Kekhawatiran Iran Atas Terpilihnya Donald Trump

Iranian Defence Minister Hossein Dehghan delivers a speech as he attends the 5th Moscow Conference on International Security (MCIS) in Moscow, Russia, April 27, 2016. REUTERS/Sergei Karpukhin

Menteri pertahanan Iran mengatakan pada hari Minggu bahwa kemenangan Donald Trump telah menyebabkan kegelisahan baru dan ancaman terhadap perdamaian di kawasan teluk.Dia  memperingatkan akan kemungkinan perang yang akan menghancurkan Israel dan negara-negara kecil diTeluk Arab.

Dibawah Trump akan ada kemungkinan AS  menarik diri dari perjanjian nuklir yang telah  ditandatangani tahun lalu dengan Iran.  Selama kampanyenya, Trump selalu menyebut  bahwa perjanjian nuklir dengan Iran itu merupakan “bencana” dan “kesepakatan terburuk yang pernah dinegosiasikan”. Dan Trump telah mengisyaratkan bahwa dia akan mengambil kebijakan  keras terhadap Iran. Hal ini telah menyebabkan kegelisahan di antara sekutu AS di Teluk seperti UEA, Qatar, Kuwait.

Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehghan mengatakan seperti dikutip oleh kantor berita setengah resmi Mehr. “Meskipun seorang pengusaha, para asisten disekitar Trump telah memilihkan  jalan yang berbeda baginya, dan ini telah menyebabkan kegelisahan, khususnya di kalangan negara-negara Teluk Persia,” kata Dehghan disebuah konferensi keamanan di Teheran.

“Mengingat karakter Trump yang selalu  mengukur segala  sesuatu dalam dolar (untung/rugi), tampaknya bukan tidak mungkin  ia akan mengambil tindakan tegas terhadap negara kita,” katanya.

“Musuh kita (AS) mungkin akan  memaksakan perang terhadap kita berdasarkan perhitungan yang salah dan hanya mempertimbangkan kemampuan materi mereka …”

“Perang seperti itu akan berarti kehancuran rezim Zionis (Israel) … dan akan melanda seluruh wilayah dan bisa menyebabkan perang dunia.

Lanjut Dehghan, ” di antara konsekuensi lain dari perang (jika AS dan Israel menyerang Iran) adalah juga akan terjadi penghancuran negara2 kecil di pantai selatan Teluk Persia, karena mereka tidak memiliki dukungan rakyat, “kata Dehghan. Yang dimaksud adalah negara-negara kecil Teluk sekutu AS seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain dan Qatar .

 

This entry was posted in Info Lain and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 1 =