ISRAEL : SELAMAT DATANG PARA PENGIKUT DAJJAL

Artikel ini hanya berisi info dari Al-Arabya, sebagai update lanjutan dari terjadinya peristiwa luar biasa akhirzaman, yang telah kita bahas dalam dua artikel kita yang lalu telah, dimana dua Negara Arab teluk UEA dan Bahrain secara aneh menjalin hubungan resmi dengan musuh Islam Israel, meski sudah menjadi rahasia umum, bahwa secara diam-diam mereka selama ini sebenarnya telah melakukannya.

Judul asli artikelnya menggunakan kalimat ”Welcome to Israel”, tapi dari sisi visi akhirzaman, judulnya lebih tepat menjadi “Selamat datang para pengikut Dajjal”, kenapa? Anda harus menyimak  kajian agamanya dalam artikel “Generasi terakhir itu kini telah bersama Dajjal”.

 

Delegasi resmi UEA pertama untuk Israel telah mendarat di bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv pada hari Selasa 22/10/20, ditemani oleh pejabat tinggi AS termasuk Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin. Sementara delegasi UEA terdiri Menteri Negara Urusan Keuangan Obaid Humaid Al Tayer, dan Menteri Ekonomi UEA Abdulla Bin Touq Al Marri

Delegasi UEA-AS itu diterima oleh PM Israel Benjamin Netanyahu, yang sekaligus membuka upacara trilateral penandatanganan empat perjanjian Israel-UEA mengenai promosi dan perlindungan investasi, sains dan inovasi, penerbangan, dan pembebasan visa.

Netanyahu mengumumkan bahwa UEA dan Israel akan membolehkan warganya melakukan perjalanan antara kedua negara tanpa visa.

 

Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan bahwa para pejabat (kedua Negara) telah “membuat sejarah dengan cara yang akan bertahan dari generasi ke generasi.” “Orang Yahudi dan Arab adalah keturunan dari satu nenek moyang yang sama, yaitu Abraham (Nabi Ibrahim) … dalam semangat beliau itu, kita ingin mendorong hidup berdampingan dan kerja sama di Timur Tengah,” tambahnya.

 

Pembentukan “Yayasan Ibrahim”

AS telah mengumumkan pembentukan “Abraham Fund” (Yayasan Ibrahim), sebuah inisiatif gabungan Antara AS-Israel-UEA yang berbasis di Yerusalem yang berfokus pada penguatan ketahanan ekonomi regional di Timur Tengah dan negara-negara Afrika Utara.

Abraham Fund” akan dimulai dengan komitmen trilateral senilai $3 miliar, kata CEO Perusahaan Keuangan Pembangunan Internasional AS Adam Boehler.

Adam Boehler menambahkan, bahwa “kami telah membuat kemajuan … untuk mengubah dan ‘memodernisasi pos pemeriksaan untuk warga Palestina” di seluruh Israel dan Yordania.”

Dalam pernyataan bersama, ketiga negara tersebut akan “secara trilateral membuka kantor pembangunan yang berbasis di Israel untuk mengidentifikasi dan memulai proyek strategis dengan dampak pembangunan yang tinggi, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan standar hidup, dan menciptakan pekerjaan yang bernilai tinggi dan berkualitas,”

 

Menlu UEA Ahmed Al Sayegh mengatakan, bahwa Yayasan tersebut “mencerminkan keinginan ketiga negara untuk mengutamakan kesejahteraan masyarakat, terlepas dari apapun ‘keyakinan atau identitas’ mereka”.

 

Tapi, partisipasi dari negara lain untuk ikut memajukan tujuan pendanaan demi mempromosikan kerjasama ekonomi regional dan kemakmuran di Timur Tengah dan sekitarnya akan disambut baik.

Dalam sambutannya, Mnuchin (Menkeu AS) mengatakan, bahwa bersama dengan AS, “Israel dan UEA memiliki pandangan yang sama mengenai ancaman dan peluang di kawasan ini.”

Menurut Kantor PM Israel, selesai upacara ini, Netanyahu, Mnuchin, Asisten Presiden AS Avi Berkowitz, Menteri Negara Urusan Keuangan UEA Obaid Humaid Al Tayer, dan Menteri Ekonomi UEA Abdulla Bin Touq Al Marri bertemu dalam rapat tertutup.

Kunjungan delegasi itu dibatasi hanya di area bandara Ben Gurion untuk tindakan pencegahan virus corona. Pada 31 Agustus lalu, delegasi Israel telah mengunjungi ibu kota UEA, Abu Dhabi menggunakan penerbangan langsung pertama dalam sejarah dari Israel ke UEA.

Delegasi UEA itu menumpang penerbangan Etihad Airways yang berangkat pada Selasa pagi dari bandara di Abu Dhabi, UEA.

Pada hari Senin 19/10, penerbangan komersial  pertama dari UEA ke Israel telah mendarat di dekat Tel Aviv, satu bulan setelah negara-negara tersebut menandatangani kesepakatan untuk menormalisasi hubungan, meski hanya awak pesawat yang ada di dalamnya (untuk alasan pandemi).

Penerbangan tersebut dioperasikan oleh Etihad Airways, yang menjadi maskapai Negara Arab Teluk pertama yang mengoperasikan penerbangan sipil ke Israel.

This entry was posted in Info Lain and tagged , . Bookmark the permalink.

23 Responses to ISRAEL : SELAMAT DATANG PARA PENGIKUT DAJJAL

  1. Taufan says:

    Assalamualaikum admin aaz, dari kalangan apa sajakah yg bisa menjadi pengikut Dajjal ? Apakah juga dari orang biasa ? mksh sebelumnya.

    • The admin says:

      Semua orang dari 2 jalur umat bisa menjadi pengikut Dajjal, makanya secara khusus Hadits menyebut secara terpisah ada umat Yahudi yang menjadi pengikut Dajjal, dan ada umat Muslim (membaca Quran) yang menjadi pengikutnya.
      Pd tataran umat, Kita telah menulis kajian tentang orang” biasa yg menjadi pengikut Dajjal, yg umumnya karena tergoda dunia dng melakukan jalan pintas dalam mencari nafkah.

      Dikalangan petinggi, tidak hanya dari pemimpin negara Arab, tp bisa jg ada beberapa pemimpin agamanya. Kita sedang menyiapkan artikel soal pengikut Dajjal yg bersorban yg mngklaim sbg pemuka agama dunia, yg sudah kita amati dlm bbrp tahun ini sangat dekat hubungannya dengan Israel.

  2. abuspleastine says:

    sesat !!! nabi Muhammad tidak pernah secara eksplisit menyebut yahudi jika itu yahudi pun pasti dia tau dan menerangkannya si Dajjal tanpa keabu abuan.

    • The admin says:

      Mohon tidak menggunakan email yg sdh tidak valid ataupun email palsu, agar tidak merepotkan kami mengangkat dari Spam. Terimakasih atas pengertiannya.

  3. nugroho says:

    di facebook ada akun hadasah indonesia. sebuah akun pro israel. dalam akun itu mereka memandang palestina akan lebih sejahtera jika gabung israel. dan arab akan lebih makmur jika damai dengan israel.

  4. ar says:

    apa benar normalisasi hubungan dengan negara israel termasuk kedalam anak buah/ pengikut dajjal? dan bagaimana menurut admin jika orang/warga negara ada yang tidak ingin menjadi pengikut israel tapi pemimpin negara melakukan normalisasi hubungan dengan israel?

    • The admin says:

      Qur’an jelas melarang keras negara muslim bersekutu dengan zionis Israel, silahkan baca kajian ayatnya disini.
      Israel sedang menunggu kemunculan Al-Masih Dajjal karena tidak mengakui Nabi Isa AS sebagai Al masih, jadi siapa yang bersekutu dengan Israel berarti menjadi anak buah Dajjal, meski secara lahiriyah mereka seperti kebanyakan umat Islam yang lain. Hal ini sudah disyaratkan Nabi kita dalam banyak hadits seperti :

      “ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi terakhir mereka akan bersama dajjal“ (HR. Imam Thabrani).

      Kita sarankan anda membaca kajian2 kita seperti yg kita sarankan untuk penanya sebelumnya, sdr. Nugroho.

      Bagaimana status warga negara yg pemimpinnya bersekutu dengan Israel? Jika didalam hati mereka setuju/ mendukung, maka mereka termasuk didalamnya.

  5. Salwa says:

    Min, untuk tujuan apakah Israel merangkul negara” arab untuk menjadi sekutunya, padahal Israel adalah super power diTimur tengah apalagi dengan dukungan AS?

    • Deddy says:

      Mencari legitimasi dari negara Nagara Arab sebagai representasi “negara islami” untuk memulai WWW3, dan memudahkan langkah untuk menyerang Iran dan Suriah, mungkin.
      Wallaahu a’lam…..

    • The admin says:

      Sadar atau tidak, kita berada diujung akhirzaman, kita berpendapat serangan ke Iran adalah awal dari Malhamah tahap-2, sedangkan hadits menyebut Dajal akan muncul 6 atau 7 tahun setelah Malhamah. Tujuan Israel yang bisa kita analisa adalah :

      1. Mencari justifikasi/ pembenaran atas serangan ke Iran yang kita yakin hanya soal waktu. Dengan ada dukungan negara” Arab, maka dunia Islam diharapkan akan merasa bahwa serangan ke Iran sebagai satu”-nya negara muslim penentang Israel yang masih kokoh kekuatan militernya adalah suatu “kebenaran”.

      2. Mempersiapkan kondisi yang kondusif disekitar Israel yang kelilingi negara” Arab, dan mencitrakan Israel sebagai negara yang didukung dunia Islam, sebelum kemunculan Al Masih Dajjal yang mereka yakini akan memimpin dunia dari Israel.

      • Salwa says:

        Sy baca dari update ww3, negara” yg sdh menormalkan hubungan dengan Israel sepertinya mendapat banyak keuntungan, gmn menurut admin ?
        Satu lagi, melihat situasi timteng akhir-akhir ini, menurut perkiraan admin berapa tahun lagikah Dajjal akan muncul?

        • The admin says:

          1. Mulai era 80an negara” yg diam-diam bersekutu dengan Israel hidup melimpah harta, dan sebaliknya penentangnya dicekik dengan berbagai macam embargo ekonomi. (Anda bisa sebut sendiri negara2 arab teluk yg melimpah harta sejak ada perjanjian petrodolar.)

          Dalam 2 dasawarsa ini makin jelas ketika penguasa negara” penentang Israel bukan hanya dicekik dengan embargo” ekonomi, tapi dengan serangan militer langsung oleh AS sebagai Super power centengnya Dajjal, seperti : Libya, Iraq, Suriah, Yaman dsb.

          Diera milenial abad 21 (tepatnya dalam beberapa bulan ini), makin gampang lg dibedakan penguasa mana yang menjadi pengikut Dajjal dan yang bukan, karena mereka bukan lagi secara sembunyi” tapi terang-terangan menyatakan sebagai sekutu Israel.
          Dajjal memang menawarkan kekayaan dunia bagi pengikutnya, nah sekarang tinggal iman kita yang diuji :

          “…Sesungguhnya bersama dia ada surga dan nerakanya, sungai dan air, serta gunung roti. Sesungguhnya surganya Dajal adalah neraka dan nerakanya Dajal adalah surga.” (HR. Ahmad)

          “Sungguh Dajjal akan keluar dan bersamanya ada air dan api. Apa yang dilihat manusia air sebenarnya adalah api yang membakar. Apa yang dilihat manusia api sesungguhnya adalah air minum dingin yang segar. Barangsiapa di antara kalian yang mendapatinya hendaknya memilih yang dilihatnya api, karena itu adalah air segar yang baik.” (HR. Muslim)

          2. Ini pertanyaan yg sulit, perkiraan saja ya :
          * Pertama, Nabi menyebut Dajjal akan keluar (dalam bentuk fisik) 6-7 tahun setelah Malhamah.
          * Kedua, dalam sejarah sudah 3 kali umat Yahudi memiliki negara, yaitu pada era Nabi Dawud disambung era Nabi Sulaiman (selama 80 tahun), kedua pada era Dinasti Hasmonean (selama 74 tahun). Artinya, negara mereka tidak pernah bertahan lebih 80 tahun, dan yg ketiga saat ini Israel sdh berusia 72 tahun.
          – Jika Iran mulai diserang tahun depan (dimulai Malhamah) dan dari fakta sejarah usia negara Israel, maka anda bisa memperkirakan sendiri.

          • menuju says:

            Maaf, Min. Kerajaan Yehuda dan Israel tetap ada sampai penaklukan oleh Babilonia. Dan sebelum Daud, sudah ada Thalut/Saul. Jadi, belum tentu negara Yahudi terakhir ini juga cuma 80 tahun. (Tapi saya percaya Israel yang sekarang ini akan berumur pendek)

            • The admin says:

              Teks Sejarah memang sering berbeda tergantung siapa penulisnya, sumbernya, sudut pandang dan kepentingan penulisnya. Tapi kita lebih memilih pendapat ini, karena yang mengatakan justru Menhan Israel sendiri. Dan angka yg disebut Menhan Israel itu juga hampir sama dng yg disebut di Jewish virtual history, yg menyebut Era Nabi Daud 40thn + Sulaiman 40 thn, dan Era Hosmenian 80thn.

              Memang belum tentu umur negara Israel yang ketiga ini dibawah 80 tahun, tapi spt sdh kita sebut, kita punya alternatif lain selain melihat sejarah, yaitu melihat “Hadits dipadu situasi geopolitik” menuju serangan ke Iran. Dan kedua prediksi itu memberikan hasil serupa. Tentu ini hanya estimasi.

              • Salwa says:

                Masya Allah, sdh begitu dekatkah Malhamah , tanpa kita sadari kita benar” sdng diakhirzaman ya.

                • The admin says:

                  Semua Isyarat Nabi sedang kita saksikan, dan yang 3 bulan terakhir kita lihat bersama adalah “berjayanya Baitul Maqdis/ Yerusalem”, dimana negara-negara muslim kini malah menjadikan Israel/Yerusalem sebagai “kiblatnya”/panutannya. Yerusalem (Israel) kini sedang berjaya.

                  Nabi menyebut dalam Haditsnya yang telah kita bahas disini :
                  “…Berjayanya Baitul Maqdis/Yerusalem adalah tanda meredupnya kota Yatsrib/Madinah, meredupnya kota Yatsrib adalah tanda terjadinya peperangan besar /Al-malmah kubra …”(HR.Abu Dawud)

Leave a Reply to nugroho Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *