MBAH MA’JUJ, KAMBING DAN ID2020

 

Suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar  kita sudah memasuki sebuah era kehidupan yang sangat berbeda dengan tahun 2019 dan sebelumnya, dan itu sepertinya tidak akan pernah bisa kembali. Hal yang banyak orang rasakan mungkin adalah hidup semakin sulit, bahkan bergerakpun semakin sulit, tapi banyak yang masih bingung kemana sebenarnya arah dari semua ini.

Bersamaan dengan wabah ini, suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar  kita juga sedang memasuki sebuah era yang kita istilahkan dengan “No Place to hide”, tak seorangpun bisa sembunyi dan menyembunyikan apapun.  

Saat ini, diseluruh dunia semua negara didunia sedang dikejar untuk menyelesaikan apa yang disebut sebagai proyek “ID digital”, sebagian besar dari kita sudah punya dalam dompet kita masing-masing, sementara sebagian lagi ada yang belum, semua orang dipelosok dunia manapun harus punya ‘Id digital’.  

Globalis (mbah Ma’juj), menamakan proyek itu dengan nama ‘ID2020’, sebuah nama yang menunjukkan sendiri bahwa poyek  ini tidak lama lagi akan secara total diterapkan ke setiap manusia didunia ini tanpa terkecuali.

Mbah ma’juj membuat kemasan ID2020 ini dengan sangat menarik, yaitu untuk  ‘melindungi data pribadi setiap orang‘. Wow… 

ID digital menjadi sangat penting bagi mbah ma’juj, karena sifatnya yang gampang diinterkoneksikan dengan data digital kita yang lain,  seperti id pajak, id kesehatan, id paspor, id bank, id medsos, SIM, email, No HP, dsb, sehingga semua status  kehidupan setiap manusia didunia akan gampang statusnya dilacak oleh Mbah ma’juj.  

Ini dimungkinkan, karena semua data pribadi setiap manusia termasuk scan kornea matanya sudah terekam dan setiap update pergerakannya bisa terpantau lewat HP yang dibawanya. Sementara lewat rekaman scan cornea mata, akan terpantau sedang diBandara manapun diseluruh dunia.

Jadi selain hidup kita akan selamanya terkungkung oleh Virus, kita akan memasuki sebuah kehidupan baru yang kita namakan ‘tracked dan traced’ itu, anggap saja ini istilah ketiga dari aaz selain ‘no place to hide’ dan ‘mbah ma’juj’.

 

Dengan bahasa yang lain, umat manusia diseluruh dunia sedang memasuki ‘gaya hidup baru’ yang menjadi sangat terbatas yang penuh resiko. Sebuah era dimana jika kita berdekatan dengan orang lain maka ‘kans hidup’ atau ‘resiko hidup’ kita sekarang bisa dibilang menjadi ‘fifthy fifthy’. Sementara kalau kita tinggal dirumah saja, kita dihadapkan pada resiko tidak mampu membayar biaya hidup. 

 

Selain itu, ‘dimanapun kita berada’, ‘kemanapun kita pergi’ , ‘apapun yang kita lakukan’, bahkan sampai ‘apakah kita selamat’  selama hidup baru bersama wabah tanpa kahir ini, akan ‘tracked and traced’.

 

Lebih rinci  soal ID2020 ini, bisa anda baca di web resminya.

 

 

Panduan Agama Menyikapi Era Hidup Baru

Ada puluhan Hadits yang menuntun kita saat memasuki era ini, puluhan hadits itu dari bermacam perawi berbeda tapi semuanya mengatakan hal yang sama persis. Kita akan mengutip beberapa saja :

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكَ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الرَّجُلِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنْ الْفِتَنِ

Telah bercerita kepada kami Isma’il bin Abi Uwais berkata telah bercerita kepadaku Malik dari ‘Abdur Rahman bin ‘Abdullah bin ‘Abdur Rahman bin Abi Sha’sha’ah dari bapaknya dari Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Diperkirakan  (akan datang suatu masa)  ketika itu harta seseorang yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya menyusuri perbukitan dan lembah-lembah tempat turunnya air hujan karena dia lari menyelamatkan agamanya untuk menghindari fitnah”. (HR. Bukhari No.3055)

 

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنْ الْفِتَنِ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf Telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abdurrahman bin Abdullah bin Abi Sha’Sha’ah dari ayahnya dari Abu Sa’id Al Khudzri radliallahu ‘anhu, bahwasanya ia menuturkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “tak lama lagi sebaik-baik harta seorang muslim adalah kambing yang ia gembalakan di lereng-lereng gunung dan tempat-tempat hujan turun, dia lari untuk menyelamatkan agamanya dari gelombang fitnah.” (HR.Bukhari No.6561)

 

أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْنٌ ح وَالْحَارِثُ بْنُ مِسْكِينٍ قِرَاءَةً عَلَيْهِ وَأَنَا أَسْمَعُ عَنْ ابْنِ الْقَاسِمِ قَالَا حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ مُسْلِمٍ غَنَمٌ يَتَّبِعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنْ الْفِتَنِ

Telah mengkhabarkan kepada kami Harun bin Abdullah, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ma’n dan Al Harits bin Miskin dengan membacakan riwayat sedangkan saya mendengar dari Ibnu Al Qasim mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Malik dari Abdur Rahman bin Abdullah bin Abdur Rahman bin Abu Sha’sha’ah dari ayahnya dari Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sudah dekat zaman di mana harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing, dengannya dia menuju puncak gunung dan tempat turunnya hujan, dia lari membawa agamanya dari berbagai fitnah.” (HR. Nasa’i No.4950)

 

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنْ الْفِتَنِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair dari Yahya bin Sa’id dari Abdullah bin Abdurrahman Al Anshari dari Ayahnya bahwa dia mendengar Abu Sa’id Al Khudri berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Nyaris harta seorang muslim yang terbaik adalah seekor kambing yang dipelihara di atas pegunungan dan tempat tetesan embun (mata air), lari demi menyelamatkan agamanya dari fitnah.” (HR. Ibnu Majah No.3970).

 

Makna pertama dari hadits ini adalah, bahwa suatu saat kita akan mengalami kelangkaan pangan, sehingga digambarkan harta seseorang tidak berarti karena tidak ada bahan pangan yang bisa dibeli. Orang yang lebih beruntung adalah yang hidup dipelosok dengan beternak dan bertani, yang bisa mencukupi pangannya sendiri.

Makna penting lain,  hadits-hadits itu adalah, bahwa suatu saat dunia akan memasuki era yang sarat fitnah dan kesulitan dalam menegakkan syariat agama. Kita sebenarnya sedang hidup dizaman yang disebut  dalam hadits itu.

Hadits-hadits itu intinya menyarankan bahwa, agar kita mempunyai lebih banyak kans untuk selamat dari fitnah dan bisa menjalankan syariat agama dengan normal, maka kita dianjurkan untuk hidup mengasingkan diri dikampung dan menjauhi keramaian kota.

Kenapa kita disarankan untuk menghindari fitnah dan menyelamatkan  agama kita?

Salah satu sisi fitnah yang mungkin tidak kita sadari adalah, bahwa setiap orang kini telah saling curiga apakah orang didekatnya telah terinfeksi, apakah yang masuk rumahnya, klasternya, lingkungan, tempat kerjanya  adalah telah terinfeksi, atau bahkan yang meninggalpun bisa dicurigai terinfeksi. Jadi bahkan orang yang meninggalpun bisa menjadi sumber fitnah.

Aspek yang disebut hadits sebagai menyelamatkan agamanya adalah, bahwa kita sedang memasuki era yang serba tidak jelas, apakah kita bisa untuk menjalankan ibadah secara normal seperti sholat diMasjid, bahkan apakah kita bisa menunaikan ibadah hajipun, semuanya menjadi tidak jelas.

ID2020 bukanlah kisah fiksi, dan saat kita mengalami kehidupan baru yang aneh ini bukanlah fiksi, ini fakta hidup yang sedang kita alami.

Untuk mendukung bahwa pemaparan kita bukan fiksi, dibawah ini silahkan simak video ‘arahan’ seorang mantan PM Inggris Tony Blair, yang sepertinya adalah salah satu ‘panitia’ dari proyek dari mbah ma’juj tentang ID2020.

Terakhir, seperti biasa kita ucapkan “Selamat datang diera akhir zaman”.

 

 

Semua orang akan membutuhkan  sebuah ‘ID digital’ baru,  agar mereka dapat menunjukkan ‘status penyakit’ yang mereka derita ketika dunia bergerak keluar dari ‘Lock down’ (Covid-19), kata Tony Blair.

Mantan PM  Inggris itu  mengemukakan alasan perlunya ID2020 : bahwa, bidang-bidang industri seperti biro perjalanan internasional dapat memulai kembali bisnisnya. hanya jika setiap orang dapat menunjukkan dengan mudah apakah mereka bersih dari coronavirus.

Saat berbicara di konferensi teknologi CogX virtual, Blair mengatakan bahwa sistem seperti itu akan beroperasi berdampingan dengan program ‘track and trace’  ketika perekonomian dunia mulai dibuka kembali.

“Hari ini anda semua sudah bisa membuat ID digital, ini akan membuat anda jauh lebih mudah untuk dilindungi sehingga Anda dapat menangani banyak masalah ‘privasi’ dan ‘pengawasan‘ yang telah membuat banyak orang khawatir itu,”  ‘Ini adalah evolusi alami dari cara kita menggunakan teknologi dalam setiap peristiwa, untuk berinteraksi dalam  kehidupan sehari-hari, dan krisis Covid ini memberikan alasan tambahan untuk melakukan itu.

‘Saya fikir tanpa ada status penyakit seseorang,  seperti, apakah sudah pernah diuji terinfeksi, bagaimana hasil dari tes itu, dan apakah mereka telah terinfeksi penyakit itu,  maka tanpa rekaman data  seperti itu maka  akan sulit untuk kembali ke situasi yang mendekati normal, terutama dalam hal-hal bidang seperti transportasi’, kata Blair

‘Jika Anda akan memulai melakukan perjalanan internasional lagi, bagaimana bisa Anda akan  melakukan itu kecuali tanpa setiap orang mau dengan mudah untuk diuji dan telah memiliki beberapa catatan tentang hasil tes itu?

Blair mengakui, bahwa  meningkatnya penggunaan teknologi berisiko akan ada saja beberapa orang yang kurang nyaman memakainya, tetapi menurutnya  masalah ini dapat diatasi melalui pelatihan dan pendidikan.

 

“Kesenjangan digital antara mereka yang akrab dan dapat menggunakan teknologi baru dengan baik dan mereka yang tidak bisa, jelas akan menjadi sumber kesulitan besar, katanya. Namun, dia mengatakan orang perlu beradaptasi karena beberapa sektor ekonomi akan berubah selamanya karena virus ini.”

 

Pekan lalu, mantan perdana menteri Inggris itu mengatakan bahwa pemerintah perlu menggunakan semua kapasitas laboratorium yang tersedia dan untuk mendukung peluncuran pemeriksaan antigen dan antibodi yang ‘cepat, di tempat’.

Tes antigen ditujukan untuk menunjukkan apakah seseorang saat ini telah erinfeksi  coronavirus sementara tes antibodi untuk menunjukkan apakah seseorang sebelumnya pernah sembuh dari penyakit ini.

 

This entry was posted in Extend, recent post, Islamic View and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to MBAH MA’JUJ, KAMBING DAN ID2020

  1. Salwa says:

    Apakah ini seperti ktp digital itu?
    Ahli dari surabaya bilang wabah akan berakhir september, apa ini mendekati kebenaran?

    • The admin says:

      Ya btl ktp elektronik.

      Ahli dr Surabaya itu td diTV bilang, dasarnya hanya data sebulan terakhir, menurut kita itu sebuah kesmpulan yg gegabah, banyak parameter yg tidak masuk sbg dasar perhitungan:
      1. Karakter virus yg sulit diprediksi karena bisa bermutasi dalam waktu singkat.
      2. Virus ini 100%baru, belum ada data statistik yg valid yg bisa dijadikan acuan.
      3. Sampling rate kita sangat kecil hanya 1700/1jt populasi. Singapore : 80rb/1jt, UEA :265rb/1jt.
      4. Kebijakan pembatasan yg tiap hari berubah.

      Jadi pendapat kita, parameter yg dipakai sangat tidak mencukupi untuk bisa dijadikan dasar membuat kesimpulan spt itu.

      • Zan says:

        Sebenarnya, lebih tepatnya e-passport.
        Sekarang kan masih optional. Maka tidak kemungkinan tahun 2021, ya udah jadi wajib buat keluar negeri untuk e-passport.

        • The admin says:

          Epasport beda lagi, nanti jadinya yg teridentifikasi hanya yg mau keluar negeri, khan targetnya setiap manusia hrs identified, trackable dan traceable secara digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *