APAKAH NABI ISA AKAN MENJADI PENGIKUT NABI MUHAMMAD?

 

Ketika 3 tahun lalu kita merilis Kajian tentang peran Nabi Isa di akhir zaman, yang berjudul “Dua Khilafah Kembar AkhirZaman”,  kita sudah menduga bakal banyak yang gagal faham,  karena memang agak sulit untuk mencerna topik ini. Kajian itu tanpa direncanakan bahkan sampai ke di Part-4”.

Kali ini akan kita sajikan video ceramah Sheikh Imran Hosein terbaru (19 Juli 2021) yang membahas “peran Imam Mahdi dan Nabi Isa as” diakhirzaman. Dengan metode yang sama, kesimpulan penting yang dihasilkan SIH ternyata hampir tidak ada perbedaan dengan kajian kita 3 tahun lalu itu.

Video ceramah SIH itu sudah kita tambahkan Subtitle dalam bahasa Indonesia, agar lebih memudahkan mencernanya.

Dalam ceramah terbaru ini, SIH mengingatkan kepada mereka yang disebut SIH sebagai punya “keyakinan ‘ngawur” bahwa, nabi Isa as saat turun nanti akan menjadi penganut Islam, dalam arti menjadi pengikut Muhammad. Beliau menyebut, orang yang beranggapan demikian telah berani ‘menurunkan derajad seorang Nabi utusan Allah menjadi orang biasa’.

Tidak satupun ayat Allah dan Hadits Nabi yang menyatakan bahwa saat turun kembali nanti, Nabi Isa akan diturunkan posisinya dari Nabi menjadi orang biasa.

Kesalahan pemehaman fatal kedua menurut SIH adalah, banyak umat muslim yang berani menyangkal ketetapan dalam Qur’an, bahwa Nabi Isa as turun kembali untuk umat Bani Israel. SIH menganggap, orang-orang seperti itu adalah orang yang berani mengubah ketetapan Allah dalam Qur’an.

Menurut SIH kesalahan fatal ketiga adalah pendapat bahwa diakhirzaman ini, hanya ada satu agama yang benar disisi Allah, yaitu agama yang dibawa Muhammad, padahal Qur’an menyebut pengikut Nabi Isa as yang lurus akan tetap ada sampai kiamat.

SIH menyebut, kesalahan-kesalahan mendasar tentang pemahaman peran Nabi Isa as diakhirzaman adalah akibat proses ‘brain washing” yang telah berlangsung lama.

Ada beberapa catatan penting lain tentang ceramah luar biasa dari guru kita Sheikh Imran Hosein itu. Meski hanya mengutip sedikit  ayat, tapi beliau berhasil menjelaskan topik sulit ini dengan gamblang.

Meski demikian, ada beberapa perbedaan pendapat dengan kita dalam beberapa hal yang kita sajikan dibawah.

Mudah-mudahan makin menambah wawasan dan pemahaman kita semua tentang topik peran Nabi Isa as di akhirzaman.

 

 

Catatan Penting

Agama dan Dakwah Akan Menjadi Satu

Hal lain yang masih sulit difahami sebagian orang adalah hadits-hadits sahih  seperti : HR. Muslim 4362, HR. Bukhari 3443 dan Muslim 2365, HR Ahmad 9110 yang menyebut bahwa “agama akan menjadi satu” atau “dakwah akan menjadi satu”.  

Kebencian kita terhadap jalur umat lain telah membuat kita lupa ada agama lain yang juga berasal dari Tuhan yang sama, bahkan kita lupa dengan rukun Iman kita yang wajib mengimani Nabi lain selain Muhammad.

Memahami maksud “agama akan menjadi satu” atau “dakwah akan menjadi satu” tidaklah sulit, bahwa soal agama, Nabi Isa as nanti akan menjadi sentral pengetahuan bagi kedua jalur umat dengan kebenaran yang tidak ada keraguan lagi, karena beliau adalah Nabi yang dibekali pengetahuan 4 Kitab dan Hikmah.

Jika saat ini kita mungkin masih ada keraguan soal penafsiran ayat Qur’an,  maka Nabi Isa as nanti akan memberi pencerahan dengan kebenaran yang mutlak.

Dalam ceramah ini SIH menggambarkannya agama yang dibawa Muhammad saw,  dan agama yang khusus untuk umat Bani Israel sebagai sama-sama agama yang Islam (selamat).  Perbedaanya adalah, bahwa Nabi Isa diutus khusus untuk Bani Israel, sedang Nabi Muhammad diutus untuk seluruh umat. Ini persis kajian kita 3 tahun lalu dalam “Dua Khilafah kembar akhirzaman”.

 

Gagal Faham Soal Peran Nabi Isa Diakhirzaman

Pada umumnya, gagal faham soal peran Nabi Isa di akhirzaman adalah :

  1. Dianggap setelah diturunkan Qur’an, maka kitab Allah sebelumnya tidak berlaku. Kesalahan ini disebabkan karena tidak tahu bahwa Nabi Isa dan kitab Injil-nya adalah khusus untuk Bani Israel (Ash Shaff 61:6 dan  Ali Imran :49). Bagaimana bisa Qur’an dianggap revisi dari Injil, padahal injil khusus untuk Bani Israel?
  2. Nabi Isa as saat turun Nanti dianggap akan menjadi pengikut Nabi Muhammad, Kesalahan ini karena tidak tahu bahwa : Allah tidak akan pernah membuat 2 jalur umat itu menjadi satu umat (An-Nahl 16: 93, Al-Maidah:48 dan Asy Syuura 42:8). Konsekuensi fatal dari gagal faham ini akan menganggap Nabi Isa saat turun nanti hanya menjadi orang biasa, dan menjadi pengikut Muhammad.
  3. Menganggap Nabi Isa dengan kitab Injilnya hanya berlaku pada masanya. Kesalahan ini karena tidak sadar bahwa era kenabian Nabi isa baru akan berakhir saat beliau meninggal (menjelang kiamat). Maknanya, meski Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir, tapi beliau diturunkan diera masa Kenabian Nabi belum berakhir. Sederhananya, era akhirzaman diisi oleh 2 umat dari 2 Nabi yang punya umat masing-masing.  

 

 

Beberapa Perbedaan Pandangan

1.Apakah Khilafah Nabi Isa Menjadi Pemerintahan Dunia

Sedikit perbedaan pendapat dengan SIH dalam hal ini adalah, soal pemerintahan (Khilafah) Nabi Isa. Jika kita baru berani menyimpulkan sebagai ‘dua Khilafah Allah’, tapi SIH dengan tegas  menyimpulkan bahwa, Khilafah Nabi Isa itu berbeda dengan khilafah Imam Mahdi, Khilafah Nabi isa akan menjadi ‘Pemerintahan dunia’.

Pendapat kita sementara ini, belum bisa menyimpulkan apakah pemerintahan Nabi Isa as akan menjadi pemerintahan dunia, tapi berdasar ayat dan hadits yang ada, kita meyakini Nabi Isa as akan menjadi rujukan sentral bagi 3 agama samawi. artinya. umat Islam masih akan tetap membutuhkan tuntunan beliau, karena :

  1. Nabi Isa as dibekali Allah dengan pengetahuan semua Kitab suci, Taurat, Zabur, Injil, Quran, dan Himah (kebijaksanaan yang tinggi). Karena beliau seorang Nabi, maka bisa dipastikan bahwa pemahaman beliau tentang Qur’an adalah kebenaran yang mutlak.
  2. Kita semua umat Islam juga menunggu kedatangan beliau yang akan memberikan pengetahuan tentang proses kiamat. (Az Zukhruuf 43:61).

 

2.Usia Khilafah Islam dan Sisa Waktu Umat Muslim

Perbedaan pandangan lain dengan SIH adalah, soal usia Khilafah Imam Mahdi dan Nabi Isa as, dimana SIH berpendapat,

Setelah wafatnya Imam Mahdi masih akan dilanjut oleh Khalifah/ pemimpin umat lain yang akan dipilih dan diangkat oleh umat Islam.

Kita punya pendapat yang berbeda, dengan dasar :

  1. Bahwa setelah masa 7 tahun, tidak akan ada yang melanjutkan pemerintahan Imam Mahdi, karena Hadits menyebut setelah itu semua orang beriman akan diwafatkan dengan angin lembut dari Syam.
  2. Bahwa Umat Muslim akan mensholatkan dan memakamkan Nabi Isa. Maknanya, Nabi Isa as akan meninggal sebelum seluruh umat beriman diwafatkan dengan angin sejuk dari Syam.

Ada beberapa Hadits sahih yang menjelaskan hal itu :

فَيَبْعَثُ اللَّهُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ ثُمَّ يَمْكُثُ النَّاسُ سَبْعَ سِنِينَ لَيْسَ بَيْنَ اثْنَيْنِ عَدَاوَةٌ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّأْمِ فَلاَ يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ أَحَدٌ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيمَانٍ إِلاَّ قَبَضَتْهُ

Lalu Allah mengutus Isa bin Maryam seperti Urwah bin Mas’ud, dia mencari Dajjal dan membunuhnya. Setelah itu selama tujuh tahun, manusia tinggal dan tidak ada permusuhan di antara dua orang pun (era khilafah Imam Mahdi). Kemudian Allah mengirim angin sejuk dari arah Syam lalu tidak tersisa seorang yang dihatinya ada kebaikan atau keimanan seberat biji sawi pun yang tersisa kecuali mencabut nyawanya” (HR. Muslim no. 2940), (HR. Muslim no. 2937)

 

“…Setelah itu manusia tinggal selama 7 (tujuh) tahun, tidak ada permusuhan diantara dua orang pun. Kemudian Allah mengirim angin sejuk dari arah Syam lalu tidak tersisa seorang yang dihatinya ada kebaikan atau keimanan seberat biji sawi pun yang tersisa kecuali mencabut nyawanya, hingga bila pun salah seorang dari kalian masuk ke dalam gunung pasti angin itu memasukinya lalu mencabut nyawanya…” (HR. Muslim: 5233)

 

3.Tentang Usia Nabi Isa AS

Juga ada perbedaan pendapat dengan SIH dalam soal ini, beliau berpendapat, bahwa setelah turun nanti, Nabi Isa as akan hidup dibumi selama 40 tahun. Hadits yang menyebut hal itu adalah (HR. Abu Daud no. 4324 dan Ahmad 2/437.) (HR. Ahmad 6/75).

Kita punya pendapat yang berbeda, bahwa yang dimaksud Nabi 40 tahun adalah total usia Nabi Isa sejak dilahirkan, bukan sejak diturunkan kembali, dasar yang kita pakai adalah :

  1. Bahwa Umat Muslim akan mensholatkan dan memakamkan Nabi Isa. Maknanya, Nabi Isa as akan meninggal sebelum seluruh umat beriman diwafatkan dengan angin sejuk dari Syam, sementara hadits sebelumnya menyebut :
  2. Bahwa setelah masa 7 tahun, tidak akan ada yang melanjutkan pemerintahan Imam Mahdi, karena setelah itu semua orang beriman akan diwafatkan.
  3. Bahwa menurut catatan sejarah, Nabi Isa as “disalib” pada usia sekitar 33 tahun, jika diasumsikan usia Khilafah Nabi Isa adalah sama dengan usia khilafah Imam Mahdi yang adalah 7 tahun, maka bisa disimpulkan bahwa 40 tahun adalah total waktu sejak Nabi Isa as dilahirkan sampai wafatnya (33+7 tahun).

 

Kita kutip petikan haditsnya, yang teks lengkapnya bisa disimak dibagian referensi :

“…dan beliau akan tinggal di muka bumi selama 40 (empat puluh) tahun. Setelah itu dia meninggal dan kaum muslimin mensholatinya.… “(HR. Abu Daud no. 4324 dan Ahmad 2/437.)

إِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ وَأَنَا حَىٌّ كَفَيْتُكُمُوهُ وَإِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ بَعْدِى فَإِنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ بِأَعْوَرَ إِنَّهُ يَخْرُجُ فِى يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ حَتَّى يَأْتِىَ الْمَدِينَةَ فَيَنْزِلَ نَاحِيَتَهَا وَلَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَكَانِ فَيَخْرُجَ إِلَيْهِ شِرَارُ أَهْلِهَا حَتَّى الشَّامِ مَدِينَةٍ بِفِلَسْطِينَ بِبَابِ لُدٍّ – وَقَالَ أَبُو دَاوُدَ مَرَّةً حَتَّى يَأْتِىَ فِلَسْطِينَ بَابَ لُدٍّ – فَيَنْزِلَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَيَقْتُلَهُ ثُمَّ يَمْكُثَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ فِى الأَرْضِ أَرْبَعِينَ سَنَةً إِمَاماً عَدْلاً وَحَكَماً مُقْسِطاً

Jika Dajjal telah keluar dan saya masih hidup maka saya akan membela (menjaga) kalian, namun Dajjal keluar sesudahku. Sesungguhnya Rabb kalian ‘azza wajalla tidaklah buta sebelah (bermata satu) dan Dajjal akan keluar di Yahudi Ashbahan hingga ia datang ke Madinah dan turun di tepinya yang mana Madinah pada waktu itu memiliki tujuh pintu. Pada setiap pintu terdapat malaikat yang menjaga, lalu akan keluar (menuju) kepada Dajjal sejelek-jelek penduduk madinah darinya hingga ke Syam tepat di kota palestina di pintu Lud.” Sesekali Abu Daud berkata, “Hingga Dajjal datang (tiba) di palestina di pintu Lud, lalu Isa ‘alaihis salam turun dan membunuhnya, kemudian Isa as tinggal di bumi selama 40 (empat puluh tahun) dan menjadi imam yang adil dan hakim yang adil.” (HR. Ahmad, 6/75.)

WaAllahualam, mudah-mudahan bermanfaat.

 

REFERENSI 

Nabi Isa Tinggal DiBumi selama 40 Tahun – Muslim memakamkannya

لَيْسَ بَيْنِى وَبَيْنَهُ نَبِىٌّ – يَعْنِى عِيسَى – وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلَى الإِسْلاَمِ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيُهْلِكُ اللَّهُ فِى زَمَانِهِ الْمِلَلَ كُلَّهَا إِلاَّ الإِسْلاَمَ وَيُهْلِكُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَيَمْكُثُ فِى الأَرْضِ أَرْبَعِينَ سَنَةً ثُمَّ يُتَوَفَّى فَيُصَلِّى عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ

“Tidak ada nabi (yang hidup) antara masaku dan ‘Isa. Sungguh, kelak dia akan turun, jika kalian melihatnya maka kenalilah. Dia adalah seorang laki-laki yang sedang (tidak tinggi dan tidak terlalu pendek), berkulit merah keputih-putihan, beliau memakai di antara dua kain berwarna sedikit kuning. Seakan rambut kepala beliau menetes meski tidak basah. Beliau akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah (upeti). Pada masa beliau, Allah akan membinasakan semua agama selain Islam, Isa akan membunuh Dajjal, dan beliau akan tinggal di muka bumi selama 40 (empat puluh) tahun. Setelah itu dia meninggal dan kaum muslimin menshalatinya.” (HR. Abu Daud no. 4324 dan Ahmad 2/437).

الأنبياءُ إخوةٌ لعَلَّاتٍ؛ أمَّهاتُهُم شتَّى ودينُهُم واحدٌ ، وإنِّي أولى النَّاسِ بعيسى ابنِ مريمَ ؛ لأنَّهُ لم يَكُن بيني وبينَهُ نبيٌّ ، وإنَّهُ نازلٌ ، فإذا رأيتُموهُ فاعرِفوهُ : رجلٌ مَربوعٌ إلى الحمرةِ والبياضِ ، عليهِ ثوبانِ مُمصَّران ، كأنَّ رأسَهُ يقطرُ وإن لم يُصبهُ بلَلٌ ، فيدقُّ الصَّليبَ ، ويقتُلُ الخنزيرَ ، ويضعُ الجزيةَ ، ويدعو النَّاسَ إلى الإسلامِ ، ويُهْلِكُ اللَّهُ في زمانِهِ المِللَ كلَّها إلَّا الإسلامَ ، ويُهْلِكُ اللَّهُ في زمانِهِ المسيحَ الدَّجَّالَ ، ثمَّ تقعُ الأمَنةُ على الأرضِ ، حتَّى ترتَعَ الأسودُ معَ الإبلِ ، والنِّمارُ معَ البقرِ ، والذِّئابُ معَ الغنمِ ، ويَلعبَ الصِّبيانُ بالحيَّاتِ لا تضرُّهم ، فيمكثُ أربعينَ سنةً ، ثمَّ يُتوفَّى ويصلِّي عليهِ المسلِمونَ

“Para nabi itu bersaudara seayah, sedangkan ibu mereka berbeda-beda dan agama mereka satu. Aku adalah manusia yang paling dekat terhadap Isa bin Maryam, karena tidak ada Nabi lagi antara dia dan aku. Dan dia akan turun (kembali). Jika kalian melihatnya, maka kenalilah oleh kalian bahwa dia adalah laki-laki yang sedang tingginya, berkulit putih kemerah-merahan, dia memakai dua buah baju yang agak kemerahan, seakan di kepalanya meneteskan air walaupun tidak basah. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah serta menyeru manusia kepada Islam. Di zamannya, Allah akan menghancurkan seluruh agama kecuali Islam. Dan Allah akan membunuh al-Masih ad-Dajjal. Kemudian terciptalah keamanan di muka bumi, hingga singa dengan unta mencari makan (di tempat yang sama) dan (demikian pula) harimau dan sapi, juga serigala dan kambing, serta anak-anak kecil bermain-main dengan ular tanpa membahayakan mereka. Beliau tinggal selama 49 (empat puluh) tahun, kemudian wafat dan kaum Muslimin mensholatkannya”. (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Ahmad).

إِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ وَأَنَا حَىٌّ كَفَيْتُكُمُوهُ وَإِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ بَعْدِى فَإِنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ بِأَعْوَرَ إِنَّهُ يَخْرُجُ فِى يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ حَتَّى يَأْتِىَ الْمَدِينَةَ فَيَنْزِلَ نَاحِيَتَهَا وَلَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَكَانِ فَيَخْرُجَ إِلَيْهِ شِرَارُ أَهْلِهَا حَتَّى الشَّامِ مَدِينَةٍ بِفِلَسْطِينَ بِبَابِ لُدٍّ – وَقَالَ أَبُو دَاوُدَ مَرَّةً حَتَّى يَأْتِىَ فِلَسْطِينَ بَابَ لُدٍّ – فَيَنْزِلَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَيَقْتُلَهُ ثُمَّ يَمْكُثَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ فِى الأَرْضِ أَرْبَعِينَ سَنَةً إِمَاماً عَدْلاً وَحَكَماً مُقْسِطاً

Jika Dajjal telah keluar dan saya masih hidup maka saya akan membela (menjaga) kalian, namun Dajjal keluar sesudahku. Sesungguhnya Rabb kalian ‘azza wajalla tidaklah buta sebelah (bermata satu) dan Dajjal akan keluar di Yahudi Ashbahan hingga ia datang ke Madinah dan turun di tepinya yang mana Madinah pada waktu itu memiliki tujuh pintu. Pada setiap pintu terdapat malaikat yang menjaga, lalu akan keluar (menuju) kepada Dajjal sejelek-jelek penduduk madinah darinya hingga ke Syam tepat di kota palestina di pintu Lud.” Sesekali Abu Daud berkata, “Hingga Dajjal datang (tiba) di palestina di pintu Lud, lalu Isa ‘alaihis salam turun dan membunuhnya, kemudian Isa alaihis salam tinggal di bumi selama 40 (empat puluh) tahun dan menjadi imam yang adil dan hakim yang adil.” (HR. Ahmad, 6/75.)

حَدَّثَنَا هُدْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا هَمَّامُ بْنُ يَحْيَى، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ آدَمَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ لَيْسَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ – يَعْنِي عِيسَى – وَإِنَّهُ نَازِلٌ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلَى الإِسْلاَمِ فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيُهْلِكُ اللَّهُ فِي زَمَانِهِ الْمِلَلَ كُلَّهَا إِلاَّ الإِسْلاَمَ وَيُهْلِكُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَيَمْكُثُ فِي الأَرْضِ أَرْبَعِينَ سَنَةً ثُمَّ يُتَوَفَّى فَيُصَلِّي عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ ‏”‏ ‏.‏

Dikisahkan oleh Abu Hurairah: Nabi saw berkata: Tidak ada nabi antara aku dan dia, yaitu Isa as. Dia akan turun (ke bumi). Ketika Anda melihatnya, ketahuilah , dia seorang pria dengan tinggi sedang, berkulit kemerahan, mengenakan dua pakaian kuning muda, tampak seolah-olah tetesan air jatuh dari kepalanya meskipun tidak basah. Dia akan berperang untuk tujuan Islam. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapuskan jizyah. Allah akan membinasakan semua agama kecuali Islam. Dia akan menghancurkan Antikristus dan akan hidup di bumi selama 40 (empat puluh) tahun dan kemudian dia akan meninggal. Kaum Muslim akan mensholatkannya. (HR. Abu Dawud 4324)

 

Sisa Waktu umat Muslim Setelah Terbentuk Khilafah Islam

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ سَالِمٍ قَالَ سَمِعْتُ يَعْقُوبَ بْنَ عَاصِمِ بْنِ عُرْوَةَ بْنِ مَسْعُودٍ الثَّقَفِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو وَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ مَا هَذَا الْحَدِيثُ الَّذِي تُحَدِّثُ بِهِ تَقُولُ إِنَّ السَّاعَةَ تَقُومُ إِلَى كَذَا وَكَذَا فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ أَوْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهُمَا لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ لَا أُحَدِّثَ أَحَدًا شَيْئًا أَبَدًا إِنَّمَا قُلْتُ إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ بَعْدَ قَلِيلٍ أَمْرًا عَظِيمًا يُحَرَّقُ الْبَيْتُ وَيَكُونُ وَيَكُونُ ثُمَّ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِي أُمَّتِي فَيَمْكُثُ أَرْبَعِينَ لَا أَدْرِي أَرْبَعِينَ يَوْمًا أَوْ أَرْبَعِينَ شَهْرًا أَوْ أَرْبَعِينَ عَامًا فَيَبْعَثُ اللَّهُ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ ثُمَّ يَمْكُثُ النَّاسُ سَبْعَ سِنِينَ لَيْسَ بَيْنَ اثْنَيْنِ عَدَاوَةٌ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ رِيحًا بَارِدَةً مِنْ قِبَلِ الشَّأْمِ فَلَا يَبْقَى عَلَى وَجْهِ الْأَرْضِ أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ أَوْ إِيمَانٍ إِلَّا قَبَضَتْهُ حَتَّى لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ دَخَلَ فِي كَبَدِ جَبَلٍ لَدَخَلَتْهُ عَلَيْهِ حَتَّى تَقْبِضَهُ قَالَ سَمِعْتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ فِي خِفَّةِ الطَّيْرِ وَأَحْلَامِ السِّبَاعِ لَا يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا وَلَا يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا فَيَتَمَثَّلُ لَهُمْ الشَّيْطَانُ فَيَقُولُ أَلَا تَسْتَجِيبُونَ فَيَقُولُونَ فَمَا تَأْمُرُنَا فَيَأْمُرُهُمْ بِعِبَادَةِ الْأَوْثَانِ وَهُمْ فِي ذَلِكَ دَارٌّ رِزْقُهُمْ حَسَنٌ عَيْشُهُمْ ثُمَّ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَلَا يَسْمَعُهُ أَحَدٌ إِلَّا أَصْغَى لِيتًا وَرَفَعَ لِيتًا قَالَ وَأَوَّلُ مَنْ يَسْمَعُهُ رَجُلٌ يَلُوطُ حَوْضَ إِبِلِهِ قَالَ فَيَصْعَقُ وَيَصْعَقُ النَّاسُ ثُمَّ يُرْسِلُ اللَّهُ أَوْ قَالَ يُنْزِلُ اللَّهُ مَطَرًا كَأَنَّهُ الطَّلُّ أَوْ الظِّلُّ نُعْمَانُ الشَّاكُّ فَتَنْبُتُ مِنْهُ أَجْسَادُ النَّاسِ ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ ثُمَّ يُقَالُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ هَلُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ

{ وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ }

قَالَ ثُمَّ يُقَالُ أَخْرِجُوا بَعْثَ النَّارِ فَيُقَالُ مِنْ كَمْ فَيُقَالُ مِنْ كُلِّ أَلْفٍ تِسْعَ مِائَةٍ وَتِسْعَةً وَتِسْعِينَ قَالَ فَذَاكَ يَوْمَ

{ يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا }

وَذَلِكَ

{ يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ }

و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ سَالِمٍ قَالَ سَمِعْتُ يَعْقُوبَ بْنَ عَاصِمِ بْنِ عُرْوَةَ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ سَمِعْتُ رَجُلًا قَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو إِنَّكَ تَقُولُ إِنَّ السَّاعَةَ تَقُومُ إِلَى كَذَا وَكَذَا فَقَالَ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ لَا أُحَدِّثَكُمْ بِشَيْءٍ إِنَّمَا قُلْتُ إِنَّكُمْ تَرَوْنَ بَعْدَ قَلِيلٍ أَمْرًا عَظِيمًا فَكَانَ حَرِيقَ الْبَيْتِ قَالَ شُعْبَةُ هَذَا أَوْ نَحْوَهُ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِي أُمَّتِي وَسَاقَ الْحَدِيثَ بِمِثْلِ حَدِيثِ مُعَاذٍ وَقَالَ فِي حَدِيثِهِ فَلَا يَبْقَى أَحَدٌ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ إِلَّا قَبَضَتْهُ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ بِهَذَا الْحَدِيثِ مَرَّاتٍ وَعَرَضْتُهُ عَلَيْهِ

“Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu’adz Al Ambari[1] telah menceritakan kepada kami ayahku[2] telah menceritakan kepada kami Syu’bah[3] dari An Nu’man bin Salim[4] berkata: Aku mendengar Ya’qub bin Ashim bin Urwah bin Mas’ud Ats Tsaqafi[5] berkata: Aku mendengar Abdullah bin Amru[6], seseorang mendatanginya lalu berkata: Hadits apa ini yang kau ceritakan, kau mengatakan bahwa kiamat terjadi hingga ini dan itu. Ia berkata: Subhaanallaah atau laa ilaaha illallaah atau kalimat serupa. Aku berkeinginan untuk tidak menceritakan apa pun pada siapa pun selamanya, aku hanya berkata bahwa kalian akan melihat hal besar yang membakar rumah sebentar lagi, akan terjadi ini dan itu. Setelah itu ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Dajjal akan muncul ditengah-tengah ummatku lalu ia tinggal selama empatpuluh -aku tidak tahu apakah empatpuluh hari, bulan ataukah tahun- lalu Allah mengutus Isa bin Maryam seperti Urwah bin Mas’ud, ia mencari Dajjal dan membunuhnya. Setelah itu manusia tinggal selama 7 (tujuh) tahun, tidak ada permusuhan diantara dua orang pun. Kemudian Allah mengirim angin sejuk dari arah Syam lalu tidak tersisa seorang yang dihatinya ada kebaikan atau keimanan seberat biji sawi pun yang tersisa kecuali mencabut nyawanya, hingga bila pun salah seorang dari kalian masuk ke dalam gunung pasti angin itu memasukinya lalu mencabut nyawanya.” Ia berkata: Aku mendengarnya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, beliau bersabda: “Yang tersisa hanya orang-orang buruk seperti ringannya burung (cepat melakukan keburukan, pent.) dan keinginan binatang buas (perilaku mereka seperti binatang buas dalam melakukan kelaliman terhadap sesama, pent.) mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak memungkiri kemungkaran. Setan menggambarkan untuk mereka lalu berkata: ‘Apa kalian tidak merespon? Mereka bertanya: ‘Apa yang kau perintahkan pada kami? ‘ setan menyuruh mereka menyembah patung, mereka melakukannya. Rizki mereka lancar dan kehidupan mereka baik. Kemudian sangkakala ditiup, tidak ada seorang pun yang mendengarnya melainkan memiringkan leher dan mengangkat leher.” Beliau bersabda: “Orang pertama yang mendengarnya adalah seseorang yang tengah memperbaiki telaga untuk untanya.” Beliau bersabda: “Ia mati dan orang-orang pun mati. Setelah itu Allah mengirim -atau bersabda: Menurunkan- hujan seperti hujan rintik-rintik kemudian tubuh manusia bermunculan, ‘Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (Az Zumar: 68) setelah itu beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia, kemarilah menuju Rabb kalian ‘Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) Karena Sesungguhnya mereka akan ditanya.” (Ash Shaaffaat: 24) selanjutnya beliau bersabda: “Keluarkanlah utusan api.’ Dikatakan: Dari berapa? Dijawab: Sembilanratus sembilanpuluh sembilan untuk setiap seribu.” Beliau bersabda: ” Itulah ‘hari yang menjadikan anak-anak beruban.’ (Al Muzzammil: 17) dan itulah ‘Hari betis disingkapkan’.” (Al Qalam: 42) Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Basyar[7] telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far[8] telah menceritakan kepada kami Syu’bah[3] dari An Nu’man bin Salim[4] berkata: Aku mendengar Ya’qub bin Ashim bin Urwah bin Mas’ud[11] berkata: Aku mendengar seseorang berkata kepada Abdullah bin Amru: Kau mengatakan bahwa kiamat terjadi hingga ini dan itu. Ia berkata: Aku berkeinginan untuk tidak menceritakan apa pun pada siapa pun selamanya, aku hanya berkata bahwa kalian akan melihat hal besar yang membakar rumah sebentar lagi. Syu’bah mengatakan ini atau sepertinya. Abdullah bin Amru berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Dajjal muncul ditengah-tengah ummatku, ” ia menyebut hadits seperti hadits Mu’adz dan ia menyebutkan dalam haditsnya: “Tidak tersisa seorang pun yang dihatinya ada keimanan seberat biji sawi melainkan nyawanya dicabut.” Muhammad bin Ja’far[8] berkata: telah menceritakan kepadaku Syu’bah[3] hadits ini beberapa kali dan aku memaparkannya padanya.” (HR. Muslim: 5233)

 

Agama Samawi akan Tersentral Ke Nabi Isa.

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ قَالُوا كَيْفَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ مِنْ عَلَّاتٍ وَأُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ فَلَيْسَ بَيْنَنَا نَبِيٌّ

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’; Telah menceritakan kepada kami ‘Abdur Razzaq; Telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabih dia berkata; ‘Inilah yang telah di ceritakan oleh Abu Hurairah kepada kami dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian dia menyebutkan beberapa Hadits yang di antaranya-; dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Aku lebih berhak atas diri Isa putra Maryam dari semua manusia di dunia dan di akhirat, ” para sahabat bertanya; “Bagaimana hal itu wahai Rasulullah?” beliau bersabda: “Para Nabi adalah satu ayah (adam), ibu mereka berbeda-beda namun agama mereka satu, dan antara aku dengan Isa tidak ada Nabi.” (HR. Muslim 4362)

 

أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ ، وَالأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلاَّتٍ ، أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى ، وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

“Aku orang yang paling dekat dengan ‘Isa bin Maryam ‘alaihis salam di dunia dan akhirat, dan para Nabi adalah bersaudara (dari keturunan) satu ayah dengan ibu yang berbeda, sedangkan agama mereka satu” (HR. Bukhari no. 3443 dan Muslim no. 2365, dari Abu Hurairah).

This entry was posted in Islamic View and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

47 Responses to APAKAH NABI ISA AKAN MENJADI PENGIKUT NABI MUHAMMAD?

  1. Tofa says:

    Mnurut admin bgmana tntang hindu n budha. Sprti yg SIH smpaikan d akhir bhwa kdua agama trsbut kmbali pda kitab suci mereka n mnemukan bhwa prcaya kpd tuhsn yg esa n mngimani Quran n Muhammad, mka kdua agama trsb pun akn mnjdi golongan yg selamat, tanpa harus jdi pngikut nabi Isa ato nabi Muhammad, mnurut pandangan admin gmana?

    • zan says:

      mau nyanggah opini aja,
      kalau menurut saya buat hindu dan buddha, paling kita bisa dengar dari pendapat nabi isa saat kembali ke dunia setelah al malhamah. mungkin ia bisa memberitahu bagaimana status kedua agama bumi itu di sisi allah dan juga karena derajatnya ia sebagai nabi.

    • The admin says:

      Dasar yg harus dipegang adalah :
      1. Bahwa disetiap umat, Allah telah menurunkan Rosul (An-Nahl 16: 36).
      2. Hadits menyebut Nabi ada 120.000 orang, sedang Rosul (yang diberi risalah) ada 313 orang.
      3. Bahwa kita hanya mahkluk yg tidak berhak menghakimi agama seseorang, Hanya Allah yg berhak, semua kita akan dihakimi/dikembalikan kepada Allah (Al-An’am:108), kecuali mereka yg berniat “menTuhankan” dirinya sendiri.

      Jadi ada ribuan Nabi dan ratusan Rosul yang tidak kita ketahui. Contohnya, antara Nabi Ismail sampai muhammad (berjarak ribuan tahun), kita tidak tahu berapa jumlah Nabi/Rosul yg sdh diturunkan. SIH menyoroti Hindu dan Budha karena 2 agama ini yg terbesar diluar apa yg biasa kita sebut agama samawi.

      Pandangan SIH bahwa, jika mereka bisa mengenali Muhammad (harusnya sih juga mengenali Nabi lain, seperti halnya kita mengenali 24 Nabi lain) itu bisa diterima. Logikanya, semua agama yg diturunkan Allah pastilah harus saling membenarkan.

      • Tofa says:

        Dg bgitu harusnya tdk prlu lagi ada prdebatan agama krena masing2 punya risalah n syariah. Mkany Quran mngatakan agamamu agamamu agamku agamaku. Alhmdulillah makin tercerahkan….

        • The admin says:

          Benar, ujian yg paling sulit adalah menghindari untuk tidak merasa agamanya paling benar, dan itu sampai diisyaratkan 2x hanya dlm al Maidah :48 saja, apalagi menjurus menghakimi agama lain, bisa fatal, krn beresiko dosa syrik (menganggap dirinya Tuhan).

    • diki says:

      barangkali bisa kita mengacu pada Al-Maidah 69…jadi siapapun asal beriman pada Allah, hari akhir, dan berbuat baik maka akan diterima oleh Allah swt. Syaratnya 3.
      Silakan dikoreksi pendapat saya

    • Wowtowow says:

      Semua Agama intinya sama, yg berbeda itu cuma syariat aja. Pengikut Muhammad mengakui Isa itu nabi, begitupun Pengikut Isa mengakui Muhammad itu nabi terakhir, maka sempurnalah Imanya kedua umat tersebut, pengikut Isa sudah menjadi muslim tanpa harus menjadi pengikut Muhammad, begitupun sebaliknya. Yg berbeda itu syariat aja. Pengikut Isa punya Syariat Kristen mereka sendiri, begitupun Umat umat yg lain, inti ajarannya sama, cuma kita aja yg suka bikin ribet, merasa paling benar dan menghakimi orang lain.

  2. Bohemian says:

    Muhammad Nabi terakhir semua orang wajib menjadi Islam itu sudah jd pendapat yg jamak dimanapun. tp kalo sy emang blm kepikir sampe nabi Isa nanti gmn , msh pake Injil apa Quran.

  3. Roy Griya says:

    MasyaAllah … Tanpa ane sadari setelah sekian lama mengikuti pak aaz di forum ini kini pola pikir saya terhadap Islam begitu luasnya. Dan dalam kehidupan nyata sehari2 ane begitu gamblang mengeluarkan kata2 tentang persatuan umat Islam apabila ada yang berbeda pandangan tentang ajaran /aliran didalam Islam … Sehat slalu pak Aaz

  4. Sani says:

    Min, kenapa ya Allah hanya memberi waktu 7 tahun untk Khilafah Imam Mahdi dan itupun terjadi setelah malhamah yg pastilah hanya akan dinikmati sedikit orang.

    • The admin says:

      Kenapa ya banyak orang maunya hidup “hampir tanpa ujian” seperti nanti era Imam Mahdi. Bukankah hidup didunia hanyalah ujian guna mengejar tujuan utama yaitu mendapat sorga tertingginya Allah. Semakin berat ujian semakin ada kans untuk mendapat sorga tertinggi, tentu itu kalau lulus ujian.

      Pada era Khilafah terakhir, bayangan kita adalah: Semua orang hidup berkecukupan, Ibadah tenang krn tidak ada permusuhan/perang, sampai Nabi mengisyratkan binatang buas/berbisa tidak membahayakan. Tapi coba kita renungkan, pd saat itu Allah telah menghilangkan sebagian cara untuk mengejar pahala spt : Tidak ada lagi ibadah haji, tidak ada kesempatan lg bersedekah, belum lg memikirkan sebentar lagi dunia akan selesai dan kita akan dihakimi. Adakah yg pernah membayangkan ini?. Hanya untuk bahan renungan.

      • Okin says:

        Izin menjawab ya min.. karena memang ujian yg diberikan sungguh2 berat dan orang lebih suka hidup mulus2 aja dan ngerasa hidup di dunia berat bgt jadi milih yg gampang padahal di dunia ada aja ujiannya. Apalagi ini akhir zaman… siapapun bisa terkena fitnahnya.. Tapi memang dibalik ujian itu… Sudah Allah sediakan balasan yg luar biasa…

        Apalagi siapapun yg melaksanakan ibadah wajib sama sunnah pahalanya sgt besar kan.. Belum lagi kalo jadi orang yg bermanfaat untuk orang lain… Janji2 Allah untuk orang yg ibadah dan bermanfaat luar biasa untuk kehidupan di akhirat nanti

        Karena dunia terasa berat terutama dengan ujian ekonomi dan ujian2 lain.. Padahal kalo di dunia kata guru saya bilang masih ada senang susahnya. Coba di akhirat ?

        Susah.. Susah selamanya.
        Senang ? Senang selamanya.

      • Randoe says:

        ada 3 hal yg sy tangkap bhw pd era imam Mahdi : 1.semakin berat ujian smakin ada kans sorga yg lebih tinggi. 2. tidak ada lagi haji, 3. tdk ada lg kesmpatan sedekah.
        Kalo yg no 2 sy sdh prn sy dengar hadisnya, yg no 1 dan 3 apa jg ada hadisnya min?

        • The admin says:

          Yang No.1 itu terpisah bukan terjadi pd era Imam Mahdi, hadits yg mengisyaratkan :
          “Orang miskin dimasukkan ke dalam surga sebelum orang kaya, (dengan jarak) lima ratus tahun (waktu dunia), (yaitu) setengah hari (waktu akherat).”(HR Tirmizi 2354)

          Yang No2. Allah mencabut ibadah haji :
          “Tidak akan terjadi hari qiyamat hingga tidak ada yang berhaji ke Baitullah”. (HR. Bukhari -1593,1490 Kitab Hajj)

          Bisa jadi malah sdh mulai terjadi 2 thn ini, tapi hadits lain menegaskan dan kita yakini setelah bergeraknya pasukan dari Yaman :
          “Berhajilah sebelum kalian tidak bisa menunaikan haji. Seolah-olah aku melihat pada seorang Habsyi berkuping kecil dan berjalan tanpa alas kaki memegang kapak menghancurkannya batu demi batunya.” (HR. Baihaqi)
          Tap

          Yang No.3 soal harta melimpah, maknanya Allah mencabut ibadah sedekah :
          “Langit mencurahkan hujan dengan lebat dan bumi tidak kekeringan dari tumbuhannya, harta melimpah ruah, ” beliau bersabda: “Lalu seseorang datang kepadanya dan berkata; ‘Ya Mahdi berilah aku, berilah aku, ‘ kemudian ia menaruh pada pakaiannya apa mampu dia bawa.”(HR. Ahmad 10737)

  5. Taufan says:

    Min, diceramah ini sepertinya SIH mengkritik pemahaman orang Iran tentang Nabi Isa, jd sebenarnya bagaimana pemahaman mereka ?

    • The admin says:

      SIH tidak mendetailkan yg dimaksud pemahaman Iran, sekitar 10 tahun lalu kita pernah menyimak penceramah Iran di Youtube ttg Nabi Isa, tidak ada yg aneh tuh pandangan mereka. Nanti kita cari lg videonya, jika ada waktu kita sajikan.

  6. Debu says:

    Min, apakah menyingkir ke gunung2 atau desa2 seperti yg di anjurkan Nabi adalah suatu kewajiban dan jalan terbaik untuk menghindari dasyatnya akhir zaman ini?

  7. Yeni Agil says:

    Kalau di akhir zaman ada 2 khalifah, bagaimana dengan hadist nabi bahwa Khalifah hanya boleh satu orang dan yang sah adalah yang kesatu? Dan harus memenggal yang keduanya….mohon penjelasannya

    • The admin says:

      Mba Yeni, Qur’an dan Hadits adalah hukum/syariat untuk umat Muhammad, dan bukan untuk umat Nabi Isa (Bani Israel), mereka memiliki kitab suci sendiri sebagai sumber hukum mereka. Tentu tidak logis jika hukum untuk umat Muhammad diberlakukan pada umat Nabi Isa, atau sebaliknya. Gambarannya, jika nanti diera Imam Mahdi ada seorang muslim yg kemudian mengklaim membentuk khilafah Islam lain, maka diberlakukan hukum itu.

      وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ إِنْ اسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ الْآخَرِ
      “Barangsiapa telah membai’at seorang imam (Khalifah) lalu dia telah memberikan kesetiaan dan kerelaan hatinya, maka hendaknya dia taat kepadanya sampai batas kemampuannya. Jika datang seorang yang mengaku pemimpin lainnya, maka penggallah lehernya.” (HR Muslim)

  8. nugroho says:

    emang imran hosein ulama besar? apa beliau seorang doktor studi islam?aku kok malah takut dia nanti seperti harun yahya 😁😁😁😁🤭🤭🤭🤭kalau nabi isa turun membawa ajaran baru? buat apa muhamad sebagai penutup nabi?buat apa alquran sebagai penutup kitab ? yg dijaga sampai akhir jaman?

    • The admin says:

      SIH doktor dibeberapa dibidang, Filsafat, Hubungan internasional, ekonomi dan pernah kuliah di Al-AZhar. Apa mau disebut ulama besar atau bukan itu tidak penting, tapi materi yang beliau ajarkan itu yg harusnya dicermati. Kitapun tidak 100% setuju setiap pendapat SIH, meski secara garis besar kita setuju.
      Kalau nyari “ulama besar” yg mendalami masalah akhirzaman itu akan sulit ditemukan, Nabi sudah mengisyaratkan hal itu :
      “Dajjal tidak akan muncul sehingga manusia melupakannya dan para Imam meninggalkan untuk mengingatnya di atas mimbar-mimbar.” (HR Ahmad 16073)

      Nabi Isa itu khusus untuk Bani Israel, kita yg non Bani Israel diberi kitab Quran, dan tidak ada ayat yg menyebut beliau membawa ajaran baru. Mas Nugroho ini khan pembaca lama kita, kenapa pertanyaanya masih gagal faham? coba diulangi lagi membaca minimal Kajian Dua khilafah kembar part-3 dan part-4.

      • Okin says:

        Ngeyel dia min…
        Belum pernah saya menemukan topik mendalam tentang eskatologi islam dimana topik tentang dajjal dan yajuj majuj selengkap di sini.

        Alhamdulillah sangat mencerahkan topik2 yg selama ini dikaji mas admin. Selama ini saya berpendapat dajjal itu nanti diikutin orang2 yahudi dan bawa roti kemana2 lol.

        Dia kan membantah kajian admin. Harusnya kalo dia g setuju yaa tinggal keluar dari web ini

        Belum lagi yg dia tau dan bahas cuman mimpi Muhammad Qasim mas admin, kan ngakak tuh jadinya.

        • The admin says:

          Sebenarnya soal gak setuju itu sah saja, tapi baiknya difahami dulu materinya. Dan itu akan sangat bermanfaat untuk mengkoreksi pemahaman kita, atau bahkan membantu meningkat ke pemahaman yg lebih baik.

          • Okin says:

            Lebih tepatnya dia membantah tapi tidak mau membaca… kajian part 1 sampai part 4 itu aja kan udah panjang. Lebih karena ga mau baca aja sih dia nih

          • Annisa says:

            Min sebenernya Statement “Semua agama itu benar di mata tuhan” itu secara detail maksudnya apa ya min? apa statement ini merupakan suatu ujian supaya kita nggak terpecah belah dan menganggap kita paling benar?

            • The admin says:

              Maksud kalimat “Semua agama itu benar di mata tuhan” ya agak susah menjawabnya, karena tergantung dari sudut pandang agama mana melihatnya. Kalau dari visi Islam, Umat Muhammad hanya wajib meyakini 3 kitab lain yang diturunkan sebelum Qur’an (taurat,Zabur,Injil), meski juga ada kitab” agama lain yg sdh ada sebelum Qur’an, seperti kitab agama Budha, Hindu, Kong Hu cu.

              Tapi, untuk menyikapi perbedaan agama, Allah sudah menuntun kita, seperti di : Al An’am 107, Al An’am 108, Al-Kafirun 1-6. dsb yang intinya kita dilarang menjadi hakim bagi agama lain.

              • Okin says:

                Min…
                Untuk non bani israel yg menjadi shabi’in kan bisa masuk surga juga ya asal agamanya lurus

                Kalo misalnya ada muslim yg menjadi nasrani yg salah jalan apakah dia tidak dapat masuk surga ? (Meskipun muslim dari umat Rasulullah tidak boleh pindah agama sesuai kajian dr admin)

                • The admin says:

                  Agamanya apapun termasuk muslim kalau salah jalan tentu tidak masuk surga. Nabi menyebut di 3 agama samawi : Islam, Nasrani, Yahudi, masing-masing hanya 1,5% yg masuk surga.

                  • Okin says:

                    Untuk persentase 1,5% apa admin ada perhitungan sendiri atau ada hadisnya ?

                    • The admin says:

                      “Dari ‘Auf bin Malik, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 (tujuh puluh) di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang 71 (tujuh puluh satu) golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 (tujuh puluh dua) golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah”(HR Ibnu Majjah, Ibnu Abi Ashim)

                      1/71=1/72=1/73 = sekitar 1,4%. Jadi dari 3 agama itu prosentase yg masuk surga sama.

    • Okin says:

      Emang nugroho bisa bikin kajian sendiri ? Kalo bisa hayo bawa ke sini.

      Nugroho juga pernah bilang kalo admin mencampurkan hadis shahih dan dhaif.

      Pertanyaan saya :

      1. Apa nugroho setuju dengan kajian admin ?

      2. Mana hadis2 dhaif yg nugroho maksud ?

      3. Apa nugroho sudah membaca seluruh kajian admin (jika no.1 jawabannya tidak) ?

      4. Apa pendapat nugroho tentang ayat Qur’an yg menyatakan Allah tidak akan menjadikan satu umat ?

      Itu aja. Jawab dulu

  9. Ar says:

    sudah2 gak usah debat, kita lihat nanti di akhirat kejelasannya, apa yang di perselisihkan saat ini dan belom sempat mengetahui ajaran apa yang Allah berikan kepada Rosulullah Isa ibnu Maryam.

  10. Robi says:

    Assalamualaikum, pertanyaan sy : Jika nantinya ada orang nasrani yang sesat kemudian berpura-pura menjadi pengikut Nabi Isa yg lurus, bagaimanakah status mereka?

    • The admin says:

      Waalaikumsalam,
      Mas Robi, pada saat Nabi Isa turun nanti sudah tidak ada lagi orang munafik yang bisa mendekati Nabi Isa. Digambarkan oleh Nabi kita Muhammad orang kafir akan mati jika mendekati Nabi Isa as :

      “Ketika dia (Dajjal) dalam keadaan demikian, lantas Allah menurunkan Al Masih Ibnu Maryam. Dia akan turun di menara putih di bagian timur kota Damaskus mengenakan pakaian berwarna kuning kunyit dan meletakkan kedua telapak tangannya pada sayap kedua malaikat (yang membawanya turun). Jika dia menundukkan kepalanya maka air akan menetes dari kepalanya, dan jika dia menengadahkannya maka akan jatuh dari kepalanya butiran-butiran laksana mutiara. Tidaklah ada seorang kafir yang mencium aroma nafasnya melainkan pasti akan mati; dan aroma nafasnya tersebar sejauh pandangan matanya. Nabi Isa akan memburu Dajjal sampai beliau menemukannya di daerah Babu Lud, lalu beliau membunuhnya.”(HR Muslim)

  11. nugroho says:

    nabi isa datang di akhir zaman bukan sebagai seorang nabi. tapi hakim dan raja.pedoman manusia alquran sampai akhir zaman.

    • The admin says:

      Bisa ditunjukkan ayat Quran yang mana yang menyatakan bahwa nantinya Isa as akan dicabut posisinya sebagai Nabi Allah? Bukankah konsekuensinya rukun iman kita kemudian harus dirubah untuk tidak lagi meyakini Isa sebagai Nabi Allah? Bahkan konsekuensi lanjutnya ayat yg berisi rukun Iman seperti An Nisa:136 juga harus dirubah?

      Mohon jika membuat penyataan yg disebut “berdasar Qur’an” juga disertakan dalilnya, bukan hanya berdasar logika kita yang sangat terbatas ini.

  12. nugroho says:

    annisa 136 jelas berpegang teguh pada alquran dan nabi muhammad. alquran sebagai penutup kitab .nabi kita itu udah di debat sama dedengkot yahudi dan nasrani kayak yang gituan. coba to lihat ceramah gus haha……👌👌👌👌

    • Sani says:

      Pantes aja si nugroho ini ga ada yg paham kajian disini. lha ini yg ditanya admin : dasar ayatnya mana Nabi Isa bakal dicopot dari posisi nabi.. eehhh jawabnya kemana.

      • nugroho says:

        sekarang aku ty balik. dasar ayat nabi isa turun diakhir jaman sebagai nabi mana? dalam alquran? hadist malah ada sebagai hakim yang adil atau raja…….

        • Okin says:

          sejak kapan nabi isa kembali ke dunia bukan sebagai nabi ? kalo di hadis cuman disebut Isa putra maryam bukan berarti dia tidak akan kembali sebagai nabi.

          Menurut saya pribadi karena kesamaan antara nabi Muhammad dan nabi Isa (karena mereka kan nabi dan rasul, jadi nabi Muhammad bisa memanggil seperti itu. Ini pendapat saya pribadi loh ya. Selain itu kan agama para nabi satu)

          Kalo dalam alquran mah adanya pengikut nabi isa yang lurus masih diakui sampai kiamat…

          kalo dalam hadis justru beliau yang akan memutuskan perkara atau hukum. Impilkasinya apa ? kan sebagai raja, raja kan pemimpin.

        • Sani says:

          hahahaa… bukannya jawab ditanya malah nanya ???

          Baca ayat2 dikajian admin spt ash-shaf 61: 6, Isa itu Nabi khusus untuk bani Israel, dan tidak ada ayat yg mengatakan beliau nanti akan diturunkan posisinya, artinya beliau akan tetap Nabi sampai kapanpun.

          Ente katanya patuh Quran dan hadis, tapi faktanya malah patuh logika sendiri.

          • Zhen says:

            Mas Okin tdk apa² kalo mas Nugroho seperti itu, ada hikmah dibalik itu, biar menambah wawasan pembaca lainnya.
            Ini seperti kisah Nabi Musa AS bertemu Nabi Khidir AS, apa jadinya kalo Nabi Musa AS tidak ngeyel pasti tidak terjadi kisah tersebut.
            Tapi kayaknya sih mas Nugroho ini udah terlampau jauh, bukan seperti kisah Nabi Musa AS bertemu Nabi Khidir AS, melainkan seperti kisah Nabi Musa AS kepada umatnya bani israel.

Leave a Reply to nugroho Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *