Foreign Ministry, near the ministry building

Kementerian Luar Negeri Rusia hari ini sabtu 17/3 mengumumkan pengusiran 23 pegawai Kedutaan Besar Inggris di Moskow sebagai langkah  menanggapi tindakan serupa yang dilakukan oleh Inggris yang menunduh bahwa Rusia berada dibalik penyerangan gas syaraf terhadap bekas mata matanya.

“Sebanyak 23 pegawai diplomatik Kedutaan Besar Inggris di Moskow dinyatakan sebagai “persona non gatra”  dan harus meninggalkan Rusia dalam waktu seminggu,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Kementerian tersebut juga mencabut kesepakatan pembukaan dan operasi Konsulat Jenderal Inggris di kota Rusia, St. Petersburg, dan aktivitas British Council di Rusia telah dihentikan karena kurangnya peraturan yang tepat mengenai statusnya.

“Selama status hukum British Council di Rusia belum ditentukan , maka operasinya harus dihentikan,” bunyi pernyataan tersebut.

Kementerian Luar Negeri menambahkan bahwa Moskow berhak untuk merespon  jika Inggris masih terus melakukan langkah-langkah yang tidak bersahabat terhadap Rusia.

Keputusan tersebut dikeluarkan  setelah pada hari sebelumnya Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil Duta Besar Inggris untuk Rusia Laurie Bristow.

Bahan kimia “Novichok”, yang diduga digunakan untuk meracuni mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal, mungkin saja berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Slowakia, Swedia ataupun  Republik Ceko, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakannya kemudian.

“Sumber asal bahan kimia yang paling mungkin terjadi adalah negara-negara, yang telah mengembangkan penelitian bahan kimia intensif dari proyek ‘Novichok’ sejak akhir 1990an dan sampai hari ini … Negara-negara ini adalah Inggris Raya, Slowakia, Republik Cheska, Swedia. juga yang patut dipertanyakan adalah  Amerika Serikat, “kata Zakharova kepada penyiar 24 Rossiya.

Menanggapi keputusan Rusia itu , Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan pada hari Sabtu bahwa Dewan Keamanan Nasional Inggris  akan mengadakan pertemuan minggu depan untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya.

INGGRIS USIR 23 DIPLOMAT RUSIA ATAS KASUS KONTROVERSIAL PERACUNAN MANTAN MATA MATA RUSIA

Perdana Menteri Inggris Theresa May  mengusir 23 diplomat Rusia pada hari Rabu karena adanya kasus keracunan mantan mata-mata Rusia di Inggris.

Tuduhan tanpa penyelidikan ini persis yang sering dilakukan AS terhadap Rusia dalam upaya meningkatkan RUSSPHOBIA , guna meningkatkan ketegangan antara Blok NATO dan RUSIA.

Pernyataannya kepada Parlemen dikeluarkan  setelah Moskow menolak tenggat waktuyang diberikan  Inggris agar Rusia untuk menjelaskan kasus serangan terhadap mantan mata-matanya  Sergei V. Skripal, dan putrinya yang terjadi diInggris itu.

Dia mengatakan Inggris akan menangguhkan semua hubungan tingkat tinggi dengan Rusia, dan akan mengusir 23 diplomat Rusia dan mereka  diberi waktu satu minggu untuk pmeninggalkan Inggris. Dia menggambarkan hal ini sebagai pengusiran terbesar dalam lebih dari 30 tahun, mirip ketika  periode perang dingin di mana Inggris dan Amerika Serikat berhadapan melawan Uni Soviet.

Kedua negara telah terlibat dalam percekcokan  yang memburuk dalam beberapa hari ini, dengan Inggris memperluas penyelidikan atas insiden tersebut dan menarik teman dan sekutu (NATOnya) untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia, sementara Moskow telah mengancam akan melakukan tindakan balasan atas tindakan tanpa dasar tersebut.

 

PASUKAN SURIAH KUASAI 70PERSEN  GHOUTA TIMUR HANYA DALAM 18 HARI

Tentara Suriah telah merebut tidak kurang dari 70 persen wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok pemberontak bersenjata di wilayah Ghouta Timur hanya dalam 18 hari serangan.

Dalam beberapa jam terakhir, pasukan Suriah mengambil alih kendali penuh Hammuriyah menyusul pengungsian massal warga sipil dari kota kabupaten itu menuju sisi yang dikuasai pemerintah Suriah.

Sumber-sumber tertentu  mengklaim bahwa setidaknya 13.000 warga sipil telah keluar dari daerah gerilyawan di Ghouta Timur dan memasuki wilayah yang dikuasai pemerintah melalui jalur penyeberangan darurat Angkatan Darat Suriah.

Dengan dikuasainya Hammuriyah dalam kendali tentara  Suriah, maka diyakini bahwa pasukan pemerintah akan segera melakukan langkah untuk mengusir militan dari kota-kota di distrik Jisreen , Kafr Batna dan Saqba.

 

Menurut laporan wartawan BBC Riam Dalati, para pemberontak di wilayah Ghouta di Damaskus ‘telah menarik diri sepenuhnya dari kota-kota di distrik Hummuriyah dan Saqba.

Informasi ini tersebar bersamaan dengan pelarian massal ribuan warga sipil dari daerah-daerah yang dikuasai militan di Ghouta Timur menuju pos pemeriksaan tentara Suriah.

Seorang reporter TV pemerintah Suriah di dekat garis depan mengklaim bahwa sekitar lima ribu warga sipil sekarang adengan aman meninggalkan zona tempur di Ghouta Timur dengan melewati wilayah yang dikuasai pemerintah melalui titik persimpangan di Hammuriyah.

Sebelumnya dilaporkan bahwa pasukan pemberontak di Hammuriyah yang  berjumlah kurang dari seratus pejuang  mempertimbangkan untuk kemungkinan menarik diri dari daerah yang dikuasainya jika semua warga sipil telah pergi.

 

AS PERTIMBANGKAN AKAN  LAKUKAN LAGI SERANGAN KEPASUKAN SURIAH

Lights and smoke are seen during Syrian government bombardment on the rebel-controlled town of Arbin, in the besieged Eastern Ghouta region on the outskirts of the capital Damascus, on late March 11, 2018

Setelah adanya isu serangan senjata kimia palsu , AS berencana untuk merespon dengan menyerang distrik yang dikuasai  pemerintah , demikian menurut Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov.

Angkatan bersenjata Rusia akan merespon jika korban tentara Rusia di Suriah terancam, termasuk jika terjadi serangan rudal ke Damaskus, kata Staf Umum Rusia tersebut.

“Menurut laporan, setelah serangan kimia palsu itu, AS berencana untuk membuat tuduhan kepada pasukan pemerintah Suriah seakan telah menggunakan senjata kimia, dan kemudian membeberkannya kepada  komunitas dunia sebagai apa yang mereka sebut  bukti  kematian massal warga sipil di tangan pemerintah Suriah yang didukung Rusia ,  kata Kepala Staf Umum Rusia.

Sebagai pembalasan (atas serangan kimia palsu itu) menurut Gerasimov, Washington “berencana melancarkan serangan rudal ke distrik-distrik yang diduduki pemerintah di Damaskus.”

“Kami memiliki informasi yang dapat dipercaya bahwa  militan  bersiap untuk memalsukan serangan kimia seakan dilakukan pemerintah (Suriah) terhadap warga sipil. Di beberapa distrik di Ghouta Timur wanita, anak-anak dan orang tua dikumpulkan  dari beberapa daerah lain, yang akan dijadikan perwakilan adanya korban serangan bahan kimia tersebut. “kata Gerasimov.

Menurut Gerasimov, aktivis “White Helmets” dan kru film lengkap dengan pemancar video satelit telah tiba di tempat kejadian. (“White helmet” adalah  mata mata perang bentukan barat yang selama perang Suriah berpura2 sebagai aktifis kemanusiaan – admin).

“Telah dikonfirmasi bahwa telah ditemukannya laboratorium yang memproduksi senjata kimia di desa Aftris , sebuah area yang telah dibebaskan dari teroris,” tegas Gerasimov.

Pernyataan Gerasimov tersebut dikeluarkan sehari setelah Utusan AS untuk PBB Nikky Haley mengancam bahwa Washington akan melakukan serangan terhadap Damaskus jika terbukti menggunakan senjata kimia di Suriah.

Sementara Duta Besar Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya mengatakan bahwa gerilyawan El Nusra adalah fihak yang  menggunakan senjata kimia di Ghouta Timur yang melukai 30 warga sipil.

Sebelumnya, Direktur Intelijen Nasional AS mengatakan bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan serangan baru terhadap Pemerintah Suriah dalam menanggapi laporan penggunaan senjata kimia itu.

PENDUDUK KOTA GHOUTA TIMUR UNJUK RASA MINTA PARA MILITAN MENINGGALKAN KOTA

Untuk ketiga kalinya dalam lima hari terakhir  demonstrasi besar terjadi di beberapa kota di wilayah Ghouta Timur Damaskus.

Menurut media pemerintah “Damascus Now”, penduduk Sabqa, Al-Hammouriyah, dan Kafr Batna turun ke jalan jalan di kota mereka yang menuntut agar para anggota militan segera pergi.

Para demonstran menyerukan perdamaian dan rekonsiliasi dan menyambut kedatangan Angkatan bersenjata  Arab Suriah (SAA) untuk memasuki kota-kota mereka di Ghouta Timur.

Sebelum demonstrasi  para sesepuh  kota  Al-Hammouriyah mengunjungi Damaskus untuk mengadakan pembicaraan dengan pemerintah; mereka dilaporkan menyambut kedatangan tentara Suriah.

 

Info lain yang kita dapat bahwa  pasukan Suriah telah berhasil mengiris area Ghouta timur menjadi dua kantung sehingga mempertemukan dua sisi pasukan Suriah yang menyerang dari Madyra dan Harasta.

 

RUSIA SUKSES UJI COBA RUDAL HIPERSONIK “KINZHAI

Sebuah video yang menunjukkan uji coba  rudal mutakhir  hipersonik  “Kinzhal” (belati)  telah dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Presiden Vladimir Putin sebelumnya mengatakan senjata tersebut dirancang untuk bisa menembus system pertahanan udara jenis apapun.

Rekaman tersebut menunjukkan sepasang pesawat MiG-31 yang membawa sebuah rudal  Kinzhal pada perut pesawat. Pesawat lepas landas dan melepaskan rudal  ‘Kinzhal’  saat penerbangan dengan ketinggian tinggi.

Senjata baru tersebut diresmikan peluncurannya pada tanggal 1 Maret oleh Presiden Rusia Vladimir Putin bersamaan dengan berbagai macam senjata baru lainnya, yang mencakup kapal selam bertenaga nuklir, sistem laser tempur dan bahkan rudal jelajah bertenaga nuklir  yang mempunyai jangkauan tak terbatas.

Rudal ‘Kinzhal’ memiliki jangkauan efektif 2.000 km dan dapat bergerak  10 kali lebih  dari kecepatan suara. Rudal ini bisa sangat lincah bermanuver dan dapat dengan handal menembus semua sistem pertahanan udara yang ada bahkan  yang belum ada sekalipun, menurut Presiden Rusia rudal Kinzhal dapat dipasangi hulu ledak nuklir amapun konvensional.

AS MENINGKATKAN DANA MILITER UNTUK  KAMPANYE ANTI RUSIA 

 

Anggota Kongres  dan Senat AS  memanfaatkan suasana  anti Rusia (RussPhobia)  yang sedang diciptakan  Washington dengan  memberi kucuran miliaran dolar untuk meningkatkan aset militer AS-NATO di Eropa. Ratusan juta dolar lainnya untuk “bantuan keamanan” bagi Ukraina.

Russphobia ini akan membebani uang para pembayar pajak Amerika serikat , dan ini akan menyenangkan para politisi AS dan kontraktor peralatan pertahanan.

Sebuah kategori yang berjudul  “Melawan Agresi Rusia ” tercantum dalam  Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2018 yang akan menyisihkan $ 4,6 miliar untuk apa yang disebut European Deterrence Initiative (EDI) untuk “meyakinkan sekutu NATO dan meningkatkan sistem penangkalan dan postur pertahanan AS  di Eropa. ”

Selanjutnya NDAA (National Defense Authorization Act)  juga mengajukan $350 juta untuk bantuan keamanan bagi  Ukraina, termasuk bantuan sistem persenjataan mematikan.  Gagasan untuk mengirim senjata mematikan ke Ukraina akan dapat mendorong Kiev (ibukota Ukraina)  untuk sekali lagi menggunakan kekerasan dalam upaya mengatasi kebuntuan atas perang saudara yang terjadi diUkraina .

ASSAD : TUDUHAN PENGGUNAAN SENJATA KIMIA HANYA BAGIAN DARI KAMUS KEBOHONGAN AS

Assad: Allegations About Chemical Attacks In East Ghotua Are Part Of Western "Dictionary Of Lies"

Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan kepada wartawan bahwa Tentara Arab Suriah (SAA) akan terus melanjutkan operasi militernya melawan gerilyawan di kantong Ghouta Timur.

Presiden juga menekankan bahwa SAA juga akan bekerja untuk mengevakuasi warga sipil yang terjebak ke daerah yang dikuasai pemerintah. “Kami bukan baru sekarang ini saja mulai melakukan serangan di Ghouta, kami telah memulai perang melawan terorisme sejak hari pertama sejak di Aleppo, di Homs, di Deir Ezzor … dan operasi Ghouta merupakan kelanjutan dari perang melawan terorisme ,” Kata Assad, dikutip Kantor Berita Arab Suriah (SANA).

Ketika ditanya tentang tuduhan Barat mengenai penggunaan senjata kimia oleh SAA, Assad mengatakan bahwa tuduhan ini adalah bagian dari “kamus kebohongan” fihak barat, dan menggambarkannya sebagai “kampanye hitam belaka” sebagai alasan  fihak Barat untuk menyerang SAA.

“Tentu saja, Barat  sejak hari pertama perang di Suriah berusaha untuk mendapat pembenaran guna melancarkan perang skala penuh ke negara ini (Suriah), namun saya menekankan bahwa senjata (kimia) ini tidak ada dan bahwa ini hanya  kebohongan atau tipuan yang tidak bisa dibiarkan, “kata Assad.

Presiden Assad menggambarkan koalisi pimpinan AS sebagai “Angkatan udara ISIS” dan mempertanyakan perannya dalam memerangi kelompok teroris tersebut.

Assad juga menuduh Barat secara terbuka mendukung berbagai organisasi teroris termasuk Front al-Nusra, yang sekarang dikenal sebagai Hay’at Tahrir al-Sham (HTS).

“Semua topeng yang ada pada awal awal  perang sudah tidak ada lagi, setiap orang memainkan perannya dengan jelas, Barat mendukung ISIS , Barat membela Front al-Nusra  dan ISIS serta organisasi ekstremis dan teroris yang serupa tanpa rasa malu. Dengan alasan  yang tidak lagi meyakinkan bahkan bagi  opini publik mereka, “kata Assad.

Pernyataan Assad mengkonfirmasi bahwa SAA dan sekutu-sekutunya akan menyelesaikan misi mereka di kantong Ghouta Timur meskipun ada usaha untuk menghalangi  dari fihak Barat dan mainstream medianya.


Untuk anda yang ingin tahu cerita detail tentang fihak mana  sebenarnya yang menyiapkan , melatih dan melakukan serangan senjata kimia diSuriah sejak dimulainya perang ,  silahkan baca  “The Red line and the Rat Line”  oleh Seymour M. Hersh. Tulisan itu juga mendukung apa yang dikatakan Mantan PM Qatar atas keterlibatan Turki, Saudi dan Qatar dalam penghancuran Suriah.

 

 

PASUKAN SURIAH MULAI MASUK KEAREA STRATEGIS DI GHOUTA TIMUR

Angkatan Darat Suriah (SAA) melanjutkan operasi  mereka di wilayah Ghouta Timur minggu ini yang menargetkan daerah-daerah yang tersisa di dekat kota Douma yang dikuasai pemberontak.

Dengan dukungan  artileri berat dan serangan udara Pasukan Harimau Angkatan Darat Suriah dan Garda Republik mendesak  dari arah utara kota Al-Shifouniyah yang baru saja dikuasai ,  menuju   kota utama Al-Rayhan.

Setelah pertempuran sengit dengan pasukan pemberontak, Angkatan Darat Suriah dapat memasuki Al’Rayhan dan  menguasai sebagian besar dari kota itu,  sumber militer di Damaskus mengatakan kepada Al-Masdar News pagi ini.

Tentara Suriah sekarang berusaha untuk menguasai  bagian terakhir dari kota  Al-Rayhan sebelum gerilyawan  mengirim bala bantuan yang sangat mereka butuhkan difront ini.

AS TELAH MENEMPATKAN LEBIH 35 BUAH KAPAL PERANGNYA DIPERBATASAN RUSIA

 

Angkatan Laut AS kini telah menempatkan 5 kapal penjelajah dan 30 kapal perusak di dekat perbatasan Rusia (dilaut hitam) untuk pertahanan anti-rudal, kata Presiden Rusia Vladimir Putin. Ini adalah penambahan dari sistem yang telah ditempatkan sebelumnya di negara-negara tetangga, presiden Putin menambahkan.

Pertahanan rudal AS berkembang makin mendekati wilayah Rusia, kata Putin. Satuan angkatan laut AS telah melengkapi sistem rudal anti-balistik yang ditempatkan di California dan Alaska, serta sistem serupa yang dikirim ke Polandia dan Rumania.

“Sistem rudal anti-balistik global AS meliputi   satuan angkatan laut yang terdiri atas 5 kapal penjelajah dan 30 kapal perusak, sejauh yang kami tahu telah  ditempatkan di daerah sekitar wilayah Rusia, “kata Putin dalam sebuah pidato kepada anggota parlemen Rusia pada hari Kamis.

Presiden juga memperingatkan bahwa jangkauan rudal AS akan meningkat, sementara penyebaran lebih lanjut telah direncanakan di Jepang dan Korea Selatan. Tokyo baru-baru ini juga  telah menerima sistem operasi Lockheed Martin Aegis Ashore untuk meningkatkan kemampuan rudal anti-rudalnya  melawan potensi “serangan kejutan”, sementara Seoul telah memasang sistem anti rudal Terminally High Altitude Area Defense (THAAD).

Menanggapi tantangan yang ditimbulkan oleh mundurnya AS dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik, Rusia mulai mengembangkan senjata strategis tingkat lanjut, kata Putin. Perjanjian ABM (Anti Ballistik Missile) telah menjamin respon terhadap serangan nuklir pre-emptive di kedua fihak, namun AS menggerogotinya sendiri dan menghentikan pada tahun 2002.

“Kami telah memulai pengembangan jenis senjata strategis baru, yang sama sekali tidak menggunakan lintasan balistik (konvensional)  saat meluncur menuju sasaran,” kata pemimpin Rusia tersebut.

 

AS TELAH MEMBANGUN 20 PANGKALAN MILITER DI WILAYAH SURIAH

 

AS telah mendirikan  20 pangkalan militer di bagian wilayah  Kurdistan di Suriah, Dinyatakan hal itu oleh Dewan Keamanan Nasional Rusia.

Pencapaian  perdamaian di Suriah  terhambat oleh fihak eksternal  khususnya campur tangan Amerika dalam krisis tersebut, Asisten Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Alexander Venediktov mengatakan kepada Ria Novosti.

“Kembalinya perdamaian dan stabilitas ke Suriah terhambat oleh gangguan eksternal yang terus berlanjut dalam krisis Suriah. Misalnya, di wilayah yang dikuasai oleh unit pertahanan diri Kurdistan, sekitar 20 basis militer AS telah dibangun, “kata pejabat tersebut.

Interferensi dari  AS dalam konflik Suriah telah memprovokasi Turki untuk melancarkan operasi militer yang menargetkan milisi Kurdi di wilayah Afrin Suriah utara. Provokasi itu dilakukan dengan meningkatkan persenjataan ke milisi Kurdi dengan persenjataan canggih, menurut Venediktov.

Milisi Kurdi mengendalikan beberapa wilayah di Suriah utara, termasuk Afrin  yang menjadi subyek operasi lintas batas militer Turki sejak 20 Januari. Ankara percaya bahwa Satuan Perlindungan Orang Kurdi (YPG) adalah terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK ) yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki.

PERINGATAN KERAS PUTIN :  SIAPA SAJA YANG MENYERANG SEKUTU KITA DENGAN NUKLIR AKAN MENDAPAT BALASAN SEGERA

Pada kamis 1/3 kemarin Rusia mengatakan  bahwa pihaknya akan menganggap  setiap  agresi nuklir terhadap Rusia  atau sekutunya sebagai serangan nuklir yang harus ditanggapi dengan segera.

Berbicara didepan Majelis Federal Rusia Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa tanggapan terhadap serangan semacam itu akan segera dilakukan, dia menambahkan bahwa negaranya mampu untuk mencegah ancaman tersebut dan memiliki senjata yang modern.

“Kami sangat prihatin dengan beberapa (pemimpin/Negara)  pemilik nuklir , yang mengurangi tolok ukur penggunaan senjata nuklir. (yang bersembunyi dibalik)  semua kata-kata yang menenangkan yang bisa dicoba di balik pintu tertutup, tapi  kita bisa membaca apa yang tertulis. Dan dikatakan bahwa senjata ini bisa digunakan sebagai respons terhadap serangan konvensional atau bahkan ancaman cyber, “katanya.

“Doktrin nuklir kami mengatakan bahwa Rusia berhak menggunakan senjata nuklir hanya untuk merespon  serangan nuklir atau serangan dengan senjata pemusnah massal lainnya terhadap sekutu-sekutunya, atau serangan konvensional terhadap kami yang mengancam eksistensi negara. “

“Adalah tugas saya untuk menyatakan hal ini: Bahwa setiap penggunaan senjata nuklir melawan Rusia atau sekutu-sekutunya, apakah skala skala kecil, menengah atau skala lainnya, akan diperlakukan sebagai serangan nuklir terhadap  negara kita. Responnya akan instan dan dengan semua konsekuensi yang relevan, “Putin mengingatkan.

Untuk mendukung pernyataannya itu Putin memamerkan model baru senjata Rusia,  Dimana Rusia telah mengembangkan sebuah generasi baru rudal balistik antar benua  yang disebut Sarmat , yang berkecepatan  hipersonik dan dilengkapi dengan dukungan penetrasi.

Hal ini membuat Sarmat tak terkalahkan, kata Putin. Dia juga berbicara dengan bangga tentang rudal jelajah X-101, Drone bawah air /underwater UAV yang melebihi kecepatan kapal selam, dan sistem hipersonik Kinzhal (Dagger).

Putin mengatakan sistem rudal baru Avant-garde glider bisa  melejit menuju  target seperti meteorit dengan suhu di permukaannya bisa  mencapai 160-200 Celsius.

Putin menambahkan bahwa model tersebut telah teruji dan sekarang diproduksi secara massal. Putin menambahkan senjata baru tersebut tidak melanggar kesepakatan internasional dan dikembangkan untuk menjaga keseimbangan kekuatan sebagai respons terhadap tindakan AS.

This entry was posted in Update WW3 2018 and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Update WW3 Mar 2018

  1. dio says:

    min ane mau tanya nih penting banget & mengganjal maaf kalo oot. apakah kristenisasi/pemurtadan massal yang sedang gencar terjadi di indonesia ini apakah termasuk bagian agenda dari zionis juga? mohon penjelasannya
    NB : kenapa ya min, ane pas mau komen di blog anda yang lain mesti kok gak bisa malah ada tulisan “captcha time expired” ? kenapa bisa gitu? mohon perbaikannya ya min, sekian terima kasih

    • The admin says:

      Bukan. Agenda zionis dalam agama adalah upaya pendangkalan agama agar generasi muda berfikir bahwa semua agama adalah sama dimana ujungnya adalah penyatuan semua agama (One world religion.
      Tentang Captcha Baru ada satu tuh keluhan tentang sulit berkomentar.Coba pake browser yg lain.

  2. erik says:

    mampus lu amerika!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 5 = 9