APA ITU “KORIDOR DAVID”


 

David Corridor atau Koridor David adalah proyek “diam-diam” Israel yang dirancang akan melintasi Jazirah Arab, guna membangun dominasi regional, apa yang sering disebut PM Netanyahu sebagai “The New Middle East”.

Proyek ini melibatkan pembangunan koridor strategis yang pada awalnya bisa berbentuk semacam “buffer zone” yang membentang dari Lembah Yordan, melintasi perbatasan Suriah – Iraq sampai sungai Eufrat yang berbatasan dengan Turki.

Koridor David bisa dianggap sebagai titik awal dimulainya penerapan konsep “Israel Raya”.

 

Apa itu Koridor David

Gagasan bahwa Israel bermaksud menguasai perbatasan timur Suriah telah beredar selama beberapa tahun dikalangan politisi & analis Timur Tengah, semacam bufer zone yang akan menghubungkan Israel dengan wilayah yang dikuasai Kurdi di Suriah utara, menyusuri perbatasan Suriah – Iraq.

Tujuannya, adalah untuk menciptakan jalur darat yang berkesinambungan antara Israel, memanjang ratusan kilometer menyambung kewilayah yang dikuasai Kurdi Suriah, guna mencegah Iran membangun kehadiran di Suriah.

Kekhawatiran bahwa Israel akan mencoba melakukan perampasan tanah skala besar di Suriah, berawal dari kekhawatiran yang tersebar luas di kawasan tersebut bahwa tujuan utamanya adalah membangun ‘Israel Raya‘ (the Great israel), yang dirumuskan oleh bapak Zionisme, Theodor Herzl.

Idenya adalah mendirikan negara Yahudi di Timur Tengah, dengan batas-batas yang mereka klaim tercantum dalam Al-kitab mereka, yang membentang “Dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat”.

 

Kenapa dinamakan ‘Koridor David’

Nama David (Nabi Dawud) dipakai terkait cita-cita besar zionis Israel menjadi satu-satunya penguasa dan super power dunia paska WW3, mirip era kejajayaan kerajaan Israel pada era Nabi Dawud as.

 

Mulai Intensif Paska Pergantian Penguasa di Suriah

Israel telah memanfaatkan kejatuhan presiden Assad yang telah lama mereka inginkan itu, guna meningkatkan agresinya yang secara dramatis membuat “kekuatan militer Suriah menjadi nol”.

Dalam beberapa minggu setelah Presiden Assad meninggalkan negara itu, jet-jet tempur Israel membom ratusan lokasi militer Suriah di seluruh negeri, menghancurkan jet-jet tempur dan rudal-rudal Suriah, dan merampas banyak aset penting militer Suriah.

Di darat, pasukan Israel menyerbu perbatasan utara Israel, dan dengan cepat merebut sebagian besar wilayah Suriah.

Wilayah baru Israel itu kini mencakup zona penyangga PBB, sebagian provinsi Quneitra dan Daraa, serta Gunung Hermon yang strategis diperbatasan Lebanon, yang menghadap Damaskus.

Pemerintah Israel telah menegaskan bahwa mereka tidak akan pergi dari wilayah tersebut, & bersumpah untuk menduduki wilayah itu tanpa batas waktu, dan membangun sejumlah pangkalan militer di wilayah tersebut.

Suriah, dengan kedaulatannya yang terpecah-pecah dan kehadiran militer koalisi AS, serta hancurnya kekuatan militernya, menawarkan lingkungan yang sempurna untuk tercapainya tujuan besar Israel ini.

Meningkatnya aktivitas Israel di Suriah selatan, bukanlah untuk menangkis ancaman, atau membela minoritas Druze seperti yang dipropagandakan, melainkan untuk “dimanfaatkan” dalam proyek besar regional ini.

 

Pijakan Bagi Proyek Israel Raya

Koridor David menggambarkan pijakan permanen Israel di jantung jazirah Arab, yang akan menjadi model baru Timur Tengah, & sering disebut Netanyahu sebagai “the New Middle East”, yang telah beberapa kali dia presentasikan di PBB.

Melalui kendali atas koridor ini, Israel sedang meletakkan dasar bagi pengaruh jangka panjang atas geografi dan masa depan politik kawasan tersebut.

Lebih jauh lagi, Koridor ini berfungsi sebagai landasan peluncuran bagi proyek “Israel Raya” (the Great Israel), sebuah doktrin ekspansionis zionis dalam persiapan menyambut al-Masih mereka.  

Dalam penerapannya, strategi tersebut bisa meliputi:

Memecah-belah Suriah dalam fragmen-fragmen kecil, merangkul proksi baru sebanyak mungkin di Suriah, melaksanakan operasi militer, dan destabilisasi negara-negara tetangga yang dalam tahap awal mencakup Suriah, Iraq, dan Lebanon, sebelum akhirnya juga ke Yordania dan bahkan di utara Mesir.

 

Implementasinya

Persiapan proyek besar Israel ini, sebenarnya telah jauh dilakukan Israel & AS, bahkan sejak dimunculkannya ISIS di Iraq dan Suriah sekitar 2013. Dan pasukan AS mulai ditempatkan di Iraq dan Suriah, dengan dalih melawan ISIS.

Secara praktis sampai saat ini AS telah membantu memuluskan proyek besar Israel itu dengan menempatkan pasukannya di dua basis militer yang terletak di Tanf, Ain Al-Arab (Kobani), dan di dekat perbatasan Turki.

Sangat jelas, bahwa jika ditarik garis dari Golan yang dikuasai Israel, Suriah selatan, melewati posisi basis-basis militer AS di Suriah itu, maka akan terbentuk garis yang akan membayangkan bagaimana “koridor David” itu akan dibentuk.

Selain itu, dari politik lokal Suriah, Israel dan AS telah menempatkan proksi-proksi lokal, dengan “memegang kepala” para penguasa suku, dari suku Druze di Suriah selatan, membentang hingga suku Kurdi di Suriah utara & Timur laut.

Secara praktis, pada tahun 2023, AS membantu agenda Israel ini dengan membentuk apa yang disebut The Sunni Tribal Belt” (sabuk suku Sunni) di Suriah, yang diikuti dengan perluasan ke Irak, dengan tujuan melemahkan pengaruh Iran, dan memutus jalur daratnya dari Teheran ke Beirut.

Proyek AS itu bertujuan untuk membentuk pasukan suku Arab Sunni yang berkoordinasi dengan pasukan AS di basis al-Tanf. Tujuan awalnya adalah untuk mengendalikan perbatasan Irak-Suriah, mulai dari Al-Bukamal di provinsi Deir Ezzor, Suriah, hingga pangkalan al-Tanf.

Namun, jauh sebelumnya, tahun 2015 AS membentuk pasukan kurdi Suriah SDF (Syrian Democratic Force), yang juga melibatkan komponen suku Arab Suriah, disamping suku Kurdi.

Aliansi dengan suku Kurdi Suriah yang menguasai 30% wilayah Suriah utara itu, diproyeksikan akan menjadi modal besar bagi Israel untuk mencapai tujuan besar ini.

 

‘Abraham Accord’ Sebagai Peredam Dunia Arab

Kesepakatan Abraham yang dimulai tahun 2020, akan menjadi pendukung diplomatis penting bagi Israel, guna membungkam protes dari para penguasa Arab dan Islam di Jazirah Arab dan Afrika Utara, dalam mewujudkan proyek impian ini.

Jika seluruh penguasa negara Arab telah menanda-tangani perjanjian Abraham, maka Israel berharap akan melenggang mulus dalam mencapai agenda besar ini.

 

Keuntungan Strategis Israel Hadapi Iran

Selain dampak langsungnya terhadap Suriah dan Irak, Koridor David menawarkan keuntungan krusial Israel dalam melawan Iran. Proyeksinya, paska terbentuknya, koridor ini akan memfasilitas: akses rute udara untuk intelijen Israel dan potensi serangan militer yang lebih jauh ke wilayah Iran.

Singkatnya, koridor ini akan memberi Israel jangkauan yang belum pernah terjadi sebelumnya ke wilayah Iran, sebelum secara langsung melancarkan perang terbuka.

Namun Koridor David bukanlah sekadar manuver taktis jangka pendek seperti halnya untuk sekeda mengalahkan Iran, ini adalah sebuah langkah senyap namun transformatif dalam agenda regional jangka panjang dalam menjalankan ‘Messianic agendanya’.

 

Menyiapkan Lokasi Kemunculan al-Masih Dajjal

Penguasaan Israel yang akan mencakup seluruh perbatasan Suriah-Iraq sampai sungai Eufrat, juga menjadikan kita lebih mudah untuk memahami isyarat Nabi Muhammad Saw tentang lokasi kemunculan Dajjal.

Dalam beberapa Hadits sahih, Nabi mangatakan bahwa kemunculan Dajjal didunia nyata akan terjadi diperbatasan Suriah-Iraq, yang Haditsya telah beberapa kali kita sajikan dalam beberapa kajian kita.

Dengan dimulainya pembentukan koridor David ini, dan keyakinan umat Yahudi yang sedang sibuk menyiapkan kedatangan al Masih mereka (al Masih Dajjal), maka apa yang banyak diisyaratkan banyak hadits Nabi itu, kini semakin menjadi terang-benderang.

 

This entry was posted in Analisa Geopolitik and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to APA ITU “KORIDOR DAVID”

  1. Dadan danialsibel@gmail.com says:

    Waw, masyaAlloh Semaki terang benderang rencananya.

    • Randy says:

      Alhamdulillah selalu mendapat pengetahuan baru yg dijelaskan dng sngt gamblang.

    • diki says:

      meskipun sdh terang benderang, herannya sebagian besar umat muslim masih ga percaya, tapi malah bertanya kenapa arab kerjaannya perang terus?
      Begitulah umat muslim sekarang, bagai buih 🙁

  2. Zn says:

    Hmm sebenarnya koridor dawud ini seperti “jalur khusus” dari perbatasan suriah iraq saat al masih palsu itu muncul sampai ke yerusalem

  3. mas apin says:

    kesampaian gak ya impian para zionis untuk mendirikan the greater israel, mengingat, usia mereka (negara israel) mendekati 80 tahun, yang udah2 kan gagal

    • The admin says:

      Kalau untuk mencapai the great Israel dimana Israel akan merebut: seluruh wilayah Palestina, sebagian Mesir, sebagian Saudi, seluruh Yordan, seluruh Suriah, sebagian Iraq, dan seluruh Lebanon, rasanya tidak akan tercapai. Perkiraan kita itu akan butuh waktu paling cepat 10 tahun, sementara dunia sdh memasuki WW3.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.