TANYA JAWAB – DUA KHILAFAH KEMBAR AKHIR ZAMAN

 

Agar tidak mengulang-ulang pertanyaan yang sama atas kebingungan beberapa pembaca kita atas topik sulit ‘Dua Khilafah Kembar Akhir zaman Part 1-3’, maka kita menulis artikel Tanya – Jawab yang berisi tanya jawab penting dari kajian ini.

Kesulitan pembaca kita maklumi, karena memang luasnya ayat yang mencakupi topik ini, dan karena banyak  ayat-ayat yang terlihat ‘seakan’ saling bertentangan.

Disisi lain, dalam beberapa ayat  Allah juga memakai bahasa level tinggi,  yang tidak bisa difahami dari sekedar membaca apa yang ‘tersurat‘ tapi harus mencari tahu makna yang ‘tersirat’.

Ciri dari keberhasilan memahami topik ini adalah : 

  1. Jika sudah merasa tidak ada ayat-ayat yang saling kontradiksi,
  2. Jika sudah tidak ada ‘kedengkian’ kepada Nabi lain dan umatnya.

Tips memahami Topik ini :

  1. Bersihkan hati dengan membuang ‘kedengkian’ dan arogansi sebagai umat pilihan atau “The Chosen Ummah”.
  2. Buang kebencian terhadap Nabi Lain dan umatnya.
  3. Bahwa pada semua agama samawi, selalu ada yang lurus dan ada yang sesat.  
  4. Buang egoisme “Firauni” yang merasa berhak menghakimi agama lain.
  5. Kedepankan Quran sebagai sumber hukum tertinggi daripada sekedar logika atau pengamatan pribadi.

Terakhir, kita tidak pernah mengklaim kajian kita adalah kebenaran mutlak, jadi silahkan saja disanggah dengan etika diskusi yang baik agar kita makin dekat ke pemahaman akhir zaman yang makin mendekati kebenaran.

 

1 Pertanyaan : Dalam Surat Surat Ali ‘Imran : 85, dan Ali Imran :19 Allah menyebut bahwa agama yang benar hanya Islam,  bukahkah ini berarti  agama yang lain adalah sesat?.

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan (Kitab) kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (QS. Ali ‘Imran:19)

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali ‘Imran : 85).

Jawaban :

Islam artinya ‘Selamat’, jika memaknai ‘agama yang Islam’ hanyalah agama yang dibawa oleh Muhammad, maka implikasinya kita akan menganggap  agama yang dibawa oleh Nabi lain adalah ‘sesat’ atau ‘tidak selamat’.

Jika hanya melihat ayat-ayat itu saja secara terpisah, maka tentu akan mmebuat kesimpulan prematur seperti itu, yang akan membuat kita bingung jika dihadapkan dengan ayat lain  seperti Ali Imran: 55 dan An-Nisaa 4:159 :

“(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.” (QS. Ali Imran:55)

“Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.”(QS. An-Nisaa 4:159).

Allah menjamin bahwa Ahli kitab masih akan tetap ada sampai kiamat, yang artinya, masih ada agama lain yang diakui kebenarannya oleh Allah sampai kiamat.

Surat Ali Imran:19-20 adalah menceritakan perselisihan diantara Bani Israel yang sebagian tidak mau ‘mengimani’ ayat dalam kitab mereka yang memberitakan diturunkannya Muhammad sebagai Nabi.

Mereka hanya wajib ‘mengimani’ bahwa Muhammad adalah Nabi Allah, dan bukan wajib menjalankan syariat yang dibawa Muhammad, karena mereka sudah diberi kitab dengan syariatnya sendiri. Sama halnya ketika kita wajib meyakini adanya Nabi lain, tapi bukan berarti kita wajib menjalankan syariatnya.

Gagal faham pada sisi ini adalah mirip dengan yang dialami oleh sebagian ahli kitab yang dicertakan Ali Imran:19, yaitu karena  ‘kedengkian’ atau egoisme yang merasa sebagai umat yang paling benar, ‘umat pilihan’, yang cenderung menuju pengingkaran terhadap adanya Nabi Allah yang lain.

 

2 Pertanyaan : Sejak Muhammad diangkat Nabi, maka seluruh manusia harus menjadi pengikutnya, karena itu sudah tertulis dalam  Surat Saba’: 28 dan beberapa Hadits sahih. Bukankah ini jelas agama yang lain tidak lagi benar sejak ada Nabi Muhammad?

“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba’: 28)

Dan juga Hadits-hadits ini :

حَدِيثُ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي كَانَ كُلُّ نَبِيٍّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى كُلِّ أَحْمَرَ وَأَسْوَدَ وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمُ وَلَمْ تُحَلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ طَيِّبَةً طَهُورًا وَمَسْجِدًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ صَلَّى حَيْثُ كَانَ وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ بَيْنَ يَدَيْ مَسِيرَةِ شَهْرٍ وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ *.

Diriwayatkan daripada Jabir bin Abdullah al-Ansari r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Aku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelumku. Semua Nabi sebelumku hanya diutus khusus kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus manusia yang berkulit merah dan hitam yaitu seluruh manusia. Dihalalkan untukku harta rampasan perang, sedangkan hal itu tidak pernah dihalalkan kepada seorang Nabi pun sebelumku. Disediakan untukku bumi yang subur lagi suci sebagai tempat untuk sujud yaitu shalat. Maka siapa pun apabila tiba waktu shalat walau dimana saja dia berada hendaklah dia mengerjakan shalat. Aku juga diberikan pertolongan secara dapat menakutkan musuh dari jarak perjalanan selama satu bulan. Aku juga diberikan hak untuk memberi syafaat. (HR Al-Bukhari 1/ 86 dan Muslim II/ 63, 64).

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ وَجُعِلَتْ لِي الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ فَلْيُصَلِّ وَأُحِلَّتْ لِي الْمَغَانِمُ وَلَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً

Dari Jabir bin Abdulloh, bahwa Nabi Muhammad bersabda: “Aku diberi (oleh Allah) lima perkara, yang itu semua tidak diberikan kepada seorang-pun sebelumku. Aku ditolong (oleh Allah) dengan kegentaran (musuh) sejauh perjalanan sebulan; Bumi dijadikan untukku sebagai masjid (tempat sholat) dan alat bersuci. Maka siapa saja dari umatku yang (tiba waktu) sholat menemuinya, hendaklah dia sholat.Ghonimah dihalalkan untukku, dan itu tidaklah halal untuk seorangpun sebelumku. Aku diberi syafa’at (oleh Allah). Dan Nabi terdahulu diutus khusus kepada kaumnya, sedang aku diutus kepada seluruh manusia. (HR Bukhori, no: 335)

Jawaban : 

Ini adalah salah satu sisi yang paling sulit difahami pembaca kita pada kajian ini, karena untuk memahaminya paling tidak harus membaca 10 ayat lain yang kita kelompokkan dalam 4 kelompok berikut :

1) Jika membaca Surat Saba :28 dan Hadits secara terpisah, maka akan terasa berbenturan jika kemudian membaca Surat Al-Baqarah: 62, Al-Maidah: 69, Al-Hajj: 17, yang menyebut orang Yahudi,  Nasrani dan Shabiin juga akan selamat jika mereka beriman dan beramal saleh. Kita kutip salah satunya :

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.(Al-Baqarah: 62)

2) Sementara Surat Saba :28 itu juga akan terasa ‘seakan’ kontradiktif dengan surat An-Nahl 16: 93, Al-Maidah:48 dan Asy Syuura 42:8, yang menyebut bahwa Allah tidak akan menjadikan dalam satu umat. Artinya semua manusia tidak akan pernah dijadikan satu menjadi umat Muhammad. Kita kutip salah satunya :

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (semua kitab Allah) dan (sebagai) batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu”.(QS. Al-Maidah:48). 

3) Ayat itu juga akan terlihat kontradiktif jika kita melihat An-Nisaa 4:159 , dan Ali Imran: 55 yang menyebut bahwa Ahli kitab (Bani Israel) yang lurus masih akan tetap ada sampai kiamat. Kita kutip salah satunya :

“(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.” (QS. Ali Imran: 55)

4) Kita juga harus melihat Surat Ash Shaff 61:6 dan  Ali Imran :49 yang menyebut bahwa Nabi Isa adalah diutus khusus untuk Bani Israel. Kita kutip salah satunya:

“Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS. Ash Shaff 61 :6)

 

Kesimpulan dari Surat Saba’: 28 dan 10 ayat rujukan itu adalah :

Mengingat :

  1. Nabi Isa khusus diutus untuk Bani Israel, dan Nabi Muhammad untuk seluruh manusia.
  2. Umat Yahudi, Nasrani dan Shabiin, yang keimanannya benar dan beramal saleh, juga termasuk orang yang selamat.
  3. Allah tidak akan menjadikan satu umat.
  4. Bani Israel yang lurus (Yahudi dan Nasrani) masih tetap ada sampai kiamat.

Maka kesimpulan yang bisa ditarik adalah :

  1. Bani Israel juga dibenarkan jika ingin menjadi pengikut Muhammad meski juga dibenarkan jika tetap menjadi pengikut Isa.
  2. Non Bani Israel tidak dibenarkan untuk menjadi pengikut Isa. Atau dalam bahasa lainnya, non Bani Israel harusnya menjadi pengikut Muhammad.

Bani Israel yang menjadi pengikut Muhammad inilah yang kita yakini dinamakan umat Shabi’in yang disebut dalam  Al-Baqarah: 62, Al-Maidah: 69 dan (QS. Al-Hajj: 17).

 

 

3Pertanyaan : Dalam Surat Ali Imran :20, disebutkan bahwa Nabi Muhammad-pun disuruh Allah untuk mengajak Ahli kitab untuk masuk Islam, bukankah ini bermakna bahwa seluruh manusia harus menjadi pengikutnya?

“Kemudian jika mereka mendebat kamu, maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (juga) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi (buta huruf): “Apakah kamu (mau) masuk Islam.” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Ali Imran :20)

Jawaban :  

Kebingungan ini masih mirip dengan pertanyaan No. 1 dan 2, yang sumbernya adalah karena merasa dengan ayat itu sudah cukup untuk mengambil kesimpulan seperti itu.

Tapi ternyata, dengan melihat 10 ayat lain secara lebih cermat pada jawaban No.2, yaitu  Surat Al-Baqarah: 62,  Al-Maidah: 69,  Al-Hajj: 17, An-Nahl : 93, Al-Maidah:48, Asy Syuura 42:8, An-Nisaa 4:159,  Ash Shaff :6 dan  Ali Imran :49, maka kesimpulan itu menjadi sangat premature dan tidak benar.

Karena pertanyaan ini serupa dengan pertanyaan 2, maka kita kutip kembali kesimpulan dari 10 ayat yang telah kita teliti itu :

Bahwa Karena “Nabi isa hanya diutus khusus untuk Bani Israel”, sedang  “Nabi Muhammad ditus untuk seluruh manusia”, maka :

  1. Bani Israel juga dibenarkan jika ingin menjadi pengikut Muhammad meski juga dibenarkan jika tetap menjadi pengikut Isa.
  2. Non Bani Israel tidak dibenarkan untuk menjadi pengikut Isa. Atau dalam bahasa lainnya, non Bani Israel harus menjadi pengikut Muhammad.

 

 4 Pertanyaan : Dalam Hadits sahih disebut bahwa umat Yahudi maupun Nasrani akan menjadi penghuni neraka jika tidak ‘mengimani’ Muhammad, apakah ini tidak bermakna bahwa  manusia harus menjadi pengikut Muhammad?

حَدَّثَنِي يُونُسُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ وَأَخْبَرَنِي عَمْرٌو أَنَّ أَبَا يُونُسَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ * . (رواه مسلم).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah seseorang dari Ummat ini yang mendengar (agama)ku, baik dia itu seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dan belum beriman dengan apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim)

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلاَ نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi dzat yang jiwa Muhammad ditangan-Nya. Tiada seorang-pun dari umat ini yang mendengar seruanku, baik Yahudi maupun Nasrani, tetapi ia tidak beriman kepada seruan yang aku sampaikan, kemudian dia mati, pasti dia termasuk penghuni neraka”. (HR. Muslim no.153 dalam kitabul Iman)

Jawaban :

Makna Hadits-hadits itu adalah, bahwa Bani Israel penganut agama Yahudi maupun Nasrani akan gugur keimanannya jika tidak ‘mengimani’ adanya nabi Muhammad seagai utusan Allah..

Kesalahan penafsiran terjadi umumnya karena menganggap Bani Israel (Yahudi dan Nasrani) adalah wajib menjadi ‘pengikut’ Muhammad (menjalankan syariat yang dibawa Muhammad). Kitapun juga wajib ‘mengimani’ adanya Nabi lain dan kitab-kitabnya, tapi bukan berarti harus menjadi ‘pengikutnya’ (menjalankan syariatnya).

 

5 Pertanyaan : Bagaimanakah dengan Surat Ali Imran : 19 yang menyebut sesungguhnya agama yang diridhai Allah hanyalah Islam?, dan bagaimana kaitannya dengan Surat Al Baqarah :132–133 dimana Nabi Ibrahim menyuruh anaknya untuk menjadi Islam.

Jawaban : 

Perlu lebih dulu dijelaskan terminologi yang kita pakai bahwa : ‘Pengikut Muhammad’ adalah orang yang menjalankan syariat agama yang dibawa Muhammad, ini serupa juga saat kita menyebut ‘pengikut Nabi lain’.

Kita mulai dari Al-Baqarah :132, pertanyaan ini serupa dengan pertanyaan No.1 hanya tidak digunakan kata ‘Islam’ tetapi kata ‘Muslimin’ (orang yang berserah diri) :

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim”.(QS Al-Baqarah-132)

Ayat ini semakin menguatkan pemahaman, bahwa yang disebut ‘muslimin’ adalah bukan hanya ada pada umat Muhammad, tapi juga pada umat Nabi Allah yang lain.

Adalah tidak mungkin anak-anak Ibrahim (seperti Ya’qub) akan bisa menjadi seorang muslim (berserah diri), jika yang dimaknai ‘muslimin’ hanyalah umat Muhammad.

Dengan kata lain, jika yg dimaksud ‘muslimin hanya umat Muhammad, maka akan bermakna anak-anak nabi Ibrahim tidak termasuk orang yg berserah diri , karena Nabi Ibrahim dan anak2nya yang hidup ribuan tahun sebelum ada Muhammad, adalah tidak mungkin menjadi umat Muhammad.

Kita lanjut ayat berikutnya :

“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika dia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (QS Al-Baqarah-133)

Ayat ini menjelaskan bahwa semua agama yang dibawa oleh Nabi Allah adalah dari Tuhan yang sama. Disini Allah juga ingin menunjukkan agama yang dibawa Ibrahim adalah nenek moyang dari 2 jalur umat, yaitu Bani Imail dan Bani Ishaq (Bani Israel).

Allah tidak akan pernah menjadikan manusia dalam satu umat, dan akan ada dua jalur umat sampai akhirzaman, ini disebut dalam 2 ayat lain yaitu QS. An-Nahl 16: 93, Al-Maidah:48, kita kutip salah satunya :

“Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. An-Nahl 16:93)

 Sekarang kita ke Surat Ali Imran :19

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Ali Imran:19)

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.”  adalah kalimat yg serupa dengan Al Baqarah:132-133 diatas, hanya dalam Al Baqarah:132-133 memakai kata ‘muslimin’.

Pengertiannya masih sama, bahwa semua agama yang dibawa semua Nabi adalah agama yang ‘Islam’ (selamat), dan pengikutnya harus menjadi orang ‘muslim’ (yang berserah diri). Ini menjawab pertanyaan: Apa hubungan antara ayat yg ditanyakan itu.

Kebingungan terjadi karena  :

  1. Gagal memaknai kata ‘‘muslim’ (yang berserah diri) dan kata ‘Islam’ (selamat) hanya untuk pengikut Muhammad.
  2. Hanya melihat dua ayat ini dan tidak melihat banyak ayat lain. Lebih jelasnya silahkan simak 10 ayat lain pada jawaban No. 2.

Juga dijelaskan adanya perselisihan sebagian dari Ahli kitab setelah diberi pengetahuan (diturunkan Kitab) mereka, yang menyebut akan adanya nabi baru (Muhammad), disini Allah ingin memberi contoh sebagian dari ahli kitab yang tidak lulus ujian Allah.

Kata kafir atau mengingkari ‘ayat Allah” adalah menunjuk ‘ayat pada kitab mereka’, bukan menunjuk pada ayat Qur’an. Sebagian ahli kitab mengingkari Muhammad adalah Nabi Allah. Kitapun akan dalam posisi yang sama jika mengingkari adanya Nabi lain.

 

 

6 Pertanyaan : Untuk tujuan apakah Allah menjadikan umatnya menjadi dua jalur?

Jawab :

Dalam Surat Al Maidah:48, Allah menjelaskan tujuan menciptakan dua jalur umat ini. Yaitu, bahwa umat yang satu akan menjadi ujian bagi umat yang lain.

“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (sebelumnya) dan (sebagai) batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (QS.Al Maidah:48)

Ujian dari Allah ini juga tercermin ketika dalam Al Baqarah:47 yang mengunggulkan umat dari Bani Israel :

“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kalian atas segala umat.” (QS. Al-Baqarah: 47).

Tapi pada Ali Imran:110 Allah juga mengunggulan umat Muhammad :

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang maruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110)

Bagi orang yang gagal dalam ujian ini, akan tercermin adanya ‘Kedengkian’ dan merasa menjadi umat yang paling benar (the Chosen ummah), dan kedengkian seperti ini bisa terjadi pada baik jalur Bani Ismail maupun jalur Bani srael, dan ini juga sudah diisyaratkan dalam Ali ‘Imran:19 yang kita kutip pada pertanyaan sebelumnya.

 

 

7 Pertanyaan : Kalau semua agama itu sama, sedang mereka yang beragama Yahudi, Nasrani, dan Shabi’in itu cukup hanya mengamalkan agamanya, dan tidak usah mengikuti Nabi Muhammad, maka berarti membatalkan berlakunya sebagian ayat Allah dalam ayat: As-Saba’: 28) dan Al-A’raaf: 158?.

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk seluruh manusia.” (As-Saba’: 28).

“Katakanlah (hai Muhammad): Hai manusia! Sesungguhnya aku utusan Allah kepada kamu semua.” (Al-A’raaf: 158).

 

Jawab :  

Tetapi jika ayat- ayat itu dibaca terpisah, maka juga akan terlihat seperti  membatalkan puluhan ayat lain seperti An-Nisaa 4:159 , dan Ali Imran: 55  dsb yang menyebut ahli kitab akan tetap ada sampai kiamat. Jadi bagaimana memahaminya, silahkan simak jawaban pertanyaan No.2.

 

 

8 Pertanyaan : Apakah masih ada pengikut Isa yang lurus di zaman sekarang ini? Karena tidak ada lagi kitab suci mereka yang masih asli, bagaimana mereka bisa menjamin ibadah mereka telah sesuai ajaran Musa dan Isa?

Jawab :

Pertanyaan ini harusnya tidak perlu muncul jika mencermati An-Nisaa 4:159 , dan Ali Imran: 55, yang menyebut ahli kitab akan tetap ada sampai kiamat.

“Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An Nisaa:159)

“(Ingatlah), ketika Allah berfirman: Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.” (QS.Ali Imran:55)

Gagal faham ini disebabkan karena masuk ke jebakan ujian ‘the chosen Ummah’ dan ‘kesombongan’ yang berani menempatkan ayat  Qur’an dibawah hasil pengamatannya sendiri. Hanya pengikut Fir’aun yang berani mengklaim bahwa pengamatannya lebih benar dari ayat Allah.

Jika Allah menyebut  ahli kitab masih tetap dijaga dan dipisahkan oleh Allah sampai kiamat, sementara kita tidak mampu mengidentifikasinya, maka itulah rahasia dan ujian keimanan dari Allah.

 

 

9 Pertanyaan :  Tapi dalam surat Maryam 19:88–93, surat  Yunus 10:68,  Allah menyebut umat Nasrani adalah sesat karena menganggap Tuhan mempunyai anak. Jadi bagaimana mengkaitkannya dengan An-Nisaa 4:159 dan Ali Imran: 55 itu?

Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba” (QS Maryam 19: 88–93).

“Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah mempunyai anak.” Maha Suci Allah; Dialah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS Yūnus 10: 68)

Jawab :

Pada surat Maryam:19:88–93 dan surat Yunus 10:68 itu, Allah sedang berbicara tentang pengikut Nasrani (pengikut Isa) yang salah jalan, tapi pada  An-Nisaa 4:159  dan Ali Imran: 55, sebaliknya Allah membicarakan tentang pengikut Nasrani (Isa) yang lurus. Ayat lain yang berbicara positif atas umat Nabi Isa adalah Surat Ar-Rum 1-6 dan Al Maidah:82, tapi 2 ayat terakhir sudah dibahas dalam kajian lain.

Sama halnya di agama kita, kadang Allah membicarakan pengikut Muhammad yang lurus, tapi diayat lain juga membicarakan mereka yang sesat. Ada puluhan ayat yang membicarakan umat muslim yang munafik, kita ambil contoh dua ayat yang membicarakan orang yang ‘seakan pengikut Muhammad’ itu :

Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka,  Kamilah (Allah) yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar. (QS.At Taubah 101)

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali“. (QS. An-Nisa’ :142)

 

 

10 Pertanyaan : Bagaimanakah cara memahami hadits ini, yang menyebut Nabi Musa-pun harus menjadi pengikut Muhammad?

فَإِنَّهُ لَوْ كَانَ مُوسَى حَيًّا بَيْنَ أَظْهُرِكُمْ، مَا حَلَّ لَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي

Sesungguhnya, andaikan Musa masih hidup di tengah-tengah kalian, tidak halal bagi beliau selain harus mengikutiku.” (HR. Ahmad, 14631)

 

Jawab :

Inti dari Hadits ini justru menguatkan bahwa  agama yang dibawa Nabi Muhammad dan agama yang dibawa Nabi Musa adalah berasal dari Tuhan yang sama. Nabi  membuat perumpamaan dengan bahasa seperti itu.

Sama halnya ketika nanti Nabi Isa menjadi makmum saat sholat bersama Imam Mahdi, bukan berarti Isa akan total menjadi pengikut Muhammad, tapi  bemakna Isa membenarkan agama yang dibawa Muhammad, dan sebaliknya, Imam Mahdi juga membenarkan bahwa Isa adalah utusan Allah.

Kenapa Isa tidak akan menjadi pengikut Muhammad? Karena Isa adalah seorang Nabi yang diberi kitab sendiri untuk membimbing umatnya Bani Israel.

Jika hanya dimaknai secara harfiah, maka harusnya juga melihat Surat  An-Nahl : 93 dan surat Al-Maidah:48, yang menyebut tidak akan menjadikan manusia dalam satu umat. Dimana akan berimplikasi bahwa, seandainya Nabi Musa hidup dizaman Muhammad, maka Allah tidak akan menjadikanya sebagai pengikut Muhammad.

Jika toh memang terpaksa hanya mampu memaknai hadits ini secara harfiah, maka Qur’an adalah sumber hukum tertinggi, artinya yang menjadi pegangan adalah Surat  An-Nahl : 93 dan surat Al-Maidah:48.

 

 

11 Pertanyaan : Bagaimanakah bisa tahu bahwa  masih ada umat Nasrani yang dan umat Yahudi yang lurus (ahli kitab), padahal kitab mereka sudah tidak asli lagi?. 

Jawab :  

Allah memang menjamin keaslian Quran seperti dalam Surat al Hijr : 9. Tapi dalam An-Nisaa :159 , dan Ali Imran: 55 Allah juga menjamin bahwa Ahli kitab masih tetap ada sampai kiamat.

Soal kitab mereka yang mana yang asli atau tidak, atau dimana ada bani Israel yang masih lurus, itu bukanlah urusan. Itu adalah urusan Allah. Allah-lah yang maha tahu mana yang termasuk Ahli kitab itu.  Allah sudah menjamin ahli kitab akan ada sampai kiamat, dan Allah yang memisahkan Bani Israel yang lurus dan yang sesat hingga hari kiamat.

 “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”. (QS. Ali Imran:55)

“Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka”. (QS.An-Nisaa :159)

 

 

12 Pertanyaan : Dalam surat Maryam :88–93 dan Yunus :68 dinyatakan bahwa umat Yahudi  dan Nasrani adalah sesat, bukankah ini bertentangan dengan Al-Baqarah:62 , bagaimana memahami ini?

Jawaban  :

Kita kutip dulu ayat-ayat yang seakan bertentangan itu :

Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba” (QS Maryam 19:88–93).

“Mereka (orang-orang Nasrani) berkata: “Allah mempunyai anak.” Maha Suci Allah; Dialah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS Yunus 10:68)

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 62)

Qur’an membicarakan kondisi umat dalam skop yang luas, kadang membicarakan Bani Israel yang lurus dan kadang membicarakan yang sesat. Demikian juga pada umat Muhammad, kadang dibicarakan adanya orang munafik, kadang dibicarakan yang imannya lurus. Kita telah memisahkan ayat berbicara positif dan negatif terhadap Bani Israel itu dalam kajian part-2.

Pada surat Maryam 19:88–93 dan Yunus 10:68 itu, Allah sedang memberi contoh umat nasrani yang salah jalan. Sedang pada Al-Baqarah: 62 Allah memberi jaminan bahwa jika mereka beriman dengan benar dan beramal saleh, maka mereka juga termasuk orang yang selamat.

 

 

13 Pertanyaan : Bagaimana dengan Bani Israel yang menjadi muslim (pengikut Muhammad) atau sebaliknya Non Bani Israel yang menjadi pengikut Nasrani atau Yahudi?

Jawaban :  

Pertanyaan ini sudah terjawab pada pertanyaan No.2, dimana untuk menjawabnya harus mengkaitkan dengan paling tidak 10 ayat lain, yang kesimpulannya adalah :

  1. Bani Israel juga dibenarkan jika ingin menjadi pengikut Muhammad meski juga dibenarkan jika tetap menjadi pengikut Isa.
  2. Non Bani Israel tidak dibenarkan untuk menjadi pengikut Isa. Atau dalam bahasa lainnya, non Bani Israel harus menjadi pengikut Muhammad.

 

 

14Pertanyaan : Menurut Surat Al-Ahzab : 40  Muhammad adalah Nabi penutup, jadi menurut saya agama yang dibawa para Nabi hanya berlaku pada zamannya, dan kita hidup pada zaman Nabi terakhir Nabi Muhammad, maka semua orang harus mengikuti Muhammad.

“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Ahzab : 40)

 

Jawaban :

Makna kata ‘Nabi penutup’ dalam ayat adalah, bahwa Muhammad adalah Nabi terakhir yang diangkat oleh Allah dan tidak ada lagi Nabi yang akan diangkat. Dan kalimat  “kita hidup pada zaman Nabi terakhir Nabi Muhammad” itu adalah penyebab gagal fahamnya.

Harus disadari bahwa, Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir untuk jalur Bani Ismail, dan Nabi Isa adalah Nabi terakhir untuk jalur Bani Israel. Dan Muhammad diangkat Nabi disaat misi Nabi Isa belum selesai.

Artinya, kita sedang hidup diera dua Nabi dari dua jalur umat yang berbeda, jadi bukan hanya hidup diera Nabi Muhammad tapi juga hidup di era Nabi Isa

Tentang siapa yang wajib  menjadi pengikut Nabi Isa dan siapa yang wajib menjadi pengikut Muhammad, silahkan baca pertanyaan No.2.

 

 

15 Pertanyaan : Apakah dasarnya hingga bisa menyimpulkan akan ada dua khilafah kembar?

Jawaban :

Paling tidak ada dua  ayat berikut  An-nuur 24:55 dan Al Qashas 28:5 dan beberapa Hadits sahih mengisyaratkan akan adanya lebih dari satu Khilafah akhirzaman. Kedua ayat itu menyebut akan ada lebih dari satu Khilafah Allah akhirzaman, ini tercermin dari  makna jamak yang terkandung dalam An-nuur 24:55.

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-nuur : 55)

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).” (QS Al Qashas 28:5)

Kalimat penting dari surat An-Nur:55 adalah:  “Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa”, dan “ Akan mengubah keadaan menjadi aman sentosa”.

Makna dari kalimat itu adalah, bahwa akan terulang kembali Khilafah-Khilafah seperti Khilafah Allah yang pernah terjadi sebelumnya.

Karena dalam sejarah manusia sejak Nabi Adam baru ada dua khilafah Allah (pemerintahan yang dilegitimasi Allah) bumi ini, yaitu Khilafah untuk bani Israel pada era Nabi Dawud (As-Shaad :26), dan Khilafah pada zaman Nabi Muhammad, maka implikasinya nanti juga akan ada dua Khilafah Allah Akhirzaman didua kota suci itu. 

Sementara itu, kita semua sudah sangat tahu tentang banyak hadits yang mengisyaratkan akan dibentuknya Khilafah Allah oleh Imam Mahdi, tapi selain juga banyak hadits lain yang menyebut Nabi Isa yang akan ‘membebaskan pajak”. Membebaskan pajak hanyalah bisa dilakukan oleh seorang penguasa (Khalifah).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh pasti akan turun pada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim  yang adil lalu dia menghancurkan salib, membunuh babi dan membebaskan pajak serta harta begitu melimpah sehingga tak ada seorangpun yang mau menerimanya”. ( HR. Bukhari no. 2222 dan Muslim no. 242).

 

 

16 Pertanyaan : Ayat-ayat yang dipakai rujukan sepertinya tidak ada hubungannya dengan topik yang dibahas tentang akan adanya Dua Khilafah Allah, bisa dijelaskan?

Jawaban :

Itu memang strategi kita, tapi sebenarnya untuk memudahkan pembaca mencerna topik yang sulit ini. Dengan lebih dulu memahami ayat-ayat yg menjelaskan ‘bahwa Allah mentakdirkan adanya dua jalur umat sampai kiamat’, maka akan menjadi mudah untuk memahami ‘akan adanya dua Khilafah kembar akhirzaman’.

Pendekatan  ini kita pakai, karena banyaknya pembaca yang kesulitan memahami topik ini, karena sudah lama terbelenggu oleh pendapat tanpa dasar seperti : Bahwa Muhammad Nabi terakhir maka seluruh manusia harus menjadi pengikut Muhammad, Bahwa agama yg diterima hanya yg dibawa Muhammad, Bahwa sudah tidak ada pengikut Isa yg lurus, bahwa Nabi Isa nanti akan menjadi pengikut Muhammad, dsb.

Ayat dan Hadits yang mendasari kesimpulan akan adanya dua Khilafah Kembar akhirzaman  silahkan dilihat pada jawaban pertanyaan No.15.

 

 

 17 Pertanyaan : Maukah admin keluar dari Islam sekarang juga dan dibaptis sebagai Nasrani? pilih saja sekte saksi jehovah yang mengingkari Yesus sebagai Tuhan agar sesuai dengan klaim admin di sini ?

Jawaban :

Pertama harus diluruskan, bahwa kita sedang mengkaji ayat Qur’an, bukan sekedar mengutarakan pendapat atau klaim. 

Kedua, harusnya tidak perlu pertanyaan aneh seperti ini, paling tidak jika mau membaca ayat-ayat yang mendasar seperti Ash Shaff :6 dan  Ali Imran:49,  bahwa Isa hanya khusus diutus untuk Bani Israel. Artinya, jika kita adalah dari ras Bani Israel, maka baru pantas untuk mencari aliran Yahudi atau Nasrani yang paling benar.

Banyak ayat yang harus dibaca secara simultan agar tidak muncul pertanyaan gagal faham seperti ini, silahkan baca jawaban pada pertanyaan No.2.

 

 

Kesimpulan :

Berikut adalah kesimpulan terpenting atas topik ini yang telah kita bahas dalam 3 Kajian “Dua Khilafah kembar akhirzaman” :

  1. Bahwa setelah era Nabi Ibrahim Allah mentakdirkan adanya dua jalur umat, yaitu umat Bani Ismail dan umat Bani Ishaq (Bani Israel).
  2. Bahwa kita sedang hidup  dizaman dua Nabi, yaitu zaman Nabi Isa dan zaman Nabi Muhammad. 
  3. Bahwa Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir untuk Jalur Bani Ismail, dan Nabi Isa adalah Nabi terakhir untuk jalur Bani Israel.
  4. Implikasi dari poin 2 adalah, bahwa Allah tidak akan membubarkan agama jalur Bani Israel manapun, dan mewajibkan umatnya untuk menjadi pengikut Muhammad.
  5. Bahwa ras dari Non Bani Israel harus menjadi pengikut Muhammad, tapi umat Bani Israel boleh tetap menjadi pengikut Nabi Isa dan boleh menjadi pengikut Muhammad.
  6. Bahwa sejarah Bani Ismail akan diakhiri dengan terbentuknya Khilafah Imam Mahdi diMakkah, dan sejarah Bani Israel akan diakhiri dengan Khilafah Nabi Isa. 

 

WaAllahualam, Mudah-mudahan bermanfaat.

 

This entry was posted in Extend, recent post, Islamic View. Bookmark the permalink.

43 Responses to TANYA JAWAB – DUA KHILAFAH KEMBAR AKHIR ZAMAN

  1. Arif Sund says:

    Assalamualaikum, Jika sampai part-3 masih 80% faham kini sdh diatas 95%. Yang paling sulit justru saat membaca part-3. Tapi Q&A ini jadi memudahkan sekali memahami part-3. Pertanyaan sy : Bagaimana status non bani Israel yg menganut Yahudi dan Nasrani? apakah agama mrk jg akan diterima?

    • The admin says:

      Pada jawaban pertanyaan No.2. dari 10 ayat yg ada sudah kita simpulkan bahwa Pengikut Muhammad boleh dari ras manapun, sedang pengikut Nabi Bani Isarel hanya boleh dari ras Bani Israel.

      sebagai tambahan, dari pemahaman ayat2 itulah maka yg disebut umat Shabi’in spt dlm Al-Baqarah: 62, adalah bani Israel yang menjadi pengikut Muhammad.

  2. ariw says:

    Assalamu’alaykum wr.wb
    jazakumullah khairan atas usaha team admin AAZ dalam menjelaskan topik yang tidak mudah dipahami ini, yang ingin saya tanyakan : adakah rujukan tafsir dari ulama ulama(selain metode SIH) baik ulama salaf atau sekarang dari pada ayat2 yang admin gunakan sandaran dalam topik ini (1-2-3 & tanya jawab)?
    fyi saya sendiri(masih fakir ilmu) masih strugle buat memahami dengan comparing ayat per ayat menggunakan rujukan tafsir Al Quran salah satunya via https://tafsirweb.com/, krn satu ayat ditafsir oleh 7 ulama dan 2 dep.agama, dari ayat2 yg admin gunakan sandaran topik ini memang ada ulama yang selaras sesuai topik ini, tapi sebagian juga saya masih berusaha memahaminya.

    • The admin says:

      Sebelumnya perlu disampaikan, bahwa kita disini juga sama masih dalam taraf belajar.
      Pertama, yang kita kaji adalah masalah akhirzaman yang tidak hanya memerlukan metode yang pas, tapi juga memerlukan visi geoplitik masa kini dan masa depan atas berbagai even akhirzaman.

      Kedua, mendekati ayat ayat akhirzaman ternyata sangat unik, karena umumnya sulit dilakukan hanya dengan membaca 1 ayat dan menyimpulkan, dan harus menginterkoneksikan banyak ayat
      Untuk merujuk pada pendapat ulama tafsir sudah lama kita coba, tapi kita merasa belum menemukan tafsir yang pas untuk mencerna even akhirzaman. Contohnya : Tafsir pada salah satu ayat yg kita pakai dikajian ini. An Nur:55. Kira-kira poin penting apa yang bisa ditarik?

      Sementara itu, jika dari membaca pendapat ulama klasik yang hidup ribuan tahun lalu kita merasa makin tidak nyambung, karena biasanya menghubungkan dengan peristiwa saat ayat turun (asbabun nuzul), padahal yg kita kaji adalah peristiwa diujung akhirzaman.

      Jadi, Kita yang hidup diakhirzaman ini beruntung karena dimudahkan oleh sebagian peristiwa akhirzaman yang sudah mulai bermunculan yang disebutkan banyak hadits, (seperti : Sudah masuknya Ya’juj ma’juj ke danau Tiberias, kedekatan bangsa Rum dengan Islam, perang Iraq , Suriah dan Yaman, binatang yg bisa bicara dsb).

  3. Taufan says:

    Admin..,Saya malah jauh lebih mudah memahami lewat tanya jawab ini drpd yg kajian part-3, knp ya?
    Pertanyaan sy min, Kenapa Masjidil Aqsa lebih dulu ada dari pada Islam ? trmks atas jawabannya.

    • The admin says:

      Mngkin karena pd Kajian Part3 kita tidak mengutip teks2 ayatnya, sengaja biar pembaca mau buka sendiri Qur’an.

      Kenapa sudah ada Masjid Al Aqsa diYerusalem ketika Muhammad baru diangkat sbg Nabi? Pertanyaan yg cukup jeli, baru kali ini ditanyakan, dan memang jarang yg sadar bahwa Masjid yang menjadi Kiblat pertama umat Islam itu dibangun oleh Nabi dari Bani Israel.

      Hadits menyebut Masjidil Aqsa dibangun 40 tahun setelah Masjidil Haram dibangun oleh Nabi Ibrahim, artinya Masjid ini sudah ada ribuan tahun sebelum Muhammad lahir. Sebagian besar orang yang meyakini Masjid Al Aqsa dibangun oleh Nabi Sulaiman dan ada yg meyakini sdh ada sebelum era Sulaiman sebagai tempat ibadah (Bait suci) bagi Bani Israel. Juga Diyakini Masjid ini pernah direnovasi pada era Khaiifah Umar bin Khatab.

      Dengan disebutnya sebagai Masjid oleh Allah (Al Isra:1), kemudian singgahnya Nabi saat Isra’ mi’raj, dan pernah menjadi Kiblat pertama umat Islam, sepertinya Allah ingin menunjukkan kedekatan dua jalur umat itu yg berasal dari Tuhan yang sama, atau bisa juga ingin menunjukkan bahwa ada umat lain pada era Nabi Muhammad. WaAllahualam.

  4. Taufan says:

    Kalau Yerusalem sendiri gimana min, siapa yang lebih berhak bani Israel atau warga Araba Palestina?

    • The admin says:

      Kalau Kota Yerusalem sendiri menurut ayat-ayat Qur’an memang kota yang diberikan untuk Bani Israel, terlepas ada yang suka atau tidak tapi itulah yg dikatakan Qur’an.
      Masalahnya, yang menguasai Yerusalem sekarang bukanlah Bani israel yang lurus, tapi Ya’juj Majuj yg mengaku sbg umat Yahudi yang mendirikan zionisme, dan sebagian umat Yahudi pendukungnya. Itulah sebabnya nanti Yerusalem akan dibebaskan oleh pasukan Al Mahdi (dan tentu saja dng pasukan Bani Ishaq/Bani Israel) dan dikembalikan kepada umat Nabi Isa.

  5. Umar says:

    terus nabi Isa As, membebaskan siapa? wilayah/ negara apa saja min?

    • The admin says:

      Pasukan Nabi Isa yang disebut hadits sebagai 70.000 pasukan Bani Ishaq akan bersama pasukan Mahdi membebaskan Konstantinopel, dan tentu saja kota yang disebut Hadits sebagai Iliya (Yerusalem). Jadi ada 3 wilayah penting yang akan dibebaskan, Makkah/Madinah (Saudi) oleh pasukan AL Mahdi, dan Konstantinopel serta Yerusalem oleh gabungan kedua pasukan. Itu yg sementara ini bisa kita simpulkan dari hadits2 yg ada.

  6. Faiz says:

    Pertanyaan kita edit krn terlalu panjang tanpa menghilangkan poinnya, TheAdmin.
    ——-
    Dari tulisan admin ke1 ke2 ke3 sampai dg tulisan yg ini dah gw baca semua & bener2 gak bermanfaat bgt.

    Apa manfaatnya untuk umat Islam dg pemahaman si admin ini..??

    Apakah umat Kristen yg menuhankan 3in1 akan masuk surga..??

    & Akhirnya membentuk kekhilafahan Kristen 3in1 sesuai pemahaman si admin ini..??

    Allah ‘azza wajalla berfirman:

    يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

    “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” (QS. Al-Baqarah: 9)

    • The admin says:

      Sepertinya masih ada yg gagal faham juga, meski sdh kita tulis “Tanya jawab Dua Khilafah kembar akhirzaman.

      Apa manfaatnya untuk umat Islam dg pemahaman si admin ini..??, Atau sama saja bertanya “Apa manfaatnya mengkaji Qur’an bagi umat Islam”? Ini sungguh pertanyaan yg sangat aneh bagi seorang muslim.

      Pertanyaan kedua jawabannya ada pada Artikel Tanya-jawab ini, coba ulangi berkali” membacanya secara lebih cermat. Jika memang tidak juga bisa faham, apa daya semua upaya sdh kita kerahkan, jadi kita tidak memaksa seseorang untuk memahami sesuatu yg tidak mampu dicernanya. Atau bisa juga anda tulis kajian anda dan nanti kita diskusikan diblog ini.

    • Sani says:

      Mending wan Faiz cari share”an kajian ringan di diWA aja, disini emang hrs peras otak kalo emang mau bener” faham. Kalo cuman dibaca sepintas antum ga bakalan ngarti.

    • Faiz says:

      SiAdmin ngasal potong & menghilangkan esensi dari comen gw..
      Apa comen itu mesti semua pertanyaan..
      Karena gw kasih tanggapan + pertanyaan yg gak bakal bisa dibantah admin..&terbukti siAdmin cmn bisa jawab serampangan..😅

      Islam yg dibawa nabi Muhammad adalah estafet ajaran dari nabi-nabi sebelumnya yg disempurnakan.
      Ke-25 nabi semua mengajarkan Islam keEsaan Allah & umat yg menTauhidkan Allah & mengikuti ajaran para nabi Insyaallah akan selamat.

      Umat Kristen yg menuhankan 3in1, juga Umat Yahudi yg menyelewengkan ajaran Musa &membunuh para nabi juga membantai rakyat palestina, serta Umat Islam yg Munafiq, mereka semua akan masuk ke neraka jahanam.

      “Wahai Nabi, berjuanglah untuk melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka jahanam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (at-Taubah: 73)

      “Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik bersama dengan orang-orang kafir di neraka Jahannam.” (an-Nisa: 140)

      —-

      Al-Qur’an itu ada 2 jenis ayat:
      1. Muhkamat, ayat yg jelas &tdk samar.
      2. Mutasyabihat, ayat yg samar2 dimana kita tidak bisa memahami hal tersebut secara literal dan mentah.

      1. Muhkamat, contohnya:
      “Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali ‘Imran:19)
      2. Mutasyabihat, contohnya:
      “(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.” (QS. Ali Imran:55)

      Ayat Mutasyabihat ini semua ulama bisa berbeda pendapat ttg maknanya:
      ”..dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat…”

      Entah apa tujuan admin ini membahas masalah yg bahkan bertentangan dg pemahaman mayoritas ulama bahkan tdk ada rujukan baik itu ulama besar 4 mazhab atau ulama besar lainnya.

      Dari tulisan admin ke1 ke2 ke3 sampai dg tulisan yg ini dah gw baca semua & bener2 gak bermanfaat bgt.

      Apa manfaatnya untuk umat Islam dg pemahaman si admin ini..??

      Apakah umat Kristen yg menuhankan 3in1 akan masuk surga..??

      & Akhirnya membentuk kekhilafahan Kristen 3in1 sesuai pemahaman si admin ini..??

      Allah ‘azza wajalla berfirman:

      يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

      “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” (QS. Al-Baqarah: 9)

      • Roni87 says:

        Apa manfaatnya untuk umat Islam dg pemahaman si admin ini..?? hahhaha ..Setahu saya mahkluk yg tidak suka jika ada orang yg mengkaji Qur’an hanya setan.

        • Faiz says:

          Bikin Analisa gak bisa sembarang nulis ada pertanggung jawabannya di akhirat apalagi klw sampe ada yg ikut – ikut tersesat karena kesalahan analisa siAdmin..

          Baca ni:

          Khilafah Sesuai Manhaj Nubuwwah pada Akhir Zaman

          Rasulullah ﷺ bersabda:

          تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ

          “Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya.
          Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam,” (HR. Imam Ahmad).

          Hadis diatas diriwayatkan Ahmad, 4/273, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 5).

          Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

          ( أَوَّلُ هَذَا الْأَمْرِ نُبُوَّةٌ وَرَحْمَةٌ ، ثُمَّ يَكُونُ خِلَافَةً وَرَحْمَةً ، ثُمَّ يَكُونُ مُلْكًا وَرَحْمَةً ، ثُمَّ يَكُونُ إِمَارَةً وَرَحْمَةً ، ثُمَّ يَتَكادَمُونَ عَلَيْهِ تَكادُمَ الْحُمُرِ فَعَلَيْكُمْ بِالْجِهَادِ ، وَإِنَّ أَفْضَلَ جهادِكُمُ الرِّبَاطُ ، وَإِنَّ أَفْضَلَ رباطِكُمْ عَسْقَلَانُ )

          “Awal urusan ini adalah kenabian dan rahmat, kemudian berikutnya kekhilafahan dan rahmat, kemudian berikutnya kerajaan dan rahmat, kemudian berikutnya pemerintahan dan rahmat, kemudian mereka saling merebutnya sebagaimana gigitan keledai, maka wajib bagi kalian untuk berjihad, dan sesungguhnya sebaik-baik jihad kalian adalah ribath (terikat dengannya), dan sebaik-baik ribath adalah di ‘Asqalan”.
          HR. Thabrani – al Mu’jamul Kabir” (11138)

          Rasulullah saw bersabda:

          لَتُمْلأَنَّ الأَرْضُ جَوْراً وَظُلْماً ، فَإِذَا مُلِئَتْ جَوْراً وَظُلْماً يَبْعَثُ الله رَجُلاً مِنِّي اسْمُهُ اسْمِي ، وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي فَيَمْلَؤُهَا عَدْلاً وَقِسْطاً كما مُلِئَتْ جَوْراً وَظُلْماً

          “Sungguh bumi ini akan dipenuhi oleh kezaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezaliman dan kesemena-menaan telah penuh, maka Allah akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku (dalam hadis lain keturunanku), namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana telah dipenuhi sebelum itu oleh kezaliman dan kesemena-menaan.” (Shahih Al-Jami: hadis on 5073; Shahih).

  7. Faiz says:

    Klw siAdmin mau menjawab nih potongan pertanyaannya:
    1.Entah apa tujuan admin ini membahas masalah yg bahkan bertentangan dg pemahaman mayoritas ulama bahkan tdk ada rujukan baik itu ulama besar 4 mazhab atau ulama besar lainnya..
    2.Apakah umat Kristen yg menuhankan 3in1 akan masuk surga..??
    3.Akhirnya membentuk kekhilafahan Kristen 3in1 sesuai pemahaman si admin ini..??

    Tanggapan bwt jawaban siSdmin untuk pertanyaan gw
    -Pertanyaan gw: Apa manfaatnya untuk umat Islam dg pemahaman si admin ini..??
    -Jawaban admin: Atau sama saja bertanya “Apa manfaatnya mengkaji Qur’an bagi umat Islam”? Ini sungguh pertanyaan yg sangat aneh bagi seorang muslim.
    -tanggapan gw: siAdmin ini menjawab tanpa ilmu alias serampangan, kenapa? Karena dia menyamakan analisa nya dg Firman Allah.
    Gw bilang analisa nya karena dia pake ayat yg gak ada hubungannya dg 2khilafah kembar, gak ada satu ayat pun yg menegaskan adanya 2khilafah kembar
    Dan yg paling penting analisa siAdmin bahkan bertentangan dg pemahaman mayoritas ulama bahkan tdk ada rujukan baik itu ulama besar 4 mazhab atau ulama besar lainnya.

    • Wowtowow says:

      Iyalah, pokoknya Faiz yg paling benar, paling hebat kajiannya, paling cerdas, paling bijaksana, paling beriman, paling masuk surga, paling luas pemahamannya, paling mengerti dan mengetahui kehendak-kehendak Tuhan, pokoknya Faiz paling berilmu diantara yg lain di Web ini.

      Kalau kita-kita yang lain, ya masih baru – baru belajar lah, gak ada apa-apanya dengan Faiz, harap Faiz maklumlah kalau kita-kita yg lain ini masih bodoh. Kita – kita ini apalah, ilmunya masih dikit, mencoba mengkaji-kaji, diskusi-diskusi, jika ada yg salah tidak mensalah-salahkan, kalau benar ya tidak merasa paling benar tapi mengkaji kembali, itu aja.

    • Wowtowow says:

      Intinya kan, Faiz tidak setuju dengan argumen Dua Khilafah.

      Nah sekarang saya minta, Faiz untuk menjelaskan, pendapat Faiz yg membantah artikel Admin tersebut ?. Yg membuktikan bahwa Khilafah Akhir Zaman Bukan Dua. Ada berapa Khilafah di Akhir Zaman menurut Faiz, satu, dua, tiga, atau berapa tepatnya, dan jelaskan beserta bukti – buktinya, dan bantahlah tiap-tiap argumen Admin di semua artikel yg terbagi dalam tiga bagian tersebut.

      • Faiz says:

        Rasulullah ﷺ bersabda:

        تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ

        “Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya.
        Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam,” (HR. Imam Ahmad).

        Hadis diatas diriwayatkan Ahmad, 4/273, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 5).

        Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

        ( أَوَّلُ هَذَا الْأَمْرِ نُبُوَّةٌ وَرَحْمَةٌ ، ثُمَّ يَكُونُ خِلَافَةً وَرَحْمَةً ، ثُمَّ يَكُونُ مُلْكًا وَرَحْمَةً ، ثُمَّ يَكُونُ إِمَارَةً وَرَحْمَةً ، ثُمَّ يَتَكادَمُونَ عَلَيْهِ تَكادُمَ الْحُمُرِ فَعَلَيْكُمْ بِالْجِهَادِ ، وَإِنَّ أَفْضَلَ جهادِكُمُ الرِّبَاطُ ، وَإِنَّ أَفْضَلَ رباطِكُمْ عَسْقَلَانُ )

        “Awal urusan ini adalah kenabian dan rahmat, kemudian berikutnya kekhilafahan dan rahmat, kemudian berikutnya kerajaan dan rahmat, kemudian berikutnya pemerintahan dan rahmat, kemudian mereka saling merebutnya sebagaimana gigitan keledai, maka wajib bagi kalian untuk berjihad, dan sesungguhnya sebaik-baik jihad kalian adalah ribath (terikat dengannya), dan sebaik-baik ribath adalah di ‘Asqalan”.
        HR. Thabrani – al Mu’jamul Kabir” (11138)

        Rasulullah saw bersabda:

        لَتُمْلأَنَّ الأَرْضُ جَوْراً وَظُلْماً ، فَإِذَا مُلِئَتْ جَوْراً وَظُلْماً يَبْعَثُ الله رَجُلاً مِنِّي اسْمُهُ اسْمِي ، وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي فَيَمْلَؤُهَا عَدْلاً وَقِسْطاً كما مُلِئَتْ جَوْراً وَظُلْماً

        “Sungguh bumi ini akan dipenuhi oleh kezaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezaliman dan kesemena-menaan telah penuh, maka Allah akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku (dalam hadis lain keturunanku), namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana telah dipenuhi sebelum itu oleh kezaliman dan kesemena-menaan.” (Shahih Al-Jami: hadis on 5073; Shahih).

    • The admin says:

      1. Semua kajian adalah bertujuan mendapatkan pemahaman yg makin mendekati kebenaran selain mencari ridla Allah, kita sudah berjuang susah payah mengkaji ayat-ayat yang terlihat “seakan” saling bertentangan, dan Alhamdulillah bisa membuktikan bahwa ayat-ayat Quran tidak ada yang kontradiksi. Ini manfaat pertama. Manfaat kedua adalah, bahwa kita menjadi tahu bahwa Quran menjelaskan apa saja yang akan terjadi kedepan sampai menjelang kiamat.

      Seluruh umat Islam tahu, urutan tertinggi hukum Islam adalah Qur’an dan Sunnah, artinya hadits saja kalau bertentangan dengan Quran harus diabaikan. Jika anda lebih suka menaruh ayat Quran dibawah pendapat ulama maka itu urusan anda dengan Allah. Jika anda sdh bikin kajian topik ini yg berdasar ulama 4 Mazhab itu tolong dikirim lewat email, kita juga pengin baca. Jangan cuma menyanggah tanpa bukti.

      2.Pada jawaban pertanyaan No.9. khan sudah kita kutip dua ayat Maryam:19:88–93 dan Yunus 10:68, bahwa Nasrani yg mengimani Isa sebagai anak Tuhan adalah sesat. Tapi Allah juga menjamin Nasrani yg lurus juga masih akan ada sampai kiamat (An-Nisaa 4:159, dan Ali Imran: 55 dsb). Begitu sulitkah memahami ayat-ayat ini?

      3.Khilafah 3in1 itu apa???? anda sdh jelas2 gagal faham, maka kita minta untuk baca lagi-baca lagi, dan pertanyaannya hanya meng-ulang2 penanya terdahulu, seperti apa dasar 2 khilafah itu? pdhl sdh dijelaskan pd pertanyaan No 15. Jika msh kurang nanti kita tambah Haditsnya.

      Dibagian introduksi artikel ini khan sdh kita tulis, bahwa kita tidak mengklaim Kajian ini sebagai kebenaran mutlak, apalagi menyamakan pendapat kita dng ayat Qur’an. Jika anda punya pemahaman sendiri atas ayat2 yg dibahas, sekali lagi kita minta anda tulis kajian anda yg anda sebut sesuai pendapat 4 imam Mazhab itu. nanti kita muat dan diskusikan disini. Kita tunggu ya kajiannya.

      • Faiz says:

        Bikin Analisa gak bisa sembarang nulis ada pertanggung jawabannya di akhirat apalagi klw sampe ada yg ikut – ikut tersesat karena kesalahan analisa siAdmin..

        Khilafah Sesuai Manhaj Nubuwwah pada Akhir Zaman

        Rasulullah ﷺ bersabda:

        تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ ا للهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ اَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا ، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَّرِيًّا ، فَتَكُوْنَ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلآفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ، ثُمَّ سَكَتَ

        “Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya.
        Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam,” (HR. Imam Ahmad).

        Hadis diatas diriwayatkan Ahmad, 4/273, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 5).

        Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

        ( أَوَّلُ هَذَا الْأَمْرِ نُبُوَّةٌ وَرَحْمَةٌ ، ثُمَّ يَكُونُ خِلَافَةً وَرَحْمَةً ، ثُمَّ يَكُونُ مُلْكًا وَرَحْمَةً ، ثُمَّ يَكُونُ إِمَارَةً وَرَحْمَةً ، ثُمَّ يَتَكادَمُونَ عَلَيْهِ تَكادُمَ الْحُمُرِ فَعَلَيْكُمْ بِالْجِهَادِ ، وَإِنَّ أَفْضَلَ جهادِكُمُ الرِّبَاطُ ، وَإِنَّ أَفْضَلَ رباطِكُمْ عَسْقَلَانُ )

        “Awal urusan ini adalah kenabian dan rahmat, kemudian berikutnya kekhilafahan dan rahmat, kemudian berikutnya kerajaan dan rahmat, kemudian berikutnya pemerintahan dan rahmat, kemudian mereka saling merebutnya sebagaimana gigitan keledai, maka wajib bagi kalian untuk berjihad, dan sesungguhnya sebaik-baik jihad kalian adalah ribath (terikat dengannya), dan sebaik-baik ribath adalah di ‘Asqalan”.
        HR. Thabrani – al Mu’jamul Kabir” (11138)

        Rasulullah saw bersabda:

        لَتُمْلأَنَّ الأَرْضُ جَوْراً وَظُلْماً ، فَإِذَا مُلِئَتْ جَوْراً وَظُلْماً يَبْعَثُ الله رَجُلاً مِنِّي اسْمُهُ اسْمِي ، وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي فَيَمْلَؤُهَا عَدْلاً وَقِسْطاً كما مُلِئَتْ جَوْراً وَظُلْماً

        “Sungguh bumi ini akan dipenuhi oleh kezaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezaliman dan kesemena-menaan telah penuh, maka Allah akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku (dalam hadis lain keturunanku), namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana telah dipenuhi sebelum itu oleh kezaliman dan kesemena-menaan.” (Shahih Al-Jami: hadis on 5073; Shahih).

        • The admin says:

          Jadi yg pasti kajian yg anda sebut berdasar 4 imam mazhab itu tidak ada alias omong kosong. Terus yg anda sebut 3in1 sdh faham belum ??? koq gak ada tanggapan lagi???

          Pantes saja, yang anda kutip itu hadits2 yg khusus tentang Khilafah Islam (Khilafah Imam Mahdi), Soal Hadists2 itu dan Khilafah Al Mahdi sdh kita bahas tersendiri dalam “Khilafah islam terakhir”. .

          Yang anda sangkal khan Nabi Isa tidak akan menjadi Khalifah/pemimpin dan hanya Imam Mahdi, jadi kalau mau menyanggah harusnya anda maknai Ayat dan Hadits pada jawaban No.15 menurut versi pendapat anda kalau persepsi kita dianggap salah . Anda harus memperbaiki logika diskuasii dulu, biar kita tidak capek menuntun.

          Jika Dalil2 Quran itu tidak mampu anda fahami, kita kutipkan hadits yg gampang dicerna tapi sangat panjang yg teks lengkapnya silahkan baca disini sampai ketemu kalimat ini : :

          “…Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda lagi: “Kemudian Isa bin Maryam akan menjadi seorang hakim yang adil dikalangan ummatku dan seorang Pemimpin (Khalifah) yang bijaksana….(HR. Ibnu Majjah 4067)

          .

          • Faiz says:

            Islam menghendaki umatnya bersatu dalam jamaah dan satu pemimpin. Karena itulah, Islam melalui lisan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan sanksi berat terhadap upaya yang mengarah kepada dualisme kepemimpinan. Hal ini tampak dalam hadits-hadits berikut:

            وَمَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ، وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ، فَلْيُطِعْهُ إِنِ اسْتَطَاعَ، فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا عُنُقَ الْآخَرِ

            Barang siapa telah membaiat imam serta memberikan kesetiaan dan loyalitas kepadanya, maka hendaklah dia menaatinya semampu mungkin, kemudian bila datang orang lain yang menyainginya maka penggallah lehernya.” (Riwayat Muslim).

            إِذَا بُويِعَ لِخَلِيفَتَيْنِ، فَاقْتُلُوا الْآخَرَ مِنْهُمَا

            “Bila dilakukan baiat kepada dua khalifah, maka bunuhlah yang paling akhir dari keduanya.” (Riwayat Muslim).

            Al-Imam al-Nawawi rahimahullah ketika menerangkan Hadits Nabi diatas
            Makna hadits ini adalah apabila seorang khalifah dibaiat setelah setelah ada khalifah, maka bai’at yang pertamalah yang benar dan wajib dipenuhi. Sedangkan bai’at yang kedua adalah batil dan haram dipenuhi. Haram pula baginya (orang yang dibaiat yang kedua itu) menuntut baiat, sama saja apakah orang yang membaiat orang kedua itu mengetahui atau tidak. Sama juga apakah kedua orang (yang dibaiat) itu berada dalam dua negeri atau satu negeri; salah satunya berada di negeri imam yang terpisah atau di tempat lainnya. Inilah pendapat yang benar menurut madzhab kami dan kebanyakan para ulama’ (al-Imam al-Nawawi, Syar-h Muslim ‘alâ al-Nawâwi. Vol. 6/291).

            Penjelasan Imam al-Nawawi ini sangat jelas, bahwa adanya dua orang khalifah pada waktu yang bersamaan merupakan sesuatu yang tidak diperbolehkan. Kemudian dia berkata:

            وَاتَّفَقَ الْعُلَمَاء عَلَى أَنَّهُ لَا يَجُوز أَنْ يُعْقَد لِخَلِيفَتَيْنِ فِي عَصْر وَاحِد سَوَاء اِتَّسَعَتْ دَار الْإِسْلَام أَمْ لَا

            Dan para ulama sepakat bahwa tidak boleh diangkat dua orang khalifah dalam masa yang sama, baik dar Islam luas maupun tidak (al-Imam al-Nawawi, Syar-h Muslim ‘alâ al-Nawâwi, VI/291).

            Itulah pemahaman mayoritas ulama-ulama besar yg ada di 4 mazhab Islam.

            —–

            Jadi kaloupun mau menganalisa jangan bilang 2khilafah kembar karena itu akan terjadi dualisme kekhilafahan

            Klw mau beranalisa yg tdk merusak kaidah diatas,
            -Misal:
            setelah Al-Mahdi wafat, Isa Al-Masih masih hidup hingga 40thn.
            Ada kemungkinan beliau Isa akan menggantikan Al-Mahdi setelah wafatnya.

            -Hadits Penguatnya mana?
            Al-Mahdi hidup 7-9 thn
            “Imam Mahdi akan muncul di tengah-tengah umatku dan ia akan berkuasa selama lima, tujuh atau sembilan tahun.”
            Isa Al-Masih hidup 40thn
            “.Isa akan membunuh Dajjal, dan beliau akan tinggal di muka bumi selama empat puluh tahun. Setelah itu ia meninggal dan kaum muslimin menshalatinya.”

            —–

            “…Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda lagi: “Kemudian Isa bin Maryam akan menjadi seorang hakim yang adil dikalangan ummatku dan seorang Pemimpin (Khalifah) yang bijaksana….(HR. Ibnu Majjah 4067)

            Masih di hadist yg sama, coba baca keatas dari HR. Ibnu Majjah 4067 itu:
            “…Ketika pemimpin mereka hendak maju ke hadapan untuk mengimami dalam shalat subuh, tiba-tiba turunlah Isa bin Maryam, maka mundurlah imam merka ke belakang supaya Isa maju untuk mengimami shalat. Isa lalu meletakkan tangannya di antara dua bahunya (pemimpin mereka) sambil berkata, ‘Majulah kamu dan pimpinlah shalat, karena sesungguhnya ia ditegakkan untuk kamu.’ Akhirnya pemimpin mereka pun mengimami mereka shalat,…

            https://tafsirq.com/hadits/ibnu-majah/4067

            Hadis ini semakna dg hadits:
            Dari Jabir bin ’Abdillah, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

            لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ – قَالَ – فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ -صلى الله عليه وسلم- فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا. فَيَقُولُ لاَ. إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ. تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الأُمَّةَ

            ”Sekelompok dari umatku ada yang akan terus membela kebenaran hingga hari kiamat. Menjelang hari kiamat turunlah ’Isa bin Maryam. Kemudian pemimpin umat Islam saat itu berkata, ”(Wahai Nabi Isa), pimpinlah shalat bersama kami.” Nabi ’Isa pun menjawab, ”Tidak. Sesungguhnya sudah ada di antara kalian yang pantas menjadi imam (pemimpin). Sungguh, Allah telah memuliakan umat ini.”[29]

            Dalam hadits yang muttafaqun ’alaih (disepakati Bukhari dan Muslim), Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

            كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ ابْنُ مَرْيَمَ فِيكُمْ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ

            ”Bagaimana kalian jika ’Isa bin Maryam turun di tengah-tengah kalian dan imam kalian dari kalangan kalian sendiri?”[30]

            Abu Dzar Al Harowiy, dari Al Jauzaqi, dari sebagian ulama masa silam mengatakan bahwa makna ”Imamukum minkum” (Imam kalian adalah dari kalian sendiri), yaitu imam tersebut berhukum dengan Al Qur’an dan bukan dengan Injil.

            • The admin says:

              Inilah yang kita sebut gagal total dalam mememahami hukum, yang akhirnya memahami hadits yg diajukan sendiripun juga salah.

              1. Coba baca kembali ayat pada Kajian Part-3. Disana ada An-Nahl:93, Al-Maidah:48, dan Asy-Syuura 42:8.Bahwa Allah tidak akan menjadikan dalam satu umat. Artinya sampai kiamat masih ada 2 umat itu, tentu nanti dengan pemimpin umat masing masing.

              2. Hadits2 anda yg melarang ada 2 pemimpin itu adalah berlaku untuk internal Umat Muhammad, bukan diterapkan ke Umat Nabi Isa yg punya hukum sendiri.

              Gambarannya gini: Jika nanti Imam Mahdi sudah muncul, dan ada seorang muslim yg juga mengklaim sbg Khalifah umat Islam, maka pegangannya Hadist2 itu. Jika difahami tdk sesuai ayat itu, dimana dianggap hanya akan ada 1 umat dan 1 Khalifah Allah yaitu Al Mahdi, maka anda hrs memenggal leher Nabi Isa dong ??? Jadinya konyol khan?.

              Sumbernya, adalah cara anda menerapkan hukum yg kacau balau, harusnya :
              1. Pegang dikepala ayat Quran sebagai pegangan utama.
              2. Jika ada hadits yg memberi petunjuk lebih lanjut, maka memahaminya diselaraskan dengan ayat, bkn sesuai logika yg kita mau.
              3. Jika Hadits itu tidak selaras/bertentangan dengan ayat, lupakan saja.
              4. Jika tidak ada penjelasan dalam Qur’an dan hadits, maka baru boleh memakai Ijma’, Qiyas atau Fatwa.

              Ijma’, Qiyas, Fatwa itu khan Pendapat/ kesepakatan Ulama yg bersifat darurat dan bukan hukum yg berlaku universal, mutlak & permanen. Bisa jadi diyakini satu mazhab/ kelompok/ negara, tapi ditolak oleh mazhab lain, atau berubah seiring waktu.

              • Faiz says:

                Terserah elu lah min..
                Tugas gua cuman ngingetin bahwa setiap apapun yg dilakukan akan ada pertanggungjawaban nya di akhirat kelak, apalagi jika ada orang lain yg ikut tersesat dg pemahaman yg salah dlm menafsirkan Ayat Al-Qur’an tsb.
                ———
                Mohon pembaca lain tidak meniru “elu-gue” spt ini ya, disini bukan web lampu merah – theadmin

                • Wowtowow says:

                  Coba ingatkan kami yg sesat dan penuh salah pemahaman ini.

                  Bagaimana menurut pemahaman Faiz tentang Al-Maidah 48 ?, Beri kami Petunjuk dan pandangan Faiz, wahai Faiz yg paling berilmu.

                  Luruskanlah pemahaman kami yg menurut Faiz salah dan sesat ini,
                  jika tidak diluruskan maka Faiz akan bertanggung jawab diakhirat nanti.

                  Jika kami salah beritahu letak kesalahan kami, jangan hanya bisa menyesat-nyesatkan, dan menyalah-nyalahkan kami yg kurang berilmu ini tanpa dasar.

                • The admin says:

                  Ya paling itu kata2 yg keluar jika sdh kehilangan logika dlm diskusi, “terserah aja” dan parahnya “mengkafirkan orang”. Tapi minimal kita sdh mencoba bantu menuntun dengan berbagai cara. Banyak istighfar ya Faiz, mudah2an Allah memberi hidayah dan mengampuni tuduhan sesat anda. – Theadmin.

        • Wowtowow says:

          1. Faiz dulu Mondok dimana ?,
          2. Apakah menurut Faiz, berdasarkan kajian Faiz ingin menciptakan satu dunia, satu bendera, satu umat, satu tatanan dunia ?
          3. Bagaimana pendapat Faiz tentang Surat (QS. Al-Maidah:48) ?

          • Faiz says:

            No.1 & No.3 males gw jawabnya

            No.2 coba renungkan..
            Dalil tertinggi itu Al-Quran & Hadits
            Kedua Ijma Ulama & Qiyas
            Ketiga Analisa yg tdk menyalahi qaidah diatas tsb.

            • Wowtowow says:

              Yg mana yg harus direnungkan ?
              Bagaimana pendapat Faiz tentnag pertanyaan No.3, Kaidah 48, saya minta pendapatnya aja ?

            • Wowtowow says:

              Kalau diskusi pakai dalil, maka semua orang punya dalilnya masing-masing, yg ada malah debat kusir.

              Lebih baik bicara konteksnya, argumentasinya bagaimana, tentang dalil-dalil yg ada.

              Sekarang Konteksnya Umat Akhir Zaman, yg menurut Artikel ini terbagi menjadi dua jalur umat.

              Menurut Faiz kan dalam berdiskusi dalil tertinggi yg digunakan adalah Qur’an, kalau gitu kita bahas dulu Al-Maidah 48, setelah itu baru bahas hadis-hadis terkait, setelah itu baru kajian-kajian ulama-ulama yg ada.

              Sekarang pertanyaannya saya.
              1. Apakah menurut Faiz, berdasarkan kajian Faiz ingin menciptakan satu dunia, satu bendera, satu umat, satu tatanan dunia ?
              2. Bagaimana pendapat Faiz tentang Surat (QS. Al-Maidah:48) ?

              Biar jelas arah diskusinya

  8. Ardicibinong says:

    Faiz kalimat tulisannya seakan akan menjatuhkan, kayanya faiz juga gak ngerti yang namanya diskusi.

    • Arif rahman says:

      Bener antum dan admin, logikanya si Faiz kagak jalan tapi cuman ngeyel. Kalo emang gak faham khan mending bertanya baik-baik daripada sok mendebat tapi malah makin keliatan kurang modal. LOL.

      • -syarif -hidayat says:

        tapi gpp, bacain pendapat/sanggahan atau apalah disebutnya dari Sdra Faiz jadi semakin terbuka dan mendalam pembahasan topik ini. setidaknya dia sudah memberi ilmu soal tanggapan menurut 4 mazhab itu .. lalu lagi-lagi dengan admin dijawab dengan baik.

  9. Mahmud says:

    Faiz itu orang kan..?

  10. Taufan says:

    Assalamualaikum, Tips admin (diatas) dalam penggunaan hukum untuk memahami suatu masalah adalah aturan standar yg biasa dipakai, adakah tips yg lebih khusus krn pemahaman admin kadang tdk spt yg saya fikirkan, tapi logis dan bisa saling terkait tdk ada yg saling bertentangan.

    • The admin says:

      Benar sekali, itu pijakan standar yg gampang diucapkan tp seringnya tdk dipatuhi. Tips khusus tidak ada, tapi kalau kita amati kegagalan interpretasi umumnya karena “ketidak konsistenan” kita sendiri. Contohnya gini:

      1. Ayat pertama sdh difahami esensinya, tapi ketika kemudian melihat ayat/hadits berikutnya, isi ayat pertama dilupakan/ diabaikan, demikian seterusnya hingga mata rantai logika gagal terbangun.
      2. Tidak mencari pijakan pertama dari ayat malah hadits dulu, yg besar kemungkinan salah interpretasi, tidak terbantu mata rantai logika, jadinya argumennya rapuh (gampang dipatahkan).
      3. Sudah terpatri dikepala pemahaman lama yg salah, shgg yg dicari dalil yg terkait, yg sebenarnya sdh lama salah interpretasi.

      • Taufan says:

        ooh gitu, jd sumber masalah adalah inkonsistensi .
        Kalo pd kasus Faiz itu yg dimaksud admin gagal fahamnya dimana? Banyak kajian biasanya menyandarkan pendapat Ulama 4 mazhab, ada alasan tertentu admin tdk memakai?
        Maaf ya min nanya terus .

        • The admin says:

          Sanggahan menjadi menarik dan berbobot jika sdh memahami materi kajian, shgg kita juga dapat pemikiran baru dan ada nilai tambah. Itu bukan sanggahan tapi tidak faham materi (gagal faham), makanya dari awal kita tidak begitu tertarik.

          Jika faham 3 poin ini saja: 1.Allah tidak akan menjadi 2 jalur umat itu menjadi satu 2.Bahwa Umat Nabi Isa yg lurus msh akan ada sampai kiamat 3.Bahwa dalam semua agama ada yng lurus dan ada yang sesat, maka tidak perlu ada kebingungan spt itu.

          Soal pendapat Ulama. Hanya ada 2 sumber hukum yaitu Qur’an dan Sunnah dan kita semua tahu bahwa pendapat Ulama hanyalah hukum yg sifatnya darurat, sementara Surat An-Nahl:89 menyebut bahwa Qur’an telah menjelaskan segala sesuatu. Artinya jika kita merasa ada yang tidak dijelaskan dalam Quran, berarti hanya karena kita yang belum menemukan, atau karena kita belum mampu mencerna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *