PARA AHLI MENUDUH AS MEMODIFIKASI SERANGGA UNTUK BIOWEAPON

gettyimages-139677923

Dalam sebuah Jurnal ilmiah yang dirilis oleh sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Richard Guy Reeves dari Institut Max Planck untuk Biologi Evolusi di Jerman memuat tuduhan, bahwa Badan Proyek Penelitian Pertahanan Lanjutan (DARPA /Defense Advanced Research Projects Agency ) pemerintah AS  berpotensi telah mengembangkan serangga sebagai cara untuk membuat “senjata biologis jenis baru.”

Senjata biologis yang dmaksud adalah dengan memanfaatkan serangga untuk menyebarkan virus yang bisa membuat tanaman di lahan pertanian bisa gagal tumbuh atau gagal panen.

Ini adalah artikel di Newsweek yang dirilis pada 10 april 2018 lalu, tapi mungkin bisa menambah wawasan bahwa senjata bilogis tidak hanya bisa digunakan untuk mentarget manusia tapi juga tanaman pangan.  

 

 

Badan Proyek Penelitian Pertahanan Lanjutan (DARPA /Defense Advanced Research Projects Agency ) pemerintah AS telah dituduh berusaha menciptakan senjata biologis jenis baru yang akan disebarkan melalui serangga yang telah terinfeksi virus.

Program dengan kawanan Serangga telah diumumkan oleh lembaga DARPA pada tahun 2016. Ini adalah proyek penelitian yang bertujuan untuk melindungi pasokan makanan pertanian AS dengan menyuntikkan gen-gen pelindung (anti virus) ke tanaman melalui bantuan serangga, yang dianggap bertanggung jawab atas penularan sebagian besar virus tanaman.

Para ilmuwan itu meyakini telah menitipkan bug itu dengan virus yang akan memberikan manfaat perlindungan tanaman, yang  bisa menjadi salah satu cara untuk memastikan keamanan pangan jika terjadi ancaman besar.

Dalam sebuah tajuk rencana yang diterbitkan dalam Jurnal ilmiah oleh  sekelompok peneliti yang dipimpin oleh Richard Guy Reeves, dari Institut Max Planck untuk Biologi Evolusi di Jerman mengatakan, bahwa kelompok Serangga itu sebenarnya  tidak seperti yang dikatakan (untuk melindungi tanaman). Tetapi  mereka mengklaim DARPA  berpotensi telah mengembangkan serangga itu sebagai cara untuk membuat “senjata biologis jenis baru.”

 

 

Bagaimana Kawanan Serangga Bekerja

Ada banyak jenis ancaman yang dapat berdampak pada keamanan pangan, yaitu meliputi bencana lingkungan, penyakit alami dan serangan (hama) yang disengaja.

Kegagalan panen, untuk alasan apa pun berpotensi menimbulkan konsekuensi yang menghancurkan. Gandum dan jagung, misalnya, diandalkan oleh ratusan juta di seluruh dunia untuk kebutuhan nutrisi dasar mereka.

Mengubah suatu spesies secara genetik untuk membuatnya lebih tangguh akan mendatangkan masalah. Melakukan perubahan secara langsung atas  kromosom suatu spesies memerlukan proses yang lama, karena perubahan itu harus diturunkan dari generasi ke generasi sebelum mampu bertahan.

Alih-alih, para ilmuwan DARPA itu malah memperkenalkan virus yang dimodifikasi secara genetika yang dapat mengedit kromosom secara langsung di lapangan, ini dikenal sebagai agen perubahan genetik lingkungan horizontal (HEGAA) Horizontal Environmental Genetic Alteration Agents.

Program DARPA menggunakan prinsip-prinsip HEGAA tetapi, tidak seperti metode-metode penyebaran tradisional seperti dengan menyemprotkan keladang, mereka ingin menyebarkannya melalui serangga.

Saat ini, tanaman jagung dan tomat sedang digunakan dalam percobaan dan serangga yang digunakan untuk penyebaran adalah wereng, kutu daun, dan lalat putih.

Manajer Program DARPA untuk proyek Serangga, Blake Bextine membantah tuduhan itu dan mengatakan, bahwa  “Programn Serangga itu ditujukan untuk mengembangkan penanggulangan hama yang terukur, siap digunakan, dan digeneralisasikan terhadap potensi ancaman alami dan rekayasa terhadap tanaman yang menua”.

“Program ini melakukan perancangan teknologi untuk merekayasa dan memberikan terapi bertarget pada rentang waktu yang relevan, yaitu dalam satu musim tanam. Untuk melakukan itu, para peneliti Serangga sedang membangun sistem pengiriman virus dan serangga vektor tanaman alami, yang secara efisien dan sangat spesifik digunakan untuk mentransfer gen pelindung yang telah dimodifikasi ke tanaman. ” kata Blake Bextine.

 

 

Mengapa Menggunakan Senjata Biologis?

Reeves dan rekan-rekan ahli lainnya memberikan sejumlah penjelasan mengapa kawanan Serangga dapat menjadi sarana penyebaran bioweapon. Pertama, mereka mempertanyakan sifat dasar dari proyek itu yang menggunakan serangga. Mengapa, karena serangga begitu integral? Apa saja masalahnya dengan menyebarkan HEGAA?

Tim ahli itu mengatakan, kawanan Serangga sebenarnya “sangat terbatas kontribusinya dalam meningkatkan pertanian AS atau merespon keadaan darurat nasional …. Sebagai hasilnya, program ini dapat dianggap secara luas sebagai upaya untuk mengembangkan agen biologis untuk tujuan permusuhan dalam arti cara penyebarannya.”

Secara potensial, virus-virus yang disebarkan malah dapat membahayakan, dan bukannya mendapat kebaikan. Serangga dapat digunakan untuk membubarkan agen yang dapat mencegah benih untuk tumbuh.

“Senjata HEGAA bisa sangat menular ke spesies tanaman yang rentan, terutama di mana serangga digunakan sebagai sarana penyebaran,” tulis mereka.

“Pengeditan kromosom dapat ditargetkan pada varietas tanaman tertentu yang tergantung pada urutan genomnya (bisa jadi varietas itu tidak ditanam oleh pihak yang mengerahkan).”

Menurut para ahli penulis Jurnal itu, pengembangan sistem berbasis serangga menunjukkan “niat untuk mengembangkan cara penyebaran dengan sistem HEGAA adalah jelas untuk tujuan ofensif.” Teknologi itu, dengan cepat dapat disederhanakan (dibelokkan) dan digunakan untuk mengembangkan senjata biologis jenis baru yang sama sekali baru.

“Dalam pandangan kami, program ini terutama merupakan ide yang buruk karena dengan penyederhanaan/pengalihan perencanaa, teknologi yang sudah ada dapat dengan mudah menghasilkan senjata yang dapat diprediksi dan bertindak cepat, bersama dengan sarana penyebarannyaa, yang mampu mengancam hampir semua spesies tanaman,” tulis mereka.

Tim ahli itu meminta fihak DARPA lebih  transparan saat mengembangkan kawanan serangga. Namun, juga dikatakan bahwa potensi untuk mempersenjatai teknologi ini sudah pasti ada di luar sana.

Mereka mengatakan program senjata (biologi) itu mungkin didorong oleh aktivitas yang dirasakan karena persaingan, dimana bisa jadi program (modifikasi) Serangga itu adalah respons terhadap laporan intelijen tentang kemampuan (pangan) negara lain.

Fihak DARPA menyangkal pernyataan yang dibuat oleh Reeves dan rekan-rekannya itu. “DARPA tidak memproduksi senjata biologis ataupun sarana untuk penyebarannya,” kata seorang juru bicara DARPA kepada Newsweek.

“Kami bisa menerima dan setuju dengan kekhawatiran tentang potensi penggunaan ganda teknologi (penyalah gunaan teknologi), itu menjadi masalah yang muncul dihampir setiap teknologi penting yang baru.”

Dia mengatakan keprihatinan ini adalah sebagai alasan mengapa kawanan Serangga telah dimodifikasi sedemikian rupa, sebagai proyek penelitian yang transparan dan dipimpin oleh universitas yang mengedepankan komunikasi. “Kami juga memiliki banyak pengamanan berlapis untuk menjaga biosekuriti dan memastikan sistem yang kami kembangkan berfungsi hanya sebagaimana yang dimaksud,” kata juru bicara DARPA.

This entry was posted in Info Lain and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to PARA AHLI MENUDUH AS MEMODIFIKASI SERANGGA UNTUK BIOWEAPON

  1. abu fadl abbas says:

    rencana Allah pasti lebih baik, liat saja corona jadi senjata makan tuan

  2. Rendra Sianipar says:

    Who play DRAMA will get KARMA.

    Gusti AllH niku boten sare, mas.

  3. Dadan Danial Sibel says:

    Mari kita lawan rekayasa musuh dengan meningkatkan iman dan amal Sholeh kawan….selama kita masih hidup, kita masih punya kesempatan untuk selalu berdoa. Mari kita lawan dengan doa…

Leave a Reply to abu fadl abbas Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *