MUSLIM ROHINGNYA, GENOSIDA SISTEMATIS YANG TERABAIKAN

 

 

Pembantaian muslim Rohingnya di Myanmar adalah genosida sistematis yang dilakukan suatu negara tapi  diabaikan oleh dunia internasional. Tidaklah aneh jika Negara negara barat dan mainstream medianya tidak mempopulerkannya karena mereka bagian dari semua ini, bagaimana tidak San Suu Kyi adalah orang yang mereka anugerahi nobel perdamaian. Lebih aneh lagi Negara negara muslim disekitarnya seperti Malaysia dan Indonesia hanya bisa mengeluarkan kutukan tak berguna tanpa ada tindakan politik apapun dalam kancah ASEAN apalagi dunia. hebaaat…

Para  pengamat  menilai tingkat “kebarbaran” yang terjadi Myanmar  setingkat dengan yang dilakukan para teroris diSuriah, bedanya diSuriah  ada kepentingan terselubung Israel dengan Koalisi NATO dan beberapa negara arab tetangga Suriah untuk  mengganti pemimpinnya, sehingga mereka “terpaksa”  harus membuat propaganda hitam terhadap Assad.   Di Myanmar genocida terhadap saudara2 muslim itu ditutup secara rapat, yang kelihatan dan disorot media hanya mengalirnya pengungsi sejak beberapa tahun terakhir.

Perbedaan lain adalah kalau diSuriah pembantaian oleh NATO dan sekutu arabnya dilakukan dengan mendanai kelompok2 teroris dan  pemberontak, tapi di Miyanmar dilakukan langsung oleh tentara pemerintah.

Selain itu kalau diSuriah para pelaku keganasan kemanusiaan itu masih mendapat perlawanan dari pasukan pemerintah Suriah , tapi diMyanmar tentara pemerintah melakukannya terhadap orang2 yang tidak bersenjata. Akhir akhir ini ada upaya untuk mempersenjatai beberapa pria Rohingnya yang belum jelas siapa pendananya, tapi jelas upaya ini  hanya untuk membuat pengalihan  isu bahwa tentara Myanmar menyerang teroris. Karena jangankan untuk membeli senjata dan amunisi, untuk hidup saja mereka sangat sulit , mereka adalah warga minoritas terpinggirkan diMyanmar yang hanya diperalat ketika pemilu.

Berdasarkan Konvensi Jenewa PBB  , genosida digambarkan dalam beberapa definisi. antara lain  adalah  : Tindakan yang  bermaksud untuk menghancurkan secara keseluruhan atau sebagian  kelompok nasional, etnis, ras atau agama  dan termasuk membunuh anggota kelompok . Menyebabkan kerugian fisik atau mental yang serius bagi anggota kelompok.  Dengan sengaja menimbulkan kondisi  kehidupan suatu kelompok yang disengaja untuk menghasilkan kerusakan fisik secara keseluruhan atau sebagian. Tindakan yang dimaksudkan untuk mencegah kelahiran baru di dalam kelompok. Dan  memindahkan anak secara paksa ke kelompok lain.

Dari visi  setiap definisi itu pemerintah Myanmar jelas  telah melakukan genosida sistematis terhadap 1,3 juta populasi Muslim Rohingya  yang sebagian besar diabaikan oleh masyarakat internasional, terlepas dari pengakuan PBB bahwa pembunuhan massal, penghilangan , penyiksaan, pemerkosaan geng, pemukulan brutal, pemalsuan properti, dan pengusiran  paksa memang sedang  terjadi dan meningkat frekuensi dan keganasannya.

Laporan PBB tahun 2017 tentang “tindakan kekerasan” Myanmar terhadap negara bagian Rakhine  utara menggambarkan kekerasan tersebut sebagai  “kejahatan terhadap kemanusiaan,” dan bahwa “bobot  dan skala dari tuduhan ini menimbulkan reaksi kuat masyarakat internasional,” namun dunia internasional khususnya para pemimpin dan media Barat terus mengabaikan pemusnahan sistematis Muslim Rohingya  di Myanmar.

 

“Anak-anak Rohingya ini telah menjadi sasaran keganasan dan keganasan yang tak tertahankan. Bagaimana bisa  atas nama Kebencian  seorang bisa  menusuk bayi yang sedang menangis minta susu ibunya. Dan sang ibu yang  menyaksikan pembunuhan anaknya  itu sedang diperkosa oleh pasukan keamanan yang seharusnya melindunginya, “kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra’ad Al Hussein.

 

Anehnya kekejaman yang ditimpakan Negara Myanmar kepada rakyatnya  yang harusnya melindungi keamanan mereka tersebut tidak menarik berita mainstream media dunia. Mereka hanya memberitakan mengalirnya pengungsi Rohingnya.

 

Secara berfikir bodoh saja para pemimpin dunia terutama pemimpin negara2 mayoritas muslim terdekat  itu harusnya tahu , bahwa adanya banjir pengungsi yang pergi hanya dengan baju dibadan itu adalah  mengindikasikan terjadi ancaman keselamatan jiwa yang serius. Tapi tidak ada upaya politik apapun yang dilakukan atas situasi yang sangat darurat itu, dan hal itu sudah berlangsung beberapa tahun.

 

Kekejaman itu  diantaranya  adalah pembantaian bayi dan anak kecil dengan pisau, penghancuran persediaan makanan yang disengaja, dan pembakaran dan penjarahan seluruh desa. Dari 101 wanita Muslim Rohingya yang diwawancarai oleh PBB  lebih dari separuh mengatakan bahwa mereka telah diperkosa atau diserang secara seksual.

 

Sattar Islam Nirob adalah salah seorang pengungsi Muslim Rohingya berusia 28 tahun di salah satu dari tiga kamp pengungsi yang didirikan di dalam perbatasan Bangladesh. Dia dan keluarganya telah berlindung di kamp pengungsian Kutapalong  yang sekarang menampung 13.766 pengungsi Muslim Rohingya di samping itu ada lebih dari 65.000 orang yang berlindung di kamp pengungsian lainnya, kata Nirob.

Map showing Maungdaw's location in Rakhine State

Nirob mengatakan bahwa serangan terbaru yang dilakukan oleh pasukan keamanan Myanmar mendorong jumlah pengungsi Muslim Rohingya yang meningkat dengan cepat bergerak menuju perbatasan Bangladesh. Kemarin dia memperkirakan akan ada lebih dari 3000 orang yang menunggu, lebih tepatnya  memohon untuk mendapat status pengungsi, sementara dia memperkirakan 1.200 orang telah ditangkap oleh petugas patroli perbatasan Bangladesh karena berusaha menyeberang tanpa izin.

Kemarin, pasukan keamanan Banglades secara paksa mengirim kembali 90 orang Muslim Rohingya yang mencoba melarikan diri dari Myanmar, dan kemudian mulai menembakkan mortir dan senapan mesin ke arah mereka, menurut Al Jazeera.

Tetapi  walapun beberapa  orang  muslim Rohingya  berhasil masuk ke negara tetangganya  Bangladesh, tapi  kamp-kamp pengungsi yang menanti mereka  digambarkan sebagai kamp yang mengerikan.

Dia menjelaskan kepada saya kondisi di dalam kamp Kutapalong  sambil bercucuran  air mata saat ia menceritakan bahwa dia menyaksikan bayi yang  kelaparan dan mengalami dehidrasi sampai mati karena kekurangan air dan persediaan susu .

Ketika  Nirob ditanya apakah dia merasa situasinya tidak ada harapan, dia mengatakan bahwa dia tidak punya  harapan kepada  masyarakat internasional, dengan mengatakan, “Jika pemerintah AS dan PBB dapat bekerja sama untuk menekan pemerintah Myanmar, ini akan sangat memperbaiki situasi bagi semua pengungsi Rohingya. “

Meskipun optimisme Nirob masih ada  dalam menghadapi musuh yang tak terlukiskan (ganasnya) itu, upaya untuk menekan pemimpin de facto Myanmar San Suu Kyi yang adalah seorang penerima Hadiah Nobel Perdamaian  telah pupus. Dia (San Suu Kyi)  tidak hanya mencegah PBB untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia di Myanmar, tapi dia juga memfitnah Muslim Rohingya sebagai “teroris” dan  atau pendukung terorisme.

 

Sejarah  Pendek Orang Rohingnya

Abad ke-8: Orang Rohingya yang berasal Asia Selatan, tinggal di sebuah kerajaan independen di Arakan, sekarang dikenal sebagai  Rakhine city  di Myanmar modern.

Abad ke-9 sampai 14: Orang Rohingya mulai mengenal  Islam melalui pedagang Arab. Hubungan erat dijalin antara Arakan dan Bengal.

1784: Raja Burma (sekarang Myanmar)  Bodawpaya menaklukkan Arakan dan ratusan ribu pengungsi melarikan diri ke Bengal.

1790: Hiram Cox  seorang diplomat Inggris  dikirim untuk membantu para pengungsi  yang kemudian mendirikan kota Cox’s Bazar di Bangladesh  di mana masih banyak Rohingya yang tinggal hari ini.

1824 sampai 1942: Inggris menguasai Burma yang sekarang dikenal sebagai Myanmar dan menjadikannya sebagai salah satu propinsi pendudukan Inggris di India. Banyak  Pekerja masuk  ke Burma dari bagian lain dari India (yang dikuasai Inggris)  untuk pekerjaan proyek proyek infrastruktur.

1942: Jepang menyerang Burma dan  mendorong Inggris keluar Burma. Ketika Inggris mundur kaum nasionalis Burma menyerang komunitas Muslim yang mereka fikir mendapat keuntungan dari pemerintahan kolonial Inggris.

1945: Inggris membebaskan Burma dari pendudukan Jepang dengan bantuan nasionalis Burma yang dipimpin oleh Aung San dan pejuang Rohingnya. Tapi Kelompok Rohingya merasa dikhianati karena Inggris tidak memenuhi janji untuk member otonomi otonomi Arakan (Rakhine state).

1948: Terjadi Ketegangan yang meningkat antara pemerintah Myanmar yang baru merdeka dengan  orang Rohingya . Banyak di antara orang Rohingnya menginginkan Arakan untuk bergabung dengan Pakistan yang mayoritas Muslim. Pemerintah membalas dengan mengucilkan Rohingya, termasuk membersihkan pegawai pemerintah dari orang Rohingya.

1950: Beberapa orang Rohingya menolak pemerintah dengan pemberontakan yang dipimpin oleh kelompok bersenjata yang disebut Mujahid. Tapi pemberontakan berangsur-angsur mereda.

1962: Jenderal Ne Win dan Partai Program Sosialis Burma merebut kekuasaan dan mengambil kebijakan garis keras melawan Rohingya.

1977: Junta militer memulai Operasi “Nagamin”  atau operasi “Dragon King”, yang mereka katakan dimaksudkan untuk membersihkan penduduk asing. Lebih dari 200.000 orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh karena  ditengarai adanya kekerasan oleh tentara. Tapi tentara membantah melakukan itu.

1978: Bangladesh melanggar kesepakatan yang diperantarai PBB  dengan Burma tentang  repatriasi pengungsi  di mana kemudian sebagian besar Rohingya kembali ke Burma.

1982: Undang-undang imigrasi yang baru mendefinisikan bahwa orang-orang yang bermigrasi selama pemerintahan Inggris sebagai imigran ilegal. Dan Pemerintah Burma menerapkan ini pada semua orang Rohingya.

1989: Tentara mengubah nama Burma menjadi Myanmar.

1991: Lebih dari 250.000 pengungsi Rohingya melarikan diri dari apa yang mereka katakan sebagai  kerja paksa, pemerkosaan dan penganiayaan agama doleh tentara Myanmar. Tentara mengatakan bahwa mereka hanya melaksanakan tugas di Rakhine.

1992 sampai 1997: Sekitar 230.000 Rohingya kembali ke Arakan, yang sekarang dikenal sebagai Rakhine di bawah perjanjian repatriasi yang baru lainnya.

2012: Terjadi Kerusuhan antara Muslim Rohingya dan oaring Rakhine yang beagarama Budha menewaskan lebih dari 100 orang yang kebanyakan korbannya orang Rohingya. Puluhan ribu orang dibawa ke Bangladesh. Hampir 150.000 orang dipaksa masuk kamp-kamp di Rakhine.

2016: Kelompok militan Rohingya Harakah al-Yaqin menyerang pos-pos penjagaan perbatasan, menewaskan sembilan tentara. Tentara membalas yang membuat lebih dari 25.000 orang melarikan diri dari Rakhine ke Bangladesh karena   pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran oleh tentara. Tapi pemerintah Aung San Suu Kyi membantah kekejaman yang dilakukan tersebut.

Posted in Analisa Geopolitik | Tagged , , , | 2 Comments

KEGAGALAN KOALISI ARAB SAUDI DI YAMAN

People carry the body of a woman they recovered from under the rubble of a house destroyed by a Saudi-led airstrike in Sanaa, Yemen, Aug. 25, 2017.

Kegagalan manuver  Koalisi pimpinan Arab Saudi di Suriah dan Iraq nampaknya akan terulang lagi di Yaman, sudah hampir tiga tahun intervensi militernya di Yaman  negara paling miskin diteluk arab ini . Sampai saat ini belum ada tanda tanda Saudi akan memenangkan pertempuran melawan milisi Houthi yang didukung Iran. 

Keberhasilan besar Saudi  adalah mampu membungkam Negara Negara Muslim lain diseluruh dunia dan Negara2 konferensi Islam OKI untuk tidak mengkritik atau mengutuk kebrutalannya di Yaman. Baca juga kajian hadistnya atas 3 negara segitiga akhir zaman tersebut.

 

Intervensi militer Arab Saudi di Yaman terbukti merupakan “kegagalan strategis”, namun penarikan penuh   Arab Saudi dari perang Yaman  tersebut tidak mungkin terjadi, kata para analis.

Pekan lalu, serangkaian email yang bocor mengungkapkan bahwa putra mahkota dan menteri pertahanan Arab Saudi  Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud menyatakan keinginan untuk mengakhiri perang di Yaman selama pembicaraan dengan mantan pejabat AS.

Dalam email yang bocor, Mohammed bin Salman mengatakan bahwa dia  ingin keluar dari perang dua tahun yang dia mulai di Yaman itu dan bahwa dia tidak menentang pendekatan AS terhadap Iran untuk mengakhiri konflik tersebut.

Adam Baron, seorang analis politik Yaman mengatakan bahwa penarikan diri   Saudi tidak akan menuntaskan (masalah) karena keamanan Arab Saudi sangat bergantung pada keamanan Yaman.

“Ya, orang Saudi ingin keluar dari perang  tapi hanya dengan syarat yang  mereka tetapkan sendiri,” kata Baron kepada Al jazeera.

 

Pada awalnya kepentingan kerajaan Arab Sudi yang mereka katakan adalah untuk mencegah konflik Yaman menyebar lebih jauh dan mengembalikan pemerintahan Mansour Hadi, Tapi sebenarnya  adalah mencegah pengaruh Iran semakin kuat di Yaman , tapi sialnya intervensinya itu  malah memperparah situasi di Yaman dan menimbulkan delima serius yang membingungkan mereka sendiri sehingga memunculkan  opsi untuk menarik diri dari perang Yaman.

Disatu sisi ketidak profesionalan pasukan daratnya menyebabkan kekelahan demi kekalahan mereka derita dan nampaknya mereka sadar tidak akan bisa mengalahkan milisi Houthi yang didikung Iran. Juga ketidak profesionalan angkatan udaranya menimbulkan kutukan internasional dan PBB karena serangan udaranya yang tidak akurat dan banyak menghantam warga sipil sehingga hasilnya hanya krisis kemanusiaan yang parah.

Konflik diYaman tersebut telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan telah melukai lebih dari 40.000 orang sampai saat ini.

Yaman adalah Negara diteluk Arab yang paling miskin, Uang dari cadangan minyak di negara itu telah banyak terbuang sia-sia atau bahkan dilarikan saat menggulingkan pemerintahan  Presiden Ali Abdullah Saleh yang berkuasa 33 tahun. Sebuah laporan PBB tahun 2015 membeberkan akumulasi kekayaan Abdullah Saleh mencapai hingga $60 miliar yang dia dapatdari korupsi, pemerasan dan penggelapan uang.

Setelah penggulingan Abdullah Saleh, perang saudara  meletus antara pemberontak Houthi dan pendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional (baca AS). Pada bulan September 2014, pejuang Houthi menguasai ibukota, Sanaa, dan meransek masuk ke kota terbesar di Yaman, Aden.

[ads-pullquote-left]Aspek lain perang Yaman  adalah bahwa sudah menjadi metode standar AS yang juga mendukung Saudi diYaman , bahwa setiap intervensi atas suatu Negara mereka selalu membentuk kelompok teroris, Dan dikembangkanlah Al Qaeda di Yaman untuk membantu melawan Houthi.[/ads-pullquote-left]

Sebagai tanggapan atas kemajuan milisi Houthis, sebuah koalisi negara-negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi mulai melancarkan intervensi (didukung AS) dengan memulai serangan militer pada bulan Maret 2015 untuk mengusir milisi Houthi dari Sanaa.

Perang telah meninggalkan berbagai daerah yang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan dan telah memungkinkan al-Qaeda tumbuh di tengah kekosongan keamanan (yang membantu melawan milisi Houthi).

Yaman yang berpenduduk lebih dari 27 juta orang, saat in berada di ambang wabah kelaparan dan di tengah wabah kolera paling parah didunia  yang  “belum pernah terjadi sebelumnya” . Mengacu pada perang yang dipimpin Saudi di Yaman, PBB telah memperingatkan bahwa negara tersebut menuju “keruntuhan total”.

Saat ini  lebih dari 7 juta orang berada di ambang kelaparan akibat blokade perbatasan dan pemiskinan dari akibat perang, sementara sekitar 80 persen penduduk bergantung pada beberapa bentuk bantuan kemanusiaan. Menurut PBB krisis kemanusiaan terbesar di dunia ada di Yaman.

Keterlibatan Arab Saudi telah berkontribusi terhadap krisis kemanusiaan di negara ini, yang merusak citra Mohammed bin Salman baik secara internasional maupun regional, kata Luciano Zaccara, peneliti politik Teluk di University of Qatar.

[ads-quote-center cite=”]Mundur dari perang  berarti kekalahan (bagi Saudi). Ini juga berarti runtuhnya tujuan yang dicapai koalisi di Yaman. Kata analis politik Yaseen al-Tamimi.[/ads-quote-center]

“Kritik yang meningkat dari seluruh dunia terhadap serangan koalisi  (Saudi) yang dianggap sebagai penyebab utama (dalang) di balik epidemi kolera yang membunuh ribuan warga sipil, situasi para tahanan yang tidak jelas, dan blokade bandara Sanaa dan pelabuhan Hudaida yang mencegah pasokan kemanusiaan sampai ke tempat yang diblokir. daerah yang dikuasai oleh Houthi, membuat perang ini sangat tidak populer, “kata Zaccara kepada Al Jazeera.

“Membuat  bandara Sanaa beroperasi kembali akan membantu meringankan situasi kemanusiaan secara signifikan, meski masih berada di tangan Houthi. Membuka bandara juga akan memungkinkan ribuan orang meninggalkan negara tersebut untuk mendapat perawatan khusus,” katanya.

Milisi Houthi menutup bandara internasional Sanaa karena mereka khawatir akan dipakai untuk menyelundupkan bantuan militer ke pasukan pemerintah yang masih loyal kepada mantan presiden Mansour hadi.

Sebuah laporan rahasia yang dibuat oleh panel ahli Dewan Keamanan PBB telah meyakinkan  bahwa kelanjutan koalisi Saudi hanya  memiliki “sedikit dampak operasional ataupun taktis di lapangan”.

Meskipun salah satu tujuan utama serangan koalisi Suadi adalah untuk mengembalikan Abd-Rabbu Mansour Hadi kembali ke kursi  presiden , tapi fakta politik di lapangan ternyata pendukungnya makin   terbelah bahkan banyak  diantaranya sekarang malah mempertanyakan  legitimasinya , Menurut laporan tersebut.

Laporan tersebut juga menyebut  bagaimana kelompok milisi proksi  yang dipersenjatai oleh koalisi pimpinan Arab, sekarang banyak yang mengejar agenda individual (kepentingan masing2)  yang membuat makin lemahnya posisi Mansour Hadi lebih jauh.

“Penarikan mundur  berarti kekalahan,”  “Ini juga berarti runtuhnya tujuan yang ingin  dicapai koalisi Saudi di Yaman . Penarikan koalisi tidak akan membantu Kerajaan Saudi dalam mencipakan perbatasan yang aman [dengan Yaman],” kata kata analis Yaseen Al Tamimi kepada Al Jazeera.

“Tidak ada solusi yang  yang bisa mengisi kekosongan pemerintahan di negara yang dilanda perang ini. Pemerintah  lama (Mansour hadi) tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk melanjutkan perang atau memenangkannya,” Tamimi menambahkan.

the admin

Posted in Analisa Geopolitik | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Kemenangan Didepan Mata, Suriah Mulai Perbaiki Sistem Politik

People stand at Umayyad Square in Damascus, Syria April 7, 2017.

 

Juru bicara Parlemen Suriah Najdat Anzour dalam sebuah wawancara dengan Sputnik mengatakan bahwa kemenangan dalam perang melawan terorisme sudah sangat dekat dan  militan menderita kerugian yang besar. Negara ini sedang mereformasi sistem politiknya  disaat sedang bersiap untuk kembali kemasa perdamaian.

“Suriah telah mendapat pelajaran yang pahit . Generasi masa depan harus mengingatnya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama, ” kata Anzour.

Juru bicara parlemen Suriah tersebut  juga berbagi pemikirannya mengenai struktur politik pascaperang di negara tersebut yang mengatakan bahwa sistem internal yang direformasi di negara tersebut memberi setiap orang kesempatan untuk terlibat dalam keputusan yang dibuat di negara tersebut.

“Kami telah membuka kantor  perwakilan  parlemen di seluruh wilayah negara ini. Hal ini diperlukan untuk menjalin kontak antara pihak berwenang dan warga negara. Tujuan kami: untuk membantu orang-orang Suriah dalam memecahkan masalah, untuk memfasilitasi kehidupan mereka, dan untuk memulihkan kesatuan masyarakat, “katanya Jubir Anzour.

Pada tanggal 26 Februari 2012, sebagai hasil referendum di Suriah, sebuah konstitusi baru telah diadopsi. Ini memungkinkan dibuat ketentuan mengenai penghapusan peran Partai Baath sebagai pemain utama yang memerintah negara tersebut sejak tahun 1963 dan diperkenalkannya sistem politik multipartai.  Maka mulai tahun 2012 dan 2016 pemilihan parlemen telah diadakan secara multipartai di Suriah.

Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan Sputnik, perdana menteri Suriah  Imad Khamis juga berbagi visinya untuk negaranya yang mengatakan bahwa negara Suriah akan segera  pulih , perusahaan , industri dan pertaniannya kembali akan bekerja dan berproduksi dalam skala penuh.

“Kita harus membantu tentara kita memperjuangkan masa depan negara. Kesuksesan masa depan kita  akan membuat kaget negara-negara dunia yang dulu percaya bahwa negara Suriah akan lenyap . Kami akan membuktikan bahwa mereka salah, ” kata Khamis.

Btn240817

 

Posted in Info Lain | Tagged , , | Leave a comment

SANKSI EKONOMI ADALAH MANUVER POLITIK YANG TIDAK BERMORAL

Image result for germany container port pic

 

Sudah sering mendengar sanksi ekonomi atau embargo ekonomi yang dijatuhkan AS jika kebijakan suatu Negara dianggap tidak sejalan dengan kemauan sang polisi dunia Amerika Serikat, atau jika ada pemimpin suatu Negara tidak diinginkan oleh Amerika karena dianggap berdiri tegak menghadang kepentingan AS.

Mekanisme sanksi itu dilakukan dengan menerapkan larangan transaksi dagang apapun dengan Negara Negara yang dikenai sanksi dengan AS. Lebih jahatnya lagi  para sekutu AS juga dilarang bertransaksi dagang dengan Negara yang disanksi atau sering juga dengan membekukan asset atau devisa yang tersimpan di bank2 luar negeri.

Sanksi dagang ala Yahudi yang dilakukan AS  ini jelas sama sekali mengabaikan sisi moral dan kemanusian dari rakyat suatu Negara , karena imbas dari sanksi semacam ini adalah tercekiknya  perekonomian rakyat Negara yang dikenakan sanksi.

Sejarah tidak pernah mencatat adanya penggunaan transaksi ekonomi dan perdagangan dalam dunia politik manapun sampai dengan dimulainya perang dunia 1 dan 2. Sejak berakhir perang dunia 2 dimana globalis (zionis) mengganti  penjajahan fisik dengan penjajahan ekonomi dan moneter maka barulah kita melihat AS sebagi tunggangan globalis mulai menggunakan Sanksi dagang sebagai senjata dalam dunia Politik.

 

Tidak satupun agama didunia yang mengisyaratkan apalagi membenarkan sanksi dagang sebagai senjata dalam berpolitik. Dalam Islam sanksi dagang semacam ini didentifikasi  mirip dengan mekanisme penalti atau pemberian beban tambahan atau denda  atas salah satu fihak dalam suatu transaksi riba yang sarat dengan penindasan ekonomi.

 

Beberapa Negara yang saat ini dikenai sanksi oleh AS adalah seperti Kuba, Venezuela, Iran, Suriah dan Korea utara.  Kita juga tidak pernah mendengar sanksi semacam ini diterapkan oleh super power ekonomi lain seperti Rusia atau China. Hanya AS yang dibelakangnya ada lobi Yahudi yang melakukan sanksi dagang yang tidak bermoral dan tidak berperikemanusiaan ini.

Sanksi dagang terbesar yang diterapkan AS  sejak perang dunia 3 adalah sanksi dagang terhadap Rusia yang “dianggap” mencaplok Krimea, padahal faktanya rakyat Krimea sendiri yang memilih bergabung dengan Rusia lewat referendum 2014. dan sanksinya terus ditambah dengan berbagai alasan pembenaran sampai sampai perdana menteri Rusia menyebut sebagai ” perang dagang total”.

 

Akhir  akhir ini kita melihat sanksi dagang dari AS lebih mengganas lagi, seperti halnya sanksi dagang terhadap Korea Utara atas pengembangan senjatanya,  dimana tidak hanya melarang para sekutu AS melakukan perdagangan antar negara (G to G) dengan Korea utara , tapi juga memberi sanksi terhadap  puluhan perusahaan dari Negara manapun yang selama ini bertransaksi dengan Korea utara untuk melakukan transaksi dengan AS ataupun perusahaan perusahaan di AS.

 

Hmm .. sesuatu yang nampaknya luput dari pengamatan para ekonom syariah manapun diseluruh dunia , kalau para ekonom kapitalis ya wajar saja karena mereka dididik ala barat yang hanya beroriantasi profit dan tidak peduli sisi moral atau kemanusiaan.

Negara Negara Islam yang tergabung dalam OKI juga diam membisu , tidak peduli ataupun  minimal menunjukkan simpatinya   ketika ada negara negara muslim seperti Iran, Iraq , Libiya  dan Suriah yang  bertubi tubi mendapat sanksi dagang seperti ini,

Yang lebih mengejutkan  lagi dan baru sekali terjadi dalam dunia Islam adalah bahwa  sanksi ekonomi sebagai senjata ini malah ditiru oleh Arab Saudi ketika hubungan politiknya memanas dengan Qatar juni lalu.

Kita sendiri bingung dan hampir tidak  percaya , bagaimana bisa sanksi ekonomi yang tidak berkemanusiaan , tidak bermoral dan  sama sekali tidak pernah diajarkan dalam Islam ini ditiru begitu saja oleh penguasa Arab Saudi. Menanggapi sanksi dagang oleh Arab Saudi terhadap Qatar itu Presiden Turki menyebutnya hal seperti itu sebagai sangat tidak Islami.

Posted in Analisa Geopolitik | Tagged , , , | Leave a comment

EROPA TIDAK BISA LAGI MENGANDALKAN PERTAHANANNYA KE AS

 

Presiden Komisi Eropa dalam parlemen eropa Jean-Claude Juncker telah memperingatkan bahwa uni Eropa  tidak dapat lagi bisa mengandalkan AS dalam pertahanan. Berbicara di sebuah konferensi Jumat, Juncker mengatakan bahwa anggota Uni Eropa  harus membentuk aliansi militer sendiri yang akan  bertindak “dalam membela keamanan Eropa.”

Selama ini Uni eropa  ini memang memiliki kekuatan pertahanan sendiri dalam bentuk NATO yang juga beranggotakan  AS  dan Kanada.

Pada sebuah pertemuan puncak bulan lalu, Trump menyerang beberapa negara di dalam blok NATO dengan mengatakan bahwa mereka tidak memberikan kontribusi cukup terhadap keseluruhan anggarannya. Lima anggota  NATO  yaitu  Inggris, AS, Polandia, Yunani dan Estonia hanya menyumbang 2 persen dari PDB  mereka ke  NATO.

Trump tidak hanya mengkritik minimnya pengeluaran pertahanan negara-negara Uni Eropa. Pada tanggal 25 Mei  sehari sebelum KTT G7  dia menuduh Jerman berlaku  “sangat buruk” dalam perdagangan.

Pada pertemuan itu sendiri  dia gagal mencapai (AS mundur dari) kesepakatan perubahan iklim. Tiga hari kemudian, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa dia telah menyadari AS mungkin tidak lagi menjadi sekutu yang andal. “Saat-saat di mana kita bisa mengandalkan sepenuhnya pada orang lain, ternyata mereka agak berlebihan,” katanya. Sebaliknya, Eropa harus “benar-benar menentukan nasib kita ke tangan kita sendiri.”

Juncker meneriakkan  sentimennya pada konferensi di Praha. “Kami tidak punya pilihan lain selain mempertahankan kepentingan kita sendiri baik di Timur Tengah, dalam perubahan iklim maupun dalam perjanjian perdagangan kita,” katanya. “Dimasa depan kita harus mulai dengan memastikan bahwa kita akan membelanjakan apa yang dibutuhkan untuk pertahanan kita.”

Pidato Juncker itu diucapkan sehari setelah Komisi Eropa mengumumkan pembentukan Dana Pertahanan Eropa untuk membantu membayar proyek pertahanan lintas Negara ini.

Menyinggung bangkitnya kekuatan Rusia yang dianggap mengintimidasi tetangganya di Eropa Timur, Juncker menambahkan bahwa “perlindungan Eropa tidak dapat lagi dari sumber daya luar.” Dia berjanji bahwa Uni Eropa tidak akan pernah bersaing dengan NATO, dia mengatakan bahwa kerja sama yang lebih besar mengenai masalah pertahanan diperlukan  antara sesame negara anggota.

Posted in Info Lain | Tagged , , | Leave a comment

KOALISI ARAB SAUDI KEMBALI MASUK DAFTAR HITAM

 

Leaked UN report could see Saudi Arabia blacklisted over children deaths in Yemen

 Anak diYaman  mencari sisa sisa rumahnya setelah serangan koalisi Saudi

 

Serangan koalisi pimpinan Arab Saudi kembali mengakibatkan ratusan anak-anak Yaman terbunuh atau cacat, kata sebuah laporan yang bocor dari PBB. Draft tersebut juga mendesak agar Riyadh dan sekutunya ditambahkan ke daftar hitam negara yang melanggar hak hak azazi anak-anak.

Sebuah rancangan (draft)  yang masih rahasia, yang akan  dipresentasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB namun bocor kekantor berita  Reuters dan majalah Foreign Policy (FP), Draft itu menuduh bahwa pasukan Saudi dan sekutu-sekutu Teluknya telah terlibat dalam lebih dari separuh kematian dan luka anak-anak di Yaman tahun lalu.

“Pada periode yang dilaporkan, serangan udara yang dilakukan koalisi Saudi telah  menyebabkan lebih dari setengah dari semua korban anak-anak, dengan setidaknya 349 anak terbunuh dan 333 anak-anak terluka.”

Laporan tersebut yang diperkirakan akan dirilis bulan depan menunggu pengesahan dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Fakta itu dilaporkan oleh utusan khusus Guterres untuk anak-anak dan konflik bersenjata  Virginia Gamba yang bertindak atas permintaan dari Dewan Keamanan PBB.

 

Mengutip  sumber FP,  Gamba telah  memberi tahu para pejabat tinggi PBB bahwa dia menyarankan koalisi  yang terdiri dari Arab Saudi, Bahrain, Mesir, Kuwait, Sudan dan UEA – dimasukkan dalam daftar hitam negara-negara zalim (aniaya)  yang bertanggung jawab atas pembunuhan Dan melukai anak-anak di Yaman.

 

Upaya serupa untuk menempatkan Riyadh dalam daftar hitam  tersebut gagal tahun lalu, ketika kemudian Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon menerima ancaman dari Arab Saudi yang akan memotong jutaan dolar dana bantuan internasional ke PBB . Dan Arab Saudi  selanjutnya mengancam akan memprakarsai agar negara2 Arab mau keluar  dari PBB.

Kali ini agak beda situasinya  AS telah menekan PBB atas usulan, dan  mendesak organisasi global untuk menandai  negara-negara mana saja  yang terlibat dalam kekejaman itu, FP melaporkan. Gamba mengatakan kepada media bahwa laporan tersebut masih perlu disempurnakann, dan menambahkan bahwa dia tidak mengetahui tentang tekanan AS itu.

Arab Saudi dan sekutunya di teluknya telah  melancarkan serangan pengeboman besar-besaran di Negara Islam paling miskin di timur tengah Yaman mulai Maret 2015 untuk mendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang sebelumnya digulingkan oleh milisi Syiah Houthi yang didukung Iran.

Tahun ini saja koalisi Arab itu melakukan 5.676 kali serangan udara meningkat dibandingkan dengan 3.936 kali selama  tahun 2016, menurut data yang dikeluarkan oleh Cluster Perlindungan di Yaman, sebuah kelompok yang dikelola oleh Komisi Tinggi Pengungsi PBB (UNHCR).

Walaupun koalisi Arab Saudi telah berjanji ke PBB .AS dan Inggris  untuk mengurangi dampak serangan udaranya ke anak anak Yaman, namun tidak ada perbaikan berarti dalam kehidupan (penderitaan) anak-anak Yaman ,” kata Akshaya Kumar perwakilan perwakilan PBB Untuk Human Rights Watch. “Sekolah masih diserang, bom masih dijatuhkan, dan anak-anak masih terbunuh.”

 

Posted in Info Lain | Tagged , , , , | Leave a comment

SURIAH AKAN TOLAK SEMUA KERJASAMA DENGAN BARAT

 

Presiden Suriah Bashar Assad menyatakan menolak kerja sama keamanan dengan negara-negara Barat (AS dan sekutu) atau pembukaan kembali kedutaan mereka, sampai mereka memutuskan hubungan (bantuan) dengan kelompok oposisi dan pemberontak. Assad menyatakan itu minggu kemarin 20/8 pada acara pembukaan pameran internasional pertama setelah 5 tahun.

Tidak lama setelah Assad memberikan pidatonya, sebuah tembakan (artireli) menghantam  pameran internasional pertama di negara ini sejak perang dimulai enam tahun lalu, menewaskan dan melukai beberapa orang.

Komentar  Assad itu muncul  pada saat pasukannya dan milisi pro Iran dan bantuan serangan udara Rusia terus mencapai kemajuan.

Assad memuji Rusia, Iran, China dan Lebanon Hizbullah karena mendukung pemerintahannya selama konflik tersebut. Dia mengatakan Suriah akan berkiblat  ke timur (blok Rusia)  dalam hal hubungan politik, ekonomi dan budaya.

“Dukungan langsung dari negara2 sahabat kita  secara politik, ekonomi dan militer, membuat kemajuan kita di lapangan lebih besar dan kerugian perang semakin berkurang. Oleh karena itu, mereka adalah mitra kami dalam pencapaian ini di jalan untuk menghancurkan terorisme, “kata Assad.

 

Mari kita perjelas. Kita tidak akan ada kerjasama keamanan atau pembukaan kedutaan besar atau bahkan peran untuk beberapa negara yang mengatakan bahwa mereka ingin memainkan peran dalam mengakhiri krisis di Suriah sebelum mereka secara jelas dan terus terang memutus  hubungan mereka dengan terorisme, “kata Assad. “Pada saat itu mungkin kita baru bisa berbicara tentang pembukaan kedutaan besar.

 

Presiden Suriah mengatakan ekonomi negaranya kembali tumbuh kembali “pada tingkat yang sangat lambat, meski kita berada di bawah embargo ekonomi yang hampir total.”

Pada tahun-tahun awal konflik  banyak negara Barat dan sekutu  Arabnya (Arab Saudi, Turki, Qatar ,UEA)  meminta Assad untuk mundur, dan AS serta Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi ekonomi kepada pemerintahnya. Beberapa negara Arab dan Barat juga menarik diplomat mereka dari Damaskus.

Assad mengatakan bahwa fihaknya  tidak mempercayai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan  tidak menganggapnya sebagai penjamin. Karena Pemerintahan Erdogan adalah pendukung utama pemberontak Suriah.

Wajar saja, karena Turki selama konflik Suriah menjadi jalur masuk utama militan ISIS  dan persenjataannya dari berbagai negara diseluruh dunia dan Turki terbukti menjadi penadah bagi minyak jarahan dari ISIS dari kilang kilang Suriah diUtara dan Iraq utara.

Zona de-eskalasi di Suriah tengah utara dan selatan diusulkan dalam sebuah rencana yang disetujui pada bulan Mei oleh Rusia, Turki dan Iran di ibukota Astana  Kazakhstan. Rencananya termasuk penghentian permusuhan, penghentian serangan udara pemerintah Suriah atas wilayah yang ditentukan, dan ketentuan untuk akses bantuan kemanusiaan.

“Setiap warga (pasukan)  Turki yang berada di Suriah tanpa izin dari pemerintah Suriah akan dianggap sebagai pencaplok (lahan),” kata Assad.

 

Posted in Analisa Geopolitik | Tagged , , , , | Leave a comment

ARAB SAUDI MINTA BANTUAN IRAK UNTUK MENDEKATI IRAN

 

 

Kebijakan yang gampang berubah arah dilakukan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman, Jika beberapa minggu terakhir dia mengecam dan memusuhi sekutunya sendiri Qatar karena berhubungan baik dengan Iran, kini justru dia ingin kembali berhubungan baik dengan Iran 

 

Putra mahkota Arab Saudi  telah meminta perdana menteri Irak untuk membantu memperbaiki hubungan yang menurun dengan cepat antara Saudi dan saingan berat mereka  Iran.

Pangeran Mohammed bin Salman telah meminta Haider al-Abadi untuk menengahi antara Riyadh dan Teheran guna memulihkan perdamaian ke wilayah tersebut. Menteri dalam negeri Irak Qasim al-Araji mengunjungi Arab Saudi pada bulan Juli, dan kemudian Teheran pada hari Sabtu. Dia melaporkan bahwa Saudi meminta pemerintahnya untuk menengahi antara mereka dan Iran, dan pimpinan Iran menyambut  tawaran tersebut dengan baik.

“Setelah kemenangan yang telah diraih Irak (melawan ISIS), Arab Saudi mulai mendekati  Irak, dengan kapasitas dan peran yang sebenarnya,” kata menteri dalam negeri Irak Qasim al-Araji kepada Alghadeer pada hari Minggu. “Ketenangan dan stabilitas dan kembalinya hubungan antara Iran dan Arab Saudi akan memiliki dampak positif di kawasan ini secara keseluruhan.”

Al-Araji menambahkan bahwa, sebagai isyarat niat baik Saudi telah menjamin keamanan jemaah Iran yang melakukan perjalanan ke pemakaman Jannat al-Baqi, di mana Nabi  Muhammad dimakamkan. Pada tahun 2015 kerusuhan (jemaah haji)  menyebabkan kematian ratusan jemaah  yang kebanyakan  adalah warga Iran. “Pihak Saudi telah membuat janji tertentu dalam hal ini  bahwa pintu ke pemakaman Jannat al-Baqi sudah terbuka untuk para peziarah Iran,” kata al-Araji.

Menteri dalam negeri Iran sendiri, Abdolreza Rahmani Fazli  menerima gagasan tersebut. “Kebijakan Iran adalah untuk memiliki kerjasama yang efektif dengan negara-negara regional, dan Teheran tidak pernah menjadi fihak yang pertama yang memutuskan hubungannya dengan orang lain,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Irak yang pernah menjadi musuh besar  Iran telah semakin dekat dengan negara mayoritas Syiah Iran dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2016 menteri luar negeri Irak Ibrahim al-Jaafari menawarkan untuk menengahi perselisihan antara Iran dan Arab Saudi setelah para pengunjuk rasa  di Iran menyerang kedutaan besar Saudi di Teheran sebagai pembalasan atas kerajaan yang mengeksekusi pemimpin agama Syiah Nimr al-Nimr atas tuduhan teroris. Insiden tersebut menyebabkan penangguhan hubungan diplomatik antara kedua kekuatan tersebut.

Arab  Saudi dan Iran telah terlibat ketegangan dalam beberapa tahun terakhir karena sejumlah isu regional, dari perang saudara di Yaman sampai kesetiaan politik pemerintah Qatar terhadap Iran.

Saad Jawad, seorang profesor ilmu politik di London School of Economics  mengatakan kepada Al Jazeera bahwa permintaan Arab Saudi untuk menengahi itu sangat tidak biasa. “Jika Arab Saudi berselisih dengan Qatar karena  hubungan Qatar dengan Iran … bagaimana bisa mereka sendiri  meminta  Irak untuk memulihkan hubungan mereka dengan Iran? Saudi tahu betul bahwa Irak sedikit bias dalam hubungannya  dengan Iran dan mereka dalam pengaruh (dekat dngan) Iran. ” Dia menambahkan bahwa Kuwait dan Oman, dua negara  yang juga memiliki hubungan baik dengan Saudi dan Iran akan bisa melakukan lebih baik (darI pada Irak).

Posted in Analisa Geopolitik | Tagged , , , , , | Leave a comment

POLITISI YAMAN : PERANG YAMAN DIMULAI OLEH AS

People inspect a house destroyed by a Saudi-led airstrike in the outskirts of Sanaa, Yemen, Thursday, Feb. 16, 2017

 

[ads_dropcap]M[/ads_dropcap]antan kepala bidang politik Hizbutrah al-Haqq Yaman  Ahmed Ali al-Bahri  mengatakan kepada Sputnik dalam sebuah wawancara bahwa sejak pecahnya perang di Yaman, Amerika Serikat telah mendukung koalisi yang dipimpin oleh Saudi Arab dengan perlengkapan militer dan intelijen.

[ads-quote-center cite=”]Menurut al-Bahri, “Arab Saudi memulai perang di Yaman atas perintah AS karena kerajaan tersebut tidak akan mengambil tindakan apapun tanpa kesepakatan awal dengan pimpinan AS.”[/ads-quote-center]

Al-Bahri mengutuk ucapan duta besar AS di Yaman, yang baru-baru ini mengatakan bahwa Washington tidak memiliki solusi untuk krisis Yaman. Sebelumnya, Matthew Tueller duta besar AS untuk Yaman, mengatakan bahwa AS tidak dalam posisi untuk memberlakukan gencatan senjata.

“Jika Washington ingin mengakhiri krisis ini, hal itu akan bisa memberikan tekanan yang diperlukan pada semua pihak yang terlibat dalam konflik.

Pernyataan duta besar AS itu dibuat setelah penolakan orang-orang Yaman untuk menerima inisiatif Ould Cheikh Ahmed (utusan khusus PBB untuk Yaman) , karena orang Yaman merasa bahwa inisiatif ini menyinggung harga diri mereka dan dapat menjadi ancaman bagi stabilitas negara mereka, “kata al-Bahri.

Orang-orang Yaman juga melihat inisiatif tersebut hanya sebagai upaya pembenaran atas tindakan Arab Saudi di Yaman dan itu benar-benar mendistorsi keadaan sebenarnya, politisi tersebut mencatat.

Analis  politik Yaman Mahmud al Tahir mengatakan bahwa semua janji yang dibuat oleh PBB mengenai penyelesaian krisis Yaman belum ada yang terealisasi.

[ads-quote-center cite=”]Pernyataan para politisi Eropa tentang kemungkinan solusi militer untuk mengatasi konflik sebenarnya hanya merupakan permainan politik dengan Arab Saudi, dan bukannya menyelesaikan krisis,”  Pernyataan  duta besar AS akhir2 ini tampaknya memberi sinyal bahwa situasi di Yaman sekarang ditransfer sepenuhnya ke tangan Arab Saudi, yang sekarang dapat bertindak sesuai keinginan mereka. Kata Al Tahir[/ads-quote-center]

“Arab Saudi harusnya  mengerti bahwa tidak menguntungkan bagi semua orang untuk melanjutkan perang. Riyadh harus mencari cara untuk melakukan rekonsiliasi, jika tidak maka  perang Yaman akan menyebabkan krisis nyata di kawasan ini, “al Tahir menyimpulkan.

Perang Yaman sudah berlangsung sejak 2014  antara pemerintah Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi  dan gerakan Houthi yang didukung oleh unit tentara yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Pada bulan Maret 2015, koalisi yang dipimpin oleh Arab dari sebagian besar negara-negara Teluk Persia meluncurkan serangan udara terhadap Huthi atas permintaan Hadi.

Sebuah laporan terbaru dari Norwegian Refugee Council memperkirakan bahwa 10.000 penduduk ibukota Yaman Sana’a telah meninggal karena penyakit yang sebenarnya dapat dicegah , semuanya sebagai akibat blokade Arab Saudi yang merampas warga Yaman untuk mendapat perawatan medis.

Posted in Analisa Geopolitik | Tagged , , , , | Leave a comment

KORUT AKAN MENJAJAL SISTEM ANTI RUDAL AS DI GUAM

 

Ditengah perang kata kata dan saling  ancam militer yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Washington dan Pyongyang yang meningkat, Korea utara nampaknya serius dengan rencananya untuk menembakkan empat rudal disekitar pulau Guam.

Rencana Korea Utara untuk menembakkan empat rudal di dekat wilayah Pasifik AS Guam akan siap dalam beberapa hari tinggal menunggu persetujuan akhir  Kim Jong Un.

Jepang yang kemungkinan besar akan dilintasi rudal itu mengancam akan menembak jatuh setiap rudal yang melintasi kawasan udaranya.

Rencana ini benar benar  sangat provokatif karena rencananya rudal itu hanya  akan ditembakkan diluar teritorial perairan pulau Guam atau sekitar 30-40km diluar bibir pantai dan bisa diprediksi  tidak dibekali dengan hulu ledak karena diyakini tujuannya adalah menguji sistem pertahanan anti rudal AS.

Sama dengan uji coba ICBM terakhir yang sangat dekat dengankepulauan jepang bahkan bisa terekam oleh kamera CCTV yang ada didaratan Jepang. Namun nampaknya anti rudal Jepang tidak melakukan reaksi apapun untuk mencegat Rudal tersebut.

Secara teknis Amerika Serikat dan Korea Selatan masih bersatatus perang dengan Korea Utara setelah konflik Korea 1950-53 berakhir dengan sebuah gencatan senjata dan  bukan dengan sebuah perjanjian damai.

Posted in Analisa Geopolitik | Tagged , , , , | Leave a comment