PAKISTAN MULAI TINGGALKAN AS SEBAGAI SEKUTU

Pakistani Foreign Minister Khawaja Muhammad Asif speaks to reporters with his Chinese and Afghan counterparts after the China-Afghanistan-Pakistan Foreign Ministers' Dialogue in Beijing in December. Mr. Asif on Friday said the U.S. was using Pakistan as a “whipping boy” for its own failures in Afghanistan.

AS telah gagal untuk berperilaku sebagai sekutu dan sekarang  malah menganggap Islamabad menjadi “ksmbing hitam ” penyebab kegagalannya  sendiri di Afghanistan, kata menteri luar negeri Pakistan Khawaja Muhammad Asif. Ungkapan itu dikeluarkan setelah pemerintah Trump menangguhkan bantuan  keamanan ke negara tersebut.

“Kami tidak beraliansi” lagi dengan AS. Khawaja Muhammad Asif mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Jumat. “Mereka tidak berpalikaku layaknya sekutu.”

Sementara itu Washington mengatakan pada hari Kamis bahwa bantuan keamanan ke Islamabad ditangguhkan  sampai pemerintah Pakistan melakukan “tindakan tegas” terhadap kelompok-kelompok teror di wilayahnya, termasuk Taliban Afghanistan dan Jaringan Haqqani.

Pengumuman tersebut menyusul sebuah tweet dari Presiden Donald Trump awal pekan ini yang menyatakan bahwa Pakistan elah memberi “tempat yang aman bagi teroris yang kita cari di Afghanistan.” Islamabad membantah klaim itu dan telah lama mereka melakukan  tuduhan2 serupa.

Asif mengatakan bahwa operasi anti terorisme yang terakhir oleh Pakistan termasuk di wilayah pinggir yang berbatasan dengan Afghanistan-telah membersihkan Pakistan  dari kehadiran gerilyawan  yang terorganisir samai kedaerah dimana mereka dapat mencari perlindungan saat perdamaian kembali.

Namun pejuang Taliban masih menyelinap masuk dan meleburkan diri ke populasi pengungsi Afghanistan yang besar, katanya. Ada 1,4 juta pengungsi yang saat ini tinggal di Pakistan, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Kami relatif tenang di Pakistan saat ini. Tapi jika kita melawan orang-orang ini (pemberontak Afghanistan), maka perang lagi akan berkecamuk di tanah kita yang artinya akan sesuai dengan keinginan Amerika, “katanya.

Setelah Pakistan bergabung AS dalam perang melawan terroris pada tahun 2001, beberapa kelompok jihad menyerang Islamabad , artinya sebuah serangan kekerasan yang telah memakan ribuan nyawa. Kematian akibat serangan teror dalam negeri telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, setelah Pakistan melancarkan operasi anti teror.

Asif menambahkan bahwa kurangnya kerja sama antara Washington dan Kabul , baik untuk  mengatasi  pengungsi yang kembali ke Afghanistan dan mempertahankan perbatasan antara kedua negara “menimbulkan kecurigaan bahwa tujuan mereka (untuk melawan teror bersama) tidak tulus.”

Ada negara lain yang bisa bersekutu dengan Pakistan, kata Asif. Tahun lalu, dia mengumpulkan pejabat dari China, Iran, Rusia dan Turki di belakang strategi Pakistan untuk Afghanistan, sebuah proses yang berpusat pada perundingan damai dengan Taliban.

Menurut  tweet Donald  Trump tentang Pakistan minggu ini, kementerian luar negeri China mengatakan bahwa pihaknya “siap untuk mempromosikan dan memperdalam” kerja sama dengan Pakistan. “Kami tidak sendiri,” kata Asif.

This entry was posted in Info Lain and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

80 + = 90