PEMECAH-BELAH AGAMA

Musim Shiah dan Suni di Quwait sholat bersama

Kita akan mengkaji sebuah Fenomena dahsyat akhirzaman yang sejak sekitar dua dekade terakhir berkembang dan masih ada sampai sekarang, yaitu munculnya para pemecah belah agama.

Kita bilang fenomena dahsyat karena lewat ceramahnya yang disebarkan lewat medsos, mereka bisa menyeret jutaan orang kedalam resiko dosa besar oleh opini-opini tanpa dasar yang mereka bentuk untuk mengkafirkan aliran Islam lain. 

Efek dahsyatnya adalah yang kita saksikan bersama, dimana ratusan ribu orang  bisa terjerumus dalam perbuatan konyol, datang dari berbagai negara teriak Alluhuakbar tapi membunuhi muslim lain seperti yang terjadi diSuriah dan Iraq dengan dalih pendirian Khilafah. Inilah fitnah terbesar akhir zaman.

Secara khusus Allah mengancam para pemecah-belah agama ini, dalam surat Al An’am 6:159 Allah akan menghadapi mereka langsung nanti di akherat, sementara level dosanya bahkan diatas riba, karena Allah menyebut sebagai sama dengan dosa Syrik (Ar-Rum 30 : 31-32).

Pemecah-belah agama diakhirzaman ini bisa dipisahkan menjadi dua, ada dari fihak musuh Islam (Israel dan sekutunya), dan ada yang dari dalam Islam sendiri. Yang paling berbahaya justru yang berasal dari fihak yang mengaku Islam, karena mereka beroperasi sebagai penceramah yang langsung bisa menggiring umat, baik lewat ceramah offline maupun lewat media sosial.

Sebuah langkah yang fatal bisa dilakukan seseorang hanya karena fanatik buta kepada seorang penceramah, sementara sang penceramah sendiri tidak mau tahu ancaman Allah itu.

Mereka menggiring seakan membela agama padahal sedang mengajak untuk memecah belah agama.

Mereka merasa paling benar aqidahnya dan kelompok lain adalah salah, padahal urusan pengadilan aqidah mutlak urusan Allah, manusia tidak berhak menghakimi agama seseorang (Al An’am 108). Mereka tidak sadar bahwa sedang mengangkangi hak Allah.

Adakah ayat/ hadits dimana Allah menjanjikan pahala atas perilaku mereka itu?

 

Gambar Besarnya

Dua sekte Islam terbesar didunia Suni dan Shiah menjadi obyek empuk bagi para pemecah belah agama ini. Begitu dahsyatnya fenomena akhirzaman ini bahkan tidak disadari telah membunuh jutaan orang paling tidak di tiga negara muslim Iraq, Yaman dan Suriah, dan jutaan orang harus mengungsi keluar negeri.

Akar permasalahannya sendiri sebenarnya bukan sekedar bersumber dari perbedaan mazhab Shiah – Suni, tapi hanya bisa dijelaskan dalam visi akhir zaman. Jika anda belum tahu hal ini silahkan baca artikel kita Perseteruan Arab Saudi Vs Iran dalam visi akhir zaman. Anda harus membaca artikel itu jika tidak mau gagal faham,

Di diakar rumput sendiri, dinegara yang punya populasi besar kedua mazhab itu justru benturan yang terjadi sangat minim, korban terbesar justru akibat dibentuknya kelompok kelompok militan yang dikompori oleh para penyeru penebar perpecahan Islam, dan didanai oleh negara teluk guna menuruti agenda AS (Israel) yaitu menghancurkan para penentangnya, tidak peduli  apakah pemimpin itu  beraliran Shiah atau Suni, karena sebenarnya Israel menganggp kedua aliran tebesar Islam itu adalah musuhnya.

Contoh negara Timteng yang pemimpinnya Suni yang menentang AS (Israel) dan diturunkan paksa oleh AS(Israel) adalah Qadafi diLibya.

 

Peta Shiah-Suni Di Suriah

Kita akan mengambil contoh kasus diSuriah, karena fitnah adu domba Shiah – Suni itu paling dahsyat terjadi di Suriah sejak awal perang 2011. Juga karena disanalah terjadi korban terbesar atas propaganda adu domba Shiah-Suni yang dilakukan para pemecah belah agama ini. Mereka telah berkontribusi dalam membuat 1,6 juta orang meninggal di Suriah dan 6 juta penduduk Suriah harus mengungsi sejak 2011.

Sebelum perang Suriah, poluasi warga Suriah berkisar 22 juta jiwa, dimana 71% adalah umat Muslim. Sekte suni menempati 60% dan sekte Shiah menempati 11% dari seluruh populasi penduduk Suriah. Sementara sisanya 29% lain beragama Kristen, Druze dan agama lain. Dari seluruh populasi muslim, 80% muslim Suriah beraliran Suni, 20% beraliran Shiah.

Sebelum perang meletus 2011, jumlah tentara Suriah adalah sekitar 350.000 tentara aktif, dan sekitar 250.000 tentara cadangan.

Didalam militer Suriah sendiri sebaran muslim shiah dan suni tidak jauh berbeda dengan peta populasi penduduk Suriah, Tentara yang mazhab  suni menempati 70% (245.000 orang) dan dan tentara Suriah yang beraliran  shiah menempati 12% (42.000 orang) dari seluruh tentara Suriah, sementara sisanya dari agama lain.

Tapi luar biasanya, saat dimulai perang pada 2011, AS sendiri memperkirakan tentara yang bisa dibujuk untuk membelot dalam kelompok pemberontak FSA hanya sekitar 10.000. Bahkan banyak informasi yang menyebut FSA itu sebenarnya tidak ada yang ada adalah kelompok Al Qaeda dan kelompok-kelompok afiliasinya.

Nah, dari fakta  sebaran shiah dan Suni dalam tubuh tentara Suriah itu, secara logika saja, jika perang Suriah adalah dipicu perbedaan mazhab atau karena Assad adalah diktator, maka jika hanya  mau mengguling Bashar Al Assad, harusnya  dengan gampang dilakukan sendiri oleh tentara Suriah yang 70% bermazhab Suni itu.

Itulah kenapa dengan logika sederhana saja, maka proyek AS (Israel) untuk menurunkan Assad itu harus didatangkan ratusan ribu militan dari seluruh dunia keSuriah dengan iming-iming pendirian Khilafah, dimana selama 5 tahun pertama saja (2016) AS telah menggelontorkan dana sebesar $275M untuk mendanai dan mempersenjatai mereka. Tapi AS menipu kita bahwa kedatangannya keSuriah adalah untuk membasmi ISIS.

Fakta lain adalah, Suriah sendiri adalah negeri yang bisa menerima situasi multi etnis dan multi agama.

Kasus Suriah ini tidak hanya sekte Shiah yang dipropagandakan hitam, secara aneh Bashar Al Assad juga diisukan sebagai penguasa zalim,  dan membantai umat Suni, faktanya bahwa Assad dicintai rakyatnya dipelintir bahwa mereka mengkultuskan Assad.

Para penyeru pemecah-bebal agama tidak tahu atau tidak mau tahu angka2 statistik diatas, mereka tidak berfikir bahwa tentara Suriah yang berjihad melawan teroris dibawah pemerintahan Assad itu 70% adalah muslim suni. Artinya, rakyat Suriah yang beraliran Suni saja tidak memandang Assad seburuk itu, lalu atas dasar fakta mana para pemecah-belah umat itu.

Sekte Suni dan Shiah hidup berdampingan secara damai selama berabad abad, Bahkan Istri Assad sendiri adalah muslim suni yang lahir dari orang tua suni, ini info dari seorang teman analis diSuriah, tapi jika anda tidak percaya, biar fair sengaja kita pilihkan sumber lain.

 

Situasi Umat Shiah – Suni Dibeberapa negara lain

Dinegara – negara muslim lainpun, hubungan diakar rumput antar Muslim Suni dan Shiah sebenarnya  tidak seperti yang digambarkan oleh para pemecah agama.

Muslim Shia dan Suni dinegara-negara seperti  Iraq, Bahrain, Quwait, Lebanon, Oman, Pakistan, India dsb, bisa sholat dalam satu jamaah. Bahkan tentara Iraq dan Suriah yang berbeda aliran itupun biasa Sholat berjamaah dan berjuang bersama. Fakta yang sama bisa kita lihat dinegara minoritas muslim seperti Brazil,

Ketika melakukan ibadah hajipun, seluruh umat muslim dari aliran apapun akan berbaur dan setiap orang melupakan aliran mereka.

 

Diantara 73 golongan , Hanya 1 Yang masuk Surga

Dalam arti sederhana pemecah-belah agama adalah orang mengadu domba antar kelompok atau golongan, tapi makna yang lain adalah orang yang mengklaim bahwa golongannnya adalah paling benar dan yang lain sesat, tapi  efeknya sama saja, yaitu membenturkan antar golongan.

Beberapa Hadist Sahih menyebut bahwa Umat Nabi Muhammad akan terpecah dalam 73 golongan, dan yang masuk sorga hanya 1 golongan, golongan itu disebut sebagai al-Jamaah.

Lalu siapakah yang dimaksud golongan al Jamaah yang masuk surga itu? apakah cukup dengan mengklaim dirinya sebagai Shiah atau sebagai Suni atau sebagai Ahlus sunah waljamaah?

Tidak terlalu sulit menjawab itu, makna pertama, 1 golongan itu adalah orang-orang yang benar benar menjadi pengikut Nabi, yaitu yang memegang teguh Quran dan mengikuti sunah Nabi.

Makna kedua adalah bahwa 1 golongan yang dimaksud adalah orang-orang yang tidak mengklaim dirinya adalah golongan yang paling benar. Karena begitu seseorang mengklaim hanya alirannya yang masuk surga dan yang lain sesat, maka dia telah memecah persatuan Islam, dia telah memecah-belah agama, dia telah mengabaikan larangan Allah dalam surat Al-An’am 6:159.

Intinya adalah, yang dimaksud 1 golongan yang paling benar itu adalah orang yang tidak mengklaim bahwa dirinya adalah salah satu dari 73 golongan itu, tapi mengaku sebagai umat Islam yang taat Allah dan Rosulnya dan menjunjung persatuan umat. 

Bagaimana bisa kita bisa mengklaim diri kita paling benar atau sebagai Aswaja jika tidak taat kepada Quran dan Sunah?

Kita semua hanya bisa berupaya untuk ta’at kepada Allah dan Rosulnya, tidak ada seorangpun yang bisa memastikan bahwa hanya dirinya yang pasti akan masuk surga.

 

Bukan Fenomena Baru

Orang-orang munafik yang pemecah belah agama itu bukan fenomena baru, bahkan sudah ada sejak Nabi masih hidup, seperti diabadikan dalam Surat Al Munafiqun 63:1-8 . at Taubah 101, al A’raf 7:175-176, al-Jaatsiyah 45:23, dsb.

Dulu juga banyak orang-orang disekitar Nabi yang didepan Nabi berpura-pura seakan membela agama, tapi sebenarnya menyembunyikan kepentingan dunia, begitu pandainya mereka bersandiwara bahkan Nabipun sampai tidak tahu niat mereka yang sebenarnya :

” Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu[657] itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka,  Kamilah (Allah) yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar. ” (QS.At Taubah 101)

Allah SWT juga telah memperingatkan akan munculnya orang–orang berilmu tapi meninggalkan Ayat-ayat Allah, mereka terkalahkan dan terbeli oleh nafsu dunia :

” Dan bacakanlah kepada mereka (orang berilmu) yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami , kemudian dia melepaskan diri dari  ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan, maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan jika Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka Ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS. Al A’raf 7:175-176)

Ayat lain juga mengisyaratkan serupa, orang berilmu tapi karena nafsu dunianya Allah menjadikannya buta dan tuli  :

” Maka tidakkah engkau memperhatikan orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allâh membiarkannya dengan ilmu-Nya, dan Allâh telah mengunci mati pendengaran dan hatinya serta menutup penglihatannya? ” (QS. Al-Jaatsiyah 45:23).

Fenomena ini tentu membingungkan siapapun yang masih  berfikiran sehat, mereka menyebut dirinya Ustad tapi dengan gigih memecah belah agama. luar biasanya, mereka sama sekali tidak peduli ancaman Allah yang sangat dahsyat itu.

 

Sebuah Kesombongan Besar

Menghakimi aqidah seseorang adalah sesuatu yang tidak pantas dilakukan oleh seorang mahkluk, karena itu adalah mutlak hak Allah. Setiap  muslim akan bertanggung jawab sendiri-sendiri dihadapan Allah, bukan dihadapan manusia. Artinya seorang mahkluk tidak pantas mengangkangi hak Allah.

Jangankan mencari-cari kejelekan sekte lain, menjelekkan agama lain saja Allah melarang :

Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan (QS Al An’am :108)

Tidak ada seorangpun yang bisa memastikan bahwa hanya dirinya yang pasti masuk surga dan yang lain sesat, itu adalah sebuah kesombongan besar yang tanpa dasar.

Kita sendiri saja tidak bisa memastikan bahwa kita pasti akan masuk surga, bagaimana bisa memastikan orang lain pasti tidak masuk sorga?

Anak kecilpun tahu, tidak akan masuk surga orang yang ada kesombngan sebiji sawipun.

 

Ancaman Allah Bagi Para Pemecah-belah Agama

Dalam Surat Qur’an surat  Al-An’am :159, tidak tanggung-tanggung Allah mengancam Dia sendiri yang nanti diakherat akan berurusan langsung dengan para pemecah-belah agama :

 “Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu (Muhammad) terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat” (QS. Al-An’am ; 159)

Dalam surat Ar-Rum 30 : 31-32, juga  tidak tanggung-tanggung Allah memasukkan para pemecah-belah agama kedalam golongan orang yang menyekutukan Allah (Syrik) :

“Dan janganlah kamu termasuk orang yang menyekutukan Allah (sirik)  yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (Ar-Rum 30 : 31-32)

Para pemecah-belah agama itu juga diancam Allah dengan siksa yang sangat berat :

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat, (QS Ali Imran 105)

Banyak hadits juga menyatakan hal serupa, orang yang suka mengkafirkan orang lain adalah yang lebih pantas disebut musryik :

إِن أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ رَجُلٌ قَرَأَ الْقُرْآنَ حَتى إِذَا رُئِيَتْ بَهْجَتُهُ عَلَيْهِ، وَكَانَ رِدْئًا لِلْإِسْلَامِ، انْسَلَخَ مِنْهُ وَنَبَذَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ، وَسَعَى عَلَى جَارِهِ بِالسيْفِ، وَرَمَاهُ بِالشرْكِ»، قَالَ: قُلْتُ: يَا نَبِي اللهِ، أَيهُمَا أَوْلَى بِالشرْكِ، الْمَرْمِي أَمِ الرامِي؟ قَالَ: «بَلِ الرامِي»

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca Al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia kemudian lepas dari al-Qur’an, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri).

 

 

Kesimpulan

Kita sering menyerukan persatuan Islam dan anti kepada para pemecah belah agama, karena dalam beberapa Ayat Quran seperti Surat  Al An’am :153 , Ali Imran:103, An-Nisa 59 dsb, Allah menyuruh agar umat Islam bersatu dan tidak bercerai berai.  Dan diatas , kita telah membaca ancaman Allah yang tidak main-main kepada para pemecah agama.

Tidak ada keuntungan secuilpun yang kita dapat dengan perpecahan Islam kecuali lemahnya kekuatan umat dan ancaman dosa besar, jadi hanya muslim bodoh yang mau melakukan itu.

Dan ketika ditanya malaikat kubur atau ditanya Allah nanti pada hari pembalasan, Apa agamamu ?, pasti tidak ada yang berani menjawab agama saya adalah Islam Suni atau Islam Shiah. Mari kita biasakan menjawab agama kita Islam.   

 

Mudah-mudahan bermanfaat

Artikel terkait :

*Perang Iraq, Yaman dan Suriah dalam Hadist al Malhamah              *Perseteruan Iran Vs Arab Saudi dalam visi akhir zaman.                            *Adu domba Shiah Suni menurut sang panitia.                                 

 

 

REFERENSI

  1. Ayat Tentang Pemecah-belah agama 

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu (Muhammad) terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat” (QS. Al-An’am ; 159)

“Dan janganlah kamu termasuk orang yang menyekutukan Allah (sirik)  yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (Ar-Rum 30 : 31-32)

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat, (QS Ali Imran 105)

 

Dan bacakanlah kepada mereka yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (para ulama), kemudian dia melepaskan diri dari  ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan, maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan jika Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka Ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. Al A’raf 7:175-176)

 

Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan. (QS.Al Hud 11:15-16)

 

Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia akan menjadikan manusia dalam satu umat, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS. Al Huud 118-119)

“Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa” (QS. Al anam:153)

“Dan berpegang teguhlah kalian pada tali Allah dan jangan berpecah belah” (Ali imron:103)

Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zhalim. (QS . Al A’raf 7:177)

Maka tidakkah engkau memperhatikan orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allâh membiarkannya dengan ilmu-Nya, dan Allâh telah mengunci mati pendengaran dan hatinya serta menutup penglihatannya? (QS. Al-Jaatsiyah 45:23).

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan dari mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (QS. Al-Furqan 25:43-44)

Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah mereka hanyalah mengikuti hawa nafsunya, dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa mendapakan petunjuk dari Allâh sedikitpun? Sesungguhnya Allâh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim (QS. Al-Qashash/28:50).

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (QS. Al-Furqan/25:43-44)

 

 

  1. Hadist Tentang Pemecah-Belah Agama

“Sesungguhnya Allah meridhoi kamu tiga perkara dan membenci kamu tiga perkara ; Dia meridhoi kamu apabila kamu beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan sesuatu kepada-Nya, dan apabila kamu berpegang teguh kepada tali Allah semua dan kamu tidak berpecah-belah” [HR Muslim : 3236]

 

Memecahbelah agama adalah keburukan yang sempurna

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

Muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, dia tidak boleh menzhaliminya, membiarkannya (dalam kesusahan), dan merendahkannya. Takwa itu di sini, beliau menunjuk dadanya tiga kali, cukuplah keburukan bagi seseorang, jika dia merendahkan saudaranya seorang muslim. Setiap orang muslim terhadap muslim yang lain haram: darahnya, hartanya, dan kehormatannya. (HR Muslim no. 2564; dan lainnya dari Abu Hurairah).

 

Hukuman bagi Pemecahbelah agama

حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ ابْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ و قَالَ ابْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَرْفَجَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّهُ سَتَكُونُ هَنَاتٌ وَهَنَاتٌ فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يُفَرِّقَ أَمْرَ هَذِهِ الْأُمَّةِ وَهِيَ جَمِيعٌ فَاضْرِبُوهُ بِالسَّيْفِ كَائِنًا مَنْ كَانَ و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ خِرَاشٍ حَدَّثَنَا حَبَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ ح و حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّاءَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ شَيْبَانَ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا الْمُصْعَبُ بْنُ الْمِقْدَامِ الْخَثْعَمِيُّ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ ح و حَدَّثَنِي حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا عَارِمُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُخْتَارِ وَرَجُلٌ سَمَّاهُ كُلُّهُمْ عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلَاقَةَ عَنْ عَرْفَجَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيثِهِمْ جَمِيعًا فَاقْتُلُوهُ

Telah menceritakan kepadaku Abu Bakar bin Nafi’ dan (Muhammad bin Basyar, Ibnu Nafi’ berkata; telah menceritakan kepada kami Ghundar, dan Ibnu Basyar berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Ziyad bin ‘Ilaqah dia berkata; saya mendengar ‘Arfajah berkata,

 “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Suatu saat nanti akan terjadi bencana dan kekacauan, maka siapa saja yang hendak memecah belah persatuan ummat ini penggallah dengan pedangmu, siapa pun orangnya.”

Dan telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Khirasy telah menceritakan kepada kami Habban telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku Al Qasim bin Zakaria telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Musa dari Syaiban. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku [Ishaq bin Ibrahim] telah mengabarkan kepada kami [Al Mush’ab bin Al Miqdam Al Khats’ami] telah menceritakan kepada kami [Isra’il] (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepadaku [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [‘Arim bin Fadhl] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] telah menceritakan kepada kami [‘Abdullah bin Al Mukhtar] dan seorang laki-laki, mereka semua dari [Ziyad bin ‘Ilaqah] dari [‘Arfajah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seperti hadits di atas, namun dalam hadits mereka disebutkan, “Maka bunuhlah ia.” . (HR.Muslim.3442)

  

و حَدَّثَنِي عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي يَعْفُورٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَرْفَجَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيعٌ عَلَى رَجُلٍ وَاحِدٍ يُرِيدُ أَنْ يَشُقَّ عَصَاكُمْ أَوْ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَاقْتُلُوهُ

Dan telah menceritakan kepadaku Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yunus bin Abu Ya’fur dari ayahnya dari ‘Arfajah dia berkata,

“Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bila datang kepadamu seseorang yang hendak mematahkan tongkatmu (memecah belah jama’ah) atau memecah belah persatuan kalian, maka bunuhlah dia.”(HR.Muslim.3443)

 

Tingalkan para Pendakwah yang menyeru Ke Neraka

عن حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

Artinya: Dari Huzhaifah bin Al-Yaman berkata:” manusia biasanya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang kebaikan, sedang aku bertanya kepada beliau tentang kejahatan, karena khawatir akan mengenaiku”. Saya berkata: “Wahai Rasulullah SAW apakah kami dahulu dimasa Jahiliyah dan penuh kejahatan, kemudian Allah mendatangkan dengan kebaikan ini (Islam). Apakah setelah kebaikan ini adalagi keburukan”. Rasul SAW menjawab:”Ya”. Apakah setelah keburukan itu ada kebaikan”. Rasul SAW menjawab:”Ya, tetapi ada pencemarnya”. “Apa pencemarnya?”. Rasul menjawab:” Kaum yang mengambil hidayah dengan hidayah yang bukan dariku, engkau kenali dan engkau ingkari ”. Saya berkata:” Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan?”. Rasul SAW menjawab:” Ya, para penyeru ke neraka jahanam, barangsiapa yang menyambut mereka ke neraka maka mereka melamparkannya ke dalam neraka”. Saya berkata:” Ya Rasulullah SAW, terangkan ciri mereka pada kami?”. Rasul SAW menjawab:” (kulit) mereka sama dengan kulit kita, berbicara sesuai bahasa kita”. Saya berkata:” Apa yang engkau perintahkan padaku jika aku menjumpai hal itu?” Rasul SAW bersabda:” Perpegang dengan jamaah muslimin dan imamnya”. Saya berkata:” Jika tidak ada pada mereka jamaah dan imam?” Rasul menjawab:” tinggalkan semua firqah (kelompok) itu, walaupun engkau harus menggigit akar pohon sampai menjumpai kematian dan engkau tetap dalam kondisi tersebut” (HR Bukhari dan Muslim)

 

Orang sombong tidak akan masuk surga :

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain“ (HR. Muslim).

 

This entry was posted in Extend, recent post, Islamic View and tagged , . Bookmark the permalink.

10 Responses to PEMECAH-BELAH AGAMA

  1. Dawoez says:

    Bagaimana pandangan Anda soal sepak terjang habib Riziek? Apakah beliau termasuk tokoh/ustadz pemecah belah agama? Demikian juga dengan ustadz-ustadz/tokoh-tokoh islam indonesia lain nya yang selama ini menjadi “musuh” bagi rezim sekarang?

    • The admin says:

      Kita menghindari untuk menghakimi seseorang adalah pemecah belah agama atau tidak. Tujuan kajian dlm arikel ini adalah sebagai introspeksi agar kita tdk gampang menjudge muslim lain sebagai kafir, karena itu adalah sikap memecah belah agama.
      Kita lebih suka menyuarakan persatuan Islam yg jelas disuruh Allah (al An’am 153, ali Imran 103).

      • Dawoez says:

        Jawaban yang cukup diplomatif. Jika dalam kajian Anda menitik beratkan dalam persoalan perbedaan sunni shiah, ustadz-ustadz manakah yang Anda mksud menjadi pemecah belah agama? Sunni atau shiah? Dan benar, persatuan ummat islam harus lah di utamakan, namun islam yang manakah? Anda mungkin lebih berwawasan dari pada saya, namun apakah Anda suka rela meyatukan barisan islam yang ber-aqidah lurus dengan islam yang ber-aqidah bengkok? Seperti yang kita semua pahami, dewasa ini banyak sekali timbul aliran-aliran atau sekte-sekte yang mendompleng islam yang sebenar nya merusak aqidah islam itu sendiri.

        • The admin says:

          Islam itu hanya satu, seseorang bisa disebut muslim setelah mengakui keesaan Allah dan Muhammad sebagai Nabi terakhir. Setelah itu yang membedakan hanyalah ketaqwaannya, dan itu hanya diri kita masing2 dan Allah yg tahu dan berhak menghakimi.

          Siapa saja dari aliran apapun, bisa menjadi pemecah belah agama atau bengkok aqidahnya. Dikita yg mengaku suni (aswaja) saja, tiap hari banyak orang mencari ‘berkah’ ditempat2 keramat, Riba merajalela secara terbuka, sarjana2 muslim hebat (bahkan 2 menteri agama) ditangkep KPK, apakah pantas kita mengklaim aqidahnya paling lurus dan yang lain sesat ???

          Cukuplah perang di Iraq dan Suriah yang menelan korban jutaan muslim itu menjadi pelajaran agar tidak lagi dimanfaatkan musuh Islam (zionis) untuk mengadu domba dan mencapai agenda mereka.

  2. aji says:

    Min, sebenarnya apa sih akar perbedaan shiah suni ?

    • The admin says:

      Perbedaan utama adalah kepercayaan umat Shiah yang meyakini bahwa Khalifah yang layak mengganti Nabi adalah Ali bin Abi Thalib, dan ketiga pendahulunya yaitu Abu bakar ra, Umar ra dan Ustman ra dianggap tidak layak , sementara yang mengaku suni berpendapat keempatnya layak sebagai Khalifah pengganti Nabi.
      Perbedaan yang lain adalah bahwa beberapa perawi hadits dianggap tidak kredibel oleh umat shiah, sementara perawi itu dianggap kredibel oleh umat suni. Yang lain lain hanya perbedaan kecil.

      • aji says:

        Dalam skala yg lbh besar (global) negara mana yg menjadi pemecah belah agama?

        • The admin says:

          Banyak pemimpin negara teluk yang munafik, mereka selalu bilang anti terorisme tapi faktanya malah menjadi pendukung AS dalam penciptaan terorisme, mereka adalah negara2 Koalisi Saudi dan Turki. Lihat saja ketika Yordania dan Turki yg menjadi pintu masuk teroris ke Suriah. Mereka rela negara muslim lain dihancurkan untuk menuruti kemauan sekutu kafirnya AS.
          Dulu banyak yg tdk percaya atau tdk faham hal ini, karena berfikir lugas bahwa apa saja yg dilakukan pemimpin yg mengaku Islam adalah selalu benar. Tapi keretakan hubungan Saudi-Qatar, akhirnya PM Qatar sendiri yg membongkar kemunafikan ini. Sudah Taqdir Allah.

  3. A. Hariyono says:

    Aaz yang budiman, yang dimaksud sebagai pemecah belah agama itu apa yang seringkali dengan lantang meneriakkan soal soal bid’ah kepada sesama pemeluk muslim?
    Fenomena ini dulunya boleh dibilang nggak ada, dua kelompok besar di Indobesia Muhammadiyah dan NU walaupun dalam beberapa soal khilafiyah ada perbedaan,.. Tapi tidak pernah membid’ah-bid’ahkan satu sama lainnya,
    Semenjak reformasi itu kok tiba tiva muncul dan berkembang pesat aliran yang dengan gampang menebar kata bid’ah.
    Penyampaian dakwahnya selalu menggunakan nada tinggi,.. Berteriak-teriak, menebar ancaman neraka, seolah olah merekalah pemegang kunci pintu sorga dan neraka itu,..
    Apa sebenarnya mereka itu sebenarnya juga korban dari propaganda pemecah Islam yang sesungguhnya?

    • The admin says:

      Fenomena membid’ahkan kelompok lain itu sudah ada sejak lama, tapi dulu tidak menjadi ramai karena hanya dilingkup komunitas masing-masing. Dua -tiga dasa warsa ini baru terlihat karena peran media sosial.
      Lebih baik kita ambil postifnya saja, jika ada yg menuduh bi’dah ya kita gunakan untuk introspeksi diri , apakah ibadah kita sdh sesuai tuntunan Nabi, mari kita tanya diri kita masing2 : apakah kita telah mengurangi?, apakah kita telah menambah (membuat aturan baru? atau kita telah memelintir?, atau apakah kita telah membuat abu2 suatu perkara? … itulah ciri2 Bid’ah.

      Soal pemecah agama sdh sangat jelas dalam artikel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *