MUSLIM UIGHUR DICHINA, SEBUAH CERITA PENDEK

 

A photo posted to the WeChat account of the Xinjiang Judicial Administration shows Uyghur detainees listening to a 'de-radicalization' speech at a re-education camp in Hotan prefecture's Lop county, April 2017.

 

Perlakuan Pemerintah China terhadap umat Muslim secara umum hampir sama saja dengan yang terjadi dinegara lain, bahkan dengan Negara yang mayoritas penduduknya Muslim sekalipun. 

Walaupun Muslim diChina adalah minoritas, tapi mereka bebas beribadah dan mendirikan tempat ibadah seperti halnya yang terjadi diIndonesia yang mayoritas Muslim.

Sebenarnya  perlakuan pemerintah China terhadap umat Muslimnya tidak ada yang aneh.  mereka yang radikal dan berpendirian separatis alias ingin mendirikan Negara yang terpisah tentu saja akan berhadapan dengan pemerintah yang sah.  Bahkan kita melihat upaya diChina yang membuat Kamp Pendidikan dan deradikalisasi  itu jauh lebih toleran daripada yang terjadi dinegara lain.

Dinegara lain seperti dinegara kitapun muslim yang radikal atau  bahkan menjadi teroris akan diburu Negara , dan juga upaya separatis seperti yang dulu pernah terjadi saat Gerakan Aceh merdeka akan diperangi Negara.

Wajar saja pemerintah China membuat Kamp deradikalisasi untuk Muslim Uighur , melihat besarnya jumlah Muslim Uighur yang berangkat keSuriah menjadi teroris. Tapi kenapa kebijakan pemerintah China membuat Kamp Pendidikan dan Deradikalisasi itu dipelintir sebagai Kamp Penyiksaan ?  Dan kemudian  dimemunculkan menjadi propaganda kontroversial yang disebarkan keseluruh dunia? 

Silahkan baca link  diatas yang bercerita sangat detail tentang Kamp deradikalisasi militan Uighur itu. 

 

 

Muslim Di China

Populasi Muslim diChina saat ini diperkirakan antara 25-40 juta orang, dan hampir separuhnya adalah dari suku Uighur.

Keberadaan Suku Uighur  diChina barat adalah sebuah sejarah yang sangat panjang dan rumit, Imigrasi pertama mereka  bahkan sudah tejadi sejak tahun 300SM. Sebuah kelompok kecil nomaden yang disebut berasal dari pegunungan Althai disebelah barat wilayah Mongolia, disebelah timur Khazakstan dan disebelah wilayah selatan Rusia. Mereka menggunakan bahasa yang dipercaya sebagai cabang dari bahasa Turki. Populasi suku Oighur diChina adalah sekitar 11-15juta orang. Mereka menempati Porovinsi otonomi Xinjiang dibagian barat China.

Yang banyak dilupakan orang adalah,  bahwa jika menjadi separatis atau menjadi radikal dimanapun anda berada pasti akan berhadapan dengan pemerintah yang sah. Fakta itu juga berlaku diChina, umat Muslim China yang tidak beraliran radikal dan aktif dalam gerakan separatisme juga hidup aman damai, sama dengan yang terjadi dinegara manapun didunia.

Sementara itu, proyek Israel dalam penghancuran Suriah sejak 2011 yang didukung oleh beberapa Negara sekutu teluknya  yang merekrut para radikal Islam diseluruh dunia termasuk  para muslim radikal dari suku Uighur. Pemerintah Suriah menyebut ada sekitar 5000 orang Uighur yang datang keSuriah menjadi militant  sejak 2011.

Ehm, suatu jumlah yang sangat besar ya,  sangat masuk akal  kenapa China kemudian memandang perlu untuk mendirikan Kamp kamp deradikalisasi.

Disisi lain kita lihat sejarah panjang gerakan separatisme yang ingin mendirikan Negara sendiri oleh suku Uighur diChina barat ini  juga sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Dalam sejarahnya, semua gerakan separatisme diIndonesia juga akan dilawan oleh Negara, dan yang paling besar adalah yang terjadi diAceh yang dimulai sekitar 1976.

Umat muslim di China yang tidak  radikal dan seperatis seperti di kota kota  Beijing, Shanghai, Ghuangzou, Shenzhen, Xian, Guilin, Kunming , Hangzou, mereka hidup bebas, aman tenteram menjalankan ibadah mereka. Bahkan perkampungan perkampungan mereka menjadi daerah tujuan wisata dari seluruh dunia.  Kenapa hal hal positif seperti ini dilupakan dan ditutupi ? 

 

 

Hantu Dibelakang Layar

Kita melihat  paling tidak ada dua  sosok hantu  dibalik   propaganda negatif yang diviralkan secara internasional atas  upaya deradikalisasi yang dilakukan China terhadap Muslim Uighur   :

  1. Hantu pertama , berpakaian ala Negara barat.
  2. Hantu Kedua , berpakaian ala Negara Arab teluk.

Tapi kami kira sah sah saja jika ada orang yang dari visi politik nasionalnya menganggap  fenomena ini adalah sebuah  tunggangan untuk mendiskreditkan lawan politik. bisa jadi.

 

 

Kemungkinan Hantu Pertama

Negara negara barat seperti AS , Inggris Perancis, dan Jerman adalah Negara negara yang sangat mungkin  bisa dituduh sebagai biang kerok penyebar kebencian kepada China ini. Tapi ini sebenarnya fenomena  ini hanyalah bagian kecil  dari upaya besar provokasi dan Intimidasi yang dilakukan fihak barat terhadap Blok Rusia ,khususnya China.  Perang yang lebih besar yang ditujukan  untuk membangkitkan kegeraman dan kemarahan China bahkan gencar dilakukan AS , yaitu perang dagang dan perang mata uang.

Provokasi dan intimadasi yang lebih nyata dan dahsyat  sebenarnya bahkan sudah dilakukan AS terhadap China  , karena sudah menjurus  kepada konfrontasi militer antara AS dan China di Laut China selatan. Hal serupa juga dilakukan AS terhadap Negara Kecil pemilik senjata nuklir Korea Utara, walaupun konfrontasi militer dengan China dan Korea utara sedang ditarik ulur  masih   dilakukan  menunggu  komando  yang diberikan Panglima tertinggi (Dajjal).  

Provokasi dan Intimidasi militer oleh NATO yang paling dahsyat terjadi terhadap Rusia sebagai lawan NATO yang paling tangguh, Rusia sudah dikepung tentara NATO diperbatasan baratnya  sejak 2014, dan akhir akhir ini meluas juga diperairan Artik disebelah utara Rusia.

Poin pentingnya adalah, bahwa kemungkinannya adalah bahwa Hantu pertama itu adalah  AS dan koalisi NATOnya yang  memang lagi gencar menebarkan propaganda anti blok Rusia.

 

 

Kemungkinan Hantu Kedua

Tapi kenapa hal yang wajar seperti membuat Kamp deradikalisasi  itu dijadikan Isu besar? Bukankah  dinegara kita radikalisme Islam juga akan menjadi musuh Negara?

Kenapa ketika ada Koalisi Negara Muslim yang dipimpin Arab Saudi yang jelas jelas  membantai warga sipil diYaman semua orang menjadi buta?
Kenapa kita juga menjadi buta  ketika mendengar  bahwa sejak 2011-2016  saja, ada 25.000 anak Suriah  yang diambil organnya untuk dijual dipasar gelap perdagangan organ ?

Gampang ditebak, ada upaya masiv untuk mengalihkan isu yang  dilakukan untuk menutupi kebrutalan koalisi zalim pimpinan Arab Saudi di Yaman. Bisa juga sebagai bentuk pengalihan isu atas pembunuhan Jurnalis Saudi Jaml Khahogi.

 

 

Kesimpulan

Penyebaran isu di era internet yang terjadi diakhirzaman ini hampir bisa dipastikan punya tendensi tertentu  dari fihak fihak yang bermain dibelakang layar. Ada Negara Negara yang memanfaatkannya sebagai propaganda politiknya, ada yang bertujuan pengalihan isu agar kezaliman yang mereka lakukan terlupakan,  ada yang bertujuan untuk mencari alasan pembenaran untuk memerangi suatu Negara,  atau dalam skala yang lebih kecil dipakai untuk mendiskreditkan lawan politik. Kami yakin anda cukup cerdas untuk menarik benang merahnya.

Dalam artikel artikel kita,  sudah banyak kita kutip panduan agama yang dengan sangat detail menuntun kita bagaimana  seharusnya merespon fitnah fitnah akhir zaman yang turun bak air hujan yang ditebarkan oleh para pengikut Dajjal.

 

This entry was posted in Analisa Geopolitik and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a comment