Content List
- AS MULAI TARIK PASUKAN DAN SENJATANYA DARI KURDISTAN-IRAQ
- SEMUA PERISTIWA BESAR DUNIA TIDAK TERJADI BEGITU SAJA
- HAMAS SETUJUI PELUCUTAN SENJATA DIBAWAH “BOARD OF PEACE”
- JUTAAN WARGA YAMAN BERUNJUK-RASA KECAM BLOKADE ARAB SAUDI
- SERANGAN BESAR ISRAEL KE LEBANON GUNAKAN BOM 700 TON BOM
- YAMAN INGATKAN NEGARA YANG BERGABUNG DALAM KOALISI LAUT SAUDI
- SLEBIH 50 RIBU IMIGRAN BERENANG DARI MAROKO MENUJU EXCLAVE CEUTA
- IRAN PEINGATKAN MESIR SOAL POTENSI SERANGAN “FALSE FLAG” OLEH ISRAEL
AS MULAI TARIK PASUKAN DAN SENJATANYA DARI KURDISTAN-IRAQ
Beberapa minggu setelah PM Irak, Ali al-Zaidi menemui Trump untuk membahas penarikan pasukan AS dari negaranya, kini AS mulai menarik pasukan mereka Bandara Erbil, di Kurdistan-Irak (KRI).
Penarikan itu terjadi 2 bulan lebih cepat dari tenggat waktu yang dijadwalkan, paling lambat 30 September 2026.
Sistem pertahanan udara AS “Patriot’ juga telah dipindahkan dari kompleks militer dan ditempatkan kembali ke lokasi yang dirahasiakan. Namun, beberapa sistem senjata pertahanan lainnya belum dipindahkan, dan sekitar 2000 tentara masih ditempatkan di Pangkalan Udara Harir di Kurdistan-Irak.
SEMUA PERISTIWA BESAR DUNIA TIDAK TERJADI BEGITU SAJA
Un’operazione organizzata da 🇺🇸Washington e 🇮🇱Tel Aviv e coordinata con le 🇲🇦autorità marocchine per destabilizzare la 🇪🇸#Spagna, fare un regalo all’estrema destra europea, e punire il Paese che ha osato sfidare l’Impero americano e i suoi sgherri armati israeliani. #Ceuta pic.twitter.com/5vyeudXYgi
— Michele Gamba 🇮🇹🇪🇺🇵🇸🇨🇺✯PD✯ (@MicGamba) July 31, 2026
Pengerahan 50-60 ribu warga Maroko ke exclave Ceuta yang dikuasai Spanyol bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri.
Beberapa bulan terakhir, pemerintah Spanyol gencar menyuarakan dukungan ke Palestina dan mengkritik keras tindakan militer Israel di Gaza, Tepi barat, dan Lebanon.
Dalam video terekam kamera ketika mobilisasi masa itu dilakukan secara sistematis oleh penguasa Maroko, bukan terjadi secara spontan begitu saja.
Maroko adalah salah satu negara mayoritas muslim yang salah jalan dengan memilih menjadi sekutu dekat Israel, dalam perjanjian “Abraham Accords” sejak 2020.
HAMAS SETUJUI PELUCUTAN SENJATA DIBAWAH “BOARD OF PEACE”
Pejuang Palestina Hamas telah setuju untuk melucuti senjata di Gaza, di bawah rencana “Board of peace” Presiden Trump, dengan syarat Israel juga harus memenuhi serangkaian syarat dalam perjanjian tersebut.
Ghazi Hamad, anggota delegasi negosiasi Hamas, Jum’at, mengkonfirmasi bahwa kesepakatan telah tercapai, dan pernyataan resmi akan segera dirilis.
“Kami tidak akan melakukan perlucutan senjata sebelum Israel menarik diri dari Jalur Gaza, dan senjata akan diserahkan ke otoritas Palestina, bukan ke Israel,” ujar Hamad.
JUTAAN WARGA YAMAN BERUNJUK-RASA KECAM BLOKADE ARAB SAUDI
بثبات رسمي وشعبي جامع على فرض معادلة ‘الحصار بالحصار’ وبجهوزيةٍ لن تتردد في مواجهة أي تصعيد شامل للعدو السعودي..
يقولها اليمن بأعلى صوت، لا تنازل عن نيل حقه ولا مساومة في رفض استمرار ظلمه.
مليونية “الحصار بالحصار و التصعيد بالتصعيد”#صنعاء_الآن #ميدان_السبعين pic.twitter.com/6mR6Lnqv1A— العميد يحيى سريع (@Yahya_Saree) July 31, 2026
Jutaan warga Yaman, Jumat, berunjuk-rasa diibukota Sanaa mendukung tindakan militer pemerintah Sanaa, sampai blokade oleh Saudi ke Yaman sepenuhnya dicabut, dan hak serta sumber daya sah negara itu dipulihkan.
Mereka juga menyuarakan dukungan yang tak tergoyahkan untuk pemimpin Ansarullah, Abdul-Malik al-Houthi, dan untuk militer Yaman untuk melawan blokade Saudi.
SERANGAN BESAR ISRAEL KE LEBANON GUNAKAN BOM 700 TON BOM
700 tons of explosives.
Israel detonated 700 tons of explosives beneath Beaufort Castle in South Lebanon, in the middle of the night.
A 900-year-old Crusader castle that UNESCO just listed as endangered heritage. pic.twitter.com/4uAhrzXiTS
— sarah (@sahouraxo) July 31, 2026
IDF kembali melakukan pelanggaran gencatan senjata 26 Juni, dengan serangan baru di dekat Benteng Shaqif (Beaufort Castle) di Lebanon selatan, menarget desa-desa Yohmor al-Shaqif, Haddatha, dan Kfar Tebni.
PM Netanyahu dan Menhan, Israel Katz, Kamis malam, menyatakan, tentara Israel menggunakan 700 ton bahan peledak untuk menargetkan terowongan Hizbullah.
Militer Israel “akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon selatan dan akan terus apapun oleh Hizbullah untuk memulihkan kemampuannya.”
Sejak 2 Maret, serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 4.333 orang, melukai lebih 12.236 orang, dan menyebabkan lebih 1 juta orang mengungsi.
YAMAN INGATKAN NEGARA YANG BERGABUNG DALAM KOALISI LAUT SAUDI
Kemenlu Yaman menyatakan bahwa “rezim Saudi sedang merajut jaring laba-laba untuk mendukung blokade dan kejahatannya terhadap rakyat Yaman.”
Kemenlu menasihati negara-negara “untuk tidak membiarkan rezim Saudi menyeret mereka ke dalam pertempuran yang zalim dan merugikan, dan tidak ada orang waras di dunia yang ingin melibatkan diri dengan Saudi.”
Bahwa “kehadiran militer apapun di Laut Merah akan menciptakan ketidakstabilan, dan memengaruhi navigasi yang aman yang saat ini berlaku.”
SLEBIH 50 RIBU IMIGRAN BERENANG DARI MAROKO MENUJU EXCLAVE CEUTA
The INVASION of Spain is unfolding right before our eyes 🇪🇸🚨
Prime Minister Pedro Sanchez’s government policies are actively encouraging massive waves of migration from Africa into Spain.
The Spanish territory of Ceuta – an enclave bordering Morocco near the Strait of… pic.twitter.com/w8i0JR04yR
— Predictivemoney (@Predictivemoney) July 30, 2026
Dalam semalam, hampir 50.000 imigran gelap Afrika Utara kebanyakan dari Maroko membanjiri eksklave Ceuta, wilayah koloni Spanyol ditanduk Afrika barat.
sejak Kamis malam, puluhan ribu orang sebagian besar pria muda Maroko, merangsek perbatasan & bergerak menuju exclave Ceuta, setelah Maroko sengaja membuka kawat berduri diperbatasannya.
Exclave Ceuta secara resmi berada di bawah kedaulatan Spanyol sejak tahun 1640 (diakui internasional tahun 1668), sedangkan exclave Melilla dikuasai Spanyol sejak tahun 1497.
IRAN PEINGATKAN MESIR SOAL POTENSI SERANGAN “FALSE FLAG” OLEH ISRAEL
American tanker just bombed by a Iranian drone pic.twitter.com/yYxMIlVWTA
— Mic-Ha-El (@marineo341) July 29, 2026
Menlu Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengomentari serangan drone ke kapal tanker Gas AS di Mesir, menyerukan Mesir untuk waspada terhadap rencana dan operasi “false flag” oleh Israel.
“Mesir adalah mitra penting di kawasan ini, dan keamanannya sangat penting bagi kami. Kita semua harus waspada terhadap operasi “false flag” Israel yang dirancang untuk merusak perdamaian regional. Ancaman itu jelas saling timbal balik, dan mengkhawatirkan solidaritas Muslim,” tulisnya di X.
Sementara itu Ansarullah juga membantah telah melakukan serangan drone ke kapal tanker AS di Mesir itu.




